Dec 18, 2025
Yuliyana W.
7menit Dibaca
Kalau ditanya tentang apa itu URL, beberapa orang mungkin akan menganggap bahwa URL adalah alamat web yang pada dasarnya sama dengan domain. Padahal, domain dan URL sebenarnya berbeda. URL memiliki beberapa elemen, seperti protokol komunikasi jaringan, subdomain, nama domain, dan ekstensinya.
Dengan kata lain, domain merupakan bagian dari URL. Domain tidak bisa diubah, sedangkan URL bisa diubah dan justru disarankan bagi pemilik website untuk membuat URL yang jelas. Sebab, fungsi URL adalah memudahkan pengunjung mengakses alamat dan konten tertentu di website.
Di artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu URL beserta struktur dan jenisnya. URL yang baik bisa menjadi strategi jitu untuk meningkatkan performa SEO website Anda, yang nantinya akan turut menaikkan ranking website di halaman hasil mesin pencarian (SERP). Mari mulai!
Download Istilah-Istilah Web Development untuk Pemula
Uniform Resource Locator atau URL adalah alamat web yang mengarah ke website, halaman web, atau dokumen tertentu di internet. Alamat ini memungkinkan Anda mengakses informasi dari komputer atau lokasi online, seperti web server atau penyimpanan cloud.
Struktur URL yang paling dasar adalah protokol, nama domain website, dan ekstensinya saja.
Sebagai contoh, URL lengkap Hostinger adalah https://www.hostinger.co.id/. Apabila alamat tersebut diketikkan di kolom alamat browser, pengunjung akan diarahkan ke website kami. Begitu juga dengan https://www.microsoft.com/ dan https://www.linux.org/.
Dari struktur dasar ini, Anda bisa mengaturnya menjadi lebih spesifik lagi untuk mengarahkan pengunjung ke halaman, postingan, atau media tertentu yang juga lebih spesifik.
Misalnya, https://blog.hostinger.io/co-id-tutorial mengarahkan pengunjung ke halaman Tutorial. Lalu, https://blog.hostinger.io/co-id-tutorial/cara-membuat-website merupakan URL lengkap artikel Cara Membuat Website di Tutorial Hostinger.
Belum berhenti di sini, rangkaian ini masih bisa lebih panjang dan akan mengarahkan pengunjung ke bagian tertentu yang lebih mendetail pada suatu halaman atau postingan web. Contohnya seperti di bawah ini.
https://blog.hostinger.io/co-id-tutorial/cara-membuat-website#5_Sesuaikan_dan_Optimasi_Website
Contoh di atas mengarahkan pengunjung ke tips nomor 5 pada artikel Cara Membuat Website.
Terakhir, semua gambar yang diupload juga memiliki URL sendiri sehingga pengunjung bisa mengaksesnya secara langsung. Contoh berikut ini mengarah ke gambar (media) pada artikel Cara Membuat Website.
https://blog.hostinger.io/co-id-tutorial/wp-content/uploads/sites/37/2017/12/Cara-membuat-website-dengan-mudah.png

URL sering kali salah dianggap sebagai nama domain, padahal domain hanyalah sebagian dari URL, seperti pada gambar di atas yang menjelaskan bagian-bagiannya. Nah, agar Anda bisa lebih memahaminya, berikut ini kami akan membahas struktur URL lebih lanjut.

HTTP dan HTTPS adalah protokol komunikasi jaringan antara web server dan web browser. Protokol ini mentransmisikan pesan dan menerima informasi melalui Domain Name System, lalu mengembalikannya ke browser.
Perbedaan HTTP dan HTTPS terletak pada keamanannya, di mana HTTPS menerapkan enkripsi pada proses transmisi data. Protokol keamanan ini melindungi website dengan lebih baik, dan merupakan faktor penting untuk menaikkan peringkat website dalam hasil pencarian.
Kemudian, HTTPS menggunakan nomor port 443 TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol), yang dienkripsi oleh Transport Layer Security (TLS). Sementara itu, HTTP menggunakan nomor port 80 TCP/IP.
Penting! Web browser juga bisa memproses protokol lain, termasuk FTP dan mailto. FTP memungkinkan file sharing antar web host, baik lokal maupun remote. mailto mengarahkan pengguna ke alamat email tertentu.

