{"id":8135,"date":"2019-05-26T19:30:33","date_gmt":"2019-05-26T19:30:33","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=8135"},"modified":"2023-01-12T15:44:16","modified_gmt":"2023-01-12T08:44:16","slug":"apa-itu-tags","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/apa-itu-tags","title":{"rendered":"Apa itu tags WordPress dan bagaimana cara menggunakannya?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">WordPress merupakan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">salah satu CMS terpopuler untuk membuat dan mengonlinekan berbagai jenis website. Bagi yang baru pertama kali menggunakannya, mereka pasti akan kebingungan dengan sejumlah istilah tool dan fitur, termasuk ketika membuat konten. Ada banyak fitur yang bisa dimaksimalkan dalam membuat konten yang SEO-friendly, salah satunya adalah tags. Sebenarnya, apa itu tags? Dan bagaimana cara menggunakannya?<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">WordPress tags adalah satu dari sekian banyak tool atau fitur yang digunakan untuk mengelompokkan postingan atau konten berdasarkan pada suatu kesamaan. Biasanya tags terletak di bawah post atau pada sidebar. Ketika pengunjung blog atau website mengklik tag tertentu, WordPress akan mengarahkannya ke halaman arsip (halaman tag) &ndash; mengindeks semua post dan custom post type dengan tag yang sama.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Tag berperan penting dalam mengorganisir konten blog atau website. Fitur ini berdampak secara langsung pada pengalaman user (<em>user experience<\/em>) dan juga SEO.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan tag WordPress serta tips tambahan SEO untuk halaman tag.<\/span><\/p><p>\n\n\n\n\n\n\n\n<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"\/id\/wordpress-hosting\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-37614\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kategori-vs-tag-di-wordpress\"><b>Kategori vs Tag di WordPress<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Secara teknis, kategori dan tag merupakan taksonomi WordPress. Sederhananya, kedua fitur tersebut berfungsi dalam mengklasifikasikan post. Namun, kategori dan tag diterapkan dengan cara yang berbeda. Berikut perbedaan penggunaan keduanya:<\/span><\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-umum-vs-khusus\"><b>1. Umum vs Khusus<\/b><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Perbedaan utama kategori dan tag terletak pada seberapa luas cakupan topiknya. Kategori mengelompokkan post berdasarkan topik konten, sedangkan tag mengacu pada informasi yang lebih spesifik pada konten.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk lebih jelasnya, kami akan mencontohkan blog makanan. Katakanlah kategori yang ada di blog tersebut adalah Tur Kuliner, Resep Masakan, Tips, dan Informasi Kuliner atau Makanan.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Suatu ketika Anda menulis artikel berjudul &ldquo;Resep Olahan Beef Wellington Terlezat&rdquo;. Nantinya artikel ini akan dikelompokkan ke kategori Resep. Untuk tagnya, Anda bisa menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">beef, daging sapi, Gordon Ramsay, pastry<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan lain sebagainya.<\/span><\/p><p>\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\"><\/h4>\n                    <p><strong>Protip:<\/strong> Sebaiknya jangan membuat kategori &ldquo;Gordon Ramsay&rdquo; di blog, kecuali Anda berencana untuk menuliskan sejumlah artikel mengenai chef tersebut. Jika tidak, biarkanlah namanya tetap di tag, bukan dijadikan kategori.<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-wajib-vs-opsional\"><b>2. Wajib vs Opsional<\/b><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Hal lain yang membedakan kategori dan tag adalah seberapa wajibnya kedudukan atau posisi kedua taksonomi tersebut di postingan Anda. Kategori bersifat wajib, sedangkan tag opsional.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Jika tidak ada kategori yang dibuat, maka WordPress akan secara otomatis mengelompokkan konten ke Uncategorized.<\/span><\/p><p>\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\"><\/h4>\n                    <p><b>Protip<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Nama default atau standar untuk kategori dapat diganti melalui <\/span><b>Settings &gt; Writing<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> yang bisa diakses dari admin dashboard.<\/span><\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-parent-child-relationship-vs-entitas-mandiri\"><b>3. Parent-child Relationship vs Entitas Mandiri<\/b><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Perbedaan terakhir kategori dan tag terletak pada hubungan hirarkinya. Kategori bersifat hirarkis, yang artinya Anda dapat membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">child category <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">subcategory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> setelah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">parent category<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai contoh: di bawah kategori Resep, Anda dapat menambahkan beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">subcategory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, misalnya Hidangan Pembuka, Hidangan Utama, Hidangan Penutup, dan Rencana Menu Diet.