Feb 03, 2026
Faradilla A.
8menit Dibaca
OpenClaw adalah agent AI open-source yang bisa berjalan secara self-host di infrastruktur Anda sendiri, bukan sebagai layanan cloud terkelola. Anda bisa menjalankannya di komputer lokal, di VPS, atau di hardware khusus seperti Raspberry Pi.
Kemampuan self-host ini menjadi keunggulan OpenClaw, terutama kalau Anda lebih suka asisten AI yang bisa berinteraksi langsung dengan file, proses, dan lingkungan operasi Anda sembari tetap mengontrol tempat data Anda disimpan.
OpenClaw adalah AI agent proaktif dengan kontrol berbasis pesan, memori percakapan, dan kemampuan mengeksekusi tugas secara langsung. Anda cukup berinteraksi lewat chat, lalu OpenClaw akan menafsirkan tujuan, mengingat konteks, dan menjalankan tindakan di sistem Anda sebagai tool produktivitas dan automasi pribadi.
Proyek ini dimulai pada akhir 2025 dengan nama Clawdbot, yang dibuat oleh Peter Steinberger. Setelah rilis publik pada 26 Januari 2026, repositori ini langsung menjadi salah satu yang tumbuh paling cepat di GitHub, memperoleh lebih dari 60.000 star hanya dalam tiga hari.
Tidak lama kemudian, proyek ini berganti nama menjadi Moltbot setelah Anthropic menyatakan keberatan terkait merek dagang karena maskot Clawd dinilai terlalu mirip dengan Claude AI. Namanya lalu diubah menjadi OpenClaw sebagai bagian dari rebrand yang sengaja dilakukan untuk menekankan identitas open-source dan kemampuan self-host bot ini.
OpenClaw paling tepat disebut sebagai asisten AI proaktif yang tidak hanya menunggu perintah lalu merespons permintaan. Sistem ini berjalan terus-menerus di latar belakang, melacak tugas, memantau kondisi, dan menindaklanjuti pekerjaan tanpa perlu input pengguna setiap saat.
Ada beberapa karakteristik yang membedakannya:
Gabungan karakteristik ini menjadikan OpenClaw asisten automasi AI proaktif yang mampu menangani pekerjaan rutin secara mandiri. Sistem ini mengelola tugas, mengoordinasikan workflow, dan mengotomatiskan operasi sehari-hari tanpa perlu pengawasan terus-menerus.
OpenClaw menafsirkan bahasa natural dan bisa bertindak secara otonom lewat percakapan, sedangkan n8n menjalankan workflow berbasis trigger yang sudah ditentukan dan dibangun dengan logika visual.
OpenClaw adalah tool automasi workflow berbasis AI yang berjalan terus-menerus dan merespons instruksi dalam bahasa alami melalui aplikasi chat seperti WhatsApp, Telegram, atau Slack. Asisten ini bisa bertindak sendiri, mengingat konteks, dan menjalankan tugas secara mandiri.
Sementara itu, n8n adalah tool automasi workflow berbasis visual. Platform ini memungkinkan Anda menghubungkan aplikasi dan layanan melalui editor berbasis node, lalu membangun proses otomatis yang dipicu oleh peristiwa seperti saat email diterima, webhook terpanggil, atau sesuai jadwal.
Mari simak tabel di bawah ini untuk memahami perbandingan singkat OpenClaw dan n8n.
| Fitur | OpenClaw | n8n |
| Antarmuka utama | Percakapan (chat bahasa alami) | Workflow builder visual |
| Logika eksekusi | Agen otonom memutuskan cara bertindak | Langkah-langkah yang sudah ditentukan dijalankan secara berurutan |
| Memori | Mengingat konteks seiring waktu | Stateless (reset) pada setiap eksekusi workflow |
| Kasus penggunaan | Interpretasi tugas ad-hoc dan personal | Automasi proses yang terstruktur dan berulang |
| Trigger | Bahasa alami dan konteks yang berkelanjutan | Waktu terjadwal, API, trigger webhook |
Walau OpenClaw dan n8n sama-sama mendukung automasi, keduanya memiliki tujuan yang berbeda sehingga Anda bahkan bisa menggunakannya secara bersamaan. Misalnya, Anda bisa menggunakan OpenClaw untuk menentukan tindakan yang perlu dilakukan berdasarkan interaksi chat, lalu menambahkan trigger pada workflow n8n agar automasi berjalan di belakang layar.
