Landing page bisa menjadi tool yang ampuh untuk mendorong pengunjung yang tadinya hanya penasaran agar menjadi pelanggan setia melalui tujuan yang jelas.
Untuk membuat landing page yang efektif, cukup ikuti enam langkah utama berikut:
Tetapkan tujuan konversi Anda
Buat judul yang menarik perhatian
Tulis copywriting yang menekankan manfaat
Sertakan testimoni dan bukti sosial
Tambahkan CTA (call-to-action) yang menggugah
Lakukan A/B testing rutin untuk optimasi
Di tutorial ini, kita akan mempelajari langkah-langkah tersebut secara lebih mendetail, serta cara membuat landing page yang efektif menghasilkan konversi. Kami juga akan membandingkan berbagai jenis landing page dan menjelaskan elemen-elemen penting yang membantu memaksimalkan hasil.
Sudah siap? Yuk, langsung pelajari langkah-langkah membuat landing page beserta contohnya di bawah ini!
Cara membuat landing page yang efektif dan optimal
Untuk membuat landing page yang efektif, ada enam langkah penting yang perlu diikuti. Mari kita simak satu per satu.
1. Tetapkan tujuan konversi utama Anda
Sebelum membuat landing page, tentukan dengan jelas tindakan yang ingin Anda minta dari pengunjung saat mereka membuka halaman tersebut.
Tindakan ini bisa berupa berlangganan newsletter, meminta demo produk, melakukan pembelian, atau mendownload resource.
Sebagai contoh, kalau Anda ingin membangun email list, tujuan konversinya adalah mendorong pengunjung memasukkan alamat email mereka. Tujuan ini nantinya akan memengaruhi setiap elemen dalam desain halaman Anda.
Untuk menghitung tingkat konversi, bagi jumlah orang yang melakukan tindakan yang Anda inginkan dengan total pengunjung. Misalnya, kalau 1.000 orang mengunjungi halaman Anda dan 30 orang mendaftar newsletter, tingkat konversinya adalah 3%.
Menurut WordStream, tingkat konversi biasanya berkisar antara 2–3%, tapi angka ini bisa sangat berbeda di setiap industri. Berdasarkan studi landing page terbaru kami, rata-rata konversi untuk restoran adalah sekitar 9,8%, website toko online sekitar 1,8%, dan produk SaaS sekitar 3%.
Begini cara menetapkan target konversi yang tepat untuk landing page Anda:
Pilih satu tujuan utama. Fokus pada satu tujuan yang jelas, bukan mencoba mencapai banyak tujuan dalam satu halaman.
Tetapkan target yang realistis. Lakukan riset tolok ukur industri untuk campaign serupa agar Anda bisa menetapkan tingkat konversi yang realistis.
Gunakan Google Analytics. Tool gratis ini membantu Anda melihat demografi pengunjung serta perilaku mereka, seperti lama mereka membuka suatu halaman dan tindakan yang dilakukan sampai menghasilkan transaksi.
Buat segmen sasaran. Analisis konversi berdasarkan sumber traffic, jenis perangkat, atau demografi untuk mengetahui audiens mana yang paling responsif terhadap halaman Anda.
Tetapkan garis dasar. Catat metrik performa awal agar Anda bisa mengukur peningkatan setelah melakukan perubahan.
Setelah tujuan konversi ditetapkan, Anda bisa mulai mendesain landing page Anda secara strategis melalui langkah-langkah di bagian berikut ini untuk mengarahkan pengunjung menuju tindakan yang Anda inginkan.
2. Buat judul yang menarik
Judul adalah salah satu elemen pertama yang akan dilihat pengunjung saat mereka membuka landing page Anda. Oleh karena itu, judul di landing page Anda harus mampu menarik perhatian secara langsung.
Judul yang efektif sebaiknya singkat, jelas, dan langsung menyampaikan apa yang ditawarkan oleh produk atau layanan Anda.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menulis judul:
Fokus pada manfaat. Beri tahu pengunjung masalah apa yang bisa Anda bantu selesaikan, bukan sekadar menjelaskan apa yang Anda jual. Misalnya, “Hemat waktu hingga 5 jam tiap minggunya” terasa lebih meyakinkan daripada “Tool project management paling canggih saat ini”.
