{"id":5878,"date":"2018-05-07T03:25:18","date_gmt":"2018-05-07T03:25:18","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=5878"},"modified":"2023-01-18T15:39:14","modified_gmt":"2023-01-18T08:39:14","slug":"cara-membuat-javascript-di-html","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/cara-membuat-javascript-di-html\/","title":{"rendered":"Cara membuat JavaScript di HTML: langkah mudah dan lengkap"},"content":{"rendered":"<p>Kali ini kami menuliskan tutorial yang memuat tentang cara membuat JavaScript di HTML. Terlebih dulu kami akan membahas pengertian JavaScript, dan setelahnya berfokus pada berbagai cara memasukkan JavaScript ke HTML.<\/p><p>Di HTML, Anda bisa menampilkan konten yang bersifat statis, misalnya gambar. Namun, belakangan ini, konten statis sudah tidak begitu lagi digemari. Kebanyakan konten saat ini sangat interaktif dan memuat slideshow, formulir, dan menu dengan tampilan yang menarik.<\/p><p>Konten-konten tersebut memberi kesempatan pada pengguna untuk lebih berekspresi dalam mengelola dan mengembangkan websitenya. Jika Anda menginginkan tampilan konten yang demikian, maka salah satu cara yang bisa dilakukan adalah script bahasa pemrograman dan JavaScript adalah yang paling populer di antaranya.<\/p><p>Adanya JavaScript memampukan para developer untuk membuat website dapat berinteraksi dengan user dan sebaliknya. Meskipun ada banyak sekali bahasa pemrograman yang bisa dipilih, tak ada yang sepopuler JavaScript. Agar potensi dan keunggulannya dapat dimaksimalkan, JavaScript sebaiknya digunakan secara bersama-sama dengan HTML.<\/p><p class=\"has-text-align-center\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/HTML-Cheat-Sheet.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Download HTML Cheat Sheet<\/a><\/p><p>\n\n\n<div><\/div>\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kelebihan-javascript\">Kelebihan JavaScript<\/h2><p>Pada awalnya, JavaScript dikenal dengan sebutan LiveScript. Seiring dengan berkembangnya bahasa, maka oleh Netscape, LiveScript diubah ke JavaScript. Kemunculan JavaScript pertama kali pada tahun 1995 dalam Netscape 2.0. Berikut beberapa keunggulan menggunakan JavaScript:<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-meminimalkan-interaksi-server\">Meminimalkan interaksi server<\/h3><p>Salah satu cara terbaik untuk mengoptimalkan performa dan kecepatan website adalah dengan mengurangi komunikasi ke server. Dalam hal ini, JavaScript memvalidasi user input di client-side. Script ini hanya akan mengirimkan permintaan ke server setelah melakukan validasi awal. Alhasil, penggunaan resource dan jumlah permintaan ke server akan menurun secara signifikan.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-antarmuka-yang-lengkap-dan-mudah-digunakan\">Antarmuka yang lengkap dan mudah digunakan<\/h3><p>Dengan menggunakan JavaScript, Anda dapat membuat antarmuka client-side yang interaktif, misalnya menabahkan slider, slideshow, efek mouse roll-over, fitur drag-and-drop, dan lain sebagainya.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-feedback-yang-cepat-untuk-user\">Feedback yang cepat untuk user<\/h3><p>Dengan menggunakan JavaScript, user akan dengan cepat memperoleh feedback. Misalkan ada seorang pengguna yang telah mengisi formulir dan tersisa satu kolom yang belum diisi atau kosong. Tanpa adanya validasi JavaScript, pengguna tersebut tidak akan sadar jika ada kolom yang belum diisi sampai halaman akhirnya reload. Adanya JavaScript, pengguna tidak harus menunggu karena akan langsung diberi warning.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-debugging-mudah\">Debugging mudah<\/h3><p>JavaScript merupakan bahasa yang ditafsirkan, berarti kode yang tertulis diuraikan baris demi baris. Apabila muncul error, Anda akan langsung melihat angka baris tempat terjadinya kesalahan tersebut.