Apa itu website? Memahami pengertian, unsur-unsur, dan jenisnya

Apa itu website? Memahami pengertian, unsur-unsur, dan jenisnya

Website adalah kumpulan halaman web yang saling terhubung dan dipublikasikan di bawah satu nama domain. Website bisa diakses oleh siapa saja melalui internet menggunakan web browser seperti Google Chrome, Firefox, atau Safari.

Pada dasarnya, website dibuat untuk satu atau beberapa tujuan utama, mulai dari membagikan informasi, memungkinkan interaksi antar pengguna, hingga menyediakan layanan digital.

Contohnya, website toko roti lokal bisa menampilkan menu dan jam operasional. Platform media sosial memungkinkan pengguna berinteraksi secara real-time. Sementara itu, portal perbankan menyediakan berbagai layanan keuangan yang bisa diakses langsung melalui browser. Meski fungsinya berbeda-beda, semuanya dibuat menggunakan teknologi dasar yang sama.

Bagi individu, bisnis, maupun organisasi, website juga merupakan salah satu aset digital yang bisa dikelola sepenuhnya.

Berbeda dengan akun media sosial yang bergantung pada algoritma dan aturan platform, website memungkinkan Anda menentukan sendiri bagaimana orang menemukan brand Anda, informasi yang mereka lihat, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan konten atau layanan yang Anda sediakan.

Agar bisa berfungsi, setiap website bergantung pada beberapa komponen utama yang saling bekerja sama, seperti nama domain, web hosting, file website (HTML, CSS, dan JavaScript), serta web browser yang menampilkan halaman kepada pengunjung.

Saat ini, website ada dalam berbagai jenis, mulai dari website informasi, toko online, media sosial, hingga layanan streaming. Namun, pada dasarnya, semua website bekerja dengan cara yang mirip: Anda mengakses website, browser akan mengirim permintaan ke server, lalu server mengirimkan data yang dibutuhkan dalam hitungan milidetik.

Pengertian website dan karakteristik utamanya

Untuk mengakses sebuah website, Anda cukup mengetikkan alamatnya (URL) ke browser, misalnya https://example.com. URL tersebut akan mengarahkan browser ke server yang tepat, kemudian server mengirimkan halaman web yang diminta untuk ditampilkan di layar perangkat Anda.

Secara umum, URL terdiri dari beberapa bagian, yaitu protokol (https://), nama domain (example.com), dan terkadang path yang mengarah ke halaman tertentu, seperti /tentang-kami.

Ada beberapa karakteristik yang perlu dipahami untuk mengetahui bagaimana website bekerja dan apa yang membedakannya dari bentuk konten digital lainnya.

  • Struktur yang tertata. Homepage biasanya terhubung ke berbagai halaman lain, sementara sistem navigasi membantu pengunjung menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan lebih mudah.
  • Mudah diakses. Website bisa diakses oleh siapa saja yang memiliki koneksi internet dan perangkat yang mendukung browser web.
  • Selalu tersedia selama layanan hosting dan servernya aktif. Pengunjung bisa mengakses website kapan saja tanpa harus meminta akses secara manual kepada pemiliknya.

Karakteristik inilah yang membedakan website dari file biasa, seperti dokumen yang dibagikan melalui Google Docs atau file yang hanya tersimpan di komputer seseorang.

Perbedaan website dan aplikasi web

Website standar pada dasarnya berfungsi untuk menyajikan informasi. Anda bisa membacanya, melihat-lihat isinya, lalu beralih ke halaman atau website lain.

Sementara itu, aplikasi web atau web app memiliki fungsi yang lebih interaktif. Aplikasi ini dibuat agar pengguna bisa melakukan tindakan tertentu, bukan hanya membaca atau melihat konten. Sebagai contoh, membaca artikel berita termasuk pengalaman menggunakan website. Namun, ketika Anda mengedit spreadsheet di Google Sheets, Anda sedang menggunakan aplikasi web.

Aplikasi web biasanya membutuhkan input dari pengguna, memproses data tersebut, lalu memberikan respons secara dinamis. Sering kali, aplikasi web juga mengharuskan Anda login agar sesi penggunaan tetap tersimpan.

