Promo terbatas, serbu sekarang!

Cara menghasilkan uang dari Facebook, lengkap dengan strateginya

Cara menghasilkan uang dari Facebook, lengkap dengan strateginya

Untuk menghasilkan uang dari Facebook, manfaatkan basis pengguna Anda, buat konten yang bermanfaat, dan gunakan fitur bawaan platform ini untuk mendatangkan penghasilan secara langsung maupun tidak langsung.

Secara umum, ada dua cara monetisasi di Facebook: monetisasi langsung yang dibayarkan oleh Meta berdasarkan jumlah tayangan, engagement, atau dukungan dari penggemar, dan monetisasi tidak langsung, yaitu ketika Anda menggunakan Facebook sebagai media promosi untuk menjual produk, jasa, atau link afiliasi milik Anda sendiri.

Dengan jumlah pengguna yang sangat besar, Facebook masih menjadi salah satu platform yang efektif untuk mencari penghasilan tambahan. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan antara lain:

  1. Membangun komunitas pelanggan setia
  2. Membuka etalase produk di Halaman Facebook
  3. Menjual barang lewat Marketplace
  4. Mendapatkan uang dari iklan di video
  5. Membagikan link afiliasi
  6. Menawarkan jasa atau keahlian profesional
  7. Mengumpulkan tip (Stars) saat live streaming
  8. Menggunakan iklan berbayar untuk meningkatkan penjualan
  9. Mengarahkan audiens ke website atau toko online Anda

Sebagai gambaran umum, kreator yang sudah memenuhi syarat monetisasi biasanya bisa memperoleh sekitar $200–$800 per bulan (sekitar Rp3,5 juta-Rp13,5 juta) dari monetisasi langsung. Sementara itu, penghasilan dari monetisasi tidak langsung akan sangat bergantung pada produk atau jasa yang Anda jual.

Apa pun metode yang dipilih, jangan hanya fokus pada uangnya. Bangun interaksi yang konsisten dan pastikan konten Anda benar-benar bermanfaat. Dengan begitu, peluang menghasilkan uang secara stabil akan jauh lebih besar.

1. Tawarkan langganan penggemar berbayar

Salah satu cara mendapatkan penghasilan langsung dari Facebook adalah melalui fitur Fan Subscriptions (Langganan Penggemar). Fitur ini memungkinkan pengikut Anda membayar biaya bulanan untuk mendapatkan akses ke konten atau manfaat eksklusif.

Biasanya, orang mau berlangganan karena mereka ingin merasa lebih dekat dengan kreator favoritnya atau mendapatkan konten khusus yang tidak tersedia untuk publik. Sebagai imbalan atas biaya bulanan yang mereka bayarkan, Anda bisa menawarkan manfaat seperti:

  • Konten eksklusif. Video behind the scenes, polling khusus, atau postingan yang hanya bisa dilihat subscriber.
  • Lencana pelanggan. Tanda khusus di samping nama mereka saat berkomentar atau ikut live.
  • Diskon khusus. Misalnya potongan harga untuk merchandise atau produk Anda.
  • Live streaming eksklusif. Sesi khusus untuk ngobrol atau Q&A dengan subscriber saja.

Namun, fitur ini tidak otomatis tersedia untuk semua orang. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti:

  • Jumlah pengikut. Halaman Facebook Anda harus memiliki minimal 10.000 pengikut atau 250 audiens yang sering kembali.
  • Metrik keterlibatan. Konten di Halaman Anda harus menghasilkan setidaknya 50.000 interaksi postingan atau 180.000 menit tontonan dalam 60 hari terakhir.
  • Syarat dan kebijakan. Anda harus berusia minimal 18 tahun dan mematuhi kebijakan monetisasi serta standar komunitas Facebook.

Untuk mengecek apakah akun Anda sudah memenuhi syarat, kunjungi Dasbor Profesional di halaman atau profil profesional Anda. Di halaman ini, Anda bisa melihat performa konten sekaligus peluang monetisasi yang tersedia.

Dengan metode ini, Anda bisa menerima hampir 100% dari biaya langganan, kecuali kalau pembayaran dilakukan melalui App Store atau Play Store yang biasanya memotong biaya sekitar 15–30%. Pencairan dana dilakukan setiap bulan setelah mencapai batas minimum tertentu, tergantung pada metode pembayaran yang digunakan.

