{"id":9002,"date":"2020-01-08T06:45:09","date_gmt":"2020-01-08T06:45:09","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=9002"},"modified":"2025-12-18T23:33:12","modified_gmt":"2025-12-18T16:33:12","slug":"install-mongodb-ubuntu","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/install-mongodb-ubuntu","title":{"rendered":"Cara install MongoDB di Ubuntu (tutorial lengkap 2026)"},"content":{"rendered":"<p>MongoDB adalah salah satu program database NoSQL open-source yang paling populer. Program ini menyimpan data dalam dokumen yang memiliki format, bukan dalam tabel. Karena tidak memiliki skema tetap, MongoDB jauh lebih fleksibel dan mudah disesuaikan daripada SQL.<\/p><p>Sistem manajemen database (DBMS) ini populer di kalangan developer karena performanya dan kompatibilitasnya dengan berbagai bahasa pemrograman. Namun, untuk menginstal MongoDB, user Ubuntu memerlukan berbagai command sehingga prosesnya mungkin agak sulit.<\/p><p>Oleh karena itu, di tutorial ini kami akan menjelaskan cara install MongoDB di Ubuntu <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-vps\">VPS<\/a>. Kami juga akan membahas cara membuat database baru, menyiapkan user, dan mengaktifkan autentikasi jarak jauh. Mari mulai tutorialnya!<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Linux-Commands-Cheatsheet-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-27615\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-itu-mongodb\">Apa Itu MongoDB?<\/h2><p>MongoDB adalah salah satu sistem manajemen database NoSQL open-source yang paling populer. Program ini banyak digunakan untuk aplikasi atau website skala besar.<br><br>Tidak seperti SQL, MongoDB menyimpan data dalam dokumen BSON dengan skema yang fleksibel sehingga lebih mudah diatur sesuai kebutuhan. MongoDB juga mendukung berbagai sistem operasi, bahasa pemrograman, dan framework.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-persiapan-sebelum-install-mongodb-di-ubuntu\">Persiapan Sebelum Install MongoDB di Ubuntu<\/h2><p>Sebelum menginstal paket MongoDB resmi, cek kompatibilitas hardware dan software Anda. <a href=\"\/id\/hosting-vps\">Paket VPS hosting<\/a> Anda harus mendukung Ubuntu, memungkinkan koneksi SSH, dan menyediakan akses root penuh.<\/p><p>VPS Hosting dari Hostinger menawarkan berbagai distribusi Linux, termasuk <a href=\"\/id\/tutorial\/ubuntu-adalah\">Ubuntu<\/a>. Anda bisa menginstalnya dengan mudah melalui <strong>Dashboard VPS <\/strong>&rarr; <strong>OS &amp; Panel <\/strong>&rarr; <strong>Sistem Operasi<\/strong>.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/menu-sistem-operasi-os-vps-di-hpanel-1024x422.png\" alt=\"menu sistem operasi vps di hpanel\"><\/figure><\/div><p>Sebaiknya gunakan sistem operasi terbaru untuk kompatibilitas dan keamanan yang lebih terjamin. Namun, pada dasarnya cara install MongoDB di <strong>Ubuntu 20.04<\/strong> atau versi lainnya tidak jauh berbeda.<\/p><p>Paket VPS hosting kami juga memungkinkan Anda terhubung secara remote melalui SSH. Selain menggunakan aplikasi seperti PuTTY dan Terminal, Anda bisa menjalankan <a href=\"\/id\/tutorial\/perintah-dasar-linux\">perintah Linux<\/a> langsung dari web browser menggunakan <strong>Terminal Browser<\/strong> kami.<\/p><p>VPS Hostinger juga menyediakan akses root penuh, yang memungkinkan pengguna menjalankan command penginstalan MongoDB tanpa masalah izin.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/hosting-vps\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29630\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-install-mongodb-di-ubuntu\">Cara Install MongoDB di Ubuntu<\/h2><p>Di bagian ini, kami akan menjelaskan cara install MongoDB di <strong>Ubuntu 20.04<\/strong> atau versi lainnya. Sebelum melanjutkan tutorial ini, pastikan Anda sudah terhubung ke VPS melalui SSH menggunakan akun root atau superuser.