{"id":8177,"date":"2020-12-16T12:14:08","date_gmt":"2020-12-16T12:14:08","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=8177"},"modified":"2024-07-05T10:51:44","modified_gmt":"2024-07-05T03:51:44","slug":"cara-membuat-favicon-wordpress","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/cara-membuat-favicon-wordpress","title":{"rendered":"Cara membuat favicon WordPress dan memasangnya di website"},"content":{"rendered":"<p>Favicon adalah ikon kotak kecil yang merepresentasikan website Anda dan biasanya muncul di samping judul website di tab browser. Ikon ini juga muncul di histori browser, bookmark, dan lokasi lain yang menampilkan identitas visual website. Pada contoh di bawah ini, logo &lsquo;H&rsquo; berwarna ungu adalah favicon <strong>Hostinger<\/strong>.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/06\/favicon-hostinger-indonesia.png\" alt=\"favicon hostinger indonesia\"><\/figure><\/div><p>Meskipun ukurannya kecil, detail ini sangat penting untuk identitas online Anda. Dalam artikel ini, kami akan membahas pengertian dan cara membuat favicon di WordPress serta cara menambahkan favicon di website Anda.<\/p><p>\n\n\n\n\n\n\n\n<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"\/id\/wordpress-hosting\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-37614\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengapa-situs-anda-perlu-memiliki-favicon\"><strong>Mengapa Situs Anda Perlu Memiliki Favicon?<\/strong><\/h2><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Berfungsi untuk Memperkenalkan Merek (Brand Recognition)<br><\/strong>Beberapa pengguna sering kali membuka banyak tab di browser mereka. Tanpa favicon, mereka hanya akan melihat halaman atau nama postingan Anda di tab browser. Selain itu, jika membuka lebih dari 20 tab, ukuran tab akan menjadi lebih pendek. Akibatnya, pengunjung akan kesulitan mengidentifikasi situs-situs yang mereka buka di tab tersebut.<br>Dengan menambahkan ikon ini, pengunjung situs pun akan lebih mudah mengenali setiap tab. Jika ikon Anda cukup unik, visibilitas dan <em>user experience <\/em>website Anda pun akan menjadi lebih baik.<\/li>\n<\/ul><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Membangun Kepercayaan<br><\/strong>Tanpa adanya favicon, kesan pertama yang Anda berikan kepada pengunjung situs mungkin akan kurang baik. Website yang tidak memiliki ikon identitas ini akan terlihat tidak profesional. Jika website Anda hanya difungsikan untuk blogging harian, hal ini mungkin bukan masalah besar. Akan tetapi, untuk website perusahaan atau <a href=\"\/id\/website-toko-online\">toko online<\/a>, ikon ini memiliki peran yang sangat penting.<br>Pengunjung pasti akan merasa ragu untuk melakukan transaksi di website yang terlihat tidak profesional.<\/li>\n<\/ul><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><strong>Meningkatkan Pengalaman Mobile<br><\/strong><\/strong>Saat ini, hampir semua pengguna memanfaatkan smartphone mereka untuk mengunjungi website.&nbsp;Situs yang responsif saja belum cukup untuk meningkatkan <em>mobile experience<\/em>, terutama dengan semakin populernya aplikasi web di era teknologi seluler seperti sekarang ini.<br>Pengguna bisa dengan mudah membuat bookmark website di smartphone mereka sehingga tidak perlu lagi mengetik URL.<br>Nah, untuk situasi seperti ini, memiliki ikon dengan desain yang baik bisa menguntungkan Anda dari berbagai sisi. Pertama, ikon ini bisa digunakan sebagai ikon aplikasi, dan yang kedua, pengguna akan mengingat ikon Anda. Jadi, mereka akan mengaitkan favicon ini dengan website Anda dalam ingatannya.<\/li>\n<\/ul><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-membuat-favicon-di-wordpress\"><strong>Cara Membuat Favicon di WordPress<\/strong><\/h2><p>Umumnya, favicon merupakan&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/membuat-logo-online-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">logo<\/a><\/strong>&nbsp;merek Anda. Ukuran favicon blog atau website yang direkomendasikan oleh WordPress adalah&nbsp;<strong>512 piksel x 512 piksel<\/strong>&nbsp;dengan bentuk persegi.<\/p><p>Anda bisa menggunakan gambar yang lebih besar, tapi kemungkinan akan diminta untuk memotongnya (crop) agar sesuai dengan ketentuan WordPress.<\/p><p>Untuk membuat gambar dengan ukuran tepat&nbsp;<strong>512 piksel x 512 piksel<\/strong>, ada banyak sekali software editing gambar yang bisa Anda gunakan, seperti&nbsp;<strong>Adobe Photoshop<\/strong>&nbsp;(berbayar) dan&nbsp;<strong>Gimp<\/strong>&nbsp;(gratis), atau Anda juga bisa mencoba cara membuat favicon online menggunakan generator.