Promo terbatas, serbu sekarang!

Cara menginstal OpenClaw secara self-host di VPS sendiri

Cara menginstal OpenClaw secara self-host di VPS sendiri

Untuk menginstal OpenClaw (sebelumnya Moltbot/Clawdbot) di VPS, berikut langkah-langkahnya: siapkan VPS Anda, kloning repository OpenClaw, jalankan script setup Docker, atur kredensial penyedia AI, lalu sambungkan ke platform chat yang ingin Anda gunakan.

Proses ini hanya memakan waktu kurang lebih 30 menit dari awal sampai selesai. Setelah itu, Anda akan memiliki asisten AI sendiri yang siap membalas pesan Anda kapan pun.

Secara teknis, Anda bisa menjalankan OpenClaw di laptop sendiri, meskipun ada batasannya. Kalau Anda menutup laptop atau koneksi internet terputus, bot ini akan offline.

Oleh karena itu, sebaiknya jalankan OpenClaw di VPS agar selalu tersedia dan bisa berjalan di latar belakang tanpa interupsi, bahkan saat Anda offline.

1. Siapkan server untuk OpenClaw

Untuk menyiapkan server guna menginstal OpenClaw, Anda membutuhkan VPS Linux dengan hak akses admin penuh. Sistem ini merupakan landasan dasar proyek Anda, karena server yang selalu aktif akan memastikan bot ini selalu online.

Anda tidak perlu komputer canggih untuk menyiapkan OpenClaw, namun bot ini tetap membutuhkan persyaratan sistem minimal agar bisa berjalan secara stabil.

Berikut spesifikasi minimal server yang Anda butuhkan:

  • Sistem operasi Linux (Ubuntu 22.04 atau 24.04 sudah sangat baik)
  • Akses admin (hak akses root atau sudo).
  • Docker dan Docker Compose.
  • RAM minimal 2 GB, disarankan 4 GB untuk performa yang lebih baik.
  • Ruang disk lebih dari 10 GB untuk image Docker, data aplikasi, dan log.

Di tutorial ini, kita akan menggunakan OpenClaw hosting dari Hostinger, yang sudah menyertakan Docker Manager sehingga prosesnya bisa lebih mudah. Namun, langkah-langkahnya tidak akan terlalu berbeda dengan VPS lainnya.

Kalau belum pernah menggunakan VPS, Anda bisa mempelajarinya dulu di artikel kami tentang cara setting VPS. Ikuti proses penyiapan awal di artikel tersebut untuk memastikan Anda bisa membuat koneksi SSH ke server.

2. Pastikan Docker tersedia di VPS

Kita akan menjalankan OpenClaw dengan Docker. Di sini, Docker berperan sebagai container yang ‘membungkus’ semua kebutuhan OpenClaw dalam satu sistem. Jadi, Anda tidak perlu menginstal dependensi secara manual dan mengonfigurasi berbagai hal secara terpisah, karena semuanya sudah dilakukan Docker.

Pertama, cari Docker Manager di dashboard hPanel Hostinger. Anda akan melihat Docker yang sudah terinstal atau opsi untuk mengaktifkannya.

Kalau Anda menggunakan VPS lain atau ingin melakukan verifikasi lewat command line, buat koneksi SSH ke server Anda lalu jalankan perintah berikut:

docker --version

docker compose version

Anda akan melihat versi Docker dan Docker Compose. Kalau muncul pesan “command not found”, berarti Docker belum terinstal.

Konfigurasi Docker OpenClaw yang benar bergantung pada sistem container Docker yang baik. Jadi, kalau Anda ingin menginstalnya secara manual, Anda bisa menginstal Docker di Ubuntu dulu lalu memverifikasi lagi bahwa Docker sudah berjalan dengan baik.

Setelah memastikan Docker sudah terinstal dan berjalan, Anda pun siap memulai deployment OpenClaw.

3. Kloning repositori OpenClaw

Sekarang kita sampai di bagian yang paling seru. Kita akan mengkloning repository OpenClaw, lalu menggunakan script setup Docker resmi untuk menyiapkan dan men-deploy semuanya.

Pertama, dapatkan dulu kode OpenClaw di server Anda:

# Install git jika belum terinstal

sudo apt install git -y

# Clone repository

git clone https://github.com/openclaw/openclaw.git

# Masuk ke direktori

cd openclaw

Kemudian, jalankan script setup Docker. OpenClaw sudah menyertakan script setup yang mengurus semuanya secara otomatis:

./docker-setup.sh

Script setup ini menyediakan semua yang Anda butuhkan untuk menyiapkan dan menjalankan OpenClaw. Begini cara kerjanya:

  1. Membuat image Docker OpenClaw secara lokal dari Dockerfile yang disertakan.
  2. Menjalankan wizard onboarding di dalam container Docker.
  3. Membuat token gateway untuk mengakses Control UI.
  4. Membuat direktori konfigurasi yang diperlukan.
  5. Memulai gateway OpenClaw melalui Docker Compose.

