Sep 16, 2025
Faradilla A.
11menit Dibaca
Print on demand (cetak sesuai pesanan) bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin memulai bisnis kreatif tanpa perlu menyimpan stok barang.
Untuk memulai bisnis print on demand, Anda perlu memilih produk jualan, membuat desain yang akan dicetak, bekerja sama dengan vendor percetakan, lalu membuat toko online. Setelah itu, tentukan harga yang sesuai, dan jangan lupa promosikan bisnis Anda.
Penasaran? Mari lanjutkan membaca artikel ini, karena kami akan membahas setiap langkah-langkahnya guna membantu Anda menyiapkan semua hal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis print on demand.
Model bisnis ini memungkinkan Anda menjual produk dengan desain kustom tanpa perlu menyimpan stok barang, karena produk hanya akan dicetak dan dikirim kalau ada pesanan masuk.
Meskipun Anda perlu membuat desain dan menyiapkan toko online di awal, risiko bisnis ini tergolong rendah dengan hasil yang lumayan. Apalagi kalau Anda menggunakan platform yang tepat, semua prosesnya akan lebih mudah sehingga Anda bisa mengalokasikan waktu untuk mempromosikan bisnis.
Berikut langkah-langkah memulai bisnis print on demand dan mengoptimalkannya untuk sukses jangka panjang.
Niche adalah bidang industri spesifik yang akan menjadi target pasar bisnis Anda. Fokuslah pada satu niche dulu agar Anda bisa:
Untuk memilih niche, kenali minat dan kesukaan Anda dulu. Pertimbangkan hobi, bidang keahlian, dan hal-hal yang membuat Anda senang melakukannya. Misalnya kalau suka naik gunung, Anda bisa memilih niche industri pakaian dan aksesori bertema alam.
Lanjutkan dengan melakukan riset pasar untuk memahami tingkat permintaan dan persaingan niche Anda. Berikut beberapa strategi riset pasar efektif yang bisa Anda coba:
Selain itu, lakukan riset kompetitor untuk mengamati strategi pemasaran dan keunikan produk mereka. Contohnya kalau Anda tertarik pada niche produk hewan peliharaan, kunjungi toko populer yang menjual pakaian dan aksesori hewan peliharaan untuk melihat produk terlaris mereka. Setelah itu, temukan kekurangan yang bisa Anda penuhi dengan produk Anda.
Validasi ide niche Anda dengan mendapatkan masukan dari calon pelanggan. Gunakan polling media sosial, forum, atau survei untuk meminta pendapat. Aktiflah berinteraksi dengan audiens di niche Anda melalui platform seperti grup Facebook.
Terakhir, perkirakan potensi keuntungan dari niche Anda. Evaluasi harga produk dan hitung estimasi margin keuntungannya.
Masih bingung memilih? Berikut beberapa niche dan contoh produk bisnis print on demand yang bisa Anda pertimbangkan:

Jenis barang yang Anda jual harus sesuai dengan niche dan target pasar Anda.
Misalnya kalau memilih niche perlengkapan yoga, Anda bisa menjual kaos, legging, dan tas olahraga dengan desain yang terinspirasi dari olahraga ini. Menyesuaikan produk dengan niche yang dipilih akan membantu Anda membangun brand yang kuat dan meningkatkan efektivitas strategi pemasaran Anda.
Contoh lainnya, kalau mengusung prinsip sustainability, pertimbangkan untuk menyediakan produk yang terbuat dari katun organik, bahan daur ulang, atau bahan sustainable lainnya untuk membedakan brand Anda dari yang lain.
Menunjukkan aspek unik dari produk Anda akan membantu menarik segmen pasar yang lebih spesifik, yang berpotensi menjadi pelanggan setia produk Anda.
Contoh produk print on demand populer
Berikut adalah beberapa contoh produk cetak sesuai pesanan yang bisa Anda jadikan inspirasi:
Desain akan menjadi daya tarik utama bagi pelanggan dan mencerminkan ciri khas produk Anda, jadi pastikan desainnya unik dan menarik.
Ada beberapa metode untuk membuat desain produk print on demand:
Sebelum proses finalisasi, penting untuk mencari tahu apakah desain Anda sudah sesuai dengan target audiens. Berikut beberapa cara untuk mendapatkan masukan dari mereka:
Pertimbangan hukum
Saat membuat desain, berhati-hatilah agar tidak melanggar merek dagang dan undang-undang hak cipta yang berlaku. Pastikan Anda membuat karya sendiri atau memiliki hak untuk menggunakan gambar, font, atau grafik apa pun dalam desain Anda. Hindari menggunakan materi berhak cipta, seperti logo, karakter, atau karya seni dari kreator lain tanpa izin.
Selalu cek merek dagang yang terdaftar sebelum finalisasi desain produk. Langkah pencegahan ini akan melindungi bisnis Anda dari masalah hukum, serta menjaga integritas brand Anda.

