{"id":7970,"date":"2019-04-30T21:25:38","date_gmt":"2019-04-30T21:25:38","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=7970"},"modified":"2025-01-08T15:15:51","modified_gmt":"2025-01-08T08:15:51","slug":"apa-itu-nginx","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/apa-itu-nginx","title":{"rendered":"Apa itu NGINX: pengertian dan perbandingannya dengan web server lain"},"content":{"rendered":"<p><div class=\"protip\">\n                    <h2 class=\"featured-snippet title\">Apa Itu NGINX?<\/h2>\n                    <p>NGINX adalah software web server open-source yang berfungsi sebagai reverse proxy, penyeimbang beban HTTP, serta proxy email untuk IMAP, POP3, dan SMTP. <a href=\"https:\/\/www.nginx.com\/resources\/glossary\/nginx\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">NGINX<\/a> dibaca &ldquo;engine-ex&rdquo; (enjin-eks), dari kata <em>engine<\/em> yang berarti mesin. Jadi, tidak dibaca &ldquo;NGING&rdquo; ya. ?<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><p>Awalnya, tujuan diciptakannya NGINX adalah sebagai solusi dari permasalahan <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/C10k_problem\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i>C10k problem<\/i><\/a>. C10k sendiri adalah masalah yang dihadapi server ketika harus mengelola sepuluh ribu koneksi secara bersamaan.<\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sampai sekarang, jumlah koneksi yang dikelola web server terus bertambah. Oleh karena itu, NGINX menawarkan arsitektur asinkron dan yang didasarkan pada <em>event<\/em><\/span><span style=\"font-weight: 400\">. Adanya arsitektur ini menjadikan NGINX sebagai salah satu server dengan kecepatan dan skalabilitas yang paling baik. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Karena kecepatan dan kemampuannya dalam menangani banyak koneksi, layanan NGINX sudah banyak digunakan oleh website dengan traffic yang tinggi. Beberapa yang menggunakannya adalah Google, Netflix, Adobe, Cloudflare, WordPress.com, dan masih banyak lagi.<\/span><\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Linux-Commands-Cheatsheet-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-27615\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-kerja-nginx\"><b>Cara Kerja NGINX<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum mengenal pengertian NGINX lebih jauh, ada baiknya bila Anda mengetahui cara kerja sebuah web server terlebih dulu.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Ketika seseorang &lsquo;mengirimkan&rsquo; permintaan untuk membuka halaman web, browser akan menghubungi server website tersebut. Server lalu mencari file halaman yang diminta oleh user dan mengirimkannya ke browser. Proses ini menunjukkan cara kerja server untuk permintaan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">request<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sederhana.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh di atas juga bisa disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">single thread<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Web server biasa membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">single thread<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk setiap permintaan, tapi tidak demikian dengan NGINX. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, NGINX menjalankan arsitektur yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">event-driven<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan asinkron.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Ini menunjukkan bahwa thread yang sama atau serupa dikelola di bawah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">worker process<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan setiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">worker process<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> terdiri atas unit yang lebih kecil, disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">worker connection<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Keseluruhan unit ini bertugas untuk menangani <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">request thread<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Worker connection<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mengirimkan permintaan ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">worker process<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yang juga dikirimkannya ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">master process<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Master process<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> kemudian menampilkan hasil dari permintaan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">request<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tersebut.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sekilas cara kerja NGINX terlihat mudah, tapi Anda perlu tahu kalau satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">worker connection<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> saja bisa menangani hingga 1024 permintaan yang sama dan serupa. Karena itulah, NGINX bisa memproses ribuan permintaan tanpa kesulitan berarti. Kemampuannya ini pula yang mengantarkannya menjadi server yang kerap digunakan oleh website dengan trafik tinggi, seperti ecommerce, mesin pencari, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cloud storage<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-nginx-vs-apache\"><b>NGINX vs Apache<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Di antara web server yang kian menjamur di internet, <\/span><strong><a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-apache\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apache<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400\"> adalah salah satu rival atau saingan terberat NGINX. Server tersebut sudah beredar semenjak tahun 90-an dan hingga kini telah memiliki komunitas user yang besar. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini beberapa hal yang kami gunakan untuk membandingkan NGINX vs Apache:<\/span><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><b>Dukungan OS (Sistem Operasi)<\/b><\/li>\n<\/ul><p>Kompatibilitas adalah salah satu poin yang harus Anda pertimbangkan ketika memilih software. Baik NGINX maupun Apache, kedua server tersebut bisa dijalankan di berbagai sistem operasi yang mendukung sistem Unix. Sayangnya, performa NGINX di Windows tidak sebagus jika diaktifkan di platform lain.<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><b>User support<\/b><\/li>\n<\/ul><p><span style=\"font-weight: 400\">User, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, selalu membutuhkan panduan dari komunitas online yang besar dan solid bilamana mereka menemui hambatan atau masalah. Meskipun NGINX dan Apache sama-sama dilengkapi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mailing support<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan forum Stack Overflow, Apache tidak punya fitur bantuan pelanggan yang seharusnya ditawarkan oleh perusahaannya, Apache Foundation. <\/span><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><b>Performa<\/b><\/li>\n<\/ul><p><span style=\"font-weight: 400\">NGINX bisa menjalankan 1000 koneksi konten statis di waktu bersamaan dengan kecepatan dua kali lebih tinggi dibandingkan Apache. Tak hanya itu, NGINX juga tidak menggunakan kapasitas memori yang berlebih. Jika membandingkan dua platform ini dari segi performa ketika menjalankan konten yang dinamis, baik NGINX maupun Apache memiliki kecepatan yang sama. Hanya saja, untuk website yang cenderung statis, NGINX adalah pilihan terbaik.<\/span><\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/hosting-vps\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29630\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\"><b>Kesimpulan<\/b><\/h2><p>Nah, dari artikel ini, Anda sudah mempelajari apa itu NGINX, cara kerja, serta manfaatnya.<\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, pengertian NGINX adalah web server yang juga berfungsi sebagai email proxy, reverse proxy, dan load balancer. Struktur software ini bersifat asinkron dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">event-driven<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">; yang memungkinkan banyak request atau permintaan diproses pada waktu bersamaan.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, NGINX juga bisa diskalakan. Hal ini menunjukkan bahwa layanan ini tumbuh dan berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah trafik yang datang ke website. Akhir kata, NGINX dan Apache adalah dua dari sekian web server terbaik yang ada di pasaran.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Awalnya, tujuan diciptakannya NGINX adalah sebagai solusi dari permasalahan C10k problem. C10k sendiri adalah masalah yang dihadapi server ketika harus mengelola sepuluh ribu koneksi secara bersamaan. Sampai sekarang, jumlah koneksi yang dikelola web server terus bertambah. Oleh karena itu, NGINX menawarkan arsitektur asinkron dan yang didasarkan pada event. Adanya arsitektur ini menjadikan NGINX sebagai salah [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-nginx\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Apa Itu NGINX? Pengertian, Cara Kerja, dan Kelebihannya","rank_math_description":"NGINX adalah salah satu software web server yang namanya mungkin sering Anda lihat pada error browser. Tapi, apa itu NGINX?","rank_math_focus_keyword":"apa itu nginx, nginx vs apache, pengertian nginx, nginx adalah","footnotes":""},"categories":[7890],"tags":[5516,8353,7898,5517,8349,8351,8350,8324,7896,8352,7886,7376],"class_list":["post-7970","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-glosarium","tag-apache","tag-cara-kerja-nginx","tag-cloud-hosting","tag-nginx","tag-nginx-adalah","tag-nginx-vs-apache","tag-pengertian-nginx","tag-self-hosted-platform","tag-shared-hosting","tag-sistem-operasi","tag-vps-hosting","tag-windows"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/what-is-nginx","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/o-que-e-nginx","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/que-es-nginx","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/apa-itu-nginx","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/what-is-nginx","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/what-is-nginx","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/what-is-nginx","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/que-es-nginx","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/que-es-nginx","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/que-es-nginx","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/o-que-e-nginx","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/what-is-nginx","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/what-is-nginx","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/what-is-nginx","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/what-is-nginx","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7970"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7970\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42514,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7970\/revisions\/42514"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}