Promo terbesar tahun ini. Jaminan 30 hari uang kembali. Promo terbatas. Bantuan 24/7. Jangan sampai terlewat

18 cara meningkatkan conversion rate ecommerce agar penjualan naik

18 cara meningkatkan conversion rate ecommerce agar penjualan naik

Ingin lebih banyak pengunjung toko online Anda melakukan pembelian tanpa harus menambah traffic? Anda bisa menerapkan conversion rate optimization (CRO) ecommerce untuk meningkatkan conversion rate di setiap tahap belanja, mulai dari pencarian produk hingga checkout.

Ada beberapa hal yang membuat pengunjung bisa membatalkan pembelian, seperti website yang lambat, informasi produk yang kurang lengkap, biaya tambahan tak terduga, atau proses checkout yang rumit.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari 18 cara meningkatkan conversion rate ecommerce, mulai dari menemukan penyebab pengunjung batal membeli hingga memperbaiki proses belanja agar lebih banyak pengunjung menjadi pelanggan.

1. Optimasi checkout untuk meningkatkan conversion rate

Salah satu cara meningkatkan conversion rate ecommerce adalah dengan memantau tahapan yang dilalui pengunjung hingga menyelesaikan pembelian. Tindakan kecil ini disebut micro-conversion atau konversi mikro, yang membantu Anda menemukan tahap ketika calon pembeli berhenti melanjutkan proses belanja.

Beberapa tindakan yang perlu dilacak meliputi:

  • Melihat halaman produk
  • Menggunakan fitur pencarian atau filter
  • Memilih ukuran atau varian produk
  • Menambahkan produk ke keranjang belanja
  • Membuka keranjang belanja
  • Memulai proses checkout
  • Memasukkan informasi pembayaran
  • Menyelesaikan pembelian

Cari tahap dengan penurunan jumlah pengunjung terbesar. Kalau banyak pengunjung melihat produk tapi tidak menambahkannya ke keranjang, periksa halaman produk. Kalau banyak yang batal membeli setelah memasukkan produk ke keranjang, periksa biaya pengiriman, proses checkout, dan metode pembayaran.

Catat jumlah pengunjung di setiap tahap sebagai acuan untuk mengukur hasil optimasi.

2. Tingkatkan kecepatan loading halaman

Untuk meningkatkan conversion rate toko online secara efektif, pastikan semua halaman penting bisa dimuat dengan cepat, baik di HP maupun komputer.

Uji kecepatan homepage, halaman kategori, halaman produk populer, keranjang belanja, dan checkout secara terpisah. Gambar berukuran besar, fitur live chat, atau tool pelacakan bisa memperlambat halaman tertentu meskipun halaman lainnya sudah berjalan lancar.

Untuk mempercepat loading website, terapkan langkah-langkah berikut:

  1. Sesuaikan ukuran gambar sebelum menguploadnya.
  2. Gunakan format WebP atau AVIF yang umumnya menghasilkan ukuran file lebih kecil dibandingkan JPEG atau PNG.
  3. Hapus plugin dan script yang tidak digunakan.
  4. Terapkan lazy loading agar gambar di bagian bawah halaman baru dimuat saat pengunjung mendekatinya.
  5. Aktifkan cache browser agar pengunjung tidak perlu mendownload ulang file yang sama setiap kali membuka halaman.
  6. Gunakan content delivery network (CDN) agar file website dimuat dari server yang lebih dekat dengan lokasi pengunjung.
  7. Uji kecepatan loading di HP dan komputer secara terpisah.

Setelah melakukan optimasi, uji kembali seluruh proses belanja untuk memastikan fitur pencarian produk, keranjang, dan checkout tetap berfungsi dengan baik. Website yang cepat memang penting, tapi jangan sampai optimasi justru mengganggu pengalaman belanja pelanggan.

3. Permudah pengalaman belanja melalui HP

Untuk meningkatkan conversion rate toko online, pastikan pelanggan bisa berbelanja dengan nyaman melalui HP. Coba langsung seluruh proses pembelian, mulai dari beranda hingga halaman konfirmasi pesanan, bukan hanya menggunakan fitur pratinjau di browser komputer.