<\/p><p>Kemudian, meskipun Anda bisa memilih warna latar belakang untuk favicon WordPress, warna transparan akan terlihat jauh lebih efektif. Anda bisa menggunakan format file&nbsp;<strong>.jpeg<\/strong>,&nbsp;<strong>.ico<\/strong>,&nbsp;<strong>.gif<\/strong>,&nbsp;atau&nbsp;<strong>.png<\/strong>&nbsp;(pastikan Anda menggunakan format&nbsp;<strong>.png<\/strong>&nbsp;jika menggunakan latar belakang transparan).<\/p><p>Jika gambar sudah siap, tambahkan ke situs WordPress Anda menggunakan salah satu cara di bawah ini. Poin-poin yang kami jelaskan di bawah ini juga bisa Anda gunakan sebagai cara mengganti favicon.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-menggunakan-wordpress-customizer\"><strong>1. Menggunakan WordPress Customizer<\/strong><\/h3><p>Jika sudah menggunakan WordPress versi 4.3 atau yang lebih baru, Anda bisa menambahkan favicon WordPress dengan mudah melalui area admin. Berikut langkah-langkah untuk melakukannya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka&nbsp;<strong>Admin Dashboard&nbsp;<\/strong>Anda<\/li>\n\n\n\n<li>Arahkan mouse ke&nbsp;<strong>Appearance -&gt; Customize<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Pilih&nbsp;<strong>Site Identity<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Klik&nbsp;<strong>Select Image&nbsp;<\/strong>yang ada di bawah bagian&nbsp;<strong>Site Icon<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Unggah gambar ikon yang sudah Anda siapkan<\/li>\n\n\n\n<li>Klik&nbsp;<strong>Publish&nbsp;<\/strong>untuk menyimpan perubahan<\/li>\n<\/ol><p>Jika Anda mengikuti langkah-langkah ini dengan benar, ikon akan muncul di samping judul website Anda. Untuk menambahkannya ke perangkat mobile, buka website dari ponsel dan pilih<strong>&nbsp;Add to Homescreen.<\/strong><\/p><p>Favicon kini akan muncul di layar utama Anda.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/06\/WordPress-Customizer-upload-favicon.png\" alt=\"\"><\/figure><\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-menggunakan-plugin\"><strong>2. Menggunakan Plugin<\/strong><\/h3><p>Anda juga bisa menambahkan favicon ke WordPress dengan bantuan plugin bernama&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/favicon-by-realfavicongenerator\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Favicon by RealFaviconGenerator<\/a><\/strong>. Selain mudah digunakan, plugin ini memiliki fitur yang beragam. Berikut cara membuat favicon menggunakan plugin yang dimaksud:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka&nbsp;<strong>Admin Dashboard<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Pilih&nbsp;<strong>Plugin -&gt; Add New<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Ketik&nbsp;<strong>Favicon by RealFaviconGenerator&nbsp;<\/strong>di kotak pencarian<\/li>\n\n\n\n<li>Install dan aktifkan plugin<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah aktivasi selesai, buka&nbsp;<strong>Appearance -&gt; Favicon<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Unggah gambar yang ingin Anda gunakan sebagai favicon. Anda tidak perlu mengeditnya karena plugin ini akan melakukannya untuk Anda. Pastikan gambar berukuran minimal&nbsp;<strong>70 x 70 piksel.&nbsp;<\/strong>Lebih baik lagi, gunakan gambar berukuran&nbsp;lebih dari&nbsp;<strong>260 x 260 piksel<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Setelah gambar diunggah, klik&nbsp;<strong>Generate Favicon<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Setelah itu, Anda akan diarahkan ke situs&nbsp;<strong>RealFaviconGenerator<\/strong><\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/06\/Favicon-Generator.png\" alt=\"\"><\/figure><\/div><ol class=\"wp-block-list\" start=\"9\">\n<li>Di website ini, cari dan klik opsi&nbsp;<strong>Generate your Favicon and HTML code<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Anda kemudian akan diarahkan kembali ke website Anda. Jika berhasil, pemberitahuan yang mengatakan bahwa favicon Anda sudah siap akan muncul<\/li>\n\n\n\n<li>Lihat tampilan favicon pada browser dan perangkat mobile.<\/li>\n<\/ol><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-cara-membuat-favicon-secara-manual\"><strong>3. Cara Membuat Favicon secara Manual<\/strong><\/h3><p>Sebelum mengonlinekan favicon dengan cara ini, sebaiknya lakukan tes terlebih dahulu menggunakan komputer.<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Akses file tema melalui FTP client atau File Manager<\/li>\n\n\n\n<li>Cari folder&nbsp;<strong>\/wp-content\/themes\/your-theme<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Unggah favicon Anda ke folder tema. Sebaiknya unggah favicon ke subfolder seperti&nbsp;<strong>Assets<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Ingat&nbsp;<em>path<\/em>file ini<\/li>\n\n\n\n<li>Cari file bernama&nbsp;<strong>function.php<\/strong>&nbsp;dan tambahkan kode berikut<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">function add_favicon() {\necho '&lt;link rel=\"shortcut icon\" type=\"image\/png\" href=\"'.get_template_directory_uri().'