Nov 18, 2025
Faradilla A.
13menit Dibaca
Untuk membuat newsletter yang efektif, Anda perlu memahami audiens Anda, menyajikan konten yang bermanfaat, dan menerapkan strategi terbaik dalam email marketing untuk membangun relasi yang bermakna dengan subscriber.
Langkah-langkahnya termasuk:
Saat seseorang memberikan alamat emailnya kepada Anda, artinya mereka ingin menerima informasi dari Anda. Bagi bisnis, blogger, atau content creator, hal ini tentu saja sangat membantu dalam membangun basis audiens. Berbeda dengan saluran pemasaran yang bergantung pada algoritma, email list adalah aset bisnis yang benar-benar Anda miliki sendiri.
Siap mengubah ide Anda menjadi email yang dinanti-nanti di kotak masuk pembaca? Yuk, pelajari cara membuat newsletter yang efektif di bawah ini!
Platform email marketing adalah software yang membantu Anda menangani pengiriman email, mengelola daftar subscriber, dan melihat performa newsletter Anda. Di sinilah semua aktivitas campaign Anda akan dilakukan, mulai dari pembuatan email hingga pemantauan data dan metrik penting.
Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih platform email marketing:
Bingung memilih platform untuk membuat newsletter email? Coba gunakan Hostinger Reach! Platform ini menggunakan teknologi AI untuk memudahkan Anda membuat campaign email yang profesional meski belum memiliki pengalaman desain atau copywriting.
Selain itu, Hostinger Reach menyediakan semua hal yang disebutkan dalam poin-poin di atas. Dengan menggunakan AI, Anda hanya perlu menuliskan prompt tentang newsletter yang ingin dibuat, lalu platform ini akan menyiapkan tata letak dan kontennya.

Guna menjaga konsistensi brand, Reach juga menyediakan fitur untuk menyimpan format yang sudah Anda buat sehingga setiap email yang dikirim akan selalu menyertakan identitas brand Anda. Apabila Anda menggunakan Website Builder Hostinger, platform ini bisa menyinkronkan subscriber baru secara otomatis dari formulir website Anda untuk mempermudah pengelolaan daftar subscriber.
Menentukan audiens berarti Anda perlu mengetahui siapa yang akan menerima newsletter Anda dan konten seperti apa yang mereka harapkan. Dalam hal ini, acuannya tidak hanya demografi, tapi juga minat dan kebiasaan audiens.
Sebab, tidak semua konten newsletter akan relevan untuk setiap audiens walaupun topiknya sama. Contohnya, konten terkait tips produktivitas bagi orang tua yang sibuk, mahasiswa, atau pemilik usaha kecil pasti akan sangat berbeda satu sama lain.
Coba identifikasi kelompok-kelompok subscriber yang ada dalam email ist Anda:
Contohnya, kalau Anda punya blog fitness, pelanggan lama mungkin ingin mendapatkan video latihan dan rekomendasi suplemen, pelanggan potensial akan lebih tertarik pada tutorial untuk pemula dan kisah inspiratif, sementara pelanggan umum mungkin baru mencari tips singkat atau motivasi untuk mulai hidup sehat.
Dengan memahami perbedaan ini, Anda pun bisa menyusun konten yang tepat sasaran, memilih gaya bahasa yang sesuai, dan menentukan CTA yang relevan untuk setiap segmen pembaca.
Setiap email yang Anda kirim sebaiknya memiliki tujuan utama yang ingin dicapai. Dengan menetapkan tujuan sejak awal, Anda bisa menentukan arah isi email dengan lebih mudah, mulai dari judul, konten, hingga tombol CTA.
Tanpa tujuan yang jelas, isi email akan terlihat tidak terarah dan kurang relevan bagi pembaca. Anda juga akan kesulitan mengukur efektivitas campaign karena tidak tahu target yang sebenarnya ingin dicapai.
Berikut beberapa contoh tujuan yang bisa Anda pertimbangkan saat membuat newsletter:
Intinya, tetapkan satu tujuan utama untuk setiap campaign. Dengan demikian, pesan Anda bisa menjangkau pembaca secara lebih efektif, dan mereka pun akan tetap tertarik mengikuti isi email Anda.