Perhatikan apakah Anda harus memperbesar tampilan, mengetuk tombol berulang kali, menggulir kembali ke atas, atau memperbaiki informasi dalam formulir.

Periksa juga masalah berikut:

  • Tombol terlalu kecil atau terlalu berdekatan.
  • Informasi produk sulit dibaca tanpa memperbesar tampilan.
  • Menu filter menutupi sebagian besar layar.
  • Pop-up sulit ditutup.
  • Formulir checkout terlalu panjang.
  • Pilihan ukuran atau varian produk sulit ditemukan.
  • Pembeli harus memasukkan detail kartu pembayaran secara manual.

Pastikan harga, pilihan produk, informasi pengiriman, dan tombol pembelian utama mudah ditemukan. Untuk halaman produk yang panjang, pertimbangkan tombol “Tambahkan ke keranjang” yang tetap terlihat saat pengunjung menggulir halaman.

Pengalaman belanja yang nyaman di HP bisa membantu meningkatkan conversion rate dengan memudahkan pelanggan mencari produk, menghubungi layanan pelanggan, menyelesaikan pembayaran, hingga memantau pesanan.

4. Gunakan nama kategori dan menu navigasi yang mudah dipahami

Untuk meningkatkan conversion rate, gunakan istilah yang familiar bagi pelanggan saat menamai kategori produk di toko online Anda.

Misalnya, kategori “Sepatu lari wanita” langsung menjelaskan produk yang tersedia. Sebaliknya, nama seperti “Koleksi Aktif” bisa membingungkan pengunjung karena tidak menunjukkan jenis produknya.

Periksa kemudahan navigasi toko online Anda dengan menjawab pertanyaan berikut:

  • Apakah setiap nama kategori sudah menggambarkan produk di dalamnya?
  • Apakah pengunjung bisa menemukan produk penting hanya dengan beberapa klik?
  • Apakah kategori yang berkaitan sudah dikelompokkan?
  • Apakah menu navigasi mudah digunakan di HP dan komputer?
  • Apakah pengunjung bisa kembali ke kategori utama?
  • Apakah kategori populer mudah ditemukan dari homepage?

Tambahkan breadcrumbs pada halaman produk dan kategori agar pengunjung mengetahui posisi mereka di website dan bisa kembali ke kategori sebelumnya tanpa mengulang pencarian.

Navigasi yang mudah digunakan membantu pengunjung menemukan produk dengan lebih cepat sehingga berpotensi meningkatkan conversion rate toko online Anda.

Kalau Anda baru berencana membuat website ecommerce, susun kategori dan subkategorinya sejak awal. Struktur navigasi akan lebih mudah diatur sebelum toko memiliki ratusan produk.

5. Optimalkan fitur pencarian dan filter produk

Pastikan pengunjung bisa menemukan produk dengan mudah melalui fitur pencarian, terutama kalau produk yang dicari tidak tersedia di menu navigasi untuk meningkatkan conversion rate.

Misalnya, pencarian “jaket waterproof biru tua” sebaiknya tetap menampilkan produk bernama “jas hujan navy” karena keduanya menggunakan istilah yang berkaitan.

Optimalkan fitur pencarian dengan kemampuan berikut:

  • Menampilkan saran produk atau keyword saat pengunjung mengetik.
  • Mengenali kesalahan ejaan dan sinonim.
  • Menampilkan gambar, harga, rating, dan stok produk.
  • Merekomendasikan produk serupa kalau tidak ada hasil yang cocok.

Selain pencarian, meningkatkan conversion rate juga bisa dilakukan dengan menyediakan filter sesuai kebutuhan pelanggan. Misalnya, filter ukuran, warna, dan harga untuk toko pakaian, atau bahan, dimensi, dan estimasi pengiriman untuk toko furnitur.

