Dec 18, 2025
Faradilla A.
10menit Dibaca
Meskipun 405 Method Not Allowed adalah error yang terjadi di sisi klien, munculnya kode ini juga sering kali disebabkan oleh konfigurasi sisi server.
Biasanya, error ini terjadi ketika klien mencoba menggunakan metode HTTP yang tidak diizinkan atau tidak didukung oleh server untuk resource yang diminta.
| Kode error | 405 Method Not Allowed |
| Jenis error | Error sisi klien |
| Variasi error | Error HTTP 405 – Method Not Allowed HTTP 405 Method Not Allowed 405 Not Allowed Method Not Allowed Error HTTP 405 |
| Penyebab error | Metode HTTP yang tidak bisa diterima Konfigurasi server yang salah Pembatasan API Aturan firewall khusus |
Contohnya, menggunakan metode HTTP POST pada URL yang hanya menerima permintaan GET bisa menyebabkan error 405. Hal ini sering terjadi pada halaman statis yang hanya bisa ditampilkan dan tidak bisa diubah.
Selain metode permintaan yang tidak didukung, ada beberapa kemungkinan penyebab lainnya:
Tampilan error 405 Not Allowed kira-kira seperti berikut ini, yang mungkin berbeda di setiap browser:

Error 405 Method Not Allowed terjadi ketika web server memahami permintaan awal yang dibuat oleh klien, tapi menolak metode HTTP yang disediakan meskipun resourcenya tersedia. Karena tidak bisa mengakses halaman yang diminta, web browser pun menampilkan pesan error 405.
Apa pun penyebabnya, mari kita coba langkah-langkah mengatasi error 405 Method Not Allowed:
Sebagian besar web server dikonfigurasi sedemikian rupa agar URL yang salah tidak mengarahkan pengguna ke halaman yang salah. Oleh karena itu, kemungkinan munculnya error 405 karena kesalahan URL sebenarnya sangat kecil.
Meski begitu, tidak ada salahnya memeriksa ulang URL yang diketik. Cara ini mungkin sangat biasa, tapi Anda jadi tidak perlu melakukan langkah lainnya kalau berhasil.
Ketika Anda menjumpai halaman web dengan error “405 Not Allowed”, cobalah melihat URL yang diakses untuk menemukan apakah ada kesalahan ketik. Setelah Anda memperbaiki URL yang salah, muat ulang halaman web untuk memeriksa apakah masalah sudah teratasi.
Apabila masih terjadi, mari lanjutkan ke solusi berikutnya.
Terkadang, halaman error 405 muncul setelah Anda mengupdate website. Untuk memperbaikinya, coba kembalikan semua update terakhir yang baru saja Anda lakukan pada website Anda, termasuk pembaruan ekstensi, modul, tema, atau plugin.
Prosesnya mungkin berbeda-beda di setiap platform atau aplikasi. Misalnya, kalau Anda menggunakan WordPress, instal plugin WordPress seperti Core Rollback untuk menurunkan versi CMS ini ke versi sebelumnya.
Ingat, selalu periksa website Anda setelah melakukan update apa pun untuk menghindari kode status HTTP 405.
Alasan lain yang mungkin menyebabkan error 405 Method Not Allowed adalah perubahan database.
Untuk menyelidikinya, periksa waktu modifikasi terakhir dalam database Anda. Informasi ini bisa menunjukkan apakah penyebabnya adalah perubahan tersebut, yang mungkin dilakukan oleh ekstensi yang terinstal.
Beberapa ekstensi bisa memodifikasi database Anda dan mungkin tidak bisa mengembalikan perubahan yang sudah dilakukan meskipun ekstensi sudah dihapus.
Langkah-langkah untuk memeriksanya bervariasi tergantung pada database Anda. User Hostinger bisa mengikuti panduan berikut:

SELECT
UNIX_TIMESTAMP(MAX(UPDATE_TIME)) AS last_update
FROM
information_schema.tables
WHERE
TABLE_SCHEMA = 'nama_database'
GROUP BY
TABLE_SCHEMA;
Periksa tabel dan data untuk setiap modifikasi yang tampaknya tidak Anda lakukan atau mungkin dimodifikasi oleh ekstensi tertentu. Apabila Anda menemukan perubahan yang mencurigakan, pertimbangkan untuk mengembalikannya.
Namun, lakukan dengan hati-hati untuk menghindari kehilangan atau kerusakan data yang tidak disengaja. Buat backup database sehingga Anda bisa mengembalikannya kalau terjadi error.
Apabila ragu, silakan hubungi tim Customer Success kami, yang akan dengan senang hati memberikan panduan dan membantu Anda menghindari modifikasi yang tidak perlu atau berbahaya.
Saat menginstal tema, plugin, atau ekstensi, kode website bisa berubah sehingga menyebabkan error 405.
Apabila pesan error mulai muncul setelah Anda menginstal plugin, tema, atau ekstensi baru, coba hapus dan instal ulang program tersebut.
Kalau menggunakan WordPress, lakukan langkah ini melalui Panel Admin WordPress → Plugins (Plugin) dan klik Deactivate (Nonaktifkan) di bawah plugin terbaru Anda.