Contoh lainnya, website restoran biasanya menampilkan menu, alamat, dan jam operasional. Sementara itu, web app restoran memungkinkan Anda menyesuaikan pesanan, melakukan pembayaran, hingga melacak pengiriman secara real-time.

Meski begitu, perbedaan website dan aplikasi web saat ini sedikit lebih melebur. Banyak website modern sudah dilengkapi fitur yang mirip aplikasi web. Jadi, agar bisa mengambil keputusan yang lebih tepat, pahami benar-benar kebutuhan Anda saat merencanakan proyek sendiri, apakah Anda membutuhkan fitur-fitur website biasa atau aplikasi web.

Perbedaan website statis dan website dinamis

Perbedaan penting lainnya yang perlu dipahami adalah website statis dan website dinamis.

Website statis menyajikan file HTML yang sudah dipersiapkan kepada setiap pengunjung. Artinya, konten yang ditampilkan akan tetap sama dan tidak berubah kecuali developer mengupdate kode website secara manual.

Jenis website ini biasanya cepat, sederhana, dan lebih murah untuk dihosting. Website statis cocok untuk portofolio, landing page, atau website bisnis kecil yang tidak perlu sering diperbarui.

Sementara itu, website dinamis membuat halaman secara langsung saat dibuka. Biasanya, website ini mengambil konten dari database berdasarkan siapa yang mengunjunginya atau tindakan yang dilakukan.

Contohnya adalah feed media sosial atau website e-commerce yang menampilkan rekomendasi produk berdasarkan riwayat pencarian dan pembelian Anda. Nah, seperti inilah yang disebut konten dinamis.

Pilihan antara website statis dan website dinamis biasanya bergantung pada seberapa sering konten Anda berubah dan seberapa personal pengalaman yang ingin diberikan kepada pengunjung.

Fitur

Website statis

Website dinamis

Konten

Sama untuk setiap pengunjung

Berubah berdasarkan pengguna atau konteks

Kecepatan

Sangat cepat karena menggunakan file siap pakai

Sedikit lebih lambat karena server memproses setiap permintaan

Kompleksitas

Mudah dibuat dan dihosting

Memerlukan logika backend, dan sering kali database

Paling cocok untuk

Portofolio, landing page, dokumentasi

E-commerce, platform sosial, dashboard

Biaya

Lebih rendah

Lebih tinggi karena membutuhkan lebih banyak infrastruktur

Sejarah website

Sejarah website dimulai oleh Tim Berners Lee, yang mengembangkan World Wide Web (WWW) pada tahun 1989. Bulan Oktober tahun 1990, Tim menggagas tiga teknologi dasar untuk membangun sebuah website, yaitu HTML, URL, dan HTTP.

Awalnya, website dirancang hanya untuk berbagi informasi di kalangan para ilmuwan di CERN. Sampai akhirnya, Tim melihat potensinya sebagai sarana yang bisa digunakan oleh siapa saja untuk berbagai tujuan. Kemudian, ia merilisnya secara resmi pada 6 Agustus 1991.

Website yang pertama dirilis saat itu baru sebatas menampilkan teks sederhana tanpa variasi font, video, maupun gambar. Bahkan, website ini sampai sekarang masih ada loh! Anda bisa mengaksesnya melalui URL http://info.cern.ch/hypertext/WWW/TheProject.html, dengan tampilan seperti ini:

sejarah website pertama di dunia

Tim Berners Lee kemudian meminta CERN untuk menyetujui ketersediaan kode dasar website secara bebas royalti untuk seluruh pengguna internet. Akhirnya, keputusan tersebut diumumkan pada tahun 1993, dan berbagai website mulai bermunculan di seluruh dunia, hingga seperti yang sering kita jumpai sekarang ini.

Cara kerja website

Setiap kali Anda mengunjungi sebuah website, ada rangkaian proses yang terjadi di balik layar. Proses ini berlangsung sangat cepat, biasanya hanya dalam hitungan milidetik.

Pada dasarnya, website bekerja menggunakan model klien-server. Web browser Anda mengirim permintaan, lalu server mengirimkan kembali data yang dibutuhkan agar browser bisa menampilkan halaman website.