Kalau katalog toko Anda hanya berisi beberapa puluh produk, kategori yang jelas dan filter sederhana biasanya sudah cukup. Anda belum perlu menggunakan sistem pencarian yang kompleks.

6. Tampilkan foto produk dari berbagai sudut yang relevan

Menggunakan foto produk yang jelas dan informatif merupakan salah satu cara meningkatkan conversion rate karena membantu pelanggan melihat detail produk sebelum membeli.

Misalnya, pembeli pakaian ingin melihat potongan, tekstur, dan ukuran produk. Sementara itu, pembeli furnitur perlu mengetahui material, dimensi, kapasitas penyimpanan, dan tampilannya di dalam ruangan.

Pastikan galeri produk menampilkan:

  • Foto dari berbagai sudut, termasuk bagian penting produk.
  • Foto yang memperlihatkan ukuran produk.
  • Foto produk saat digunakan.
  • Foto close-up untuk menunjukkan tekstur atau finishing.
  • Foto setiap pilihan warna atau desain.
  • Video singkat tentang penggunaan, pemasangan, atau cara kerja produk.
  • Fitur zoom untuk melihat detail melalui HP maupun komputer.

Gunakan urutan foto yang konsisten agar pelanggan mudah membandingkan produk. Optimalkan juga ukuran file gambar sebelum diupload agar halaman tetap cepat dimuat.

Foto yang lengkap dan mudah diakses bisa membantu meningkatkan conversion rate karena pelanggan memiliki informasi yang cukup untuk memutuskan pembelian.

7. Buat deskripsi produk yang menjawab kebutuhan calon pembeli

Deskripsi produk yang jelas dan lengkap bisa membantu meningkatkan conversion rate dengan memberikan informasi yang dibutuhkan pelanggan sebelum membeli.

Jelaskan manfaat utama produk, siapa yang cocok menggunakannya, serta detail penting seperti ukuran, bahan, dan kompatibilitasnya.

Misalnya, jangan hanya menulis “Botol stainless steel 500 ml”. Jelaskan juga kegunaannya untuk aktivitas sehari-hari, dimensi botol, dan apakah produk aman dicuci menggunakan mesin pencuci piring sesuai petunjuk produsen.

Pastikan deskripsi mencakup informasi yang relevan, seperti:

  • Fungsi dan manfaat utama produk.
  • Bahan, dimensi, dan panduan ukuran.
  • Kompatibilitas dengan produk atau perangkat lain.
  • Isi paket pembelian.
  • Petunjuk penggunaan, pemasangan, dan perawatan.
  • Ketentuan garansi dan pengembalian barang.

Gunakan paragraf singkat untuk menjelaskan manfaat produk, lalu tampilkan spesifikasi dalam bentuk bullet agar mudah dibaca.

Untuk meningkatkan conversion rate, perhatikan juga pertanyaan pelanggan, ulasan, dan alasan pengembalian barang. Gunakan informasi tersebut untuk melengkapi detail produk yang masih kurang jelas sehingga pelanggan lebih yakin sebelum membeli.enanyakan hal yang sama, tambahkan jawabannya ke deskripsi agar calon pembeli berikutnya tidak perlu bertanya lagi.

8. Buat tombol CTA yang jelas dan mudah ditemukan

Tombol call to action (CTA) yang jelas bisa membantu meningkatkan conversion rate dengan memudahkan pelanggan melanjutkan pembelian.

Gunakan teks sesuai tindakan yang akan dilakukan, seperti “Tambahkan ke keranjang”, “Beli sekarang”, atau “Pilih ukuran”.

Pastikan tombol CTA Anda:

  • Berada di dekat harga dan pilihan varian produk.
  • Memiliki warna yang kontras dan mudah terlihat.
  • Mudah ditemukan saat halaman dibuka melalui HP.
  • Memberikan konfirmasi setelah diklik.
  • Menunjukkan pilihan yang harus ditentukan sebelum membeli.
  • Tidak kalah menonjol dari tombol lain yang kurang penting.

