{"id":7394,"date":"2019-01-10T17:26:46","date_gmt":"2019-01-10T17:26:46","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=7394"},"modified":"2025-12-18T23:34:39","modified_gmt":"2025-12-18T16:34:39","slug":"cara-menggunakan-vps","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-vps","title":{"rendered":"Cara menggunakan VPS dan panduan hosting website di VPS"},"content":{"rendered":"<p>Apabila Anda membutuhkan layanan web hosting yang fleksibel dan bisa diatur sesuai kebutuhan, <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-vps\">VPS adalah<\/a> pilihan yang tepat. Meski begitu, pemula yang belum terbiasa dengan command-line interface mungkin akan sedikit kesulitan untuk menggunakan VPS.<\/p><p>Nah, tutorial kami kali ini akan menjelaskan cara menggunakan VPS yang bisa diikuti oleh pemula maupun pengguna tingkat lanjut. Di tutorial ini, kami akan menggunakan <a href=\"\/id\/hosting-vps\">VPS Hostinger<\/a> dengan command-line interface (CLI).<\/p><p>Kemudian, kami akan menjelaskan cara hosting website dengan VPS. Anda juga akan mempelajari penggunaan <strong>Kodee<\/strong>, asisten AI gratis dari Hostinger untuk mengelola VPS dengan mudah meskipun belum menguasai hal-hal teknis. Baca tutorialnya di bawah ini yuk!<\/p><p><strong>Penjelasan Singkat tentang Cara Setting VPS:<\/strong><\/p><figure tabindex=\"0\" class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Pengetahuan yang Diperlukan<\/td><td>Pemahaman dasar tentang Linux, SSH, dan pengelolaan server<\/td><\/tr><tr><td>Hak Istimewa yang Dibutuhkan<\/td><td>Hak akses user root atau sudo<\/td><\/tr><tr><td>Tingkat Kesulitan<\/td><td>Pemula<\/td><\/tr><tr><td>Tujuan Utama<\/td><td>Mengatur VPS, menghosting website di VPS<\/td><\/tr><tr><td>Kompatibilitas OS<\/td><td>Berbagai distribusi Linux<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Linux-Commands-Cheatsheet-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-27615\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-hal-hal-dasar-seputar-konfigurasi-vps\">Hal-Hal Dasar seputar Konfigurasi VPS<\/h2><p>Dengan paket shared hosting, provider akan menyiapkan server dan softwarenya untuk Anda, termasuk control panel hosting. Anda bisa mengonfigurasi akun hosting, tapi tidak bisa mengonfigurasi pengaturan server host.<\/p><p>Di sisi lain, VPS memungkinkan Anda mengaturnya dengan bebas. Anda bisa menginstal <a href=\"\/id\/tutorial\/control-panel-hosting\">control panel hosting<\/a> dan mengonfigurasi lingkungan server sesuai keinginan. Provider VPS hanya akan mengatur teknologi virtualisasi dan web server, seperti LiteSpeed atau Apache.<\/p><p>Karena harus memilih dan menginstal control panel atau software sendiri, user mungkin perlu waktu lebih lama untuk setup VPS. User yang <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-migrasi-website-ke-vps\">pindah dari shared hosting ke VPS<\/a> harus mempelajari hal-hal seputar pengelolaan server, seperti menginstal sistem operasi virtual.<\/p><p>Developer biasanya menangani VPS menggunakan protokol jaringan <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-ssh-dan-cara-kerja-ssh\">secure shell (SSH)<\/a> melalui aplikasi seperti <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-putty-untuk-ssh-ke-vps\">PuTTY<\/a>. Aplikasi ini memungkinkan mereka terhubung ke server, mentransfer file, dan menjalankan command dari jarak jauh untuk alur kerja yang lebih efisien.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/antarmuka-ssh-client-putty.png\" alt=\"antarmuka ssh client putty\" style=\"object-fit:cover\"><\/figure><\/div><p>Atau, Anda bisa menginstal control panel VPS dengan GUI (antarmuka pengguna grafis) untuk administrasi server yang lebih praktis. Kami merekomendasikannya untuk user pemula yang belum terbiasa dengan coding dan aplikasi CLI.<\/p><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> VPS tidak sama dengan dedicated server. VPS menggunakan mesin virtual untuk membuat beberapa lingkungan hosting dalam satu sistem. Sementara itu, dedicated server mengalokasikan sistem fisik untuk setiap pengguna.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-menggunakan-vps-dalam-6-langkah\">Cara Menggunakan VPS dalam 6 Langkah<\/h2><p>Ada 6 langkah penting yang perlu dilakukan untuk memastikan VPS Anda aman dan berperforma optimal. Apabila belum pernah menggunakan CLI, Anda bisa mempelajari <a href=\"\/id\/tutorial\/perintah-dasar-linux\">perintah Linux<\/a> dulu sebelum melanjutkan tutorial ini.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-pilih-dan-dapatkan-paket-vps-hosting\">1. Pilih dan Dapatkan Paket VPS Hosting<\/h3><p>Saat <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-memilih-hosting-yang-bagus\">memilih paket hosting<\/a>, pertimbangkan faktor-faktor seperti dukungan, performa, alokasi resource server, harga, dan fitur-fitur keamanannya. Untuk membantu Anda menentukan pilihan, silakan baca artikel kami tentang <a href=\"\/id\/tutorial\/rekomendasi-penyedia-vps-terbaik\">rekomendasi penyedia VPS terbaik<\/a>.<\/p><p>Sebagai contoh, Hostinger menawarkan berbagai paket VPS hosting dengan harga mulai dari <strong>Rp135900.00\/bulan.<\/strong><\/p><p>Paket yang kami sediakan berbeda-beda dari segi resource hardware server. Namun, fitur-fiturnya serupa termasuk dukungan snapshot dan akses root. Anda bisa upgrade paket VPS kapan saja melalui control panel hosting kami, <a href=\"\/id\/tutorial\/hpanel-tutorial\">hPanel<\/a>.<\/p><p>Paket-paket ini juga menyertakan berbagai fitur keamanan canggih seperti <a href=\"https:\/\/suhosin.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Suhosin PHP hardening<\/a>. Selain itu, Hostinger menyediakan dukungan 24\/7 dan Kodee untuk membantu Anda menangani tugas-tugas pengelolaan VPS.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69f8765cb734c\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1133\" height=\"579\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/10\/kodee-hpanel-cron-job.png\/public\" alt=\"tampilan kodee di hpanel menunjukkan hasil prompt untuk cron job\" class=\"wp-image-40690\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/10\/kodee-hpanel-cron-job.png\/w=1133,fit=scale-down 1133w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/10\/kodee-hpanel-cron-job.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/10\/kodee-hpanel-cron-job.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/10\/kodee-hpanel-cron-job.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/10\/kodee-hpanel-cron-job.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1133px) 100vw, 1133px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Setelah mendapatkan paket VPS dari Hostinger, buka <strong>VPS<\/strong> pada menu bagian atas <strong>hPanel<\/strong>, lalu klik <strong>Setup<\/strong> pada paket yang dimaksud. Masukkan semua informasi yang diperlukan, kemudian pilih template sistem operasi yang Anda inginkan untuk menyelesaikan prosesnya.