Bicara langsung kepada audiens. Gunakan kalimat aktif dan sebut pelanggan secara inklusif agar judul terasa lebih personal dan relevan. Misalnya, “Tingkatkan penjualan Anda dalam 30 hari” biasanya terasa lebih menarik daripada “Tool kami bisa meningkatkan penjualan secara efektif”.
Sertakan kata kunci. Gunakan kata kunci atau frasa yang biasa diketik orang-orang di mesin pencari saat mencari produk atau layanan seperti milik Anda. ConversionLab melakukan strategi ini dan berhasil meningkatkan konversi hingga 31,4%.
Mari lihat landing page dari Caffeinated Muse Press sebagai contoh headline yang efektif. Judulnya menggunakan kata kerja yang kuat dengan manfaat yang jelas, langsung menyampaikan manfaat yang ditawarkan melalui pesan yang sederhana dan mudah diingat.
3. Tulis copywriting yang berfokus pada hasil
Unique selling proposition (USP) adalah hal yang membedakan penawaran Anda dari kompetitor. USP menjelaskan mengapa pengunjung sebaiknya memilih produk atau layanan Anda dengan menekankan manfaat yang bisa mereka dapatkan.
Untuk menulis copywriting yang mampu menunjukkan manfaat penawaran Anda, perhatikan beberapa hal berikut:
Gunakan kalimat yang singkat. Kalimat yang pendek dan sederhana lebih mudah dipahami dan diingat. Usahakan setiap paragraf terdiri dari 2–3 kalimat, dan pecah bagian yang lebih panjang menjadi subjudul atau bullet points.
Sesuaikan dengan gaya audiens Anda. Gunakan gaya komunikasi yang sesuai dengan target audiens. Gunakan “kita” dan “kami” daripada “aku” atau “saya” agar nada tulisan terasa lebih ramah dan membantu membangun kepercayaan.
Gunakan format yang jelas. Pastikan font, spasi, dan ukuran teks konsisten di seluruh halaman. Gunakan teks tebal untuk menyoroti poin penting dan pastikan kontras yang jelas antara teks dan background agar mudah dibaca.
Terapkan strategi SEO. Tulis konten yang SEO-friendly agar calon pelanggan bisa menemukan landing page Anda melalui mesin pencari. Pastikan kata kunci yang digunakan relevan dengan penawaran Anda dan tetap terasa alami dalam teks.
Landing page Advantage Fitness Training merupakan contoh yang baik dalam hal berfokus pada hasil. Tidak hanya mencantumkan layanan, halaman ini juga fokus pada hasil yang spesifik, yaitu “mencapai target fitness Anda”, serta menjelaskan bagaimana metode tim mereka membantu pelanggan mendapatkan hasil melalui pelatihan yang dipersonalisasi.
4. Sertakan testimoni dan bukti sosial
Testimoni dan bukti sosial (social proof) membantu membangun kepercayaan pengunjung dengan menunjukkan bahwa orang lain telah mendapatkan pengalaman positif dari produk atau layanan Anda.
Bagian khusus yang menampilkan testimoni pelanggan organik bisa membantu calon pelanggan merasa lebih yakin untuk mengambil tindakan.
Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menambahkan bukti sosial pada landing page:
Tampilkan hasil yang spesifik. Gunakan testimoni yang menyebutkan hasil yang konkret, bukan hanya ulasan positif yang terlalu umum. Misalnya, “Setelah menggunakan tool ini, penjualan bisnis saya meningkat hingga 27% dalam dua bulan” terasa jauh lebih meyakinkan dibanding “Produknya mantap”.
Cantumkan detail pelanggan. Tambahkan nama, jabatan, lokasi, dan foto pelanggan agar testimoni terlihat lebih meyakinkan. Pastikan Anda sudah meminta izin sebelum menggunakan data pelanggan.
Tampilkan logo brand yang mudah dikenali. Kalau Anda pernah bekerja sama dengan perusahaan atau brand ternama, tampilkan logo mereka di bagian seperti “Dipercaya oleh” atau “Pernah ditampilkan di”.
