{"id":7873,"date":"2019-04-07T15:44:46","date_gmt":"2019-04-07T15:44:46","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=7873"},"modified":"2024-12-17T09:48:18","modified_gmt":"2024-12-17T02:48:18","slug":"wordpress-com-vs-wordpress-org","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/wordpress-com-vs-wordpress-org","title":{"rendered":"Perbedaan WordPress.com vs WordPress.org + perbandingannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalau sering menjelajahi internet, Anda pasti pernah mendengar atau bahkan sudah tahu tentang WordPress. Tapi, apa Anda sudah tahu kalau sebenarnya platform ini memiliki dua versi, yaitu <\/span>WordPress.com dan WordPress.org?<\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Kedua versi WordPress ini juga sangat berbeda satu sama lain dari berbagai aspek. Penting untuk mengetahui perbedaan dasarnya lebih dulu, khususnya jika Anda akan membuat website atau bikin blog.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Singkatnya, <strong>perbedaan WordPress.com dan WordPress.org<\/strong> terletak pada hosting dan domainnya, di mana WordPress.com menyediakan hosting dan domain gratis (domainAnda.<strong>wordpress.com<\/strong>), sedangkan WordPress.org adalah platform yang bisa diatur sesuai keinginan Anda.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Mau tahu lebih lanjut? Tenang, di artikel ini, kami akan membantu Anda memahami perbedaan WordPress.com vs WordPress.org berdasarkan lima kriteria berikut:<\/span><\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Kemudahan penggunaan.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Fleksibilitas dan kustomisasi.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Biaya.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Performa.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Keamanan.<\/span><\/li>\n<\/ol><p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum menjelaskan hal-hal secara teknis, terlebih dulu kami akan membahas secara umum beda WordPress.com dan WordPress.org<\/span><\/p><p>\n\n\n\n\n\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-pengenalan-wordpress-com-vs-wordpress-org\">Pengenalan WordPress.com vs WordPress.org<\/h2><p>WordPress.org dan WordPress.com adalah dua jenis platform yang berbeda. Tak hanya definisi, tapi banyak juga hal-hal teknis lainnya yang membuat dua software ini tidak sama. Hosting adalah perbedaan utama yang bisa terlihat dengan jelas pada WordPress.com dan WordPress.org.<\/p><p><a href=\"https:\/\/wordpress.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">WordPress.org<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> adalah website yang menjadi rumah bagi Sistem Manajemen Konten (<a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-cms\">CMS<\/a>) terpopuler, yaitu &lsquo;WordPress&rsquo;:<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"358\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/website-wordpress-768x358.png\/public\" alt=\"WordPress.com vs WordPress.org: Webstite WordPress.org\" class=\"wp-image-7876\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/website-wordpress-768x358.png\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/website-wordpress-768x358.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/website-wordpress-768x358.png\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">CMS merupakan tipe software yang didesain khusus untuk pembuatan website dan pengelolaan sejumlah konten. Awalnya platform ini dikembangkan hanya untuk blogging. Namun, karena popularitasnya yang semakin berkembang, platform ini kemudian digunakan untuk membuat berbagai jenis website, bahkan aplikasi. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara itu, jika berbicara soal <\/span><span style=\"font-weight: 400\">WordPress.com<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, biasanya orang-orang akan mengacu pada WordPress yang merupakan layanan blogging dan dijalankan oleh <\/span><a href=\"https:\/\/automattic.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">Automattic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">. WordPress.com adalah versi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">custom<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari software WordPress yang dapat dengan mudah dioperasikan serta tidak perlu diinstall terlebih dulu di komputer:<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"428\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/beranda-wordpress-com-768x428.jpg\/public\" alt=\"Beranda WordPress.com\" class=\"wp-image-7877\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/beranda-wordpress-com-768x428.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/beranda-wordpress-com-768x428.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/beranda-wordpress-com-768x428.