Dec 17, 2024
Faradilla A.
12menit Dibaca
Persaingan kerja di dunia web development saat ini begitu ketat. Web developer menjadi salah satu profesi yang paling banyak dicari dan menawarkan gaji kompetitif. Kalau tidak persiapan dengan benar, kesempatan untuk dapat pekerjaan atau bahkan lolos ke tahap wawancara juga kian terbatas.
Nah, Anda bisa memperluas peluang ini dengan cara membuat CV yang menarik. Tenang, kami sudah menyiapkan beberapa contoh membuat CV web developer yang bisa dijadikan referensi.
Contoh template CV yang kami berikan di sini akan menggunakan bahasa Inggris agar Anda bisa turut menjangkau klien atau perusahaan dari luar negeri.
Langsung saja, kami akan memandu Anda membuat CV yang menarik perhatian HRD baik untuk entry level maupun senior. Anda juga bisa menggunakan template CV kami untuk profesi lain, misalnya untuk membuat CV programmer. Baca sampai akhir yuk!
Langkah pertama untuk menjadi web developer adalah membuat resume yang efektif. Ingat, recruiter cenderung melirik CV yang jelas, padat, dan menarik secara visual. Bahkan, biasanya mereka hanya perlu rata-rata 6 detik untuk melihatnya sebelum memutuskan apakah resume sesuai dengan deskripsi pekerjaan.
Jadi, usahakan untuk membuat resume satu halaman saja, atau maksimal dua halaman. Ringkas detail yang Anda cantumkan, tapi pastikan tidak ada informasi penting yang tertinggal.
Tulis semua skill yang relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar agar staf HRD tahu bahwa Anda adalah orang tepat untuk bergabung dengan tim mereka.
Mari lihat di bawah ini bagaimana seharusnya contoh CV yang baik.

Oh iya, contoh CV ini tidak hanya bisa diaplikasikan untuk web developer saja loh. Anda juga bisa memanfaatkannya sebagai contoh CV programmer, freelancer, dan lain-lain.
Perlu diingat juga bahwa recruiter terkadang menggunakan ATS (applicant tracking system), yaitu software penyaringan keyword otomatis untuk memfilter ratusan hingga ribuan CV dengan cepat efisien.
Keyword-keyword utama yang perlu ditambahkan pada CV biasanya tercantum di lowongan pekerjaan yang diposting. Jadi, cobalah untuk mengidentifikasi dan menyertakannya secara merata di resume Anda.
Mari lanjut ke bagian di bawah ini karena kami akan membahas lebih lanjut semua bagian yang wajib ada di CV programmer atau web developer.
Tulis informasi kontak Anda di bagian paling atas CV sehingga tim HRD perusahaan bisa dengan mudah menghubungi atau mengecek akun sosial serta portofolio Anda.
Berikut informasi yang perlu disertakan di bagian kontak:
Beberapa staf HR menyarankan untuk tidak menyertakan foto dalam CV, cukup cantumkan pengalaman dan skill. Sebab, foto bisa memicu bias dan diskriminasi, atau mengalihkan perhatian recruiter dari informasi yang lebih penting.
Selain itu ATS bisa mengalami kesulitan saat scanning detail non-teks seperti gambar dan grafis yang mungkin berujung pada penolakan oleh sistem. Manfaatkan ruang terbatas di CV untuk informasi yang lebih berguna agar recruiter bisa menilai skill Anda dengan lebih baik.
Namun, kembali lagi ya, ini semua tergantung pada persyaratan yang diminta tim HRD perusahaan tempat Anda melamar.
Sampaikan objektif atau ringkasan CV dengan kalimat singkat yang memberikan gambaran tentang skill Anda kepada perekrut.
Objektif lebih cocok digunakan pada CV web developer junior yang baru memiliki sedikit pengalaman atau fresh graduate, sedangkan ringkasan lebih efektif untuk CV programmer atau web developer senior.
Bagian ini tidak wajib karena informasi yang sama bisa ditemukan di bagian lain dokumen. Walau begitu, tidak ada salahnya Anda tetap menyertakannya kalau pernah mengalami perubahan karier atau ingin menunjukkan minat tertentu sesuai posisi yang Anda incar.
Apabila ingin menyertakan bagian ini dalam resume, jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan pekerjaan yang Anda lamar. Tunjukkan keterkaitan antara minat, skill, dan pengalaman Anda dengan deskripsi karyawan yang dicari oleh perusahaan atau pemberi kerja.
Tulis objektif atau ringkasan yang singkat dan langsung ke intinya saja. Tidak perlu panjang-panjang, cukup antara enam kalimat atau 50-80 kata.
Deskripsi CV yang bagus sebaiknya menjelaskan target karier Anda, misalnya menjadi web programmer atau developer junior, dan menunjukkan skill serta pengalaman.
Kalau belum punya pengalaman profesional, buat daftar pekerjaan freelance yang pernah diambil dan dampak positifnya bagi klien Anda.
Berikut adalah contoh deskripsi CV web developer entry-level:

Contoh di atas menunjukkan pendidikan dan ketertarikan pelamar di bidang web development. Tapi, ini mungkin belum cukup meyakinkan recruiter karena tidak mencantumkan skill dan pengalaman kandidat.
Coba bandingkan dengan yang di bawah ini:

Contoh di atas mencantumkan pengalaman pelamar secara lebih lengkap dengan menyebutkan beberapa pekerjaan yang pernah diambil.
Pelamar juga menyebutkan tipe perusahaan seperti apa yang pernah menjadi kliennya. Selain itu, ia mencantumkan aktivitas seputar pengembangan web di luar pekerjaan. Tim HR jadi tahu bahwa pelamar masih mengejar passion di waktu senggangnya.
Di sisi lain, kalau Anda adalah web developer senior, ringkasan CV harus mencantumkan pengalaman Anda di bidang tertentu, proyek yang pernah dikerjakan, skill yang dikuasai atau sering digunakan, dan manfaat yang bisa Anda hadirkan ke perusahaan.
Contoh ringkasan CV web developer senior misalnya seperti di bawah ini:

Contoh di atas sudah menunjukkan skill dan pengalaman pelamar selama bertahun-tahun, tapi belum menunjukkan manfaat yang bisa dibawanya ke perusahaan. Bandingkan dengan yang berikut ini:

Nah, di sini, pelamar mencantumkan di area mana ia ingin mengembangkan skill secara profesional, yaitu web accessibility, serta skill yang dikuasainya. Jadi meskipun recruiter tidak begitu ahli di bidang teknologi, mereka akan tahu bahwa pelamar pasti punya skill pemrograman karena sudah membuat 110+ landing page untuk klien.
Ringkasan ini juga memberitahukan pencapaian pelamar dalam metrik yang bisa diukur, membantu tim HR memperkirakan manfaat yang bisa diberikan pelamar kepada perusahaan.
Pengalaman kerja dan pendidikan yang perlu dicantumkan web developer senior akan berbeda dari web developer junior.
Kami punya sejumlah tips untuk menulis bagian ini agar Anda bisa menjadi kandidat potensial dibandingkan dengan pesaing. Simak di bawah ini, ya.
Menulis Pengalaman Kerja sebagai Web Developer Senior
Kalau sudah punya banyak pengalaman di bidang ini dan ingin mematok gaji yang lebih tinggi, sebaiknya fokuslah pada deskripsi pekerjaan ketimbang pendidikan. Tunjukkan proyek dan masalah teknis apa saja yang berhasil Anda selesaikan.

Begini urutan pengalaman kerja yang direkomendasikan di CV Anda:
Buat daftar pengalaman atau riwayat kerja dalam urutan kronologis terbalik sehingga pengalaman terbaru dicantumkan di bagian paling atas. Masukkan hingga lima job desc dan pencapaian di tiap pekerjaan, serta pastikan semuanya sudah sesuai dengan deskripsi pekerjaan.
Simak dua contoh CV web developer di bawah ini untuk memahami cara mendeskripsikan pengalaman kerja serta mengisi bagian pendidikan:

Pada contoh di atas, pelamar menunjukkan kapasitasnya sebagai leader. Meski begitu, informasi tersebut mungkin masih kurang meyakinkan karena pelamar tidak menyertakan hasil dari pekerjaan yang sudah diselesaikan.
Gunakan rumus APR untuk mendeskripsikan pencapaian Anda di bagian pengalaman:
Action + problem/project = result
Kemudian, sertakan hasil yang Anda raih dari pekerjaan ini dengan menunjukkan nilainya.
Sekarang bandingkan contoh sebelumnya dengan yang ini:

Contoh di atas lebih tepat karena kandidat menuliskan dengan jelas hasil pekerjaannya yang sudah membantu meningkatkan performa perusahaan.
Kalau tidak ada data pendukung yang jelas, Anda bisa menggunakan perkiraan kasar dan menjelaskan metriknya selama wawancara. Jangan melebih-lebihkan data atau tidak jujur dalam menulis CV karena bisa merusak reputasi.
Lebih baiknya lagi, gunakan action words seperti led (memimpin), developed (mengembangkan), fostered (membina), dan conceptualized (membuat konsep). Kata-kata ini akan menarik perhatian recruiter karena mungkin saja mereka sudah melihat terlalu banyak kalimat yang dimulai dengan kata worked (mengerjakan) dan managed (mengelola).
Selanjutnya di bagian pendidikan, jangan lupa cantumkan gelar, nama universitas, dan masa studi Anda seperti pada contoh di bawah ini:

