Dec 18, 2025
Faradilla A.
6menit Dibaca
Pernah membuka website yang lambat, tidak responsif, atau meminta Anda mendownload aplikasi tambahan hanya untuk melihat kontennya? Bagi banyak pengunjung, hal seperti ini cukup menyebalkan dan membuat mereka batal mengakses website.
Untungnya, kini ada progressive web app (PWA) yang bisa menjadi solusi dari masalah ini. Menggunakan teknologi PWA, website bisa berfungsi seperti aplikasi asli yang cepat, ringan, dan bisa diakses langsung dari browser.
Di artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu PWA, kelebihannya jika dibandingkan dengan aplikasi web biasa dan aplikasi native, serta faktor-faktor yang menyebabkan teknologi ini semakin populer di berbagai industri. Scroll ke bawah untuk lanjut membaca yuk!

Progressive web app (PWA) adalah jenis aplikasi berbasis web yang dirancang agar bisa ditampilkan dan berfungsi seperti aplikasi native (aplikasi yang diinstal langsung di perangkat).
Jadi, Anda bisa mengaksesnya langsung dari browser, dengan desain dan pengalaman yang sangat mirip dengan aplikasi di smartphone tanpa harus mendownloadnya dari Play Store atau App Store.
PWA dikembangkan dengan teknologi web biasa (seperti HTML, CSS, dan JavaScript), namun memiliki fitur tambahan yang membuatnya lebih responsif, cepat, dan bisa diakses secara offline tanpa koneksi internet.
Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk disimpan di layar utama perangkat, seperti aplikasi native pada umumnya.
Agar bisa disebut PWA, suatu website biasanya harus memiliki tiga komponen utama:
Apabila Anda masih bingung dalam membedakan ketiganya, berikut tabel perbandingan antara web app biasa, PWA, dan aplikasi native:
| Fitur | Web app biasa | Progressive web app (PWA) | Aplikasi native |
| Akses melalui browser | ✅ | ✅ | ❌ |
| Penginstalan dari app store | ❌ | ❌ | ✅ |
| Bisa disimpan di layar utama | ❌ | ✅ | ✅ |
| Bisa digunakan offline | ❌ | ✅* | ✅ |
| Performa cepat dan responsif | ❌ | ✅ | ✅ |
| Notifikasi push | ❌ | ✅ | ✅ |
| Update otomatis | ✅ | ✅ | ❌ (membutuhkan persetujuan toko aplikasi) |
| Biaya pengembangan | Terjangkau | Terjangkau | Mahal |
*Kemampuan offline pada PWA bergantung pada pengaturan caching dan service worker.
Dengan kata lain, PWA mampu menghadirkan pengalaman aplikasi native tanpa harus membuatnya dari nol untuk setiap platform. Hal ini menjadikannya solusi ideal untuk website yang ingin difungsikan seperti aplikasi, tapi tetap hemat biaya dan waktu pengembangan.
Meskipun terlihat dan bisa berfungsi seperti aplikasi native, bisa dibilang progressive web app merupakan website yang ditingkatkan dengan fitur tertentu agar lebih interaktif, cepat, dan bisa diakses secara offline.
Secara umum, PWA bekerja dengan tiga komponen utama berikut:
Singkatnya, saat pengguna pertama kali mengunjungi website Anda, file dan aset-aset pentingnya akan disimpan dalam cache oleh service worker.
Pada kunjungan berikutnya, sebagian besar konten tersebut bisa dimuat langsung dari cache sehingga aksesnya menjadi jauh lebih cepat dan tetap bisa dibuka meski tanpa koneksi internet.
Progressive web app memberikan banyak keuntungan bagi pemilik maupun pengunjung website. Berikut beberapa kelebihan utama yang menjadikan PWA semakin diminati:
PWA dirancang untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang cepat dan efisien. Karena halamannya disimpan secara lokal melalui caching, waktu loading PWA menjadi jauh lebih cepat dibandingkan dengan website biasa.
Ukurannya juga jauh lebih kecil daripada aplikasi native sehingga tidak membebani perangkat pengguna. Apalagi, pengguna tidak perlu melakukan penginstalan yang terkadang cukup merepotkan.
Salah satu fitur unggulan PWA adalah kemampuannya untuk tetap bisa diakses saat pengunjung sedang offline atau memiliki koneksi internet yang terbatas. Hal ini bisa diterapkan berkat service worker, yaitu skrip yang menyimpan aset penting dari website untuk digunakan saat tidak ada jaringan.
Sebagai contoh, katakanlah Anda memiliki PWA toko online. Saat pengunjung baru melihat-lihat beberapa katolog produk, koneksi internet mereka tiba-tiba putus.
Dengan PWA, semua produk yang sudah dilihat akan disimpan di cache sehingga pengunjung masih bisa melihat beberapa produk yang sebelumnya sudah pernah diakses.
Dibandingkan dengan aplikasi native yang harus dibuat secara terpisah untuk setiap platform seperti Android dan iOS, Anda hanya perlu satu website yang dioptimalkan dengan teknologi PWA.
Dengan demikian, waktu dan biaya pengembangan Anda bisa ditekan secara signifikan, terutama bagi pemilik bisnis kecil hingga menengah.
PWA tidak perlu didownload dari toko aplikasi seperti App Store atau Play Store. Pengguna cukup membuka website Anda melalui browser, lalu bisa langsung menyimpan pintasannya ke layar utama perangkat mereka.
Kelebihan ini membantu meningkatkan persentase penggunaan aplikasi Anda karena tidak perlu melalui langkah-langkah yang rumit seperti proses persetujuan atau update yang lama.
Apabila Anda menggunakan PWA, pengguna tidak perlu pusing tentang update aplikasi karena akan diupdate secara otomatis setiap kali pengguna mengaksesnya. Versi terbaru website Anda akan langsung dimuat tanpa perlu menunggu proses update seperti pada aplikasi native.
Di sisi lain, Anda juga bisa memastikan pengguna mengakses versi terbaru aplikasi Anda. Hal ini sangat berguna untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna aplikasi Anda.
Dari sisi tampilan dan interaksi, PWA sangat mirip dengan aplikasi native. Pengguna bisa menelusuri fitur-fiturnya dengan lancar, menggeser atau memindahkan konten, serta mengakses area interaktif aplikasi tanpa perlu keluar dari browser.
Hal ini turut menghadirkan pengalaman yang lebih menyenangkan, fungsional, dan profesional.
Setiap PWA harus berjalan menggunakan protokol HTTPS, memastikan semua data dienkripsi dan aman. Keunggulan ini menjadi nilai tambah penting bagi PWA, terutama untuk website yang memproses data pengguna seperti toko online atau aplikasi layanan publik.
Banyak perusahaan dan brand besar yang kini sudah menggunakan Progressive Web App (PWA) untuk meningkatkan performa website mereka, terutama dalam hal kecepatan, pengalaman pengguna, dan efisiensi biaya. Berikut beberapa contohnya:
Spotify