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Beda WordPress.com dan WordPress.org terletak pada layanan hosting yang digunakan oleh kedua platform ini. WordPress.org mengacu pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self-hosted WordPress<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> karena untuk menggunakan platform ini, Anda harus menginstallnya di server.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Kini banyak provider web hosting yang menyediakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">one-click installation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-install-wordpress\">menginstall WordPress<\/a> tanpa perlu menunggu waktu lama. Selain itu, dengan adanya layanan tersebut, Anda tidak perlu menguasai berbagai hal teknis untuk menginstall dan menjalankan situs WordPress.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sebaliknya, WordPress.com menghadirkan layanan untuk software blogging. Anda diwajibkan untuk memilih dari sekian banyak paket yang ditawarkan &ndash; termasuk versi gratis &ndash; dan setelahnya, Anda bisa fokus dalam membuat blog atau website tanpa harus menginstall dan membeli hosting terlebih dulu.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Kini Anda sudah tahu perbedaan kedua platform ini. Selanjutnya, kami akan membuat perbandingan WordPress.com vs WordPress.org berdasarkan lima kriteria yang telah disebutkan sebelumnya.<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"\/id\/wordpress-hosting\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-37614\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-wordpress-com-vs-wordpress-org-kemudahan-penggunaan\">WordPress.com vs WordPress.org: Kemudahan Penggunaan<\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Di bab ini, kami akan membandingkan WordPress.org vs WordPress.com berdasarkan pada kemudahan penggunaannya. Kami juga akan membahas lebih spesifik mengenai proses setup website baru dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">publish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> postingan pertama.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah membuka link WordPress.com, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat akun. Pembuatan akun ini tidak memungut biaya alias gratis. Anda hanya perlu membuat atau menentukan nama blog yang menarik:<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"479\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/nama-blog-768x479.jpg\/public\" alt=\"Nama blog\" class=\"wp-image-7878\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/nama-blog-768x479.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/nama-blog-768x479.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/nama-blog-768x479.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Isikan data pribadi untuk membuat dan mendaftarkan akun di WordPress.com. Akun ini bisa diupgrade &ndash; untuk detailnya, akan dibahas kemudian.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Anda baru bisa masuk ke dashboard WordPress jika akun sudah berhasil dibuat. Dari dashboard tersebut, Anda dapat mengelola akun dan juga website WordPress.com.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk melihat dan mengecek website Anda yang baru di WordPress.com, buka tab <\/span><b>My Sites<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Dengan membuka tab tersebut, Anda akan lihat status situs secara keseluruhan. Karena ini pertama kali Anda buat website di WordPress.com, maka statusnya kosong:<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"479\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/dashboard-wordpress-com-768x479.jpg\/public\" alt=\"Dashboard WordPress.com\" class=\"wp-image-7879\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/dashboard-wordpress-com-768x479.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/dashboard-wordpress-com-768x479.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/dashboard-wordpress-com-768x479.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Masih di dalam tab tersebut, klik lagi opsi <\/span><b>View Site<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> untuk melihat tampilan situs jika dionlinekan:<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"368\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/blog-baru-768x368.jpg\/public\" alt=\"Blog yang masih baru\" class=\"wp-image-7880\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/blog-baru-768x368.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/blog-baru-768x368.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/blog-baru-768x368.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk saat ini, karena website masih baru dan belum ditambahkan apa-apa, maka tidak ada yang bisa Anda lihat. Cobalah mempublikasikan konten. Caranya, klik opsi <\/span><b>Write <\/b><span style=\"font-weight: 400\">yang ada di bagian atas layar. Dengan mengklik opsi tersebut, Anda akan diarahkan ke editor WordPress.com. Halaman editor ini sangat mudah digunakan, bahkan bagi user awam. Tool editor ini menyediakan area untuk menuliskan judul dan isi konten. Di sisi kanannya, terdapat berbagai opsi pengaturan untuk mengelola postingan atau konten:<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"341\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/editor-wordpress-com-768x341.jpg\/public\" alt=\"Editor WordPress.com\" class=\"wp-image-7881\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/editor-wordpress-com-768x341.