Untuk menguji efektivitasnya, lakukan five-second test. Tunjukkan halaman produk kepada seseorang selama lima detik, lalu tanyakan tombol mana yang akan mereka klik untuk membeli. Kalau mereka kesulitan menemukannya, perbaiki tampilan atau posisi CTA.

Prioritaskan masalah seperti teks yang membingungkan, tombol yang sulit ditemukan, atau pilihan produk yang tersembunyi. Perbaikan ini biasanya lebih penting untuk meningkatkan conversion rate daripada sekadar menguji perbedaan warna tombol.

9. Tampilkan ulasan dan bukti kepercayaan pelanggan

Menampilkan ulasan pelanggan dan informasi yang membangun kepercayaan merupakan salah satu cara meningkatkan conversion rate toko online.

Tempatkan informasi sesuai kebutuhan pelanggan. Misalnya, tampilkan rating di dekat nama produk, kebijakan pengembalian di dekat tombol “Tambahkan ke keranjang”, serta logo metode pembayaran di halaman keranjang atau checkout.

Beberapa elemen yang bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan antara lain:

  • Ulasan dari pembeli terverifikasi.
  • Foto produk dari pelanggan.
  • Rating produk pada halaman kategori.
  • Informasi pengiriman dan pengembalian barang yang jelas.
  • Kontak layanan pelanggan dan alamat bisnis, kalau relevan.
  • Logo metode pembayaran yang tersedia.
  • Checkout aman menggunakan HTTPS.

Minta ulasan setelah pelanggan memiliki waktu untuk mencoba produk. Misalnya, makanan bisa dinilai segera setelah diterima, sedangkan furnitur atau perangkat elektronik mungkin membutuhkan waktu lebih lama.

Jangan buru-buru menghapus ulasan negatif. Tanggapan yang sopan dan menunjukkan penyelesaian masalah justru bisa membangun kepercayaan.

Untuk meningkatkan conversion rate, hindari juga penggunaan badge keamanan secara berlebihan karena bisa membuat toko terlihat kurang tepercaya.

10. Tampilkan ongkos kirim sebelum checkout

Menampilkan ongkos kirim sejak awal bisa membantu meningkatkan conversion rate karena pelanggan mengetahui total biaya sebelum checkout.

Cantumkan informasi pengiriman di halaman produk atau keranjang belanja. Kalau ongkir bergantung pada alamat tujuan, sediakan kalkulator ongkir agar pelanggan bisa memperkirakan biayanya.

Contoh informasi yang bisa ditampilkan:

  • Gratis ongkir untuk pembelian di atas Rp500.000.
  • Belanja Rp100.000 lagi untuk mendapatkan gratis ongkir.
  • Ongkos kirim mulai dari Rp20.000.
  • Pajak atau bea masuk tambahan untuk pengiriman tertentu, kalau berlaku.

Angka tersebut hanya contoh. Sesuaikan dengan tarif dan promosi toko Anda.

Pastikan semua biaya wajib sudah terlihat sebelum pelanggan membayar. Biaya tambahan yang baru muncul di akhir checkout bisa membuat pelanggan membatalkan pembelian.

Untuk cara meningkatkan conversion rate, pertimbangkan juga total biaya yang ditanggung pelanggan saat membandingkan harga dengan kompetitor, bukan hanya harga produk.engan harga awal lebih murah belum tentu lebih menarik kalau ongkos kirim dan biaya tambahannya jauh lebih tinggi.

11. Sederhanakan proses checkout

Menyederhanakan proses checkout bisa membantu meningkatkan conversion rate dengan mengurangi waktu pengisian formulir dan risiko kesalahan.

Mintalah hanya informasi yang diperlukan untuk pembayaran dan pengiriman. Hapus kolom yang tidak penting agar pelanggan bisa menyelesaikan pesanan dengan lebih cepat.

