Feb 12, 2026
Faradilla A.
10menit Dibaca
Untuk menghasilkan uang dari Facebook, manfaatkan basis pengguna Anda, buat konten yang bermanfaat, dan gunakan fitur bawaan platform ini untuk mendatangkan penghasilan secara langsung maupun tidak langsung.
Secara umum, ada dua cara monetisasi di Facebook: monetisasi langsung yang dibayarkan oleh Meta berdasarkan jumlah tayangan, engagement, atau dukungan dari penggemar, dan monetisasi tidak langsung, yaitu ketika Anda menggunakan Facebook sebagai media promosi untuk menjual produk, jasa, atau link afiliasi milik Anda sendiri.
Dengan jumlah pengguna yang sangat besar, Facebook masih menjadi salah satu platform yang efektif untuk mencari penghasilan tambahan. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan antara lain:
Sebagai gambaran umum, kreator yang sudah memenuhi syarat monetisasi biasanya bisa memperoleh sekitar $200–$800 per bulan (sekitar Rp3,5 juta-Rp13,5 juta) dari monetisasi langsung. Sementara itu, penghasilan dari monetisasi tidak langsung akan sangat bergantung pada produk atau jasa yang Anda jual.
Apa pun metode yang dipilih, jangan hanya fokus pada uangnya. Bangun interaksi yang konsisten dan pastikan konten Anda benar-benar bermanfaat. Dengan begitu, peluang menghasilkan uang secara stabil akan jauh lebih besar.
Salah satu cara mendapatkan penghasilan langsung dari Facebook adalah melalui fitur Fan Subscriptions (Langganan Penggemar). Fitur ini memungkinkan pengikut Anda membayar biaya bulanan untuk mendapatkan akses ke konten atau manfaat eksklusif.

Biasanya, orang mau berlangganan karena mereka ingin merasa lebih dekat dengan kreator favoritnya atau mendapatkan konten khusus yang tidak tersedia untuk publik. Sebagai imbalan atas biaya bulanan yang mereka bayarkan, Anda bisa menawarkan manfaat seperti:
Namun, fitur ini tidak otomatis tersedia untuk semua orang. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti:
Untuk mengecek apakah akun Anda sudah memenuhi syarat, kunjungi Dasbor Profesional di halaman atau profil profesional Anda. Di halaman ini, Anda bisa melihat performa konten sekaligus peluang monetisasi yang tersedia.
Dengan metode ini, Anda bisa menerima hampir 100% dari biaya langganan, kecuali kalau pembayaran dilakukan melalui App Store atau Play Store yang biasanya memotong biaya sekitar 15–30%. Pencairan dana dilakukan setiap bulan setelah mencapai batas minimum tertentu, tergantung pada metode pembayaran yang digunakan.
Facebook Shop adalah fitur toko online di halaman Facebook bisnis Anda. Fitur ini memungkinkan Anda membuat etalase langsung di halaman Facebook sehingga calon pembeli bisa melihat katalog produk Anda tanpa harus keluar dari platform tersebut.
Untuk menjual produk di Facebook Shop, Anda bisa menggunakan Commerce Manager, lalu mengupload produk secara manual atau menyinkronkannya dari platform seperti Shopify atau WooCommerce.
Namun, perlu diketahui bahwa saat ini Facebook tidak lagi menyediakan checkout langsung di dalam aplikasi. Artinya, pembeli akan diarahkan ke website Anda, marketplace lain, atau transaksi dilakukan secara terpisah (misalnya transfer atau COD). Meskipun bisa membuat produk secara gratis, Anda tetap akan dikenai biaya transaksi sesuai platform pembayaran yang digunakan.
Selain itu, ada beberapa kekurangan lain menggunakan Facebook Shop, di antaranya:
Oleh karena itu, Facebook Shop lebih cocok dijadikan sebagai saluran pemasaran tambahan, bukan pusat bisnis utama. Dalam jangka panjang, memiliki website sendiri memungkinkan Anda mengontrol seluruh aspek branding dan data pelanggan Anda.
Nah, Anda bisa mencoba Website Builder Hostinger untuk membuat toko online dengan mudah tanpa coding, karena sudah dilengkapi dengan AI dan editor visual yang intuitif. Anda bisa mengelola website toko online tanpa ribet, mendesainnya sesuai keinginan, dan mengoptimalkannya sesuai kebutuhan. Tidak ada komisi untuk menggunakan platform ini, jadi sebagian besar keuntungan penjualan akan menjadi milik Anda.


Facebook Marketplace memungkinkan Anda menjual barang secara langsung kepada pembeli di wilayah Anda. Berbeda dengan Facebook Shop yang dirancang bagi bisnis yang melakukan pengiriman stok barang, Marketplace lebih populer di kalangan individu untuk menjual barang bekas.
