Dec 18, 2025
Faradilla A.
4menit Dibaca
Mungkin, Anda sudah sering mendengar kata open-source dalam konteks software atau aplikasi. Istilah ini memang secara spesifik merujuk pada Open-Source Software, yang berarti suatu program bersifat “terbuka”.
Namun, apa yang dimaksud dengan open-source software? Mengapa software dibuat open-source? Tenang, kami akan menjelaskan semuanya, lengkap dengan kelebihan, kekurangan, serta beberapa contoh program open-source.
Yuk, scroll ke bawah dan temukan jawaban selengkapnya di artikel ini!
Ketika sebuah software dibuat open-source, berarti kode programnya boleh diakses, dimodifikasi, dan didistribusikan ulang secara bebas oleh pengguna. Jadi, pengguna bisa menyesuaikannya sendiri tanpa batasan dari pemilik lisensi.
Selain itu, berdasarkan konsep utama open-source, artinya siapa pun dari seluruh dunia bisa berkolaborasi untuk membuat software tersebut menjadi lebih baik.
Definisi open-source ini berlawanan dengan closed-source, di mana kode sumber suatu program hanya bisa diakses oleh developer atau perusahaan pemilik lisensi.
Jadi, pengguna software closed-source tidak bisa menyesuaikannya sesuka hati, dan umumnya hanya bisa menggunakan fitur yang disediakan oleh pemilik software tersebut.
Meski begitu, ada juga beberapa tantangan yang muncul ketika software dibuat open-source. Misalnya, tidak semua aplikasi open-source memiliki tim dukungan profesional, jadi pengguna sering kali harus mencari bantuan sendiri.
Selain itu, perubahan yang tidak dikontrol bisa membuat software rentan terhadap masalah keamanan kalau tidak diawasi dengan hati-hati. Aplikasi open-source terkadang juga sulit digabungkan dengan software lain yang berlisensi atau berbayar.
Open-source memiliki banyak manfaat bagi individu, perusahaan, hingga organisasi besar di bidang pengembangan software. Berikut adalah manfaat utama membuat software open-source:
Di balik manfaatnya yang besar, software open-source juga memiliki beberapa tantangan dan keterbatasan yang perlu diperhatikan:
Meskipun software open-source memiliki berbagai kelebihan, pengguna dan developer juga perlu mempertimbangkan tantangan-tantangan yang ada.
Ekosistem open-source memang bisa menjadi solusi yang efisien, tapi pengguna juga harus memahami kebutuhan spesifiknya dulu sebelum memutuskan untuk menggunakannya.
Berikut adalah beberapa aplikasi open-source yang populer, lengkap dengan alasan mengapa program ini dianggap sebagai bagian dari ekosistem open-source:

Linux adalah sistem operasi open-source yang digunakan di komputer, smart device, hingga server. Kode sumbernya dirilis di bawah lisensi GNU General Public License (GPL) sehingga pengguna bisa mengakses, mengubah, dan mendistribusikannya ulang.
Berbagai distro Linux seperti Ubuntu yang dirancang untuk pemula hingga Kali Linux yang populer untuk pengujian keamanan merupakan hasil modifikasi kernel Linux sesuai kebutuhan spesifik penggunanya.
Ekosistem open-source inilah yang membuat Linux begitu fleksibel dan cocok untuk berbagai kebutuhan, mulai dari server hosting hingga sistem operasi desktop.

WordPress adalah platform manajemen konten (CMS) open-source yang digunakan oleh lebih dari 40% website di dunia. Pengguna bisa memodifikasi tampilan dan fungsionalitasnya dengan mudah menggunakan tema atau plugin.
Komunitas WordPress yang aktif juga berkontribusi dalam pengembangan fitur baru dan peningkatan keamanan software ini.

Mozilla Firefox, yang merupakan salah satu aplikasi web browser terpopuler, juga merupakan proyek open-source. Kode sumbernya tersedia di bawah lisensi Mozilla Public License (MPL).
Ada berbagai versi modifikasi yang dikembangkan dari Firefox, seperti Waterfox yang mengutamakan kompatibilitas dengan add-on lama dan performa yang lebih cepat, serta Tor Browser yang memiliki fitur anonim untuk pengguna yang memprioritaskan privasi.

MySQL adalah sistem manajemen database yang banyak digunakan dalam pengembangan web dan aplikasi. Sebagai aplikasi open-source, MySQL bisa didownload secara gratis dan memungkinkan pengembang untuk memodifikasi kode sumbernya.
Hasil dari modifikasi ini adalah MariaDB, sebuah fork yang dikembangkan setelah akuisisi MySQL oleh Oracle, yang fokus pada peningkatan fitur dan tetap berkomitmen pada prinsip open-source.
Open-source adalah konsep yang memungkinkan pengguna untuk mengakses, memodifikasi, dan mendistribusikan kode sumber software secara bebas. Berkat prinsip-prinsipnya, ekosistem open-source telah banyak membantu menciptakan inovasi di dunia teknologi.
Beberapa contohnya sudah sering kita jumpai sehari-hari, mulai dari sistem operasi seperti Linux yang dikembangkan menjadi beberapa versi, hingga WordPress yang bisa mengakomodasi berbagai jenis website.
Meskipun memiliki kekurangan seperti dukungan resmi yang terbatas, software open-source juga memberikan manfaat yang besar, termasuk fleksibilitas, keamanan, dan efisiensi biaya.
Semoga artikel ini membantu Anda lebih memahami apa itu open-source dan manfaatnya untuk teknologi, ya. Kalau masih memiliki pertanyaan, lihat bagian FAQ di bawah ini atau sampaikan lewat komentar yuk!
Beberapa contoh software open-source yang populer adalah Linux, kernel yang menjadi dasar distribusi seperti Ubuntu dan Debian, serta Android, sistem operasi seluler berbasis Linux. Semua software ini bisa diakses kode sumbernya untuk dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut.
Semua software open-source biasanya gratis, tapi tidak semua software gratis bersifat open-source. Software gratis bisa digunakan tanpa biaya, tapi belum tentu kode sumbernya bisa diakses oleh pengguna. Sementara itu, kode sumber software open-source benar-benar tersedia untuk dimodifikasi dan didistribusikan oleh pengguna sesuai kebutuhan.
Software open-source cenderung aman karena kode sumbernya bisa diperiksa secara publik oleh para developer. Hasilnya, mereka bisa memperbaiki bug dan kerentanan dengan lebih cepat. Namun, pengguna tetap wajib memastikan keamanannya lagi, seperti mendownload software dari sumber yang terpercaya.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.