{"id":7892,"date":"2019-04-10T09:32:04","date_gmt":"2019-04-10T09:32:04","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=7892"},"modified":"2023-01-18T15:42:05","modified_gmt":"2023-01-18T08:42:05","slug":"apa-itu-jquery","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/apa-itu-jquery","title":{"rendered":"Apa itu jQuery? Pengertian jQuery dan contohnya untuk pemula"},"content":{"rendered":"<p><div class=\"protip\">\n                    <h2 class=\"featured-snippet title\">Apa Itu jQuery?<\/h2>\n                    <p>jQuery adalah library JavaScript open-source yang di-minify dan dibuat untuk operasi JavaScript yang disederhanakan. Anda bisa menggunakan jQuery untuk coding serangkaian perintah dengan cepat, yang pada dasarnya akan memerlukan waktu lebih lama apabila menggunakan kode HTML.<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><p>Kalau Anda sering coding menggunakan <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-javascript\">JavaScript<\/a>, jQuery adalah salah satu materi yang wajib dipelajari beserta cara menggunakannya. Dengan jQuery, alur kerja Anda akan menjadi lebih efisien, dan proses coding juga tentunya akan menjadi lebih cepat.<\/p><p>Di artikel ini, selain menjelaskan apa itu jQuery, kami juga akan membahas penggunaannya di lingkungan web development, serta manfaat dan fitur-fitur utamanya. Selain itu, ada beberapa tutorial singkat dari kami tentang cara menggunakan jQuery agar Anda bisa memahami cara kerjanya.<\/p><p>Mari mulai, jangan lupa untuk menyimak sampai selesai dan mencoba semuanya ya!<\/p><p class=\"has-text-align-center\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/ID-Web-Development-Glossary-for-Beginners.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Download Istilah-Istilah Web Development untuk Pemula<\/a><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-itu-javascript-library-bagaimana-penggunaannya\">Apa Itu JavaScript Library? Bagaimana Penggunaannya?<\/h2><p>Satu library JavaScript terdiri dari beberapa file JavaScript yang memiliki berbagai fungsi. Sejumlah JS library, misalnya <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-react\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">React<\/a>, memiliki fungsi khusus, baik pada sisi klien maupun server.<\/p><p>Bisa dibilang, library jQuery adalah JS library yang paling populer di pasaran saat ini. Library ini mudah dimodifikasi dan digunakan, serta memiliki komunitas yang besar dengan banyak sekali materi pembelajaran, tutorial, dan dokumentasi lainnya.<\/p><p>Lebih kerennya lagi, jQuery kompatibel dengan library JavaScript lainnya, juga memiliki banyak plugin untuk membantu menyesuaikan fungsinya dengan kebutuhan Anda. Sayangnya, jQuery tidak bisa berjalan dengan <a href=\"\/id\/tutorial\/bahasa-pemrograman\">bahasa pemrograman<\/a> lain.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kelebihan-dan-kekurangan-jquery\">Kelebihan dan Kekurangan jQuery<\/h2><p>Kalau Anda masih menimbang-nimbang apakah &lsquo;worth it&rsquo; untuk mempelajari jQuery, sebaiknya ketahui dulu kelebihan dan kekurangan penggunaan JS library ini untuk web development.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"356\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/jquery-javascript-library.png\/public\" alt=\"jQuery, JavaScript library\" class=\"wp-image-22127\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/jquery-javascript-library.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/jquery-javascript-library.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/jquery-javascript-library.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/jquery-javascript-library.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kelebihan-jquery\">Kelebihan jQuery<\/h3><p>Salah satu kelebihan jQuery adalah <strong>event handling<\/strong> atau penanganan event. Pembuatan event seperti fungsi <strong>mouse click<\/strong> (klik mouse) dan <strong>form submission<\/strong> (pengiriman form) hanya memerlukan beberapa baris kode. Dengan begitu, kode HTML bisa tetap bersih dan bebas dari event handler.<\/p><p>Selain itu, mudah untuk memodifikasi elemen HTML berkat fitur <strong>DOM (Document Object Model) manipulation<\/strong> yang dimilikinya. Antarmuka web browser yang user-friendly memungkinkan Anda menambah, mengedit, dan menghapus elemen web menggunakan berbagai event method.<\/p><p><a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-ajax\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Metode AJAX<\/a> secara khusus membuat jQuery sangat sesuai untuk mengembangkan website responsif menggunakan fungsi AJAX. Fitur ini meningkatkan pengalaman pengguna dengan menyederhanakan operasi permintaan HTTP tanpa harus reload halaman web.<\/p><p>Terlebih lagi, jQuery dilengkapi dengan banyak <strong>efek animasi<\/strong>. jQuery bahkan memungkinkan Anda membuat animasi kustom yang terdiri dari properti CSS pilihan Anda.<\/p><p>jQuery juga menyertakan <strong>dukungan lintas browser<\/strong> sehingga kompatibel dengan web browser yang populer saat ini. Library ini juga berfungsi dengan <strong>syntax CSS3 selector dan XML Path language<\/strong>.