{"id":9019,"date":"2020-07-27T08:34:28","date_gmt":"2020-07-27T08:34:28","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=9019"},"modified":"2023-01-04T15:47:09","modified_gmt":"2023-01-04T08:47:09","slug":"sqlite-vs-mysql","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/sqlite-vs-mysql","title":{"rendered":"Perbedaan SQLite dan MySQL serta pengertian dan perbandingannya"},"content":{"rendered":"<p>Hampir semua proses desain atau development website pasti menggunakan database. Saat ini, ada beberapa database yang umum digunakan, di antaranya adalah SQLite dan MySQL, yang merupakan database open-source populer.<\/p><p>Di artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa perbedaan SQLite dan MySQL serta membantu Anda memahami keduanya secara lebih mendetail.<\/p><p>Untuk mengelola database, ada sebuah sistem yang disebut Database Management System. Sistem ini sering disebut RDBMS, atau <a data-wpel-link=\"external\" href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Relational_database_management_system\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener noreferrer\">Relational Database Management System<\/a>. Pada dasarnya, fungsi database yaitu untuk mengelola, memelihara, dan memanipulasi data.<\/p><p>Model data biasanya berupa salah satu dari dua jenis berikut:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>NoSQL<\/strong>&nbsp;&ndash; model tidak terstruktur dan masih dikembangkan<\/li>\n\n\n\n<li><strong>RDBMS<\/strong> &ndash; model terstruktur dan umumnya lebih banyak digunakan<\/li>\n<\/ol><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Speed-Up-Your-Website-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-27589\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-yang-dimaksud-dengan-sistem-manajemen-database\">Apa yang Dimaksud dengan Sistem Manajemen Database?<\/h2><p><a href=\"\/id\/tutorial\/dbms-adalah\">DBMS adalah<\/a> software yang berinteraksi dengan database. Sistem ini memfasilitasi beberapa operasi pada database yang dikelolanya. Beberapa operasi ini adalah:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengelola akses database<\/li>\n\n\n\n<li>Menjalankan <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-query\">query<\/a> SQL<\/li>\n\n\n\n<li>Menulis data ke dalam database<\/li>\n\n\n\n<li>Memperbarui database<\/li>\n\n\n\n<li>Menghapus data dari database<\/li>\n<\/ul><p>Biasanya, databse dan DBMS digunakan secara bergantian. Namun, database adalah sekumpulan data yang disimpan, sementara DBMS merupakan software yang digunakan untuk mengakses database.<\/p><p>Setiap DBMS memiliki model dasar yang menentukan struktur database dan cara data diambil. RDBMS menggunakan model data relasional. Di sini, data disusun dalam bentuk tabel.<\/p><p>Setiap tabel memiliki serangkaian atribut atau kolom, dan setiap baris biasanya disebut juga sebagai <strong>tuple<\/strong>, yang saling memiliki relasi. Nah, dari sini, penyusunan strukturnya pun disebut sebagai RDBMS.<\/p><p>Untuk menangani RDBMS, Anda harus menggunakan SQL atau Structured Query Language. Setiap RDBMS memiliki dialek yang berbeda.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29634\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-perbedaan-sqlite-dan-mysql\">Perbedaan SQLite dan MySQL<\/h2><p>SQLite dan MySQL sama-sama merupakan RDBMS open source. Mari cari tahu perbedaan keduanya.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\">SQLite vs MySQL &ndash; Arsitektur<\/h3><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>SQLite adalah proyek open-source yang tersedia di domain publik<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-mysql\">MySQL adalah<\/a> proyek open-source yang dimiliki oleh Oracle<\/li>\n<\/ul><p>SQLite adalah database tanpa server dan berdiri sendiri. Selain itu, database ini juga disebut sebagai database tertanam (embedded), yang berarti mesin DB berjalan sebagai bagian dari aplikasi.<\/p><p>Di sisi lain, MySQL membutuhkan server agar bisa berjalan. MySQL akan memerlukan arsitektur klien dan server untuk berinteraksi melalui jaringan.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\">SQLite vs MySQL &ndash; Dukungan Tipe Data<\/h3><p>SQLite mendukung tipe data ini: Blob, Integer, Null, Text, Real.