\/assets\/favicon.png\" \/&gt;';\n}\n\nadd_action('wp_head', 'add_favicon');<\/pre><ol class=\"wp-block-list\" start=\"6\">\n<li>Baris setelah&nbsp;<strong>href=&rdquo;&lsquo;.get_template_directory_uri()<\/strong>&nbsp;adalah path ke favicon Anda. Pastikan Anda juga sudah memasukkan nama file yang tepat. Jika menggunakan format file .ico, hasilnya akan seperti ini:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">function add_favicon() {<br>echo '&lt;link rel=\"shortcut icon\" type=\"image\/png\" href=\"'.get_template_directory_uri().'\/assets\/favicon.ico\" \/&gt;';<br>}<br><br>add_action('wp_head', 'add_favicon');<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\">4. Cara Memasang Favicon di Website secara Otomatis<\/h3><p>Sebagian besar web browser saat ini bisa mendeteksi file&nbsp;<strong>favicon.ico<\/strong>&nbsp;yang terletak di direktori website dan langsung menggunakannya. Cara ini merupakan yang paling mudah untuk menambahkan&nbsp;favicon&nbsp;ke website Anda.<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Siapkan gambar&nbsp;<strong>berdimensi persegi 1:1&nbsp;<\/strong>dalam format .jpeg, .bmp, .gif, atau png. Bentuk persegi sangat disarankan karena terlihat paling profesional.<\/li>\n\n\n\n<li>Konversikan gambar menjadi format .ico. Ada banyak tool online yang bisa Anda gunakan, tetapi dalam tutorial ini kami menggunakan&nbsp;<strong>convertico.com.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Buka&nbsp;<a href=\"http:\/\/convertico.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>convertico.com<\/strong><\/a>,&nbsp;lalu klik tombol untuk memilih dan mengunggah file.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/12\/cara-menambahkan-favicon.png\" alt=\"area untuk mengupload file favicon di website converter\"><\/figure><\/div><ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\">\n<li>Gambar akan otomatis dikonversi, kemudian Anda bisa mengunduhnya di sisi kanan website.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/12\/cara-menambahkan-favicon-2.png\" alt=\"tombol download favicon dari website convertico\"><\/figure><\/div><ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\">\n<li>Unduh gambar dengan mengeklik tombol&nbsp;<strong>Download<\/strong>,&nbsp;dan simpan file&nbsp;<strong>.ico&nbsp;<\/strong>di komputer Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Kemudian, ganti nama file menjadi&nbsp;<strong>favicon.ico<\/strong>&nbsp;karena browser hanya akan mengenali nama ini.<\/li>\n\n\n\n<li>Unggah file ke direktori file website Anda.<\/li>\n<\/ol><p>Untuk mengunggah file ini, Anda bisa menggunakan File Manager atau aplikasi FTP. Pada hosting berbasis Linux, direktori ini biasanya adalah&nbsp;<strong>public_html<\/strong>. Namun, direktorinya mungkin berbeda tergantung pada konfigurasi atau penyedia layanan hosting Anda. Dalam hal ini, sebaiknya cari tahu kepada pihak hosting Anda terlebih dahulu.<\/p><p>Setelah file&nbsp;<strong>favicon.ico<\/strong>&nbsp;beserta file website lainnya selesai diunggah, browser akan langsung mengenali file tersebut dan menampilkannya di browser.<br><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"202\" height=\"45\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/12\/cara-membuat-favicon.png\/public\" alt=\"Tampilan favorite icon di tab browser\" class=\"wp-image-12684\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/12\/cara-membuat-favicon.png\/w=202,fit=scale-down 202w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/12\/cara-membuat-favicon.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 202px) 100vw, 202px\" \/><\/figure><\/div><p>\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Jika favicon belum muncul, hapus cache browser Anda lalu coba muat ulang.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\">5. Cara Membuat Favicon di HTML<strong><\/strong><\/h3><p>Jika merasa cara sebelumnya cukup merepotkan, Anda bisa menggunakan gambar umum sebagai&nbsp;<strong>favicon<\/strong>&nbsp;untuk website. Berikut cara menambahkan favicon di HTML:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Siapkan gambar&nbsp;<strong>berdimensi persegi 1:1&nbsp;<\/strong>dalam format .jpeg, .bmp, .gif, atau .png.<\/li>\n\n\n\n<li>Unggah file ke direktori tempat website Anda berada. Pada hosting berbasis Linux, direktori ini biasanya adalah&nbsp;<strong>public_html<\/strong>. Namun, direktori mungkin berbeda tergantung pada konfigurasi atau penyedia layanan hosting Anda. Sebaiknya cari tahu kepada pihak hosting terlebih dahulu.