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/editor-wordpress-com-768x341.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/editor-wordpress-com-768x341.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Anda punya pilihan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">preview<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau pratinjau untuk mengecek bagaimana tampilan blog atau website jika berhasil dionlinekan. Setelah memastikan tidak adanya error dalam hal apa pun, klik <\/span><b>Publish<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Blog Anda kini sudah bisa dibaca oleh para pengunjung situs di internet.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Hanya butuh beberapa menit untuk membuat dan menjalankan website di WordPress.com. Menulis postingan blog pertama juga tidak begitu sulit. Namun tentunya, kemudahan tersebut bergantung pada topik serta panjang konten yang dibuat.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk memaksimalkan penggunaan WordPress.org, Anda harus membeli layanan hosting terlebih dulu. Akan ada banyak langkah serta proses yang harus dilakukan sebelum akhirnya menggunakan CMS ini. Untungnya, belakangan ini hadir beragam provider hosting sehingga pilihan Anda tidak terbatas pada satu penyedia saja.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Hostinger, misalnya, menyediakan berbagai macam paket <a href=\"\/id\/web-hosting\">shared hosting<\/a> dengan harga terbaik. Meskipun hanya membeli <a href=\"\/id\/hosting-murah\">paket termurah<\/a> dari shared hosting, banyak kelebihan yang bisa didapatkan, misalnya Anda dapat menggunakan berbagai versi PHP dan akses SSH.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah memilih provider web hosting dan membeli salah satu layanan hosting yang ditawarkan, maka langkah selanjutnya adalah menginstall WordPess di server. Pemasangan WordPress hanya berlangsung beberapa menit saja, apalagi kalau Anda menggunakan fitur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">one-click installation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Namun memang, prosesnya sedikit lebih rumit daripada menginstall dan menjalankan WordPress.com.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Jika WordPress telah berhasil diinstall dan diaktifkan, maka Anda sudah bisa masuk ke dashboard. Dashboard WordPress.org berbeda dari dashboard WordPress.com karena punya lebih banyak opsi:<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"736\" height=\"308\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/dashboard-wordpress-1.jpg\/public\" alt=\"Dashboard WordPress.org\" class=\"wp-image-7882\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/dashboard-wordpress-1.jpg\/w=736,fit=scale-down 736w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/dashboard-wordpress-1.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/dashboard-wordpress-1.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 736px) 100vw, 736px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Punya lebih banyak opsi dan tidak terbatas pada satu kelebihan saja memang memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan. Hanya saja, memiliki lebih banyak opsi juga berarti Anda butuh banyak waktu untuk memahami masing-masing tool.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk membuat post atau konten, buka <\/span><b>Posts &gt; Add New<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Anda akan diarahkan ke editor WordPress.org:<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"344\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/editor-wordpress-1-768x344.jpg\/public\" alt=\"Editor WordPress\" class=\"wp-image-7883\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/editor-wordpress-1-768x344.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/editor-wordpress-1-768x344.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/editor-wordpress-1-768x344.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Sama seperti editor WordPress.com, Anda juga bisa menambahkan konten serta menetapkan judulnya di editor WordPress.org. Bahkan Anda juga bisa mengedit pengaturan konten dengan menggunakan berbagai opsi yang ada di layar sebelah kanan.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Kesimpulannya, mulai dari penginstallan platform sampai ke pembuatan konten pertama, prosesnya tidak begitu sulit baik di WordPress.com maupun WordPress.org. Meskipun kemudahan setup platform terpampang lebih nyata di WordPress.com, tetap saja kedua platform ini sama-sama unggul.