Template newsletter ibarat ornamen yang menghias isi pesan Anda. Tujuannya bukan untuk menarik perhatian, melainkan mendukung isi konten agar terlihat rapi, menarik, dan mudah dibaca di perangkat apa pun.
Saat mendesain template, perhatikan poin-poin berikut:
Untungnya, Anda tidak harus mendesain semuanya dari nol. Sebagian besar platform email marketing sudah menyediakan banyak template siap pakai yang bisa disesuaikan lebih lanjut. Cukup pilih template yang sesuai dengan gaya Anda, lalu sesuaikan warna dan isi kontennya.

Gunakan Reach untuk memilih template newsletter yang selaras dengan desain website Anda. Dengan begitu, email Anda bisa lebih mencerminkan identitas brand Anda, menunjukkan kesan yang lebih profesional dan tepercaya di mata pelanggan.
Subjek email adalah hal pertama yang dilihat penerima di kotak masuknya. Dari baris ini, mereka bisa langsung memutuskan untuk membuka atau menghapus email Anda. Jadi, sebagus apa pun isi newsletter Anda, semuanya akan sia-sia kalau penerima bahkan tidak membukanya.
Anggap subjek email seperti trailer film: cukup beri cuplikan singkat yang membuat orang penasaran dan ingin tahu kelanjutannya. Berikut beberapa strategi yang bisa Anda coba:
Bangun rasa urgensi
Gunakan kata-kata yang memberi kesan bahwa penawaran Anda terbatas atau akan segera berakhir. Strategi ini bisa mendorong pembaca untuk segera bertindak dan tidak menunda-nunda membaca email Anda. Namun, hindari menggunakan strategi ini terlalu sering agar tidak terkesan seperti spam dan menurunkan kredibilitas Anda.
❌ Diskon Khusus Liburan
✅ Diskon spesial 50% hanya hari ini!
❌ Penawaran Waktu Terbatas
✅ Hanya 3 kursi tersisa untuk workshop hari Jumat
Buat pembaca penasaran
Tampilkan sedikit informasi yang membuat penerima merasa penasaran, tapi jangan bocorkan semuanya. Hal ini bertujuan agar mereka tertarik membuka email tersebut karena sudah telanjur ingin tahu isinya.
❌ Newsletter #47
✅ Pahami kesalahan kecil yang bikin pelanggan Anda kabur
❌ Postingan Blog Terbaru
✅ Bisnis saya berkembang pesat berkat strategi ini
Gunakan pendekatan personal
Email yang terasa personal akan lebih menarik perhatian dibandingkan dengan email yang terlihat dikirim secara massal. Menyebut nama penerima atau menggunakan gaya interaktif bisa membuat email Anda terasa lebih relevan.
❌ Informasi Produk Terbaru
✅ Anda minta, kami berikan!
❌ Selamat Datang di Platform Kami
✅ John, akun kamu sudah siap digunakan
Tambahkan angka
Angka membantu menarik perhatian karena terlihat jelas dan memberikan kesan yang konkret dan valid. Subjek seperti ini juga terasa lebih spesifik dan praktis.
❌ Tips Produktivitas Mingguan
✅ 5 tools yang berhasil bikin kerja lebih cepat
❌ Laporan Penjualan Bulan Ini
✅ Kami berhasil capai rekor penjualan bulanan! Ini strategi kami
Ajukan pertanyaan
Subjek berupa pertanyaan akan mendorong pembaca untuk berpikir tentang situasi mereka sendiri. Kalau pertanyaan Anda relevan dengan situasi mereka, kemungkinan besar mereka akan ingin tahu jawabannya, dan akhirnya membuka email Anda.
❌ Panduan SEO Website
✅ Kenapa website kompetitor Anda selalu rangking tinggi?
❌ Tips Manajemen Waktu
✅ Bagaimana kalau Anda punya waktu ekstra 3 jam setiap hari?
Tulis secara langsung dan to the point
Gunakan subjek yang tidak bertele-tele untuk mengomunikasikan informasi penting dengan jelas dan efisien. Strategi ini ideal untuk email transaksional, atau ketika pelanggan sudah percaya bahwa informasi Anda memang penting.
❌ Informasi Akun
✅ Pembayaran gagal. Perbarui informasi pembayaran Anda.
