Feb 14, 2025
Faradilla A.
4menit Dibaca
Saat Anda menginstall WordPress di akun hosting, software tersebut akan menambahkan daftar direktori ke web server Anda. Dari folder wp-admin yang menyimpan file administratif website, hingga direktori wp-content untuk menyimpan theme dan plugin. Semuanya berfungsi untuk menjaga halaman Anda tetap online dan bisa diakses.
Selain direktori inti, WordPress juga dilengkapi dengan file .htaccess. Singkatnya, .htaccess adalah file konfigurasi yang mengontrol performa dan cara kerja server Anda. File ini hanya didukung di beberapa web server, termasuk Apache.
Nah, di artikel ini, kami akan membantu Anda mengelola file .htaccess, khususnya kalau website Anda dihosting di web server Apache. Kami akan menjelaskan cara membuat file .htaccess WordPress serta detail file konfigurasi ini, dan membantu Anda menemukan lokasinya.

.htaccess (hypertext access) adalah file inti WordPress penting yang digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur website yang dihosting di Apache. File .htaccess juga disebut sebagai file konfigurasi server, yang terletak di direktori root WordPress Anda. Secara default, WordPress menggunakan file .htaccess untuk mengelola redirect dan struktur permalink.
Sejumlah plugin WordPress juga menggunakan file .htaccess agar bisa berjalan, termasuk sebagian besar plugin keamanan dan plugin caching. Plugin ini memodifikasi dan menulis ulang file .htaccess untuk menjalankan fungsinya.
File .htaccess memungkinkan Anda mengubah konfigurasi per direktori, dari mengubah halaman indeks default hingga mengubah zona waktu website. Perubahan konfigurasi server lebih lanjut mencakup:
Untuk membuat snippet kode dan menetapkan aturan lanjutan di website Anda, akses halaman generator .htaccess gratis.
Saat Anda menginstall WordPress di Apache Web Server, file .htaccess akan otomatis ditambahkan ke direktori root Anda, umumnya dilabeli public_html atau www. Tapi, karena file ini biasanya tersembunyi, Anda perlu menggunakan opsi Show Hidden Files untuk menemukannya.
Nah, di bawah ini, kami akan menjelaskan cara menemukan file .htaccess WordPress Anda di hPanel dan cPanel Hostinger.
Berikut cara menemukan file .htaccess WordPress Anda dan mengeditnya melalui Hostinger File Manager:



Kalau menggunakan cPanel, proses yang perlu Anda lakukan kurang lebih juga mirip-mirip:





Sekarang, setelah menemukan file .htaccess, Anda bisa mulai mengeditnya. Anda bisa menambahkan snippet kode di atas atau di bawah kode yang ada pada file untuk mengembangkan fungsionalitas website WordPress Anda. Tapi ingat, sebelum melakukan konfigurasi apa pun, ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan:
Ada beberapa situasi ketika instalasi WordPress Anda tidak menyertakan file .htaccess secara default. Atau, plugin yang bermasalah mungkin merusak file konfigurasi server ini dan menyebabkan error pada website Anda. Kalau sudah begini, Anda perlu membuat file baru dari control panel hosting secara manual.
User hPanel bisa menemukan tombol File Baru di sidebar halaman File Manager.

Kalau Anda menggunakan cPanel, pilih tombol New File di sudut kiri atas layar.

Beri nama .htaccess pada file tersebut, lalu masukkan kode berikut:
# BEGIN WordPress
<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^index.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
</IfModule>
# END WordPressSetelah kode ditambahkan, klik Create (Buat) untuk menyimpan perubahan. Perlu diingat bahwa kode ini bersifat universal/umum untuk semua website WordPress. Tapi, sistem manajemen konten (CMS) lain mungkin akan memiliki kode yang berbeda untuk file .htaccess miliknya.
Kemudian, selain cara di atas, Anda juga bisa menggunakan text editor seperti Notepad untuk membuat file .htaccess, lalu menguploadnya ke web server menggunakan klien FTP.
File .htaccess adalah dokumen konfigurasi yang digunakan di website yang dionlinekan di web server Apache. Pada dasarnya, file ini memiliki peran yang sangat penting, yaitu menjaga website Anda agar terus online dan bisa diakses. Kemudian, file .htaccess juga menentukan bagaimana server berjalan dan berfungsi.
Setiap instalasi WordPress akan menyertakan file .htaccess yang bisa Anda akses melalui control panel hosting atau klien FTP. Kalau Anda menghosting beberapa website, web server Anda juga akan memiliki beberapa file .htaccess.
Ternyata, file .htaccess juga punya banyak kegunaan kalau kita memaksimalkan fungsinya. Kegunaan file .htaccess di antaranya adalah untuk memblokir atau mengizinkan IP address tertentu, mengarahkan traffic dari HTTP ke HTTPS, dan mengatur password per direktori.
Melalui artikel ini, Anda sudah mempelajari cara membuat .htaccess WordPress di server. Anda juga sudah mengetahui cara menemukannya kalau file ini tidak bisa ditemukan karena alasan tertentu. Jika ternyata file belum ada, cukup buat yang baru di direktori public_html, beri nama .htaccess, dan isikan kode defaultnya.
Mudah sekali, kan? Kalau Anda punya pertanyaan lebih lanjut, silakan comment di bawah ini, ya. ?
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.
Komentar
July 08 2018
Terima kasih atas informasinya Gan