2. Jual produk melalui Facebook Shop

Facebook Shop adalah fitur toko online di halaman Facebook bisnis Anda. Fitur ini memungkinkan Anda membuat etalase langsung di halaman Facebook sehingga calon pembeli bisa melihat katalog produk Anda tanpa harus keluar dari platform tersebut.

Untuk menjual produk di Facebook Shop, Anda bisa menggunakan Commerce Manager, lalu mengupload produk secara manual atau menyinkronkannya dari platform seperti Shopify atau WooCommerce.

Namun, perlu diketahui bahwa saat ini Facebook tidak lagi menyediakan checkout langsung di dalam aplikasi. Artinya, pembeli akan diarahkan ke website Anda, marketplace lain, atau transaksi dilakukan secara terpisah (misalnya transfer atau COD). Meskipun bisa membuat produk secara gratis, Anda tetap akan dikenai biaya transaksi sesuai platform pembayaran yang digunakan.

Selain itu, ada beberapa kekurangan lain menggunakan Facebook Shop, di antaranya:

  • Kontrol terbatas. Kebijakan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti perubahan dari platformnya, yang mungkin memengaruhi toko dan produk Anda. Kecuali diizinkan secara eksplisit, Anda juga hanya memiliki akses terbatas ke alamat email, nama, dan alamat pelanggan sehingga sulit untuk membangun email list.
  • Branding terbatas. Desain toko Anda harus mengikuti tampilan Facebook, sehingga ruang untuk membangun identitas brand agak terbatas. Kalau Anda sedang membangun bisnis, platform ini mungkin bukan solusi jangka panjang yang tepat.
  • Ketergantungan pada algoritma. Visibilitas produk sangat dipengaruhi oleh sistem Facebook. Di toko online milik sendiri, Anda bisa memasarkan dan mengoptimalkan website sesuai kebutuhan Anda.

Oleh karena itu, Facebook Shop lebih cocok dijadikan sebagai saluran pemasaran tambahan, bukan pusat bisnis utama. Dalam jangka panjang, memiliki website sendiri memungkinkan Anda mengontrol seluruh aspek branding dan data pelanggan Anda.

Nah, Anda bisa mencoba Website Builder Hostinger untuk membuat toko online dengan mudah tanpa coding, karena sudah dilengkapi dengan AI dan editor visual yang intuitif. Anda bisa mengelola website toko online tanpa ribet, mendesainnya sesuai keinginan, dan mengoptimalkannya sesuai kebutuhan. Tidak ada komisi untuk menggunakan platform ini, jadi sebagian besar keuntungan penjualan akan menjadi milik Anda.

3. Gunakan Facebook Marketplace untuk menjual produk

Facebook Marketplace memungkinkan Anda menjual barang secara langsung kepada pembeli di wilayah Anda. Berbeda dengan Facebook Shop yang dirancang bagi bisnis yang melakukan pengiriman stok barang, Marketplace lebih populer di kalangan individu untuk menjual barang bekas.

Anda bisa mulai jualan cukup dengan mengupload foto, menambahkan deskripsi, dan menetapkan harga. Komunikasi dilakukan lewat Facebook Messenger sehingga proses belanja pun menjadi lebih mudah. Setelah itu, Anda bisa bertemu dengan pembeli untuk menyelesaikan transaksi.

Agar iklan Anda lebih cepat dilirik di Facebook Marketplace, lakukan beberapa strategi berikut:

  • Gunakan kata kunci yang jelas di judul dan deskripsi. Tulis judul dan deskripsi produk yang jelas dengan kata kunci khusus agar lebih mudah ditemukan, misalnya “Kursi kantor full mesh warna hitam, kondisi seperti baru.” Untuk membuat iklan yang menarik, baca artikel kami tentang contoh copywriting.
  • Tentukan harga yang kompetitif. Cari produk serupa yang sudah terjual, lalu gunakan sebagai acuan harga. Apabila membutuhkan bantuan, simak artikel kami tentang cara menentukan harga produk.
  • Bagikan ke grup jual beli lokal. Gabung dengan komunitas lokal atau grup barkas, lalu posting ulang iklan Anda. Dengan begitu, produk yang Anda jual bisa lewat di beranda utama anggota grup, yang lebih berpotensi melakukan pembelian karena lokasinya lebih dekat dengan Anda.
  • Perbarui atau buat ulang iklan kalau belum terjual. Apabila ada barang yang belum terjual setelah dua minggu, hapus iklan tersebut lalu buat yang baru. Hal ini membuat algoritma Facebook memperlakukannya sebagai stok baru sehingga meningkatkan peluang untuk muncul kembali di feed lokal.

