{"id":7570,"date":"2019-02-07T04:11:47","date_gmt":"2019-02-07T04:11:47","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=7570"},"modified":"2025-12-18T23:26:11","modified_gmt":"2025-12-18T16:26:11","slug":"apa-itu-css","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/apa-itu-css","title":{"rendered":"Apa itu CSS? Pengertian, fungsi, dan cara kerjanya"},"content":{"rendered":"<p>Cascading Style Sheets atau CSS adalah bahasa pemrograman berbasis aturan yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C) pada tahun 1996. CSS dikembangkan karena HTML yang berfungsi untuk memformat halaman web tidak bisa menambahkan gaya atau tata letak tingkat lanjut.<\/p><p>Misalnya, pada HTML versi 3.2, sudah diperkenalkan tag <strong>&lt;font&gt;<\/strong> agar gaya teks bisa diubah. Namun, web designer amatir menyalahgunakannya dan tidak ada opsi fallback seperti yang sekarang tersedia di CSS. Jadi, pilihan terbaiknya adalah tetap memisahkan pemformatan (HTML) dan penataan gaya (CSS).<\/p><p>CSS secara teknis memang bukan elemen wajib, tapi halaman web yang hanya menampilkan elemen HTML akan terlihat sangat kosong dan tidak modern. Penasaran tentang CSS? Yuk lanjutkan membaca artikel ini!<\/p><p class=\"has-text-align-center\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/CSS-3-Cheatsheet.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Download CSS Cheat Sheet<\/a><\/p><p>\n\n\n\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h2 class=\"featured-snippet title\">Apa Itu CSS?<\/h2>\n                    <p>CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets, yaitu bahasa kode yang digunakan untuk menambahkan gaya pada elemen yang ditulis dalam bahasa markup seperti HTML. CSS berfungsi untuk membedakan desain visual website dari tampilan konten. HTML mengatur sususnan konten website, sedangkan CSS mengatur desain visual dan estetikanya.<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kelebihan-css\">Kelebihan CSS<\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Mudah bagi Anda untuk mengetahui mana website yang menggunakan CSS dan mana yang tidak.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Anda pasti pernah membuka website, tapi sesaat kemudian gagal loading dan malah menampilkan background putih yang didominasi teks hitam dan biru. Situasi ini menggambarkan bahwa CSS pada situs tersebut tidak dapat di-load dengan benar atau situs sama sekali tidak memiliki CSS. Umumnya, situs seperti ini hanya menerapkan HTML.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum menggunakan CSS, semua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">stylizing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">harus disertakan ke dalam markup HTML. Itu berati Anda harus mendeskripsikan semua background, warna font, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">alignment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan lain-lain secara terpisah.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan CSS, Anda dapat mengatur tampilan semua aspek pada file yang berbeda, lalu menentukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">style<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, kemudian mengintegrasikan file CSS di atas markup HTML. Alhasil, markup HTML bisa lebih mudah di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">maintain<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Singkatnya, dengan CSS, Anda tidak perlu mendeskripsikan tampilan dari masing-masing elemen secara berulang-ulang. Anda tidak membuang-buang waktu, kode yang digunakan pun lebih singkat, dan error dapat diminimalisir.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Karena opsi kustomisasi yang ada hampir tak terbatas, CSS memungkinkan Anda untuk menerapkan berbagai macam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">style <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pada satu halaman HTML. <\/span><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-kerja-css\">Cara Kerja CSS<\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">CSS menggunakan bahasa Inggris sederhana berbasis syntax yang dilengkapi dengan sekumpulan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">rule<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang mengaturnya. Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, HTML tidak dibuat untuk menerapkan elemen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">style<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, hanya markup halaman saja. HTML dirancang semata-mata untuk mendeskripsikan konten. Sebagai contoh: <\/span><b>&lt;p&gt;This is a paragraph.&lt;\/p&gt;.<\/b><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Satu yang menjadi pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">style <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">paragraf? Struktur syntax CSS cukup sederhana. Struktur ini memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">selector<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">declaration block<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Pilih elemen yang diinginkan, kemudian deklarasi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">declare) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang harus Anda lakukan terhadap elemen tersebut. Sangat mudah, kan?<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Ada berbagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">rule<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang harus diingat. Meskipun demikian, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">rule<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> struktur cukup simpel dan sederhana.<\/span><\/p><p><i><span style=\"font-weight: 400\">Selector<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mengarah ke elemen HTML yang ingin Anda ubah tampilannya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Declaration block<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memuat satu atau lebih banyak deklarasi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">declaration<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) yang dipisahkan dengan tanda titik koma. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Setiap deklarasi menyertakan nama dan value dari properti CSS, yang dipisahkan dengan tanda koma. Umumnya deklarasi CSS diakhiri dengan tanda titik koma, sedangkan declaration block dikelilingi oleh tanda kurung kurawal.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Mari kita lihat contoh di bawah ini:<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Semua elemen <\/span><b>&lt;p&gt;<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> ditandai dengan warna biru dan hurufnya ditebalkan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bold<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">).<\/span><\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"css\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">p {\n color: blue;\n font-weight: bold;\n}<\/pre><p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh lain, semua elemen <\/span><b>&lt;p&gt;<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> diposisikan di tengah (center-aligned), dengan lebar 16x, dan berwarna pink.<\/span><\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"css\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">p {\n   text-align: center;\n   font-size: 16px;\n   color: pink;\n}<\/pre><p><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya, mari kita bahas beberapa style CSS, yaitu Inline, External, dan Internal.<\/span><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-css-style-internal-external-dan-inline\">CSS Style Internal, External, dan Inline<\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Kami akan membahas masing-masing CSS Style secara singkat. Untuk informasi atau pembahasan yang lebih mendalam, kami menyertakan link di bawah ikhtisar.