Namun, kalau Anda hanya ingin memilih salah satunya, OpenClaw cocok untuk:
Atau, pilih n8n kalau Anda membutuhkan:
Perbedaan mendasar antara OpenClaw, ChatGPT, dan large language model (LLM) lainnya adalah kemampuan eksekusinya.
Chatbot cloud tradisional menghasilkan respons percakapan dan memberi panduan, tapi tidak menjalankan tugas secara langsung. Sebaliknya, OpenClaw dibangun sebagai AI agent yang memahami instruksi berbahasa alami dan langsung mengeksekusi tugas, bukan sekadar menjelaskan cara melakukannya.
OpenClaw juga proaktif, bukan reaktif. Kebanyakan tool AI generatif hanya merespons saat diminta, sedangkan OpenClaw bisa memulai percakapan, mengirim pengingat, dan meneruskan tugas dari waktu ke waktu tanpa perlu instruksi berulang.
Selain itu, dari sisi deployment, OpenClaw lebih fleksibel dibandingkan dengan asisten yang hanya berbasis cloud.
Anda bisa menjalankannya di hardware milik sendiri, seperti Mac, PC, atau Raspberry Pi, untuk privasi dan kontrol yang lebih baik. Atau, deploy OpenClaw di VPS agar selalu tersedia 24/7.
Anda juga bisa memilih model AI yang ingin digunakan, termasuk Claude dari Anthropic dan ChatGPT dari OpenAI. Metode yang berjalan secara self-host ini berbeda dengan layanan pihak ketiga, yang sepenuhnya bergantung pada infrastruktur jarak jauh milik penyedia.

OpenClaw adalah AI agent yang berjalan secara self-host dan dikontrol lewat antarmuka chat, menggabungkan pemahaman bahasa alami dengan eksekusi tugas sesungguhnya.
Jadi, pengguna berkomunikasi dengan OpenClaw melalui platform chat pada umumnya, bukan dashboard tradisional. Dengan begitu, obrolan sehari-hari bisa diubah menjadi perintah yang bisa dijalankan secara otomatis.
Anda bisa menggunakan aplikasi chat populer seperti WhatsApp, Telegram, atau Discord sebagai antarmuka pesan OpenClaw, yang menjadi pusat untuk semua tindakan.
Anda tidak perlu menggunakan perintah coding atau syntax tertentu, cukup jelaskan tugas lewat obrolan seperti sedang chat dengan teman. Misalnya, Anda bisa meminta OpenClaw mengatur file atau mengecek sesuatu di internet.
OpenClaw juga melakukan deteksi intent (niat/maksud), mengubah input percakapan menjadi tindakan yang bisa dieksekusi. Hasilnya, automasi bisa dijalankan cukup melalui chat, di mana instruksi terasa alami tapi tetap menjalankan operasi sebenarnya.
Begitu ada tugas masuk, OpenClaw akan mengambil konteks yang relevan dari percakapan sebelumnya dan data yang tersimpan. Memori percakapan ini memungkinkan sistem mengingat preferensi, tugas yang sedang berjalan, dan instruksi sebelumnya, menjaga kesinambungan di setiap interaksi dan mendukung kolaborasi jangka panjang yang lebih alami.
