Mar 14, 2024
Faradilla A.
5menit Dibaca
Apabila mengelola satu website WordPress bersama beberapa orang lain, Anda perlu mempelajari cara membuat dan mengelola user role WordPress beserta izinnya. Hal ini memungkinkan Anda mengontrol hak akses user tertentu untuk melakukan berbagai tugas.
Mulai dari Administrator hingga Subscriber, setiap user memiliki rangkaian tugas default yang bisa disesuaikan menurut perannya. Nah, di artikel ini, kami akan membahas 6 user role default WordPress dan izinnya, serta cara membuat dan mengelolanya.
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca artikel ini yuk!
WordPress adalah CMS (sistem manajemen konten) yang penggunanya bisa diberi peran tertentu, berfungsi untuk mengelola tindakan (Kemampuan) yang bisa dilakukan oleh setiap user melalui dashboard miliknya. Setiap peran diatur oleh webmaster, yang secara otomatis ditunjuk sebagai administrator saat menginstal WordPress.
Ada 6 user role default WordPress yang bisa Anda berikan kepada user: administrator, editor, author, contributor, subscriber, dan super admin.
Apa pun jenis website yang dikelola dan layanan hosting yang digunakan, Anda perlu memahami langkah-langkah pengelolaan user role untuk berbagai tujuan, seperti:
Gunakan hosting website WordPress dari Hostinger, yang sudah menyertakan fitur akses bersama untuk mengelola proyek Anda dengan lebih baik. Menggunakan paket ini, Anda bisa mengatur izin akses yang berbeda-beda ke control panel Anda.
Berikut adalah penjelasan singkat user role WordPress beserta izinnya:
| Izin | Administrator | Editor | Author | Contributor | Subscriber | Super Admin |
| Postingan | Izin penuh | Izin penuh | Menambahkan, mengedit, memublikasikan, menghapus milik sendiri | Menambahkan, mengedit, menghapus milik sendiri | Tidak diizinkan | Izin penuh |
| Halaman | Izin penuh | Izin penuh | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Izin penuh |
| Upload file | Izin penuh | Izin penuh | Kontrol penuh | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Izin penuh |
| Moderasi komentar | Izin penuh | Izin penuh | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Izin penuh |
| Plugin | Izin penuh | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Izin penuh |
| Tema | Izin penuh | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Izin penuh |
| User | Izin penuh | Edit milik sendiri | Edit milik sendiri | Edit milik sendiri | Edit milik sendiri | Izin penuh |
| Pengaturan | Izin penuh | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | Izin penuh |
Dalam hal hierarki user role (peran pengguna) WordPress, administrator memiliki izin paling lengkap atas setiap aspek website. Mereka bisa menambahkan, mengedit, dan menghapus plugin, serta mengatur tampilan website. Mereka juga memiliki akses ke pengaturan website dan manajemen konten, termasuk postingan, halaman, dan komentar.
Selain itu, administrator adalah satu-satunya peran yang bisa mengelola user role lain. Jadi, kalau Anda adalah seorang administrator, Anda bisa menambahkan user baru, menghapus user yang ada, atau mengubah peran mereka.
Editor bisa mengelola komentar, halaman, dan postingan (termasuk yang dibuat oleh pengguna lain). Namun, mereka tidak bisa mengakses panel pengaturan, menginstal plugin baru, menyesuaikan tema website, atau mengatur user lain.
Berbeda dengan editor, peran author terbatas pada pengelolaan konten mereka sendiri. Mereka tidak memiliki izin untuk mengatur postingan user lain, menyetujui dan menghapus komentar, atau mengelola halaman. Selebihnya, mereka memiliki peran dan izin WordPress yang sama terbatasnya seperti editor.
Peran kontributor di WordPress memungkinkan user menambahkan, mengedit, dan menghapus konten mereka sendiri. Kontributor tidak bisa memublikasikan postingan, mengupload file media, dan mengelola postingan mereka setelah dipublikasikan.
Pelanggan hanya memiliki akses untuk melihat postingan atau komentar yang telah dipublikasikan dan mengelola bagian profil mereka di dashboard.
Super admin (yang hanya berlaku untuk jaringan multisite WordPress) bisa melakukan tugas-tugas administrasi dalam jaringan, seperti menambah atau menghapus website, menginstal tema WordPress atau plugin, serta mengatur konten dan pengaturannya. Mereka memiliki kontrol penuh atas user lain di jaringan tersebut.
Sebelum memilih user role yang tepat, tanyakan hal-hal berikut pada diri Anda:
Penting! Berhati-hatilah saat menetapkan user lain sebagai administrator baru. Setelah peran ditetapkan, mereka akan mendapatkan akses penuh ke panel admin Anda, bahkan bisa mengedit atau menghapus akun Anda.
Selanjutnya, kami akan membagikan beberapa cara menambahkan, menghapus, dan menyesuaikan user role di website WordPress Anda.
Berikut adalah beberapa poin utama yang harus Anda pahami sebelum menetapkan tingkat izin dan user role WordPress:
Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat user role WordPress baru dan menetapkan izinnya:

Apabila Anda ingin menghapus akun pengguna, ikuti langkah-langkah berikut:

Atau, atur statusnya ke No role for this site agar postingan dan akun mereka tetap ada di website Anda. Berikut langkah-langkahnya:

Anda juga bisa mengubah peran dan kemampuan akun user default. Di tutorial ini, kami akan menggunakan plugin PublishPress Capabilities.
Plugin manajemen user WordPress ini memungkinkan Anda mengedit atau menghapus tugas setiap peran, dan Anda bahkan bisa membuat nama peran baru, beserta kemampuannya.
Berikut cara menggunakan plugin ini:

Yuk baca tutorial kami tentang cara menginstal plugin WordPress untuk mempelajari pengelolaan website WordPress lebih lanjut!
Anda bisa menambahkan dan mengelola user role WordPress dengan mudah menggunakan opsi default yang disediakan. Sebagai rangkuman, berikut adalah 6 peran pengguna WordPress default dan izinnya yang bisa Anda atur:
Selanjutnya, Anda juga bisa menyesuaikan peran dan kemampuan WordPress dengan menggunakan plugin PublishPress Capabilities, yang bisa diinstal dan diaktifkan dari menu Plugins di dashboard.
Apabila masih memiliki pertanyaan tentang manajemen peran pengguna WordPress, sampaikan lewat kolom komentar di bawah artikel ini, ya!
Apa Itu Sidebar di WordPress?
Cara Membuat Push Notification WordPress
Cara Embed Video di WordPress
Langkah-Langkah Mengamankan Website WordPress
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.