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-membuat-javascript-di-html\">Cara Membuat JavaScript di HTML<\/h2><p>Setelah membahas kelebihan yang ditawarkan JavaScript, kini saatnya mengetahui lebih dalam tentang cara memasukkan JavaScript ke HTML. Berikut dua cara yang bisa Anda lakukan:<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-membuat-javascript-di-html-secara-langsung\">Cara membuat JavaScript di HTML secara langsung<\/h3><p>Anda bisa langsung menambahkan JavaScript di HTML dengan menggunakan tag&nbsp;<strong>&lt;script&gt;&lt;\/script&gt;&nbsp;<\/strong>yang mencakup semua kode JS yang Anda tulis. Kode JS yang bisa ditambahkan:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>di antara tag&nbsp;<strong>&lt;head&gt;<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>di antara&nbsp;<strong>&lt;body&gt;<\/strong><\/li>\n<\/ul><p>Loading akan berbeda tergantung pada letak atau lokasi di mana Anda menambahkan kode JavaScript ke file HTML. Anda bisa mencobanya dengan menambahkan kode tersebut ke section&nbsp;<strong>&lt;head&gt;&nbsp;<\/strong> sehingga kode yang dimaksudkan terpisah dari konten file HTML Anda. Hanya saja, kecepatan loading akan meningkat, dalam hal ini konten webiste juga akan terload lebih cepat, jika Anda memasukkan kode ke&nbsp;<strong>&lt;body&gt;&nbsp;<\/strong>dan setelah itu JavaScript akan di-parse. Sebagai contoh, file HTML berikut ini akan menampilkan waktu saat ini:<\/p><div class=\"\">&nbsp;<\/div><div class=\"\">\n<pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"html\" data-enlighter-theme=\"classic\">&lt;!DOCTYPE html&gt;\n&lt;html lang=\"en-US\"&gt;\n&lt;head&gt;\n&lt;meta charset=\"UTF-8\"&gt;\n&lt;meta name=\"viewport\" content=\"width=device-width, initial-scale=1\"&gt;\n&lt;script&gt;JAVASCRIPT IS USUALLY PLACED HERE&lt;\/script&gt;\n&lt;title&gt;Time right now is: &lt;\/title&gt;\n&lt;\/head&gt;\n&lt;body&gt;\n&lt;script&gt;JAVASCRIPT CAN ALSO GO HERE&lt;\/script&gt;\n&lt;\/body&gt;\n&lt;\/html&gt;<\/pre>\n<\/div><p>Kode yang tertulis di atas belum menyertakan JavaScript sehingga waktu saat ini tidak dapat ditampilkan. Tambahkan kode di bawah ini agar waktu dapat ditampilkan dengan benar dan tepat.<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"js\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">var time = new Date();\nconsole.log(time.getHours() + \":\" + time.getMinutes() + \":\" + time.getSeconds());<\/pre><p>Kode tersebut di-insert di antara tag&nbsp;<strong>&lt;script&gt;&nbsp;<\/strong>dan&nbsp;<strong>&lt;\/script&gt;<\/strong> dan diletakkan di bagian depan kode HTML agar setiap kali page loading, alert akan muncul untuk memberi tahu user tentang waktu saat ini. Berikut tampilan file HTML setelah kode ditambahkan:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"html\" data-enlighter-theme=\"classic\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">&lt;!DOCTYPE html&gt;\n&lt;html lang=\"en-US\"&gt;\n&lt;head&gt;\n&lt;meta charset=\"UTF-8\"&gt;\n&lt;meta name=\"viewport\" content=\"width=device-width, initial-scale=1\"&gt;\n&lt;title&gt;Time right now is: &lt;\/title&gt;\n&lt;script&gt;\nvar time = new Date();\nconsole.log(time.getHours() + \":\" + time.getMinutes() + \":\" + time.getSeconds());\n&lt;\/script&gt;\n&lt;\/head&gt;\n&lt;body&gt;\n&lt;\/body&gt;\n&lt;\/html&gt;<\/pre><p>Apabila Anda ingin menampilkan waktu&nbsp; di antara badan halaman, maka Anda harus insert script di antara tag &lt;body&gt; halaman HTML. Berikut tampilan kode setelah script ditambahkan:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"html\" data-enlighter-theme=\"classic\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">&lt;!DOCTYPE html&gt;\n&lt;html lang=\"en-US\"&gt;\n&lt;head&gt;\n&lt;meta charset=\"UTF-8\"&gt;\n&lt;meta name=\"viewport\" content=\"width=device-width, initial-scale=1\"&gt;\n&lt;title&gt;Time right now is: &lt;\/title&gt;\n&lt;\/head&gt;\n&lt;body&gt;\n&lt;script&gt;\nlet d = new Date();\ndocument.body.innerHTML = \"&lt;h1&gt;Time right now is:  \" + d.getHours() + \":\" + d.getMinutes() + \":\" + d.getSeconds()\n\"&lt;\/h1&gt;\"\n&lt;\/script&gt;\n&lt;\/body&gt;\n&lt;\/html&gt;<\/pre><p>Begini tampilan akhirnya:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"637\" height=\"411\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2018\/05\/membuat-javascript-di-html-1.png\/public\" alt=\"Contoh dasar tentang cara membuat javascript di html untuk menampilkan waktu\" class=\"wp-image-5979\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2018\/05\/membuat-javascript-di-html-1.png\/w=637,fit=scale-down 637w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2018\/05\/membuat-javascript-di-html-1.