Dec 18, 2025
Yuliyana W.
11menit Dibaca
Joomla adalah Content Management System (CMS) open-source yang kini mendukung hampir 2 juta website di internet. Platform ini menawarkan berbagai fitur tingkat lanjut yang akan membantu Anda buat website atau aplikasi dengan mudah.
Selain itu, Joomla adalah salah satu alternatif terbaik WordPress, yang mendukung berbagai jenis konten dan kolom kustom seperti galeri dan kalender. Anda pun bisa membuat website yang dinamis tanpa perlu menggunakan plugin pihak ketiga.
Nah, kali ini, kami akan membahas semua yang perlu Anda tahu tentang apa itu Joomla, beserta cara install Joomla, proses pembuatan kontennya, dan beberapa tips untuk mengoptimasi website Joomla Anda. Selamat membaca!

Saat ini, Joomla adalah CMS terpopuler ketiga setelah WordPress dan Shopify. Sebagai CMS, Joomla menyediakan semua tool yang dibutuhkan user untuk mengelola, memperbarui, dan menerbitkan konten.
Joomla juga memungkinkan Anda membuat berbagai jenis website, baik untuk keperluan pribadi maupun proyek bisnis.
Mulai dari manajemen website hingga area intinya (core), Anda bisa meningkatkan fungsionalitas website Joomla Anda dengan beragam ekstensi yang tersedia. Beberapa jenis ekstensi Joomla tersebut adalah:
Untuk menemukan berbagai ekstensi Joomla, Anda bisa mengunjungi direktori resmi Joomla dan sumber pihak ketiga seperti Joomlart dan Joomdev.

Kemudian, Joomla adalah platform yang fleksibel, digunakan oleh banyak brand dan organisasi terkenal di dunia untuk website mereka. Beberapa di antaranya adalah Universitas Harvard, Linux.com, Guggenheim, MTV Greece, dan UNRIC.
Sayangnya, Joomla memang cenderung lebih sulit dipelajari daripada CMS lainnya. Tapi Anda jangan khawatir, ada banyak artikel, tutorial, video, forum, dan dokumentasi yang bisa Anda manfaatkan, salah satunya adalah tutorial Joomla kami ini.
Untuk membantu Anda belajar Joomla, kami sudah menyiapkan beberapa resource yang akan menjelaskan cara install Joomla serta fitur-fiturnya. Langsung saja, yuk ikuti tutorial di bawah ini untuk menginstal Joomla!
Pada dasarnya, ada dua cara untuk menginstal Joomla, yaitu metode otomatis dan manual.
Sebagian besar provider web hosting menyertakan auto-installer untuk setup software melalui panel admin.

Di hPanel, user bisa mengakses instalasi otomatis pada menu Website. Kalau Anda menggunakan Joomla hosting, metodenya tidak jauh berbeda.




Akses panel admin Joomla dengan menambahkan “/administrator” di belakang URL Anda. Contoh: www.domainsaya.com/administrator

Cara lain untuk menginstal Joomla adalah dengan metode manual. Namun, langkah-langkahnya membutuhkan database yang harus Anda buat lebih dulu sebagai tempat penyimpanan konten.
Sebelum lanjut ke proses instalasi, Anda perlu mendownload versi terbaru Joomla di website resminya.

Setelah proses download selesai, akses control panel web hosting Anda untuk membuat databasenya.


Buka folder public_html dan klik tombol Upload File di sudut kanan atas.

Klik File untuk memilih paket penginstalan dari komputer Anda untuk memulai prosesnya.

Setelah file berhasil diupload ke folder, Anda akan melihat nama filenya.

Pilih bahasa yang Anda inginkan, lalu isi kolom yang kosong sesuai informasi yang diminta.



Ketika proses instalasi selesai, akan muncul halaman yang memberi tahu Anda bahwa Joomla sudah berhasil diinstal.

Anda bisa mengakses dashboard admin Joomla melalui [domainsaya.com]/administrator untuk mulai mengeksekusi proyek online Anda.
Apabila menggunakan virtual server hosting dari Hostinger, ada opsi lain yang bisa Anda lakukan untuk menginstal Joomla, yaitu menggunakan template sekali klik. Template OS ini menyertakan image Joomla, OpenLiteSpeed, dan LSCache dalam penginstalannya, yang tentunya akan memudahkan proses setup.
Template ini mempercepat proses setup komponen seperti PHP OPCache sehingga Anda bisa mengoptimalkan web server dengan lebih efisien.
Anda bisa menemukan fitur ini di hPanel dengan mengklik server Anda.
Setelah itu, cari Sistem Operasi di panel samping, lalu pilih Aplikasi di bawah Ubah Sistem Operasi Anda. Kemudian, Anda dapat menemukan template Joomla pada menu drop-down. Klik Ubah OS untuk memulai penginstalan.