Seluruh prosesnya akan berjalan otomatis. Berbeda dengan aplikasi Docker lain yang biasanya mengharuskan Anda melakukan pull image, OpenClaw membuat image secara lokal di server Anda. Hal ini berarti:

  • Versi yang Anda jalankan selalu persis seperti yang ada di repository.
  • Build pertama biasanya perlu beberapa menit.
  • Proses build ulang berikutnya lebih cepat berkat mekanisme caching layer di Docker.
  • Anda bisa sepenuhnya mengelola semua hal yang disertakan.

4. Atur kredensial dan pengaturan OpenClaw

Script setup Docker menjalankan wizard onboarding interaktif yang akan mengonfigurasi OpenClaw untuk Anda. Di sini, Anda perlu menyiapkan kredensial penyedia AI dan pengaturan penting lainnya.

Saat Anda menjalankan ./docker-setup.sh, Anda akan melihat panduan onboarding begitu proses build image selesai. Ada beberapa pertanyaan penting yang muncul:

Mode gateway:

  • Local (dijalankan di sistem ini)
  • Remote (terhubung ke gateway yang sudah ada)

Pilih Local. Artinya, gateway berjalan di VPS Anda.

Metode autentikasi:

Ini bagian yang paling krusial. Anda perlu memberi tahu OpenClaw cara mengakses model AI:

  • Anthropic API Key (direkomendasikan)
  • OpenAI API Key
  • OAuth (langganan Claude Pro/Max)
  • OpenAI Code (langganan Codex)

Kalau Anda memilih opsi yang direkomendasikan, yaitu Anthropic API Key, Anda perlu mendaftar atau login ke Anthropic, membuka menu API Keys, membuat key baru, menyalin key tersebut, lalu memasukkannya ke wizard pengaturan.

Simpan key ini dengan aman. Siapa pun yang memiliki key ini bisa menggunakan Claude di akun Anda, dan biaya penggunaannya akan dibebankan ke Anda.

Prosesnya sama seperti opsi lain, Anda cukup mengambil API key dari platform AI lalu menambahkannya ke pengaturan. Wizard akan menyimpan kredensial ini sebagai environment variable Linux di file konfigurasi Anda.

Kemudian, pilih model untuk platform AI yang dipilih, lalu pilih konfigurasi keamanannya.

Kesalahan konfigurasi OpenClaw yang paling sering terjadi adalah API key yang tidak diisi. Tanpa API key Anthropic atau OpenAI yang valid, OpenClaw tidak akan berfungsi. Baik Anthropic maupun OpenAI mewajibkan metode pembayaran yang tersimpan untuk akses API, jadi pastikan API key Anda aktif dan penagihan sudah diaktifkan.

5. Jalankan OpenClaw dan pastikan sudah berjalan

Begitu script setup selesai, OpenClaw seharusnya sudah berjalan.

Untuk memastikan semuanya berjalan dengan benar, periksa status container:

# Pastikan Anda berada di direktori openclaw

cd ~/openclaw

# Cek container yang sedang berjalan

docker compose ps

Anda seharusnya melihat openclaw-gateway dengan status “Up” atau “Running”. Tanda lain bahwa semuanya berfungsi dengan baik di antaranya:

  • Muncul pesan “OpenClaw initialized”
  • Penyedia model terhubung (Anthropic/OpenAI).
  • Tidak ada error autentikasi

Sebaliknya, kalau muncul pesan “Invalid API key”, “Authentication failed”, “Connection refused”, atau container terus-menerus restart, artinya ada error yang terjadi.

Hentikan proses Anda dan perbaiki masalahnya dulu dengan memeriksa log sebelum melanjutkan:

docker compose logs openclaw-gateway

Hal ini penting saat melakukan troubleshooting. Log OpenClaw akan menunjukkan tindakan apa yang telah dilakukan bot ini, jadi Anda bisa langsung menangani masalahnya.

6. Akses antarmuka OpenClaw

Dashboard OpenClaw bisa diakses lewat alamat IP VPS Anda pada port 18789.

http://your-vps-ip:18789

Misalnya: http://45.123.45.67:18789

Saat pertama kali membuka Control UI, Anda perlu gateway token yang dibuat saat setup. Anda bisa menemukannya di:

cat ~/.clawdbot/.env | grep CLAWDBOT_GATEWAY_TOKEN

Atau, cek output saat Anda menjalankan ./docker-setup.sh. Token akan ditampilkan di bagian akhir.