<\/span><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-wordpress-com-vs-wordpress-org-fleksibilitas-dan-kustomisasi\">WordPress.com vs WordPress.org: Fleksibilitas dan Kustomisasi<\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Banyak orang yang masih mengasumsikan bahwa WordPress.org dan WordPress.com hanya bisa digunakan sebagai platform blogging. Namun sebenarnya, kedua platform ini dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis website. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Di bab ini, kami akan membandingkan fleksibilitas dan opsi kustomisasi WordPress.org vs WordPress.com. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing platform pada bidang ini, maka Anda bisa menentukan mana yang memberikan kebebasan lebih dalam membuat dan mengonlinekan website.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah berhasil membuat akun di WordPress.com, saat itu juga Anda bisa mengatur tampilan situs. Jika saat ini Anda belum punya rencana untuk membeli tema premium, maka WordPress.com punya tema gratis yang dapat dimanfaatkan. Namun, kalau ingin memperoleh fitur canggih, maka Anda harus membeli tema premium:<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"685\" height=\"368\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/tema-wordpress-com.jpg\/public\" alt=\"Tema WordPress.com\" class=\"wp-image-7884\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/tema-wordpress-com.jpg\/w=685,fit=scale-down 685w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/tema-wordpress-com.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/tema-wordpress-com.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 685px) 100vw, 685px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Selain tema, WordPress.com juga punya plugin. Dua tool inilah &ndash; plugin dan tema &ndash; yang menjadi alasan utama mengapa WordPress banyak digunakan. Install plugin dan Anda bisa menambahkan berbagai jenis fitur yang ingin dipasangkan ke website. Tentu saja pemasangan plugin dan pengaktifan fitur ini bisa dilakukan tanpa perlu menyewa developer ataupun berurusan dengan bahasa pemrograman (coding):<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"697\" height=\"359\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/plugin-wordpress-com.jpg\/public\" alt=\"Plugin WordPress.com\" class=\"wp-image-7885\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/plugin-wordpress-com.jpg\/w=697,fit=scale-down 697w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/plugin-wordpress-com.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/plugin-wordpress-com.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 697px) 100vw, 697px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Plugin yang ada di WordPress.org juga bisa digunakan di WordPress.com. Sayangnya, plugin ini tidak bisa diinstall di paket dasar yang masih gratis. Anda harus mengupgrade paket saat ini ke paket <\/span><b>Business<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">WordPress self-hosted, di sisi lain, seakan tak punya batasan. Segera setelah website berhasil dibuat, Anda bisa menginstall <a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berbagai plugin<\/a> yang diperlukan melalui direktori plugin WordPress.org:<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"188\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/plugin-wordpress-768x188-1.jpg\/public\" alt=\"Plugin WordPress\" class=\"wp-image-7886\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/plugin-wordpress-768x188-1.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/plugin-wordpress-768x188-1.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/plugin-wordpress-768x188-1.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Tak hanya plugin, self-hosted WordPress juga menyediakan ribuan tema yang bisa Anda pilih dan terapkan:<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"414\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/menginstall-tema-wordpress-768x414.jpg\/public\" alt=\"Menginstall tema WordPress\" class=\"wp-image-7887\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/menginstall-tema-wordpress-768x414.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/menginstall-tema-wordpress-768x414.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/04\/menginstall-tema-wordpress-768x414.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Jika dilihat dari banyaknya plugin dan tema yang tersedia, WordPress.org memang lebih unggul dalam hal kustomisasi. Anda bebas menginstall plugin atau tema yang diinginkan untuk membuat website tertentu. Dengan tema dan plugin pulalah, Anda bisa mengatur dan mengelola tampilan serta cara kerja website. Apabila Anda seorang developer atau setidaknya paham soal coding dan bahasa pemrograman, WordPress memberikan kebebasan untuk <a href=\"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/cara-membuat-child-theme-wordpress\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">membuat tema<\/a> dan <a href=\"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/membuat-plugin-wordpress\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">plugin<\/a> sendiri, atau bahkan mengedit WordPress.