{"id":9004,"date":"2020-01-09T07:05:09","date_gmt":"2020-01-09T07:05:09","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=9004"},"modified":"2025-12-18T23:33:06","modified_gmt":"2025-12-18T16:33:06","slug":"install-redis-ubuntu","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/install-redis-ubuntu","title":{"rendered":"Cara menginstal, mengonfigurasi, dan mengamankan Redis di Ubuntu"},"content":{"rendered":"<p>Redis adalah database in-memory yang digunakan untuk menyimpan data sementara sebagai cache untuk mengurangi beban server dan meningkatkan performa aplikasi. Redis juga merupakan message broker yang memfasilitasi aliran data antarlayanan.<\/p><p>Namun, karena banyaknya perintah dan parameter konfigurasinya, proses setup Redis bisa cukup membingungkan. Selain itu, software ini menyediakan beberapa utilitas yang bisa berbahaya kalau tidak digunakan dengan hati-hati.<\/p><p>Tenang, Anda tak perlu cemas. Di artikel ini, kami akan menjelaskan cara install Redis di Ubuntu, serta membagikan cara mengamankan dan mengelola software ini dengan benar sehingga Anda bisa menggunakannya tanpa masalah di VPS.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Linux-Commands-Cheatsheet-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-27615\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-persiapan-awal-sebelum-menginstal-redis\">Persiapan Awal sebelum Menginstal Redis<\/h2><p>Sebelum menginstal Redis, pastikan VPS Anda menjalankan Ubuntu karena langkah-langkahnya akan berbeda untuk sistem operasi Linux lainnya. Kemudian, sebaiknya gunakan Ubuntu 22.04 atau yang lebih baru karena versi lama mungkin menggunakan perintah yang berbeda.<\/p><p>VPS Anda juga harus memenuhi persyaratan sistem Redis untuk memastikan performa yang optimal. Selain itu, Anda harus sudah menginstal client <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-putty-untuk-ssh-ke-vps\">PuTTY secure shell<\/a> (SSH) di komputer, yang diperlukan untuk tersambung ke server. Atau, user Linux dan MacOS bisa menggunakan Terminal.<\/p><p>Apabila belum memiliki VPS, cobalah melihat-lihat paket <a href=\"\/id\/hosting-vps\">VPS dari Hostinger<\/a>. Anda bisa menggunakan SSH atau melalui <strong>Terminal browser<\/strong> bawaan untuk tersambung ke server dan mempermudah semua prosesnya.<\/p><p>Selain itu, paket kami memiliki alokasi resource hardware yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan. Anda bisa upgrade kapan saja dengan mudah hingga paket <strong>KVM 8<\/strong>, yang menawarkan <strong>8 vCPU <\/strong>core yang canggih dan RAM <strong>32 GB<\/strong>.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/hosting-vps\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29630\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-menginstal-redis-di-vps-ubuntu\">Cara Menginstal Redis di VPS Ubuntu<\/h2><p>Setelah Anda menyelesaikan persiapan di atas, sekarang saatnya memulai tutorial menginstal Redis di VPS Ubuntu. Sebelumnya, buat koneksi ke server Anda menggunakan client SSH seperti PuTTY atau <strong>Terminal browser<\/strong> Hostinger.<\/p><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> <a href=\"https:\/\/support.hostinger.com\/id\/articles\/1583232-bagaimana-cara-backup-atau-restore-server-vps\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Backup data VPS<\/a> Anda dulu sebelum melanjutkan langkah-langkahnya untuk berjaga-jaga kalau terjadi error atau kesalahan konfigurasi.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-instal-server-redis\">1. Instal Server Redis<\/h3><p>Pertama, buat superuser baru dan ubah peran ke user tersebut sebelum menginstal Redis, karena koneksi SSH menggunakan <strong>root<\/strong> secara default.<\/p><p>Tidak seperti user root, superuser akan meminta konfirmasi dulu sebelum menjalankan utilitas sehingga bisa meminimalkan potensi masalah akibat eksekusi perintah yang tidak disengaja.<\/p><p>Untuk membuat pengguna baru di Ubuntu, jalankan perintah berikut ini. Ganti <strong>your-username<\/strong> dengan nama akun yang Anda inginkan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">adduser your-username<\/pre><p>Masukkan kata sandi pengguna dan informasi lainnya. Sekarang, berikan hak istimewa <strong>sudo<\/strong> pada akun tersebut untuk menjalankan perintah administratif:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">usermod -a -G sudo your-username<\/pre><p>Kemudian, alihkan peran ke pengguna yang baru dengan memasukkan perintah berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">su your-username<\/pre><p>Masukkan <strong>cd<\/strong> untuk kembali ke home directory. Sekarang, mari mulai langkah-langkah penginstalan Redis dengan mengupdate repositori sistem untuk memastikan Anda menerima versi software terbaru:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt update<\/pre><p>Setelah update selesai, jalankan perintah berikut ini untuk menginstal Redis. Tekan <strong>Y<\/strong> dan <strong>Enter<\/strong> saat diminta konfirmasi oleh command-line interface (CLI):<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt install redis<\/pre><p>Perhatikan bahwa ada paket <strong>redis-server<\/strong> dan <strong>redis<\/strong> di repositori Ubuntu. Keduanya akan menginstal software yang sama, jadi Anda bisa memilih yang mana pun untuk mendapatkan hasil yang sama.