<\/p><p>MySQL mendukung tipe data yang disebutkan di bawah ini:<\/p><p>Tinyint, Smallint, Mediumint, Int, Bigint, Double, Float, Real, Decimal, Double precision, Numeric, Timestamp, Date, Datetime, Char, Varchar, Year, Tinytext, Tinyblob, Blob, Text, MediumBlob, MediumText, Enum, Set, Longblob, Longtext.<\/p><p>Seperti yang Anda tahu, MySQL jauh lebih fleksibel dalam hal dukungan tipe data.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\">SQLite vs MySQL &ndash; Penyimpanan dan Portabilitas<\/h3><p>Library SQLite berukuran sekitar 250 KB, sedangkan server MySQL sekitar 600 MB. SQLite langsung menyimpan info dalam satu file, sehingga nantinya info tersebut mudah disalin. Tidak ada konfigurasi yang diperlukan, dan proses bisa dilakukan dengan dukungan minimal.<\/p><p>Sebelum menyalin atau mengekspor MySQL, Anda perlu menyatukannya menjadi satu file. Namun, untuk databse yang lebih besar, proses ini akan menjadi kegiatan yang menghabiskan waktu Anda.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\">SQLite dan MySQL dalam Hal Multiakses &amp; Skalabilitas<\/h3><p>SQLite tidak memiliki fungsionalitas <em>user management <\/em>tertentu. Oleh karena itu, SQLite tidak cocok untuk akses multiple user. MySQL memiliki sistem manajemen user yang dibangun dengan baik sehingga dapat menangani banyak user dan memberikan berbagai tingkat perizinan.<\/p><p>SQLite cocok untuk database yang lebih kecil. Seiring dengan pertumbuhan database, kebutuhan memori juga semakin besar saat menggunakan SQLite. Optimasi performa lebih sulit ketika menggunakan SQLite. Sebab, SQLite memiliki beberapa batasan penulisan.<\/p><p>Sebaliknya, MySQL mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan bisa menangani database yang lebih besar tanpa harus repot dengan berbagai hal.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\">SQLite dan MySQL dalam Hal Keamanan &amp; Kemudahan Setup<\/h3><p>SQLite tidak memiliki mekanisme otentikasi bawaan. Dengan begitu, file database SQLite dapat diakses oleh siapa saja. Namun, MySQL hadir dengan banyak fitur keamanan bawaan. Ini termasuk otentikasi dengan username, password, dan juga SSH.<\/p><p>SQLite tidak memerlukan konfigurasi rumit. Dapat dikatakan bahwa SQLite mudah untuk disetup. Sedangkan MySQL membutuhkan lebih banyak konfigurasi dibandingkan dengan SQLite. MySQL juga memiliki lebih banyak panduan setup.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kapan-harus-menggunakan-sqlite\">Kapan Harus Menggunakan SQLite?<\/h2><p>Ada saat-saat tertentu ketika SQLite bisa lebih efektif daripada alternatifnya. Beberapa skenario ini adalah:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengembangkan aplikasi standalone kecil-kecilan<\/li>\n\n\n\n<li>Proyek-proyek kecil yang tidak membutuhkan banyak skalabilitas<\/li>\n\n\n\n<li>Ketika Anda perlu membaca dan menulis langsung dari disk<\/li>\n\n\n\n<li>Development dan pengujian dasar<\/li>\n<\/ul><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kapan-harus-menggunakan-mysql\">Kapan Harus Menggunakan MySQL?<\/h2><p>Berikut adalah beberapa skenario di mana MySQL menjadi opsi unggulan:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketika Anda membutuhkan akses beberapa user ke aplikasi<\/li>\n\n\n\n<li>Ketika user membutuhkan fitur keamanan dan autentikasi yang kuat<\/li>\n\n\n\n<li>Saat bekerja dengan sistem terdistribusi<\/li>\n\n\n\n<li>Apabila aplikasi Anda membutuhkan database yang lebih besar<\/li>\n\n\n\n<li>Saat proyek Anda membutuhkan skalabilitas yang lebih tinggi<\/li>\n\n\n\n<li>Penggunaan dengan aplikasi berbasis web<\/li>\n\n\n\n<li>Saat mengembangkan solusi khusus<\/li>\n<\/ul><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kelebihan-dan-kekurangan-sqlite-dan-mysql\">Kelebihan dan Kekurangan SQLite dan MySQL<\/h2><p>Di bawah ini, kami akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan SQLite serta MySQL:<\/p><p><strong>Kelebihan SQLite:<\/strong><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Berbasis file, mudah diatur dan digunakan<\/li>\n\n\n\n<li>Cocok untuk pengembangan dan pengujian dasar<\/li>\n\n\n\n<li>Sangat portable<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan sintaks SQL standar dengan perubahan