Dari semua hal di atas, yang tidak kalah penting adalah komunikasi. Tulis deskripsi sedetail mungkin agar calon pembeli tidak perlu bertanya tentang hal-hal yang sudah Anda cantumkan. Jawab pesan dengan cepat dan jelas untuk meningkatkan peluang keberhasilan transaksi.

Menariknya, dalam kategori tertentu, Anda juga bisa menjual produk digital, asalkan tetap mengikuti aturan yang berlaku di Marketplace.

4. Monetisasi video dengan iklan in-stream

Iklan in-stream di Facebook adalah iklan yang muncul sebelum, di tengah, atau setelah video Anda diputar. Kalau Anda rutin mengadakan live atau mengupload video, fitur ini bisa menjadi salah satu cara paling mudah untuk menghasilkan uang karena pendapatannya bersifat pasif dan dihitung berdasarkan jumlah tayangan.

Namun, tidak semua kreator bisa langsung mengaktifkan fitur ini. Facebook menetapkan beberapa persyaratan berikut:

  • Jumlah audiens. Halaman Facebook Anda harus memiliki minimal 10.000 pengikut.
  • Total waktu tonton. Video di Halaman Anda harus mencapai total 600.000 menit tayang yang memenuhi syarat dalam 60 hari terakhir.
  • Jumlah konten. Anda harus memiliki setidaknya 5 video aktif di Halaman.

Apabila merasa sudah memenuhi syarat, cek kelayakan akun Anda melalui Meta Business Suite. Kalau memenuhi kriteria, aktifkan fitur ini di menu Monetization. Setelah diaktifkan, Anda bisa mengatur penempatan iklan saat memulai siaran atau mengupload video.

Penghasilan dari iklan in-stream bergantung pada Cost Per Mille (CPM), yaitu biaya per 1.000 tayangan. Nilai CPM berbeda-beda tergantung niche dan topik konten. Namun, rata-rata kreator memperoleh sekitar $5 (sekitar Rp85.000) per 1.000 tayangan.

Untuk memaksimalkan pendapatan, buat video berdurasi minimal 3 menit. Sebab, Facebook cenderung memprioritaskan video yang mampu membuat audiens tertarik menonton lebih dari satu menit awal, karena di menit tersebut slot iklan pertama mulai tersedia.

5. Gunakan affiliate marketing di Facebook

Affiliate marketing di Facebook berarti Anda membagikan link produk atau layanan, lalu mendapatkan komisi ketika seseorang melakukan pembelian lewat link tersebut. Cara ini termasuk yang paling populer untuk menghasilkan uang secara online.

Anda bisa membagikan link affiliate melalui berbagai format, seperti postingan di halaman, grup, atau konten singkat seperti Cerita. Apa pun formatnya, Anda tetap perlu mencantumkan penafian agar audiens tahu bahwa link tersebut untuk affiliate. Hal ini penting guna menjaga transparansi dan mematuhi kebijakan yang berlaku.

Penting! Biasanya, keterangan seperti Promosi berbayar atau Iklan saja sudah cukup. Namun, sebaiknya tetap periksa kebijakan Facebook sebelum membagikan link affiliate agar tidak melanggar aturan platform.

Agar strategi affiliate marketing Anda lebih efektif, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Tambahkan link secara strategis. Facebook cenderung menurunkan jangkauan konten yang terlalu banyak mengarahkan pengguna ke luar platform. Jadi, hindari menaruh link di setiap postingan. Anda bisa menempatkannya di bio atau kolom komentar secara lebih strategis.
  • Utamakan kualitas konten. Jangan hanya membagikan link; buat konten yang benar-benar bermanfaat, seperti tutorial, ulasan, atau perbandingan produk, lalu sertakan link affiliate sebagai pelengkap.
  • Buat konten yang interaktif. Gunakan video pendek atau format interaktif seperti kuis untuk menarik perhatian dan mendorong audiens mengklik link Anda.
  • Sertakan ulasan yang meyakinkan. Ajak pengguna membeli produk yang dipromosikan dengan menulis ulasan produk yang meyakinkan.
  • Tingkatkan skala promosi. Perbanyak konten promosi secara bertahap dan pertimbangkan membuat website khusus untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli.
  • Pantau performa link. Gunakan tool seperti Google Analytics untuk memantau performa link afiliasi sehingga Anda tahu postingan mana yang menghasilkan konversi terbaik.

