{"id":9855,"date":"2020-07-07T08:33:20","date_gmt":"2020-07-07T08:33:20","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=9855"},"modified":"2024-09-27T13:10:56","modified_gmt":"2024-09-27T06:10:56","slug":"schema-markup-wordpress","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/schema-markup-wordpress\/","title":{"rendered":"Apa itu schema markup dan cara memasangnya di website Anda"},"content":{"rendered":"<p>Untuk memaksimalkan <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-seo-wordpress\/\">strategi SEO WordPress<\/a>, Anda perlu menerapkan schema markup. Dengannya, tampilan konten website WordPress Anda di mesin pencari bisa lebih dioptimalkan, yang akan turut meningkatkan traffic, CTR, dan proses crawling website oleh bot mesin pencari.<\/p><p>Di artikel ini, kami akan menjelaskan lebih lanjut apa itu schema markup dan manfaatnya untuk website, serta cara menggunakan schema markup di <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-wordpress\/\">website WordPress<\/a> Anda. Yuk, scroll ke bawah untuk membaca selengkapnya!<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-itu-schema-markup\">Apa Itu Schema Markup?<\/h2><p>Schema markup adalah kode di balik layar yang memberikan informasi selengkapnya tentang website Anda pada Google dan mesin pencari lainnya. Bentuk schema markup yang paling umum biasanya adalah <a href=\"http:\/\/yoast.com\/rich-snippets-everywhere\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">rich snippet<\/a>, yang mungkin sudah pernah Anda lihat di SERP.<\/p><p>Sebagai gambaran, tampilan rich snippet adalah seperti berikut:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/rich-snippet-resep-ayam-pop-di-google.png\" alt=\"rich snippet resep ayam pop di google\"><\/figure>\n<\/div><p>Selain tampilannya yang menarik, rich snippet yang didapatkan oleh website Anda di hasil pencarian juga bisa <a href=\"\/id\/tutorial\/meningkatkan-traffic-website\/\">meningkatkan traffic organik website<\/a> meskipun peringkatnya tidak berubah.<\/p><p>Setelah Google melakukan crawling website yang memiliki schema markup, mesin pencari ini bisa menggunakan data tersebut untuk menyajikan hasil pencarian yang lebih menarik dan bermanfaat.<\/p><p>Nah, tampilan rich snippet di halaman hasil mesin pencari akan bergantung pada jenis konten di halaman web Anda. Misalnya untuk ulasan, rich snippet akan menampilkan hal-hal seperti rating bintang.<\/p><p>Sementara untuk halaman produk, Anda akan melihat informasi singkat seperti harga dan ketersediaan produk yang diiklankan.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-fungsi-schema-markup\">Apa Fungsi Schema Markup?<\/h2><p>Biasanya, pemilik website WordPress menggunakan tag format seperti tag judul untuk memberi tahu Google tentang isi websitenya, serta memilih kata kunci utama dan <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-meta-keyword-wordpress\/\">mengoptimalkan meta description<\/a>.<\/p><p>Namun, hal-hal ini belum cukup untuk membuat mesin pencari memahami konteks halaman, terutama dengan kata-kata atau frasa yang memiliki arti luas.<\/p><p>Nah, fungsi schema markup adalah untuk memberikan konteks tambahan terkait halaman dan postingan website pada mesin pencari. Schema membantu halaman web mendapatkan peringkat yang lebih akurat di mesin pencari, serta meningkatkan tampilan konten yang bisa memengaruhi CTR dan statistik penting lainnya.<\/p><p>Dengan menerapkan schema, Anda akan mendapatkan peringkat yang lebih baik untuk hasil pencarian yang lebih relevan, mengarahkan traffic yang lebih berkualitas untuk website Anda.<\/p><p>Schema markup juga memiliki banyak jenis, yang bisa Anda gunakan berdasarkan jenis konten halaman web. Kami akan menjelaskannya di bagian berikut ini.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-jenis-jenis-schema-markup\">Jenis-Jenis Schema Markup<\/h2><p>Ada puluhan jenis schema markup yang bisa Anda terapkan, dan saat ini <a href=\"https:\/\/developers.google.com\/gmail\/markup\/reference\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Google mendukung lebih dari 50 schema<\/a>.