Sebelum bertindak, OpenClaw menentukan cara terbaik untuk menyelesaikan tugas. Sistem ini memecah permintaan menjadi langkah-langkah logis dan memilih tool yang paling tepat, baik akses terminal, utilitas manajemen file, maupun automasi browser. Fase perencanaan ini memastikan setiap langkah tetap terarah, efisien, dan selaras dengan tujuan Anda.
Setelah tahap perencanaan, OpenClaw menjalankan tugas langsung di infrastruktur tempatnya di-deploy. Dengan begitu, sistem bisa menjalankan perintah terminal, mengelola file, atau menelusuri web langsung di sistem Anda.
Baik ketika dijalankan di komputer pribadi maupun di VPS, semua proses berjalan di sistem yang Anda kontrol, bukan di layanan cloud terkelola. Desain ini memungkinkan Anda mengontrol data dan sistem eksekusi dengan lebih baik.
Berbeda dengan chatbot tradisional yang hanya merespons saat diminta, OpenClaw bisa memulai percakapan sendiri. Bot ini mampu mengirim notifikasi, konfirmasi, dan pengingat seiring berjalannya tugas atau saat kondisi berubah.
Rangkaian tindak lanjut ini membantu user memantau perkembangan tugas yang sedang berjalan tanpa harus bolak-balik mengeceknya, sekaligus menekankan peran OpenClaw sebagai agent otonom, bukan sekadar tool percakapan pasif.
OpenClaw bisa menangani berbagai kebutuhan automasi tugas AI, terutama yang membutuhkan otonomi dan berjalan terus-menerus.
Untuk meningkatkan produktivitas, bot ini bisa bertindak sebagai asisten AI pribadi yang membantu membuat jadwal dan pengingat, melakukan riset dan pencatatan, serta memantau tugas yang sedang berjalan.
Jadi, OpenClaw bisa mengingat tujuan Anda, menindaklanjuti pekerjaan yang belum selesai, dan mengelola tugas di belakang layar; tidak hanya sekali jawab lalu selesai. Anda pun bisa fokus pada hal lain yang perlu ditangani.
Selain itu, OpenClaw mendukung automasi untuk developer dan workflow tingkat sistem.
Bot ini bisa menjalankan perintah terminal, mengelola file, memantau proses, dan mengotomatiskan tugas sistem yang berulang, langsung di sistem tempatnya dijalankan. Dengan begitu, developer bisa mengalihkan pekerjaan manual yang berulang seperti menyiapkan environment, mengecek log, dan pemeliharaan berbasis skrip.
OpenClaw juga cocok untuk menjalankan tugas latar belakang yang berlangsung lama. Sistem ini bisa memantau kondisi, menunggu event, atau melanjutkan workflow multi-step seiring waktu tanpa perlu input terus-menerus. Terkadang, suatu tugas juga bisa memakan waktu selama berjam-jam hingga berhari-hari, dan AI agent ini akan memberikan update, konfirmasi, atau pengingat sesuai kebutuhan.

Model keamanan Moltbot terkait erat dengan desainnya yang bisa dijalankan secara self-host. Anda bisa menjalankan OpenClaw sepenuhnya di hardware pribadi, men-deploynya di VPS sendiri, atau mengaktifkan API model berbasis cloud saat membutuhkan penalaran yang lebih baik.
Dengan menjalankan bot ini di infrastruktur Anda sendiri, semua data, proses eksekusi, dan akses sistem bisa Anda kelola sepenuhnya, bukan bergantung pada layanan pihak ketiga. Namun, meski membantu meningkatkan privasi, hal ini juga berarti keamanannya akan sangat bergantung pada bagaimana Anda mengonfigurasi dan mengelolanya.
Memberikan izin kepada AI agent untuk menjalankan perintah, mengelola file, atau mengontrol proses sistem menimbulkan pertimbangan keamanan yang signifikan.
Pada Januari 2026, para peneliti keamanan mengidentifikasi kerentanan serius pada instance OpenClaw yang salah konfigurasi. Temuan mereka mengungkap masalah konfigurasi sekaligus risiko yang memang melekat pada sistem agentic AI.