Jasa print on demand akan bertanggung jawab atas produksi, pencetakan, dan pengiriman produk Anda. Jadi, Anda harus memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
Saat mencari jasa cetak sesuai pesanan, pertimbangkan faktor-faktor berikut:
Berikut adalah beberapa layanan print on demand yang bisa dipertimbangkan:
Sebelum memilih layanan, Anda bisa mencoba memesan sampel produk dulu. Dengan begitu, Anda bisa mengevaluasi kualitas cetak, bahan, dan presentasi produk secara keseluruhan.
Jangan lupa membaca ulasan di berbagai platform online dan bergabung dengan forum atau komunitas bisnis yang relevan untuk menyimak pengalaman bisnis lain dengan calon vendor pilihan Anda.
Setelah memilih produk dan vendor jasa cetak, sekarang saatnya membuat website untuk bisnisprint on demand Anda.
Buat website yang menarik, mudah digunakan, dan fungsional karena akan menjadi wajah utama brand Anda. Di website inilah pelanggan bisa mendapatkan informasi tentang produk Anda, mengakses toko, hingga melakukan pembelian.
Website juga memungkinkan Anda memperkenalkan identitas brand dengan berbagai elemen, yang membantu meningkatkan kredibilitas dan strategi pemasaran. Dengan begitu, bisnis Anda bisa tampil beda dari pesaing, yang pada akhirnya akan menumbuhkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
Buat landing page dengan Website Builder Hostinger

Website Builder Hostinger adalah pilihan yang ideal untuk pemula yang baru pertama kali membuat website.
Anda bisa menggunakan tool ini untuk membuat website tanpa ribet berkat tampilan drag-and-drop yang intuitif. Dengan biaya mulai dari Rp38900.00/bulan, Anda bisa membuat website bisnis profesional tanpa harus menguasai skill coding.
Selain itu, Anda akan mendapatkan akses ke berbagai tool AI untuk mengoptimalkan website, seperti membuat copywriting landing page atau meta title dan meta description untuk SEO. Dengan fitur pemasaran yang terintegrasi, Anda bisa langsung membuat website toko online yang SEO-friendly untuk bisnis print on demand Anda.

Mulailah dengan memilih paket Website Builder Business untuk mendapatkan akses ke semua tool AI dan fitur toko online platform ini, termasuk integrasi print on demand. Kemudian, pilih nama domain yang mudah diingat dan selaras dengan brand Anda. Setelah melakukan pembelian, ikuti langkah-langkah di layar untuk menyiapkan akun Anda.
Sudah bisa mengakses hPanel? Mari mulai membuat landing page menggunakan Website Builder Hostinger dengan mengikuti langkah-langkah mudah berikut ini:
Jangan lupa untuk menghubungkan landing page ini ke toko print on demand Anda. Cukup tambahkan link atau tombol pada landing page yang mengarahkan pelanggan ke halaman produk toko print on demand Anda. Gunakan CTA khusus untuk memandu pengunjung melakukan pembelian.
Apabila membutuhkan panduan lebih lanjut, simak tutorial kami tentang cara membuat landing page yang efektif.

Ketika menentukan harga produk, pertimbangkan semua biaya yang Anda keluarkan, mulai dari produksi, pengiriman, desain, hingga pemasaran. Jangan lupa perhatikan juga nilai produk Anda dan bandingkan harganya dengan produk serupa di pasaran. Dengan begitu, Anda bisa menentukan harga yang kompetitif, menutup modal yang dikeluarkan, dan menghasilkan keuntungan dari bisnis Anda.
Contoh rumus:
Biaya Pokok Penjualan (COGS): Rp150.000
Biaya pengiriman: Rp25.000
Target laba kotor (margin): 50%
Harga jual: (COGS + biaya pengiriman) * (1 + target laba kotor) = (Rp150.000 + Rp25.000) * 1.5 = Rp262.500
Simak panduan kami tentang cara menentukan harga jual produk untuk mendapatkan tips lainnya.
Selamat! Toko online print on demand Anda sudah berjalan, dan sekarang saatnya Anda mempromosikannya. Berikut beberapa tips efektif untuk mempromosikan produk Anda:
Layanan pelanggan yang baik sangat penting untuk membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Apabila merasa puas, mereka kemungkinan besar akan kembali berbelanja dan merekomendasikan toko Anda kepada orang lain.
Berikut cara memberikan layanan pelanggan terbaik untuk bisnis print on demand Anda:
Menganalisis performa bisnis secara rutin melalui beberapa metrik penting membantu Anda mengevaluasi strategi yang berhasil dan area yang perlu ditingkatkan. Dengan demikian, Anda bisa membuat keputusan yang tepat untuk mengoptimalkan operasional bisnis dan meningkatkan profitabilitas.
KPI (Key Performance Indicator) yang sebaiknya Anda pantau untuk bisnis print on demand meliputi:
Traffic