<\/p><p>Paket VPS hosting di Hostinger mendukung sebagian besar <a href=\"\/id\/tutorial\/distro-linux-terbaik\">distribusi Linux<\/a>, termasuk CentOS, Ubuntu, dan Debian. Anda bisa beralih sistem operasi VPS setelahnya, tapi lakukan dengan hati-hati karena data Anda akan dihapus.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/hosting-vps\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29630\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-login-ke-vps-menggunakan-secure-shell-ssh\">2. Login ke VPS Menggunakan Secure Shell (SSH)<\/h3><p>Pada menu pengelolaan VPS, buka <strong>Ringkasan<\/strong> &rarr; <strong>Akses SSH<\/strong> untuk menemukan alamat IP server, port SSH default, dan kredensial login root Anda. Semua informasi ini digunakan untuk tersambung ke server menggunakan layanan SSH.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69f8765cb9bb6\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1183\" height=\"380\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/ringkasan-ssh-hpanel.png\/public\" alt=\"bagian ringkasan vps di hpanel menampilkan detail ssh\" class=\"wp-image-43949\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/ringkasan-ssh-hpanel.png\/w=1183,fit=scale-down 1183w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/ringkasan-ssh-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/ringkasan-ssh-hpanel.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/ringkasan-ssh-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/ringkasan-ssh-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1183px) 100vw, 1183px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Anda juga bisa menemukan command untuk tersambung melalui Terminal di macOS atau Linux. Setelah menjalankan command di Terminal, masukkan password root untuk tersambung ke VPS Anda.<\/p><p>Bagi user Windows, gunakan klien SSH seperti PuTTY. Setelah menginstalnya, ikuti langkah-langkah berikut untuk tersambung ke server Anda:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka aplikasi PuTTY.<\/li>\n\n\n\n<li>Salin <strong>IP address<\/strong> dan <strong>SSH port<\/strong> server Anda dari hPanel. Nilai port SSH default adalah <strong>22<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Tempel IP address dan port SSH ke kolom yang sesuai. Klik <strong>Open<\/strong> untuk melanjutkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan <strong>username<\/strong> dan <strong>password<\/strong> root VPS Anda. Untuk alasan keamanan, password tidak akan ditampilkan saat Anda mengetiknya.<\/li>\n<\/ol><p>Setelah tersambung ke VPS, jalankan command pada baris baru untuk mengonfigurasinya. Masukkan <strong>help<\/strong> di command line untuk melihat daftar command SSH yang tersedia.<\/p><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Setelah berhasil tersambung ke VPS, sebaiknya <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-ganti-port-ssh-di-vps\">ubah port listening default SSH<\/a> untuk mencegah hacker mengakses server Anda. Untuk melakukannya, Anda bisa mengedit file konfigurasi SSH.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><p>Atau, gunakan terminal bawaan hPanel, yang bisa digunakan pengguna melalui web browser. Untuk mengaksesnya, klik VPS yang ingin Anda kelola &rarr; <strong>Ringkasan<\/strong> &rarr; <strong>Terminal browser<\/strong>.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69f8765cba665\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1206\" height=\"456\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/terminal-browser-vps-hpanel.png\/public\" alt=\"ringkasan vps di hpanel dengan tombol terminal browser yang dipilih\" class=\"wp-image-43950\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/terminal-browser-vps-hpanel.png\/w=1206,fit=scale-down 1206w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/terminal-browser-vps-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/terminal-browser-vps-hpanel.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/terminal-browser-vps-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/terminal-browser-vps-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1206px) 100vw, 1206px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-update-vps\">3. Update VPS<\/h3><p>Menggunakan software yang lama tidak diupdate bisa menimbulkan risiko pada server Anda dan membahayakan data pengunjung website. Selain meningkatkan keamanan, mengupdate VPS juga memastikan Anda bisa memanfaatkan fitur-fitur terbaru dan peningkatan performa.<\/p><p>Untuk mengupdate VPS Anda, jalankan command berikut guna mengecek dan menginstal semua update yang tersedia untuk server Anda:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">apt update\n\napt upgrade<\/pre><p>Proses ini mungkin memerlukan waktu beberapa jam tergantung pada jumlah update, ukuran patch, dan kecepatan internet Anda. Setelah selesai, masukkan command <strong>reboot<\/strong> untuk memulai ulang VPS dan tersambung kembali menggunakan layanan SSH.<\/p><p>Penting untuk reboot sistem guna memastikan semua pembaruan sudah terinstal dengan benar. Kalau tidak, software lama mungkin masih berjalan di latar belakang dan mengganggu penerapan update.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-buat-user-baru-dan-ubah-hak-istimewanya\">4. Buat User Baru dan Ubah Hak Istimewanya<\/h3><p>Untuk mengelola VPS bersama tim Anda dan mengontrol administrasinya secara lebih ketat, Anda bisa menambahkan user SSH baru dengan hak istimewa yang berbeda.<\/p><p>Memberikan hak istimewa user <strong>root<\/strong> secara eksklusif bisa membuat server Anda rentan terhadap kesalahan pengelolaan dan error. Akun dengan izin <strong>superuser<\/strong> bisa mengakses dan memodifikasi semua aspek server. Jadi, kesalahan yang terjadi dengan akun <strong>root<\/strong> bisa menyebabkan masalah serius.<\/p><p>Membuat akun normal dengan izin superuser membantu meminimalkan risiko ini karena memerlukan prefix <strong>sudo <\/strong>untuk menjalankan perintah dengan hak istimewa administratif penuh, misalnya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo dnf update<\/pre><p>Selain <strong>sudo<\/strong>, VPS Anda akan meminta kredensial login administrator untuk mencegah eksekusi perintah yang tidak disengaja.<\/p><p>Untuk membuat akun user baru, sambungkan ke akun user root server dan masukkan command berikut ini. Ganti <strong>username<\/strong> dengan nama akun yang Anda inginkan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">adduser username<\/pre><p>Kemudian, tambahkan user yang baru ke grup <strong>sudo<\/strong> untuk memberikan hak istimewa administratif menggunakan command berikut ini. Ganti <strong>username<\/strong> dengan pengguna yang dimaksud:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\"># usermod -aG sudo username<\/pre><p>Terakhir, tetapkan password baru untuk user tersebut. Gunakan kredensial login ini untuk tersambung ke VPS menggunakan SSH client atau Terminal. Ulangi langkah di atas untuk menambahkan lebih banyak user SSH ke VPS Anda.