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-install-mongodb\">1. Install MongoDB<\/h3><p>Sebelum menginstal paket MongoDB, download utilitas <strong>GnuPG<\/strong> dan <strong>cURL<\/strong> dengan menjalankan perintah berikut ini di command line:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt-get install -y gnupg curl<\/pre><p>Gunakan cURL dan GnuPG untuk mengimpor public GPG key MongoDB guna mengambil paket penginstalannya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">curl -fsSL https:\/\/pgp.mongodb.com\/server-7.0.asc | \\ sudo gpg -o \/usr\/share\/keyrings\/mongodb-server-7.0.gpg \\ --dearmor<\/pre><p>Perlu diperhatikan bahwa URL-nya akan berbeda-beda tergantung pada paket MongoDB yang dimaksud. Di tutorial ini, kami akan menginstal MongoDB Community Edition 7.0, versi stabil terbaru saat artikel ini ditulis.<\/p><p>Setelah mengimpor paket MongoDB resmi, buat file daftar untuk penginstalan. Perintahnya akan berbeda-beda tergantung pada versi Ubuntu Anda. Untuk <strong>Ubuntu 22.04 <\/strong>atau yang lebih baru, jalankan command berikut ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">echo \"deb [ arch=amd64,arm64 signed-by=\/usr\/share\/keyrings\/mongodb-server-7.0.gpg ] https:\/\/repo.mongodb.org\/apt\/ubuntu jammy\/mongodb-org\/7.0 multiverse\" | sudo tee \/etc\/apt\/sources.list.d\/mongodb-org-7.0.list<\/pre><p>Sementara itu, jalankan perintah berikut untuk mengonfigurasi file daftar di <strong>Ubuntu 20.04:<\/strong><\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">echo \"deb [ arch=amd64,arm64 signed-by=\/usr\/share\/keyrings\/mongodb-server-7.0.gpg ] https:\/\/repo.mongodb.org\/apt\/ubuntu focal\/mongodb-org\/7.0 multiverse\" | sudo tee \/etc\/apt\/sources.list.d\/mongodb-org-7.0.list<\/pre><p>Refresh repositori APT untuk menyinkronkan database paket lokal:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt-get update<\/pre><p>Jalankan command berikut untuk menginstal versi stabil terbaru MongoDB menggunakan sistem manajemen paket APT:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt-get install -y mongodb-org<\/pre><p>Atau, pilih versi spesifik paket resmi mongodb-org. Misalnya, jalankan command berikut untuk install <strong>MongoDB versi 7.0.2<\/strong>:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt-get install -y mongodb-org=7.0.2 mongodb-org-database=7.0.2 mongodb-org-server=7.0.2 mongodb-mongosh=7.0.2 mongodb-org-mongos=7.0.2 mongodb-org-tools=7.0.2<\/pre><p>Apabila Anda hanya menuliskan versi MongoDB tapi tidak mencantumkan komponen lainnya, APT akan menginstal paket terbaru.<\/p><p>Karena APT memperbarui paket komponen secara otomatis, pastikan penginstalan tetap pada versi saat ini. Berikut contoh perintahnya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">echo \"mongodb-org hold\" | sudo dpkg --set-selections<\/pre><pre class=\"wp-block-preformatted\">echo \"mongodb-org-server hold\" | sudo dpkg --set-selections<\/pre><pre class=\"wp-block-preformatted\">echo \"mongodb-mongosh hold\" | sudo dpkg --set-selections<\/pre><p>\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\">Tips Berguna<\/h4>\n                    <p>Apabila Anda tidak mengimpor public GPG key ke database paket lokal, APT akan menginstal versi paket MongoDB yang tidak resmi. Hal ini mungkin akan berujung pada masalah kompatibilitas, keamanan, dan hukum, serta kurangnya dukungan.<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-mulai-layanan-mongodb\">2. Mulai Layanan MongoDB<\/h3><p>Setelah penginstalan selesai, jalankan MongoDB Community Edition dengan memasukkan command berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo systemctl start mongod<\/pre><p>Perintah <strong>systemctl<\/strong> berfungsi untuk manajemen layanan MongoDB. Contohnya, apabila Anda menjumpai error, jalankan command berikut ini untuk memulai ulang layanan yang sedang berjalan dan mencoba memulai DBMS lagi:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo systemctl daemon-reload<\/pre><p>Untuk mengetahui apakah server database MongoDB sudah dimuat dengan benar, cek statusnya dengan perintah di bawah ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo systemctl status mongod<\/pre><p>Anda akan melihat pesan <strong>active (running)<\/strong> apabila layanan MongoDB sudah berjalan, seperti output berikut ini.