Tidak perlu menyertakan IPK karena pengaruhnya kecil dibandingkan dengan pengalaman bertahun-tahun yang sudah Anda miliki.
Mencantumkan Pengalaman sebagai Web Developer Junior
Sebagai kandidat entry-level, Anda mungkin belum memiliki pengalaman kerja sama sekali. Oleh karena itu, untuk menunjukkan skill Anda, buatlah proyek web development sendiri dan cantumkan detail pendidikan yang sudah Anda tempuh.
Di bawah ini adalah contoh CV web developer pemula:

Pertama, mari mulai dengan bagian pengalaman kerja. Berikut adalah beberapa contoh proyek yang bisa dikerjakan untuk mengisi CV baru Anda:
Bandingkan dua contoh pengalaman di CV web developer junior berikut:

Pengalaman kerja terbaru di sini ada kaitannya dengan website development, tapi pekerjaan sebelumnya tidak ada hubungannya sama sekali. Kalau pekerjaan Anda sebelumnya tidak terkait dengan posisi web developer, sebaiknya tidak perlu disertakan.
Manfaatkan waktu Anda untuk mengerjakan proyek-proyek baru. Dengan begitu, Anda bisa memasukkan pencapaian yang ada kaitannya dengan pengembangan web, memperbesar peluang CV Anda dilirik oleh staf HR, seperti pada contoh ini:

Kalau baru saja terjun sebagai web developer junior, cobalah melamar posisi di perusahaan kecil untuk mengawali karier Anda. Perusahaan dengan skala kecil kemungkinan akan lebih banyak mengandalkan Anda untuk sebagian besar proyeknya.
Sekarang, saatnya membahas bagian pendidikan.
Bagian ini lebih cocok bagi web developer junior karena recruiter umumnya ingin tahu bahasa pemrograman dan teknologi apa saja yang sudah dipelajari kandidat. Selain pendidikan formal, mereka juga biasanya ingin tahu apa saja kursus, bootcamp, atau sekolah coding yang pernah Anda ikuti.
Sertakan juga mata kuliah yang pernah Anda ambil, yang relevan dengan lowongan pekerjaan tersebut. Kalau IPK Anda di bawah 3.2, sebaiknya tidak perlu turut menyertakannya di dalam resume.
Cukup sertakan gelar tertinggi kalau Anda sudah menyelesaikan pendidikan sarjana atau sedang menempuhnya. Tidak perlu menyertakan ijazah SMA.
Di bawah ini, kami punya 2 sampel bagian pendidikan di contoh CV programmer atau web developer. Kami akan membandingkannya untuk menunjukkan mana yang paling direkomendasikan.

Contoh di atas hanya memberitahukan bidang apa saja yang sudah dipelajari pelamar, tanpa informasi tentang bagaimana ia mempelajarinya dan bidang yang diminati. Kurangnya informasi ini bisa menyulitkan tim HR untuk mencari tahu minat dan visi karier pelamar.

Nah, pada contoh kedua ini, recruiter tahu bahwa pelamar memiliki minat yang kuat di bidang web development dan AI dari kursus online yang pernah diikutinya. Pelamar juga menunjukkan upayanya untuk berkontribusi di bidang ilmu komputer dengan menulis artikel atau publikasi.
Bagian ini sangat penting karena akan menunjukkan skill teknis dan kecakapan Anda untuk posisi yang dilamar. Di sini, Anda bisa memasukkan keyword yang sebaiknya disertakan di CV programmer atau web developer.
Selain menggunakan ATS, tim HR juga kadang melakukan review manual sehingga Anda tidak perlu memasukkan terlalu banyak keyword. Mereka mungkin justru akan melihatnya sebagai trik persaingan yang kurang sehat.
Tunjukkan pengetahuan tingkat lanjut Anda cukup dengan mencantumkan bahasa pemrograman dan framework yang Anda kuasai dan minati, serta yang paling relevan dengan deskripsi lowongan.
Memasukkan semua teknologi yang pernah dicoba justru bisa dianggap sebagai ‘red flag’ oleh tim HR, karena kesannya Anda hanya punya pengetahuan mendasar saja di bidang ini.
Langsung cantumkan skill Anda dalam satu daftar, atau bagi menjadi beberapa subjudul untuk jenis skill yang serupa. Cara ini akan mempermudah pekerjaan perekrut, karena mereka bisa dengan cepat menemukan informasi yang dicari.
Mari lihat daftar contoh berikut ini untuk memahami skill teknis apa saja yang bisa dimasukkan ke CV web developer:
Selalu cek tool apa saja yang digunakan perusahaan, lalu masukkan ke bagian skill Anda. Saran kami, tidak perlu susah-susah mengajukan lamaran ke perusahaan yang tidak cocok dengan teknologi yang sudah Anda pelajari.
Kalau belum yakin ‘tech stack’ apa saja yang digunakan suatu perusahaan, hubungi tim HR mereka. Anda juga bisa mencari informasi dengan mengunjungi website mereka atau mengunjungi GitHub karyawannya untuk melihat tool yang digunakan dalam proyeknya.
Jangan lupa, bagian ini khusus untuk skill teknis. Jadi, jangan sertakan soft skill di sini. Kalau Anda memiliki sertifikat untuk skill yang dicantumkan, masukkan di bagian sertifikasi sebagai bukti pelatihan Anda.
Contohnya seperti berikut ini:

Anda boleh menambahkan informasi relevan lainnya di luar pengalaman kerja, hard skill, pendidikan, dan sertifikasi di bagian ini.
Berikut adalah beberapa jenis informasi tambahan yang bisa dimasukkan ke dalam CV programmer atau web developer Anda:
Informasi ini bisa membantu recruiter melihat Anda sebagai kandidat yang memiliki pengetahuan teknis dan skill sosial yang baik, yang bisa memberikan lebih banyak manfaat bagi tim di perusahaan.
Contoh informasi tambahan ini adalah sebagai berikut:

Beberapa perusahaan mungkin mengadakan wawancara atau tes khusus untuk mengevaluasi soft skill kandidat. Mereka tidak melihat bagian soft skill di CV karena nantinya akan dinilai melalui komunikasi dan interaksi Anda dengan rekan kerja yang juga berpartisipasi dalam proses rekrutmen.
Namun, beberapa perusahaan masih mengharapkan adanya bagian soft skill di resume pelamar. Jadi, daripada membuat bagian khusus, gabungkan tipe skill ini di objektif, ringkasan, pengalaman, atau bagian info tambahan di CV Anda.
Berikut contoh soft skill yang bisa dimasukkan ke dalam CV web developer:
Berikut adalah beberapa contoh untuk mencantumkan soft skill di atas ke dalam resume:
Di Bagian Pengalaman
Di Bagian Aktivitas
Poin-poin di bagian Pengalaman menunjukkan kandidat memiliki skill leadership dan kerja sama yang kuat. Kandidat membuktikan kemampuannya dengan memanfaatkan skill komunikasi secara rutin dalam aktivitas di luar jam kerja.
Meskipun Anda boleh memasukkan skill yang tidak terkait langsung dengan industri web development, skill tersebut harus tetap mendukung value Anda. Misalnya, menuliskan prestasi sebagai juara perlombaan catur bisa menunjukkan bahwa Anda punya pemikiran analitis yang kuat. Atau, menulis kolom opini secara rutin di koran lokal bisa menyiratkan bahwa Anda adalah pemikir kritis yang kreatif.
Bantu para perekrut melihat keunggulan Anda dengan menambahkan beberapa detail yang menarik perhatian di bagian info tambahan. Jangan sekadar menambahkan fakta-fakta random yang tidak relevan untuk mengisi sisa ruang di resume.
Berikut contoh informasi tambahan yang tidak kami rekomendasikan:

Poin pertama tidak menjelaskan lebih lanjut tentang event yang diikuti pelamar. Mungkin saja, ini juga bukan event yang familiar bagi tim HRD.
Berikutnya, poin kedua tidak diawali dengan kata kerja yang bersifat action sehingga kalimat ini terasa biasa saja bagi yang membacanya. Pelamar juga tidak menyebutkan nama event atau organisasi yang menyelenggarakannya.
Kalau sudah sampai ke bagian ini, artinya Anda sudah tahu informasi penting apa saja yang perlu disertakan saat membuat CV web developer. Kami masih punya tips dan trik lainnya untuk membantu Anda membuat CV yang ATS frienfly.
Berikut adalah cara membuat CV ATS friendly:
Menjadi web developer pemula atau berpengalaman dengan skill yang tepat saja belum cukup untuk mendapatkan pekerjaan impian Anda. Skill ini juga harus ditunjukkan dengan cara yang menarik. Biasanya, Anda hanya perlu membuat CV web developer satu halaman untuk menarik perhatian recruiter.
Gunakan checklist berikut untuk mengecek bagian apa saja yang sebaiknya ada di dalam CV programmer atau web developer Anda:
Ingat, tujuan utama membuat CV adalah agar Anda bisa lolos ke tahap wawancara pertama. Anda tidak perlu memasukkan semua detail pengalaman sebelumnya.
Biarkan CV tetap ringkas dan fokuslah pada informasi yang paling penting untuk meyakinkan staf HRD bahwa Anda adalah kandidat yang tepat. Jelaskan lebih lanjut detail ini saat sesi wawancara. Sebagai tambahan, sesuaikan resume dengan pekerjaan yang Anda lamar.
Semoga panduan ini bisa membantu Anda membuat CV web developer atau programmer yang menarik, ya. Selamat mencoba dan semoga sukses selalu!
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.