Beberapa cara menyederhanakan checkout antara lain:

  • Aktifkan pengisian alamat otomatis.
  • Gunakan alamat pengiriman sebagai alamat penagihan secara default.
  • Simpan informasi yang sudah diisi meskipun terjadi error.
  • Tampilkan pesan error di dekat kolom yang bermasalah.
  • Pastikan total biaya selalu terlihat selama checkout.
  • Tunjukkan jumlah tahapan yang tersisa.
  • Hilangkan menu atau promosi yang mengalihkan perhatian.
  • Jadikan metode pengiriman yang paling umum sebagai pilihan default, tanpa menyembunyikan opsi lain.

Checkout satu halaman belum tentu lebih efektif. Beberapa tahap singkat juga bisa memudahkan pelanggan, asalkan setiap tahap jelas dan tidak meminta terlalu banyak informasi.

Untuk meningkatkan conversion rate, coba checkout melalui berbagai HP dan komputer. Coba juga beberapa alamat pengiriman, kode diskon, pilihan pengiriman, dan metode pembayaran untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.or mungkin hanya muncul dalam kondisi tertentu, sehingga tidak akan terdeteksi kalau Anda hanya mencoba satu skenario.

12. Sediakan opsi checkout tanpa membuat akun

Menyediakan opsi guest checkout atau checkout tanpa akun bisa membantu meningkatkan conversion rate karena pelanggan tidak perlu mendaftar sebelum membeli.

Pastikan opsi checkout sebagai tamu mudah ditemukan, sama seperti tombol login. Setelah pembayaran berhasil, Anda bisa menawarkan pembuatan akun agar pelanggan bisa melacak pesanan dan menyimpan informasi untuk pembelian berikutnya.

Meski tidak mewajibkan pendaftaran akun, Anda tetap bisa:

  • Meminta alamat email untuk mengirim pembaruan pesanan.
  • Meminta persetujuan terpisah untuk email marketing.
  • Menawarkan poin loyalitas setelah pembelian.
  • Menghubungkan pesanan dengan akun yang dibuat setelah checkout.
  • Menyediakan login cepat bagi pelanggan lama.

Untuk meningkatkan conversion rate, jangan sampai proses pendaftaran menghambat pembayaran. Hindari menyembunyikan opsi checkout sebagai tamu dalam link kecil yang sulit ditemukan.

13. Sediakan metode pembayaran yang sesuai dengan kebiasaan pelanggan

Menyediakan metode pembayaran yang familiar dan tepercaya bisa membantu meningkatkan conversion rate karena pelanggan lebih mudah menyelesaikan transaksi.

Sesuaikan pilihan pembayaran dengan kebiasaan pelanggan dan negara tujuan penjualan. Beberapa metode yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  • Kartu kredit dan debit.
  • Transfer bank dan virtual account.
  • QRIS.
  • Dompet digital seperti GoPay, OVO, dan DANA.
  • PayPal untuk transaksi internasional.
  • Apple Pay dan Google Pay, kalau didukung.
  • Layanan paylater atau buy now, pay later (BNPL).

Tidak semua metode tersedia di setiap negara atau platform ecommerce. Pilih yang benar-benar dibutuhkan pelanggan dan didukung oleh toko Anda.

Untuk menentukan metode pembayaran yang tepat:

  1. Periksa transaksi yang gagal atau tidak diselesaikan.
  2. Identifikasi lokasi dan kebiasaan pembayaran pelanggan.
  3. Cari tahu kendala pembayaran yang sering diterima tim customer support.
  4. Tambahkan metode yang paling banyak dibutuhkan.
  5. Pantau perubahan jumlah transaksi yang berhasil.

Dompet digital bisa mempermudah pembayaran melalui HP karena pelanggan tidak perlu mengisi banyak informasi.

Namun, Anda tidak harus menyediakan semua metode pembayaran. Pertimbangkan biaya transaksi, proses refund, dan pengelolaannya agar upaya meningkatkan conversion rate tetap sebanding dengan biaya operasional.

14. Kirim pengingat untuk keranjang belanja yang ditinggalkan

Mengirim pengingat otomatis kepada pelanggan yang meninggalkan checkout bisa membantu meningkatkan conversion rate dengan mendorong mereka menyelesaikan pembelian.