6. Promosikan kursus atau layanan online

Facebook juga bisa dimanfaatkan untuk menjual kursus online atau layanan profesional. Profil atau Halaman Anda bisa berfungsi sebagai portofolio digital tempat Anda menunjukkan keahlian dan membagikan pengalaman klien. Apabila Anda berprofesi sebagai konsultan, desainer grafis, coach fitness, atau penyedia jasa lainnya, Facebook bisa membantu Anda menemukan calon klien yang relevan.

Agar lebih efektif dalam menjangkau audiens yang tepat, perhatikan beberapa langkah berikut:

  • Optimalkan halaman Anda. Pastikan bio dan foto sampul Anda menjelaskan layanan yang Anda tawarkan, serta cara menghubungi Anda. Walaupun opsinya terbatas, Anda bisa mengambil inspirasi dari contoh template website portofolio yang ada di internet untuk membuat tampilan lebih profesional.
  • Gunakan Grup Facebook. Bergabunglah dengan grup yang sesuai dengan target pasar Anda. Berikan jawaban atau solusi yang membantu tanpa terkesan jualan. Namun, tetap perhatikan aturan grup karena sebagian komunitas melarang promosi.
  • Manfaatkan lead magnet. Tawarkan mini-course, e-book, atau checklist gratis sebagai imbalan pendaftaran email. Cara ini membantu Anda membangun email list untuk promosi lanjutan atau upsell layanan berbayar.
  • Tampilkan proyek sebelumnya. Upload contoh karya, studi kasus, atau testimoni klien yang pernah Anda terima untuk membangun kepercayaan. Misalnya, apabila Anda menawarkan jasa penulisan blog, bagikan contoh artikel yang pernah Anda kerjakan.

Facebook juga menyediakan fitur tambahan untuk mendukung promosi layanan Anda:

  • Mode profesional. Anda bisa mengaktifkan Mode Profesional di profil untuk melihat insight audiens dan performa konten. Fitur ini juga menyediakan opsi keamanan tambahan seperti Moderation Assist dan pembatasan akses profil.
  • Tab Layanan. Di halaman bisnis, Anda bisa menambahkan tab Layanan agar pengunjung langsung mengetahui apa saja yang Anda tawarkan.
  • Fitur reservasi waktu. Facebook menyediakan fitur penjadwalan yang memungkinkan Anda mengatur ketersediaan layanan, mengirim pesan otomatis, dan menyinkronkannya dengan Google Calendar.

7. Dapatkan penghasilan dari Facebook Stars saat live

Facebook Stars adalah fitur yang memungkinkan penonton mengirimkan item virtual saat Anda melakukan live streaming. Fitur ini mirip sistem tip atau donasi, hanya saja menggunakan mata uang virtual berupa Stars.

Untuk setiap 1 Star yang diterima, Anda akan dibayar sebesar $0,01 (sekitar Rp170). Meski terlihat kecil, jumlahnya bisa signifikan apabila penonton mengirim Stars dalam jumlah besar, bahkan hingga puluhan ribu Stars. Agar penonton lebih terdorong mengirimkan Stars, Anda bisa:

  • Memberi apresiasi langsung. Sebutkan nama pengirim saat siaran atau bacakan komentar mereka sebagai bentuk penghargaan. Hal ini bisa mendorong orang lain melakukan hal yang sama.
  • Menetapkan target. Gunakan penghitung di layar dan tetapkan target Stars yang ingin Anda terima agar terasa seperti game. Misalnya, kalau Anda mendapatkan 5.000 Star, adakan sesi Q&A agar live Anda terasa lebih interaktif.
  • Membuat papan peringkat. Tampilkan daftar penyumbang Stars terbanyak untuk mendorong partisipasi penonton dan mengakui individu yang memberikan Stars terbanyak.