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/status-layanan-mongodb-di-terminal.png\" alt=\"status layanan mongodb di terminal\"><\/figure><\/div><p>Secara default, layanan tersebut tidak dimulai saat proses boot. Untuk memuatnya secara otomatis pada saat startup, aktifkan MongoDB menggunakan perintah berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo systemctl enable mongod<\/pre><p>Cek status layanan menggunakan <strong>systemctl<\/strong>. Apabila pesannya menunjukkan <strong>Enabled<\/strong> dan bukan <strong>Loaded<\/strong>, artinya MongoDB siap untuk digunakan.<\/p><p>\n\n\n<div><p class=\"important\">Proses daemon utama MongoDB disebut <strong>mongod<\/strong>. Proses ini menangani permintaan data, mengelola akses, dan menjalankan operasi manajemen latar belakang.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-konfigurasikan-mongodb\">3. Konfigurasikan MongoDB<\/h3><p>Ubah pengaturan database MongoDB dengan memodifikasi file konfigurasi utamanya. File ini dibuat secara otomatis saat penginstalan, dan bisa diakses melalui <strong>\/etc\/mongod.conf<\/strong>.<\/p><p>Gunakan editor teks seperti <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-install-menggunakan-nano-text-editor\">nano<\/a> untuk membuka dan memodifikasi file. Berikut command yang perlu Anda gunakan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo nano \/etc\/mongod.conf<\/pre><p>Ada beberapa opsi konfigurasi yang menentukan perilaku server MongoDB. Sebagai contoh, <strong>systemLog<\/strong> menentukan pengaturan pencatatan log database Anda, sementara <strong>net <\/strong>memungkinkan Anda mengubah pengaturan terkait jaringan.<\/p><p>\n\n\n    <p class=\"warning\">\n        <strong>Perhatian!<\/strong> Berhati-hatilah saat mengedit file konfigurasi <strong>mongod<\/strong>, karena apabila terjadi kesalahan, layanan bisa terhenti atau server mungkin  berisiko mengalami masalah keamanan.    <\/p>\n    \n\n\n\n<\/p><p>Semua opsi memiliki beberapa parameter. Misalnya, opsi <strong>systemLog <\/strong>memiliki parameter <strong>path <\/strong>&nbsp;yang menentukan lokasi penyimpanan log default, yaitu <strong>\/var\/log\/mongodb\/mongod.log<\/strong>.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/isi-file-mongod-conf-di-nano.png\" alt=\"isi file mongod conf di nano\"><\/figure><\/div><p>Tidak perlu menghapus parameter dan opsi, cukup tambahkan simbol hash (<strong>#<\/strong>) untuk menonaktifkannya. Langkah ini disarankan karena Anda bisa dengan mudah mengaktifkannya kembali dengan menghapus karakter tersebut.<\/p><p>Setelah mengedit file konfigurasi, mulai ulang MongoDB menggunakan command ini untuk menerapkan perubahan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo systemctl restart mongod<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-buat-database-baru\">4. Buat Database Baru<\/h3><p>Proses penginstalan MongoDB akan secara otomatis membuat database <strong>admin<\/strong>. Karena database ini biasanya digunakan untuk tujuan administratif seperti menyimpan data autentikasi, sebaiknya buat database baru.<\/p><p>Untuk melakukannya, masuk ke shell Mongo dengan menjalankan perintah berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">mongosh<\/pre><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/pesan-sambutan-mongosh-shell.png\" alt=\"pesan sambutan mongosh shell\"><\/figure><\/div><p>MongoDB menggunakan satu command yang sama untuk membuat dan mengakses database. Apabila nama database sudah ada, shell akan membukanya.<\/p><p>Sebagai contoh, command berikut akan mengalihkan Anda ke database default karena namanya ada:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">use admin<\/pre><p>Sementara itu, jalankan command ini di shell MongoDB untuk membuat database <strong>customer<\/strong>:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">use customer<\/pre><p>Untuk mengecek semua database MongoDB di sistem Anda, jalankan command berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">show dbs<\/pre><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/terminal-mencantumkan-semua-database-mongodb.png\" alt=\"terminal mencantumkan semua database mongodb\" style=\"width:429px;height:auto\"><\/figure><\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-buat-user-baru\">5. Buat User Baru<\/h3><p>Karena MongoDB tidak memiliki akun default, Anda harus membuat user baru untuk setiap database lalu menetapkan hak istimewa padanya. Anda bisa melakukannya menggunakan fungsi <strong>db.createUser()<\/strong>.