Proses ini akan menimpa penginstalan OS sebelumnya kalau ada, jadi pastikan untuk backup file Anda lebih dulu.
Nah, selanjutnya, kami akan membantu Anda memahami bagian-bagian dasar Joomla serta cara melakukan berbagai tugas melalui Control Panel.
Artikel di Joomla adalah postingan blog yang ditampilkan user di website mereka.

Setelah selesai menulis atau mengedit, pilih salah satu status yang ada – Published (Diterbitkan), Unpublished (Tidak Diterbitkan), atau Archived (Diarsipkan).

Kategori di Joomla memungkinkan user mengatur postingan mereka berdasarkan topik yang relevan. Kalau Anda berencana membuat berbagai macam konten, kategori ini akan memudahkan pengunjung mencari informasi di website Anda.
Untuk menentukan kategori konten, Anda perlu membuat kategorinya terlebih dahulu.

Selain menetapkan kategori pada postingan, Anda juga bisa membuat kategori untuk komponen lainnya, misalnya banner, kontak, dan link web.
Untuk menampilkan artikel sebagai artikel pilihan/unggulan, buka Content -> Articles. Di sana, Anda akan melihat daftar postingan yang sudah diterbitkan di website Anda. Cukup klik ikon Bintang di samping artikel yang Anda inginkan.

Dengan fungsi ini, Anda bisa menampilkan dan meng-highlight postingan tertentu dari beberapa kategori di homepage website Anda.
Menu Joomla berperan penting dalam menyusun struktur website Anda dan meningkatkan pengalaman penggunanya. Makin jelas menu website, makin mudah pengunjung menjelajahinya.
Dengan membuat menu, Anda bisa menampilkan halaman artikel unggulan dan halaman khusus lainnya di website Anda. Ikuti caranya berikut ini:


Menu baru tersebut kini bisa diakses di website Anda.

Selain menu Featured Articles, Joomla juga memiliki berbagai jenis menu item yang bisa Anda atur, yaitu:
Component atau komponen di Joomla adalah ekstensi yang bertugas untuk mengelola elemen utama website. Ada dua kategori utama component, yaitu administrator dan site.
Kategori Administrator memungkinkan Anda memodifikasi aspek komponen pada sisi back-end, sementara kategori Site berfungsi untuk merender halaman yang diminta oleh pengunjung.
Pada bagian berikut ini, kami akan menjelaskan cara membuat komponen default Joomla, seperti News Feed, halaman Contact Us (Hubungi Kami), dan Banner.

News Feed
News Feed Manager memungkinkan Anda menampilkan berita atau kabar dari website lain pada situs Joomla Anda.

Halaman Contact Us (Hubungi Kami)
Fitur Joomla lainnya yang bisa membantu meningkatkan user experience adalah komponen contacts. Dengannya, Anda bisa menerima tanggapan atau penilaian dari pengunjung dan meningkatkan engagement melalui halaman Contact Us.

Buat Menu untuk halaman Contact Us (Hubungi Kami) agar formulir kontak bisa dilihat dan diakses dari website utama Anda.
Banner
Selain yang sudah disebutkan tadi, Joomla juga menyediakan komponen banners, yang memungkinkan Anda membuat dan mengedit banner iklan, serta slider gambar atau carousel.

Untuk menerbitkan module baru dan menampilkan banner baru Anda, buka Extensions -> Modules. Tekan tombol New.
Daftar module akan muncul. Pilih Banners. Atur Title dan Position untuk module. Terakhir, tekan Save untuk menyimpan konfigurasi Anda.

Sebagai contoh, kami menambahkan banner featured image ke area footer pada project “Hostinger Joomla Tutorial” kami.

Selain komponen core tadi, masih ada banyak lainnya yang tersedia di direktori ekstensi Joomla. Masing-masing ekstensi memiliki fungsi tertentu, mulai dari struktur website dan navigasi, hingga gaya dan desain.
Ekstensi Joomla merupakan paket software yang berfungsi untuk meningkatkan fungsionalitas website.
Anda bisa mengelola ekstensi di bagian Extensions -> Manage.