kecil<\/li>\n\n\n\n<li>Mudah digunakan<\/li>\n<\/ul><p><strong>Kekurangan SQLite:<\/strong><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Minim fitur user management dan keamanan<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak mudah diskalakan<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak cocok untuk database besar<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak bisa dikustomisasi<\/li>\n<\/ul><p><strong>Kelebihan MySQL:<\/strong><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mudah digunakan<\/li>\n\n\n\n<li>Menyediakan banyak fitur terkait database<\/li>\n\n\n\n<li>Fitur keamanan yang baik<\/li>\n\n\n\n<li>Mudah diskalakan dan cocok untuk database besar<\/li>\n\n\n\n<li>Kecepatan dan performa baik<\/li>\n\n\n\n<li>Manajemen user yang baik dan kontrol multiakses<\/li>\n<\/ul><p><strong>Kekurangan MySQL:<\/strong><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Membutuhkan keahlian teknis untuk pengaturan<\/li>\n\n\n\n<li>Sintaksisnya sedikit berbeda dibandingkan dengan SQL konvensional<\/li>\n<\/ul><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Selesai! Sampai di sini, Anda sudah mempelajari berbagai hal seputar DBMS, RDBMS, sekaligus perbedaan SQLite dan MySQL. Jadi, keduanya memiliki sejumlah perbedaan, terutama dalam hal arsitektur dan fitur.<\/p><p>Semoga artikel ini bisa membantu Anda memilih apakah akan menggunakan SQLite atau MySQL, ya. Mana pun yang akan Anda gunakan, pastikan untuk mencari tahu dulu kebutuhan proyek Anda. Sampai jumpa di artikel berikutnya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hampir semua proses desain atau development website pasti menggunakan database. Saat ini, ada beberapa database yang umum digunakan, di antaranya adalah SQLite dan MySQL, yang merupakan database open-source populer. Di artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa perbedaan SQLite dan MySQL serta membantu Anda memahami keduanya secara lebih mendetail. Untuk mengelola database, ada sebuah sistem yang [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/sqlite-vs-mysql\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"SQLite vs MySQL: Perbedaan SQLite dan MySQL serta Perbandingannya","rank_math_description":"Bingung memilih antara SQLite vs MySQL untuk proyek Anda? Baca perbedaan SQLite dan MySQL serta kelebihan dan kekurangannya di sini yuk!","rank_math_focus_keyword":"sqlite vs mysql, mysql vs sqlite, perbedaan sqlite dan mysql","footnotes":""},"categories":[4983],"tags":[7838,9152,6252,9151,9150,6577,9153],"class_list":["post-9019","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-web-development","tag-database","tag-development","tag-mysql","tag-sqlite","tag-sqlite-vs-mysql","tag-website","tag-website-development"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/sqlite-vs-mysql-whats-the-difference","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/sqlite-vs-mysql-cual-es-la-diferencia","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/sqlite-vs-mysql","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/sqlite-vs-mysql-whats-the-difference","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/sqlite-vs-mysql-whats-the-difference\/","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/sqlite-vs-mysql-whats-the-difference\/","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/sqlite-vs-mysql-cual-es-la-diferencia","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/sqlite-vs-mysql-cual-es-la-diferencia","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/sqlite-vs-mysql-cual-es-la-diferencia","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/sqlite-vs-mysql-whats-the-difference","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/sqlite-vs-mysql-whats-the-difference","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/sqlite-vs-mysql-whats-the-difference","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/sqlite-vs-mysql-whats-the-difference","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9019"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9019\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28615,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9019\/revisions\/28615"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}