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Di WordPress.com, opsi kustomisasi yang ditawarkan serba terbatas. Karena itulah, untuk perbandingan WordPress.com vs WordPress.org, WordPress.org lebih unggul.<\/span><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-wordpress-com-vs-wordpress-org-biaya\">WordPress.com vs WordPress.org: Biaya<\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagian besar orang tahu bahwa membuat website itu tidak mudah. Setidaknya, Anda harus mempersiapkan <a href=\"\/id\/tutorial\/biaya-hosting-website\">biaya hosting website<\/a> dan membeli domain. Sisanya dipikirkan setelah website berhasil dionlinekan.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Walaupun WordPress.com punya versi gratis, jika ingin fitur yang lebih canggih, platform ini menawarkan <a href=\"https:\/\/wordpress.com\/pricing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tiga paket premium<\/a>:<\/span><\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li><b>Personal ($4 per bulan): <span style=\"font-weight: 400\">Dengan membeli paket ini, Anda bisa menonaktifkan iklan dan membuat satu nama domain.<\/span><\/b><\/li>\n\n\n\n<li><b>Premium ($8 per bulan): <span style=\"font-weight: 400\">Dengan membeli paket ini, user premium bisa membuat iklan untuk mendapatkan penghasilan dari internet dan bahkan menggunakan CSS untuk mengedit web.<\/span><\/b><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Business ($25 per bulan)<\/strong>:<span style=\"font-weight: 400\"> Dengan membeli paket ini, Anda dapat menambahkan plugin dan tema serta <a href=\"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/cara-menambahkan-google-analytics-ke-wordpress\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengintegrasikan situs ke Google Analytics<\/a>.<\/span><\/li>\n<\/ol><p><span style=\"font-weight: 400\">Jangan terburu-buru untuk membeli salah satu dari ketiga paket di atas. Sebaiknya, ketahuilah terlebih dulu maksud dan tujuan Anda dari membuat website. Jika sudah, barulah Anda membeli paket platform sesuai kebutuhan website. Hanya saja, kalau dari awal Anda memang berniat memaksimalkan WordPress.com, maka belilah paket <\/span><b>Business<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Dengan paket ini, Anda dapat memanfaatkan sistem plugin WordPress sepenuhnya. Bahkan di paket <\/span><b>Business<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> juga ada keunggulan integrasi Google Analytics yang sebenarnya sangat penting apabila Anda ingin mengetahui serta memahami perilaku para pengunjung situs Anda.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, apabila Anda ingin memaksimalkan keunggulan serta kelebihan WordPress.com, maka harus mempersiapkan biaya minimal $25 per bulannya untuk satu website. Sebenarnya, Anda bisa menggunakan paket dasar yang gratis. Hanya saja, paket gratis WordPress.com tidak bisa memberi kesempatan lebih banyak apabila Anda ingin mengembangkan website lebih jauh lagi dan mengubahnya menjadi web yang profesional. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">WordPress.com juga punya tema premium, dan biayanya mulai dari $30. Namun, Anda tidak perlu membelinya jika belum diperlukan. Akan tetapi, tampilan dan pilihan yang diberikan tema premium lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">menggoda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> daripada yang ditawarkan tema gratis. Hal seperti ini juga harus dimasukkan ke dalam pertimbangan anggaran.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara itu, karena WordPress.org adalah platfrom self-hosted, maka Anda perlu menyiapkan biaya untuk membeli hosting dan domain. Di bawah ini adalah screenshot contoh biaya shared hosting yang Anda perlu ketahui.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Harga di atas tidak berlaku apabila yang Anda cari adalah layanan hosting yang menawarkan solusi lebih canggih, misalnya Virtual Private Server (VPS). Bagi yang masih pemula di dunia web development, <a href=\"\/id\/hosting-vps\">layanan VPS<\/a> jelas terasa berat. Jadi, jika ini pertama kalinya Anda membuat website, layanan VPS belum terlalu dibutuhkan.<\/span><\/p><p>Di sisi lain, harga beli domain bervariasi dan perbedaannya sangat signifikan. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa mendapatkan domain dengan harga murah. Misalnya, jika <a href=\"\/id\/tld\">beli domain di Hostinger<\/a>, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya <strong>Rp147.900\/tahun<\/strong> untuk <strong>.com<\/strong>.<\/p><p>Kalau berlangganan hosting dan domain sekaligus, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya kira-kira sebesar <strong>Rp39900.00\/bulan<\/strong> (dengan layanan Hostinger Indonesia). Harga ini sudah termasuk <a href=\"\/id\/domain-gratis\">beberapa ekstensi pilihan yang bisa didapat secara gratis<\/a>.