Secara umum, penghasilan dari Stars memang tidak sebesar iklan in-stream, terutama kalau jumlah penonton Anda masih terbatas. Namun, untuk kreator yang baru memulai, fitur ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan yang cukup menjanjikan karena syaratnya relatif lebih ringan. Ketentuannya antara lain:

  • Jumlah pengikut. Halaman Anda harus memiliki minimal 500 pengikut selama 30 hari berturut-turut.
  • Kepatuhan terhadap standar komunitas. Anda harus mematuhi kebijakan Facebook yang berlaku.
  • Berdomisili di negara yang memenuhi syarat. Anda harus berada di negara yang memenuhi syarat sesuai ketentuan hukum dan regulasi.

8. Gunakan iklan Facebook

Iklan Facebook adalah konten promosi berbayar yang ditampilkan di feed, Cerita, dan sidebar. Berbeda dengan metode lain yang menghasilkan uang langsung dari Facebook, tujuan menjalankan iklan adalah mempromosikan brand atau produk Anda agar pada akhirnya menghasilkan penjualan.

Iklan berbayar cukup efektif untuk mendatangkan traffic dan prospek karena formatnya jelas sebagai iklan dan bisa ditargetkan ke demografi tertentu.

Biasanya, iklan Facebook digunakan untuk mempromosikan toko online atau bisnis. Namun, Anda juga bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan awareness website yang sudah dimonetisasi atau channel lain yang Anda miliki.

Menjalankan iklan memang membutuhkan biaya, tetapi langkah-langkahnya relatif sederhana:

  1. Buka Facebook Ads Manager, lalu buat campaign baru.
  2. Tentukan tujuan campaign, misalnya traffic, jangkauan, prospek, atau konversi.
  3. Tetapkan anggaran, lalu pilih apakah iklan berjalan terus sampai anggaran habis atau menggunakan anggaran harian.
  4. Tentukan target audiens berdasarkan lokasi, usia, minat, dan faktor lainnya melalui opsi penargetan Facebook.
  5. Buat materi iklan menggunakan gambar atau video, lalu pilih format yang sesuai, seperti link atau carousel.

Saat baru memulai, sebaiknya gunakan anggaran kecil terlebih dahulu, sekitar $5–$10 per hari (sekitar Rp85.000–Rp170.000). Setelah iklan mulai menunjukkan hasil yang baik, tingkatkan skalanya untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Meski efektif untuk menarik pelanggan, membuat campaign iklan yang sukses membutuhkan waktu dan konsistensi. Mendesain materi iklan yang menarik tidak bisa instan, dan performanya biasanya perlu diuji berulang kali. Anda perlu membandingkan beberapa versi iklan untuk melihat mana yang paling efektif, lalu memantau hasilnya secara rutin.

9. Arahkan traffic ke platform lain yang dimonetisasi

Facebook juga bisa dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk mengarahkan traffic ke platform lain yang sudah dimonetisasi, termasuk meningkatkan penjualan online di website Anda. Strategi ini efektif kalau Anda sudah memiliki beberapa sumber penghasilan dan ingin memperluas jangkauan ke audiens yang lebih besar.

Meskipun Facebook adalah platform utama Anda saat ini, sebaiknya tetap tingkatkan reputasi digital Anda, misalnya dengan membuat blog atau membangun akun di media sosial lain. Mengandalkan Facebook saja cukup berisiko, sebab kalau akun Anda diblokir atau kebijakan berubah, penghasilan Anda bisa ikut terdampak.

📘 Saran bacaan

Simak tutorial kami lainnya untuk mempelajari cara mendapatkan uang dari website guna membantu Anda menambah sumber pendapatan online dan menjadikannya bisnis jangka panjang.

Gunakan Facebook sebagai funnel pemasaran. Anda bisa membagikan potongan konten menarik, meme, atau video pendek yang dilengkapi ajakan bertindak (call-to-action), lalu mengarahkan audiens ke blog, channel YouTube, atau daftar email Anda.

Perlu diingat, algoritma Facebook cenderung menurunkan jangkauan konten yang berisi link eksternal. Untuk menyiasatinya, letakkan link di komentar pertama atau di bio halaman Anda, lalu beri tahu audiens bahwa link tersebut tersedia di sana.

