Jan 08, 2025
Faradilla A.
6menit Dibaca
Database merupakan komponen untuk menyimpan data dari aplikasi atau website. Kalau database bermasalah, misalnya terjadi error sistem atau faktor lain, Anda bisa kehilangan data penting. Oleh karena itu, Anda harus selalu membackup database secara rutin.
Salah satu cara efektif untuk membackup database MySQL adalah menggunakan Mysqldump. Dengan tool ini, Anda bisa menyimpan salinan database dalam format yang mudah dikelola dan siap dipulihkan kapan saja.
Penasaran cara menggunakannya? Di tutorial ini, kami akan menjelaskan cara backup database MySQL dengan Mysqldump serta memulihkannya. Mari pelajari langkah-langkahnya di bawah ini!
Mysqldump adalah tool bawaan MySQL yang berfungsi untuk mencadangkan database website, baik di localhost maupun website yang sudah online.
Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu menjalankan perintah melalui akses SSH, lalu salinan database Anda akan dibuat secara otomatis.
Tool berbasis CLI (Command Line Interface) ini sangat praktis karena Anda tidak perlu menginstal software tambahan. Anda juga bisa menjalankan berbagai variasi perintah untuk membackup database sesuai kebutuhan.
Selain itu, file backup yang dihasilkan akan berupa file SQL yang bisa dipindahkan ke server lain atau dipulihkan dengan mudah. File SQL tersebut juga berbentuk teks, yang bisa dibaca dan diedit kalau perlu.
Apabila ingin menggunakan tool ini, Anda bisa mulai dulu dengan mempelajari syntax perintah SQL dump untuk membackup database.
Secara umum, berikut syntax SQL dump untuk backup database:
mysqldump -u [username] -p [database_name] > [output_file.sql]
Ini penjelasan setiap bagian kode di atas:
Untuk memberi Anda gambaran yang lebih jelas, di bawah ini adalah contoh perintah untuk membackup database bernama website_db ke file backup.sql:
mysqldump -u root -p website_db > backup.sql
Nah, kalau Anda sudah mulai memahaminya, mari lanjut ke cara menggunakan SQL dump untuk membackup database di bawah ini.
Sebelum mencoba berbagai cara backup, Anda perlu mempersiapkan hal-hal berikut ini lebih dulu:
Layanan hosting dengan akses SSH
Pastikan layanan hosting Anda mendukung akses SSH, karena perintah Mysqldump akan dijalankan melalui Terminal.
Apabila menggunakan hPanel, Anda bisa menemukan informasi SSH melalui menu Tingkat Lanjut → SSH Access dari dashboard website Anda di hPanel. Pastikan statusnya sudah aktif.

Kemudian, akses server Anda melalui SSH menggunakan Terminal atau PuTTY dengan memasukkan perintah di bawah ini. Ganti username, ip, dan port dengan informasi SSH Anda:
ssh username@ip -p port
Kalau menggunakan control panel lain, langkah-langkahnya juga tidak terlalu berbeda kok. Misalnya di cPanel, Anda bisa langsung membuka Terminal melalui menu Advanced.
Informasi database MySQL
Setelah itu, temukan informasi nama database dan user MySQL Anda. Catat nama database, username, dan password MySQL yang ingin dibackup, karena akan dibutuhkan nanti untuk menjalankan perintah.
Di hPanel, temukan informasi database Anda melalui menu Database → Pengelolaan. Apabila tidak ingat kata sandinya, ganti melalui menu titik tiga di samping database, lalu pilih Ubah Password.

Setelah semuanya siap, mari lanjut ke langkah-langkah backup database menggunakan Mysqldump.
Metode di bawah ini bertujuan untuk membackup satu database tertentu. Berikut langkah-langkahnya:
mkdir /home/username_SSH/public_html/backup
mysqldump -u database_username -p database_name > /home/username_SSH/public_html/backup/backup_satu_database.sql