❌ Rangkuman Mingguan
✅ Ini informasi yang Anda lewatkan minggu ini
Membutuhkan inspirasi subjek yang menarik? Coba cek kotak masuk Anda sendiri. Kira-kira, subjek seperti apa yang membuat Anda tertarik untuk membuka emailnya? Lihat juga newsletter dari brand populer di industri Anda, atau judul berita dan konten media sosial yang sedang ramai dibicarakan.
Ambil inspirasi dari sana, lalu sesuaikan dengan gaya brand Anda sendiri. Buat daftar subjek yang sudah pernah Anda coba, pantau tingkat keberhasilannya, lalu gunakan sebagai referensi saat memerlukan ide baru.
Konten yang baik bukan hanya menarik, melainkan juga memberikan manfaat. Anda bisa membuat konten yang membantu pembaca mengatasi masalahnya, belajar hal baru, atau sekadar merasa terhibur dengan cara yang bermakna.
Aturan utamanya tidak muluk-muluk: berikan lebih banyak manfaat daripada tindakan yang Anda harapkan. Kalau sekadar promosi, pembaca bisa cepat bosan dan berhenti berlangganan. Tapi kalau Anda rutin membagikan informasi yang membantu, mereka akan mengharapkan email Anda berikutnya.
Berikut beberapa jenis konten yang bisa Anda masukkan ke dalam newsletter:
Masih bingung harus mulai dari mana? Tenang, Anda tidak harus menulis semuanya sendiri kalau menggunakan tool AI seperti Hostinger Reach.

Cukup berikan prompt singkat tentang gaya bahasa, topik, dan poin-poin penting yang ingin disampaikan, lalu platform ini akan membuatkan konten newsletter sesuai keinginan Anda.
Email yang hanya berisi teks panjang pasti akan terasa membosankan. Manfaatkan visual seperti gambar, grafik, foto, dan elemen media lainnya untuk membuat newsletter Anda terasa lebih hidup, memecah teks panjang, dan membantu menyampaikan pesan dengan lebih jelas.
Tidak perlu desain yang kompleks atau foto yang diambil di studio. Gambar sederhana saja sudah cukup, asalkan relevan dan mendukung isi pesan Anda.
Beberapa jenis visual yang cocok untuk newsletter di antaranya adalah:
Jangan lupa, jaga ukuran file tetap ringan agar email Anda bisa dimuat dan dibuka dengan cepat. Tambahkan juga alt text pada file media untuk kebutuhan aksesibilitas.
Sebagian besar platform email akan mengompres gambar secara otomatis, tapi sebaiknya tetap ubah ukuran foto Anda agar tidak terlalu besar sebelum menguploadnya.

CTA (call-to-action) adalah ajakan yang memberi tahu penerima tentang tindakan yang harus mereka lakukan setelah membaca email Anda. Setiap email sebaiknya punya satu tindakan utama yang ingin Anda tetapkan, misalnya mengklik link, membeli produk, mengisi formulir, atau sekadar membalas email Anda.
CTA yang baik harus relevan dengan tujuan email dan disampaikan dengan bahasa yang jelas dan langsung.
Berikut beberapa contoh CTA berdasarkan tujuannya
Untuk mengarahkan traffic ke website:
Untuk membangun keterlibatan:
Untuk mendorong penjualan:
Untuk membangun komunitas:
Kalau memungkinkan, tampilkan CTA dalam bentuk tombol agar lebih mudah dilihat daripada hanya link biasa. Gunakan kata kerja yang kuat dan arahkan langsung ke manfaatnya.

Apabila menggunakan Hostinger Reach, Anda bisa membuat tombol CTA dengan mudah berkat fitur AI. Kalau membutuhkan inspirasi tambahan, Anda juga bisa menggunakan generator konten berbasis AI lainnya.
Newsletter email juga punya aturan dan etika yang harus dipatuhi. Peraturan ini dibuat untuk melindungi pengguna dari spam dan memastikan mereka bisa mengatur dengan bebas email yang masuk ke kotak masuknya.
Beberapa aturan penting yang perlu Anda ketahui meliputi:
Meskipun Anda tidak berbasis di negara-negara tersebut, ada baiknya Anda tetap mematuhi ketiga undang-undang di atas untuk melindungi Anda dari masalah hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Hal lain yang tak boleh diabaikan adalah, selalu sertakan link unsubscribe di setiap email. Opsi ini bukan hanya soal kepatuhan hukum, tapi juga penting untuk menjaga reputasi brand Anda dan menghindari laporan spam.