<\/p><p>Contohnya, kami akan membuat akun user <strong>root<\/strong> MongoDB baru dengan izin penuh. Setelah beralih ke mode <strong>admin<\/strong> database menggunakan perintah <strong>use<\/strong>, masukkan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">db.createUser(\r\n  {\r\n    user: \"root\",\r\n    pwd: \"$tr0ngPa$$w0rD\",   \r\n    roles: [ { role: \"root\", db: \"admin\" } ]\r\n  }\r\n)<\/pre><p>Anda bisa menulis fungsi dalam satu atau beberapa baris. Perhatikan besar kecilnya huruf karena fungsi tersebut case-sensitive.<\/p><p><a href=\"https:\/\/www.mongodb.com\/docs\/manual\/reference\/built-in-roles\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">MongoDB memiliki berbagai peran<\/a>, seperti <strong>dbAdmin<\/strong>, <strong>dbOwner<\/strong>, dan <strong>readWrite<\/strong>. Kami merekomendasikan agar Anda memberikan izin minimal pada akun user untuk menghindari perubahan dan akses data yang tidak diinginkan.<\/p><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Manajemen user MongoDB bergantung pada database, yang berarti Anda harus menjalankan command <strong>use<\/strong> sebelum memasukkan fungsi.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><p>Untuk menunjukkan semua user yang ada dalam database Anda, gunakan perintah berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">show users<\/pre><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/02\/terminal-mencantumkan-user-di-database-mongodb-saat-ini.png\" alt=\"terminal mencantumkan user di database mongodb saat ini\"><\/figure><\/div><p>Untuk menguji koneksi database, keluar dari konsol MongoDB dengan memasukkan perintah <strong>exit<\/strong> di Terminal dan jalankan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">mongosh --port [port] -u [username] -p '[password]' '[database]'<\/pre><p>Sebagai contoh, kami akan terhubung ke user <strong>root <\/strong>menggunakan port default <strong>27017<\/strong>:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">mongosh --port 27017 -u root -p '$tr0ngPa$$w0rD' 'admin'<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-6-aktifkan-autentikasi-jarak-jauh\">6. Aktifkan Autentikasi Jarak Jauh<\/h3><p>Secara default, MongoDB mengotorisasi semua akses login dari host machine. Meskipun sudah cukup untuk deployment lokal, Anda mungkin mengalami masalah saat menambahkan (push) aplikasi dari perangkat lain.<\/p><p>Untuk mengakses MongoDB dari sistem lain, ubah parameter <strong>bindIP <\/strong>pada file <strong>mongod.conf<\/strong>. Nilai defaultnya adalah alamat IP lokal, yang berarti akses dari mesin lain selain server host akan ditolak.<\/p><p>\n\n\n    <p class=\"warning\">\n        <strong>Perhatian!<\/strong> Berhati-hatilah saat mengubah alamat IP di file konfigurasi MongoDB karena bisa mengubah database Anda menjadi publik, yang bisa membahayakan layanan terhadap risiko keamanan serius.    <\/p>\n    \n\n\n\n<\/p><p>Gunakan<strong> nano <\/strong>untuk membuka file <strong>mongod<\/strong>.<strong>conf <\/strong>dan tambahkan alamat IP publik VPS Anda ke parameter <strong>bindIP<\/strong>, seperti ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">bindIP: 127.0.0.1,123.123.12.1<\/pre><p>Sebaiknya jangan mengubah nilai tersebut menjadi<strong> 0.0.0.0<\/strong> karena akan membuka akses bagi semua alamat IP sistem, yang bisa membahayakan server Anda terhadap serangan cyber.