Catatan: Meskipun proyek ini sudah berganti nama menjadi OpenClaw, file konfigurasi dan direktorinya masih menggunakan nama “clawdbot”, misalnya ~/.clawdbot/ dan CLAWDBOT_GATEWAY_TOKEN. Hal ini normal selama proses transisi dan tidak memengaruhi fungsi.

Begitu Anda masuk ke dashboard, buka Settings → Token (atau Anda akan langsung diminta melakukannya). Tempel token gateway Anda, lalu klik Save atau Authenticate.

Antarmuka OpenClaw ini adalah pusat kontrol Anda. Pada tahap ini, Anda tidak perlu menyelesaikan semua konfigurasinya; cukup pastikan Anda bisa mengaksesnya dan OpenClaw berstatus baik.

Kalau Anda tidak bisa mengakses antarmuka, ikuti langkah-langlah berikut:

  • Pastikan container benar-benar berjalan dengan menjalankan: docker compose ps
  • Pastikan firewall Anda tidak memblokir port.
  • Pastikan Anda menggunakan HTTP, bukan HTTPS.
  • Coba akses langsung dari server lewat command line: curl http://localhost:18789

7. Hubungkan channel perpesanan ke OpenClaw

Dashboard web yang baru kita konfigurasi akan digunakan untuk pengelolaan, tapi Anda akan berinteraksi dengan OpenClaw melalui aplikasi pesan, tempat percakapan AI berlangsung.

Kita akan membahas cara menyiapkannya di Telegram karena langkahnya cukup sederhana, tapi prosesnya kurang lebih sama untuk platform lain.

Berikut cara menyiapkan OpenClaw dengan Telegram:

Langkah 1: Buat bot Telegram

  1. Buka Telegram lalu cari @BotFather
  2. Mulai chat, lalu kirimkan /newbot
  3. Ikuti prompt berikut:
    • Pilih nama (misalnya, My OpenClaw Assistant)
    • Pilih username yang diakhiri dengan “bot”, misalnya “myawesomemoltbot”.
  4. BotFather akan memberikan token bot kepada Anda. Salin token ini

Langkah 2: Tambahkan Telegram ke OpenClaw

Kembali ke server Anda, jalankan:

# Pastikan Anda berada di direktori openclaw:

cd ~/openclaw

# Tambahkan Telegram dengan bot token Anda:

docker compose run --rm openclaw-cli providers add --provider telegram --token YOUR_BOT_TOKEN

Ganti YOUR_BOT_TOKEN dengan token yang Anda dapatkan dari BotFather.

Langkah 3: Aktifkan izin bot yang diperlukan

Di chat dengan BotFather:

  1. Kirim /mybots
  2. Pilih bot Anda
  3. Masuk ke Bot Settings, lalu pilih Group Privacy.
  4. Nonaktifkan privasi grup (memungkinkan bot membaca pesan di grup)

Langkah 4: Mulai chat

  1. Buka Telegram lalu cari bot Anda berdasarkan username yang sudah Anda pilih
  2. Mulai percakapan
  3. Kirim pesan untuk mengujinya.

Kalau Anda menyiapkan pairing DM saat setup, Anda akan mendapatkan kode pairing. Di server Anda, setujui pairing tersebut:

docker compose run --rm openclaw-cli pairing approve telegram <kode-yang-Anda-terima>

Kalau pesan tidak muncul di setup Telegram OpenClaw Anda:

  • Periksa error melalui log OpenClaw.
  • Periksa apakah semua API key masih valid.
  • Pastikan container tidak melakukan restart atau mengalami crash.
  • Pastikan kredensial platform messaging Anda sudah benar.

Cara mengatasi masalah umum saat setting OpenClaw

Untuk mengatasi masalah umum saat menyiapkan OpenClaw, cek dulu status container, pastikan gateway token sudah benar, lalu periksa log untuk melihat pesan error yang muncul. Sebagian besar masalah biasanya cukup bisa diprediksi, dan setelah Anda tahu penyebabnya, proses perbaikannya pun akan lebih cepat.

Berikut beberapa masalah umum yang mungkin Anda temui saat OpenClaw tidak berfungsi.

