Dec 18, 2025
Faradilla A.
7menit Dibaca
Dalam urusan surat-menyurat, Anda mungkin perlu mengirim email massal atau menyesuaikan dokumen untuk banyak penerima sekaligus. Namun, proses ini bisa sangat memakan waktu kalau harus dilakukan secara manual.
Untungnya, ada cara mudah untuk melakukannya, yaitu dengan menggunakan mail merge. Dengan fitur ini, Anda bisa mengisi data secara otomatis ke dokumen tanpa perlu repot, misalnya untuk mengirim undangan, newsletter, atau email promosi ke banyak penerima.
Nah, di artikel ini, kami akan menjelaskan cara membuat mail merge menggunakan berbagai aplikasi, termasuk Microsoft Word, Excel, dan layanan dari Google Workspace seperti Docs dan Sheets. Tanpa berlama-lama lagi, scroll ke bawah untuk mempelajari caranya yuk!
Mail merge adalah fitur yang berfungsi untuk menggabungkan data dari suatu sumber ke dalam template dokumen.
Fitur ini biasanya disertakan dalam aplikasi dokumen seperti Microsoft Word dan Google Docs. Mail merge sangat membantu untuk menghemat waktu, terutama kalau Anda perlu mengirim dokumen secara massal ke banyak penerima sekaligus.
Menggunakan mail merge, Anda tidak perlu membuat dokumen satu per satu untuk setiap data yang perlu disertakan. Cukup buat satu template dokumen, seperti surat undangan atau pemberitahuan, lalu hubungkan dengan dokumen lain yang berisi data, misalnya nama dan alamat.
Proses surat-menyurat atau pengiriman email pun menjadi lebih cepat dan praktis, karena dokumen akan terisi otomatis dengan data yang sesuai. Selain itu, fitur ini juga mengurangi risiko kesalahan manual, seperti typo atau data yang tidak konsisten.
Jadi, daripada mengirim dokumen secara manual satu per satu, Anda bisa memanfaatkan mail merge untuk bekerja secara lebih efisien.
Pertama, kami akan menjelaskan cara membuat mail merge di Word dan Excel. Selain untuk Windows, kedua aplikasi Microsoft populer ini juga bisa Anda instal di macOS.
Menggunakan Word, Anda bisa membuat template dokumen yang akan diisi data secara massal, sementara Excel berfungsi untuk menyimpan file sumber data seperti nama, alamat, atau informasi lainnya yang perlu dimasukkan ke dokumen.
Di tutorial ini, kami akan mengambil contoh mengirimkan surat undangan ke banyak penerima. Berikut langkah-langkah membuat mail merge di Word dan Excel:
Pertama, Anda perlu membuat file Excel yang akan digunakan sebagai sumber data. Nantinya, file ini perlu diisi dengan informasi seperti nama, alamat, atau nomor telepon penerima yang akan dimasukkan ke dokumen Word.
Ikuti langkah-langkah membuat sumber data di Excel berikut ini:


Pastikan Anda memberi label kolom di baris pertama (seperti Nama, Alamat, dan Nomor Telepon) untuk memudahkan proses pembuatan mail merge di langkah berikutnya.
Setelah sumber data di Excel siap, sekarang Anda perlu membuat dokumen di Word yang akan menjadi template mail merge.
Berikut langkah-langkahnya:


Apabila naskah dokumen Anda sudah siap dan sudah diberi teks penanda, selanjutnya Anda perlu menghubungkan dokumen dengan sumber data dari Excel yang tadi sudah dibuat. Dengan begitu, informasi penerima akan terisi secara otomatis di tempat yang sesuai.
Berikut langkah-langkah untuk melakukannya:



Sekarang, file Excel yang berisi data penerima sudah terhubung ke dokumen Word Anda. Berikutnya, Anda bisa mulai menyisipkan data penerima ke teks penanda yang sesuai di dokumen.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:


Sebelum menyelesaikan prosesnya, lihat pratinjau hasil mail merge lagi untuk memastikan bahwa semua data dari Excel sudah terhubung dan ditampilkan dengan benar sesuai keinginan Anda.

Apabila sudah puas dengan hasil yang ditampilkan di pratinjau, Anda bisa menyelesaikan proses pembuatan mail merge.

