Daftar perintah Git yang paling umum untuk memudahkan pekerjaan Anda

Daftar perintah Git yang paling umum untuk memudahkan pekerjaan Anda

Penggunaan perintah Git dalam pengembangan software atau aplikasi bisa membantu menyederhanakan manajemen repositori dan alur kerja Anda.

Baik sebagai developer maupun anggota tim, memahami Git juga akan mempermudah proses kontrol versi dan meningkatkan efektivitas pekerjaan Anda.

Artikel ini akan menjelaskan daftar perintah Git yang umum digunakan, lengkap dengan tujuan dan contoh penggunaannya. Kami juga akan membahas dasar-dasarnya serta membagikan beberapa teknik tingkat lanjut. Yuk, langsung mulai saja!

Memahami alur kerja Git

Sebuah proyek Git memiliki tiga bagian utama: working directory (direktori kerja), staging area (area uji coba), dan direktori git.

Working directory adalah tempat Anda menambahkan, menghapus, dan mengedit file. Selanjutnya, perubahan tersebut diindeks di staging area. Setelah selesai, snapshot perubahan akan disimpan di direktori Git.

Git bisa didownload dari website resminya. Sistem ini tersedia untuk Linux atau Unix, Windows, dan macOS.

Apabila menggunakan paket VPS hosting dari Hostinger, Anda bisa menginstal Git secara langsung di server Anda dengan menuliskan salah satu perintah di bawah ini sesuai OS yang Anda instal.

Untuk distribusi berbasis Debian, termasuk Ubuntu:

sudo apt install git

Untuk distribusi berbasis Fedora, seperti CentOS:

sudo yum install git

Atau

sudo dnf install git

Daftar perintah Git yang paling umum digunakan

Bagi beberapa pengguna, Git mungkin termasuk sulit dipelajari. Tenang, di bagian ini, kita akan mempelajari perintah dasar Git yang paling sering digunakan pada command-line interface (CLI).

Apabila lebih suka menggunakan GUI (graphical user interface) untuk menulis perintah Git, silakan gunakan salah satu klien GUI Git yang direkomendasikan.

Sekarang, mari kita pelajari beberapa perintah Git yang paling umum beserta fungsinya.

Perintah dasar Git

git init

Perintah ini digunakan untuk menginisiasi repositori Git baru di dalam direktori. Berikut adalah penggunaan dasar git init:

git init

Untuk membuat repositori baru sekaligus menentukan nama proyek, gunakan perintah berikut:

git init [nama project]

git add

Perintah ini digunakan untuk menambahkan perubahan file secara bertahap, mempersiapkannya untuk commit berikutnya:

git add file1.txt

git commit

Gunakan perintah ini untuk membuat pesan commit bagi perubahan yang dilakukan, menjadikannya bagian dari riwayat proyek Anda:

git commit -m "Add new feature"

git status

Perintah ini menampilkan informasi penting mengenai modifikasi dan status staging file Anda:

git status

git log

Penggunaan dasar git log memungkinkan Anda melihat daftar riwayat commit secara kronologis:

git log

git diff

Perintah ini memungkinkan Anda membandingkan perubahan antara working directory dan commit terakhir. Contohnya, penggunaan git diff ini mengidentifikasi perbedaan pada file tertentu:

git diff file1.txt

Untuk membandingkan perubahan antara dua commit, gunakan:

git diff commit1 commit2

git rm

Perintah ini menghapus file dari working directory Anda dan melakukan staging penghapusan untuk commit berikutnya:

git rm file1.txt

git mv

Gunakan perintah ini untuk mengganti nama dan memindahkan file di working directory Anda. Berikut adalah perintah Git untuk mengganti nama file:

git mv file1.txt file2.txt

Untuk memindahkan file ke direktori lain, masukkan:

git mv file1.txt direktori_baru/

git config

Perintah ini mengonfigurasi berbagai aspek Git, termasuk informasi dan preferensi pengguna. Contohnya, masukkan perintah ini untuk mengatur alamat email Anda untuk commit:

git config --global user.email "email.anda@example.com"

Flag –global menerapkan konfigurasi secara universal, yang memengaruhi semua repositori lokal Anda.

Perintah branch dan merge Git

git branch

Perintah ini digunakan untuk mengelola branch di repositori Git Anda. Berikut adalah penggunaan dasar git branch untuk mencantumkan semua branch yang ada:

git branch

Untuk membuat branch Git bernama “feature”, gunakan:

git branch feature

Untuk mengganti nama branch Git, masukkan perintah ini:

git branch -m nama-branch nama-branch-baru

git checkout

Perintah ini memungkinkan Anda berpindah antar branch dan memulihkan file dari commit yang berbeda.

