Dec 18, 2025
Faradilla A.
6menit Dibaca
Backup website merupakan langkah penting yang tidak boleh diabaikan oleh setiap pemilik website. Baik untuk mencegah pelanggaran data, masalah teknis, maupun kesalahan manusia, backup membantu menjaga website dan reputasi online Anda tetap aman.
Di artikel ini, kami akan menjelaskan cara backup website menggunakan control panel hosting seperti hPanel dan cPanel, serta metode manual bagi pengguna yang lebih memilih langkah-langkah teknis.
Langsung simak tutorial backup website di bawah ini yuk! Pastikan untuk mengikuti langkah-langkahnya dengan cermat, ya.
Backup website adalah file salinan yang berisi konten, database, dan kode website Anda yang disimpan di lokasi terpisah. File backup berperan sebagai lapisan keamanan tambahan untuk mengembalikan fungsi website Anda ke kondisi semula apabila terkena hack, mengalami kehilangan data, atau masalah teknis sehingga meminimalkan downtime dan memastikan data tetap terlindung.
Pertama, kami akan membahas langkah-langkah mencadangkan website melalui control panel Hostinger, hPanel. Menggunakan hPanel, Anda bisa mendownload dan memulihkan file backup website tanpa ribet berkat fitur-fitur dan tampilannya yang mudah.
Hostinger membuat backup mingguan atau harian secara otomatis untuk website Anda tergantung pada paket hosting yang digunakan. Untuk mendownload backup file dan database website, ikuti langkah-langkah mudah berikut ini:
Langkah 1 – Download file website

Langkah 2 – Download database website

Apabila ingin menyimpan salinan terbaru file website dan database Anda, klik Buat backup baru → Pilih. Perlu diingat bahwa Anda hanya bisa membuat satu file backup baru dalam 24 jam.

Apabila Anda memilih untuk tidak mendownload data website dan hanya ingin memulihkan versi website sebelumnya, Anda bisa menggunakan fitur pemulihan sekali klik di hPanel.
Memulihkan file website

Memulihkan database website

Apabila Anda mengalami masalah atau memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menghubungi tim dukungan kami.
Selain itu, kalau Anda masih menggunakan control panel lain dan ingin beralih ke hPanel, Anda bisa mentransfernya ke Hostinger. Untuk mengetahui langkah-langkahnya, Ikuti panduan kami lainnya tentang cara pindah hosting ke provider baru.

cPanel menyediakan beberapa opsi backup bagi para penggunanya, termasuk backup penuh otomatis, backup sebagian, dan backup manual.
Dengan metode backup ini, Anda bisa membuat backup akun lengkap, termasuk direktori utama website, database MySQL, email, dan pengaturan DNS website. Metode ini terutama digunakan untuk mentransfer akun Anda ke provider hosting lain.
Untuk melakukannya, login ke cPanel Anda dulu lalu ikuti langkah-langkah berikut ini:



Cara ini merupakan yang paling mudah karena Anda bisa melakukannya hanya dengan sekali klik. Namun, hanya file dan email Anda yang akan disimpan.
Berikut cara mendownload backup direktori utama di cPanel:

Menggunakan metode backup ini, Anda bisa mencadangkan file-file website tertentu saja. Namun, prosesnya mungkin akan sedikit lebih rumit.
Sebelum melanjutkan, Anda perlu menemukan folder root tempat file-file website Anda berada. Biasanya Anda bisa menemukannya di direktori public_html, tapi bisa juga di subdirektori seperti /w/.
Berikut langkah-langkah untuk memulai proses backup di cPanel:


Setelah langkah terakhir selesai, Anda pun sudah berhasil mencadangkan semua file yang diperlukan pada website Anda.
cPanel menyediakan panduan mudah yang bermanfaat bagi pengguna yang belum pernah membackup website. Apabila Anda khawatir akan menyebabkan error saat mencadangkan website secara manual, ikuti langkah-langkah di bawah ini:
Untuk Partial Backup, proses download akan dimulai secara otomatis.
Untuk Full Backup, berikut langkah-langkah tambahan yang perlu Anda lakukan:

Sebagian besar web host biasanya sudah menyediakan solusi backup website otomatis. Namun, ada kalanya layanan ini tidak berfungsi dan Anda harus melakukannya sendiri secara manual.
Perlu diketahui bahwa Anda perlu mendownload file dan database website saat membackup website secara manual. Kalau tidak, proses backup tidak akan berhasil, dan data Anda mungkin hilang.
Dengan FTP, Anda tidak perlu login ke akun hosting setiap kali akan membackup seluruh file dan data website. Namun, Anda memerlukan klien FTP.
Untuk tutorial ini, kami akan menggunakan klien FTP FileZilla.
Langkah 1 – Buat Koneksi ke server FTP melalui klien FTP

Langkah 2 – Download file website ke komputer

Selanjutnya, Anda perlu mendownload database website dari control panel phpMyAdmin. Kami akan menggunakan hPanel untuk tutorial ini.



Setelah mendownload file SQL, pastikan untuk menyimpannya di folder tempat file backup berada di komputer Anda.
Apabila ingin memulihkan website Anda, ikuti panduan kami lainnya tentang cara restore WordPress dari backup.
Untuk berjaga-jaga apabila terjadi masalah pada website, sebaiknya Anda selalu menjadwalkan backup secara rutin atau membackup website secara manual. Meskipun sudah menerapkan langkah-langkah keamanan website terbaik, tetap ada risiko yang mungkin menyebabkan data Anda hilang.
Nah, dengan mencadangkan website secara teratur, Anda pun bisa mengupload file website dengan mudah untuk mengembalikan fungsinya ke kondisi semula. Anda tidak perlu membuat website dari awal, atau khawatir akan kehilangan data penting.
Singkatnya, ada tiga metode untuk backup website Anda:
Meskipun semua metode ini menghasilkan output yang sama, sebaiknya gunakan control panel hosting seperti hPanel atau cPanel untuk mempermudah prosesnya dari awal sampai akhir.
Untuk membantu Anda memahami pentingnya backup website, kami akan menjawab beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan tentang proses ini.
Backup mencegah kehilangan data kalau website Anda kena hack, mengalami error, atau update yang tidak kompatibel sehingga tidak terjadi error yang merusak reputasi online dan kepercayaan pelanggan Anda. Dengan backup, Anda bisa menghindari kehilangan semua data website dan memulainya lagi dari nol.
Tergantung pada update dan traffic website Anda. Jadwal yang paling disarankan sebaiknya setiap hari untuk website yang aktif, dan mingguan untuk website yang lebih statis. Hal ini memastikan keamanan website secara efektif.
Waktu pemulihannya akan berbeda-beda tergantung pada ukuran dan metode backup yang dipilih. Untuk hPanel dan cPanel, biasanya Anda hanya membutuhkan beberapa menit. Backup manual melalui FTP atau phpMyAdmin bisa memakan waktu lebih lama.
Sebaiknya cek kondisi (health) website Anda, pastikan masih ada ruang penyimpanan yang mencukupi, serta tinjau kembali tool dan path backup untuk memastikan kelancaran proses backup.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.