<\/p><p>Luangkan waktu untuk memahami jenis-jenis schema yang ada agar Anda tahu schema mana yang relevan untuk ditambahkan ke website. Beberapa bentuk schema markup yang paling umum adalah:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Data bisnis lokal<\/li>\n\n\n\n<li>Acara<\/li>\n\n\n\n<li>Resep<\/li>\n\n\n\n<li>Daftar film<\/li>\n\n\n\n<li>Ulasan<\/li>\n\n\n\n<li>Reservasi<\/li>\n\n\n\n<li>Artikel<\/li>\n<\/ul><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-contoh-schema-markup\">Contoh Schema Markup<\/h2><p>Sekarang, setelah Anda mengetahui apa itu schema markup, kami akan menunjukkan beberapa contohnya. Di sini, kami mencoba mencari film &ldquo;Ada Apa dengan Cinta&rdquo;:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/rich-snippet-rating-film-di-google.png\" alt=\"rich snippet rating film di google\"><\/figure>\n<\/div><p>Hasil dari IMDB menunjukkan rating bintang, yang berarti website mereka menerapkan schema markup. Tampilan rating bintang tersebut membantu penonton memutuskan dengan cepat apakah film tersebut layak ditonton atau tidak.<\/p><p>Jenis rating bintang tersebut biasanya ditampilkan untuk segala jenis ulasan, baik restoran, film, buku, bahkan resep. Berikut hasilnya ketika kami mencari &ldquo;resep semur ayam&rdquo;:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/resep-semur-ayam-rich-snippet-google.png\" alt=\"resep semur ayam rich snippet google\"><\/figure>\n<\/div><p>Bagian rating bintang juga ditampilkan, beserta informasi lainnya tentang resep tersebut seperti foto dan waktu yang dibutuhkan untuk memasaknya.<\/p><p>Sebagai contoh terakhir, kami mencari &ldquo;Indonesia&rdquo; di Google:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/rich-snippet-berita-di-google.png\" alt=\"rich snippet berita di google\"><\/figure>\n<\/div><p>Hasilnya menampilkan schema markup dengan gaya berita, bukan rating bintang seperti contoh sebelumnya.<\/p><p>Jadi, dengan schema, Anda membantu mesin pencari memahami informasi relevan yang layak diberi sorotan, lalu menampilkan informasi tersebut di halaman hasil pencariannya.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-tes-schema-markup\">Cara Tes Schema Markup<\/h2><p>Anda bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/search.google.com\/structured-data\/testing-tool\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Structured Data Testing Tool<\/a> (Alat Pengujian Data Terstruktur) dari Google untuk melihat apakah schema markup sudah terpasang di situs web Anda. Terkadang, tema WordPress yang Anda gunakan juga sudah memiliki schema markup yang terintegrasi.<\/p><p>Anda bisa menempelkan kode, atau cukup gunakan URL situs web.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/menguji-schema-markup.png\" alt=\"menguji schema markup\"><\/figure>\n<\/div><p>Setelah menjalankan website melalui tool tersebut, Anda pun akan melihat skema mana yang aktif dan apakah ada error yang perlu diperbaiki.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-memasang-schema-markup-di-wordpress\">Cara Memasang Schema Markup di WordPress<\/h2><p>Nah, setelah memahami fungsi schema markup, Anda mungkin ingin mulai menggunakannya di website WordPress Anda.<\/p><p>Di bagian ini, kami akan menjelaskan dua cara memasang schema markup di website Anda:<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-menggunakan-plugin-schema\">1. Menggunakan Plugin Schema<\/h3><p>Cara memasang schema markup di website yang paling mudah adalah menggunakan plugin <a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/schema\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Schema<\/a>. Plugin ini bisa berfungsi dengan berbagai jenis schema yang ada, serta terintegrasi dengan plugin <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-setting-yoast-seo\/\">Yoast SEO<\/a>.<\/p><p>Untuk menginstal plugin ini, buka menu <strong>Plugins<\/strong> -&gt; <strong>Add New<\/strong> (Tambah Baru) dari dashboard WordPress, lalu cari &ldquo;<strong>Schema<\/strong>&ldquo;.