Untuk menghapus tema WordPress, buka Appearance (Tampilan) → Themes (Tema). Apabila Anda menggunakan tema terbaru, ubah tema tersebut ke tema lain dulu. Kemudian, arahkan kursor ke tema baru, pilih Theme Details (Detail Tema), dan klik tombol Delete (Hapus).

User Hostinger juga bisa menghapus plugin dan tema WordPress melalui hPanel:

Periksa apakah pesan error masih muncul setelah Anda menonaktifkan plugin dan tema terbaru. Apabila masalah sudah teratasi, coba gunakan ekstensi lain pada website Anda.
Log server bisa membantu Anda mendiagnosis dan memahami hal-hal yang terjadi pada website Anda. Log ini sering kali menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah seperti error “405 Method Not Allowed”.
Ada dua jenis log utama: log server dan log aplikasi.
Log aplikasi menyimpan riwayat peristiwa yang terjadi pada aplikasi. Log server berhubungan dengan hardware yang menjalankan aplikasi. Setiap log ini memiliki fungsi yang berbeda dalam memantau dan menyelesaikan masalah di sistem website Anda.
Log server
Log server dikelola oleh web server, seperti Apache dan Nginx. File ini mencatat setiap permintaan yang dibuat ke server dan respons yang diberikan server.
Log ini biasanya dibagi menjadi:
Untuk menyelidiki error “405 Method Not Allowed”, Anda perlu memeriksa log akses dan log error.
Log akses membantu Anda melihat permintaan spesifik yang menyebabkan error, sementara log error memberikan petunjuk tentang kesalahan yang terjadi di sisi server.
Log aplikasi
Hampir setiap aplikasi web yang berjalan di server menyimpan log aplikasi. Log ini berisi riwayat lengkap aktivitas aplikasi web yang pernah terjadi, mulai dari hasil database yang diberikan hingga halaman yang diminta.
Tergantung pada strategi logging aplikasi, file ini bisa sangat bervariasi dalam format dan tingkat detailnya. Hal ini mungkin termasuk:
Saat menangani error “405 Method Not Allowed”, log aplikasi bisa memberikan konteks tentang cara aplikasi menangani permintaan dan alasannya memberikan respons dengan kode error 405.
Misalnya, log ini mungkin menunjukkan bahwa logika perutean aplikasi tidak mendukung metode HTTP yang diminta untuk URL yang diberikan.
Mengakses dan menganalisis log
Untuk mengakses log server, gunakan terminal Secure Shell (SSH) seperti PuTTy untuk membuat koneksi ke server. Aplikasi ini akan memberi Anda akses command-line untuk mengelola sistem file server Anda.
Setelah itu, cari file log di /var/log/apache2/ pada sistem Ubuntu atau /var/log/httpd/ pada sistem CentOS untuk Apache. Apabila Anda menggunakan NGINX, periksa /var/log/nginx/.
Apa pun sistem operasinya, Anda akan menemukan folder log di direktori root aplikasi, yang berisi access.log dan error.log.
Anda bisa menggunakan perintah untuk menampilkan teks seperti cat, less, atau tail guna melihat isi file log ini. Contohnya, perintah tail -f /var/log/apache2/error.log akan menampilkan entri terbaru dalam log error Apache secara real-time.
Setelah mengakses log, sekarang saatnya Anda menganalisisnya:
Apabila masalah “405 Method Not Allowed” terus berlanjut, periksa file konfigurasi software web server Anda. Cari redirect atau instruksi penanganan permintaan yang tidak disengaja.
Sebagian besar web server menggunakan file konfigurasi yang mengatur cara permintaan ditangani, dan error konfigurasi dalam file-file ini bisa secara tidak sengaja memblokir metode HTTP tertentu, yang mengarah ke error 405.
Berikut adalah beberapa error konfigurasi yang umum terjadi pada Apache dan NGINX.
Apache
Server Apache menggunakan file .htaccess untuk menentukan aturan bagi setiap direktori.
Error konfigurasi bisa muncul dari aturan yang dimaksudkan untuk membatasi akses atau memodifikasi penanganan permintaan. Keduanya bisa secara tidak sengaja memblokir permintaan yang sah:
NGINX
NGINX menggunakan nginx.conf untuk file konfigurasinya. Mirip dengan Apache, aturan tertentu dalam file ini bisa menyebabkan error 405 kalau salah dikonfigurasi:
Untuk menghindari error 405, periksa file konfigurasi yang relevan berdasarkan web server Anda.
Untuk Apache, akses file .htaccess melalui direktori root di sistem file website. Metode yang paling umum adalah dengan menggunakan klien FTP.
Di dalam file tersebut, cobalah untuk memberikan komentar sementara pada aturan RewriteRule yang tampak tidak tepat. Anda bisa menggunakan awalan karakter # dan memulai ulang web server untuk melihat apakah error sudah teratasi.
Apabila menggunakan NGINX, akses file nginx.conf melalui terminal SSH seperti PuTTy. Kemudian, cari aturan apa pun yang mungkin membatasi metode HTTP tertentu.
Selalu mulai ulang web server Anda setelah melakukan setiap perubahan untuk menerapkannya.
Error 405 sering kali berasal dari metode HTTP yang tidak sesuai antara permintaan aplikasi Anda dan cara server dikonfigurasi untuk menanganinya. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat meninjau kode kustom Anda:
Peninjauan kode secara menyeluruh di awal bisa membantu mencegah error 405. Pertimbangkan untuk melakukan hal-hal berikut ini:
Misalnya, untuk website WordPress, nonaktifkan plugin dan ganti tema Anda untuk mengisolasi masalah. Tinjau skrip kustom dan file .htaccess Anda, lalu gunakan developer tools di browser untuk menemukan permintaan yang bermasalah.
Terkadang, error HTTP 405 muncul karena masalah kompatibilitas. Coba pulihkan website dari backup untuk mengatasi kode respons ini:




Penulisan ulang aturan yang salah dalam file .htaccess di website WordPress bisa menyebabkan error 405.
Apabila Anda menghosting website WordPress di Hostinger, ikuti langkah-langkah penyelesaian masalah berikut ini:




Izin file berfungsi untuk mengontrol pengguna yang bisa mengakses dan memodifikasi file. Pengaturan yang salah terkadang bisa menyebabkan error 405, karena server mungkin tidak memiliki izin yang diperlukan untuk memproses permintaan dengan benar.
Ada beberapa cara untuk memperbaiki kepemilikan file, tergantung pada platform Anda. Apabila menggunakan Hostinger, Anda bisa mengakses hPanel dan memilih opsi Perbaiki Kepemilikan File pada menu Tingkat lanjut.

Setelah itu, konfirmasikan bahwa Anda ingin mengembalikan file dan folder website Anda ke nilai default, kemudian klik Jalankan.

Konfigurasi DNS (Domain Name System) yang salah bisa menyebabkan permintaan dikirim ke server yang salah. Server ini mungkin tidak diatur untuk menangani metode HTTP tertentu sehingga berpotensi menghasilkan kode status HTTP 405.
Periksa A record DNS Anda untuk memastikan semuanya sudah benar. A record adalah jenis DNS record yang paling dasar, berfungsi untuk mengarahkan domain atau subdomain ke alamat IP yang terkait.
Langkah-langkah untuk mengakses DNS record akan berbeda-beda tergantung pada provider web hosting Anda. User Hostinger bisa mengaksesnya melalui bagian DNS Zone Editor di hPanel, dari menu Tingkat lanjut:

Periksa apakah A record Anda berisi informasi berikut:
Pengaturan domain yang mengontrol redirect URL atau perilaku proxy juga bisa memengaruhi cara permintaan diproses.
Aturan redirect atau proxy yang salah dikonfigurasi bisa mengubah atau membatasi metode HTTP, yang mengakibatkan respons “405 Method Not Allowed” yang tidak diharapkan.
Error “405 Method Not Allowed” terjadi ketika web server menerima permintaan menggunakan metode HTTP yang tidak mendukung atau mengizinkan resource yang diminta. Penyebab umumnya meliputi:
Untuk memperbaiki kode status 405, pertimbangkan solusi umum ini:
Error 405 terjadi ketika klien mencoba menggunakan metode HTTP yang tidak diizinkan oleh server. Sebagai contoh, masalah ini bisa terjadi ketika pengguna mencoba menggunakan metode seperti PUT atau DELETE pada resource yang hanya mengizinkan permintaan GET atau POST.
Pastikan untuk menggunakan metode HTTP yang sesuai untuk resource yang diminta untuk mencegah error “405 Method Not Allowed”. Periksa dokumentasi server untuk menentukan metode yang diizinkan untuk setiap resource, dan pastikan permintaan tersebut hanya menggunakan metode yang diizinkan.
Izin file yang salah biasanya tidak memicu error “405 Method Not Allowed” secara langsung. Meski begitu, kesalahan ini bisa menyebabkan jenis error HTTP lainnya, seperti “403 Forbidden”, “404 Not Found”, dan “500 Internal Server Error”.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.