Sebagian besar platform email marketing sudah memiliki fitur untuk membantu Anda mematuhi aturan tersebut, mulai dari menyisipkan link unsubscribe hingga menyediakan formulir pendaftaran sesuai standar. Namun, tanggung jawab atas izin dan kejujuran isi newsletter tetap ada di tangan Anda.
Setelah mengirimkan newsletter, Anda masih perlu mengetahui apakah email tersebut benar-benar efektif. Uji dan evaluasi berbagai elemen dalam newsletter secara rutin guna melihat mana yang paling optimal bagi audiens Anda, serta untuk terus meningkatkan performanya.
Kalau menggunakan platform email marketing, Anda biasanya akan mendapatkan fitur untuk melihat data performa secara otomatis. Namun, Anda masih perlu mempelajari angka-angka penting tersebut dan mengetahui cara menindaklanjutinya.
Metrik-metrik utama yang harus diperhatikan antara lain:
Apa saja yang bisa Anda uji?
Mulai dulu dengan menguji satu elemen dalam satu waktu, lalu analisis hasilnya. Sebagian besar platform email punya fitur A/B testing otomatis, yaitu mengirimkan dua versi ke sebagian kecil audiens lalu mengirim versi yang lebih efektif ke lebih banyak penerima.
Untuk membangun email list yang berkualitas, fokuslah pada strategi yang memang terbukti efektif dalam menarik orang-orang yang benar-benar ingin mendengar kabar dari Anda.
Mulailah dengan menambahkan formulir pendaftaran di akhir setiap postingan blog Anda. Tawarkan sesuatu yang bernilai sebagai imbalan, seperti ebook gratis, kode diskon, atau konten eksklusif. Cara ini cukup efektif, apalagi kalau tawaran Anda bisa membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi pembaca.
Anda juga bisa mempromosikan newsletter lewat media sosial, mengadakan giveaway yang mensyaratkan langganan email, atau menggunakan pop-up yang muncul saat pengunjung akan meninggalkan website. Prioritaskan dulu formulir pendaftaran di website karena paling mudah diterapkan, lalu tambahkan satu strategi baru setiap bulan sambil memantau hasilnya.
Newsletter email akan berhasil kalau fokus utamanya adalah membangun relasi, bukan sekadar jualan atau promosi. Newsletter yang paling disukai pembaca adalah yang terasa seperti email sungguhan dari teman dekat, yang santai, relevan, dan bermanfaat.
Kuncinya ada pada seberapa baik Anda mengenal audiens. Email marketer yang sukses tahu persis siapa pembacanya dan apa yang mereka butuhkan. Karena itulah, isi newsletter harus membahas hal-hal yang memang penting bagi audiens, dan disampaikan dengan gaya bahasa yang terasa relevan.
Temukan strategi dan tips email marketing yang sudah terbukti berhasil.
Ada beberapa kesalahan umum email marketing yang sebaiknya Anda hindari. Salah satunya adalah mengirim terlalu banyak email promosi, kurang konsisten dalam jadwal pengiriman email, dan terlalu fokus pada brand sendiri tanpa mempertimbangkan kebutuhan pembaca.
Kesalahan umum lainnya adalah mengabaikan minat audiens, mengirimkan konten generik yang tidak sesuai dengan apa yang mereka cari, serta tidak menguji isinya dulu sebelum mengirimkan newsletter.
Setelah membaca artikel ini, Anda sekarang sudah punya bekal untuk membuat newsletter yang tidak hanya menarik dibaca, tapi juga dinanti-nantikan oleh penerima.
Mulailah dengan memilih platform email marketing seperti Hostinger Reach, menentukan target pembaca, dan menetapkan target newsletter Anda. Setelah itu, fokuslah membuat konten yang bermanfaat, lalu tambahkan judul yang menarik dan CTA yang jelas.
Ingat, newsletter yang efektif adalah yang relevan dengan audiens dan benar-benar memberikan manfaat. Apabila Anda rutin membantu pembaca menyelesaikan masalahnya dan membagikan insight berguna, mereka pun akan lebih percaya kepada Anda dan menantikan setiap email yang Anda kirim.
Jadi, sudah siap untuk membuat newsletter sendiri? Yuk, mulai sekarang!
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.