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/plugin-schema.png\" alt=\"plugin schema\"><\/figure>\n<\/div><p>Instal dan aktifkan plugin, lalu buka <strong>Schema <\/strong>-&gt;<strong> Settings<\/strong> untuk mulai mengonfigurasi plugin.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"948\" height=\"479\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/pengaturan-plugin-schema.png\/public\" alt=\"pengaturan plugin schema\" class=\"wp-image-34163\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/pengaturan-plugin-schema.png\/w=948,fit=scale-down 948w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/pengaturan-plugin-schema.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/pengaturan-plugin-schema.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/pengaturan-plugin-schema.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 948px) 100vw, 948px\" \/><\/figure>\n<\/div><p>Masukkan informasi dasar seperti lokasi Halaman Tentang (About), Halaman Kontak, dan upload logo website Anda.<\/p><p>Dengan mengisi bagian tambahan, konten, grafik pengetahuan, dan hasil pencarian, Anda bisa mengoptimalkan website untuk setiap area tersebut.<\/p><p>Selanjutnya, buka <strong>Schema<\/strong> -&gt; <strong>Type<\/strong> lalu tambahkan schema tertentu ke jenis atau kategori postingan.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"952\" height=\"370\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/jenis-jenis-schema-markup.png\/public\" alt=\"jenis-jenis schema markup\" class=\"wp-image-34165\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/jenis-jenis-schema-markup.png\/w=952,fit=scale-down 952w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/jenis-jenis-schema-markup.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/jenis-jenis-schema-markup.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/jenis-jenis-schema-markup.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 952px) 100vw, 952px\" \/><\/figure>\n<\/div><p>Apabila plugin di atas kurang cocok untuk Anda, gunakan alternatif lainnya, misalnya <a href=\"https:\/\/wpschema.com\/?bsf=5643\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Schema Pro<\/a>.<\/p><p>Plugin WordPress tersebut juga sangat mudah digunakan dan akan membantu Anda membuat schema. Anda hanya perlu melakukan 3 langkah mudah untuk menambahkan semua schema yang didukung ke website Anda.<\/p><p>Berikut adalah beberapa alternatif plugin schema WordPress:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/all-in-one-schemaorg-rich-snippets\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">All In One Schema.org Rich Snippets<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/wp-seo-structured-data-schema\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">WP SEO Structured Data Schema<\/a><\/li>\n<\/ul><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-memasang-schema-markup-secara-manual\">2. Memasang Schema Markup secara Manual<\/h3><p>Anda juga bisa menambahkan schema ke website secara manual. Langkah-langkahnya memerlukan penulisan kode, tapi Anda bisa menambahkan skema kustom pada tingkat halaman dan postingan individu.<\/p><p>Dengan schema kustom, Anda bisa memasukkan beberapa skema yang berbeda per halaman. Misalnya, untuk halaman web tentang acara tertentu, Anda bisa menyertakan skema ulasan.<\/p><p>Cara memasang schema markup secara manual yang paling efektif adalah dengan menggunakan JSON-LD. Metode ini juga direkomendasikan oleh Google.<\/p><p>Metode JSON-LD berbasis JavaScript. Anda akan menambahkan schema ke website WordPress sebagai skrip, jadi akan jauh lebih mudah untuk dibaca dan di-debug.<\/p><p>Apabila belum tahu cara menulis markup sendiri, Anda bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/www.google.com\/webmasters\/markup-helper\/u\/0\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Structured Data Helper<\/a> dati Google untuk membuat kodenya.<\/p><p>Caranya, buka postingan atau halaman mana pun tempat Anda ingin menambahkan schema markup. Klik <strong>Screen Options<\/strong> (Opsi Layar) di bagian atas halaman, lalu centang kotak di samping <strong>Custom Fields<\/strong> (Bidang Kustom).