{"id":8407,"date":"2020-10-23T01:47:17","date_gmt":"2020-10-23T01:47:17","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=8407"},"modified":"2023-04-26T14:42:32","modified_gmt":"2023-04-26T07:42:32","slug":"wp-config-php","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/wp-config-php","title":{"rendered":"Apa itu wp-config.php? Pengertian dan cara setting lengkap"},"content":{"rendered":"<p>File <b>wp-config.php <\/b>adalah bagian penting dari situs WordPress dan keamanannya. Diperlukan sedikit pengetahuan dan kemampuan teknis untuk mengatur file ini karena prosesnya cukup berisiko.<\/p><p>Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari cara konfigurasi WordPress tanpa masalah dan manfaat apa saja yang bisa Anda dapatkan dengan mengonfigurasinya.<\/p><p>\n\n\n\n\n\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-itu-wp-config-php\">Apa Itu wp-config.php?<\/h2><p><strong>Wp-config.php <\/strong>adalah file yang menyimpan konfigurasi database di website Anda, seperti nama, username, password, dan host database.<\/p><p>Sebenarnya, file <b>wp-config.php <\/b>tidak langsung disertakan di WordPress, tetapi dibuat pada saat instalasi. File ini dibuat khusus untuk Anda. Letaknya ada di direktori root website Anda. Dalam contoh di bawah ini, lokasinya ada di <b>\/public_html<\/b>.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1363\" height=\"635\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/halaman-depan-file-manager-hostinger.png\/public\" alt=\"lokasi dimana wp-config.php berada\" class=\"wp-image-29850\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/halaman-depan-file-manager-hostinger.png\/w=1363,fit=scale-down 1363w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/halaman-depan-file-manager-hostinger.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/halaman-depan-file-manager-hostinger.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/halaman-depan-file-manager-hostinger.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/halaman-depan-file-manager-hostinger.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1363px) 100vw, 1363px\" \/><\/figure><\/div><p>Untuk mengubah file wp-config.php, Anda memerlukan FTP (misalnya FileZilla), atau jika menggunakan <a href=\"\/id\/\">Hostinger<\/a>, Anda bisa menggunakan Hostinger File Manager seperti yang kami lakukan. Setelah menemukan file, download ke hard drive Anda.<\/p><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Hanya modifikasi file <b>wp-config.php <\/b>jika diperlukan dan jangan lupa melakukan backup untuk menghindari kemungkinan terburuk.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><p>Sebagai contoh, kami akan menggunakan wp-config-<b>sample.php <\/b>sebagai source. File ini merupakan versi dasar <b>wp-config.php <\/b>yang berada di direktori WordPress Anda. Jadi, keduanya tidak begitu berbeda. Kode dideskripsikan dalam PHP <i>constant<\/i> dan tampilannya akan terlihat seperti ini:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">&lt;?php\n\/**\n* Konfigurasi dasar untuk WordPress\n*\n* Skrip pembuatan wp-config.php menggunakan file ini pada saat\n* instalasi. Anda tidak perlu menggunakan website, cukup\n* salin file ini ke \"wp-config.php\" dan isikan nilainya.\n*\n* File ini memuat konfigurasi berikut:\n*\n* * Pengaturan MySQL\n* * Secret key\n* * Database table prefix\n* * ABSPATH\n*\n* @link https:\/\/codex.wordpress.org\/Editing_wp-config.php\n*\n* @package WordPress\n*\/\n\n\/\/ ** Pengaturan MySQL - Anda bisa mendapatkan info ini dari web host ** \/\/\n\n\/** Name database untuk WordPress *\/\ndefine('DB_NAME', 'database_name_here');\n\n\/** Username database MySQL *\/\ndefine('DB_USER', 'username_here');\n\n\/** Kata sandi database MySQL *\/\ndefine('DB_PASSWORD', 'password_here');\n\n\/** Hostname MySQL *\/\ndefine('DB_HOST', 'localhost');\n\n\/** Database Charset yang perlu digunakan saat membuat tabel database. *\/\ndefine('DB_CHARSET', 'utf8');\n\n\/** Tipe Database Collate. Jangan ubah jika tidak yakin. *\/\ndefine('DB_COLLATE', '');\n\n\/**#@+\n* Authentication Unique Key dan Salt.\n*\n* Ubah menjadi frasa unik yang berbeda!\n* Anda bisa membuatnya menggunakan {@link https:\/\/api.wordpress.org\/secret-key\/1.1\/salt\/ WordPress.org secret-key service}\n* Anda bisa mengubahnya kapan saja untuk membatalkan validasi semua cookie yang ada. Dengan begitu, semua pengguna harus login lagi.