Dec 18, 2025
Faradilla A.
6menit Dibaca
Coolify dan Dokploy adalah dua control panel populer yang memudahkan pengelolaan aplikasi pada sistem yang tidak memiliki antarmuka grafis, seperti VPS (virtual private server). Keduanya banyak digunakan sebagai alternatif open-source yang lebih terjangkau untuk PaaS (platform-as-a-service).
Meski serupa dalam banyak hal, kedua control panel ini memiliki keunggulan di area yang berbeda-beda, yang mungkin lebih cocok dengan kebutuhan Anda.
Di artikel ini, kami akan membandingkan Coolify vs Dokploy dalam beberapa aspek, termasuk kemudahan penggunaan, kompatibilitas, integrasi, dan keamanan. Kami juga akan memberikan contoh penggunaan terbaik kedua control panel ini berdasarkan hasil pengujian kami.
Coolify adalah control panel serbaguna yang kompatibel dengan berbagai bahasa pemrograman, sistem hosting, dan tool apa pun. Anda bisa menginstalnya di VPS yang Anda kelola sendiri atau perangkat pribadi seperti Raspberry Pi berbasis ARM.
Di antara control panel VPS yang pernah kami ulas, Coolify termasuk yang paling mudah digunakan. Control panel ini memiliki UI (user interface) minimalis, penyiapan template sekali klik, webhook fleksibel, dan API yang canggih.
Coolify cocok bagi Anda yang ingin men-deploy dan mengelola aplikasi di server yang menggunakan UI grafis. Karena fleksibilitasnya, Coolify kompatibel dengan berbagai software, tool, atau platform.
Fitur-fitur utama
Dokploy adalah control panel yang utamanya digunakan untuk aplikasi dalam container berbasis Docker. Selain Docker, Dokploy juga terintegrasi dengan tool pelengkap seperti Docker Compose dan Docker Swarm.
Dokploy adalah alternatif open-source untuk platform cloud PaaS (platform-as-a-service) populer. Dengan UI grafis yang modern dan user-friendly, Dokploy memudahkan pengguna untuk mengelola banyak container sekaligus.
Dokploy juga menyediakan installer template Docker sekali klik sehingga Anda bisa dengan cepat men-deploy aplikasi yang sudah disiapkan. Selain itu, Anda bisa menginstal layanan dari sumber lain, seperti GitHub, Dockerfiles, dan Nixpacks.
Fitur-fitur utama
Berikut adalah perbandingan langsung antara Coolify dan Dokploy dalam berbagai fitur, termasuk UI, kompatibilitas, dan keamanan.
Baik Coolify maupun Dokploy menyediakan control panel VPS yang sederhana dengan GUI yang intuitif dan mudah bagi pemula. Namun, kami merasa dashboard Coolify lebih mudah dipelajari dan digunakan karena kategori menu-menunya lebih mendetail sehingga Anda bisa menemukan dan mengakses fitur-fiturnya dengan lebih mudah.
Penginstalan kedua control panel ini juga termasuk mudah, tapi Coolify sedikit lebih unggul karena memiliki fitur bawaan seperti SSL yang terintegrasi. Selain itu, Coolify menyediakan proses onboarding yang akan memandu Anda mengonfigurasinya.

Namun, Dokploy lebih unggul dalam hal deployment layanan dan aplikasi, terutama kalau Anda menggunakan Docker dengan beberapa container atau platform cloud eksternal.
Pemenang – Coolify
Dashboardnya lebih mudah dipelajari dan diakses. Proses onboarding Coolify juga membantu Anda lebih cepat beradaptasi dengan control panel ini.
Baik Coolify maupun Dokploy mendukung aplikasi yang dibuat dengan berbagai bahasa pemrograman, teknologi, framework, dan runtime environment. Namun, Coolify kompatibel dengan lebih banyak sistem pengelolaan database, seperti DragonFly dan ClickFly.
Dokploy lebih unggul dalam hal kompatibilitas dengan deployment aplikasi. Selain platform Git, Dockerfile, dan Nixpacks, Dokploy juga mendukung buildpack dari penyedia PaaS populer.