Tampilkan angka. Tunjukkan jumlah pengguna, pelanggan, atau statistik download apabila angkanya cukup besar. Kalimat seperti “Telah digunakan oleh lebih dari 5000 perusahaan di Indonesia” bisa membantu meningkatkan kepercayaan terhadap penawaran Anda.
Tambahkan validasi dari pihak ketiga. Cantumkan penghargaan, sertifikasi, atau liputan media dari sumber eksternal yang bisa memperkuat kredibilitas Anda.
Berikut contoh bukti sosial yang optimal dari salah satu landing page Hostinger, yang memadukan berbagai sinyal kepercayaan sehingga memberikan kesan yang baik tentang kredibilitas dan reputasi perusahaan.
5. Tambahkan CTA yang efektif
CTA (call-to-action) adalah elemen utama yang mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan yang Anda inginkan. Desain CTA yang baik dan strategis bisa meningkatkan konversi secara signifikan karena pengunjung bisa memahami dengan jelas langkah berikutnya yang perlu mereka lakukan.
Tips membuat CTA yang efektif dan optimal
Ada beberapa elemen yang perlu diperhatikan saat membuat CTA:
Gunakan kata yang mendorong tindakan. Mulailah dengan kata kerja seperti “Dapatkan”, “Mulai”, “Gabung”, atau “Temukan” agar pengunjung tahu tindakan apa yang harus dilakukan.
Pastikan tampilannya menarik. Gunakan warna kontras seperti merah, oranye, atau hijau agar tombol CTA terlihat lebih mencuri perhatian dari background halaman.
Sesuaikan ukuran CTA. Buat ukuran tombol CTA cukup besar agar mudah terlihat, tapi jangan terlalu besar hingga terlihat berlebihan.
Tempatkan secara strategis. Letakkan CTA di area-area tempat pengunjung biasanya akan mengambil keputusan, terutama setelah Anda menjelaskan manfaat atau menjawab pertanyaan pengunjung.
Fokus pada satu tujuan. Pastikan setiap CTA hanya berfokus pada satu tujuan konversi. Menurut firma marketing Digital Silk, memiliki lebih dari satu tujuan pada landing page bisa menurunkan konversi hingga 266%.
Sebagai contoh, landing page Diplomatic Lawn Care menampilkan tombol CTA merah terang yang terlihat sangat kontras dengan latar belakang hijau. Tombol tersebut menggunakan kata-kata ajakan yang jelas, sementara warna yang mencolok dan ukurannya yang besar membuatnya mudah terlihat di halaman.
6. Lakukan A/B testing rutin
A/B testing, atau split testing, dilakukan dengan menampilkan beberapa versi halaman yang berbeda kepada pengunjung, lalu mengukur mana yang performanya lebih baik.
Pengujian secara rutin bisa membantu meningkatkan tingkat konversi dari waktu ke waktu melalui perubahan kecil yang bertahap. Jadi, keputusan bukan dibuat berdasarkan asumsi, melainkan data nyata tentang strategi yang benar-benar efektif untuk audiens Anda.
Berikut beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan:
Uji satu elemen setiap kali. Ubah hanya satu elemen saja, misalnya headline, warna tombol CTA, atau gambar. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui dengan jelas hal-hal yang menyebabkan perbedaan performa.
Prioritaskan elemen yang berdampak besar. Fokuslah menguji elemen yang biasanya paling memengaruhi konversi, seperti headline, CTA, hero image, dan panjang formulir.
Jalankan pengujian cukup lama. Sebagian besar A/B testing membutuhkan setidaknya 1.000 pengunjung untuk setiap variasi agar Anda bisa mengumpulkan data yang cukup dan menentukan versi mana yang paling efektif.
Gunakan tracking yang tepat. Gunakan Google Analytics, Facebook Pixel, dan Google Ads untuk mengukur klik dan konversi. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui sumber traffic mana yang mendatangkan pengunjung paling berkualitas dan paling berpotensi melakukan konversi.
Dokumentasikan semua pengujian. Catat setiap eksperimen yang dilakukan, termasuk screenshot, perubahan yang dibuat, hasilnya, serta insight yang diperoleh. Dokumentasi ini bisa menjadi referensi penting untuk optimasi di masa mendatang.