\n*\n* @since 2.6.0\n*\/\ndefine('AUTH_KEY',         'put your unique phrase here');\ndefine('SECURE_AUTH_KEY',  'put your unique phrase here');\ndefine('LOGGED_IN_KEY',    'put your unique phrase here');\ndefine('NONCE_KEY',        'put your unique phrase here');\ndefine('AUTH_SALT',        'put your unique phrase here');\ndefine('SECURE_AUTH_SALT', 'put your unique phrase here');\ndefine('LOGGED_IN_SALT',   'put your unique phrase here');\ndefine('NONCE_SALT',       'put your unique phrase here');\n\n\/**#@-*\/\n\n\/**\n* WordPress Database Table prefix.\n*\n* Anda bisa melakukan beberapa instalasi di satu database jika memberikan\n* prefix yang unik bagi tiap-tiapnya. Hanya sertakan angka, huruf, dan garis bawah!\n*\/\n$table_prefix  = 'wp_';\n\n\/**\n* Untuk developer: mode debugging WordPress.\n*\n* Ubah ke true untuk menampilkan pemberitahuan selama pengembangan.\n* Sangat disarankan bagi developer plugin dan tema untuk menggunakan WP_DEBUG\n* di lingkungan pengembangannya.\n*\n* Untuk informasi tentang konstanta lain yang bisa digunakan untuk debugging,\n* kunjungi Codex.\n*\n* @link https:\/\/codex.wordpress.org\/Debugging_in_WordPress\n*\/\ndefine('WP_DEBUG', false);\n\n\/* Selesai! Happy blogging. *\/\n\/** Absolute path to the WordPress directory. *\/\nif ( !defined('ABSPATH') )\n   define('ABSPATH', dirname(__FILE__) . '\/');\n\n\/** Mengatur variabel WordPress dan file yang disertakan. *\/\nrequire_once(ABSPATH . 'wp-settings.php');<\/pre><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-pengaturan-mysql-untuk-wp-config-php\">Pengaturan MySQL untuk wp-config.php<\/h2><p>Konfigurasi database Anda ditulis di bagian pengaturan MySQL di wp-config.php dan memuat hostname MySQL, nama database, username, dan password. Ketika memindahkan situs ke penyedia web hosting lain, Anda mungkin perlu memperbarui salah satu informasi tersebut dan mengubah detail MySQL Anda. Berikut snippetnya:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">\/\/ ** Pengaturan MySQL - Anda bisa mendapatkan info ini dari web host ** \/\/\n\n\/** Nama database untuk WordPress *\/\ndefine( 'DB_NAME', 'database_name_here' );\n\n\/** Username database MySQL *\/\ndefine( 'DB_USER', 'username_here' );\n\n\/** Kata sandi database MySQL *\/\ndefine( 'DB_PASSWORD', 'password_here' );\n\n\/** Hostname MySQL *\/\ndefine( 'DB_HOST', 'localhost' );<\/pre><p>Cara lain untuk melihat informasi ini adalah dengan mencarinya di control panel web hosting. Login ke akun web hosting Anda lalu cari bagian <b>Database<\/b>.<\/p><p>Di hPanel, Anda bisa mengaksesnya melalui menu <strong>Hosting<\/strong> di menu bar atas, cari bagian <strong>Database<\/strong> di sidebar kiri, lalu pilih <strong>Pengelolaan<\/strong> untuk melihat database MySQL Anda. Tampilannya akan seperti ini:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1157\" height=\"677\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/06\/database-mysql.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-19712\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/06\/database-mysql.png\/w=1157,fit=scale-down 1157w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/06\/database-mysql.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/06\/database-mysql.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/06\/database-mysql.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/06\/database-mysql.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1157px) 100vw, 1157px\" \/><\/figure><\/div><p>Kemudian, ada beberapa hal lain yang bisa Anda ubah dalam file wp-config.php untuk meningkatkan performa website. Anda bisa membuat Authentication Key dan Salt, mengubah <em>table prefix<\/em>, mengaktifkan mode debugging, dan memindahkan file untuk alasan keamanan. Kami akan menjelaskannya satu per satu.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-security-key\">Security Key<\/h2><p>File wp-config.php adalah file yang penting karena Anda bisa membuat Security Key dan Salt di dalamnya. Keduanya akan melindungi website Anda dalam cara yang lebih canggih, yaitu dengan mengenkripsi informasi pengguna.<\/p><p>Untuk melakukannya, Anda membutuhkan kata sandi yang kuat, yang bisa Anda buat menggunakan <a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/wp-password-generator\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WordPress password generator<\/a>. Setelah mendapatkan kata sandi, <em>paste<\/em> satu per satu dalam tanda apostrof untuk menggantikan kalimat &lsquo;put your unique phrase here&rsquo;.<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">\/**#@+\n* Authentication Unique Key dan Salt.