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-aktifkan-autentikasi-kunci-publik\">5. Aktifkan Autentikasi Kunci Publik<\/h3><p><strong>Autentikasi kunci publik<\/strong> mengamankan koneksi SSH menggunakan pasangan public dan private key (kunci publik dan kunci pribadi). Metode ini meningkatkan keamanan VPS karena lebih sulit dipecahkan dan lebih aman daripada password biasa.<\/p><p>Server menyimpan kunci publik yang akan digunakannya untuk mengautentikasi kunci pribadi. Kunci pribadi hanya bisa diakses oleh pihak yang berwenang, seperti administrator sistem. Selain kunci pribadi, Anda memerlukan password untuk login.<\/p><p>Langkah-langkah pembuatan autentikasi kunci publik bervariasi tergantung pada sistem operasi VPS dan SSH client Anda. Karena kami menggunakan Windows di tutorial ini, Anda bisa membaca artikel kami lainnya untuk mempelajari <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-ssh-ssh-keys\">cara membuat SSH key<\/a> di Linux dan macOS.<\/p><p>Selanjutnya, ikuti langkah-langkah berikut untuk menghasilkan SSH key menggunakan <a href=\"https:\/\/www.ssh.com\/ssh\/putty\/windows\/puttygen\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PuTTYgen<\/a>, yang seharusnya sudah terinstal dengan PuTTY:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka aplikasi PuTTYgen.<\/li>\n\n\n\n<li>Konfigurasikan pengaturannya, seperti jenis kunci dan ukuran bit. Di sini, kami akan menggunakan konfigurasi default. Klik <strong>Generate<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Tunggu hingga PuTTYgen menghasilkan kunci. Gerakkan kursor Anda untuk mengacak pasangan kunci.<\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan frasa sandi kunci, yang berfungsi sebagai password untuk pasangan kunci.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>Save private key<\/strong> untuk menyimpan kunci di komputer Anda.<\/li>\n<\/ol><p>Biarkan PuTTYgen tetap terbuka karena kami akan memindahkan kunci publik ke VPS Anda. Sebelum melanjutkan, pastikan Anda sudah <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-install-menggunakan-nano-text-editor\">menginstal Nano text editor<\/a>. Kemudian, sambungkan menggunakan PuTTY dengan akses <strong>root <\/strong>dan ikuti langkah-langkah berikut:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Masukkan command berikut untuk beralih ke akun baru Anda. Ganti <strong>username<\/strong> dengan akun Anda.<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">su &ndash; username<\/pre><ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Jalankan command berikut untuk membuat folder baru bagi kunci publik, membatasi izinnya, dan membuka file <strong>authorized_key<\/strong> dengan Nano.<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">mkdir ~\/.ssh\n\nchmod 700 ~\/.ssh\n\nnano ~\/.ssh\/authorized_key<\/pre><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Setelah Nano terbuka, paste kunci publik Anda dari PuTTYGen. Tekan <strong>Ctrl + X<\/strong> untuk menutup editor teks dan <strong>Y<\/strong> untuk mengonfirmasi perubahan.<\/li>\n\n\n\n<li>Ubah izin file menggunakan command berikut ini.<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">chmod 600 ~\/.ssh\/authorized_keys<\/pre><ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Kembali ke user <strong>root<\/strong> server untuk menyelesaikan proses menggunakan command di bawah ini.<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">exit<\/pre><p>Sekarang, ikuti langkah-langkah mengubah pengaturan SSH client berikut ini untuk menggunakan kunci pribadi untuk mengautentikasi koneksi SSH:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Dari menu utama PuTTY, buka <strong>Connection&nbsp;<\/strong>&rarr;&nbsp;<strong>SSH&nbsp;<\/strong>&rarr;&nbsp;<strong>Auth<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>Browse<\/strong> pada kolom <strong><strong>Private key file for authentication<\/strong><\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih file kunci pribadi yang tadi sudah Anda simpan, lalu pilih <strong>Ok.<\/strong><\/li>\n<\/ol><p>Setelah pasangan kunci ditetapkan, nonaktifkan mekanisme autentikasi password akun VPS Anda untuk user yang baru. Untuk melakukannya, buat sambungan ke server sebagai user baru dan jalankan command berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo nano \/etc\/ssh\/sshd_config<\/pre><p>Setelah itu, file <strong>sshd_config<\/strong> akan terbuka di Nano text editor. Cari baris <strong>PasswordAuthentication<\/strong>, hapus tanda <strong>#<\/strong> di depannya, lalu ubah nilai <strong>Yes<\/strong> menjadi <strong>No<\/strong>.<\/p><p>Tutup editor teks dan masukkan command <strong>reboot<\/strong> untuk memulai ulang VPS. Apabila perubahan berhasil diterapkan, server Anda akan meminta kunci pribadi dan password untuk mengautentikasi koneksi SSH.<\/p><p>\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\">Tips Berguna<\/h4>\n                    <p>Anda juga bisa <a href=\"https:\/\/support.hostinger.com\/id\/articles\/5634532-cara-membuat-dan-menambahkan-ssh-keys-di-hpanel\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menambahkan kunci SSH ke VPS melalui hPanel<\/a>.<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-6-konfigurasikan-firewall-untuk-vps\">6. Konfigurasikan Firewall untuk VPS<\/h3><p>Tidak seperti layanan shared hosting, user harus mengonfigurasi fitur keamanan secara manual untuk VPS. Beberapa provider memiliki prosedur keamanan tingkat server, tapi Anda mungkin masih membutuhkan perlindungan tambahan.<\/p><p>Ada berbagai <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-mengamankan-vps\">cara mengamankan VPS<\/a> yang bisa Anda lakukan, salah satunya adalah mengaktifkan firewall. Dengannya, Anda bisa menetapkan aturan untuk secara otomatis memfilter traffic yang masuk dan keluar server. Sebab, penjahat cyber bisa memanfaatkan traffic untuk melancarkan serangan.<\/p><p>Sebaiknya aktifkan firewall yang disebut <strong>iptables<\/strong>. Karena prosesnya memerlukan banyak langkah dan command, Anda bisa menyimak <a href=\"\/id\/tutorial\/iptables-tutorial\">tutorial iptables<\/a> kami untuk informasi selengkapnya. Anda cukup mengonfigurasinya sekali saja, kecuali ingin menambahkan aturan lain.