Untuk memahaminya dengan lebih mudah, berikut beberapa komponen utama yang terlibat:

  • Web browser. Chrome, Firefox, Safari, atau browser lain yang Anda gunakan untuk membuka website. Browser bertugas mengirim permintaan dan menampilkan halaman yang Anda lihat.
  • DNS (Domain Name System). Sistem ini bisa diibaratkan seperti buku telepon internet. DNS menerjemahkan nama domain yang Anda ketik, seperti example.com, menjadi alamat IP yang bisa dipahami oleh komputer.
  • Web server. Komputer yang menyimpan file website dan mengirimkannya ke browser saat ada permintaan dari pengguna.
  • Koneksi internet. Jalur utama yang menghubungkan browser Anda dengan server tempat website disimpan.

Sekarang, mari lihat prosesnya langkah demi langkah saat Anda mengetik URL lalu menekan Enter:

  1. Permintaan browser. Browser mengambil URL yang Anda masukkan, lalu mengirim permintaan melalui internet.
  2. Pencarian DNS. DNS menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP server agar permintaan tersebut tahu ke mana harus dikirim.
  3. Respons server. Web server menerima permintaan, menemukan file yang sesuai, lalu mengirimkannya kembali ke browser Anda.
  4. Rendering browser. Browser menerima file HTML, CSS, dan JavaScript, lalu menyusunnya menjadi halaman visual yang bisa Anda lihat dan gunakan.
  5. Frontend dan backend. Semua elemen yang Anda lihat dan gunakan untuk berinteraksi disebut frontend. Sementara itu, logika di sisi server, database, dan proses yang berjalan di balik layar disebut backend.

Sebagai pengguna, Anda tidak melihat seluruh proses tersebut. Anda hanya melihat halaman website muncul di layar. Namun, di baliknya, browser, DNS, koneksi internet, dan web server saling bekerja sama dalam hitungan sepersekian detik.

Jenis-jenis website

Tidak semua website dibuat untuk tujuan yang sama. Cara paling mudah untuk memahami jenis-jenis website adalah dengan melihat fungsinya, yaitu apa yang ingin dicapai website tersebut bagi orang-orang yang mengunjunginya.

Berikut adalah beberapa jenis website yang paling umum Anda temui, lengkap dengan contohnya:

Website informasi

Website informasi dibuat untuk membagikan pengetahuan, mengedukasi, atau memberikan informasi tentang suatu topik, organisasi, maupun layanan.

Kategori ini cukup luas, mulai dari blog yang membagikan resep masakan, website perusahaan yang menjelaskan bisnis yang dijalankan, hingga resource edukasi seperti Wikipedia atau platform kursus online.

Blog sendiri memiliki banyak sekali variasi. Dengan melihat contoh blog yang berhasil di berbagai niche, Anda bisa mendapatkan ide untuk membuat blog sendiri. Beberapa contoh blog yang populer antara lain TechCrunch (teknologi), HowStuffWorks (edukasi), dan Pinch of Yum (kuliner).

Jadi, pengunjung biasanya mengunjungi website informasi untuk membaca, mempelajari, atau mencari konten tertentu, meskipun website tersebut pada akhirnya juga mempromosikan produk maupun layanan.

Website toko online

Sesuai namanya, website toko online dibuat untuk berjualan. Website ini biasanya memiliki halaman produk yang dilengkapi dengan deskripsi dan gambar, keranjang belanja, serta proses checkout untuk menangani pembayaran dan pengiriman.

Contohnya adalah Amazon, Etsy, atau toko online dari brand pakaian favorit Anda.

Dibandingkan dengan website informasi, website toko online biasanya lebih kompleks karena membutuhkan sistem pembayaran yang aman, pengelolaan stok barang, dan biasanya login akun pengguna.

Kontennya juga bersifat dinamis karena ketersediaan produk, harga, dan rekomendasi bisa terus berubah. Apabila membutuhkan referensi lebih lengkap untuk jenis website ini, simak artikel kami tentang contoh website e-commerce.