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Di bawah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">subcategory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Rencana Menu Diet, Anda bisa menambahkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">subcategory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lainnya, seperti Makanan Rendah Karbohidrat, Makanan Rendah Gula, dan Makanan Rendah Lemak.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Berbeda dengan kategori, tag sama sekali tidak memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">parent-child relationship<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Setiap tag yang ditambahkan berdiri sendiri dan tidak ada tingkatannya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Selain tiga ketidaksamaan di atas, kategori dan tag juga memunculkan permalink yang berbeda. Untuk melihat perbedaannya, Anda harus menjalankan struktur custom permalink. Setelah struktur custom permalink diaktifkan, prefix dasarnya akan terlihat seperti ini:<\/span><\/p><p><i><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/contohwebsite.com\/category\/resep\/<\/span><\/i><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">atau<\/span><\/p><p><i><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/contohwebsite.com\/category\/tags\/resep<\/span><\/i><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Meskipun dari segi penggunaan kedua taksonomi tersebut berbeda, Anda tetap bisa menambahkan kategori dan tags pada post. Satu post bisa saja memiliki satu atau dua kategori dengan sejumlah tag.<\/span><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-membuat-tag-di-wordpress\"><b>Cara Membuat Tag di WordPress<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Menambahkan tag ke post tidak begitu sulit. Namun yang harus diingat, hanya post saja yang bisa memiliki tag.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Ada dua cara membuat tag di WordPress. Cara pertama, tambahkan tag ke postingan blog baru. Berikut langkah-langkahnya:<\/span><\/p><p>1. Buka <b>Posts -&gt; Add New<\/b> melalui dashboard admin.<\/p><p>2. Di sisi kanan visual editor, cari <b>the tags box<\/b>.<\/p><p>3. Ketikkan tag yang ingin ditambahkan. Setiap tag yang dimasukkan dipisahkan dengan tanda koma.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"291\" height=\"264\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menambahkan-tag-wordpress-ke-post-baru.png\/public\" alt=\"Apa itu tags: menambahkan tag ke post baru\" class=\"wp-image-8139\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menambahkan-tag-wordpress-ke-post-baru.png\/w=291,fit=scale-down 291w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menambahkan-tag-wordpress-ke-post-baru.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 291px) 100vw, 291px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Cara kedua, tambahkan tag ke postingan blog yang sudah dipublikasikan. Adanya tag akan menaikkan peringkat SEO. Hal tersebut dikarenakan Anda dapat menambahkan slug ke tag.<\/span><\/p><p>1. Buka <b>Posts &gt; Tags<\/b> melalui dashboard admin.<\/p><p>2. Ketik tag baru di kolom nama.<\/p><p>3. Tambahkan slug ke tag.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"1199\" height=\"446\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menambahkan-tag-wordpress-ke-post-yang-sudah-ada.png\/public\" alt=\"Tags adalah: menambahkan tag WordPress ke postingan yang sudah ada\" class=\"wp-image-8140\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menambahkan-tag-wordpress-ke-post-yang-sudah-ada.png\/w=1199,fit=scale-down 1199w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menambahkan-tag-wordpress-ke-post-yang-sudah-ada.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menambahkan-tag-wordpress-ke-post-yang-sudah-ada.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menambahkan-tag-wordpress-ke-post-yang-sudah-ada.png\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menambahkan-tag-wordpress-ke-post-yang-sudah-ada.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menambahkan-tag-wordpress-ke-post-yang-sudah-ada.png\/w=990,fit=scale-down 990w\" sizes=\"(max-width: 1199px) 100vw, 1199px\" \/><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-membuat-tag-cloud-di-wordpress\"><b>Cara Membuat Tag Cloud di WordPress<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Tak hanya mengorganisir postingan, penggunaan tag pada WordPress juga turut meningkatkan kebergunaan (usability) dan aksesibilitas (accessibility) situs. Maka tak heran, jika tag memberikan pengalaman user yang lebih baik.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Terlebih lagi, dengan diaktifkannya tag cloud widget, pengalaman user akan semakin memuaskan. Tag cloud widget akan menampilkan semua tag yang telah dibuat. Hanya dengan satu kali klik, pengunjung situs akan menelusuri tag yang ada sampai menemukan yang dicari.