Feb 20, 2025
Faradilla A.
5menit Dibaca
HTML adalah bahasa markup yang umumnya digunakan untuk menyusun bagian paragraf, heading, maupun link pada halaman web. Namun, meskipun susunannya seperti coding, perlu diketahui bahwa HTML bukanlah bahasa pemrograman.
HTML tidak dianggap sebagai bahasa pemrograman karena tidak bisa memberikan fungsi yang dinamis. Sekarang, bahasa markup ini dianggap sebagai standar web resmi, dikelola oleh World Wide Web Consortium (W3C), yang juga bertugas merilis pembaruan rutin HTML.
Nah, di artikel ini, selain membahas tentang apa itu HTML, kami juga akan membahas sejarah, cara kerja HTML, dan lain sebagainya. Selamat membaca!
Hypertext Markup Language atau HTML adalah bahasa markup standar yang digunakan untuk membuat halaman website dan aplikasi web. Sejarah HTML diciptakan oleh Tim Berners-Lee, seorang ahli fisika di lembaga penelitian CERN yang berlokasi di Swiss.
Versi pertama HTML dirilis oleh Tim Berners Lee pada tahun 1991, yang memiliki 18 tag. Sejak saat itu, setiap kali ada versi barunya, pasti akan selalu ada tag dan attribute (tag modifier) yang juga baru.
Ketika bekerja dengan bahasa markup ini, Anda menggunakan struktur kode sederhana (tag dan attribute) untuk mark up halaman website. Misalnya, Anda membuat sebuah paragraf dengan menempatkan enclosed text di antara tag pembuka <p> dan tag penutup </p>.
<p>This is how you add a paragraph in HTML.</p> <p>You can have more than one!</p>
Berkat popularitasnya yang terus meningkat, bahasa markup ini kini dianggap sebagai standar web resmi.
Spesifikasi HTML dikelola dan dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). Berdasarkan HTML Element Reference milik Mozilla Developer Network, saat ini ada 140 tag HTML, meskipun sebagiannya sudah tidak lagi didukung oleh beberapa versi terbaru browser.
Kemudian, pada tahun 2014, HTML5 mulai diperkenalkan. Dengan diperkenalkannya HTML5, terdapat semantic baru seperti <artcile>, <header>, dan <footer> yang memperjelas bagian-bagian dalam konten.
Nah, setelah Anda tahu apa itu HTML, selanjutnya kami akan membahas cara kerjanya.
Ekstensi file HTML adalah .html atau .htm, yang bisa dilihat dengan mengunakan web browser apa pun (seperti Google Chrome, Safari, atau Mozila Firefox). Browser tersebut membaca file HTML dan merender kontennya sehingga user internet bisa melihat dan membacanya.
Biasanya, rata-rata situs web menyertakan sejumlah halaman HTML yang berbeda-beda. Contohnya, halaman beranda, ‘Tentang Kami’, halaman kontak memiliki dokumennya sendiri-sendiri.
Masing-masing halaman tersebut terdiri atas serangkaian tags (bisa disebut juga elements), yang tersusun untuk membentuk sebuah halaman website. Tag tersebut membuat hierarki yang menyusun konten hingga menjadi bagian, paragraf, heading, dan block konten lainnya.
Sebagian besar elemen bahasa markup ini memiliki tag pembuka dan penutup yang menggunakan syntax <tag></tag>.
Berikut contoh kode dari susunan atau struktur HTML:
<div> <h1>The Main Heading</h1> <h2>A catchy subheading</h2> <p>Paragraph one</p> <img src="/" alt="Image"> <p>Paragraph two with a <a href="https://example.com">hyperlink</a></p> </div>
Selain itu, beberapa contoh penggunaan umum HTML adalah:
Tag HTML memiliki dua tipe utama: block-level dan inline tags.
Tiga tag block-level yang harus dimiliki oleh setiap dokumen HTML adalah <html>, <head>, dan <body>.
<html>
<head>
<!-- META INFORMATION -->
</head>
<body>
<!-- PAGE CONTENT -->
</body>
</html><ul>
<li>List item 1</li>
<li>List item 2</li>
<li>List item 3</li>
</ul>Sebagian besar tag inline digunakan untuk memformat teks. Sebagai contoh, tag <strong></strong> akan render elemen ke format bold, sedangkan tag <em></em> akan ditampilkan dalam format italic.