<\/p><p>Periksa versi client command-line Redis dengan memasukkan perintah berikut ini guna memastikannya dikonfigurasi dengan benar:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">redis-cli --version<\/pre><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e8bb29d94fc\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"949\" height=\"48\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/nomor-versi-cli-terminal.png\/public\" alt=\"tampilan terminal yang menampilkan nomor versi cli\" class=\"wp-image-39131\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/nomor-versi-cli-terminal.png\/w=949,fit=scale-down 949w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/nomor-versi-cli-terminal.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/nomor-versi-cli-terminal.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/nomor-versi-cli-terminal.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 949px) 100vw, 949px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Apabila Terminal menampilkan nomor versi, artinya database sistem cache sudah terinstal dengan benar. Sekarang, tanyakan status layanan Redis untuk memastikan bahwa layanan tersebut berjalan dan aktif:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo systemctl status redis<\/pre><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e8bb29db3e7\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"962\" height=\"274\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/status-layanan-redis-systemctl.png\/public\" alt=\"tampilan hasil systemctl di terminal yang menunjukkan status layanan redis\" class=\"wp-image-39132\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/status-layanan-redis-systemctl.png\/w=962,fit=scale-down 962w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/status-layanan-redis-systemctl.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/status-layanan-redis-systemctl.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/status-layanan-redis-systemctl.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 962px) 100vw, 962px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Kalau menggunakan VPS Hostinger, Anda juga bisa meminta <strong>Kodee<\/strong>, asisten AI kami, untuk mengonfirmasi status Redis setelah penginstalan. Akses fitur ini melalui sidebar kiri dashboard Anda, lalu ketikkan perintah seperti pada contoh berikut:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e8bb29dcdcd\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"949\" height=\"395\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/kodee-status-redis-vps-hpanel.png\/public\" alt=\"mengecek status redis dengan bertanya pada kodee di hpanel\" class=\"wp-image-43958\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/kodee-status-redis-vps-hpanel.png\/w=949,fit=scale-down 949w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/kodee-status-redis-vps-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/kodee-status-redis-vps-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/kodee-status-redis-vps-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 949px) 100vw, 949px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Apabila Anda melihat status Redis <strong>disabled<\/strong> atau <strong>stopped<\/strong>, jalankan perintah berikut ini untuk memulainya secara manual:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo systemctl start redis<\/pre><p>Sekarang, atur agar layanan Redis dimulai secara otomatis setelah reboot sistem menggunakan perintah berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo systemctl enable redis<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-konfigurasikan-redis\">2. Konfigurasikan Redis<\/h3><p>Redis memantau semua koneksi secara default, yang bisa menimbulkan risiko keamanan jaringan. Untuk memastikannya berjalan dengan benar dan aman, Anda perlu mengaitkan alamat IP yang diperlukan saja.<\/p><p>Apabila aplikasi web Anda dan Redis menggunakan server yang sama, kaitkan alamat localhost <strong>127.0.0.1<\/strong>. Apabila menggunakan sistem lain untuk menghosting aplikasi Anda, tentukan alamat IP miliknya.<\/p><p>Untuk mengubah konfigurasi default, buka file <strong>redis.conf <\/strong><a href=\"\/id\/tutorial\/cara-install-menggunakan-nano-text-editor\">menggunakan editor teks seperti nano<\/a>. Berikut perintahnya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo nano \/etc\/redis\/redis.conf<\/pre><p>Cari baris yang menyatakan <strong>bind 127.0.0.1 ::1<\/strong>. Anda bisa menemukannya dengan cepat menggunakan shortcut <strong>Ctrl + W <\/strong>lalu memasukkan frasa yang dimaksud.