Tips terbaik untuk menghasilkan uang lewat Facebook

Menghasilkan uang dari Facebook bukanlah proses yang instan. Anda perlu konsistensi dan strategi jangka panjang apabila ingin menjadikannya sebagai sumber pendapatan. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Pelajari Dasbor Profesional Anda. Dasbor ini menampilkan metrik penting terkait monetisasi halaman atau profil profesional Anda. Dengan rutin memeriksanya, Anda bisa memahami performa engagement, mengecek status monetisasi, serta mengetahui bagian mana yang perlu ditingkatkan.
  • Perhatikan kepatuhan terhadap aturan komunitas. Satu pelanggaran terhadap Standar Komunitas bisa menyebabkan monetisasi dinonaktifkan. Hindari praktik seperti engagement bait dan pastikan konten yang Anda unggah orisinal serta memberikan nilai bagi audiens.
  • Upload konten secara konsisten. Facebook cenderung memprioritaskan kreator yang aktif dan mampu membuat pengguna terus tertarik. Usahakan mengupload konten setidaknya 3–5 kali per minggu. Konsistensi juga membantu Anda memenuhi syarat untuk program kemitraan seperti iklan in-stream.
  • Bangun interaksi organik. Jangan hanya mengupload konten tanpa berinteraksi. Membalas komentar dan berdiskusi dengan audiens bisa meningkatkan visibilitas postingan Anda sehingga jangkauan organik dan potensi penghasilan ikut meningkat.

Berapa penghasilan dari Facebook?

Jumlah penghasilan dari Facebook sangat bergantung pada metode monetisasi yang Anda terapkan. Untuk kreator yang memonetisasi konten secara langsung, pendapatan biasanya dihitung berdasarkan metrik seperti jumlah tayangan, durasi tonton, dan lokasi audiens.

Sebagai gambaran, Anda bisa memperoleh sekitar $0,01–$0,03 (sekitar Rp170-Rp510) per tayangan yang memenuhi syarat melalui iklan in-stream. Sementara itu, satu Facebook Star bernilai $0,01 (sekitar Rp170).

Namun, angka tersebut bisa berbeda-beda tergantung pada lokasi audiens dan kategori konten Anda. Kalau Anda mengadakan live streaming lima kali seminggu yang ditonton oleh sekitar 1.000 audiens, potensi penghasilannya bisa mencapai $200–$800 per bulan (sekitar Rp3,4 juta-Rp13,5 juta), belum termasuk tambahan dari Stars atau donasi lainnya.

Bonus: cara lain menghasilkan uang online dengan AI

Menghasilkan uang di Facebook tetap membutuhkan waktu dan upaya yang konsisten, baik untuk membuat konten maupun menjual produk. Dengan bantuan tool AI, Anda bisa meningkatkan produktivitas tanpa harus menambah beban kerja secara signifikan.

Misalnya, Anda bisa memanfaatkan AI untuk mempermudah proses pengeditan video Reels, menulis copywriting dengan cepat, bahkan membuat produk digital baru untuk dijual. Apabila tertarik mendalami topik ini, Anda bisa membaca artikel kami tentang cara menghasilkan uang dengan AI.

Meski begitu, tidak semua jenis konten cocok dibuat atau diproduksi menggunakan AI. Sebagai contoh, live streaming tetap membutuhkan interaksi langsung dengan audiens.

Intinya, gunakan AI secara strategis, bukan sekadar untuk memperbanyak output. Pada akhirnya, konten yang benar-benar bermanfaat dan menghasilkan konversilah yang paling berdampak bagi audiens maupun bisnis Anda.

Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.

Author
Penulis

Faradilla Ayunindya

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, sudah berpengalaman selama 10 tahun sebagai linguist dan 5 tahun sebagai Content Marketing Specialist di Hostinger. Ia suka mengikuti tren teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca mengatasi masalah yang dialami. Kenali Ninda lebih dekat di LinkedIn.

Apa Kata Pelanggan Kami

Tinggalkan Komentar

Silakan isi kolom di bawah ini.Silakan tandai checkbox persetujuan.Silakan isi kolom yang tersedia dan beri centang pada checkbox privasi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Thank you! Your comment has been successfully submitted. It will be approved within the next 24 hours.