Container terus berhenti sendiri

Kalau container Anda berjalan lalu langsung berhenti:

  1. Cek status container: docker compose ps
  2. Identifikasi error dalam log: docker compose logs openclaw-gateway
  3. Cari error spesifik: docker compose logs openclaw-gateway | grep -i “error”

Penyebab yang sering terjadi meliputi API key yang hilang atau tidak valid, port 18789 sudah dipakai, masalah konfigurasi Docker Compose, atau hak akses yang tidak memadai.

Kegagalan autentikasi

Hal ini menjadi masalah yang paling umum sejauh ini. Kalau Anda melihat pesan “authentication failed”, “invalid API key”, atau gagalnya permintaan ke model, periksa kembali API key Anda.

cat ~/.clawdbot/.env

Cari ANTHROPIC_API_KEY atau OPENAI_API_KEY. Pastikan:

  • Key tersedia dan tidak kosong.
  • Tidak ada spasi atau tanda kutip tambahan.
  • Key ini belum dicabut atau kedaluwarsa

Anda juga perlu memastikan API key valid di dashboard platform AI dan mengecek status penagihan, karena Anthropic dan OpenAI sama-sama mensyaratkan penagihan yang aktif.

Kemudian, tambahkan kembali kredensial Anda:

# Edit file .env

nano ~/.clawdbot/.env

# Tambahkan atau update API key Anda

ANTHROPIC_API_KEY=masukkan_key_di_sini

# Restart gateway

docker compose restart openclaw-gateway

Konflik port

Kalau Anda menjumpai error “port already in use” atau “address already in use”:

  • Cek proses yang sedang menggunakan port tersebut dengan perintah: sudo lsof -i :18789
  • Ubah port OpenClaw dengan mengedit docker-compose.yml
  • Gunakan port mapping yang berbeda: -p 18790:18789

Loop restart pada container

Kalau container terus restart, biasanya penyebabnya adalah environment variable yang belum diatur, file konfigurasi rusak, konfigurasi model tidak valid, atau masalah hak akses.

Untuk memperbaiki masalah ini:

  • Hentikan semuanya dengan menjalankan perintah: docker compose down
  • Hapus container dan volume lama: docker compose down -v
  • Lakukan rebuild dan restart: ./docker-setup.sh

Tidak bisa mengakses antarmuka

Kalau container sudah berjalan tapi Anda tidak bisa mengakses dashboard:

  • Periksa aturan firewall dan izinkan port 18789: sudo ufw allow 18789/tcp
  • Pastikan container menerima koneksi: curl http://localhost:18789
  • Periksa pengaturan VPS Anda, karena beberapa provider mengharuskan Anda mengonfigurasi security group untuk mengizinkan inbound traffic pada port 18789.

Restart dengan aman

Anda perlu restart OpenClaw saat mengubah environment variable, ketika bot tidak merespons, atau setelah mengubah konfigurasi tertentu.

Restart juga berguna untuk mengatasi perilaku yang aneh, karena memulai ulang dari kondisi bersih sering kali mengatasi masalah yang tidak menampilkan error yang jelas di log.

Kalau Anda perlu restart OpenClaw dengan cepat tanpa menghentikan container terlebih dulu:

docker restart openclaw-gateway

Atau, untuk restart dari awal dengan menghentikan lalu menjalankan kembali container secara manual (berguna kalau Anda ingin kontrol lebih atas prosesnya atau perlu memastikan container benar-benar berhenti):

docker stop openclaw-gateway

docker start openclaw-gateway

Tips menjalankan OpenClaw secara efektif dan optimal

Saat menjalankan OpenClaw, pastikan Anda menjaga keamanan token gateway, memantau penggunaan resource secara rutin, dan tetap mengikuti update terbaru.

Menjalankan bot AI di server memang memberi Anda tanggung jawab lebih, tapi semuanya tetap bisa dikelola dengan membangun kebiasaan yang baik di area-area tertentu.

Praktik keamanan

  • Jangan pernah membagikan token gateway Anda. Perlakukan seperti password, karena siapa pun yang memilikinya bisa mengontrol bot Anda.
  • Gunakan firewall. Hanya buka port yang benar-benar Anda perlukan, misalnya port 18789 untuk antarmuka.
  • Pastikan SSH tetap aman. Gunakan autentikasi berbasis kunci sebagai pengganti kata sandi untuk akses server.
  • Batasi akses ke antarmuka Anda. Pertimbangkan untuk menggunakan VPN atau IP whitelist kalau Anda tidak membutuhkan akses publik ke dashboard.