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e8bb29df0fc\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"954\" height=\"118\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/ip-bind-file-konfigurasi-redis.png\/public\" alt=\"tampilan pengaturan ip bind di file konfigurasi redis menggunakan nano\" class=\"wp-image-39133\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/ip-bind-file-konfigurasi-redis.png\/w=954,fit=scale-down 954w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/ip-bind-file-konfigurasi-redis.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/ip-bind-file-konfigurasi-redis.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/ip-bind-file-konfigurasi-redis.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 954px) 100vw, 954px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Ubah konfigurasi jaringan sesuai kebutuhan Anda. Apabila Anda perlu mengonfigurasi Redis agar tersambung ke beberapa antarmuka, cantumkan semua alamat IP-nya yang dipisahkan dengan spasi, seperti berikut ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">bind 127.0.0.1 185.185.185.185 185.185.185.186<\/pre><p>Pastikan untuk menghapus simbol hash (<strong>#<\/strong>) di awal baris. Kalau tidak, konfigurasi ini tidak akan diterapkan, dan Redis akan tetap memantau semua IP.<\/p><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Jangan hapus alamat localhost dalam pengaturan binding karena akan diperlukan untuk pengujian.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><p>Selain mengoptimalkan keamanan jaringan, lindungi client Redis dengan menerapkan autentikasi kata sandi. Untuk melakukannya, cari directive <strong>requirepass<\/strong> di bawah bagian <strong>SECURITY<\/strong> pada file <strong>redis.conf<\/strong>.<\/p><p>Hapus simbol hash untuk mengaktifkan directive dan ganti nilai default dengan kata sandi yang kuat seperti ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">requirepass your-password<\/pre><p>Setelah selesai, tekan <strong>Ctrl + X<\/strong>, <strong>Y<\/strong>, dan <strong>Enter<\/strong> untuk menyimpan pengaturan. Kemudian, mulai ulang layanan Redis untuk menerapkan perubahan tersebut menggunakan perintah berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo systemctl restart redis<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-periksa-fungsionalitas-redis\">3. Periksa Fungsionalitas Redis<\/h3><p>Setelah mengonfigurasi Redis, periksa koneksi database untuk memastikannya bekerja dengan benar sesuai konfigurasi Anda. Untuk melakukannya, masuk ke CLl Redis menggunakan perintah berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">redis-cli<\/pre><p>Sekarang, cek apakah autentikasi kata sandi berfungsi. Gunakan perintah <strong>auth<\/strong> untuk melakukannya, dan ganti <strong>your-secure-password<\/strong> dengan nilai sebenarnya yang ditentukan dalam file konfigurasi Redis:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">auth your-secure-password<\/pre><p>CLI Redis akan mengembalikan pesan konfirmasi <strong>OK<\/strong>, yang berarti Anda sekarang bisa menjalankan perintah dalam database. Untuk mulai menggunakannya, lakukan uji konektivitas dengan mengirim data menggunakan perintah <strong>ping:<\/strong><\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">ping<\/pre><p>Anda seharusnya akan melihat jawaban dengan pesan <strong>PONG<\/strong>. Kalau tidak, buka file konfigurasi Redis dan pastikan Anda mengaitkan alamat host lokal <strong>127.0.0.1<\/strong>.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e8bb29e138d\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"928\" height=\"51\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/pesan-pong-mengonfirmasi-konektivitas-redis.png\/public\" alt=\"tampilan cli redis dengan pesan pong yang menunjukkan konektivitas lancar\" class=\"wp-image-39134\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/pesan-pong-mengonfirmasi-konektivitas-redis.png\/w=928,fit=scale-down 928w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/pesan-pong-mengonfirmasi-konektivitas-redis.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/pesan-pong-mengonfirmasi-konektivitas-redis.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/pesan-pong-mengonfirmasi-konektivitas-redis.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 928px) 100vw, 928px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Selanjutnya, cek apakah cache Redis berfungsi dengan benar dengan mengirimkan pesan uji coba dan menampilkannya. Untuk melakukannya, masukkan perintah berikut ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">set test \"Redis is working\"<\/pre><pre class=\"wp-block-preformatted\">get test<\/pre><p>Redis akan menampilkan pesan yang Anda tentukan pada perintah pertama, yaitu &ldquo;Redis is working.