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Mungkin tidak ada sesuatu yang luar biasa dari website Anda. Namun dengan membuat tag cloud, pengunjung situs akan merasa terbantu dalam mencari topik yang menarik yang tidak ada di blog atau website kompetitor. Selain itu, Anda juga bisa membuat ukuran huruf di tag yang populer terlihat lebih besar.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut beberapa cara membuat tag cloud widget:<\/span><\/p><p>1. Buka <b>Appearance -&gt; Widgets<\/b> dari dashboard admin.<\/p><p>2. Cari <b>Tag Cloud widget<\/b> dan drag ke widget area di mana Anda ingin menampilkannya. Umumnya tag cloud ditampilkan di sidebar.<\/p><p>3. Tentukan judul dan jumlah tags yang hendak ditambahkan ke cloud. Jumlah maksimumnya 75.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"1180\" height=\"567\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menampilkan-tag-cloud-widget-wordpress.png\/public\" alt=\"Cara membuat tag cloud widget WordPress \" class=\"wp-image-8141\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menampilkan-tag-cloud-widget-wordpress.png\/w=1180,fit=scale-down 1180w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menampilkan-tag-cloud-widget-wordpress.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menampilkan-tag-cloud-widget-wordpress.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menampilkan-tag-cloud-widget-wordpress.png\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menampilkan-tag-cloud-widget-wordpress.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/05\/menampilkan-tag-cloud-widget-wordpress.png\/w=990,fit=scale-down 990w\" sizes=\"(max-width: 1180px) 100vw, 1180px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Kadang kala Anda ingin mengeluarkan tag tertentu dari tag cloud karena kurang popular atau tidak begitu menarik. Untuk mengeluarkan tag, ikuti langkah-langkah berikut ini:<\/span><\/p><p>1. Buka <b>Posts -&gt; Tags<\/b>. Pilih tag yang ingin dikeluarkan.<\/p><p>2. Lihat kolom alamat browser dan cari Tag ID. Biasanya <i>tag_ID=<\/i> diikuti dengan angka.<\/p><p>3. Salin (<i>copy<\/i>) tag ID dan kembali ke <b>Customizer -&gt; Widgets<\/b>.<\/p><p>4. Klik dan buka pengaturan tag cloud widget.<\/p><p>5. Tempelkan (<i>paste<\/i>) tag ID ke <b>Exclude box<\/b>.<\/p><p>6. Selesaikan prosesnya dan klik <b>Save.<\/b><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tag-dan-seo-wordpress\"><b>Tag dan SEO WordPress<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">WordPress tags adalah fitur yang sangat signifikan dan berpengaruh terhadap SEO situs. Jika tahu cara menggunakannya, taksonomi yang dikelola dengan baik, seperti tags, akan menaikkan peringkat SEO.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Hanya saja, ada satu hal yang harus diingat bahwa terkadang tags akan membawa kerugian bagi SEO situs.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Apabila berbicara soal SEO, WordPress merupakan CMS yang SEO-friendly. Setelah berhasil diinstall,WordPress akan melengkapi website Anda dengan berbagai fitur SEO bawaan sehingga situs dapat muncul di halaman pertama search engine atau mesin pencari.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Fitur-fitur bawaan tersebut menjadi semacam panduan bagi mesin pencari untuk mengindeks postingan atau konten, halaman, kategori, dan tags serta menyimpan informasi di database. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Jika Anda tidak memahami cara kerja tags, makan proses indeks akan kacau. Ada beberapa kesalahan yang sering kali tidak disadari.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Pertama, mengetikkan kata atau nama yang sama untuk kategori dan tag. Alhasil, akan ada dua nama yang sama untuk halaman kategori dan tag. Misalnya, jika Anda memasukkan kata &ldquo;Resep&rdquo; baik di tag maupun kategori, maka mesin pencari akan kebingungan mana yang harus diberi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">peringkat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> terlebih dulu.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Kedua, kesalahan pemberian nama juga berlaku dalam bentuk jamak (jika Anda membuat kategori dan tag dalam bahasa Inggris). Contohnya, tidak ada bedanya antara &ldquo;Recipes&rdquo; atau &ldquo;Recipe&rdquo; meski terdapat penambahan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">S<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Jadi, Anda harus memilih salah satu, entah itu Recipes atau Recipe, untuk digunakan sebagai tag.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Halaman tag tidak punya konten yang unik, yang ada hanyalah kutipan post. Konten yang unik tersedia di setiap halaman post. Karena itulah, mesin pencari akan cenderung menelusuri (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">crawl<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) berbagai halaman post daripada halaman tag.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah menambahkan tag baru, WordPress akan secara otomatis membuat halaman tag. Di subbab berikutnya, Anda akan mempelajari cara menggunakan halaman tag untuk membantu navigasi user tanpa mengganggu struktur SEO.