Pemenang – Dokploy
Meskipun kompatibilitas aplikasinya tidak jauh berbeda dengan Coolify, Dokploy menyediakan dukungan yang lebih lengkap untuk database, dan mendukung lebih banyak buildtype serta platform eksternal untuk deployment.
Coolify dan Dokploy menyediakan webhook dan API yang canggih untuk memudahkan integrasi dengan layanan eksternal. Keduanya memungkinkan Anda mengatur aplikasi Docker pihak ketiga menggunakan installer template sekali klik.
Namun, Coolify menyediakan lebih banyak template aplikasi, sementara Dokploy memungkinkan Anda membuat template kustom. Selain itu, Dokploy terintegrasi dengan Traefik, yang bisa Anda sesuaikan dengan mudah melalui dashboard control panel ini.

Dokploy juga mendukung deployment multi-server secara native, memungkinkan Anda mengintegrasikan layanan pada berbagai server remote. Meskipun Coolify menawarkan fitur serupa, fitur ini masih dalam tahap eksperimental.
Pemenang – Dokploy
Dokploy terintegrasi dengan Traefik secara default dan mendukung deployment multi-server.
Karena Coolify dan Dokploy merupakan control panel open-source, Anda bisa memodifikasi kode sumbernya untuk menyesuaikan tampilan atau fitur-fiturnya.
Meskipun opsi-opsinya terbatas, Dokploy memungkinkan Anda mengubah tampilannya dengan konfigurasi yang sudah disiapkan. Control panel ini juga lebih fleksibel karena Anda bisa membuat template Docker kustom untuk menyiapkan aplikasi apa pun.

Sementara itu, meskipun tidak memiliki template kustom, Coolify memiliki lebih banyak opsi secara default. Control panel ini lebih fleksibel dalam hal web stack karena mendukung lebih banyak database.
Pemenang – seri
Kode sumber kedua control panel ini sama-sama bisa dimodifikasi secara bebas. Dokploy menyediakan lebih banyak opsi penyesuaian, sementara Coolify unggul dalam hal fleksibilitas infrastruktur dan teknologi.
Fleksibilitas dan kemampuan kustomisasi control panel juga bergantung pada provider web hosting yang digunakan. Di Hostinger, kami menyediakan akses root penuh yang memungkinkan Anda mengubah konfigurasi server apa pun. Beberapa web host membatasi akses ini sehingga Anda tidak bisa menyesuaikan pengaturannya.
Baik Coolify maupun Dokploy membutuhkan prosesor dengan minimal 2 core, RAM 2 GB, dan ruang penyimpanan 30 GB. Namun, Anda mungkin membutuhkan lebih banyak resource tergantung pada kebutuhan proyek Anda.
Berdasarkan persyaratan minimumnya, kedua control panel ini bisa dibilang memiliki performa yang sama. Kami mencoba menginstalnya pada paket VPS KVM 2 Hostinger dan mengecek penggunaan resourcenya melalui tool pemantauan bawaan hPanel.

Berdasarkan pengujian kami, Coolify menggunakan 9% CPU dan 41% RAM saat idle tanpa aplikasi yang berjalan. Sementara itu, Dokploy menggunakan 9% CPU dan 44% RAM dalam kondisi yang sama.
Namun, Dokploy lebih mudah diatur sesuai kebutuhan secara horizontal, yang berarti Anda bisa menambah server baru untuk mendistribusikan traffic dan beban hardware. Control panel ini mendukung deployment multi-server dan dilengkapi dengan load balancer Traefik.
Pemenang – Dokploy
Dokploy menyediakan lebih banyak opsi skalabilitas dengan menambah instance server dan menggunakan load balancer bawaan.

Coolify menyediakan fitur keamanan yang lebih baik secara default, termasuk sertifikat SSL gratis dari Let’s Encrypt. Meskipun Dokploy menyediakan SSL dari penyedia yang sama, sertifikat tersebut tidak memiliki enkripsi secara default.