Untuk menjalankan abandoned cart recovery, pastikan Anda memiliki alamat email pelanggan dan persetujuan yang diperlukan untuk mengirim pesan.

Gunakan rangkaian pengingat sederhana berikut:

  1. Pengingat pertama: Kirim tidak lama setelah pelanggan meninggalkan checkout.
  2. Pengingat kedua: Sertakan informasi yang membantu pelanggan mengambil keputusan, seperti ulasan produk, estimasi pengiriman, atau kebijakan pengembalian.
  3. Pengingat terakhir: Kirim sebelum keranjang atau reservasi stok kedaluwarsa, kalau memang ada batas waktunya.

Sertakan link yang mengarahkan pelanggan kembali ke keranjang belanja mereka, kalau platform ecommerce Anda mendukungnya.

Hindari langsung menawarkan diskon karena pelanggan bisa terbiasa meninggalkan keranjang untuk menunggu kupon.

Untuk meningkatkan conversion rate melalui SMS, pastikan pelanggan sudah menyetujui penerimaan pesan. Fokuskan setiap pengingat pada pesanan yang belum selesai, bukan promosi yang tidak berkaitan.

15. Gunakan urgensi hanya untuk penawaran yang benar-benar terbatas

Menampilkan batas waktu promo atau informasi stok terbatas bisa membantu meningkatkan conversion rate dengan mendorong pelanggan mengambil keputusan lebih cepat. Namun, pastikan informasi tersebut sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Beberapa contoh urgensi yang bisa digunakan antara lain:

  • Promo diskon dengan tanggal atau jam berakhir yang jelas.
  • Batas waktu pemesanan untuk pengiriman pada hari tertentu.
  • Informasi stok terbatas berdasarkan persediaan sebenarnya.
  • Batas waktu preorder.
  • Produk yang diproduksi dalam jumlah terbatas.

Tempatkan informasi di bagian yang relevan. Misalnya, hitung mundur batas pemesanan sebaiknya ditampilkan di dekat informasi pengiriman.

Hindari countdown timer yang terus diulang, promo “hanya hari ini” yang berlangsung setiap hari, atau peringatan stok hampir habis yang tidak sesuai kenyataan. Praktik seperti ini justru bisa mengurangi kepercayaan pelanggan.

Agar proses meningkatkan conversion rate berhasil, Anda juga bisa menggunakan exit-intent pop-up saat pengunjung hendak meninggalkan halaman. Gunakan seperlunya dan pastikan pop-up mudah ditutup agar tidak mengganggu pengalaman berbelanja.

16. Berikan rekomendasi produk yang relevan dan bermanfaat

Menampilkan rekomendasi produk yang relevan bisa membantu meningkatkan conversion rate sekaligus mendorong pelanggan membeli produk pelengkap. Anda tidak perlu menggunakan AI yang kompleks untuk menerapkannya.

Beberapa rekomendasi yang bisa ditampilkan antara lain:

  • Produk yang sering dibeli bersamaan.
  • Produk yang juga dilihat pelanggan lain.
  • Produk yang baru saja dilihat.
  • Aksesori yang cocok dengan produk utama.
  • Produk isi ulang atau suku cadang.
  • Produk berdasarkan riwayat pembelian.

Misalnya, tawarkan laptop keluaran terbaru kepada pelanggan yang sedang melihat laptop. Hindari merekomendasikan produk yang tidak relevan hanya karena margin keuntungannya tinggi.

Untuk mengukur efektivitasnya, bandingkan jumlah klik rekomendasi, pembelian yang dihasilkan, dan nilai belanja pelanggan sebelum dan sesudah fitur diterapkan.

Agar strategi ini efektif dalam meningkatkan conversion rate, pastikan rekomendasi sesuai kebutuhan pelanggan. Jelaskan juga dalam kebijakan privasi bagaimana aktivitas browsing dan riwayat pesanan digunakan untuk memberikan rekomendasi.