<\/span><\/p><div class=\"banner__bg \">\n<h5 class=\"banner__header\" style=\"text-align: center\"><strong>Keamanan adalah salah satu faktor untuk meningkatkan peringkat SEO karena Google Chrome menandai website yang tidak aman. Untuk mengatasinya, Anda perlu memasang SSL. Silakan cek penawaran kami.<br><\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: center\"><a class=\"new-h-button-primary button text-white mt-30 float-right banner__btn\" href=\"\/id\/beli-ssl\" rel=\"follow\" data-wpel-link=\"internal\">Beli SSL Murah<\/a><\/p>\n<\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-halaman-arsip-noindex-wordpress-tag\"><b>Halaman Arsip Noindex WordPress Tag<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Cara terbaik untuk mengatasi masalah yang ada di halaman tag dan SEO adalah dengan menggunakan nonindex WordPress tag. Dengan mengaktifkan tag tersebut, Anda <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">memberitahukan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mesin pencari untuk tidak mengindahkan halaman tag pada saat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">crawling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> data. Metode ini dapat dilakukan dengan menginstall plugin SEO Yoast.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut beberapa langkah untuk mengaktifkan halaman noindex WordPress tag:<\/span><\/p><p>1. Klik <b>Search Appearance<\/b>.<\/p><p>2. Pilih tab <b>Taxonomies<\/b>.<\/p><p>3. Cari <b>Tags<\/b>.<\/p><p>4. Di bawah hasil pencarian <b>Show Tags in search<\/b>, pilih <b>no<\/b>.<\/p><p>5. Klik <b>Save<\/b>.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\"><b>Kesimpulan<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">WordPress tags adalah fitur yang tepat untuk mengelola dan mengorganisir konten. Fitur ini membantu pengunjung situs dalam mencari topik yang disukai dengan cepat. Dengan mengaktifkan tag, Anda sedang memperbaiki pengalaman user secara keseluruhan.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Hanya saja, berhati-hatilah ketika menggunakan tag karena akan berdampak negatif terhadap SEO. Terapkan beberapa tips di atas yang telah kami berikan untuk memaksimalkan kebergunaan (usability) tag tanpa mengganggu sistem SEO.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WordPress merupakan salah satu CMS terpopuler untuk membuat dan mengonlinekan berbagai jenis website. Bagi yang baru pertama kali menggunakannya, mereka pasti akan kebingungan dengan sejumlah istilah tool dan fitur, termasuk ketika membuat konten. Ada banyak fitur yang bisa dimaksimalkan dalam membuat konten yang SEO-friendly, salah satunya adalah tags. Sebenarnya, apa itu tags? Dan bagaimana cara [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-tags\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":27104,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Apa Itu Tags WordPress dan Bagaimana Cara Menggunakannya","rank_math_description":"Apa itu tags? Bagaimana bisa fitur tersebut berpengaruh terhadap SEO situs? Temukan info lengkapnya di sini.","rank_math_focus_keyword":"apa itu tags, tags adalah, cara membuat tag","footnotes":""},"categories":[4859],"tags":[8485,7872,8492,8491,5612,8486,8490,8484,8488,4860,8487,8489],"class_list":["post-8135","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wordpress","tag-cara-membuat-tag","tag-seo","tag-seo-situs","tag-seo-friendly","tag-ssl","tag-tag-wordpress","tag-tags","tag-tags-adalah","tag-tags-wordpress","tag-wordpress","tag-wordpress-tag","tag-wordpress-tags"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/wordpress-tags","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/tags-wordpress","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/etiquetas-wordpress","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/apa-itu-tags","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/wordpress-tags","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/what-are-wordpress-tags-and-how-to-use-them-correctly","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/what-are-wordpress-tags-and-how-to-use-them-correctly","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/etiquetas-wordpress","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/etiquetas-wordpress","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/etiquetas-wordpress","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/tags-wordpress","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/wordpress-tags","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/wordpress-tags","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/wordpress-tags","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/wordpress-tags","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8135"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8135\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28687,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8135\/revisions\/28687"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}