<\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk membuat website yang profesional, pastinya Anda akan memasangkan plugin dan tema premium. Biayanya berbeda-beda, tergantung pada jenis atau tipe tool yang hendak digunakan. Umumnya plugin premium menerapkan harga mulai dari $10, sedangkan tema berkisar di atas $20-30. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Membeli tema dan plugin premium atau tidak, semuanya tergantung pada Anda. Jika memang dirasa paket gratis WordPress.com masih mampu menunjang kebutuhan website, maka tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun. Namun apabila Anda berkreasi dengan website, maka sudah sebaiknya membeli akses ke plugin dan tema premium.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Biaya awal pembuatan website sangat beragam, mulai dari nol hingga ratusan ribu rupiah, dan umumnya tergantung pada paket platform, layanan hosting, domain, dan tool yang dipilih. Jika dilihat dari ketersediaan sejumlah opsi gratis dan dengan harga terjangkau, perbandingan WordPress.org vs WordPress.com kali ini menampillkan WordPress.org sebagai &lsquo;juaranya&rsquo;.<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"\/id\/wordpress-hosting\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-37614\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-wordpress-com-vs-wordpress-org-performa\">WordPress.com vs WordPress.org: Performa<\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu hal terpenting yang wajib diperhatikan ketika memilih platform untuk membuat website adalah performa. Website yang memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> terbaik adalah website yang waktu loadingnya cepat dan user pun tidak perlu mengalami kejadian halaman tidak bisa diakses atau waktu loading yang melambat.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Tidak selamanya platform menjadi penyebab utama menurunnya performa website. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, misalnya <a href=\"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/gambar-wordpress\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengupload gambar berukuran besar dan berkualitas tinggi<\/a> tanpa meng-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">compress<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">-nya terlebih dulu. Meskipun demikian, tetap saja Anda harus memastikan platform yang digunakan memiliki aturan jelas terkait performa.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">WordPress.com adalah platform self-hosted, dan oleh karena itu, punya performa yang kuat. Bahkan setiap paket yang ditawarkannya menjamin performa yang sangat baik bagi website Anda. Bisa jadi performa adalah salah satu keunggulan WordPress.com. Anda pun tidak perlu khawatir soal optimasi karena platform ini punya waktu loading yang cepat dan jarang sekali atau bahkan tidak pernah terjadi downtime.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sayangnya, keunggulan yang ada di WordPress.com tidak dimiliki oleh WordPress.org. WordPress.org memang punya performa yang bisa diacungi jempol, tapi di sisi lain dapat dipengaruhi oleh provider hosting. Jika sampai salah memilih penyedia layanan hosting, maka hal tersebut bisa berdampak pada performa dan kecepatan situs Anda. Maka dari itu, sebelum menjatuhkan pilihan pada satu provider hosting, lakukanlah riset terlebih dulu untuk mencari tahu baik dan buruknya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan performa situs, selain memilih provider hosting yang tepat. Sebagai contoh, Anda bisa <a href=\"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/meningkatkan-performa-website-dengan-cdn-content-delivery-network\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengintegrasikan Content Delivery Network (CDN)<\/a> dengan website atau <\/span><a href=\"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/meningkatkan-performa-website-leverage-browser-cache\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400\">leverage browser caching<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400\">. Keduanya memberi dampak positif bagi kecepatan situs. Bagi Anda yang suka mengelola dan mengatur bagaimana sistem dan tampilan website, pasti tidak akan keberatan dengan keleluasaan ini.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Performa dan kecepatan adalah dua hal penting yang tidak boleh Anda lupakan ketika mempertimbangkan WordPress.org vs WordPress.com. Anda memang tidak akan mendapatkan masalah mengenai performa jika menggunakan WordPress.com. Namun, jika menginginkan kebebasan untuk mengoptimasi website, maka WordPress.org adalah pilihan terbaik.<\/span><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-wordpress-com-vs-wordpress-org-keamanan\">WordPress.com vs WordPress.org: Keamanan<\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Poin terakhir yang akan kami gunakan untuk membandingkan perbedaan WordPress.com dan WordPress.org adalah keamanan. Apabila menginginkan website yang aman dan juga data-data pribadi terlindungi dengan baik, maka Anda harus pastikan kalau platform yang digunakan aman. Platform yang punya sistem keamanan berkualitas juga akan melindungi website Anda dari serangan hacker yang hendak mendistribusikan malware atau spam.