Apabila perlu membackup lebih dari satu database sekaligus, Anda bisa menggunakan perintah mysqldump dengan nama-nama database yang dipisahkan oleh spasi.
Berikut langkah-langkahnya:
mysqldump -u database_username -p --databases website_db blog_db > /home/username_SSH/public_html/backup/backup_beberapa_database.sql
Untuk membackup seluruh database MySQL yang ada di server, Anda bisa menggunakan opsi –all-databases. Caranya juga masih sama:
mysqldump -u database_username -p --all-databases > /home/username_SSH/public_html/backup/backup_semua_database.sql
Untuk memastikan setiap backup memiliki nama yang berbeda-beda dan mudah dikenali, Anda bisa menambahkan timestamp atau keterangan waktu pada nama file backup.
Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:
mysqldump -u database_username -p database_name > /home/username_SSH/public_html/backup/backup_database_$(date +\%F).sql
Perintah di atas akan menambahkan cap waktu (dalam format YYYY-MM-DD) pada nama file backup.
Untuk menghemat ruang penyimpanan, Anda bisa membuat file backup yang terkompresi. Langkah-langkahnya seperti berikut:
mysqldump -u database_username -p database_name | gzip > /home/username_SSH/public_html/backup/backup_database_$(date +\%F).sql.gz
Apabila tidak sempat backup database secara manual, Anda bisa menggunakan Cron Job untuk melakukan backup otomatis secara berkala. Namun, langkah-langkahnya akan sedikit berbeda dengan metode-metode sebelumnya.
Ini cara backup database MySQL menggunakan Cron Job:
nano ~/.my.cnf
[client] user = database_username password = database_password
chmod 600 ~/.my.cnf
crontab -e
0 10 * * * mysqldump -u database_username -p database_name > /home/username_SSH/public_html/backup/backup_cronjob-$(date +\%Y\%m\%d).sql

Selesai! Anda sudah mempelajari berbagai metode untuk membackup database MySQL menggunakan Mysqldump. Berikutnya, Anda mungkin perlu menyimpan file ini di lokasi lain agar lebih aman.
Setelah menjalankan perintah Mysqldump untuk membackup database MySQL, Anda bisa menemukan file hasil backup tersebut di lokasi yang sudah Anda tentukan.
Berikut cara menemukannya:
1. Lokasi file backup
Secara default, kalau Anda mengikuti langkah-langkah di atas, file backup MySQL dump akan disimpan di dalam folder /public_html/backup/ atau folder lain yang Anda tentukan saat menjalankan perintah mysqldump.
Contohnya, kalau Anda menggunakan perintah berikut:
mysqldump -u database_username -p database_name > /home/username_SSH/public_html/backup/backup_satu_database.sql
Artinya file backup_satu_database.sql akan tersimpan di dalam folder /home/username_SSH/public_html/backup/.
2. Akses melalui file manager
Anda juga bisa melihat hasil proses backup melalui File Manager di control panel hosting Anda.
Apabila menggunakan hPanel, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut untuk mengakses File Manager Hostinger:

Setelah membuat backup database MySQL menggunakan Mysqldump, Anda bisa memulihkannya atau restore kapan pun saat diperlukan.
Di bagian ini, kami akan menjelaskan beberapa cara untuk restore database MySQL dari hasil Mysqldump.
Apabila Anda hanya punya satu file backup yang berisi satu database, berikut langkah-langkah untuk memulihkannya:
mysql -u database_username -p database_name < /home/username_SSH/public_html/backup/backup_satu_database.sql
SHOW TABLES;
Apabila Anda membackup semua database menggunakan opsi –all-databases tapi hanya ingin memulihkan salah satu database, Anda bisa menggunakan opsi –one-database.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
mysql -u database_username -p --one-database database_name < /home/username_SSH/public_html/backup/full_backup_file.sql
SHOW TABLES;
Selesai! Anda pun berhasil memulihkan database yang sudah dibuat menggunakan perintah Mysqldump.
Selanjutnya, Anda bisa mengelola database secara lebih efisien dan membackupnya untuk melindungi data-data penting di website Anda apabila terjadi hal-hal yang tidak terduga.
Backup database rutin akan membantu Anda mencegah risiko kehilangan data penting. Dengan memahami cara backup database MySQL dengan Mysqldump, Anda kini memiliki opsi lain untuk melindungi data website dari kejadian yang tidak terduga.
Selain itu, Anda bisa memanfaatkan variasi perintah Mysqldump untuk membackup database sesuai kebutuhan.
Agar tidak perlu melakukan tugas berulang, otomatiskan proses backup menggunakan Cron Job. Dengan begitu, Anda bisa fokus menangani tugas-tugas penting lainnya tanpa khawatir tentang data yang belum dibackup.
Apabila Anda masih memiliki pertanyaan atau kesulitan dalam mengikuti langkah-langkah di tutorial ini, jangan sungkan untuk menyampaikannya lewat kolom komentar, ya. Selamat mencoba dan semoga berhasil!
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.