<\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan gambar yang ingin digunakan pada kode website Anda. Tambahkan baris berikut ini di antara tag&nbsp;<strong>&lt;head&gt;&lt;\/head&gt;<\/strong>&nbsp;dalam kode website:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">&lt;link rel=\"shortcut icon\" type=\"image\/png\" href=\"\/id\/favicon.png\"\/&gt;<\/pre><p>Kode HTML-nya akan terlihat seperti ini:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/12\/cara-membuat-favicon-di-HTML.png\" alt=\"contoh kode favicon dalam html\"><\/figure><\/div><p>\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Pada type=&rdquo;image\/png&rdquo;, ganti png dengan format gambar Anda dan ganti favicon.jpg dengan nama file Anda.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Nah, jadi, favicon adalah hal yang sangat penting dan wajib untuk website Anda agar terlihat lebih kredibel dan profesional. Terlebih lagi, ada banyak cara untuk membuat favicon dan semuanya bisa Anda lakukan dengan sangat mudah.<\/p><p>Dari segi fungsi, ikon ini berperan untuk merepresentasikan identitas website. Meskipun ukurannya kecil saat, detail ini mampu memperkenalkan merek Anda secara lebih luas serta meningkatkan&nbsp;<em>user experience<\/em>&nbsp;agar pengunjung tidak meragukan kredibilitas website Anda. Selamat mencoba!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Favicon adalah ikon kotak kecil yang merepresentasikan website Anda dan biasanya muncul di samping judul website di tab browser. Ikon ini juga muncul di histori browser, bookmark, dan lokasi lain yang menampilkan identitas visual website. Pada contoh di bawah ini, logo &lsquo;H&rsquo; berwarna ungu adalah favicon Hostinger. Meskipun ukurannya kecil, detail ini sangat penting untuk [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-favicon-wordpress\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":26677,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Cara Membuat Favicon WordPress: Panduan Lengkap & Mudah","rank_math_description":"Mencari cara membuat favicon di WordPress? Atau cara memasang favicon di website? Baca artikel ini untuk mengetahui selengkapnya!","rank_math_focus_keyword":"cara membuat favicon, ukuran favicon blog, favicon wordpress, cara menambahkan favicon","footnotes":""},"categories":[4859],"tags":[6295,4860],"class_list":["post-8177","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wordpress","tag-favicon","tag-wordpress"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/wordpress-favicon","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/como-adicionar-favicon-no-site","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/favicon-wordpress","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/favicon-wordpress","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/cara-membuat-favicon-wordpress","default":0},{"locale":"de-DE","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/de\/tutorials\/wordpress-favicon","default":0},{"locale":"it-IT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/it\/tutorial\/favicon-wordpress","default":0},{"locale":"nl-NL","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/nl\/tutorials\/wordpress-favicon","default":0},{"locale":"ja-JP","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/jp\/tutorials\/wordpress-favicon","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/wordpress-favicon","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/wordpress-favicon","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/wordpress-favicon","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/favicon-wordpress","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/favicon-wordpress","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/favicon-wordpress","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/como-adicionar-favicon-no-site","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/wordpress-favicon","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/wordpress-favicon","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/wordpress-favicon","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/wordpress-favicon","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8177"}],"version-history":[{"count":29,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8177\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38211,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8177\/revisions\/38211"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26677"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}