\n*\n* Ubah menjadi frasa unik yang berbeda!\n* Anda bisa membuatnya menggunakan {@link https:\/\/api.wordpress.org\/secret-key\/1.1\/salt\/ WordPress.org secret-key service}\n* Anda bisa mengubahnya kapan saja untuk membatalkan validasi semua cookie yang ada. Dengan begitu, semua pengguna harus login lagi.\n*\n* @since 2.6.0\n*\/\ndefine('AUTH_KEY',         'put your unique phrase here');\ndefine('SECURE_AUTH_KEY',  'put your unique phrase here');\ndefine('LOGGED_IN_KEY',    'put your unique phrase here');\ndefine('NONCE_KEY',        'put your unique phrase here');\ndefine('AUTH_SALT',        'put your unique phrase here');\ndefine('SECURE_AUTH_SALT', 'put your unique phrase here');\ndefine('LOGGED_IN_SALT',   'put your unique phrase here');\ndefine('NONCE_SALT',       'put your unique phrase here');\n\n\/**#@-*\/<\/pre><p>Implementasi ini akan memberikan dampak yang cukup besar, yaitu semua pengguna akan di-<em>logout<\/em> dan cookie yang masih berlaku akan menjadi tidak valid. Dengan begitu, hacker yang mencoba untuk mencuri informasi pun tidak akan bisa masuk ke situs Anda.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-database-table-prefix\">Database Table Prefix<\/h3><p>Sebenarnya, WordPress sudah menyiapkan table prefix di wp-config.php dan Anda bisa memperketat perlindungan website dengan memodifikasinya. Berikut kodenya:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">$table_prefix  = 'wp_';<\/pre><p>Untuk keamanan yang lebih baik, sebaiknya ubah prefix ini pada saat instalasi. Jika mengganti prefix yang sudah ada, proses SQL injection akan menjadi lebih sulit.<\/p><p>Ganti wp prefix dengan susunan karakter yang acak, tapi ingat bahwa Anda hanya bisa menggunakan karakter garis bawah, huruf, dan angka. Berikut contohnya:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">$table_prefix  = 'wp_custom751Admin_';<\/pre><p>Gunakan kombinasi yang rumit untuk mengganti wp prefix. Percuma saja Anda mengubah table prefix database jika mudah ditebak.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mode-debugging\">Mode Debugging<\/h2><p>Mode debugging secara default tidak diaktifkan. Anda bisa mengaktifkannya jika ingin mempelajari pengembangan WordPress.<\/p><p>Mode ini dimaksudkan untuk memberi tahu developer setelah kode dijalankan agar mereka bisa mencari bug di website. Namun, jika mempertimbangkan fungsinya, mode ini ternyata juga cukup berguna bagi pengguna biasa.<\/p><p>Untuk mengaktifkan mode debugging, Anda hanya perlu mencari baris seperti pada contoh di bawah ini lalu mengganti mode debug ke <em>true<\/em> (awalnya bernilai <em>false<\/em>).<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">define('WP_DEBUG', false);<\/pre><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"\/id\/wordpress-hosting\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-37614\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mencari-dan-mengedit-lokasi-file-wp-config-php\">Mencari dan Mengedit Lokasi File wp-config.php<\/h2><p>Mengganti lokasi <b>wp-config.php<\/b> bisa sangat berisiko sehingga Anda harus membuat backup terlebih dahulu. Meski begitu, Anda mungkin perlu memindahkan file <b>wp-config.php<\/b> ke lokasi lain agar terhindar dari serangan hacker. Tidak ada salahnya untuk sedia payung sebelum hujan, bukan?<\/p><p>Nah, untuk mengganti lokasi file wp-config.php, gunakan aplikasi FTP pilihan Anda (kami menggunakan Hostinger File Manager) lalu ikuti langkah-langkah berikut:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Cari <strong>wp-config.php<\/strong> di direktori root website (seperti yang sudah ditunjukkan sebelumnya).<\/li>\n\n\n\n<li>Pindahkan <b>wp-config.php <\/b>dengan cara <i>drag-and-drop<\/i> ke direktori lain yang Anda inginkan. Semakin acak tujuan akhirnya, semakin baik. Pada contoh ini, kami menaruhnya di \/public_html\/wp-admin\/user.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1322\" height=\"545\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/04\/wp-admin-user.png\/public\" alt=\"lokasi direktori wp-admin -&gt; user di dalam File Manager\" class=\"wp-image-30145\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/04\/wp-admin-user.png\/w=1322,fit=scale-down 1322w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/04\/wp-admin-user.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/04\/wp-admin-user.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/04\/wp-admin-user.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/04\/wp-admin-user.