<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/custom-fields-wordpress-1024x214.png\" alt=\"custom fields wordpress\"><\/figure>\n<\/div><p>Sekarang, scroll ke bawah sampai Anda menemukan <strong>Custom Fields<\/strong>, lalu klik <strong>Enter new<\/strong> untuk membuat bidang kustom baru. Beri nama <strong>schema<\/strong>, kemudian masukkan kode berikut (ini adalah contoh data bisnis lokal\/local business):<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">&lt;script type=\"application\/ld+json\"&gt;\n{\n \"@context\": \"http:\/\/schema.org\",\n \"@type\": \"Organization\",\n \"address\": {\n   \"@type\": \"PostalAddress\",\n   \"addressRegion\": \"Neverland\",\n   \"streetAddress\": \"667 Acme Road\"\n },\n \"description\": \"The Acme Organization has been run by the Acme family for generations.\",\n \"name\": \"Acme Organization\",\n \"telephone\": \"(0)12 34 56 789\"\n}\n&lt;\/script&gt;<\/pre><p>Sekarang, klik <strong>add custom field<\/strong> lalu update halaman Anda.<\/p><p>Selanjutnya, Anda perlu mengedit file <strong>header.php<\/strong>. Buka file tersebut lalu masukkan kode berikut sebelum tag penutup &lt;\/head&gt;:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">&lt;?php\n$schemamarkup = get_post_meta(get_the_ID(), 'schemamarkup', true);\nif(!empty($schemamarkup)) {\n  echo $schemamarkup;\n}\n?&gt;<\/pre><p>Kode ini akan membuat kode schema Anda dimuat bersamaan dengan metadata postingan. Dengan demikian, Anda bisa menambahkan jenis schema markup kustom apa pun ke website WordPress Anda.<\/p><p>Jangan lupa untuk menjalankan halaman atau postingan Anda melalui Structured Data Testing Tool Google untuk mengecek apakah ada error dalam markup.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"\/id\/wordpress-hosting\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-37614\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Schema markup adalah fitur yang berguna untuk membantu mesin pencari memahami konten Anda dan meningkatkan relevansi informasi yang disajikan di halaman hasil pencarian. Dengannya, Anda bisa mengarahkan lebih banyak traffic organik melalui hasil pencarian yang lebih menarik.<\/p><p>Langkah-langkah memasang schema markup mungkin terlihat cukup teknis, tapi sebenarnya Anda bisa melakukannya dengan mudah apabila mengikuti tutorial yang tepat. Selain itu, tersedia banyak plugin schema WordPress yang akan membantu Anda dalam prosesnya.<\/p><p>Apabila Anda masih memiliki pertanyaan atau saran lain tentang penggunaan schema markup di WordPress, sampaikan lewat kolom komentar di bawah artikel ini yuk!<\/p><p>\n\n\n        <div class=\"protip\">\n            <div class=\"protip__heading\">\n                <svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\">\n                    <path d=\"M1.49234 23.5024C1.23229 23.5024 0.972242 23.4024 0.782206 23.2123C0.562165 22.9923 0.452144 22.6822 0.502153 22.3722C0.562165 21.9221 1.14227 17.9113 3.00262 16.351C3.63274 15.8209 4.43289 15.5509 5.26305 15.5609C6.09321 15.5909 6.87335 15.9109 7.47347 16.4911C8.6937 17.6913 8.76371 19.6717 7.6435 20.9919C6.0832 22.8523 2.08245 23.4324 1.63237 23.4924C1.59236 23.4924 1.54235 23.4924 1.50234 23.4924L1.49234 23.5024ZM5.16303 17.5613C4.84297 17.5613 4.53291 17.6713 4.29287 17.8813C3.60274 18.4614 3.07264 19.9317 2.75258 21.242C4.06282 20.9219 5.5331 20.3918 6.11321 19.7017C6.55329 19.1716 6.54329 18.3814 6.0832 17.9213C5.85316 17.7013 5.5431 17.5713 5.20304 17.5613C5.19304 17.5613 5.17303 17.5613 5.16303 17.5613ZM11.7243 21.8821C11.4942 21.8821 11.2642 21.8021 11.0841 21.652C10.8541 21.462 10.7241 21.1819 10.7241 20.8819V15.9109L8.08358 13.2705H3.11264C2.81259 13.2705 2.53254 13.1404 2.3425 12.9104C2.15246 12.6803 2.07245 12.3803 2.12246 12.0902C2.19247 11.7102 2.84259 8.36953 4.70294 7.12929C6.33325 6.04909 8.96375 6.49918 10.244 6.80923C11.5442 4.96889 13.2546 3.4286 15.2349 2.33839C17.4553 1.11816 19.9858 0.518051 22.4963 0.498047C23.0464 0.498047 23.4865 0.948132 23.4865 1.49824C23.4865 5.0389 22.3763 9.97983 17.1753 13.7605C17.4853 15.0408 17.9354 17.6613 16.8552 19.2816C15.615 21.1419 12.2744 21.7921 11.8943 21.8621C11.8343 