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">CSS Style <\/span><b>Internal<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> diload setiap kali website di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">refresh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan kekurangannya adalah waktu loading semakin lama. CSS style yang sama pun tidak dapat digunakan di halaman lain karena sudah aktif terlebih dulu di suatu halaman.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Namun di balik kekurangannya, CSS Style Internal memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya adalah kemudahan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sharing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> template untuk pratinjau (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">preview<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) karena CSS hanya ada di satu halaman.<\/span><\/p><p><b>External<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan CSS style yang paling mudah dan tidak menyulitkan. Semuanya dilakukan secara eksternal pada file <\/span><b>.css<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Styling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dilakukan di file terpisah, lalu terapkan CSS ke halaman mana pun yang Anda inginkan. Sayangnya, CSS Style External juga memperlama waktu loading.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">CSS Style <\/span><b>Inline<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> menggunakan elemen spesifik yang memuat tag &lt;style&gt;. Karena setiap komponen harus di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">stylize<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, maka Inline bukan metode yang tepat jika Anda ingin menggunakan CSS dengan cepat.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Namun di sisi lain, hal tersebut mendatangkan keuntungan. Misalnya, jika Anda ingin mengubah satu elemen, atau menampilkan pratinjau dengan cepat, atau Anda tidak punya akses ke file CSS.<\/span><\/p><p>Untuk mengetahui lebih lanjut, silakan baca artikel kami tentang <a href=\"\/id\/tutorial\/perbedaan-inline-css-external-css-dan-internal-css\">perbedaan CSS internal, external, dan inline<\/a>.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29634\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut beberapa poin yang dapat disimpulkan dari artikel ini<\/span>:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>CSS dibuat untuk dapat bekerja bersama dengan bahasa markup seperti HTML. Biasanya CSS digunakan untuk mengatur tampilan halaman.<\/li>\n\n\n\n<li>Ada tiga style di CSS, dan untuk menerapkan CSS di banyak halaman pada waktu bersamaan, gunakan External style.<\/li>\n\n\n\n<li>Saat ini sudah banyak website yang menggunakan CSS. Hal ini dikarenakan CSS adalah salah satu bahasa markup yang diwajibkan ada.<\/li>\n<\/ul><p><span style=\"font-weight: 400\">Semoga artikel ini dapat berguna bagi Anda. Jika punya pertanyaan tentang apa itu CSS, silakan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.<\/span><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tanya-jawab-faq-apa-itu-css\">Tanya Jawab (FAQ) Apa Itu CSS<\/h2><div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-69442b2390ceb\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa Arti CSS?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets, yaitu bahasa pemrograman yang digunakan untuk menentukan gaya halaman website.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442b2390cef\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa Fungsi CSS?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>CSS berfungsi untuk memberi tahu web browser tentang tampilan suatu website. CSS tidak bisa digunakan untuk membuat elemen halaman baru, tapi bisa mengatur dan menata elemen HTML pada website.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442b2390cf0\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa Jenis-Jenis CSS?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Ada 3 jenis CSS yang berbeda: CSS inline, CSS internal atau embedded, dan CSS eksternal.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442b2390cf1\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa Perbedaan HTML dan CSS?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Sebagai bahasa pemrograman markup, HTML digunakan untuk memformat teks dan elemen lain pada website statis. Sebaliknya, CSS adalah bahasa yang digunakan untuk menentukan gaya dan tampilan keseluruhan bagi file dan elemen halaman yang ditulis dalam bahasa markup seperti HTML.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cascading Style Sheets atau CSS adalah bahasa pemrograman berbasis aturan yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C) pada tahun 1996. CSS dikembangkan karena HTML yang berfungsi untuk memformat halaman web tidak bisa menambahkan gaya atau tata letak tingkat lanjut. Misalnya, pada HTML versi 3.2, sudah diperkenalkan tag &lt;font&gt; agar gaya teks bisa diubah. Namun, [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-css\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Apa Itu CSS? Pengertian CSS, Fungsi, dan Cara Kerjanya","rank_math_description":"CSS adalah bahasa yang digunakan dalam coding untuk menciptakan visual dari bahasa markup seperti HTML. Baca apa itu CSS di sini yuk!","rank_math_focus_keyword":"apa itu css, css adalah, kelebihan css, cara kerja css","footnotes":""},"categories":[7890],"tags":[8224,5002,8222,5225,8221,5457,5453,5455,8219,4890,8015,8086,7996,8059,5552,8223,8225,8226,7958,7932,8220,8227,8228,7982,8149,6577,8229],"class_list":["post-7570","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-glosarium","tag-bahasa-markup","tag-buat-website","tag-cara-kerja-css","tag-css","tag-css-adalah","tag-css-external","tag-css-inline","tag-css-internal","tag-css-style","tag-domain","tag-domain-gratis","tag-hosting-gratis","tag-hosting-indonesia","tag-hosting-terbaik","tag-html","tag-kelebihan-css","tag-kode-css","tag-kode-html","tag-markup","tag-nama-domain","tag-pengertian-css","tag-tool-builder","tag-web-builder","tag-web-hosting-indonesia","tag-web-hosting-terbaik","tag-website","tag-website-builder"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/what-is-css","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/o-que-e-css-guia-basico-de-css","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/css-cest-quoi","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/que-es-css","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/apa-itu-css","default":0},{"locale":"de-DE","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/de\/tutorials\/was-ist-css","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/what-is-css","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/what-is-css","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/what-is-css","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/que-es-css","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/que-es-css","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/que-es-css","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/o-que-e-css-guia-basico-de-css","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/what-is-css","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/what-is-css","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/what-is-css","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/what-is-css","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7570"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7570\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46954,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7570\/revisions\/46954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}