<\/p><p>Atau, Anda bisa menggunakan Firewall VPS Hostinger yang terintegrasi. Untuk mengaktifkan, pilih VPS Anda di hPanel, lalu buka bagian <strong>Keamanan<\/strong> &rarr; <strong>Firewall<\/strong>:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"244\" height=\"344\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/firewall-sidebar-hpanel.png\/public\" alt=\"tampilan bagian firewall vps di sidebar hpanel\" class=\"wp-image-43144\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/firewall-sidebar-hpanel.png\/w=244,fit=scale-down 244w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/firewall-sidebar-hpanel.png\/w=213,fit=scale-down 213w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/firewall-sidebar-hpanel.png\/w=106,fit=scale-down 106w\" sizes=\"(max-width: 244px) 100vw, 244px\" \/><\/figure><\/div><p>Pilih <strong>Buat konfigurasi firewall<\/strong>, dan beri nama konfigurasi Anda:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/memberi-nama-konfigurasi-firewall-di-hpanel.png\" alt=\"memberi nama konfigurasi firewall di hpanel\"><\/figure><\/div><p>Pilih <strong>Edit<\/strong>:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69f8765cbe71e\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"270\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/01\/edit-aturan-firewall-vps-hpanel.png\/public\" alt=\"tampilan bagian firewall di hpanel dengan tombol edit yang dipilih\" class=\"wp-image-43970\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/01\/edit-aturan-firewall-vps-hpanel.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/01\/edit-aturan-firewall-vps-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/01\/edit-aturan-firewall-vps-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/01\/edit-aturan-firewall-vps-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Tambahkan peraturan traffic masuk yang diinginkan, lalu tambahkan ke dalam daftar. Perubahan akan diterapkan secara real-time:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69f8765cc0a31\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1125\" height=\"586\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/01\/konfigurasi-firewall-vps-hpanel.png\/public\" alt=\"tampilan bagian konfigurasi untuk menambahkan aturan firewall vps di hpanel\" class=\"wp-image-43971\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/01\/konfigurasi-firewall-vps-hpanel.png\/w=1125,fit=scale-down 1125w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/01\/konfigurasi-firewall-vps-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/01\/konfigurasi-firewall-vps-hpanel.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/01\/konfigurasi-firewall-vps-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/01\/konfigurasi-firewall-vps-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1125px) 100vw, 1125px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-hosting-website-menggunakan-vps\">Cara Hosting Website Menggunakan VPS<\/h2><p>Setelah menyelesaikan cara setting VPS di atas, Anda bisa mulai menghosting website atau aplikasi web menggunakan VPS. Selain menggunakan command-line interface, Anda bisa menginstal control panel GUI agar lebih mudah.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-instal-cyberpanel\">1. Instal CyberPanel<\/h3><p>VPS hosting di Hostinger mendukung berbagai control panel, termasuk <strong>cPanel<\/strong>, <a href=\"\/id\/vps\/plesk-hosting\">Plesk<\/a>, DirectAdmin, dan <a href=\"\/id\/cyberpanel-vps-hosting\">CyberPanel<\/a>. User bisa memilih dua metode penginstalan: menggunakan template atau secara manual dengan sistem operasi virtual biasa.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/antarmuka-dashboard-utama-CyberPanel.png\" alt=\"antarmuka dashboard utama CyberPanel\"><\/figure><\/div><p>Bagi pemula, kami menyarankan untuk menggunakan template sistem operasi karena langkah-langkahnya lebih mudah.<\/p><p>Perlu diingat bahwa user tidak bisa bebas memilih kombinasi control panel dan sistem operasi. Anda boleh memilih distribusi Linux lain, tapi pada contoh ini, kami akan menginstal <strong>AlmaLinux 8 64bit with CyberPanel<\/strong>.<\/p><p>\n\n\n    <p class=\"warning\">\n        Backup VPS Anda lebih dulu sebelum mengganti sistem operasi server.    <\/p>\n    \n\n\n\n<\/p><p>Lewati langkah ini kalau Anda sudah memilih template pada proses setup VPS di awal. Kalau belum, ikuti langkah-langkah berikut:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka hPanel, lalu pilih <strong>VPS<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik tombol <strong>Kelola<\/strong> di samping VPS Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Dari sidebar, pilih <strong>OS &amp; Panel<\/strong> &rarr; <strong>Sistem Operasi<\/strong> &rarr; <strong>OS &amp; Panel<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih template <strong>AlmaLinux 8 64bit with CyberPanel<\/strong> dari menu drop-down.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>Ubah OS<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"457\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/ubah-os-vps-hpanel-cyberpanel.png\/public\" alt=\"memilih cyberpanel di bagian ubah os vps hpanel\" class=\"wp-image-43951\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/ubah-os-vps-hpanel-cyberpanel.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/ubah-os-vps-hpanel-cyberpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/ubah-os-vps-hpanel-cyberpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2019\/01\/ubah-os-vps-hpanel-cyberpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-mengakses-control-panel-cyberpanel\">2. Mengakses Control Panel CyberPanel<\/h3><p>Setelah control panel terinstal, akses dashboard VPS CyberPanel Anda menggunakan web browser. Ada dua metode untuk melakukannya: menggunakan alamat IP atau URL login VPS Anda.<\/p><p>Untuk metode pertama, masukkan <strong>https:\/\/vpsipaddress:8090<\/strong> di web browser. Ganti <strong>vpsipaddress<\/strong> dengan alamat IP server Anda yang tadi digunakan untuk koneksi SSH.<\/p><p>Untuk metode kedua, buka tab <strong>Akses panel<\/strong> pada menu pengelolaan VPS Anda, lalu masukkan <strong>URL Login<\/strong> yang ada ke web browser.<\/p><p>Kedua metode ini mengharuskan Anda memasukkan kredensial login untuk mengakses control panel, yaitu username dan password user root. Anda bisa mengubah informasi ini pada tab <strong>Akses panel<\/strong>.<\/p><p>Apabila VPS Anda tidak memiliki <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-ssl\">sertifikat SSL<\/a>, web browser akan mengirimkan pesan peringatan. Abaikan saja dan terima sertifikat SSL yang tidak tepercaya untuk saat ini.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-membuat-website-dan-mengelola-domain\">3. Membuat Website dan Mengelola Domain<\/h3><p>Sebelum melanjutkan, Anda perlu <a href=\"\/id\/domain-murah\">mendapatkan domain<\/a> dari Hostinger kalau belum memilikinya. Kemudian, ikuti langkah-langkah berikut untuk menambahkannya ke CyberPanel:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Login ke dashboard CyberPanel Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>Websites<\/strong>&nbsp;&rarr;&nbsp;<strong>Create Website<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Di bawah bagian <strong><strong>Website Details<\/strong><\/strong>, masukkan informasi berikut:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><strong>Package<\/strong><\/strong>&nbsp;&ndash; template pengaturan untuk server Anda. Pilih <strong>Default<\/strong> kalau tidak ada yang dibuat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><strong>Owner<\/strong><\/strong>&nbsp;&ndash; pemilik domain. Pilih <strong>admin<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><strong>Domain name<\/strong><\/strong> &ndash; domain yang ingin Anda tambahkan ke CyberPanel.