<\/p><p>Perlu diketahui bahwa script jQuery akan lebih mudah ditambahkan ke website melalui Content Delivery Network (CDN). Dengan begitu, Anda tak perlu mendownload dan menyimpan file library tersebut dalam folder website.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kekurangan-jquery\">Kekurangan jQuery<\/h3><p>Meskipun ringan, library jQuery sangatlah besar. Karena base kodenya terus berkembang, perlu waktu yang tidak sebentar untuk membuka file JS, yang juga akan memperberat kinerja komputer user.<\/p><p>jQuery juga sedikit mempersulit proses pembelajaran dan penggunaan JavaScript karena abstraksinya. Meskipun mampu menyederhanakan pembuatan event bagi pemula, tugas-tugas rumit seperti manipulasi DOM akan membutuhkan pemahaman JavaScript yang lebih mendalam demi mendapatkan hasil yang diinginkan.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29634\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-fitur-fitur-penting-jquery\">Fitur-Fitur Penting jQuery<\/h2><p>Kalau Anda ingin mempelajari jQuery beserta kegunaannya untuk Anda, simak lebih dulu beberapa contoh <strong>fungsi<\/strong> mendasar berikut ini.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-fungsi-hide\">1. Fungsi hide()<\/h3><p>Fungsi <strong>hide()<\/strong> menyembunyikan elemen HTML agar tidak lagi memengaruhi halaman HTML. Fungsi ini berperan sebagai metode animasi apabila dipasangkan dengan parameter &lsquo;duration&rsquo; dan &lsquo;easing&rsquo;, serta <a href=\"https:\/\/www.freecodecamp.org\/news\/javascript-callback-functions-what-are-callbacks-in-js-and-how-to-use-them\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">fungsi callback<\/a>.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-fungsi-show\">2. Fungsi show()<\/h3><p>Fungsi <strong>show()<\/strong> menampilkan elemen HTML. Fungsi ini hanya bisa digunakan pada elemen yang disembunyikan dengan fungsi <strong>hide()<\/strong>. Selain itu, fungsi ini menjadi metode animasi kalau diberi parameter, sama seperti <strong>hide()<\/strong>.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-fungsi-toggle\">3. Fungsi toggle()<\/h3><p>Fungsi <strong>toggle()<\/strong> memodifikasi visibilitas elemen HTML berdasarkan properti display CSS-nya menggunakan event klik. Kalau elemen terlihat, fungsi ini akan menyembunyikannya. Begitu pula sebaliknya, elemen akan terlihat apabila sebelumnya disembunyikan.<\/p><p>Web developer sering menggunakan fungsi ini untuk mengubah beberapa animasi menjadi satu urutan.<\/p><p>Kalau diberi parameter, fungsi ini bisa mengikat dua fungsi atau lebih ke elemen tertentu. Anda bisa beralih (toggle) di antara beberapa fungsi dengan mengklik elemen tersebut. Perlu diingat bahwa signature fungsi ini sudah diberhentikan pada jQuery versi 1.8, dan dihapus pada versi 1.9.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-fungsi-fadein\">4. Fungsi fadeIn()<\/h3><p>Fungsi <strong>fadeIn()<\/strong> memodifikasi keburaman (opacity) elemen HTML, yang membuatnya muncul secara bertahap di halaman HTML. Pasangkan fungsi ini dengan fungsi &lsquo;speed&rsquo; atau &lsquo;callback&rsquo; untuk menyesuaikan kecepatan animasinya dan memicu event berikutnya setelah elemen yang cocok ditampilkan sepenuhnya.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-fungsi-fadeout\">5. Fungsi fadeOut()<\/h3><p>Fungsi jQuery ini adalah kebalikan fungsi <strong>fadeIn()<\/strong>. Sama seperti <strong>hide()<\/strong> dan <strong>show()<\/strong>, <strong>fadeIn()<\/strong> dan <strong>fadeOut()<\/strong> menjadi metode animasi kalau diberi parameter.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-6-fungsi-fadetoggle\">6. Fungsi fadeToggle()<\/h3><p>Fungsi <strong>fadeToggle()<\/strong> mirip dengan fungsi <strong>toggle()<\/strong>. Fungsi ini memungkinkan user menampilkan atau menyembunyikan elemen tertentu secara bertahap.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-7-fungsi-slideup\">7. Fungsi slideUp()<\/h3><p>Fungsi <strong>slideUp()<\/strong> menyembunyikan elemen dengan animasi meluncur (sliding). Pasangkan dengan parameter &lsquo;duration&rsquo; dan &lsquo;easing&rsquo; untuk menyesuaikan durasi animasi.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-8-fungsi-slidedown\">8. Fungsi slideDown()<\/h3><p>Fungsi <strong>slideDown()<\/strong> menampilkan elemen dengan animasi meluncur. Fungsi ini juga bisa digunakan bersama parameter &lsquo;duration&rsquo; dan &lsquo;easing&rsquo;.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-9-fungsi-slidetoggle\">9. Fungsi slideToggle()<\/h3><p>Fungsi <strong>slideToggle()<\/strong> memungkinkan Anda beralih antara <strong>slideUp()<\/strong> dan <strong>slideDown()<\/strong> untuk menampilkan atau menyembunyikan elemen.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-10-fungsi-animate\">10. Fungsi animate()<\/h3><p>Fungsi ini menganimasikan elemen menggunakan satu atau beberapa properti CSS. Seperti yang sebelumnya, fungsi ini memungkinan Anda menyesuaikan durasi dan mode transisi, serta memulai fungsi berikutnya setelah fungsi ini selesai.