Pantau jumlah pengunjung website Anda. Gunakan tool seperti Google Analytics untuk memahami sumber traffic dan halaman yang paling ramai di website Anda.
Contohnya, kalau terlihat ada lonjakan traffic setelah menjalankan campaign media sosial, Anda bisa memprioritaskan resource bisnis pada strategi serupa.
Conversion Rate (CR)
Ukur persentase pengunjung yang melakukan pembelian. Tingkat konversi yang rendah bisa menjadi tanda adanya masalah pada pengalaman pengguna atau penawaran produk di website Anda.
Kalau tingkat konversi Anda rendah, pertimbangkan untuk mengoptimalkan halaman produk dengan gambar yang lebih baik, deskripsi yang lebih jelas, dan CTA yang lebih menarik.
Average Order Value (AOV)
Hitung rata-rata nominal yang dibelanjakan per pesanan. Menaikkan AOV bisa meningkatkan pendapatan secara signifikan.
Beberapa metode yang bisa Anda coba untuk mendorong pembelian adalah menyediakan paket bundling atau gratis ongkir untuk pesanan di atas jumlah tertentu.
Customer Acquisition Cost (CAC)
Tentukan berapa biaya yang diperlukan untuk mendapatkan satu pelanggan baru. Menurunkan CAC bisa meningkatkan margin keuntungan Anda.
Apabila CAC Anda tinggi, fokuslah pada strategi pemasaran yang lebih hemat biaya, seperti media sosial organik atau program referral.
Customer Lifetime Value (CLV)
Perkirakan total pendapatan yang Anda harapkan dari satu orang selama menjadi pelanggan Anda. Meningkatkan CLV bisa meningkatkan profitabilitas jangka panjang bisnis.
Anda bisa menerapkan program loyalitas atau model berlangganan untuk mendorong pembelian berulang dan meningkatkan CLV.
Tingkat pengembalian (return rate)
Pantau persentase produk yang diretur oleh pelanggan. Angka yang tinggi mungkin menandakan masalah kualitas atau ketidaksesuaian produk dengan ekspektasi pelanggan.
Apabila sering terjadi retur untuk produk tertentu, periksa deskripsi, gambar, dan informasi ukurannya untuk memastikan keakuratannya.
Memulai bisnis print on demand biasanya membutuhkan modal antara Rp1,4 juta hingga Rp3,6 juta.
Biaya website bisa sangat terjangkau, mulai dari Rp38900.00/bulan dengan Website Builder Hostinger.
Tool dan aplikasi desain umumnya berkisar Rp340.000 – Rp850.000/bulan. Untuk memesan sampel produk, biayanya bisa berkisar antara Rp100.000 – Rp700.000.
Untuk marketing, siapkan budget sekitar Rp850.000 – Rp2 juta, tapi Anda juga bisa mulai dulu dari yang gratis, seperti promosi dari mulut ke mulut dan media sosial.
Ya, bisnis print on demand bisa sangat menguntungkan. Kuncinya adalah memilih niche yang memiliki potensi, membuat desain yang disukai banyak orang, dan menerapkan strategi pemasaran produk yang efektif. Laba kotor (margin) biasanya berkisar antara 20–50%, tergantung pada harga dan modal Anda.
Bisnis print on demand bisa menjadi cara mudah untuk memulai bisnis online tanpa modal awal yang besar atau menyimpan banyak stok produk. Dengan memilih ide desain yang kreatif dan vendor jasa cetak yang tepercaya, Anda bisa mulai mendapatkan penghasilan tambahan dari model bisnis ini.
Untuk memperkenalkan brand dan meningkatkan kredibilitas bisnis, pastikan Anda membuat toko online tempat orang-orang bisa melihat produk dan melakukan pemesanan. Gunakan media sosial untuk mempromosikan bisnis dan berinteraksi dengan calon pelanggan, dan jangan lupa berikan layanan pelanggan yang baik agar mereka kembali lagi.
Pantau terus performa toko Anda, perbaiki produk kalau diperlukan, dan cermatlah mengikuti tren yang terus berkembang. Selamat mencoba dan semoga sukses!
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.