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Email<\/strong> &ndash; alamat email untuk domain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>PHP<\/strong> &ndash; versi PHP yang akan diinstal pada VPS Anda. Pilih yang terbaru.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><strong>Additional features<\/strong><\/strong> &ndash; fungsi tambahan yang akan diaktifkan pada VPS. Kami sarankan untuk mencentang semuanya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>Create Website<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/menu-pembuatan-Website-di-CyberPanel.png\" alt=\"menu pembuatan Website di CyberPanel\"><\/figure><\/div><p>Anda bisa mengubah semua pengaturan kapan saja.<\/p><p>Setelah itu, onlinekan website Anda dengan memperbarui konfigurasi DNS VPS untuk <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-mengarahkan-domain-ke-hosting-vps-server\/\">menghubungkan domain ke VPS<\/a> Anda. Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan mengubah <strong>A Record<\/strong> DNS. Berikut cara melakukannya di Hostinger:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka <strong>hPanel<\/strong>, lalu klik <strong>Domain<\/strong> pada menu bagian atas.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih domain yang dimaksud.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>DNS\/Nameserver<\/strong> di sidebar.<\/li>\n\n\n\n<li>Buka tab <strong>DNS Record<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Hapus <strong>A record<\/strong> yang ada, yang berisi <strong>@<\/strong>, <strong>www<\/strong>, atau <strong>cloudflare-resolve-to<\/strong>. Lewati langkah ini kalau record tersebut tidak ada.<\/li>\n\n\n\n<li>Tambahkan dua <strong>A record<\/strong> baru dengan informasi berikut:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tipe<\/strong> &ndash; pilih <strong>A<\/strong> untuk keduanya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Nama<\/strong> &ndash; masukkan <strong>@<\/strong> dan <strong>www<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengarah ke<\/strong> &ndash; gunakan <strong>alamat IP VPS<\/strong> Anda untuk keduanya<\/li>\n\n\n\n<li><strong>TTL<\/strong> &ndash; biarkan nilainya sesuai pengaturan default, yaitu <strong>14400<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/a-record-di-hpanel.png\" alt=\"a record di hpanel\"><\/figure><\/div><p>\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Setelah mengarahkan nama domain ke VPS, tunggu hingga DNS selesai dipropagasi. Proses ini bisa memakan waktu hingga 24 jam.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><p>Setelah domain diatur, Anda pun bisa mulai membangun website. Kalau sudah memiliki website, download backup website sebagai file ZIP lalu upload ke file manager CyberPanel. Berikut caranya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Di dashboard CyberPanel, buka <strong>Website<\/strong>&nbsp;&rarr;&nbsp;<strong>List websites<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih website yang dimaksud, kemudian dan klik <strong>File Manager<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Buka <strong>public_html<\/strong> dan klik <strong>Upload<\/strong>. Pilih file ZIP yang tadi didownload.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik kanan file, kemudian pilih <strong>Extract<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih direktori unzip, dan tunggu hingga prosesnya selesai.<\/li>\n<\/ol><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-menggunakan-cyberpanel-untuk-hosting-website\">4. Menggunakan CyberPanel untuk Hosting Website<\/h3><p>Setelah menambahkan domain, aktifkan sertifikat SSL dan lakukan force HTTPS untuk membuat koneksi yang aman ke website Anda. Berikut langkah-langkahnya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Dari dashboard CyberPanel, buka &nbsp;<strong>SSL&nbsp;<\/strong>&rarr;&nbsp;<strong>Manage SSL<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih nama domain, lalu pilih <strong>Issue SSL<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Kembali ke dashboard dan buka <strong>Website<\/strong>&nbsp;&rarr;&nbsp;<strong>List websites<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih <strong>Manage<\/strong> pada website yang dimaksud.<\/li>\n\n\n\n<li>Scroll ke bawah ke bagian <strong><strong>Configurations<\/strong><\/strong>&nbsp;kemudian klik <strong><strong>Rewrite Rules<\/strong><\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Dari daftar drop-down, pilih <strong>Force&nbsp;HTTP<\/strong> &rarr; <strong>HTTPS<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong><strong>Save Rewrite Rules<\/strong><\/strong> untuk menyimpan perubahan.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/konfigurasi-force-HTTPS-di-CyberPanel.png\" alt=\"konfigurasi force HTTPS di CyberPanel\"><\/figure><\/div><p>Pada menu SSL, Anda juga bisa <a href=\"https:\/\/support.hostinger.com\/id\/articles\/5387340-bagaimana-cara-mengalihkan-halaman-login-dari-ip-ke-nama-domain-pada-cyberpanel\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengalihkan halaman login ke domain<\/a> agar tidak perlu menggunakan alamat IP. Setelah dikonfigurasi, Anda bisa login menggunakan <strong>https:\/\/domain.tld:8090<\/strong>, dengan <strong>domain.tld<\/strong> yang merupakan domain VPS Anda.<\/p><p>Untuk menggunakan domain lain sebagai halaman login, ubah hostname server Anda melalui hPanel. Prosesnya mungkin memakan waktu sekitar 10 menit, tapi biasanya langsung diterapkan.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-menginstal-aplikasi-dan-mengelola-database\">5. Menginstal Aplikasi dan Mengelola Database<\/h3><p>Setelah selesai menyiapkan control panel, instal aplikasi untuk mengembangkan website atau aplikasi web Anda. Sebagai contoh, kami akan menginstal <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-cms\">sistem manajemen konten<\/a> (CMS) seperti WordPress:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Di dashboard CyberPanel, buka <strong>Website<\/strong>&nbsp;&rarr;<strong>&nbsp;List websites<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>Manage<\/strong> pada website yang Anda inginkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Scroll ke bawah ke bagian <strong><strong>Application installer<\/strong><\/strong>, lalu pilih <strong>WP + LSCache<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan informasi yang diperlukan:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><strong>Blog title<\/strong><\/strong> &ndash; judul website WordPress Anda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Login user<\/strong> &ndash; username admin untuk website WordPress Anda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Login Password<\/strong> &ndash; password untuk akun admin Anda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Email<\/strong> &ndash; akun email untuk login ke website WordPress Anda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Path<\/strong> &ndash; direktori penginstalan WordPress. Direktori ini diatur ke direktori utama secara default.