<\/p><p>Untuk memastikan database hanya bisa diakses oleh user yang diberi izin, aktifkan autentikasi dengan menambahkan baris berikut ini di bawah bagian <strong>security<\/strong>:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">authorization: enabled<\/pre><p>Pastikan untuk menghapus simbol hash di awal opsi <strong>security<\/strong>. Tekan <strong>Ctrl + X<\/strong>, <strong>Y<\/strong>, dan <strong>Enter<\/strong> untuk menyimpan perubahan. Mulai ulang MongoDB menggunakan command berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo systemctl restart mongod<\/pre><p>Setelah menginstal utilitas Mongo di sistem lokal, Anda bisa mulai terhubung ke server database dengan menjalankan sintaksis command berikut ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">mongo \"mongodb:\/\/user:password@ip:port\/?authSource=database_name\"<\/pre><p>Sebagai contoh, kami akan mencoba terhubung ke MongoDB menggunakan user <strong>root<\/strong>, dengan database <strong>admin<\/strong> sebagai autentikator. Berikut perintahnya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">mongo \"mongodb:\/\/root:$tr0ngPa$$w0rD@123.123.1.1:27017\/?authSource=admin\"<\/pre><p>Untuk meningkatkan keamanan akses jarak jauh, batasi port listening MongoDB hanya untuk alamat IP sistem lokal Anda. Di Ubuntu, lakukan menggunakan command <a href=\"\/id\/tutorial\/firewall-ubuntu\">Uncomplicated Firewall (UFW)<\/a>:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo ufw allow from your_local_machine_ip_address to any port 27017<\/pre><p>Command di atas berarti firewall hanya menerima koneksi dari alamat IP yang ditentukan dan akan memblokir alamat IP lainnya.<\/p><p>\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\">Tutorial Lain Tentang VPS dan Database<\/h4>\n                    <p><a href=\"\/id\/tutorial\/install-postgresql-ubuntu\">Cara Install PostgreSQL di Ubuntu<\/a><br>\n<a href=\"\/id\/tutorial\/cara-install-phpmyadmin\">Cara Melakukan Penginstalan phpMyAdmin di Ubuntu<\/a><\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>MongoDB adalah sistem manajemen database NoSQL open-source gratis yang banyak digunakan untuk website atau aplikasi skala besar. Karena tidak menggunakan struktur skematik tetap untuk menyimpan data, program ini jauh lebih fleksibel dan mudah disesuaikan daripada SQL.<\/p><p>Di artikel ini, kami sudah menjelaskan cara install MongoDB di Ubuntu. Berikut rangkumannya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Instal MongoDB<\/strong>. Impor repository key MongoDB resmi menggunakan <strong>GnuPG<\/strong> dan <strong>cURL<\/strong>. Buat file daftar dan instal menggunakan package manager APT.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mulai MongoDB<\/strong>. Jalankan instance MongoDB menggunakan command <strong>systemctl<\/strong>. Aktifkan daemon untuk memastikan program dimulai secara otomatis saat sistem dihidupkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Siapkan MongoDB<\/strong>. Buka file konfigurasi <strong>mongod.conf<\/strong> menggunakan editor teks. Ubah pengaturan database lalu mulai ulang Mongod untuk menerapkan perubahan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Buat database baru<\/strong>. Masuk ke shell Mongo menggunakan command <strong>mongosh<\/strong>. Jalankan command <strong>use<\/strong> untuk membuat database MongoDB baru atau mengakses database yang ada apabila namanya terdaftar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Buat user baru<\/strong>. Akses shell MongoDB dan masukkan fungsi <strong>db.createUser() <\/strong>untuk membuat user baru di database saat ini. Buat password dan atur izinnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aktifkan autentikasi jarak jauh<\/strong>. Ubah pengaturan <strong>bindIP<\/strong> pada file <strong>&nbsp;mongod.conf <\/strong>untuk mengaktifkan akses jarak jauh ke database Anda. Untuk meningkatkan keamanan, aktifkan pengaturan autentikasi MongoDB dan batasi alamat IP yang diizinkan menggunakan UFW.<\/li>\n<\/ol><p>Saat meluncurkan MongoDB, gunakan VPS dengan akses root penuh dan kompatibilitas software yang baik seperti Hostinger untuk memastikan proses konfigurasi berjalan lancar. Kami juga menyediakan installer OS sekali klik dan terminal Browser untuk membantu Anda.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-pertanyaan-umum-seputar-cara-install-mongodb-di-ubuntu\">Pertanyaan Umum seputar Cara Install MongoDB di Ubuntu<\/h2><p>Di bagian ini, kami akan menjawab beberapa pertanyaan umum tentang cara menginstal MongoDB di Ubuntu.