Terus lakukan pengujian. Landing page yang sudah memiliki performa bagus pun masih bisa ditingkatkan. Karena itu, lakukan A/B testing secara rutin seiring perubahan perilaku audiens dan kondisi pasar.
Cara membuat landing page long-form dan short-form
Secara umum, landing page terbagi menjadi dua jenis utama: long-form (versi panjang) dan short-form (versi ringkas). Pilihan yang paling tepat akan bergantung pada jenis penawaran Anda dan siapa target audiensnya.
Landing page short-form biasanya lebih ringkas, dengan konten minimal dan alur konversi yang lebih cepat. Sementara itu, landing page long-form berisi informasi yang lebih lengkap untuk menjawab pertanyaan atau keraguan calon pelanggan sebelum mereka mengambil tindakan.
Short-form landing page paling cocok untuk:
Long-form landing page paling cocok untuk:
Produk dengan USP sederhana
Produk atau layanan yang kompleks atau inovatif
Produk dengan harga lebih terjangkau
Penawaran dengan harga yang lebih tinggi
Campaign yang berfokus pada perangkat seluler
Penjelasan atau demo produk yang lebih detail
Brand yang sudah dikenal dan dipercaya pelanggan
Membangun kredibilitas untuk brand baru
Pembelian impulsif
Produk yang membutuhkan edukasi
Perolehan prospek
Penjualan langsung produk premium
Berikut beberapa tips untuk membantu Anda memilih format yang tepat:
Pertimbangkan kompleksitas penawaran Anda. Produk sederhana seperti pakaian atau aksesori biasanya lebih efektif dengan landing page yang singkat. Sebaliknya, layanan yang kompleks atau produk dengan harga tinggi biasanya membutuhkan halaman yang lebih panjang dengan penjelasan yang lebih detail.
Sesuaikan dengan tingkat awareness audiens. Pengunjung yang sudah mengenal brand Anda biasanya tidak membutuhkan terlalu banyak informasi dibandingkan dengan pengunjung yang baru pertama kali mengetahui brand Anda.
Perhatikan sumber traffic. Traffic pasif dari iklan biasanya membutuhkan penjelasan yang lebih meyakinkan sehingga lebih cocok diarahkan ke landing page yang panjang. Sementara itu, traffic aktif dari email list biasanya lebih efektif dengan landing page yang ringkas.
Uji kedua format. Daripada hanya menebak-nebak dan berasumsi, buat dua versi landing page dan lihat mana yang performanya lebih baik untuk audiens dan penawaran Anda.
Kelebihan dan kekurangan landing page short-form
Landing page short-form menyampaikan pesan dengan cepat melalui informasi penting di bagian atas halaman. Format ini paling efektif ketika pengunjung sudah cukup memahami penawaran Anda dan hanya membutuhkan sedikit dorongan untuk mengambil tindakan.
Kelebihan:
Lebih sedikit distraksi. Dengan elemen yang lebih sedikit di halaman, pengunjung bisa lebih fokus pada penawaran Anda tanpa mudah teralihkan.
Loading lebih cepat. Konten yang lebih sedikit membuat halaman lebih cepat dimuat, dan hal ini penting karena tingkat konversi biasanya menurun apabila halaman lemot, bahkan meski hanya beberapa detik.
Lebih mudah dibuat. Anda tidak perlu membuat terlalu banyak konten atau desain yang kompleks sehingga proses pembuatan landing page menjadi lebih cepat.
Memberikan dampak langsung. Pengunjung bisa mengambil keputusan dengan lebih cepat tanpa harus membaca terlalu banyak informasi.
Kekurangan:
Ruang penjelasan terbatas. Anda memiliki lebih sedikit ruang untuk menjawab kekhawatiran pelanggan atau membangun argumen yang kuat tentang penawaran Anda.
Berpotensi menghasilkan prospek berkualitas rendah. Tanpa informasi yang cukup untuk menyaring calon pelanggan, landing page kemungkinan menarik pengunjung yang sebenarnya tidak cocok dengan produk Anda.
Potensi SEO lebih rendah. Konten yang lebih sedikit berarti peluang untuk memasukkan kata kunci yang bisa membantu halaman muncul di hasil pencarian juga lebih kecil.