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>Install now<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/tombol-installer-WordPress-di-CyberPanel.png\" alt=\"tombol installer WordPress di CyberPanel\"><\/figure><\/div><p>\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\">Tips Berguna<\/h4>\n                    <p>Apabila Anda diarahkan ke halaman CyberPanel default, hapus file <strong>index.html<\/strong> di folder <strong>public_html<\/strong>.<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><p>Karena beberapa aplikasi tidak tersedia di menu installer CyberPanel, Anda harus menambahkannya secara manual melalui <strong>File Manager<\/strong>. Untuk melakukannya, download installer aplikasi yang diinginkan lalu ekstrak ke folder <strong>public_html<\/strong>.<\/p><p>Apabila menginstal CMS secara manual, Anda juga harus membuat database. Berikut cara melakukannya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Di dashboard CyberPanel, buka <strong>Database&nbsp;<\/strong>&rarr;&nbsp;<strong>Create database<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih website yang ingin Anda instal databasenya.<\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan <strong>nama database<\/strong> dan <strong>kredensial login<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong><strong>Create Database<\/strong><\/strong>.<\/li>\n<\/ol><p>Untuk mengakses database, buka <strong>Database &rarr; phpMyAdmin<\/strong>. Anda bisa mengelola pengaturan database dari menu ini, termasuk mengupload dan mengimpor backup file.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-6-pengelolaan-dan-administrasi-website\">6. Pengelolaan dan Administrasi Website<\/h3><p>Selain GUI, CyberPanel menyediakan berbagai fitur untuk mempermudah tugas-tugas pengelolaan dan administrasi website.<\/p><p>Dengan file manager bawaan, Anda bisa mengelola data website secara efisien tanpa harus menggunakan <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-filezilla\">FTP client seperti FileZilla<\/a>. Apabila lebih suka menggunakan FTP, CyberPanel memungkinkan Anda membuat akun dengan mudah melalui <strong>FTP <\/strong>&rarr; <strong>Create FTP Account.<\/strong><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/menu-untuk-membuat-akun-FTP-di-CyberPanel.png\" alt=\"menu untuk membuat akun FTP di CyberPanel\"><\/figure><\/div><p>Cyberpanel juga memungkinkan Anda membuat akun user baru di VPS tanpa menggunakan Terminal atau PuTTY. Anda bisa mengatur batas website user dan izin akses, seperti <strong>root<\/strong>, <strong>reseller<\/strong>, atau <strong>normal<\/strong>. Untuk mengakses fitur ini, buka <strong>Users <\/strong>&rarr; <strong>Create new user<\/strong>.<\/p><p>Selain itu, Anda bisa mengelola firewall VPS dan SSH key melalui control panel ini. Anda juga bisa menonaktifkan akses root untuk mencegah modifikasi yang tidak diinginkan pada VPS.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-7-fitur-dan-penyesuaian-tingkat-lanjut\">7. Fitur dan Penyesuaian Tingkat Lanjut<\/h3><p>VPS CyberPanel Hostinger menggunakan web server LiteSpeed dan <a href=\"\/id\/tutorial\/litespeed-cache\">plugin LSCache<\/a> untuk memastikan performa website yang optimal. Anda juga bisa menginstal <strong>LiteSpeed Memcached<\/strong> (LSMCD) untuk mengaktifkan object-caching pada VPS.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/menu-pengelolaan-Git-di-CyberPanel.png\" alt=\"menu pengelolaan Git di CyberPanel\"><\/figure><\/div><p>Di samping itu, CyberPanel memiliki beberapa fitur yang memudahkan pekerjaan developer. Misalnya, control panel ini terintegrasi dengan <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-git\">Git<\/a> untuk kolaborasi yang lebih mudah dan pengembangan berbasis versi. Terdapat juga fitur akses API untuk mempermudah deployment jarak jauh.<\/p><p>Kemudian, pengguna bisa menginstal <a href=\"https:\/\/cyberpanel.net\/cyberpanel-addons\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">add-on CyberPanel<\/a> untuk menambahkan lebih banyak fitur pada control panelnya. Beberapa provider hosting mungkin menyertakan beberapa add-on ini pada paket yang disediakan. Kalau tidak, user harus membeli lisensi satu kali atau berlangganan.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengelola-hostname-vps\">Mengelola Hostname VPS<\/h2><p>Apabila Anda memiliki beberapa VPS dalam jaringan yang sama, sebaiknya jangan gunakan hostname yang sama agar tidak terjadi masalah. Nah, bagian ini akan menjelaskan apa itu hostname dan cara menggantinya.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-yang-dimaksud-dengan-hostname-vps\">Apa yang Dimaksud dengan Hostname VPS?<\/h3><p><strong>Hostname<\/strong> adalah label yang digunakan untuk mengidentifikasi server Anda. Selain membantu membedakan setiap VPS dalam jaringan, sistem dan aplikasi lain bisa menggunakannya untuk mengidentifikasi perangkat Anda untuk transmisi data.<\/p><p>Biasanya, hostname komputer default adalah <strong>localhost<\/strong>. Sebaiknya ubah nama ini karena menggunakan nama yang sama dengan VPS lain dalam jaringan bisa menyebabkan masalah resolusi domain dan mempersulit identifikasi sistem.<\/p><p>Meskipun tidak ada patokan khusus untuk hostname VPS, gunakan nama yang deskriptif untuk memudahkan identifikasi. Tips dari kami, gunakan nama domain atau subdomain yang dihosting pada server yang sama, seperti <strong>vps.domain.tld<\/strong> atau <strong>vps.tld.<\/strong><\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-mengganti-hostname-vps\">Cara Mengganti Hostname VPS<\/h3><p>Ada dua metode untuk mengganti hostname VPS di Hostinger secara permanen: melalui <strong>hPanel<\/strong> dan command-line interface.<\/p><p><strong>Opsi 1 &ndash; Menggunakan hPanel (Direkomendasikan)<\/strong><\/p><p>Kami merekomendasikan agar Anda mengganti hostname VPS melalui hPanel karena lebih praktis. Metode ini juga cocok untuk pemula karena menggunakan GUI tanpa perlu menulis command.<\/p><p>Namun, perlu diingat bahwa provider hosting lain mungkin tidak menyediakan fitur yang sama di control panel mereka. Bagi user Hostinger, ikuti langkah-langkah berikut untuk mengubah hostname VPS:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka <strong>hPanel<\/strong> &rarr; <strong>VPS<\/strong> pada menu bagian atas.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih server yang Anda inginkan untuk mengubah hostname.