17. Lakukan A/B testing pada perubahan yang memengaruhi pembelian

A/B testing bisa membantu meningkatkan conversion rate dengan membandingkan dua versi halaman atau fitur untuk mengetahui mana yang lebih efektif.

Dalam pengujian ini, pengunjung dibagi menjadi dua kelompok yang melihat versi berbeda. Hasilnya dibandingkan berdasarkan metrik seperti jumlah produk yang ditambahkan ke keranjang, checkout yang dimulai, atau pembelian yang selesai.

Mulailah dengan hipotesis yang jelas. Misalnya:

Pengunjung yang berbelanja melalui HP sering melewatkan tombol “Tambahkan ke keranjang”. Membuat tombol tetap terlihat saat halaman digulir mungkin bisa meningkatkan jumlah produk yang ditambahkan ke keranjang.

Sebaiknya ubah satu elemen dalam setiap pengujian agar hasilnya lebih mudah dianalisis. Beberapa elemen yang bisa diuji antara lain:

  • Pesan utama dan manfaat produk.
  • Posisi tombol CTA.
  • Urutan foto produk.
  • Penempatan informasi pengiriman.
  • Kolom formulir checkout.
  • Posisi opsi guest checkout.
  • Pilihan metode pembayaran.

Kalau traffic toko Anda masih rendah, A/B testing mungkin belum menghasilkan data yang cukup untuk menarik kesimpulan yang andal.

Sebagai alternatif, bandingkan metrik sebelum dan sesudah perubahan, lalu lengkapi dengan feedback pelanggan. Namun, jangan langsung menganggap peningkatan konversi sebagai akibat perubahan tersebut karena faktor lain juga bisa memengaruhi hasil.

Gunakan temuan ini untuk menentukan perbaikan berikutnya yang berpotensi meningkatkan conversion rate.rsebut menjadi penyebabnya. Gunakan hasilnya sebagai indikasi awal untuk menentukan langkah optimasi berikutnya.

18. Datangkan pengunjung yang memiliki niat beli tinggi

Fokuslah mendatangkan pengunjung melalui keyword yang relevan dengan produk dan menunjukkan niat beli.

Misalnya, orang yang mencari “sepatu hiking waterproof ukuran 42” kemungkinan lebih siap membeli dibandingkan orang yang mencari “sepatu apa yang cocok untuk hiking”.

Optimalkan SEO halaman produk dan kategori menggunakan keyword yang sesuai. Lengkapi juga informasi penting seperti ukuran, bahan, harga, dan ketersediaan stok agar pengunjung lebih mudah menentukan pilihan.

Pantau keyword yang menghasilkan pembelian, bukan hanya traffic tinggi. Banyaknya pengunjung belum tentu meningkatkan penjualan kalau produk Anda tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

Cara menentukan prioritas cara meningkatkan conversion rate ecommerce

Mulailah dengan mengidentifikasi tahap pembelian yang paling sering membuat calon pelanggan meninggalkan toko.

Sebelum menguji perubahan kecil pada tampilan atau teks, pastikan toko online Anda sudah memiliki fitur ecommerce penting yang memudahkan pelanggan menemukan produk, berbelanja melalui HP, melakukan pembayaran dengan aman, memilih pengiriman, dan mengelola pesanan.

Setelah itu, gunakan data toko untuk menentukan masalah yang perlu ditangani terlebih dahulu.