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sistem keamanan di WordPress.com punya nilai lebih. Seperti yang sudah kita ketahui, WordPress.com adalah platform tertutup dan itu berarti risiko rusaknya keamanan situs tidak begitu tinggi. Tim WordPress.com bertanggung jawab penuh terhadap keamanan situs atau blog Anda. Jadi, Anda tidak perlu khawatir. Fokus saja pada pembuatan konten dan pengelolaan blog atau website.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Berbeda dari WordPress.com, WordPress.org mengharuskan Anda untuk &lsquo;lebih peduli&rsquo; lagi soal keamanan. Mengapa? Karena dari awal membeli layanan hosting, Anda wajib mengetahui sistem keamanan yang ditawarkannya. Bahkan Anda juga harus melakukan sejumlah proses dan langkah untuk mengamankan website.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Kebebasan untuk mengatur dan mengoptimalkan sistem keamanan yang digunakan di WordPress.com punya sisi baik dan buruk. Sebagai contoh, Anda hanya menginstall plugin keamanan WordPress, tapi ternyata fitur Two-Factor Authentication juga ikut aktif. Lebih jauh lagi, Anda bisa menentukan alamat IP mana saja yang <a href=\"https:\/\/support.hostinger.co.id\/id\/articles\/1736783-bagaimana-cara-mengizinkan-alamat-ip-spesifik-untuk-mengakses-website-saya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">boleh mengakses dan masuk ke dashboard website<\/a> dan masih banyak lagi. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Intinya, karena WordPress.org bersifat open-source, maka Anda bebas mengatur sistem keamanan yang dimiliki. Untuk perbandingan WordPress.com vs WordPress.org di bidang keamanan, WordPress.org masih lebih unggul.<\/span><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kelebihan-wordpress-com\"><b>Kelebihan WordPress.com<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah menyebutkan dan menjelaskan apa saja yang menjadi perbedaan WordPress.com&nbsp;dan WordPress.org, kini saatnya membahas kelebihan dari masing-masing platform. Platform pertama yang akan kami bahas adalah WordPress.com. Berikut beberapa kelebihannya:<\/span><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Membuat website jadi lebih mudah.<\/li>\n\n\n\n<li>Dashboard mudah dioperasikan, dan di dalamnya termuat berbagai macam fitur.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersedia puluhan tema gratis.<\/li>\n\n\n\n<li>Performa dan sistem keamanan yang dapat diandalkan.<\/li>\n<\/ul><p><span style=\"font-weight: 400\">Kekurangan terbesar WordPress.com adalah Anda tidak bisa menginstall plugin kecuali membeli dan mengaktifkan paket seharga $25. Keberadaan plugin menjadi salah satu faktor utama mengapa WordPress lebih sering dipilih untuk mengonlinekan blog dan website daripada platform lainnya. Karena itulah, kemudahan pemasangan plugin menjadi poin yang sangat signifikan.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk membuat blog atau website sederhana, WordPress.com bisa diandalkan. Bahkan dengan menggunakan platform ini, Anda tidak perlu mengelola hal-hal teknis lainnya &ndash; cukup tambahkan berbagai konten yang menarik.<\/span><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kelebihan-wordpress-org\"><b>Kelebihan WordPress.org<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Siapa pun tahu kalau WordPress.org populer dan banyak digunakan. Berikut beberapa alasan utama mengapa platform ini jadi pilihan terbaik:<\/span><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Platform ini bersifat open-source, dan itu berarti Anda punya kontrol penuh untuk mengelola setiap aspek yang ada di website.<\/li>\n\n\n\n<li>Dashboardnya punya banyak opsi dan mudah digunakan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersedia ribuan plugin dan tema yang dapat dikembangkan untuk membuat berbagai jenis website.<\/li>\n\n\n\n<li>Anda tidak perlu bertahan di satu provider saja karena WordPress dapat dijalankan di web hosting atau server mana pun.<\/li>\n<\/ul><p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, WordPress juga punya komunitas online yang besar. Adanya komunitas ini akan membantu user, baik yang baru maupun yang sudah lama, manakala menemui masalah atau error. Bahkan apa pun pertanyaan atau permasalahan yang dihadapi, di komunitas online ini, Anda bisa menemukan beragam tutorial, panduan, atau bahkan bertanya pada developer.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Mempelajari dan memahami WordPress.org, sayangnya, lebih rumit daripada WordPress.com. Tak hanya itu, Anda juga harus mengetahui berbagai cara untuk mengamankan website serta mengoptimasi performanya. Namun, sesulit-sulitnya memahami WordPress, Anda sebagai seorang user pemula tetap bisa dan mampu mempelajarinya. Banyaknya opsi kustomisasi memudahkan Anda dalam mengelola dan mengembangkan website. Karena itulah, setelah membahas perbedaan WordPress.com dan WordPress.org, kami berpendapat bahwa WordPress.org&nbsp;<\/span><span style=\"font-weight: 400\">yang adalah self-hosted WordPress tetap menjadi pilihan terbaik.