Perusahaan ini menyediakan versi PWA untuk aplikasi desktopnya sehingga pengguna bisa streaming lagu langsung dari browser tanpa harus menginstal aplikasi native. Hasilnya, loading jadi lebih cepat dan pengalaman penggunanya tetap lancar meskipun tanpa aplikasi.
Forbes

Media global ini meluncurkan versi PWA untuk mempercepat akses ke artikel dan berita. Hasilnya? Waktu loading halaman meningkat secara signifikan, dan tingkat interaksi penggunanya juga naik secara drastis.
Trivago

Platform pencarian hotel ini menerapkan teknologi PWA untuk menyediakan pengalaman yang cepat dan lancar di perangkat seluler. Hasilnya, waktu loadingnya menjadi lebih singkat, memungkinkan Trivago menjangkau pasar dengan koneksi internet yang lambat secara lebih efektif.
Clipchamp

Aplikasi edit video milik Microsoft ini tersedia dalam versi PWA yang ringan dan cepat, memungkinkan pengguna mengedit video langsung dari web browser.
Dengan menyediakan versi PWA, brand-brand tersebut berhasil meningkatkan interaksi pengguna, mempercepat loading halaman, dan menyediakan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna perangkat seluler.
Secara teknis, hampir semua website bisa dijadikan progressive web app. Tapi dalam praktiknya, tidak semua jenis website akan mendapatkan manfaat maksimal dari teknologi ini.
Pada dasarnya, PWA lebih cocok untuk:
Sementara itu, teknologi PWA kurang cocok untuk website yang sangat bergantung pada fitur native. Contohnya adalah aplikasi yang menggunakan kamera secara intensif, Bluetooth, GPS dengan akurasi tinggi, atau fitur biometrik.
Fitur-fitur seperti ini masih lebih stabil dan lengkap di aplikasi native. Jadi, kalau pengalaman pengguna aplikasi Anda sangat bergantung pada akses ke hardware perangkat, aplikasi native mungkin akan lebih sesuai.
Berikut beberapa contoh situasi yang tepat untuk menggunakan PWA:
Akan tetapi, kalau Anda membutuhkan integrasi tingkat lanjut dengan perangkat pengguna atau menargetkan pengguna yang terbiasa menggunakan aplikasi mobile dari toko aplikasi, mungkin aplikasi native tetap menjadi pilihan yang lebih baik.
Progressive web app (PWA) adalah solusi modern untuk membuat website tampil dan berfungsi layaknya aplikasi mobile. Teknologi ini memadukan kelebihan web dan aplikasi native tanpa perlu penginstalan dari app store.
Dengan PWA, pemilik website bisa memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna sekaligus menghemat biaya pengembangan. Website jadi lebih responsif, mudah diakses, dan tampil profesional di berbagai perangkat.
PWA cocok digunakan untuk berbagai jenis website, mulai dari blog, toko online, hingga aplikasi ringan. Namun, kalau proyek Anda membutuhkan fitur hardware yang kompleks, seperti GPS presisi tinggi atau integrasi kamera, aplikasi native mungkin masih lebih relevan.
Ingin membangun aplikasi berbasis web dengan cepat dan tanpa coding? Coba gunakan Hostinger Horizons, AI app maker yang memudahkan Anda membuat aplikasi berbasis web PWA-friendly hanya dalam hitungan menit, tanpa coding sama sekali.
Sebagian besar browser modern seperti Chrome, Firefox, Edge, dan Safari sudah mendukung PWA. Namun, dukungan fitur tertentu (seperti push notification atau penginstalan ke layar utama) bisa berbeda tergantung pada sistem operasi dan versi browser yang digunakan. Untuk pengalaman terbaik, disarankan menggunakan browser versi terbaru.
Tidak. PWA bisa langsung diakses melalui browser. Apabila diperlukan, pengguna bisa menyimpannya ke layar utama perangkatnya dengan mudah, tanpa harus mendownload aplikasi dari Play Store atau App Store.
Ya. Salah satu syarat utama agar website bisa disebut PWA adalah dengan menggunakan HTTPS. Artinya, semua data yang ditransfer akan dienkripsi, melindungi informasi pengguna dari penyadapan atau manipulasi. Selain itu, service worker yang digunakan PWA juga memiliki batasan keamanan yang ketat agar tidak disalahgunakan.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.