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>Pengaturan<\/strong> di sidebar.<\/li>\n\n\n\n<li>Scroll ke bawah ke bagian <strong>Ubah hostname<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan hostname VPS baru Anda, lalu klik <strong>Simpan<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/bagian-ubah-hostname-vps-di-hpanel.png\" alt=\"bagian ubah hostname vps di hpanel\"><\/figure><\/div><p>Tunggu sampai prosesnya selesai, yang mungkin memakan waktu hingga 10 menit. Untuk mengecek apakah hostname berhasil diubah, masukkan perintah berikut ini di <strong>Terminal browser<\/strong>:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">hostname<\/pre><p><strong>Opsi 2 &ndash; Menggunakan Command-Line Interface<\/strong><\/p><p>Apabila menggunakan provider VPS lain, sebaiknya ubah hostname menggunakan perintah Linux. Ada beberapa perintah yang bisa Anda jalankan, tapi kami akan menggunakan <strong>hostnamectl<\/strong> karena merupakan yang paling mudah.<\/p><p>Sebelum melanjutkan, buat sambungan ke server Anda menggunakan SSH client, Terminal, atau <strong>Terminal browser<\/strong> hPanel. Setelah tersambung sebagai user <strong>root<\/strong>, ikuti langkah-langkah berikut pada command-line interface:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Lewati langkah pertama ini kalau Anda sudah menginstal <strong>systemd<\/strong>. Kalau belum, jalankan perintah berikut:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo dnf install systemd<\/pre><ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Masukkan command di bawah ini untuk melihat hostname saat ini:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">hostnamectl<\/pre><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Hostname server akan tercantum di baris <strong>static hostname<\/strong>. Untuk mengubahnya, masukkan command di bawah ini. Pastikan untuk mengganti <strong>hostname<\/strong> dengan nama yang Anda inginkan:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">hostnamectl set-hostname hostname<\/pre><ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Command sebelumnya tidak akan menghasilkan output apa pun. Untuk mengecek apakah hostname berhasil diganti, jalankan command berikut:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">hostnamectl<\/pre><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/command-hostnamectl-menampilkan-hostname-vps-yang-berhasil-diubah.png\" alt=\"command hostnamectl menampilkan hostname vps yang berhasil diubah\"><\/figure><\/div><p>Karena kami menggunakan <strong>AlmaLinux<\/strong>, perintahnya mungkin berbeda untuk distribusi Linux lainnya. Namun, perintah tersebut seharusnya bisa digunakan untuk versi lainnya dan turunan Red Hat Enterprise Linux seperti CentOS.<\/p><p>\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\">Menggunakan Kodee untuk mengecek hostname<\/h4>\n                    <p>Selain hPanel, Anda bisa mengecek hostname VPS Hostinger menggunakan Kodee, asisten AI kami. Cukup tanyakan, &ldquo;Apa hostname statis VPS saya saat ini?&rdquo; lalu Kodee akan menampilkan hostname VPS Anda.<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-menggunakan-kodee-hostinger-untuk-mengelola-vps-secara-efektif\">Menggunakan Kodee Hostinger untuk Mengelola VPS Secara Efektif<\/h2><p>Pengelolaan VPS terkadang memang cukup rumit. Tenang, bagi user Hostinger, Anda bisa menggunakan asisten AI gratis untuk melakukan berbagai tugas dengan mudah. Di bagian ini, kami akan membahas cara menggunakan asisten AI kami, Kodee, untuk automasi dan pengelolaan VPS.<\/p><p><strong>Mengotomatiskan Pemantauan dan Peringatan<\/strong><\/p><p>Anda bisa meminta Kodee untuk menjelaskan langkah-langkah automasi pemantauan dan peringatan server. Misalnya, gunakan prompt seperti &ldquo;Bagaimana cara mengotomatiskan monitoring dan peringatan uptime server?&rdquo;<\/p><p>Kemudian, Kodee akan memberikan panduan langkah demi langkah untuk melakukannya. Anda juga bisa memberikan pertanyaan lanjutan untuk mendapatkan petunjuk yang lebih mendetail. Berikut beberapa contoh prompt yang bisa digunakan:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Saya sudah memilih Grafana. Bagaimana cara menginstalnya di VPS?<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah menginstal Grafana, bagaimana cara mengatur peringatan otomatis dengan tool ini?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana cara mengotomatiskan pengelolaan jaringan VPS dengan Grafana?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana cara mengatur Slack sebagai channel notifikasi saya di Grafana?<\/li>\n<\/ul><p>Asisten AI kami ini juga bisa menyediakan template kode, yang membantu mempercepat proses setup.<\/p><p><strong>Mengotomatiskan Tindakan Keamanan<\/strong><\/p><p>Kodee bisa memberikan instruksi untuk mengotomatiskan langkah-langkah keamanan di server virtual Anda. Tergantung pada fitur keamanan yang akan diinstal, prompt yang diperlukan mungkin berbeda. Berikut beberapa contohnya:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bagaimana cara mengotomatiskan langkah-langkah keamanan di VPS Hostinger?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana cara update software dan keamanan otomatis di VPS Ubuntu Hostinger?<\/li>\n\n\n\n<li>Tolong berikan skrip <a href=\"\/id\/tutorial\/cron-job\">cron job<\/a> untuk mengaktifkan backup harian otomatis di VPS.<\/li>\n<\/ul><p>Selalu berikan informasi lengkap tentang sistem operasi VPS Anda dan software lainnya saat meminta template kode, skrip, atau command. Hal ini penting karena beberapa distribusi Linux mungkin menggunakan command yang berbeda.<\/p><p><strong>Mengotomatiskan Penyelesaian Masalah dan Diagnostik<\/strong><\/p><p>User bisa meminta Kodee untuk menjelaskan langkah-langkah automasi penyelesaian masalah dan diagnostik di VPS. Kalau tidak yakin langkah mana yang harus diterapkan, gunakan prompt yang lebih umum seperti:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apa saja langkah-langkah untuk mengotomatiskan penyelesaian masalah dan diagnostik di VPS?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana cara mengotomatiskan penyelesaian masalah dan diagnostik di VPS?<\/li>\n<\/ul><p>Setelah memutuskan langkah yang akan diterapkan, gunakan prompt yang lebih spesifik untuk instruksi yang lebih mendetail. Berikut beberapa contohnya:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bagaimana cara mengaktifkan pencatatan log dan analisis log di VPS?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa langkah-langkah untuk menyiapkan tool diagnostik otomatis di VPS?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana cara menginstal skrip recovery otomatis untuk VPS?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana cara menganalisis konfigurasi jaringan VPS Ubuntu untuk penyelesaian masalah?<\/li>\n<\/ul><p><strong>Melakukan Pengoptimalan Performa<\/strong><\/p><p>Tool ini bisa memberikan tips dan bantuan untuk meningkatkan performa server Anda menggunakan prompt berikut:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bagaimana cara mengoptimalkan performa VPS?