Meski sebagian kerentanan ini berasal dari praktik deployment yang kurang tepat, kondisi ini menyoroti masalah keamanan nyata saat menjalankan AI agent otonom dengan akses sistem.
Untuk mengurangi risiko tersebut, ikuti tips keamanan dari kami berikut ini sebelum menjalankan instance OpenClaw:
Menjalankan AI assistant secara self-hosting berarti semua kontrol dan tanggung jawabnya ada di tangan Anda. Berbeda dengan layanan cloud terkelola yang mengandalkan pengaturan keamanan bawaan dari penyedianya, OpenClaw memberi Anda kebebasan untuk membangun sistem sendiri, sekaligus kewajiban untuk melindunginya dengan baik.
OpenClaw sangat berguna bagi developer dan pengguna teknis yang sering bekerja dengan tool sistem, automasi, dan software yang berjalan secara self-host. Fleksibilitas, otonomi, dan integrasi sistemnya menjadikan OpenClaw pilihan yang baik di antara tool automasi AI lainnya.
Kalau Anda suka merancang workflow sendiri, menjalankan script, atau membangun sistem yang berjalan di latar belakang, OpenClaw menyediakan fitur canggih yang tidak akan Anda temukan di tool AI generatif yang lebih sederhana.
Namun, OpenClaw bukan tool yang sepenuhnya terkelola dan siap pakai sejak awal. Bot ini membutuhkan penyiapan teknis awal, termasuk self-hosting dan konfigurasi dasar.
Penting! Sebelum menggunakan OpenClaw, pastikan Anda sudah terbiasa dengan hal-hal berikut:
– Antarmuka command line dan operasi terminal
– Pengelolaan keamanan server dan konfigurasi jaringan
– Identifikasi dan penanganan serangan prompt injection
– Penyelesaian masalah di level sistem
– Audit keamanan dan update rutin
Karena ada kerentanan keamanan yang pernah terdokumentasi pada instance yang salah konfigurasi, OpenClaw membutuhkan keahlian teknis yang baik agar bisa disiapkan dengan aman.
Ada dua cara utama untuk men-deploy OpenClaw, tergantung pada kontrol yang Anda butuhkan dan seberapa jauh Anda ingin terlibat langsung dalam proses penyiapannya.
Opsi 1: Penginstalan self-managed (mandiri)
Menjalankan OpenClaw di hardware Anda sendiri memungkinkan bot ini mengakses file lokal dan resource sistem Anda tanpa latensi jaringan. Bot ini mendukung macOS, Linux, dan Windows, jadi bisa digunakan di sebagian besar lingkungan pengembangan modern.
Anda bisa menginstal OpenClaw di hardware yang Anda kelola sendiri, misalnya:
Opsi ini direkomendasikan kalau Anda sudah terbiasa bekerja lewat terminal, menginstal dependensi, dan mengelola proses sistem.
Opsi 2: Deployment berbasis VPS
Kalau Anda ingin OpenClaw berjalan terus-menerus tanpa harus bergantung pada hardware sendiri, jalankan bot ini di VPS. Dengan VPS, OpenClaw bisa terus online 24/7, memungkinkannya menangani tugas jangka panjang, dan tetap bisa diakses meski komputer pribadi Anda sedang offline.
Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan OpenClaw hosting dari Hostinger yang memudahkan Anda menginstal OpenClaw lewat container Docker, lengkap dengan template one-click installer, atau melakukannya secara manual. Kami juga menyediakan asisten AI bawaan di hPanel yang akan memandu Anda melakukan deployment, konfigurasi, dan maintenance berkelanjutan sehingga pengelolaan VPS Anda menjadi lebih mudah.
Apabila membutuhkan panduan selengkapnya, Anda bisa membaca artikel kami tentang cara setting OpenClaw di sistem sendiri.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.