Kurang cocok untuk produk yang kompleks. Produk atau layanan yang inovatif biasanya membutuhkan penjelasan yang lebih panjang, yang mungkin kurang bisa ditampung oleh landing page short-form.
Kelebihan dan kekurangan landing page long-form
Landing page long-form memberikan informasi yang lebih lengkap tentang penawaran Anda, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan atau keraguan calon pelanggan. Format ini biasanya membantu membangun kepercayaan melalui penjelasan yang lebih detail serta bukti yang lebih kuat.
Kelebihan:
Lebih baik untuk SEO. Area konten yang lebih luas memberikan peluang yang lebih besar untuk memasukkan kata kunci yang membantu halaman muncul di hasil pencarian.
Prospek yang lebih berkualitas. Dengan menjelaskan penawaran secara lebih mendetail, Anda bisa menarik calon pelanggan yang benar-benar memahami produk atau layanan yang ditawarkan.
Lebih meyakinkan. Anda memiliki ruang untuk menjawab berbagai keraguan calon pelanggan dan menjelaskan manfaat produk secara lebih lengkap.
Membantu membangun kepercayaan. Informasi yang lebih detail, contoh penggunaan, dan testimoni bisa meningkatkan kredibilitas brand Anda.
Kekurangan:
Berpotensi mendistraksi pengunjung. Apabila tidak dirancang dengan baik, halaman yang terlalu panjang bisa membuat pengunjung berhenti membaca sebelum sampai ke CTA.
Membutuhkan waktu lebih lama untuk dibuat. Konten yang lebih lengkap biasanya membutuhkan lebih banyak waktu, resource, dan perencanaan.
Jumlah konversi bisa lebih sedikit. Walaupun kualitas prospek lebih baik, jumlah total konversi bisa lebih rendah karena tidak semua pengunjung membaca halaman sampai selesai.
Kurang ramah untuk perangkat seluler. Scroll yang terlalu panjang di perangkat mobile bisa mengurangi kenyamanan pengguna.
Tips membuat landing page yang efektif dan contohnya
Mana pun metode yang Anda pilih, baik menggunakan landing page short-form maupun long-form, ada beberapa prinsip desain yang berlaku untuk semua landing page dengan tingkat konversi tinggi.
Buat konten mudah dipindai
Gunakan heading yang jelas, ruang kosong yang cukup, serta paragraf pendek dan daftar poin agar pengunjung bisa memahami informasi dengan cepat.
Landing page CGEM menerapkan strategi ini dengan sangat baik. Halamannya memiliki bagian yang jelas, judul sederhana, dan gambar yang membantu pengunjung memahami isi halaman secara sekilas tanpa harus membaca teks panjang.
Pastikan branding tetap konsisten
Gunakan warna, font, dan gaya brand yang konsisten agar pengalaman pengguna terasa lebih profesional dan membangun kepercayaan.
Landing page High Vibe Women bisa menjadi contoh dalam menunjukkan konsistensi brand yang kuat. Setiap elemen di halaman tersebut mencerminkan identitas brand mereka, mulai dari latar belakang berwarna pink, font modern, teks yang energik, hingga foto autentik yang membangun rasa kebersamaan komunitas yang kuat.
Gunakan gambar yang menarik
Pilih visual yang mendukung pesan Anda, bukan sekadar foto stok yang terlihat generik.
Mari lihat contohnya dari landing page MPW Sourcing. Mereka menggunakan foto asli pelanggan yang mengenakan berlian dari koleksi mereka, sehingga calon pelanggan bisa langsung melihat seperti apa hasil yang bisa mereka dapatkan.
Gunakan bahasa yang relevan bagi audiens
Gunakan kata, frasa, dan contoh yang sesuai dengan pengalaman serta masalah utama audiens Anda.
Sebagai contoh, Karing for Postpartum melakukan hal ini dengan baik. Landing page mereka terhubung dengan audiens dengan menggambarkan masalah nyata yang dialami para ibu setelah melahirkan, lalu menawarkan solusi praktis untuk mengatasi masalah tersebut.