<\/p><p>Perlu diingat, fungsi <strong>animate()<\/strong> tidak bisa menampilkan elemen tersembunyi seperti <strong>slideDown()<\/strong> dan <strong>fadeIn()<\/strong>.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-contoh-jquery\">Contoh jQuery<\/h2><p>Contoh berikut ini akan menunjukkan cara menggunakan fungsi <strong>slideDown()<\/strong>, <strong>slideUp()<\/strong>, dan <strong>slideToggle()<\/strong>.<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"generic\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">$(\"#flip\").click(function(){\n  $(\"#panel\").slideDown();\n});<\/pre><p>Berikut adalah contoh cara menggunakan fungsi <strong>hide()<\/strong> dan <strong>show()<\/strong>.<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"generic\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">$(\"#hide\").click(function(){\n  $(\"p\").hide();\n});\n \n$(\"#show\").click(function(){\n  $(\"p\").show();\n});<\/pre><p>Contoh berikut ini menampilkan blok kode fungsi <strong>animate()<\/strong>.<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"generic\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">$(\"button\").click(function(){\n  $(\"div\").animate({\n      left: '250px',\n      height: '+=150px',\n      width: '+=150px'\n  });\n});<\/pre><p>Berikut adalah contoh CSS manipulation.<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"generic\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">$(\"button\").click(function(){\n  $(\"h1, h2, p\").toggleClass(\"blue\");\n});<\/pre><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>jQuery adalah salah satu library JavaScript yang paling populer di dunia. Library ini menawarkan berbagai manfaat, khususnya bagi para web developer. Oleh karena itu, kalau Anda berprofesi <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menjadi-web-developer\">menjadi web developer<\/a>, penting sekali untuk mempelajari cara menggunakan jQuery.<\/p><p>Library jQuery memungkinkan Anda menulis lebih sedikit kode JavaScript, tapi tetap bisa memanfaatkan fungsionalitasnya secara penuh. Dengan begitu, Anda bisa bekerja secara lebih efisien, dan bisa fokus pada bagian proyek lainnya yang perlu ditangani.<\/p><p>Semoga tutorial ini bisa memberikan sedikit pemahaman tentang apa itu jQuery serta cara memulainya, ya. Kalau Anda memiliki pertanyaan, silakan tinggalkan komentar pada kolom di bawah ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau Anda sering coding menggunakan JavaScript, jQuery adalah salah satu materi yang wajib dipelajari beserta cara menggunakannya. Dengan jQuery, alur kerja Anda akan menjadi lebih efisien, dan proses coding juga tentunya akan menjadi lebih cepat. Di artikel ini, selain menjelaskan apa itu jQuery, kami juga akan membahas penggunaannya di lingkungan web development, serta manfaat dan [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-jquery\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Apa Itu jQuery? Pengertian jQuery dan Contohnya untuk Pemula","rank_math_description":"jQuery adalah library JavaScript yang bisa membantu Anda menulis kode dengan lebih cepat dan efisien. Yuk cari tahu apa itu jQuery di sini!","rank_math_focus_keyword":"jquery adalah, pengertian jquery, apa itu jquery","footnotes":""},"categories":[7890],"tags":[8332,8018,5225,4890,8331,8086,7996,8058,8059,5552,5553,8328,8329,7932,8330,8333,7982,7894,8149,6577],"class_list":["post-7892","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-glosarium","tag-animasi","tag-bahasa-pemrograman","tag-css","tag-domain","tag-fungsi-jquery","tag-hosting-gratis","tag-hosting-indonesia","tag-hosting-murah","tag-hosting-terbaik","tag-html","tag-javascript","tag-jquery","tag-jquery-adalah","tag-nama-domain","tag-pengertian-jquery","tag-sliding","tag-web-hosting-indonesia","tag-web-hosting-murah","tag-web-hosting-terbaik","tag-website"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/what-is-jquery","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/que-es-jquery","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/apa-itu-jquery","default":0},{"locale":"en-GB","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/what-is-jquery","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/what-is-jquery\/","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/what-is-jquery\/","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/que-es-jquery","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/que-es-jquery","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/que-es-jquery","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/what-is-jquery","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/what-is-jquery","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/what-is-jquery","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/what-is-jquery","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7892"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7892\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28933,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7892\/revisions\/28933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}