Subdomain adalah kata atau frasa yang berada di depan titik pertama URL. www (world wide web) merupakan tipe subdomain yang paling umum digunakan. Subdomain www ini menunjukkan bahwa suatu website bisa diakses lewat internet dan menggunakan HTTP untuk berkomunikasi.
Pemilik website bisa menggunakan kata apa pun pada subdomain untuk kemudahan pengelolaan website. Sebab, subdomain akan mengarah ke direktori khusus dalam domain utama. Beberapa contoh subdomain yang populer digunakan adalah “blog” dan “news” (berita).

Misalnya saja, hostinger.co.id memang menggunakan www sebagai subdomain. Tapi, halaman Artikel Bantuan kami menggunakan subdomain “support”. Jadi, rangkaian untuk halaman kami ini adalah support.hostinger.com.

Nama domain merupakan alamat yang diketikkan pengguna di browser untuk membuka sebuah website. Nama ini terdiri dari nama website dan ekstensinya, misalnya hostinger.co.id.
Satu nama domain dan ekstensinya hanya bisa dimiliki oleh satu website, karena mewakili setiap alamat IP yang mengarah ke server website tersebut. Fungsinya yaitu untuk memudahkan pengguna mengakses website sehingga tidak harus mengetikkan alamat IP yang sulit diingat.

Ekstensi domain yang juga disebut Top-Level Domain atau TLD adalah bagian setelah titik di akhir nama website. Contoh ekstensi yang paling populer adalah .com, yang digunakan oleh sekitar 53% website di seluruh dunia.
Beberapa jenis ekstensi domain yang bisa digunakan di antaranya:

Umumnya disebut ‘Path to resource’, bagian ini merupakan jalur yang ada di sebelah kanan TLD, biasanya setelah simbol garis miring “/“. Path juga sering disebut sebagai struktur folder pada website.
Fungsi jalur ini adalah menyediakan informasi tambahan kepada web server untuk mengarahkan pengunjung ke lokasi spesifik. Rangkaian jalur ini bisa saja mengarah ke halaman, postingan, atau file tertentu.
URL bisa memiliki lebih dari satu jalur untuk menuju ke resource tertentu. Dalam hal ini, beberapa path akan dipisahkan dengan tanda garis miring (/). Semakin banyak path yang ada, lokasinya akan semakin spesifik.

Parameter adalah string query atau variabel URL, yang berada setelah tanda tanya.
Parameter memuat key dan value yang dipisahkan dengan tanda sama dengan (=). Selain itu, URL bisa memiliki beberapa variabel. Kalau demikian, simbol ampersan (&) akan digunakan sebagai pemisah variabel tersebut.
Untuk penggunaan parameter, berikut ini adalah contoh umumnya:
URL Syntax adalah serangkaian aturan wajib bagi URL. Sintaksis ini mengatur komponen dan simbol mana yang diizinkan dalam suatu URL.
Contoh syntax secara umum adalah seperti berikut:
http://subdomain.nama-domain.ekstensi-domain/path-ke-resource?parameter
Kemudian, karakter yang bisa digunakan dalam sintaksis ini juga terbatas, hanya angka, huruf, dan beberapa karakter, yaitu ()!$-‘_*+.
Untuk menggunakan karakter lain, pemilik website harus menerjemahkan karakter tersebut menjadi kode seperti bahasa pemrograman. Sebagai contoh, karena tidak boleh ada spasi, pemilik website biasanya menggunakan simbol tambah/plus, tanda hubung/strip, atau %20 sebagai gantinya.
URL bisa memuat anchor link, yang juga disebut page jump atau fragment identifier. Elemen ini ditandai dengan tanda pagar (#), yang menunjukkan bagian spesifik di dalam resource.

Pada file HTML yang memuat page jump, web browser akan langsung menuju ke bagian yang dimaksud. Pada dokumen video atau audio, web browser akan mencari timestamp yang ditandai oleh anchor, lalu memutar video/audio dari sini.