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/figure><\/div><ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\">\n<li>Setelah itu, website Anda akan menjadi tidak bisa diakses. Hal ini terjadi karena website tidak mengenali lokasi file wp-config yang baru. Agar website mengenali lokasi file yang sebenarnya, Anda harus membuat file <b>wp-config.php<\/b> lain pada editor teks di PC Anda. Pada contoh kami, file <strong>wp-config.php<\/strong> (atau shortcut) yang baru hanya memuat: <code data-enlighter-language=\"null\" class=\"EnlighterJSRAW\">&lt;?php include(&lsquo;\/domains\/hostinger-dev-9.xyz\/public_html\/wp-admin\/user&rsquo;); ?&gt;<\/code> <p>Jangan lupa untuk mengganti direktori di atas dengan lokasi <b>wp-config.php<\/b> Anda yang baru.<\/p><\/li>\n\n\n\n<li>Unggah file baru ke direktori root Anda, yaitu lokasi awal file <strong>wp-config.php <\/strong>yang asli. Jika file backup masih ada, timpa dengan yang baru.<\/li>\n\n\n\n<li>Selesai! Konfigurasi WordPress kini sudah berada di tempat yang lebih aman.<\/li>\n<\/ol><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Sekarang, Anda sudah tahu bahwa file <strong>wp-config.php<\/strong> memiliki peran yang sangat penting untuk situs WordPress Anda. File ini memuat informasi sensitif yang harus Anda amankan dari para pelaku kejahatan cyber.<\/p><p>Untungnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk melindungi dan mengontrol website Anda secara lebih ketat. Namun ingat, berhati-hatilah saat mengedit file tersebut karena bisa saja website Anda tiba-tiba menjadi tidak bisa diakses. Semoga berhasil!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>File wp-config.php adalah bagian penting dari situs WordPress dan keamanannya. Diperlukan sedikit pengetahuan dan kemampuan teknis untuk mengatur file ini karena prosesnya cukup berisiko. Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari cara konfigurasi WordPress tanpa masalah dan manfaat apa saja yang bisa Anda dapatkan dengan mengonfigurasinya. Apa Itu wp-config.php? Wp-config.php adalah file yang menyimpan konfigurasi database [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/wp-config-php\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":8511,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"wp-config.php: Pengertian dan Panduan Setting Lengkap","rank_math_description":"Wp-config.php adalah file yang penting untuk keamanan website Anda. Baca pengertian dan cara setting wp-config di artikel ini, aman!","rank_math_focus_keyword":"wp-config.php, config.php, konfigurasi wordpress","footnotes":""},"categories":[4859],"tags":[4860,8604],"class_list":["post-8407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wordpress","tag-wordpress","tag-wp-config-php"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/how-to-use-wp-config-php-wordpress-function","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/arquivo-wp-config-php","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/wp-config-php","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/wp-config-php","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-config-php","default":0},{"locale":"ja-JP","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/jp\/tutorials\/wp-config-php\/","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/how-to-use-wp-config-php-wordpress-function","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/wp-config-php","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/wp-config-php","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/wp-config-php","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/wp-config-php","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/wp-config-php","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/arquivo-wp-config-php","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/how-to-use-wp-config-php-wordpress-function","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/how-to-use-wp-config-php-wordpress-function","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/how-to-use-wp-config-php-wordpress-function","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/how-to-use-wp-config-php-wordpress-function","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8407"}],"version-history":[{"count":23,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8407\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30147,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8407\/revisions\/30147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}