Untuk melakukan instalasi manual, ikuti langkah berikut:

Aktifkan tab Install from Web agar Anda bisa mencari dan menginstal berbagai ekstensi Joomla tanpa harus menutup panel administrator.
Ribuan pilihan yang ada di direktori ekstensi Joomla mungkin membuat Anda cukup kesulitan untuk menemukan ekstensi yang tepat. Nah, untuk membantu Anda, kami punya rekomendasi ekstensi Joomla yang bisa Anda coba di bawah ini:
Joomla memiliki banyak template gratis dan berbayar yang tersedia online, meskipun memang tidak sebanyak WordPress ataupun Drupal. Proses instalasi tempate juga hampir sama dengan instalasi ekstensi.

Dengan mengklik ikon Bintang, template akan dijadikan sebagai UI default Anda, tapi Anda bisa menerapkan template yang berbeda untuk area front-end dan back-end.
Template front-end menentukan bagaimana tampilan website utama Anda akan dilihat oleh pengunjung. Sementara itu, template back-end mengontrol bagaimana elemen akan ditampilkan di dashboard administrasi Anda.
Sebagai pemilik website, backup reguler adalah langkah penting yang wajib Anda lakukan. Dengan melakukan langkah ini, Anda bisa restore website apabila terjadi hal-hal seperti kesalahan teknis, tanpa khawatir akan kehilangan data.
Beberapa layanan hosting menyediakan backup otomatis untuk website dan database Anda, apa pun CMS yang digunakan. Hostinger secara otomatis membuat backup mingguan atau harian, tergantung pada jenis hosting yang Anda gunakan.



Selain cara di atas, Anda juga bisa backup file dan database Joomla sendiri secara manual, yang caranya akan kami jelaskan berikutnya.
Untuk membuat salinan backup secara manual, Anda harus mengarsipkan semua file dan database Joomla lebih dulu.

Selain File Manager, Anda juga bisa menggunakan klien FTP untuk backup website Joomla. Cukup buka folder Joomla, pilih semua file, dan klik tombol Download.
Di Hostinger, Anda bisa membuat backup database langsung melalui menu Database MySQL (tanpa menggunakan tool phpMyAdmin).

Untuk mencari tahu database mana yang saat ini digunakan Joomla, akses file configuration.php di folder public_html.
Sistem akan memulai proses backup. Setelah selesai, akan muncul notifikasi bahwa backup berhasil dilakukan.

Perlu diingat bahwa Anda hanya bisa melakukan backup atau membuat satu file backup setiap 24 jam.
Selain itu, setiap kali Anda membuat backup baru, file backup yang lama akan otomatis ditimpa.
Akeeba Backup adalah ekstensi open-source Joomla yang paling populer. Sayangnya, ekstensi ini tidak ada di direktori resmi Joomla. Jadi, Anda harus mendownloadnya dari website resmi Akeeba.
Untuk menginstal Akeeba, ikuti langkah-langkah ini:



Setelah backup dibuat, sebaiknya simpan juga salinan backup tersebut secara lokal. Klik Manage Backups, lalu klik tombol Download untuk menyimpan backup tersebut di komputer Anda.
Sayangnya, paket gratis Akeeba Backup tidak mendukung remote backup via FTP, Google Drive, dan Google Storage. Akeeba juga membatasi Anda membuat backup terpisah untuk database dan file situs.
Untuk menggunakan fitur ini, Anda harus berlangganan versi premiumnya seharga €50/tahun (sekitar Rp750 ribu).

Apabila menggunakan Joomla, penting sekali bagi Anda untuk selalu mengupdatenya ke versi terbaru. Alasan utamanya adalah:
Setiap kali Anda login, Joomla akan secara otomatis mengecek ketersediaan versi barunya.
Anda akan melihat notifikasi baru di atas control panel ketika ada versi baru di repositori resminya. Notifikasi tersebut akan memuat nama update dan tombol Update Now.
Klik tombol tersebut, lalu Anda akan diarahkan ke halaman update Joomla. Akan ada informasi terkait versi Joomla Anda saat ini, serta informasi versi baru Joomla. Klik Install untuk memulai instalasi.
Penting! Sebelum melakukan update, selalu pastikan untuk membuat backup terlebih dahulu.
Baik untuk website bisnis maupun blog pribadi, kecepatan loading merupakan salah satu faktor penting yang berdampak pada pengalaman pengguna. Google juga memperhitungkan performa sebagai faktor ranking yang memengaruhi SEO (Search Engine Optimization).
Halaman website yang loadingnya lama bisa memiliki bounce rate yang lebih tinggi. Selain itu, conversion rate bisa terdampak hingga rata-rata 2,11% pada tiap detiknya.
Di bagian berikut, kami akan membagikan dua cara untuk meningkatkan performa dan kecepatan loading website Joomla Anda.
Kompresi adalah proses untuk mengurangi ukuran file, termasuk HTML, CSS, PHP, dan JavaScript. Gzip compression membantu Anda meminimalkan ukuran total file website sehingga waktu loadingnya bisa lebih cepat.