Secara umum, jenis URL yang paling populer adalah absolute dan relative.
URL absolute adalah alamat yang memuat informasi lengkap, mulai dari protokol hingga path atau parameter. Sebaliknya, URL relative adalah alamat yang hanya menyertakan path. Jenis relative sering digunakan untuk merujuk ke link dalam domain yang sama.
Nah, ini beberapa jenis URL menurut fungsinya:

Anda biasanya bisa menemukannya pada kolom alamat di bagian atas web browser. Di laptop dan komputer desktop, URL akan selalu terlihat di kolom alamat saat pengguna men-scroll halaman web.
Untuk perangkat mobile, browser akan secara default menyembunyikannya ketika pengguna mulai men-scroll ke bawah. Akan tetapi, URL akan kembali terlihat kalau halaman di-scroll ke atas.
Kalau Anda tahu atau hafal URL lengkap suatu website, cara termudah untuk membukanya adalah dengan mengetikkannya di kolom alamat browser. Selain itu, ada beberapa cara membuka URL yang bisa dilakukan:
Kalau ingin membuat URL yang unik, seperti hostinger.co.id, microsoft.com, atau linux.org, beli ekstensi domain dari registrar yang kredibel dan terpercaya.
Registrar adalah perusahaan yang terdaftar pada ICANN, yang bertugas untuk mengelola pemesanan dan perpanjangan domain. Beberapa contoh domain registrar terpopuler di antaranya adalah Google Domains, Cloudflare, dan Domain.com.
Meski demikian, nama domain kustom juga bisa diperoleh dari perusahaan hosting yang menawarkan layanan registrasi domain, seperti Hostinger.

Berikut panduan untuk membeli domain:
Karena registrasi domain bukanlah pembelian satu kali untuk selamanya, pemilik harus selalu mencatat dan mengingat tanggal berakhir domain mereka.
Selesai! Melalui artikel ini, Anda sekarang sudah memahami apa itu URL dan strukturnya.
Kepanjangan dari URL adalah Uniform Resource Locator, yaitu alamat web lengkap yang mengarah ke file tertentu di internet. Misalnya, alamat ini bisa mengarah ke website, halaman web, atau gambar.
Struktur URL terdiri atas beberapa elemen:
Untuk membuat atau memodifikasi alamat website, user harus mendaftarkan nama domain melalui registrar yang kredibel. Atau, Anda juga bisa menggunakan provider hosting tepercaya yang menawarkan layanan registrasi domain.
Bagian ini berisi beberapa pertanyaan umum dan jawaban terkait apa itu URL (Uniform Resource Locator).
Tidak sama. URL adalah rangkaian alamat web yang bentuk dasarnya terdiri dari protokol, subdomain, nama domain, dan ekstensinya untuk membuka suatu website atau konten di internet. Sementara itu, link adalah objek HTML yang terkait dengan URL dan bisa langsung diklik untuk mengarahkan user ke lokasi URL tersebut di website.
Anda bisa memperoleh nama domain kustom dari registrar domain atau provider hosting yang menawarkan layanan registrasi domain.
Secara umum, prosesnya adalah:
1. Membuat nama domain yang unik.
2. Melakukan pencarian nama domain.
3. Mendaftarkan nama domain yang dipilih.
Berikut adalah empat cara memblokir URL:
Edit file host. Alihkan nama domain Anda ke IP address localhost untuk memblokir website.
Gunakan ekstensi Google Chrome. User Windows dan Mac bisa menginstall ekstensi website blocker, seperti BlockSite.
Menggunakan fitur bawaan parental control. Di Windows 10, orang tua bisa membuat akun anak untuk menambahkan daftar blokir.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.
Komentar
December 25 2022
Dulu sebelum saya membaca artikel ini saya pikir URL itu sama dengan nama domain. Informasi yang sangat lengkap dan bermanfaat bagi blogger pemula seperti saya. Terimakasih hostinger, sukses selalu ya.
July 30 2025
Terimakasih hostinger sukses selalu yaa
July 30 2025
Terima kasih kaak, sukses selalu juga untuk kakaknya 😊