Website sosial dan komunitas

Website sosial atau website komunitas difokuskan pada interaksi dan konten buatan pengguna. Jadi, bukan hanya satu organisasi yang menerbitkan konten untuk dibaca pengunjung, melainkan pengguna sendirilah yang membuat konten, seperti postingan, komentar, ulasan, diskusi, dan lain-lain.

Platform seperti X (Twitter), Facebook, dan Discord adalah beberapa contoh yang paling populer. Selain itu, forum online, website tanya jawab, atau platform ulasan seperti Yelp juga termasuk dalam kategori ini.

Perbedaan utama website komunitas dan website perusahaan ada pada manfaat yang diberikan. Untuk website komunitas, nilai utamanya berasal dari komunitas sendiri, bukan hanya dari pemilik website. Artinya, website seperti ini bisa berkembang kalau ada engagement dari para penggunanya.

Apabila pengguna berhenti mengirim postingan atau berinteraksi, website tersebut akan kehilangan tujuan utamanya. Oleh karena itu, pengelolaannya membutuhkan pertimbangan yang matang, mulai dari moderasi, onboarding, hingga alasan yang kuat agar orang mau ikut berkontribusi.

Website media dan hiburan

Website media atau website hiburan berfokus pada penyajian konten video, audio, atau konten media lainnya. Kategori ini mencakup website streaming seperti YouTube dan Netflix, media berita, platform podcast, serta majalah digital.

Website seperti ini sering kali lebih kompleks secara teknis karena harus menyajikan file media berukuran besar dengan cepat dan stabil kepada banyak pengguna sekaligus.

Sebagian besar website media bersifat dinamis, sering kali dipersonalisasi, dan semakin banyak didukung oleh algoritma rekomendasi.

Misalnya, saat Anda menonton YouTube, platform ini seolah tahu persis video apa yang ingin Anda tonton berikutnya. Nah, seperti itulah contoh backend dinamis yang bekerja untuk menyesuaikan pengalaman setiap pengunjung secara real-time.

Unsur-unsur website

Sekarang, setelah mengetahui berbagai jenis website, mari pelajari unsur-unsur utama yang membentuk sebuah website. Komponen-komponen inilah yang membuat website bisa diakses dan berfungsi dengan baik.

Nama domain

Domain adalah alamat website Anda, yaitu nama yang diketikkan pengguna di browser untuk mengunjungi website Anda, seperti hostinger.com atau namadomainanda.com.

Setiap nama domain bersifat unik. Artinya, setelah Anda mendaftarkannya, tidak ada orang lain yang bisa menggunakan nama tersebut selama Anda terus memperpanjang masa aktifnya.

Nah, sebagai alamat website, Anda harus benar-benar cermat untuk memilih nama domain yang tepat. Nama domain yang baik bisa membantu orang-orang menemukan, mengingat, dan memercayai website Anda.

Karena itu, usahakan memilih nama domain yang singkat, mudah diingat, dan relevan dengan brand atau tujuan website Anda.

Cek Domain Murah

Ketik nama domain yang diinginkan dan segera cek ketersediaannya

Web hosting dan server

Kalau nama domain adalah alamat website, web hosting adalah tempat website tersebut disimpan. Server hosting merupakan komputer yang menyimpan semua file website Anda dan membuatnya bisa diakses melalui internet.

Saat seseorang mengunjungi website Anda, browser mereka akan mengirimkan permintaan ke server hosting. Kemudian, server akan merespons dengan mengirimkan file yang dibutuhkan agar website bisa ditampilkan.

Kualitas web hosting akan memengaruhi berbagai aspek website, mulai dari kecepatan loading, jumlah pengunjung yang bisa ditangani, hingga kestabilan website saat diakses.

File dan konten website

Pada dasarnya, setiap website tersusun dari file-file yang didownload dan diinterpretasikan oleh web browser. Tiga teknologi utama yang digunakan adalah HTML untuk struktur dan konten, CSS untuk tampilan dan layout, serta JavaScript untuk menambahkan interaktivitas.

Selain kode, website juga terdiri dari berbagai jenis konten, seperti teks, gambar, video, dan data yang diambil dari database.

