Jan 08, 2025
Faradilla A.
3menit Dibaca
Dalam mengelola database website, ada saatnya Anda perlu mengimpor database, misalnya untuk memulihkan atau menggantinya dengan yang baru. Namun, tugas ini perlu dilakukan dengan hati-hati agar Anda tidak kehilangan data penting.
Nah, salah satu tool yang akan Anda butuhkan untuk mengimpor database adalah phpMyAdmin. Tool ini membantu Anda mengelola database MySQL dengan lebih mudah, baik secara lokal di XAMPP maupun di layanan hosting online.
Di artikel ini, kami akan menjelaskan cara import database MySQL menggunakan phpMyAdmin dalam langkah-langkah yang mendetail. Jadi, langsung saja simak dan ikuti tutorialnya dengan cermat yuk!
Untuk mengimpor database MySQL menggunakan phpMyAdmin, ada beberapa langkah yang perlu Anda ikuti, mulai dari persiapan hingga memvalidasi hasilnya.
Berikut adalah langkah-langkah mengimpor database MySQL di phpMyAdmin dari awal sampai akhir:
Sebelum mulai mengimpor database, pastikan Anda sudah mempersiapkan dua hal berikut ini:
Kalau semuanya sudah siap, mari lanjut ke langkah berikutnya.
Anda perlu membuka phpMyAdmin untuk memulai proses impor database. Langkah-langkahnya akan berbeda tergantung pada control panel hosting dan status database Anda.
Apabila sudah menjadi klien Hostinger, Anda bisa mengakses phpMyAdmin melalui hPanel. Berikut caranya:

Di control panel hosting lain, misalnya cPanel, caranya juga tidak terlalu berbeda. Login ke control panel Anda melalui browser, lalu buka Databases → phpMyAdmin.

Kalau menggunakan XAMPP, jalankan aplikasi ini di komputer Anda lalu pastikan Apache dan MySQL sudah aktif. Setelah itu, buka browser dan akses localhost/phpmyadmin di kolom alamat browser.
Setelah phpMyAdmin terbuka, Anda perlu memilih database yang akan dijadikan tujuan proses impor. Cukup klik database tersebut di sebelah kiri halaman phpMyAdmin.
Kalau belum memiliki database sebagai lokasi impor, Anda bisa membuatnya dulu. Untuk database online, Anda bisa menggunakan control panel hosting untuk melakukannya.
Di hPanel, buat database MySQL melalui menu Database → Pengelolaan. Di bagian Buat Database MySQL dan Database User yang Baru, masukkan nama database, username, dan password, lalu klik Buat.

Untuk cPanel, Anda bisa membuatnya dari menu Databases → Manage My Databases → Create New Database. Masukkan nama database yang Anda inginkan, lalu klik Create Database.
Apabila menggunakan server lokal di XAMPP, Anda bisa membaca panduan lebih lengkapnya di tutorial kami tentang cara membuat database di phpMyAdmin dan XAMPP.
Setelah database tersedia, klik nama database tersebut dari daftar di phpMyAdmin untuk mulai mengimpor file SQL.
Berikutnya, Anda perlu mengimpor file SQL ke database MySQL yang sudah dipilih di phpMyAdmin. Berikut langkah-langkahnya:


Lamanya proses impor tergantung pada ukuran file SQL Anda. Apabila prosesnya selesai tanpa masalah, Anda akan melihat pesan seperti berikut ini:

Anda masih perlu memastikan bahwa database sudah berhasil diimpor dengan benar. Ikuti langkah-langkah berikut untuk mengeceknya:

Proses validasi ini penting untuk memastikan semua data dan struktur tabel dari file SQL Anda sudah diimpor tanpa masalah. Apabila ada tabel atau data yang hilang, periksa kembali file SQL Anda atau ulangi proses impor.
Di artikel ini, Anda sudah mempelajari langkah-langkah mengimpor database MySQL di phpMyAdmin. Tutorial ini bisa diterapkan baik di hosting online melalui control panel hosting maupun di server lokal menggunakan XAMPP.
Namun, untuk website online, sebenarnya akan lebih efektif apabila Anda mengimpor database langsung di layanan hosting. Dengan database yang terkelola di hosting, data website Anda akan lebih tersinkron untuk menyimpan data pengguna.
Mudah-mudahan tutorial ini bisa membantu Anda menjalankan proses impor database MySQL tanpa masalah, ya. Kalau masih ada pertanyaan, sampaikan lewat kolom komentar yuk!
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.