Pengelolaan resource

OpenClaw tergolong ringan, tapi ada beberapa hal yang tetap perlu Anda pantau:

  • Penggunaan memori. Sesekali cek menggunakan perintah: docker stats openclaw-gateway.
  • Ruang penyimpanan. Log bisa menumpuk. Kalau dijalankan dalam jangka panjang, sebaiknya aktifkan rotasi log.
  • Penggunaan CPU. Kalau percakapan sedang aktif, wajar akan terjadi lonjakan penggunaan CPU. Tapi kalau penggunaan tinggi berlangsung terus-menerus, bisa jadi ada masalah.

Kalau Anda menemukan masalah pada resource, Anda mungkin perlu upgrade VPS atau menelusuri penyebab pemakaian yang berlebihan.

Strategi update

Versi OpenClaw baru dirilis secara berkala dengan peningkatan dan perbaikan.

  • Periksa update setiap bulan, atau langganan berita OpenClaw.
  • Kalau memungkinkan, uji update di lingkungan non-produksi dulu.
  • Sebelum melakukan update, pastikan Anda sudah mem-backup konfigurasi saat ini.
  • Baca catatan rilis untuk mengetahui apa saja yang berubah.

Pemantauan uptime

Siapkan pemantauan dasar agar Anda tahu kalau OpenClaw sedang down:

  • Kebijakan restart Docker membantu proses pemulihan otomatis.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan uptime monitor sederhana, banyak layanan gratis yang tersedia.
  • Periksa log secara berkala untuk mendeteksi error atau peringatan yang tidak biasa.
  • Uji channel pesan Anda secara berkala untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.

Konfigurasi backup

Environment variable Anda, terutama token gateway, sangat penting untuk proses setup. Dokumentasikan semuanya dengan aman:

  • Simpan token Anda di password manager.
  • Simpan catatan konfigurasi Anda.
  • Dokumentasikan semua variabel lingkungan kustom yang sudah Anda tambahkan.

Cara mengelola OpenClaw setelah penginstalan

Untuk mengelola OpenClaw setelah penginstalan, pantau log secara rutin, perbarui container saat rilis versi baru, dan awasi metrik performanya.

Begitu semuanya sudah berjalan, Anda pun tidak perlu mengelolanya secara intens secara harian. Namun, OpenClaw tetap membutuhkan perhatian rutin agar performanya tetap terjaga.

Periksa log secara berkala.

Biasakan memeriksa log setiap minggu dengan menjalankan:

docker compose logs --tail 100 openclaw-gateway

Periksa apakah ada error atau peringatan yang berulang, masalah performa, kendala koneksi, atau pola yang tidak biasa.

Biasanya, semuanya akan berjalan normal. Tapi kalau bisa terdeteksi sejak awal, masalah bisa dicegah agar tidak menjadi jadi persoalan besar.

Update OpenClaw

Saat versi baru dirilis, gunakan script setup untuk mengambil kode terbaru:

git pull

Kemudian, jalankan ulang proses setup. Tenang, konfigurasi Anda akan tetap dipertahankan.

./docker-setup.sh

Pantau uptime

Periksa status container secara berkala. Seharusnya statusnya “Up”, tapi kalau sering restart, periksa log untuk mencari penyebabnya.

Pantau performa

Setiap beberapa minggu sekali, cek penggunaan resource:

docker stats openclaw-gateway

Perintah ini akan menampilkan penggunaan CPU, memori, dan jaringan secara real-time. Kalau penggunaannya terpantau tinggi, Anda mungkin perlu:

  • Mencari tahu penyebabnya dengan memeriksa log.
  • Mengupgrade VPS kalau spesifikasi saat ini sudah tidak lagi memadai.
  • Mengoptimalkan konfigurasi Anda

Untuk sebagian besar skenario penggunaan, Anda tidak perlu repot memikirkan scaling, clustering, atau optimasi yang rumit. OpenClaw berjalan lancar di satu VPS, cocok untuk penggunaan pribadi atau tim kecil.

Fokuslah menjaga layanan Anda tetap stabil, melakukan update saat diperlukan, memantau error, dan menerapkan prosedur keamanan dasar. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.

Author
Penulis

Faradilla Ayunindya

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, sudah berpengalaman selama 10 tahun sebagai linguist dan 5 tahun sebagai Content Marketing Specialist di Hostinger. Ia suka mengikuti tren teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca mengatasi masalah yang dialami. Kenali Ninda lebih dekat di LinkedIn.

Apa Kata Pelanggan Kami

Tinggalkan Komentar

Silakan isi kolom di bawah ini.Silakan tandai checkbox persetujuan.Silakan isi kolom yang tersedia dan beri centang pada checkbox privasi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Thank you! Your comment has been successfully submitted. It will be approved within the next 24 hours.