Anda bisa mulai jualan cukup dengan mengupload foto, menambahkan deskripsi, dan menetapkan harga. Komunikasi dilakukan lewat Facebook Messenger sehingga proses belanja pun menjadi lebih mudah. Setelah itu, Anda bisa bertemu dengan pembeli untuk menyelesaikan transaksi.
Agar iklan Anda lebih cepat dilirik di Facebook Marketplace, lakukan beberapa strategi berikut:
Dari semua hal di atas, yang tidak kalah penting adalah komunikasi. Tulis deskripsi sedetail mungkin agar calon pembeli tidak perlu bertanya tentang hal-hal yang sudah Anda cantumkan. Jawab pesan dengan cepat dan jelas untuk meningkatkan peluang keberhasilan transaksi.
Menariknya, dalam kategori tertentu, Anda juga bisa menjual produk digital, asalkan tetap mengikuti aturan yang berlaku di Marketplace.
Iklan in-stream di Facebook adalah iklan yang muncul sebelum, di tengah, atau setelah video Anda diputar. Kalau Anda rutin mengadakan live atau mengupload video, fitur ini bisa menjadi salah satu cara paling mudah untuk menghasilkan uang karena pendapatannya bersifat pasif dan dihitung berdasarkan jumlah tayangan.
Namun, tidak semua kreator bisa langsung mengaktifkan fitur ini. Facebook menetapkan beberapa persyaratan berikut:
Apabila merasa sudah memenuhi syarat, cek kelayakan akun Anda melalui Meta Business Suite. Kalau memenuhi kriteria, aktifkan fitur ini di menu Monetization. Setelah diaktifkan, Anda bisa mengatur penempatan iklan saat memulai siaran atau mengupload video.
Penghasilan dari iklan in-stream bergantung pada Cost Per Mille (CPM), yaitu biaya per 1.000 tayangan. Nilai CPM berbeda-beda tergantung niche dan topik konten. Namun, rata-rata kreator memperoleh sekitar $5 (sekitar Rp85.000) per 1.000 tayangan.
Untuk memaksimalkan pendapatan, buat video berdurasi minimal 3 menit. Sebab, Facebook cenderung memprioritaskan video yang mampu membuat audiens tertarik menonton lebih dari satu menit awal, karena di menit tersebut slot iklan pertama mulai tersedia.
Affiliate marketing di Facebook berarti Anda membagikan link produk atau layanan, lalu mendapatkan komisi ketika seseorang melakukan pembelian lewat link tersebut. Cara ini termasuk yang paling populer untuk menghasilkan uang secara online.
Anda bisa membagikan link affiliate melalui berbagai format, seperti postingan di halaman, grup, atau konten singkat seperti Cerita. Apa pun formatnya, Anda tetap perlu mencantumkan penafian agar audiens tahu bahwa link tersebut untuk affiliate. Hal ini penting guna menjaga transparansi dan mematuhi kebijakan yang berlaku.
Penting! Biasanya, keterangan seperti Promosi berbayar atau Iklan saja sudah cukup. Namun, sebaiknya tetap periksa kebijakan Facebook sebelum membagikan link affiliate agar tidak melanggar aturan platform.
Agar strategi affiliate marketing Anda lebih efektif, perhatikan beberapa hal berikut:
Facebook juga bisa dimanfaatkan untuk menjual kursus online atau layanan profesional. Profil atau Halaman Anda bisa berfungsi sebagai portofolio digital tempat Anda menunjukkan keahlian dan membagikan pengalaman klien. Apabila Anda berprofesi sebagai konsultan, desainer grafis, coach fitness, atau penyedia jasa lainnya, Facebook bisa membantu Anda menemukan calon klien yang relevan.
Agar lebih efektif dalam menjangkau audiens yang tepat, perhatikan beberapa langkah berikut:
Facebook juga menyediakan fitur tambahan untuk mendukung promosi layanan Anda:
Facebook Stars adalah fitur yang memungkinkan penonton mengirimkan item virtual saat Anda melakukan live streaming. Fitur ini mirip sistem tip atau donasi, hanya saja menggunakan mata uang virtual berupa Stars.
Untuk setiap 1 Star yang diterima, Anda akan dibayar sebesar $0,01 (sekitar Rp170). Meski terlihat kecil, jumlahnya bisa signifikan apabila penonton mengirim Stars dalam jumlah besar, bahkan hingga puluhan ribu Stars. Agar penonton lebih terdorong mengirimkan Stars, Anda bisa:
Secara umum, penghasilan dari Stars memang tidak sebesar iklan in-stream, terutama kalau jumlah penonton Anda masih terbatas. Namun, untuk kreator yang baru memulai, fitur ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan yang cukup menjanjikan karena syaratnya relatif lebih ringan. Ketentuannya antara lain:

Iklan Facebook adalah konten promosi berbayar yang ditampilkan di feed, Cerita, dan sidebar. Berbeda dengan metode lain yang menghasilkan uang langsung dari Facebook, tujuan menjalankan iklan adalah mempromosikan brand atau produk Anda agar pada akhirnya menghasilkan penjualan.