Gzip compression pun berhasil diaktifkan untuk website Anda.
Cache adalah lokasi penyimpanan sementara yang mengumpulkan data, seperti file, script, dan gambar, agar website bisa dimuat lebih cepat.
Saat pengunjung mengakses website Anda, sistem Joomla akan otomatis menjalankan query pada database untuk mengambil data dari internet dan menyajikannya kepada pengunjung. Seiring waktu, database akan makin besar, dan sistem perlu waktu lebih lama untuk mengambil informasi ini.
Dengan mengaktifkan caching, sistem akan mengambil file dari cache yang tersimpan ketika pengunjung membuka situs Anda. Dengan begitu, waktu respons website pun akan jauh lebih cepat.
Untuk mengaktifkan caching di website Joomla Anda, ikuti langkah-langkah berikut:
Kalau website Anda sering diupdate, Anda boleh mengatur nilai cache time yang lebih singkat. Atau, Anda juga boleh menggunakan nilai yang lebih tinggi (lama).
Pilih Conservative Caching kalau website Anda berukuran besar. Atau, Anda bisa memilih opsi default Progressive Caching yang paling cocok untuk website sebagian besar website Joomla.

Cara lain untuk menggunakan caching yaitu dengan mengaktifkan plugin cache. Untuk melakukannya, ikuti langkah berikut:

Taraa! Kecepatan loading website Anda pun akan meningkat.
Untuk optimasi lebih lanjut, kami juga merekomendasikan agar Anda menyesuaikan ukuran gambar yang ada di website Anda.
Joomla adalan Content Management System open-source yang dilengkapi dengan berbagai fitur dan fungsionalitas canggih. Kalau dibandingkan dengan CMS lainnya, platform ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
Memang sih, Joomla cenderung lebih sulit dipelajari daripada WordPress. Namun, berkat dokumentasi, forum, dan tutorial Joomla yang terus berkembang, Anda pun bisa mempelajari platform ini tanpa perlu repot mencari materi.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami Joomla dengan lebih baik, ya. Setelah membuat website Joomla, jangan lupa untuk melakukan backup, update, dan caching agar performa website Anda lebih optimal!
Di bawah ini, kami akan menjawab beberapa pertanyaan yang paling umum terkait Joomla.
Joomla adalah salah satu CMS yang paling mudah digunakan. Sebagian besar web hosting juga menyediakan auto-installer untuk menginstalnya. Ekstensi Joomla bisa membantu Anda meningkatkan fungsionalitas website. Untuk memodifikasi desain website, gunakan template Joomla gratis maupun premium yang tersedia di marketplace, seperti TemplateMonster.
Anda bisa membuat segala jenis website dengan Joomla, misalnya forum, portofolio, toko online, website bisnis, majalah online, serta website pribadi. Biasanya, Anda memerlukan ekstensi yang tepat untuk hasil terbaik. Ada 5.000 ekstensi dari 30 kategori yang bisa Anda pilih.
Login ke panel admin Joomla Anda. Untuk mengedit konten yang sudah diterbitkan, buka Content -> Articles untuk melihat artikel di website Anda. Klik artikel yang ingin diedit, lalu klik Save and close untuk menyimpan perubahan.
WordPress bisa dibilang lebih bagus daripada Joomla, karena kemudahannya untuk digunakan, dan banyaknya tema dan plugin yang tersedia. Komunitas pengguna WordPress juga sangat besar, sehingga Anda bisa mendapatkan bantuan dan dukungan dengan mudah apabila menjumpai masalah.
Untuk mengganti template, buka Extensions -> Templates. Anda akan melihat Template Manager, yang bisa digunakan untuk mengedit opsi template, menghapusnya, atau mengatur template baru sebagai default.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.