Apabila memilih untuk menyimpan dokumen di komputer, pastikan Anda menamainya dengan benar dan rapi untuk memudahkan proses pengiriman atau pencetakan dokumen.
Selamat! Anda sudah berhasil membuat mail merge di Word dan Excel. Selanjutnya, Anda pun bisa menghemat waktu untuk mengirim banyak dokumen karena tidak perlu mengisi datanya satu per satu.
Apabila belum menginstal Word atau Excel, Anda bisa menggunakan Google Docs dan Sheets untuk membuat mail merge. Cukup buat akun email di Gmail untuk mengakses layanan ini, atau gunakan akun yang sudah ada.
Kedua layanan ini tersedia secara online sehingga bisa diakses di mana saja, cocok bagi Anda yang sering menggunakan lebih dari satu perangkat untuk bekerja.
Berikut adalah cara membuat mail merge menggunakan Google Docs dan Sheets:
Mirip seperti saat menggunakan Excel, siapkan dulu file di Google Sheets yang akan digunakan sebagai sumber data Anda. Kami akan menggunakan kolom dan data yang sama pada contoh ini, yang berisi nama, alamat, dan nomor telepon.
Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat file sumber data mail merge:


Selanjutnya, Anda bisa menyiapkan template dokumen di Google Docs. Kami juga akan menulis template dokumen undangan dalam contoh ini.
Berikut langkah-langkahnya:


Kali ini, langkahnya berbeda dengan Microsoft Word yang sudah memiliki fitur mail merge bawaan. Apabila menggunakan Google Docs, Anda perlu menginstal fitur tambahan atau add-on agar bisa melanjutkan proses ini.
Di tutorial ini, kami akan menggunakan add-on Mail Merge yang menyediakan uji coba gratis selama 30 hari. Berikut cara menginstalnya:


Selanjutnya, add-on tersebut akan meminta izin Anda untuk terhubung dengan Google Docs dan Sheets. Berikan izin yang diperlukan, kemudian Anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
Setelah add-on terinstal, Anda bisa mulai menghubungkan template dokumen dengan sumber data dari Sheets yang tadi sudah dibuat.
Ini langkah-langkahnya:



Terakhir, pastikan Anda memeriksa hasilnya lagi melalui pratinjau untuk menemukan apakah ada kesalahan data atau kesalahan ketik.

Setelah itu, Anda pun berhasil membuat mail merge di Google Docs dan Sheets! Anda bisa mulai mengirimkan dokumen secara otomatis kepada banyak penerima tanpa perlu mengetiknya satu per satu.

Dengan memanfaatkan fitur mail merge, Anda bisa menghemat banyak waktu untuk mengirimkan dokumen secara massal dengan informasi yang berbeda-beda. Untuk membuat mail merge, gunakan aplikasi Microsoft Word dan Excel maupun Google Docs dan Sheets.
Prosesnya pun tidak terlalu berbeda di kedua platform. Cukup buat file sumber data di Excel atau Sheets, lalu tulis template dokumen menggunakan Word atau Docs.
Namun, kalau menggunakan layanan Google, Anda perlu menginstal add-on Mail Merge karena tidak ada fitur mail merge bawaan seperti yang disertakan di Microsoft Word.
Jangan lupa, cek dan pratinjau hasilnya untuk memastikan semua datanya sudah benar. Selamat mencoba dan semoga berhasil! Apabila masih memiliki pertanyaan, lihat bagian FAQ di bawah ini atau sampaikan lewat komentar, ya.
Di bagian ini, kami akan menjawab beberapa pertanyaan umum seputar mail merge.
Fitur mail merge bawaan Microsoft Word tidak mendukung lampiran secara default. Namun, Anda bisa menginstal add-on seperti Mail Merge Toolkit untuk menambahkan lampiran. Di Google Docs, Anda juga bisa menggunakan add-on mail merge yang menyediakan fitur lampiran untuk menambahkan file ke setiap email yang dikirim.
Tidak ada batas tetap untuk jumlah penerima mail merge, baik di Word maupun Google Docs. Namun, penyedia layanan email mungkin memberlakukan batasan harian untuk jumlah email yang bisa Anda kirim. Cari tahu informasinya lebih lanjut untuk mencegah email Anda masuk ke folder spam atau gagal dikirim.
Anda bisa menggunakan mail merge untuk mencetak label dan amplop. Di Microsoft Word, Anda bisa memilih opsi Labels atau Envelopes di menu Start Mail Merge. Cukup hubungkan data dari Excel, lalu atur format amplop atau label sesuai kebutuhan.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.