&rdquo;<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e8bb29e2e4f\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"853\" height=\"92\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/redis-menampilkan-pesan-konfirmasi-fungsi.png\/public\" alt=\"tampilan cli redis yang menunjukkan pesan konfirmasi\" class=\"wp-image-39135\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/redis-menampilkan-pesan-konfirmasi-fungsi.png\/w=853,fit=scale-down 853w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/redis-menampilkan-pesan-konfirmasi-fungsi.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/redis-menampilkan-pesan-konfirmasi-fungsi.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/redis-menampilkan-pesan-konfirmasi-fungsi.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 853px) 100vw, 853px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Meskipun pengujian cepat ini seharusnya sudah cukup untuk mengonfirmasi bahwa database berfungsi dengan baik, Anda juga bisa menjalankan <a href=\"https:\/\/redis.io\/docs\/latest\/commands\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perintah Redis<\/a> lainnya kalau diperlukan. Setelah memastikan fungsionalitas Redis, Anda bisa keluar dari shell dengan memasukkan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">quit<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-ganti-nama-perintah-berbahaya\">4. Ganti Nama Perintah Berbahaya<\/h3><p>Beberapa perintah Redis bisa memanipulasi atau menghapus entri database Anda secara permanen. Meskipun mungkin akan dibutuhkan untuk tugas-tugas tertentu, perintah ini bisa cukup berbahaya kalau pengguna yang tidak berwenang mendapatkan akses ke server Anda.<\/p><p>Karena ada banyak perintah yang berpotensi berbahaya, silakan baca <a href=\"https:\/\/redis.io\/docs\/latest\/operate\/oss_and_stack\/management\/security\/acl\/#:~:text=dangerous%20%2D%20Potentially%20dangerous%20commands%20(each,%2C%20SAVE%20%2C%20REPLICAOF%20%2C%20etc.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dokumentasi Redis Access Control List<\/a> untuk mempelajari perintah-perintah tersebut lebih lanjut. Berikut adalah beberapa yang paling umum beserta fungsinya:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>FLUSHALL<\/strong> &ndash; menghapus semua key dan data di seluruh instance Redis Anda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>FLUSHDB<\/strong> &ndash; menghapus data dalam database saat ini.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>SHUTDOWN<\/strong> &ndash; mematikan server Redis tanpa menyimpan data.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>DEL<\/strong> &ndash; menghapus satu atau beberapa key dari database Anda saat ini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>RENAME<\/strong> &ndash; mengganti nama key dalam database yang dipilih.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>SAVE<\/strong> &ndash; menyimpan dataset ke penyimpanan server sembari memblokir proses lain yang sedang berjalan.&nbsp;<\/li>\n<\/ul><p>Untuk meningkatkan keamanan Redis, Anda bisa mengganti nama atau menonaktifkan perintah-perintah tersebut sesuai kebutuhan. Untuk melakukannya, buka file <strong>redis.conf<\/strong> menggunakan nano:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo nano \/etc\/redis\/redis.conf<\/pre><p>Scroll ke bawah ke bagian <strong>SECURITY<\/strong> dan tambahkan pengaturan untuk mengganti nama perintah. Anda bisa menggunakan nama apa pun, tapi sebaiknya gunakan frasa yang unik, mudah diingat, dan sulit ditebak.<\/p><p>Sebagai contoh, kami akan mengganti nama perintah <strong>FLUSHALL<\/strong> menjadi <strong>IWANTTO_FLUSHALL<\/strong> dan mengubah <strong>SHUTDOWN<\/strong> menjadi <strong>SHUTDOWN_MYDB<\/strong> dengan menyisipkan baris-baris berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">rename-command FLUSHALL IWANTTO_FLUSHALL&nbsp;<br><br>rename-command SHUTDOWN SHUTDOWN_MYDB<\/pre><p>Cukup tambahkan baris lagi dengan sintaksis yang sama untuk memodifikasi perintah lainnya. Untuk menonaktifkannya, gunakan tanda petik kosong sebagai nama baru. Sebagai contoh, pengaturan ini akan menonaktifkan <strong>FLUSHALL<\/strong>:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">rename-command FLUSHALL \"\"<\/pre><p>Simpan file dan mulai ulang Redis untuk menerapkan perubahan. Sekarang, mari periksa apakah Anda sudah berhasil mengganti nama atau menonaktifkan perintah tersebut dengan menjalankannya.<\/p><p>\n\n\n    <p class=\"warning\">\n        <strong>Perhatian!<\/strong> Untuk instalan Redis baru, Anda boleh mengecek perintah berbahaya secara langsung karena Anda belum menambahkan data apa pun. Namun, selanjutnya gunakan sistem pengembangan lokal untuk melakukan pengujian karena perintah tersebut bisa menyebabkan kehilangan data.    <\/p>\n    \n\n\n\n<\/p><p>Pertama, jalankan <strong>redis-cli<\/strong> untuk mengakses shell database. Kemudian, masukkan perintah yang sudah diganti namanya menggunakan nama aslinya. Sebagai contoh, kami akan mengecek perintah <strong>FLUSHALL<\/strong>:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">FLUSHALL<\/pre><p>Apabila penggantian nama berhasil, Redis akan menampilkan pesan error yang mengatakan bahwa perintah tersebut tidak dikenal, seperti berikut:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e8bb29e4dcd\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"842\" height=\"54\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/error-redis-perintah-sudah-diganti-nama.png\/public\" alt=\"tampilan cli redis yang error karena perintah sudah diganti nama\" class=\"wp-image-39136\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/error-redis-perintah-sudah-diganti-nama.png\/w=842,fit=scale-down 842w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/error-redis-perintah-sudah-diganti-nama.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/error-redis-perintah-sudah-diganti-nama.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/error-redis-perintah-sudah-diganti-nama.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 842px) 100vw, 842px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Sekarang, jalankan perintah dengan menggunakan nama barunya. Redis seharusnya menampilkan output atau string kosong, tergantung pada perintah yang Anda coba. Sebagai contoh, <strong>FLUSHALL<\/strong> tidak akan menampilkan pesan konfirmasi apa pun setelah berhasil dijalankan.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-lakukan-maintenance-redis\">5. Lakukan Maintenance Redis<\/h3><p>Setelah menginstal Redis, lakukan maintenance rutin untuk memastikan performa dan keamanannya tetap terjaga. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Backup reguler<\/strong> &ndash; aktifkan fitur backup otomatis di web host untuk menyimpan data Redis Anda secara berkala. Selain itu, buat snapshot dataset secara teratur menggunakan perintah <strong>SAVE<\/strong> Redis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemantauan server<\/strong> &ndash; pantau penggunaan memori server Redis Anda, penggunaan CPU, latensi, dan metrik performa lainnya untuk memastikan respons yang optimal. Anda bisa menggunakan tool seperti <strong>Prometheus<\/strong> atau <strong>Grafana<\/strong>.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Update rutin<\/strong> &ndash; instal versi Redis baru saat dirilis menggunakan perintah <strong>apt update &amp;&amp; apt upgrade<\/strong> untuk menerapkan perbaikan keamanan dan bug terbaru.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kontrol keamanan<\/strong> &ndash; aktifkan autentikasi kata sandi untuk CLI Redis, terapkan sertifikat <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-ssl\">SSL (secure sockets layer)<\/a>, dan konfigurasikan aturan firewall untuk melindungi port database.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Analisis file log<\/strong> &ndash; periksa <a href=\"https:\/\/www.geeksforgeeks.org\/where-are-redis-logs-stored\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">log peristiwa Redis<\/a> secara rutin untuk segera mengidentifikasi tindakan atau perubahan yang tidak sah, yang mungkin membahayakan keamanan server Anda.<\/li>\n<\/ul><p>Bagi user pemula, langkah-langkah maintenance Redis di atas mungkin terlihat cukup rumit. Nah, apabila memerlukan bantuan untuk mengelola server, gunakan <strong>Kodee<\/strong>, asisten AI dari Hostinger untuk membantu menangani tugas-tugas tersebut.<\/p><p>Anda bisa membuat perintah dan instruksi untuk mengelola server menggunakan prompt singkat. Misalnya, Anda bisa menulis prompt, &ldquo;Tolong buatkan cronjob yang menjalankan perintah SAVE di Redis setiap Senin pagi untuk menyimpan dataset.&rdquo;<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e8bb29e6a17\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"824\" height=\"753\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/prompt-vps-ai-assistant-redis.png\/public\" alt=\"tampilan vps ai assistant hostinger dengan prompt untuk cronjob redis\" class=\"wp-image-39137\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/prompt-vps-ai-assistant-redis.png\/w=824,fit=scale-down 824w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/prompt-vps-ai-assistant-redis.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/prompt-vps-ai-assistant-redis.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/01\/prompt-vps-ai-assistant-redis.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 824px) 100vw, 824px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Dengan menginstal Redis di VPS, Anda bisa mengurangi beban server dan latensi untuk meningkatkan performa aplikasi Anda. Di artikel ini, kami sudah menjelaskan lima langkah untuk menginstal dan mengonfigurasi tool ini di Ubuntu melalui SSH:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Instal Redis menggunakan package manager <strong>apt<\/strong>.