Sebagai contoh, blog pribadi yang sederhana mungkin hanya terdiri dari file HTML dan beberapa gambar. Sementara itu, platform e-commerce berskala besar bisa memiliki jutaan data produk yang disimpan dalam database, lalu ditampilkan secara dinamis saat pengunjung membukanya.

Web browser

Web browser adalah software yang digunakan untuk mengakses website. Aplikasi inilah yang memungkinkan Anda melihat dan berinteraksi dengan website secara langsung.

Browser seperti Chrome, Firefox, Safari, dan Edge mengambil file HTML, CSS, dan JavaScript dari server, lalu mengubahnya menjadi halaman visual dan interaktif yang tampil di layar Anda.

Tanpa browser, file-file website hanya akan terlihat sebagai barisan kode. Browser berperan menerjemahkan kode tersebut menjadi tampilan yang bisa dipahami dan digunakan oleh pengunjung.

Masing-masing browser juga memiliki cara kerja yang sedikit berbeda. Karena itu, web developer biasanya menguji website mereka di berbagai browser untuk memastikan tampilannya tetap konsisten dan semua fiturnya berfungsi dengan baik.

Jadi, siap membuat website Anda sendiri?

Nah, setelah membaca semua penjelasan di atas, saat ini Anda mungkin berpikir untuk mulai membuat website. Untungnya, Anda tidak perlu menjadi web developer untuk membuat website sendiri.

Tool pembuatan website kini sudah berkembang pesat, memudahkan Anda membuat website tanpa harus menulis coding. Justru, bagian yang biasanya paling membingungkan adalah menentukan website seperti apa yang ingin dibuat. Kalau masih bingung, Anda bisa membaca artikel kami tentang ide website untuk menemukan inspirasi.

Salah satu tool paling praktis untuk membuat website adalah website builder. Tool ini biasanya sudah menangani hal-hal teknis di back-end dan menyediakan editor drag-and-drop untuk desainnya sehingga Anda cukup menggeser-geser elemen di layar untuk mengatur kontennya.

Beberapa website builder kini juga sudah menggunakan AI untuk membuat layout awal berdasarkan deskripsi website Anda. Setelah itu, Anda bisa menyesuaikan tampilannya dan memublikasikan website, sering kali hanya dalam satu sore.

Kalau ingin membuat website untuk diri sendiri, seperti portofolio, website resume, atau media kreatif, Anda bisa membaca artikel kami tentang contoh website pribadi untuk membantu menemukan inspirasi.

Apabila perlu menambahkan lebih banyak fitur, CMS (content management system) seperti WordPress akan jauh lebih fleksibel, tapi masih cukup mudah digunakan oleh pengguna yang bukan merupakan web developer.

Sementara itu, kalau sudah terbiasa dengan coding atau ingin mempelajarinya, Anda bisa membuat website dengan HTML, CSS, dan JavaScript memberi Anda kebebasan penuh untuk mengatur setiap detail.

Apa pun metode yang dipilih, Anda tetap membutuhkan komponen yang sudah kita bahas sebelumnya, yaitu domain, web hosting, dan file website. Ketiganya menjadi fondasi utama untuk membuat website bisa diakses dan berfungsi dengan baik.

Apabila membutuhkan panduan lebih lanjut, simak artikel kami tentang cara membuat website yang membahas seluruh prosesnya langkah demi langkah. Selamat mencoba dan sukses selalu!

Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.

Author
Penulis

Faradilla Ayunindya

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, sudah berpengalaman selama 10 tahun sebagai linguist dan 5 tahun sebagai Content Marketing Specialist di Hostinger. Ia suka mengikuti tren teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca mengatasi masalah yang dialami. Kenali Ninda lebih dekat di LinkedIn.

Apa Kata Pelanggan Kami

Komentar

1 responses

Write a respond

Silakan isi kolom di bawah ini.Silakan tandai checkbox persetujuan.Silakan isi kolom yang tersedia dan beri centang pada checkbox privasi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Thank you! Your comment has been successfully submitted. It will be approved within the next 24 hours.
Author
shandy

March 17 2023

sangat membantu untuk saya mengerjakan tugas, terima kasih