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2018\/05\/membuat-javascript-di-html-1.png\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 637px) 100vw, 637px\" \/><\/figure>\n<\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-menambahkan-kode-javascript-ke-file-terpisah\">Cara menambahkan kode JavaScript ke file terpisah<\/h3><p>Kadang-kadang Anda mengalami kesulitan saat membuat JavaScript secara langsung di HTML. Hal tersebut dikarenakan beberapa JS script harus digunakan di berbagai halaman. Karena itulah, langkah terbaiknya adalah dengan menambahkan kode JavaScript ke file terpisah. Cara terbaik untuk membuat JavaScript di HTML adalah dengan mengimport file eksternal. File ini di-reference dari dalam dokumen HTML, sama seperti ketika Anda mereferensikan dokumen CSS. Beberapa kelebihan menambahkan kode JS pada file terpisah adalah:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketika kode HTML dan kode JavaScript terpisah, maka segalanya yang terkait lebih mudah diandalkan dan digunakan.<\/li>\n\n\n\n<li>Readability dan maintenance kode akan lebih mudah.<\/li>\n\n\n\n<li>File JavaScript yang di-cache menaikkan keseluruhan performa website dengan cara mengurangi waktu yang dibutuhkan halaman untuk loading.<\/li>\n<\/ul><p>Sekarang kita reference file JavaScript dalam HTML, seperti ini:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"html\" data-enlighter-theme=\"classic\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">&lt;!DOCTYPE html&gt;\n&lt;html lang=\"en-US\"&gt;\n&lt;head&gt;\n&lt;meta charset=\"UTF-8\"&gt;\n&lt;meta name=\"viewport\" content=\"width=device-width, initial-scale=1\"&gt;\n&lt;title&gt;Time right now:&lt;\/title&gt;\n&lt;\/head&gt;\n&lt;body&gt;\n&lt;\/body&gt;\n&lt;script src=\"js\/myscript.js\"&gt;&lt;\/script&gt;\n&lt;\/html&gt;<\/pre><p>Konten file myscript.js akan terlihat seperti ini:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"js\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">let d = new Date();\ndocument.body.innerHTML = \"&lt;h1&gt;Time right now is:  \" + d.getHours() + \":\" + d.getMinutes() + \":\" + d.getSeconds()&lt;\/h1&gt;\"<\/pre><p>\n\n\n        <div class=\"protip\">\n            <div class=\"protip__heading\">\n                <svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\">\n                    <path d=\"M1.49234 23.5024C1.23229 23.5024 0.972242 23.4024 0.782206 23.2123C0.562165 22.9923 0.452144 22.6822 0.502153 22.3722C0.562165 21.9221 1.14227 17.9113 3.00262 16.351C3.63274 15.8209 4.43289 15.5509 5.26305 15.5609C6.09321 15.5909 6.87335 15.9109 7.47347 16.4911C8.6937 17.6913 8.76371 19.6717 7.6435 20.9919C6.0832 22.8523 2.08245 23.4324 1.63237 23.4924C1.59236 23.4924 1.54235 23.4924 1.50234 23.4924L1.49234 23.5024ZM5.16303 17.5613C4.84297 17.5613 4.53291 17.6713 4.29287 17.8813C3.60274 18.4614 3.07264 19.9317 2.75258 21.242C4.06282 20.9219 5.5331 20.3918 6.11321 19.7017C6.55329 19.1716 6.54329 18.3814 6.0832 17.9213C5.85316 17.7013 5.5431 17.5713 5.20304 17.5613C5.19304 17.5613 5.17303 17.5613 5.16303 17.5613ZM11.7243 21.8821C11.4942 21.8821 11.2642 21.8021 11.0841 21.652C10.8541 21.462 10.7241 21.1819 10.7241 20.8819V15.9109L8.08358 13.2705H3.11264C2.81259 13.2705 2.53254 13.1404 2.3425 12.9104C2.15246 12.6803 2.07245 12.3803 2.12246 12.0902C2.19247 11.7102 2.84259 8.36953 4.70294 7.12929C6.33325 6.04909 8.96375 6.49918 10.244 6.80923C11.5442 4.96889 13.2546 3.4286 15.2349 2.33839C17.4553 1.11816 19.9858 0.518051 22.4963 0.498047C23.0464 0.498047 23.4865 0.948132 23.4865 1.49824C23.4865 5.0389 22.3763 9.97983 17.1753 13.7605C17.4853 15.0408 17.9354 17.6613 16.8552 19.2816C15.615 21.1419 12.2744 21.7921 11.8943 21.8621C11.8343 21.8721 11.7743 21.8821 11.7143 21.8821H11.7243ZM12.7245 16.181V19.6016C13.7146 19.2916 14.7948 18.7915 15.2049 18.1814C15.675 17.4812 15.605 16.091 15.385 14.9008C14.5248 15.3808 13.6346 15.8109 12.7245 16.181ZM9.66388 12.0302L11.9643 14.3307C13.1845 13.8306 14.3648 13.2204 15.485 12.5103C19.9358 9.51974 21.2361 5.60901 21.4561 2.53843C19.6157 2.67846 17.8254 3.20856 16.2051 4.09872C14.2847 5.14892 12.6544 6.68921 11.4942 8.54956C10.7841 9.65977 10.174 10.82 9.66388 12.0302ZM4.39289 11.2701H7.81353C8.1936 10.3599 8.63368 9.46974 9.11377 8.60957C7.92355 8.38953 6.51329 8.31952 5.81315 8.78961C5.19304 9.19968 4.70294 10.3099 4.39289 11.2701Z\" fill=\"#673DE6\"\/>\n                <\/svg>\n                <p class=\"protip__title\">\n                    Expert tip                <\/p>\n            <\/div>\n            <p class=\"protip__content\"><strong>Catatan:&nbsp;<\/strong>Anggap saja&nbsp;<strong>file myscript.js&nbsp;<\/strong>tersimpan di dalam direktori&nbsp;<strong>yang sama&nbsp;<\/strong>seperti file HTML.