Cara membuat landing page dengan Hostinger Horizons
Hostinger Horizons adalah tool berbasis AI yang bisa membantu Anda membuat landing page hanya dari prompt sederhana. Anda tidak perlu menyusun halaman dari nol atau menggunakan editor drag-and-drop; cukup jelaskan apa yang ingin Anda buat, lalu AI tool ini akan menghasilkan struktur halaman secara otomatis.
Untuk membuat landing page, jelaskan tujuan halaman Anda dan elemen apa saja yang dibutuhkan, seperti headline, bagian manfaat, testimoni, dan tombol CTA.
Horizons kemudian akan menghasilkan halaman yang bisa langsung digunakan berdasarkan deskripsi Anda. Setelah itu, Anda bisa menyempurnakannya dengan prompt tambahan sesuai kebutuhan.
Berikut langkah-langkahnya:
Buka hPanel → Horizons → Tambah website.
Jelaskan landing page yang ingin Anda buat. Misalnya, “Buat landing page untuk fitness coach dengan headline, tiga bagian manfaat, testimoni klien, dan formulir kontak.”
Tinjau halaman yang dihasilkan di bagian pratinjau, lalu sempurnakan dengan prompt tambahan.
Klik Onlinekan untuk menerbitkan halaman Anda di domain kustom.
Metode ini cocok bagi Anda yang lebih nyaman menggunakan prompt berbasis chat daripada editor visual, atau yang ingin menguji ide landing page dengan cepat tanpa harus membuat ulang setiap versi secara manual.
Kesimpulan
Membuat landing page yang efektif sebenarnya cukup mudah kalau Anda mengikuti enam langkah utama yang sudah kami jelaskan sebelumnya.
Tetapkan tujuan konversi yang jelas.
Buat judul yang menarik perhatian.
Tulis konten yang menekankan manfaat.
Sertakan bukti sosial dan testimoni.
Tambahkan CTA yang menarik.
Lakukan pengujian dan optimasi secara rutin.
Perlu diingat, tidak semua metode cocok untuk setiap landing page. Pilihan antara desain short-form dan long-form bergantung pada jenis penawaran, target audiens, serta tujuan yang ingin Anda capai.
Seperti contoh-contoh yang kami berikan di artikel ini, Anda bisa menggunakan Website Builder Hostinger untuk membuat landing page profesional yang mampu menghasilkan konversi, tanpa perlu coding manual. Jadi, sudah siap membuat landing page yang efektif menghasilkan konversi? Selamat mencoba dan semoga sukses!
Tanya jawab (FAQ) cara membuat landing page
Bagaimana cara membuat landing page untuk pemula?
Kalau masih pemula, cara paling mudah untuk membuat landing page adalah dengan menggunakan website builder dari Hostinger. Anda bisa menulis judul yang menarik menggunakan AI Writer bawaan, lalu menambahkan CTA yang jelas serta gambar yang relevan melalui editor drag-and-drop yang mudah digunakan.
Apakah perlu domain untuk landing page?
Tidak selalu, karena banyak platform yang memungkinkan Anda mengonlinekan landing page menggunakan domain sementara. Namun, tetap disarankan untuk memiliki domain sendiri karena membantu website Anda terlihat lebih profesional, meningkatkan kepercayaan pengunjung, dan menjaga konsistensi brand.
Bisakah membuat landing page tanpa website?
Ya, bisa. Anda bisa membuat landing page tunggal tanpa harus memiliki website lengkap. Dengan editor drag-and-drop bawaan Hostinger, Anda bisa menambahkan berbagai elemen yang dibutuhkan seperti judul, gambar, tombol, dan formulir hanya dalam satu halaman.
Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, sudah berpengalaman selama 10 tahun sebagai linguist dan 5 tahun sebagai Content Marketing Specialist di Hostinger. Ia suka mengikuti tren teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca mengatasi masalah yang dialami. Kenali Ninda lebih dekat di LinkedIn.
Agentic AI adalah jenis kecerdasan buatan tingkat lanjut yang mampu menetapkan tujuan, membuat rencana, bernalar, dan mengambil tindakan sendiri untuk...
Komentar
June 24 2022
Terima kasih atas semua masukan nya semoga ini bisa bermanfaat