Mar 24, 2025
Faradilla A.
6menit Dibaca
Asynchronous JavaScript and XML atau AJAX adalah serangkaian teknik pengembangan web yang membantu meningkatkan user experience (pengalaman pengguna) dan interaktivitas website.
Developer tema dan plugin WordPress umumnya menggunakan AJAX untuk membuat fitur yang dinamis dan interaktif. Selain itu, AJAX memungkinkan pengunjung website mengirimkan formulir newsletter atau komentar pada postingan blog tanpa harus memuat ulang halaman web.
WordPress adalah sistem manajemen konten (CMS) yang menggunakan file admin-ajax.php untuk mengelola permintaan AJAX. File admin-ajax.php berfungsi untuk meningkatkan pengalaman pengguna website.
Namun, terlalu banyak permintaan pada admin-ajax.php bisa memengaruhi performa website. Tenang, di artikel ini, kami akan membagikan tips dan cara mengurangi penggunaan admin-ajax.php di website. Mari simak tutorialnya di bawah ini!
Admin-ajax.php adalah file inti WordPress yang berfungsi untuk menangani panggilan atau permintaan AJAX, seperti memuat komentar dan memproses pengiriman formulir.
Skrip PHP ini memproses data web server lalu menyediakan informasi yang relevan ke web browser pengguna. Secara default, file admin-ajax.php terletak di folder wp-admin.
Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kelebihan beban dalam permintaan AJAX WordPress:
Plugin sering kali membutuhkan resource tambahan dan kode agar bisa berfungsi penuh. Menggunakan terlalu banyak plugin yang bergantung pada permintaan AJAX bisa mengakibatkan penggunaan berlebih pada file admin-ajax.php, yang akhirnya membuat website menjadi lemot.
Tingginya traffic yang mengarah pada website bisa menyebabkan file admin-ajax.php menjadi kelebihan beban. Sebab, WordPress menggunakan file PHP untuk membuat koneksi antara bagian front-end dan back-end website.
Permintaan atau query database akan mengambil dan memperbarui informasi website WordPress dari back-end. Namun, query ini bisa mengakibatkan tingginya penggunaan file admin-ajax.php kalau tidak dioptimalkan.
Ada sejumlah manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan mengurangi permintaan admin-ajax.php yang tinggi di WordPress, di antaranya:
Kurangi permintaan AJAX untuk mempercepat waktu respons server. Dengan demikian, loading halaman pun akan menjadi lebih cepat, dan pengalaman browsing pengunjung website WordPress Anda akan menjadi lebih lancar.
File Admin AJAX yang dioptimalkan memungkinkan website Anda merespons interaksi pengguna dengan lebih cepat. Jadi, pengunjung bisa menjelajahi halaman web, berinteraksi dengan tombol dan formulir, serta mengakses konten dengan lebih lancar. Pengalaman pengguna yang baik pada akhirnya akan meningkatkan keterlibatan, jumlah pengunjung setia, dan konversi.
Mengurangi jumlah permintaan admin-ajax.php akan turut meminimalkan beban server sehingga website Anda bisa diakses tanpa masalah dan tetap responsif meskipun traffic sedang tinggi.
Anda juga bisa meminimalkan penggunaan resource server, seperti daya pemrosesan, memori, dan ruang penyimpanan sehingga website bisa menangani traffic secara lebih efektif.
Di bagian ini, kami akan menggunakan GTmetrix dan Chrome Developer Console untuk mengidentifikasi apakah file admin-ajax.php membuat website Anda menjadi lambat.
GTmetrix adalah tool berbasis web yang berfungsi untuk memantau dan menganalisis performa website. Tool ini menilai berbagai metrik performa dan memberikan informasi berguna untuk memperbaiki atau meningkatkan metrik tersebut.
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengidentifikasi masalah yang terkait dengan file admin-ajax.php:



Cara lainnya untuk mendiagnosis penggunaan Admin AJAX pada website Anda adalah dengan menggunakan Chrome Developer Console. Ikuti langkah-langkah berikut:
Setelah mengidentifikasi masalah penggunaan file admin-ajax.php menggunakan GTmetrix atau Google Chrome Console, lakukan langkah-langkah berikut untuk mengurangi penggunaan file PHP:
Mengingat plugin WordPress sering menggunakan panggilan AJAX, Anda bisa menonaktifkan plugin untuk mengurangi penggunaan Admin Ajax. Lakukan metode ini terutama kalau Anda mengetahui bahwa ada plugin WordPress yang mengirimkan permintaan AJAX yang tidak perlu.
Berikut langkah-langkah untuk menonaktifkannya:
Apabila tidak menemukan plugin yang menyebabkan tingginya beban admin-ajax.php, cobalah menonaktifkan semua plugin lebih dulu lalu jalankan uji performa. Setelah itu, aktifkan kembali plugin satu per satu kalau sambil mengecek apakah masalah kembali muncul.
Sebaiknya backup website WordPress Anda lebih dulu untuk berjaga-jaga apabila terjadi masalah yang tidak terduga.
Cache adalah salah satu faktor penting yang bisa membantu mempercepat website WordPress Anda dengan menyimpan versi statis halaman web di browser atau server pengunjung. Halaman web yang disimpan dalam cache akan digunakan saat pengunjung mengakses website Anda lagi sehingga loading halaman menjadi lebih cepat.
WordPress memiliki beberapa plugin caching untuk membantu mengurangi beban server admin-ajax.php dan mengoptimalkan performa website:
WP Super Cache vs W3 Total Cache
Cara Menggunakan LiteSpeed Cache untuk Mengoptimalkan Website
Kami akan menunjukkan cara mengonfigurasi dan menggunakan plugin caching. Untuk tutorial ini, kami menggunakan W3 Total Cache sebagai contoh:




Paket hosting di Hostinger, termasuk Business dan Cloud Startup, memiliki fitur Object Cache dan Cache Manager. Fitur bawaan ini secara otomatis mengaktifkan caching di website Anda sehingga loading website menjadi lebih cepat.
Namun, Anda harus mengaktifkan Cache Manager secara manual menggunakan hPanel. Berikut langkah-langkahnya:

WordPress Heartbeat API adalah fitur yang memungkinkan komunikasi real-time antara web browser dan server menggunakan permintaan AJAX.
Namun, permintaan yang terlalu sering terkadang menyebabkan tingginya penggunaan resource, beban server, dan file admin-ajax.php.
Anda bisa mengontrol WordPress Heartbeat API menggunakan dua metode:
Plugin LiteSpeed Cache
LiteSpeed Cache adalah plugin canggih yang mencakup berbagai fitur, termasuk Heartbeat Control. Berikut adalah langkah-langkah mengonfigurasi plugin ini untuk membatasi penggunaan Heartbeat API:
File function.php
Cara lain untuk membatasi atau menonaktifkan Heartbeat API adalah dengan menambahkan kode PHP kustom pada file function.php. Ikuti langkah-langkah di bawah ini:
add_action( 'init', 'disable_heartbeat', 1 );
function disable_heartbeat() {
wp_deregister_script('heartbeat');
}Tingginya penggunaan file admin-ajax.php di WordPress bisa mengakibatkan masalah performa yang signifikan. Jadi, pastikan Anda menangani masalah ini untuk meningkatkan performa website, mengoptimalkan pengalaman pengguna, dan mengurangi beban server.
Di artikel ini, kami sudah membahas faktor-faktor yang menyebabkan tingginya penggunaan file admin-ajax.php, seperti terlalu banyak plugin, volume traffic yang tinggi, dan query database yang tidak efisien.
Anda juga sudah mempelajari cara mengatasi masalah file skrip AJAX menggunakan GTmetrix dan Chrome Developer Console.
Untuk mengurangi penggunaan admin-ajax.php yang tinggi di website WordPress Anda, pilih salah satu dari 3 metode berikut:
Semoga artikel ini membantu Anda memahami cara mengurangi beban server admin-ajax.php di website WordPress, ya. Semoga berhasil dan sukses selalu!
Cara Melakukan Defer Parsing of JavaScript
Cara Mengatasi Eliminate Render-Blocking JavaScript dan CSS
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.