21.8721 11.7743 21.8821 11.7143 21.8821H11.7243ZM12.7245 16.181V19.6016C13.7146 19.2916 14.7948 18.7915 15.2049 18.1814C15.675 17.4812 15.605 16.091 15.385 14.9008C14.5248 15.3808 13.6346 15.8109 12.7245 16.181ZM9.66388 12.0302L11.9643 14.3307C13.1845 13.8306 14.3648 13.2204 15.485 12.5103C19.9358 9.51974 21.2361 5.60901 21.4561 2.53843C19.6157 2.67846 17.8254 3.20856 16.2051 4.09872C14.2847 5.14892 12.6544 6.68921 11.4942 8.54956C10.7841 9.65977 10.174 10.82 9.66388 12.0302ZM4.39289 11.2701H7.81353C8.1936 10.3599 8.63368 9.46974 9.11377 8.60957C7.92355 8.38953 6.51329 8.31952 5.81315 8.78961C5.19304 9.19968 4.70294 10.3099 4.39289 11.2701Z\" fill=\"#673DE6\"\/>\n                <\/svg>\n                <p class=\"protip__title\">\n                    Pelajari Lebih Lanjut Tentang SEO WordPress                <\/p>\n            <\/div>\n            <p class=\"protip__content\"><a href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-sitemap-wordpress\/\">Cara Membuat Sitemap di WordPress<\/a><br>\n<a href=\"\/id\/tutorial\/cara-setting-robot-txt-di-wordpress\/\">Panduan Robots.txt WordPress<\/a><br>\n<a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-amp\/\">Apa Itu AMP (Accelerated Mobile Pages) dan Cara Mengaktifkannya di WordPress<\/a><br>\n<a href=\"\/id\/tutorial\/cara-mencegah-mesin-pencari-mengindex-blog-wordpress\/\">Cara Mencegah Mesin Pencari Mengindeks Website WordPress<\/a><\/p>\n                    <\/div>\n        \n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk memaksimalkan strategi SEO WordPress, Anda perlu menerapkan schema markup. Dengannya, tampilan konten website WordPress Anda di mesin pencari bisa lebih dioptimalkan, yang akan turut meningkatkan traffic, CTR, dan proses crawling website oleh bot mesin pencari. Di artikel ini, kami akan menjelaskan lebih lanjut apa itu schema markup dan manfaatnya untuk website, serta cara menggunakan [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/schema-markup-wordpress\/\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Apa Itu Schema Markup: Pengertian & Cara Memasangnya","rank_math_description":"Schema markup adalah fitur berguna yang meningkatkan tampilan konten di SERP. Baca pengertian dan cara memasang schema markup di sini yuk!","rank_math_focus_keyword":"schema markup adalah","footnotes":""},"categories":[4859],"tags":[7956,9078,7957,9079,9077],"class_list":["post-9855","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wordpress","tag-schema","tag-schema-adalah","tag-schema-markup","tag-schema-org","tag-structured-data"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/wordpress-schema-markup\/","default":1},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/schema-markup-wordpress\/","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/schema-markup-wordpress\/","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/schema-markup-wordpress\/","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/wordpress-schema\/","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/wordpress-schema\/","default":0},{"locale":"en-GB","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/wordpress-schema-markup\/","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/wordpress-schema-markup\/","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/wordpress-schema-markup\/","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/wordpress-schema-markup\/","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/wordpress-schema-markup\/","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/schema-markup-wordpress\/","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9855","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9855"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9855\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40166,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9855\/revisions\/40166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9855"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9855"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9855"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}