<\/span><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\"><b>Kesimpulan<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Sekilas ada banyak sekali persamaan antara <a href=\"https:\/\/wordpress.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WordPress.org<\/a> dan <a href=\"http:\/\/wordpress.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WordPress.com<\/a>. Namun, ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk membandingkan WordPress.com vs WordPress.org. Walaupun kedua platform ini &lsquo;saudara&rsquo;, WordPress.org tetap unggul dari segi fitur karena sifat open source-nya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi Anda yang tidak ingin repot-repot membeli hosting dan domain dan hanya berencana untuk membuat blog dan website sederhana, maka WordPress.com adalah alternatif yang patut dicoba. Namun, kalau Anda menginginkan kebebasan dalam mengoptimasi berbagai aspek website, maka pilihlah WordPress.org.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Bagaimana pendapat Anda tentang perbandingan dan perbedaan WordPress.com dan WordPress.org? Silakan tulis pendapat Anda pada kolom komentar di bawah ini!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau sering menjelajahi internet, Anda pasti pernah mendengar atau bahkan sudah tahu tentang WordPress. Tapi, apa Anda sudah tahu kalau sebenarnya platform ini memiliki dua versi, yaitu WordPress.com dan WordPress.org? Kedua versi WordPress ini juga sangat berbeda satu sama lain dari berbagai aspek. Penting untuk mengetahui perbedaan dasarnya lebih dulu, khususnya jika Anda akan membuat [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/wordpress-com-vs-wordpress-org\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":26675,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Perbedaan WordPress.com vs WordPress.org + Perbandingannya","rank_math_description":"Meskipun sama-sama dari WordPress, ada beberapa perbedaan antara WordPress.com vs WordPress.org. Yuk, cari tahu lebih lanjut di artikel ini!","rank_math_focus_keyword":"wordpress.com vs wordpress.org, perbedaan wordpress.com dan wordpress.org, beda wordpress.com dan wordpress.org, wordpress.org vs wordpress.com","footnotes":""},"categories":[4859],"tags":[8327,8000,8086,7996,8058,8059,7932,7718,8324,7982,7894,8149,7739,4860,8322,8325,8323,8326],"class_list":["post-7873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wordpress","tag-beda-wordpress-com-dan-wordpress-org","tag-domain-murah","tag-hosting-gratis","tag-hosting-indonesia","tag-hosting-murah","tag-hosting-terbaik","tag-nama-domain","tag-plugin-wordpress","tag-self-hosted-platform","tag-web-hosting-indonesia","tag-web-hosting-murah","tag-web-hosting-terbaik","tag-website-wordpress","tag-wordpress","tag-wordpress-com","tag-wordpress-com-vs-wordpress-org","tag-wordpress-org","tag-wordpress-org-vs-wordpress-com"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/wordpress-org-vs-wordpress-com","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/wordpress-com-ou-wordpress-org","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/wordpresscom-ou-org","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/wordpress-com-vs-wordpress-org","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wordpress-com-vs-wordpress-org","default":0},{"locale":"de-DE","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/de\/tutorials\/wordpress-com-vs-wordpress-org","default":0},{"locale":"nl-NL","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/nl\/tutorials\/wordpress-com-vs-wordpress-org","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/wordpress-org-vs-wordpress-com","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/wordpress-org-vs-wordpress-com","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/wordpress-org-vs-wordpress-com","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/wordpress-com-vs-wordpress-org","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/wordpress-com-vs-wordpress-org","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/wordpress-com-vs-wordpress-org","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/wordpress-com-ou-wordpress-org","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/wordpress-org-vs-wordpress-com","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/wordpress-org-vs-wordpress-com","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/wordpress-org-vs-wordpress-com","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/wordpress-org-vs-wordpress-com","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7873"}],"version-history":[{"count":23,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7873\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42239,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7873\/revisions\/42239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}