Masalah yang ditemukanHal yang perlu diperiksa terlebih dahulu
Pengunjung meninggalkan website sebelum melihat produkKecepatan loading halaman, terutama di HP
Conversion rate pengunjung HP jauh lebih rendah dibandingkan pengguna komputerTata letak mobile, menu navigasi, formulir, dan metode pembayaran
Banyak pengunjung melihat produk tetapi tidak menambahkannya ke keranjangFoto produk, deskripsi, tombol CTA, ulasan, dan harga
Banyak pelanggan menambahkan produk ke keranjang tetapi tidak melanjutkan pembelianOngkos kirim, pajak, estimasi pengiriman, dan tampilan keranjang
Pelanggan memulai checkout tetapi tidak menyelesaikan pembayaranPanjang formulir, opsi guest checkout, error, dan metode pembayaran
Pengunjung kesulitan menemukan produkNavigasi, fitur pencarian, filter, dan struktur kategori
Traffic toko tinggi tetapi penjualan tetap rendahKeyword pencarian, landing page, dan sumber traffic
Anda belum mengetahui tahap ketika pelanggan meninggalkan tokoPelacakan tahapan konversi, heatmap, dan rekaman sesi pengunjung

Prioritaskan masalah mendasar seperti halaman yang lambat, tampilan mobile yang tidak berfungsi dengan baik, informasi harga yang membingungkan, dan error checkout sebelum menguji perubahan kecil pada teks atau desain.

Kalau banyak pengunjung melihat produk tetapi tidak menambahkannya ke keranjang, fokuskan perbaikan pada halaman produk.

Sebaliknya, kalau banyak pelanggan sudah memasukkan produk ke keranjang tetapi tidak menyelesaikan pembayaran, periksa ongkos kirim, opsi guest checkout, metode pembayaran, dan kemungkinan error dalam formulir.

Tunda optimasi rekomendasi produk dan A/B testing sampai pelanggan bisa menemukan produk dan menyelesaikan checkout tanpa hambatan berarti. Hasil perubahan tersebut akan lebih mudah dievaluasi ketika fungsi dasar toko sudah berjalan dengan baik.

Cara memilih platform ecommerce yang mendukung peningkatan conversion rate

Platform ecommerce yang baik seharusnya memudahkan pelanggan menemukan produk dan menyelesaikan pembayaran, tanpa mengharuskan Anda mengintegrasikan tool terpisah untuk setiap fitur toko online.

Hostinger Ecommerce memungkinkan Anda mengelola produk, pesanan, stok, pembayaran, dan saluran penjualan melalui satu dashboard. Platform ini juga mendukung lebih dari 100 metode pembayaran serta menyediakan fitur untuk memantau penjualan, jumlah pesanan, dan nilai rata-rata pesanan.

Melalui integrasi Reach, Anda juga bisa mengirim email pengingat keranjang belanja kepada pelanggan yang sudah berlangganan dan memulai checkout tetapi belum menyelesaikan pembelian.

Fitur-fitur tersebut bisa membantu mengajak pelanggan kembali berbelanja dan mempermudah proses checkout.

Namun, platform ecommerce saja tidak otomatis menyelesaikan masalah seperti deskripsi produk yang kurang jelas, foto yang tidak informatif, atau ongkos kirim yang baru muncul pada akhir pembayaran. Anda tetap perlu mengevaluasi cara pelanggan mencari produk, membandingkan pilihan, dan menyelesaikan transaksi.

Mulailah dengan mencari satu penyebab utama calon pembeli meninggalkan toko, perbaiki bagian yang bermasalah, lalu bandingkan hasilnya dengan data awal.

Setelah lebih banyak pengunjung berhasil menyelesaikan pembelian, terus gunakan pendekatan yang sama untuk meningkatkan penjualan online dengan mendatangkan pengunjung yang relevan dan mendorong pelanggan melakukan pembelian kembali.

Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.

Teresia Dian adalah seorang linguist dengan pengalaman 7 tahun di bidang pelokalan produk dan content marketing. Ketertarikannya pada teknologi mendorongnya untuk terus mengikuti perkembangan terbaru dan membagikannya melalui tutorial yang mudah dipahami.

Trusted by 4+ million website owners worldwide

See our 73.459 reviews on Trustpilot

Komentar

0 responses

Write a response

Silakan isi kolom di bawah ini.Silakan tandai checkbox persetujuan.Silakan isi kolom yang tersedia dan beri centang pada checkbox privasi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Thank you! Your comment has been successfully submitted. It will be approved within the next 24 hours.