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Konfigurasikan koneksi Redis dan autentikasi kata sandi.<\/li>\n\n\n\n<li>Masuk ke shell Redis dan periksa fungsi perintah-perintahnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Ubah nama atau nonaktifkan perintah Redis yang berbahaya.<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan maintenance Redis dengan backup reguler dan audit log.<\/li>\n<\/ol><p>Karena Redis sangat kompleks, kami sarankan agar Anda membaca dokumentasinya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang fitur-fiturnya. Atau, Anda juga bisa menyimak <a href=\"\/id\/tutorial\/vps\">tutorial VPS<\/a> kami lainnya untuk mempelajari selengkapnya tentang pengelolaan server.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tanya-jawab-faq-cara-install-redis-ubuntu\">Tanya Jawab (FAQ) Cara Install Redis Ubuntu<\/h2><p>Di bagian ini, kami akan menjawab beberapa pertanyaan tentang cara menginstal Redis di Ubuntu.<\/p><div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-69442cc2eb983\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa Fungsi Redis?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Redis adalah database cache in-memory yang berfungsi untuk menyimpan sementara data aplikasi Anda. Redis mengurangi jarak antar-end point untuk mengurangi latensi, meminimalkan beban server, dan meningkatkan performa. Redis juga merupakan message broker yang mengoptimalkan aliran data antarlayanan.&nbsp;<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442cc2eb987\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana Cara Menginstal Redis Versi Tertentu?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Anda bisa menginstal Redis versi tertentu dari repositori resmi Ubuntu dengan menjalankan <strong>apt install redis-server=<\/strong>. Ganti placeholder angka dengan nilai sebenarnya. Anda juga bisa mendownload versi lain dengan menambahkan repositori pihak ketiga atau source code Redis.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442cc2eb988\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apakah Bisa Menginstal Redis Menggunakan Docker Container, Bukan Langsung di Ubuntu?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Tentu saja! Anda bisa menginstal Redis menggunakan <a href=\"\/tutorial\/apa-itu-docker\">Docker<\/a> container dengan mengambil image Redis dari Docker Hub. Kemudian, Anda bisa mengelola Redis atau masuk ke shell dari luar container menggunakan perintah <strong>docker<\/strong>.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Redis adalah database in-memory yang digunakan untuk menyimpan data sementara sebagai cache untuk mengurangi beban server dan meningkatkan performa aplikasi. Redis juga merupakan message broker yang memfasilitasi aliran data antarlayanan. Namun, karena banyaknya perintah dan parameter konfigurasinya, proses setup Redis bisa cukup membingungkan. Selain itu, software ini menyediakan beberapa utilitas yang bisa berbahaya kalau tidak [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/install-redis-ubuntu\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Cara Install Redis di Ubuntu: Tutorial Langkah demi Langkah","rank_math_description":"Redis membantu meningkatkan performa aplikasi berkat sistem cache yang diterapkannya. Yuk, baca cara install Redis di Ubuntu di artikel ini!","rank_math_focus_keyword":"install redis di ubuntu","footnotes":""},"categories":[5096],"tags":[8838,8839],"class_list":["post-9004","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-vps","tag-redis","tag-redis-ubuntu"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/how-to-install-and-setup-redis-on-ubuntu","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/installer-redis-sur-ubuntu","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/install-redis-ubuntu","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/how-to-install-and-setup-redis-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/how-to-install-and-setup-redis-on-ubuntu\/","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/how-to-install-and-setup-redis-on-ubuntu\/","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/how-to-install-and-setup-redis-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/how-to-install-and-setup-redis-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/how-to-install-and-setup-redis-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/how-to-install-and-setup-redis-on-ubuntu","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9004"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9004\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47212,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9004\/revisions\/47212"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}