<\/p><div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-69442cc8e9525\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana Cara Mengecek Apakah MongoDB Sudah Berhasil Diinstal?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Untuk memverifikasi apakah MongoDB berhasil diinstal di sistem Ubuntu Anda, cek nomor versinya menggunakan command <strong>mongod &ndash;version<\/strong>.<\/p>\n<p>Apabila versi MongoDB muncul, artinya database ini sudah dikonfigurasikan dengan benar. Atau, masukkan command <strong>mongosh<\/strong> dan cek apakah Terminal menampilkan error.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442cc8e9529\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana Cara Uninstall MongoDB?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Untuk uninstall MongoDB Community Edition, hentikan instance dengan menjalankan <strong>sudo service mongod stop<\/strong>. Kemudian, hapus package menggunakan <strong>apt purge &ldquo;mongodb-org*&rdquo;<\/strong>.<\/p>\n<p>Hapus database dan file log di direktori <strong>\/var\/log\/mongodb<\/strong> dan <strong>var\/lib\/mongodb<\/strong> menggunakan <a href=\"\/tutorial\/menghapus-file-di-linux\">command rm<\/a>.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442cc8e952a\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa Perbedaan MongoDB dan MongoDB Community Edition?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>MongoDB Community Edition adalah versi gratis dan open-source dari program database MongoDB. Sementara itu, MongoDB mungkin merujuk pada edisi Enterprise Advanced atau Atlas berbasis cloud.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MongoDB adalah salah satu program database NoSQL open-source yang paling populer. Program ini menyimpan data dalam dokumen yang memiliki format, bukan dalam tabel. Karena tidak memiliki skema tetap, MongoDB jauh lebih fleksibel dan mudah disesuaikan daripada SQL. Sistem manajemen database (DBMS) ini populer di kalangan developer karena performanya dan kompatibilitasnya dengan berbagai bahasa pemrograman. Namun, [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/install-mongodb-ubuntu\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"","rank_math_description":"MongoDB adalah sistem manajemen database NoSQL yang mempermudah proses penyimpanan data. Baca cara install MongoDB di Ubuntu selengkapnya yuk!","rank_math_focus_keyword":"cara install mongodb di ubuntu","footnotes":""},"categories":[5096],"tags":[8837,8835,8836,5639],"class_list":["post-9002","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-vps","tag-linux-ububtu","tag-mongodb","tag-mongodb-ububtu","tag-vps"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/how-to-install-mongodb-on-ubuntu","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/como-instalar-mongodb-ubuntu","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/install-mongodb-ubuntu","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/how-to-install-mongodb-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/how-to-install-mongodb-on-ubuntu\/","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/how-to-install-mongodb-on-ubuntu\/","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/como-instalar-mongodb-ubuntu","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/como-instalar-mongodb-ubuntu","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/como-instalar-mongodb-ubuntu","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/how-to-install-mongodb-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/how-to-install-mongodb-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/how-to-install-mongodb-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/how-to-install-mongodb-on-ubuntu","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9002","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9002"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9002\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47213,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9002\/revisions\/47213"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}