Iklan berbayar cukup efektif untuk mendatangkan traffic dan prospek karena formatnya jelas sebagai iklan dan bisa ditargetkan ke demografi tertentu.
Biasanya, iklan Facebook digunakan untuk mempromosikan toko online atau bisnis. Namun, Anda juga bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan awareness website yang sudah dimonetisasi atau channel lain yang Anda miliki.
Menjalankan iklan memang membutuhkan biaya, tetapi langkah-langkahnya relatif sederhana:
Saat baru memulai, sebaiknya gunakan anggaran kecil terlebih dahulu, sekitar $5–$10 per hari (sekitar Rp85.000–Rp170.000). Setelah iklan mulai menunjukkan hasil yang baik, tingkatkan skalanya untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Meski efektif untuk menarik pelanggan, membuat campaign iklan yang sukses membutuhkan waktu dan konsistensi. Mendesain materi iklan yang menarik tidak bisa instan, dan performanya biasanya perlu diuji berulang kali. Anda perlu membandingkan beberapa versi iklan untuk melihat mana yang paling efektif, lalu memantau hasilnya secara rutin.
Facebook juga bisa dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk mengarahkan traffic ke platform lain yang sudah dimonetisasi, termasuk meningkatkan penjualan online di website Anda. Strategi ini efektif kalau Anda sudah memiliki beberapa sumber penghasilan dan ingin memperluas jangkauan ke audiens yang lebih besar.
Meskipun Facebook adalah platform utama Anda saat ini, sebaiknya tetap tingkatkan reputasi digital Anda, misalnya dengan membuat blog atau membangun akun di media sosial lain. Mengandalkan Facebook saja cukup berisiko, sebab kalau akun Anda diblokir atau kebijakan berubah, penghasilan Anda bisa ikut terdampak.
Simak tutorial kami lainnya untuk mempelajari cara mendapatkan uang dari website guna membantu Anda menambah sumber pendapatan online dan menjadikannya bisnis jangka panjang.
Gunakan Facebook sebagai funnel pemasaran. Anda bisa membagikan potongan konten menarik, meme, atau video pendek yang dilengkapi ajakan bertindak (call-to-action), lalu mengarahkan audiens ke blog, channel YouTube, atau daftar email Anda.
Perlu diingat, algoritma Facebook cenderung menurunkan jangkauan konten yang berisi link eksternal. Untuk menyiasatinya, letakkan link di komentar pertama atau di bio halaman Anda, lalu beri tahu audiens bahwa link tersebut tersedia di sana.
Menghasilkan uang dari Facebook bukanlah proses yang instan. Anda perlu konsistensi dan strategi jangka panjang apabila ingin menjadikannya sebagai sumber pendapatan. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
Jumlah penghasilan dari Facebook sangat bergantung pada metode monetisasi yang Anda terapkan. Untuk kreator yang memonetisasi konten secara langsung, pendapatan biasanya dihitung berdasarkan metrik seperti jumlah tayangan, durasi tonton, dan lokasi audiens.
Sebagai gambaran, Anda bisa memperoleh sekitar $0,01–$0,03 (sekitar Rp170-Rp510) per tayangan yang memenuhi syarat melalui iklan in-stream. Sementara itu, satu Facebook Star bernilai $0,01 (sekitar Rp170).
Namun, angka tersebut bisa berbeda-beda tergantung pada lokasi audiens dan kategori konten Anda. Kalau Anda mengadakan live streaming lima kali seminggu yang ditonton oleh sekitar 1.000 audiens, potensi penghasilannya bisa mencapai $200–$800 per bulan (sekitar Rp3,4 juta-Rp13,5 juta), belum termasuk tambahan dari Stars atau donasi lainnya.
Menghasilkan uang di Facebook tetap membutuhkan waktu dan upaya yang konsisten, baik untuk membuat konten maupun menjual produk. Dengan bantuan tool AI, Anda bisa meningkatkan produktivitas tanpa harus menambah beban kerja secara signifikan.
Misalnya, Anda bisa memanfaatkan AI untuk mempermudah proses pengeditan video Reels, menulis copywriting dengan cepat, bahkan membuat produk digital baru untuk dijual. Apabila tertarik mendalami topik ini, Anda bisa membaca artikel kami tentang cara menghasilkan uang dengan AI.
Meski begitu, tidak semua jenis konten cocok dibuat atau diproduksi menggunakan AI. Sebagai contoh, live streaming tetap membutuhkan interaksi langsung dengan audiens.
Intinya, gunakan AI secara strategis, bukan sekadar untuk memperbanyak output. Pada akhirnya, konten yang benar-benar bermanfaat dan menghasilkan konversilah yang paling berdampak bagi audiens maupun bisnis Anda.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.