<\/li>\n\n\n\n<li>Tolong berikan panduan untuk mengaktifkan caching pada VPS Ubuntu.<\/li>\n\n\n\n<li>Apa langkah-langkah untuk mengubah jumlah proses worker di VPS dengan web server LiteSpeed?<\/li>\n<\/ul><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/hosting-vps\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29630\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Bagi pemula, beralih dari web hosting biasa ke VPS mungkin cukup sulit, apalagi kalau belum berpengalaman dalam administrasi server. VPS mengharuskan pengguna mengonfigurasi lingkungan hostingnya secara manual dan menggunakan command-line interface.<\/p><p>Singkatnya, berikut adalah cara menggunakan VPS:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Dapatkan paket VPS dari provider hosting seperti Hostinger.<\/li>\n\n\n\n<li>Buat sambungan ke VPS melalui protokol jaringan SSH menggunakan kredensial login root melalui Terminal atau PuTTY.<\/li>\n\n\n\n<li>Update software VPS.<\/li>\n\n\n\n<li>Buat user akses non-root untuk meningkatkan keamanan VPS.<\/li>\n\n\n\n<li>Aktifkan kunci autentikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Konfigurasikan firewall (iptables).<\/li>\n<\/ol><p>Selanjutnya, Anda bisa mulai menghosting website di VPS dengan menginstal CyberPanel. Namun, tambahkan domain dan konfigurasikan sertifikat SSL dulu. Setelah itu, impor file website Anda atau instal WordPress untuk membuat website baru dari awal.<\/p><p>Untuk meningkatkan tugas-tugas pengembangan web, CyberPanel juga menawarkan fitur-fitur seperti integrasi Git dan akses API.<\/p><p>Untuk mengelola server secara efisien, Hostinger memiliki Kodee, asisten AI yang bisa diakses melalui hPanel. User bisa memasukkan berbagai prompt, termasuk cara mengotomatiskan pemantauan dan pengelolaan VPS.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tanya-jawab-faq-cara-menggunakan-vps\">Tanya Jawab (FAQ) Cara Menggunakan VPS<\/h2><p>Di bagian ini, kami akan menjawab beberapa pertanyaan tentang cara menggunakan VPS untuk membantu Anda lebih memahaminya.<\/p><div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-69442d1f6838a\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Berapa Biaya yang Dibutuhkan untuk Menggunakan VPS?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Tergantung pada provider, paket yang dipilih, dan apakah dikelola sendiri atau dengan bantuan profesional. Selain itu, pertimbangkan langganan domain dan software.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, harga paket VPS Hostinger dimulai dari <strong>Rp135900.00\/bulan. <\/strong>Dengan jasa profesional untuk membantu mengelola VPS, biayanya mungkin mencapai <a href=\"\/tutorial\/biaya-maintenance-website\">$200-4.500\/bulan<\/a>.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442d1f68390\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Software Apa Saja yang Bisa Diinstal di VPS?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Anda bisa menginstal software apa pun di VPS, termasuk CMS seperti WordPress dan aplikasi web. Anda juga bisa menginstal software untuk pengembangan, seperti <a href=\"\/tutorial\/apa-itu-docker\">Docker<\/a>, Composer, atau Lavarel.&nbsp;<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442d1f68391\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bisakah Saya Upgrade VPS Setelah Konfigurasi Awal?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Ya, pengguna hosting VPS Hostinger bisa upgrade paket untuk meningkatkan resource kapan saja melalui hPanel. Untuk melakukannya, buka <a href=\"https:\/\/support.hostinger.com\/id\/articles\/4469042-bagaimana-cara-menggunakan-bagian-tagihan-di-hostinger\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bagian tagihan<\/a> dan pilih VPS yang ingin Anda upgrade<\/p>\n<p>Klik <strong>Upgrade, <\/strong>lalu pilih paket dan durasi baru. Selesaikan proses pembayaran dan tunggu 10 menit hingga proses upgrade selesai.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apabila Anda membutuhkan layanan web hosting yang fleksibel dan bisa diatur sesuai kebutuhan, VPS adalah pilihan yang tepat. Meski begitu, pemula yang belum terbiasa dengan command-line interface mungkin akan sedikit kesulitan untuk menggunakan VPS. Nah, tutorial kami kali ini akan menjelaskan cara menggunakan VPS yang bisa diikuti oleh pemula maupun pengguna tingkat lanjut. Di tutorial [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-vps\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":35057,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Cara Menggunakan VPS dan Menghosting Website di VPS","rank_math_description":"VPS merupakan jenis hosting paling fleksibel, tapi konfigurasinya paling teknis. Yuk baca cara menggunakan VPS, lengkap di artikel ini!","rank_math_focus_keyword":"cara menggunakan vps","footnotes":""},"categories":[5096],"tags":[8154,8148,8147,8153,8015,7717,7996,7932,7718,8151,8152,8150,5081,5082,8029,8030,5639,7886,7982,8149,4860],"class_list":["post-7394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-vps","tag-baris-perintah","tag-cara-pakai-vps","tag-cara-setting-vps","tag-command","tag-domain-gratis","tag-firewall","tag-hosting-indonesia","tag-nama-domain","tag-plugin-wordpress","tag-private-key","tag-public-key","tag-public-key-authentication","tag-putty","tag-ssh","tag-virtual-private-server","tag-virtual-server","tag-vps","tag-vps-hosting","tag-web-hosting-indonesia","tag-web-hosting-terbaik","tag-wordpress"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/how-to-set-up-vps","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/comment-configurer-un-vps","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/configurar-servidor-vps","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-vps","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/configurar-servidor-vps\/","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/configurar-servidor-vps\/","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/como-crear-un-slider-wordpress-7\/","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/how-to-set-up-vps","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/how-to-set-up-vps","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/how-to-set-up-vps","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/how-to-set-up-vps","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/how-to-set-up-vps","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/how-to-set-up-vps","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/how-to-set-up-vps","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7394"}],"version-history":[{"count":31,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47236,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7394\/revisions\/47236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}