Jan 04, 2023
Nadia A.
4menit Dibaca
Hampir semua proses desain atau development website pasti menggunakan database. Saat ini, ada beberapa database yang umum digunakan, di antaranya adalah SQLite dan MySQL, yang merupakan database open-source populer.
Di artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa perbedaan SQLite dan MySQL serta membantu Anda memahami keduanya secara lebih mendetail.
Untuk mengelola database, ada sebuah sistem yang disebut Database Management System. Sistem ini sering disebut RDBMS, atau Relational Database Management System. Pada dasarnya, fungsi database yaitu untuk mengelola, memelihara, dan memanipulasi data.
Model data biasanya berupa salah satu dari dua jenis berikut:

DBMS adalah software yang berinteraksi dengan database. Sistem ini memfasilitasi beberapa operasi pada database yang dikelolanya. Beberapa operasi ini adalah:
Biasanya, databse dan DBMS digunakan secara bergantian. Namun, database adalah sekumpulan data yang disimpan, sementara DBMS merupakan software yang digunakan untuk mengakses database.
Setiap DBMS memiliki model dasar yang menentukan struktur database dan cara data diambil. RDBMS menggunakan model data relasional. Di sini, data disusun dalam bentuk tabel.
Setiap tabel memiliki serangkaian atribut atau kolom, dan setiap baris biasanya disebut juga sebagai tuple, yang saling memiliki relasi. Nah, dari sini, penyusunan strukturnya pun disebut sebagai RDBMS.
Untuk menangani RDBMS, Anda harus menggunakan SQL atau Structured Query Language. Setiap RDBMS memiliki dialek yang berbeda.

SQLite dan MySQL sama-sama merupakan RDBMS open source. Mari cari tahu perbedaan keduanya.
SQLite adalah database tanpa server dan berdiri sendiri. Selain itu, database ini juga disebut sebagai database tertanam (embedded), yang berarti mesin DB berjalan sebagai bagian dari aplikasi.
Di sisi lain, MySQL membutuhkan server agar bisa berjalan. MySQL akan memerlukan arsitektur klien dan server untuk berinteraksi melalui jaringan.
SQLite mendukung tipe data ini: Blob, Integer, Null, Text, Real.
MySQL mendukung tipe data yang disebutkan di bawah ini:
Tinyint, Smallint, Mediumint, Int, Bigint, Double, Float, Real, Decimal, Double precision, Numeric, Timestamp, Date, Datetime, Char, Varchar, Year, Tinytext, Tinyblob, Blob, Text, MediumBlob, MediumText, Enum, Set, Longblob, Longtext.
Seperti yang Anda tahu, MySQL jauh lebih fleksibel dalam hal dukungan tipe data.
Library SQLite berukuran sekitar 250 KB, sedangkan server MySQL sekitar 600 MB. SQLite langsung menyimpan info dalam satu file, sehingga nantinya info tersebut mudah disalin. Tidak ada konfigurasi yang diperlukan, dan proses bisa dilakukan dengan dukungan minimal.
Sebelum menyalin atau mengekspor MySQL, Anda perlu menyatukannya menjadi satu file. Namun, untuk databse yang lebih besar, proses ini akan menjadi kegiatan yang menghabiskan waktu Anda.
SQLite tidak memiliki fungsionalitas user management tertentu. Oleh karena itu, SQLite tidak cocok untuk akses multiple user. MySQL memiliki sistem manajemen user yang dibangun dengan baik sehingga dapat menangani banyak user dan memberikan berbagai tingkat perizinan.
SQLite cocok untuk database yang lebih kecil. Seiring dengan pertumbuhan database, kebutuhan memori juga semakin besar saat menggunakan SQLite. Optimasi performa lebih sulit ketika menggunakan SQLite. Sebab, SQLite memiliki beberapa batasan penulisan.
Sebaliknya, MySQL mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan bisa menangani database yang lebih besar tanpa harus repot dengan berbagai hal.
SQLite tidak memiliki mekanisme otentikasi bawaan. Dengan begitu, file database SQLite dapat diakses oleh siapa saja. Namun, MySQL hadir dengan banyak fitur keamanan bawaan. Ini termasuk otentikasi dengan username, password, dan juga SSH.
SQLite tidak memerlukan konfigurasi rumit. Dapat dikatakan bahwa SQLite mudah untuk disetup. Sedangkan MySQL membutuhkan lebih banyak konfigurasi dibandingkan dengan SQLite. MySQL juga memiliki lebih banyak panduan setup.
Ada saat-saat tertentu ketika SQLite bisa lebih efektif daripada alternatifnya. Beberapa skenario ini adalah:
Berikut adalah beberapa skenario di mana MySQL menjadi opsi unggulan:
Di bawah ini, kami akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan SQLite serta MySQL:
Kelebihan SQLite:
Kekurangan SQLite:
Kelebihan MySQL:
Kekurangan MySQL:
Selesai! Sampai di sini, Anda sudah mempelajari berbagai hal seputar DBMS, RDBMS, sekaligus perbedaan SQLite dan MySQL. Jadi, keduanya memiliki sejumlah perbedaan, terutama dalam hal arsitektur dan fitur.
Semoga artikel ini bisa membantu Anda memilih apakah akan menggunakan SQLite atau MySQL, ya. Mana pun yang akan Anda gunakan, pastikan untuk mencari tahu dulu kebutuhan proyek Anda. Sampai jumpa di artikel berikutnya!
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.