Coolify juga memberlakukan kebijakan no-vendor lock-in, memungkinkan Anda mengontrol pengaturan dan data server Anda sendiri, bahkan setelah menonaktifkan control panel ini. Kebijakan ini membantu menghindari kebocoran informasi sensitif dan meningkatkan privasi.
Kedua control panel ini menyediakan fitur backup otomatis menggunakan penyedia yang mengikuti standar S3, dan keduanya memungkinkan Anda menyesuaikan peran pengguna serta izin akses untuk mencegah modifikasi yang tidak sah.
Pemenang – Coolify
Coolify unggul dalam hal keamanan, dengan sertifikat SSL yang sudah terinstal dan kebijakan no-vendor lock-in untuk memastikan privasi data.
Kedua control panel ini open-source dan gratis. Namun, Coolify juga menawarkan paket terkelola mulai dari $4/bulan per server (sekitar Rp65.000), sementara Dokploy hanya tersedia dalam versi gratis.
Paket gratis dan premium Coolify memiliki fitur-fitur yang sama, tapi versi premiumnya menyediakan layanan pengelolaan dan dukungan ekstra.
Meskipun sama-sama gratis, Anda tetap membutuhkan paket hosting VPS Dokploy atau Coolify untuk menginstal keduanya. Mengingat keduanya memiliki persyaratan minimum yang sama, biaya yang perlu Anda bayarkan pun hampir sama.
Pemenang – Coolify
Selain paket gratis unlimited, Coolify juga menyediakan paket premium dengan layanan pengelolaan yang lebih terjangkau, yang tidak tersedia dengan Dokploy.
Di VPS Hostinger, Anda bisa meminta Kodee, AI Assistant kami, untuk mencantumkan semua sistem operasi yang tersedia untuk diinstal. Cukup ketik pertanyaan seperti “Template sistem operasi apa saja yang tersedia?” atau “Template OS dengan control panel apa saja yang bisa saya instal di VPS saya?”
Berdasarkan hasil penilaian kami, berikut adalah manfaat utama Coolify untuk proyek Anda:
Dokploy bisa menjadi pilihan yang lebih cocok untuk kebutuhan Anda apabila memprioritaskan faktor-faktor berikut:
Coolify dan Dokploy merupakan control panel open-source gratis yang cocok untuk berbagai macam aplikasi. Di artikel ini, kami telah membandingkan keduanya dalam berbagai aspek untuk membantu Anda memilih opsi terbaik.
Berdasarkan pengujian kami, Coolify lebih mudah disiapkan, lebih aman, dan memiliki tampilan yang lebih tertata. Control panel ini cocok bagi Anda yang mencari platform sederhana dan praktis untuk mengelola aplikasi Anda.
Sementara itu, Dokploy lebih cocok untuk proyek yang lebih kompleks, terutama layanan mikro yang berjalan dalam container. Control panel ini memiliki dashboard terpusat dan fitur-fitur yang mempermudah deployment aplikasi.
Kalau masih bingung harus memilih Coolify atau Dokploy, pertimbangkan untuk mengujinya sendiri. Kami sarankan Anda melakukannya di VPS Hostinger, karena bisa berganti control panel dengan mudah menggunakan template OS kami tanpa harus mengetik perintah.
Coolify dan Dokploy adalah control panel open-source yang sama-sama gratis. Perbedaannya, Coolify lebih mudah disiapkan, dengan sertifikat SSL yang sudah terinstal secara otomatis dan proses onboarding yang mudah. Di sisi lain, Dokploy lebih fokus pada deployment tanpa hambatan, dengan dashboard terpusat dan dukungan integrasi platform yang lebih lengkap.
Ya, Coolify dan Dokploy bisa digunakan secara gratis. Namun, Coolify juga menyediakan paket terkelola dengan harga mulai dari $4/bulan, sedangkan Dokploy hanya tersedia dalam versi gratis open-source. Ingat, Anda tetap membutuhkan infrastruktur sendiri untuk menghosting kedua control panel ini.
Secara umum, Dokploy lebih cocok digunakan untuk aplikasi berskala besar karena mendukung deployment multi-server secara native, menyediakan load balancer yang mudah dikonfigurasi, dan terintegrasi dengan tool Docker. Dashboardnya juga memungkinkan Anda mengelola beberapa instance atau container server di lokasi terpusat, ideal untuk aplikasi berbasis layanan mikro.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.