Hyperlink adalah elemen inline yang mewajibkan adanya tag <a></a> dan attribute href untuk mengindikasi tujuan link:
<a href="https://example.com/">Click me!</a>
Gambar (image) juga merupakan elemen inline. Anda dapat menambahkan satu gambar dengan menggunakan <img> tanpa harus membubuhkan tag penutup. Hanya saja, Anda disarankan menggunakan attribute src untuk menentukan path gambar, misalnya:
<img src="/images/example.jpg" alt="Example image">
Jika ingin mempelajari lebih dalam tentang pengertian tag HTML serta tag HTML dan funsginya, silakan baca artikel cheat sheet kami, lengkap dengan link unduhan dokumen PDF untuk membantu Anda mempelajarinya.
Sejak pertama diperkenalkan, bahasa ini telah melewati perkembangan yang cukup signifikan. W3C terus merilis versi dan update terbaru sembari mencetak sejarah dan mengukuhkan keberadaannya.
HTML4 (dikenal sebagai “HTML”) dirilis pada tahun 1999 dan versi terbarunya diperkenalkan pada publik pada tahun 2014, yaitu HTML5, versi terbaru ini menambahkan lebih banyak fitur baru ke bahasa mark up ini.
Salah satu fitur canggih di HTML5 adalah dukungan untuk embed audio dan video. Jadi, alih-alih menggunakan Flash player, kita bisa menyematkan file video dan audio ke halaman website dengan memanfaatkan tag <audio></audio> dan <video></video>. Fitur tersebut juga memiliki dukungan bawaan untuk SVG dan MathML untuk rumus matematika dan ilmiah.
HTML5 juga memperkenalkan beberapa perbaikan pada semantic. Tag semantic baru mengirimkan informasi pada browser tentang arti konten, yang tak hanya bermanfaat bagi pembaca, tapi juga mesin pencari.
Tag semantic yang paling banyak digunakan adalah <article></article>, <section></section>, <aside></aside>, <header></header>, dan <footer></footer>. Jika ingin mempelajari lebih lanjut, silakan baca artikel kami tentang perbedaan HTML dan HTML5.
Sama seperti hal teknis lainnya dalam dunia web, bahasa markup ini juga punya kelebihan dan kekurangannya.
Berikut kelebihan HTML:
Kemudian, kekurangan HTML adalah:
Meskipun dinyatakan sebagai bahasa markup yang canggih dan mudah, HTML tidak sepenuhnya bisa membuat website yang profesional dan responsif. Bahasa ini hanya bisa digunakan untuk menambah elemen dan membuat struktur konten.
Namun di satu sisi, bahasa ini bisa bekerja secara maksimal dengan dua bahasa frontend: CSS (Cascading Style Sheets) dan JavaScript. Jika digabungkan, kedua bahasa frontend ini bisa meningkatkan pengalaman user dan memberikan fungsi yang lebih canggih.
Jika digambarkan, berikut perbedaan HTML dan CSS dan JavaScript: HTML adalah orang yang tidak mengenakan busana apa pun, kemudian CSS adalah bajunya, kemudian JavaScript adalah aktivitas dan sikap orang tersebut.

Sampai di sini, Anda sudah mempelajari apa itu HTML, pengertiannya, dan cara kerjanya.
HTML adalah bahasa markup, bukan bahasa pemrograman, dan tidak memiliki kemampuan untuk membuat fungsionalitas yang dinamis. Dengan bahasa markup ini, user bisa mengelola dan memformat dokumen secara statis, sama seperti Microsoft Word.
Berdasarkan cara kerja HTML, Anda bisa menggunakannya untuk membuat struktur konten pada website dan aplikasi web (menggunakan coding sederhana).
HTML merupakan level terbawah dari teknologi frontend dan berfungsi sebagai dasar styling yang bisa Anda tambahkan dengan CSS dan fungsionalitas yang dapat dijalakan menggunakan JavaScript.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.
Komentar
June 25 2020
Makasih atas ilmu yang luawar biasa, semoga berkah
April 16 2021
sebagai bahasa mark up ia membuat kedua bahasa frontend menjadi begitu berperan di dunia web, terutama CSS yang semakin dominan. Bahkan saya suka sekali dengan template CSS...(subjektif)
August 23 2022
Ilmu bermanfaat, boleh gabung di komunitas ini mbk mungkin bisa beri info tentang itu. Mkaaih
October 02 2022
Kak izin meng-copy paste artikelnya ya kak, buat bikin modul :). aku tag websitenya kak, terimakasih banyak kak
January 17 2023
Good
February 21 2023
penyampaian dari penjelasan beliau sungguh mudah di mengerti , terimakasih kak, jadi membuat aku tambah semangat untuk mempelajari HTML dan CSS
October 31 2024
kak izin Copas artikelnya,aku mau jadikan buku buat tugas sekolah
October 31 2024
Silakan Kak, jangan lupa cantumkan sumbernya yaa 😊