Berikut adalah penggunaan git checkout untuk berpindah ke branch yang sudah ada:

git checkout nama_branch

Untuk membuang perubahan pada file tertentu dan mengembalikannya ke commit terakhir, gunakan:

git checkout -- nama_file

git merge

Untuk menggabungkan branch topik atau fitur ke branch Git utama, gunakan perintah ini. Berikut adalah contoh penggunaan dasar git merge:

git merge nama_branch

git cherry-pick

Perintah ini memungkinkan Anda menerapkan commit tertentu dari satu branch ke branch lain tanpa menggabungkan seluruh branch.

git cherry-pick commit_hash

git rebase

Perintah ini digunakan untuk menerapkan perubahan dari satu branch Git ke branch lain dengan memindahkan atau menggabungkan commit. Perintah ini membantu menjaga riwayat commit lebih rapi:

git rebase main

git tag

Perintah ini menandai poin-poin tertentu dalam riwayat Git Anda, seperti v1.0 atau v2.0:

git tag v1.0

Perintah repositori remote Git

git clone

Perintah ini membuat salinan repositori remote di perangkat lokal Anda. Penggunaan dasar git clone yaitu untuk mengkloning repositori dari GitHub:

git clone https://github.com/username/my-project.git

git push

Perintah ini mengirim commit branch Git lokal Anda ke repositori remote, mengupdatenya dengan perubahan terbaru.

Misalnya, Anda ingin mengirim perubahan dari repositori lokal bernama “main” ke repositori remote bernama “origin”:

git push origin main

git pull

Perintah ini mengambil dan mengintegrasikan perubahan dari repositori remote ke branch lokal Anda saat ini. Berikut adalah contoh penggunaan git pull untuk menarik perubahan dari branch master:

git pull origin master

git fetch

Untuk mengambil commit baru dari repositori remote tanpa menggabungkannya secara otomatis ke branch Anda saat ini, gunakan perintah ini:

git fetch origin

git remote

Perintah ini mengelola repositori remote yang terkait dengan repositori lokal Anda. Penggunaan dasar git remote akan mencantumkan daftar repositori remote:

git remote

Untuk menambahkan repositori remote baru, tentukan nama dan URL-nya. Misalnya:

git remote add origin https://github.com/username/origin.git

git submodule

Perintah ini digunakan untuk mengelola repositori terpisah yang disematkan di dalam repositori Git.

Untuk menambahkan submodule ke repositori utama Anda, gunakan:

git submodule add https://github.com/username/submodule-repo.git path/to/submodule

Perintah Git tingkat lanjut

git reset

Perintah ini digunakan untuk membatalkan perubahan dan memanipulasi riwayat commit. Berikut adalah contoh penggunaan dasar git reset untuk membatalkan perubahan:

git reset file1.txt

git stash

Untuk menyimpan perubahan sementara yang belum siap di-commit, gunakan perintah ini:

git stash

Untuk melihat daftar stash:

git stash list

Untuk menerapkan stash terbaru dan menghapusnya dari daftar stash:

git stash pop

git bisect

Perintah ini terutama digunakan untuk mengidentifikasi bug atau masalah dalam riwayat proyek Anda. Untuk memulai proses bisect, gunakan perintah ini:

git bisect start

Git akan secara otomatis mengarahkan Anda melalui commit yang ada untuk menemukan commit yang bermasalah menggunakan:

git bisect run <test-script>

git blame

Perintah ini menentukan author dan perubahan terakhir pada setiap baris file:

git blame file1.txt

git reflog

Perintah ini mencatat perubahan branch Git. Dengannya, Anda bisa memantau timeline repositori, bahkan ketika commit dihapus atau hilang:

git reflog

git clean

Terakhir, perintah ini menghapus file yang tidak terlacak dari working directory sehingga menghasilkan repositori yang bersih dan tertata:

git clean [options]

Opsi [options] bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan spesifik Anda, seperti -n untuk dry run, -f untuk force, atau -d untuk direktori.

Cheat sheet perintah Git dasar

Apabila baru mulai mempelajari Git, Anda mungkin kesulitan untuk mengingat semua perintah dasarnya. Jangan khawatir, karena kami sudah menyiapkan cheat sheet Git untuk membantu Anda menggunakan tool ini.

Download atau cetak cheat sheet ini agar Anda bisa menggunakannya kapan saja saat diperlukan.

Download cheat sheet GIT lengkap

Kesimpulan

Di artikel ini, kita sudah mempelajari berbagai perintah Git penting untuk manajemen kontrol sumber yang efektif dan penulisan kode bersama yang lebih efisien.

Baik Anda sudah berpengalaman maupun baru mulai mempelajari sistem ini, menguasai perintah dasar Git akan membantu meningkatkan pengalaman coding Anda.

Jadi, yuk coba perintah-perintahnya dan terus tingkatkan kemampuan Anda! Semoga berhasil!

Tanya jawab (FAQ) perintah dasar Git

Apa perintah git yang paling sering digunakan?

Git memiliki ratusan perintah. Beberapa yang paling umum adalah git config, git clone, git init, git status, git push, git add, git commit, git branch, git pull, git merge, dan git stash.

Bagaimana cara mulai menggunakan Git?

Untuk menginstal Git di sistem operasi Anda, download installer dari website resminya. Konfigurasikan nama dan alamat email Anda menggunakan git config. Kemudian, buat repositori baru dengan git init lalu mulailah menambahkan dan memasukkan file menggunakan git add.

Apakah perintah Git bisa dikustomisasi?

Ya, Anda bisa mengustomisasi perintah Git agar lebih sesuai dengan alur kerja dan preferensi Anda. Misalnya, Anda bisa mempersonalisasi informasi pengguna, perilaku default, alias, dan lainnya menggunakan perintah git config.

Author
Penulis

Faradilla Ayunindya

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, adalah Content Marketing Specialist di Hostinger. Ia suka mengikuti tren teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca menyelesaikan masalah yang dialami. Kenali Ninda lebih dekat di LinkedIn.