Dec 18, 2025
Faradilla A.
8menit Dibaca
Setelah membuat website WordPress, perjalanan online Anda tidak terhenti di situ saja. Anda harus melakukan maintenance atau pemeliharaan rutin agar website Anda tetap berfungsi baik dan up-to-date.
Namun, proses maintenance ini terkadang malah mengakibatkan downtime. Nah, dalam hal ini, Anda bisa mengaktifkan WordPress maintenance mode, yang menampilkan halaman sementara untuk memberikan informasi kepada pengunjung bahwa website Anda sedang tidak bisa diakses.
Di tutorial ini, kami akan menjelaskan kapan saat yang tepat untuk mengaktifkan maintenance mode WordPress serta cara mengaktifkan dan menonaktifkannya. Penasaran ingin tahu langkah-langkahnya? Yuk, mulai panduannya di bawah ini!
Berikut adalah beberapa situasi yang disarankan untuk mengaktifkan maintenance mode WordPress:
Untuk mengurangi risiko kehilangan traffic dan pendapatan dari website, gunakan sistem staging sebelum mengaktifkan mode maintenance. Website staging merupakan versi duplikat website asli Anda, yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan pengujian tanpa mengganggu website yang sudah online.
Kemudian, perlu diingat bahwa maintenance mode berbeda dengan halaman “coming soon”. Maintenance mode diaktifkan untuk menginformasikan downtime di website yang sudah online, sedangkan halaman “coming soon” berfungsi untuk mempersiapkan peluncuran website baru.
Untuk mengaktifkan maintenance mode WordPress, Anda bisa melakukannya dari dashboard hPanel Hostinger, menggunakan plugin maintenance, menambahkan fungsi kustom, dan mengedit file .htaccess.
Kami akan menjelaskan caranya dari yang paling mudah. Anda boleh memilih metode mana pun yang paling cocok untuk Anda. Langsung saja, berikut langkah-langkah selengkapnya.
Klien Hostinger bisa mengaktifkan maintenance mode dengan mudah dari hPanel. Cukup buka WordPress → Ringkasan dari dashboard hPanel, lalu klik tombol alih di samping Mode maintenance untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya.

Cara ini merupakan yang paling praktis, karena Anda tidak perlu menginstal plugin atau menulis kode apa pun. Namun, tidak tersedia opsi penyesuaian halaman apa pun, yang berarti pengunjung website Anda akan melihat halaman maintenance mode default.

Apabila ingin mengetahui fitur-fitur lainnya yang bisa diakses dari dashboard hPanel, Anda bisa melihat-lihat halaman tutorial WordPress kami.
Kemudian, Anda juga bisa mengaktifkan mode maintenance menggunakan plugin Hostinger Tools. Plugin ini diinstal secara otomatis selama proses penyiapan website WordPress di Hostinger sehingga Anda bisa langsung menggunakannya.
Untuk mengaktifkan maintenance mode menggunakan plugin ini, buka Hostinger → Tools (Tool) dari dashboard WordPress. Kemudian, aktifkan opsi Maintenance mode (Mode maintenance) untuk mengaktifkannya.
Anda juga akan mendapatkan link untuk melewati maintenance mode yang bisa dibagikan dengan pengguna lain.

Untuk pengguna yang bukan klien Hostinger, cara paling mudah untuk mengaktifkan maintenance mode adalah dengan menggunakan plugin.
Ada banyak plugin yang berfungsi untuk membuat halaman maintenance mode khusus dan mengaktifkannya dengan mudah. Agar halaman maintenance Anda terlihat profesional, pertimbangkan untuk menambahkan elemen-elemen berikut:
Dalam panduan ini, kami akan menggunakan dua plugin maintenance mode yang paling populer, SeedProd dan LightStart.
SeedProd adalah plugin WordPress freemium yang menyediakan builder drag-and-drop untuk membuat berbagai jenis halaman, termasuk halaman maintenace kustom. Plugin ini memiliki berbagai template halaman siap pakai sehingga Anda tidak perlu membuatnya dari nol.
Versi premium plugin ini tersedia dengan harga mulai dari $39,50/tahun (Rp610.000), yang menyertakan lebih banyak pilihan template. Dengan versi ini, Anda juga bisa mendesain halaman 404 dan halaman login kustom.
Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat halaman maintenance mode WordPress menggunakan versi gratis SeedProd:




LightStart memiliki builder yang terintegrasi dengan block editor WordPress. Meskipun tidak menyertakan fungsi drag-and-drop, plugin ini tetap mudah digunakan dan cocok untuk pemula.
Selain itu, walaupun tersedia gratis, plugin ini harus menggunakan fitur-fitur berbasis blok dari Otter Blocks. LightStart akan secara otomatis menginstal versi gratis plugin tersebut sebagai bagian dari proses setupnya.
Anda bisa upgrade ke versi berbayar Otter Blocks dengan biaya mulai dari $49/tahun (sekitar Rp760.000) untuk menikmati fitur-fitur canggih lainnya, seperti animasi dan pengaturan tampilan.
Berikut cara mengaktifkan maintenance mode WordPress menggunakan LightStart:




Apabila tidak ingin menggunakan plugin atau lebih suka menggunakan coding, Anda bisa mengaktifkan mode maintenance secara manual dengan kode kustom. Dengan metode ini, Anda bisa mengatur mode maintenance sepenuhnya sesuai kebutuhan Anda.
Ada dua cara untuk mengonfigurasi maintenance mode secara manual: menggunakan fungsi kustom dan mengedit file .htaccess.
Penting! Backup website Anda dulu sebelum mengedit kode apa pun untuk mencegah kehilangan data kalau terjadi error yang tidak terduga.
Dengan metode ini, Anda akan menambahkan action dan hook WordPress pada file functions.php. Selain itu, karena menggunakan PHP, Anda bisa mengaktifkan dan menampilkan halaman maintenance secara lebih fleksibel.
Namun, karena menggunakan file tema, Anda nantinya perlu menerapkan ulang perubahan ini pada file tema baru ketika mengganti tema website.
Anda bisa menggunakan File Manager web host atau FTP client seperti FileZilla untuk mengakses file website.
Berikut cara mengaktifkan maintenance mode menggunakan fungsi kustom melalui File Manager hPanel:


// Activate WordPress Maintenance Mode
function wp_maintenance_mode() {
if (!current_user_can('edit_themes') || !is_user_logged_in()) {
wp_die('<h1>Under Maintenance</h1><br />We’re hard at work improving our site for you. We’ll be back online shortly. Thanks for bearing with us!');
}
}
add_action('get_header', 'wp_maintenance_mode');
Anda boleh mengubah pesan HTML pada baris keempat agar lebih sesuai dengan preferensi Anda.

Agar konfigurasi ini tidak berubah saat Anda mengupdate website, buat child theme website dan tambahkan kode di atas ke file functions.php tema tersebut.
Tidak seperti fungsi kustom, Anda bisa menetapkan aturan tingkat server dengan mengedit file .htaccess. Jadi, metode ini bisa diterapkan untuk mengaktifkan maintenance mode pada multisite WordPress.
Ikuti langkah-langkah berikut untuk mengaktifkan maintenance mode menggunakan .htaccess:
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<title>Maintenance Mode</title>
<style>
body {
font-family: Arial, sans-serif;
text-align: center;
padding: 50px;
}
h1 {
font-size: 50px;
}
p {
font-size: 20px;
}
</style>
</head>
<body>
<h1>Hang Tight!</h1>
<p>We’re hard at work improving our site for you. We’ll be back online shortly. Thanks for bearing with us!</p>
</body>
</html>

RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{REQUEST_URI} !^/maintenance\.html$
RewriteRule ^(.*)$ https://example.com/maintenance.html [R=307,L]
Jangan lupa untuk mengganti example.com dengan nama domain Anda yang sebenarnya.

Meskipun pada dasarnya mudah untuk menonaktifkan maintenance mode, terkadang ada error yang mengakibatkan website WordPress Anda stuck atau terjebak dalam mode tersebut.
Beberapa penyebabnya adalah update yang terputus atau tidak lengkap, update dalam jumlah besar, izin file yang salah, atau masalah konfigurasi server.
Biasanya, masalah ini bisa diatasi dengan menghapus file .maintenance di public_html. Solusi ini juga bisa diterapkan kalau error terjadi selama proses update website. WordPress akan mengaktifkan mode maintenance secara otomatis agar website Anda tidak terlihat error.
Apabila Anda tidak bisa menemukan file .maintenance, masalahnya mungkin disebabkan oleh plugin atau tema yang tidak kompatibel. Nonaktifkan semua plugin dulu, lalu aktifkan kembali satu per satu untuk menemukan plugin yang bermasalah. Ulangi langkah-langkah ini juga untuk tema.
Klien Hostinger yang tidak bisa mengakses dashboard WordPress bisa menonaktifkan plugin dan tema melalui hPanel. Buka WordPress → Keamanan dan alihkan tombol untuk menonaktifkan plugin.

Untuk mencegah error maintenance mode terjadi lagi, ingat hal-hal berikut ini:
Apabila memerlukan solusi lainnya, Anda bisa membaca tutorial kami lainnya tentang cara mengatasi WordPress stuck dalam maintenance mode.
Maintenance mode berfungsi untuk mengalihkan website WordPress Anda ke mode pemeliharaan. Dengan mengaktifkannya, Anda bisa melakukan perubahan dan mengatasi masalah pada website tanpa mengganggu pengalaman penggunanya.
Selain itu, mode ini membantu memberi tahu pengunjung tentang status website Anda saat ini agar mereka tidak mengira website Anda error, yang akan turut membangun kepercayaan dan menjaga kredibilitas brand Anda.
Nah, sebagai rangkuman, ada beberapa metode untuk mengaktifkan maintenance mode WordPress di website Anda, yaitu:
Semoga artikel ini berhasil memandu Anda melakukan langkah-langkah mengaktifkan maintenance mode WordPress tanpa masalah. Apabila masih memiliki pertanyaan, lihat bagian FAQ kami di bawah ini atau sampaikan lewat kolom komentar, ya!
Bagian ini akan menjawab beberapa pertanyaan umum tentang WordPress maintenance mode.
WordPress maintenance mode membantu Anda menampilkan halaman pemberitahuan ketika perlu mengatasi error, membackup atau mengupdate website, mengoptimalkan database, mengaudit fitur keamanan, dan merombak desain website. Namun, Anda tidak bisa melakukan tugas-tugas seperti mengupdate konten dan memublikasikannya secara langsung, merespons interaksi pengguna secara real-time, memproses transaksi, atau membalas komentar karena website sedang tidak bisa diakses oleh pengunjung.
Selama maintenance mode WordPress, cara termudah untuk mengarahkan pengguna ke URL kustom adalah dengan menggunakan plugin seperti SeedProd atau WP Maintenance Mode. Anda juga bisa menambahkan fungsi wp_redirect WordPress ke file functions.php tema website untuk mengatur redirect bersyarat sementara.
Anda bisa mendapatkan bantuan plugin maintenance mode dari website resminya atau forum dukungan WordPress. Plugin premium biasanya menyediakan dukungan langsung melalui channel khusus, seperti live chat dan email. Pertimbangkan cakupan dukungan ini saat memilih plugin maintenance mode.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.