<\/p>\n                    <\/div>\n        \n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-contoh-javascript-untuk-memvalidasi-alamat-email\">Contoh JavaScript untuk memvalidasi alamat email<\/h3><p>JavaScript mendukung aplikasi dengan cara memvalidasi input user di client side. Salah satu input user yang paling penting dan membutuhkan validasi adalah alamat email. Fungsi JavaScript berikut ini akan membantu Anda melakukan validasi terhadap alamat email yang telah dimasukkan sebelum mengirimkannya ke server:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"js\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">function validateEmailAddress(email) {\nvar re = \/^(([^&lt;&gt;()[\\]\\\\.,;:\\s@\\\"]+(\\.[^&lt;&gt;()[\\]\\\\.,;:\\s@\\\"]+)*)|(\\\".+\\\"))@((\\[[0-9]{1,3}\\.[0-9]{1,3}\\.[0-9]{1,3}\\.[0-9]{1,3}\\])|(([a-zA-Z\\-0-9]+\\.)+[a-zA-Z]{2,}))$\/;\nreturn re.test(email);\n}\nfunction validate() {\n$(\"#result\").text(\"\");\nvar emailaddress = $(\"#email\").val();\nif (validateEmailAddress(emailaddress)) {\n$(\"#result\").text(emailaddress + \" is valid :)\");\n$(\"#result\").css(\"color\", \"green\");\n} else {\n$(\"#result\").text(emailaddress + \" is not correct, please retry:(\");\n$(\"#result\").css(\"color\", \"red\");\n}\nreturn false;\n}\n$(\"#validate\").bind(\"click\", validate);<\/pre><p>Untuk attach fungsi ini agar membentuk input form, Anda dapat menggunakan kode berikut ini:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"html\" data-enlighter-theme=\"classic\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">&lt;form&gt;\n&lt;p&gt;Enter an email address:&lt;\/p&gt;\n&lt;input id='email'&gt;\n&lt;button type='submit' id='validate'&gt;Validate!&lt;\/button&gt;\n&lt;\/form&gt;\n&lt;h2 id='result'&gt;&lt;\/h2&gt;<\/pre><p>Di bawah ini adalah hasil tampilan yang akan Anda dapatkan setelah menggabungkan semuanya ke dalam file HTML:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"637\" height=\"411\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2018\/05\/membuat-javascript-di-html-2.png\/public\" alt=\"Contoh dari cara memasukkan javascript ke html agar berhasil memvalidasi email\" class=\"wp-image-5980\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2018\/05\/membuat-javascript-di-html-2.png\/w=637,fit=scale-down 637w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2018\/05\/membuat-javascript-di-html-2.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2018\/05\/membuat-javascript-di-html-2.png\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 637px) 100vw, 637px\" \/><\/figure>\n<\/div><p>Apabila validasi salah, maka tampilannya akan berbeda:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"637\" height=\"411\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2018\/05\/membuat-javascript-di-html-3.png\/public\" alt=\"Contoh cara membuat javascript di html. Contoh ini menunjukka validasi email gagal\" class=\"wp-image-5981\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2018\/05\/membuat-javascript-di-html-3.png\/w=637,fit=scale-down 637w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2018\/05\/membuat-javascript-di-html-3.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2018\/05\/membuat-javascript-di-html-3.png\/w=300,fit=scale-down 300w\" sizes=\"(max-width: 637px) 100vw, 637px\" \/><\/figure>\n<\/div><p>Kini Anda sudah mengetahui cara membuat JavaScript di HTML dengan dilengkapi beberapa contoh dasar.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"\" class=\"wp-image-29634\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Di artikel ini, kami menuliskan&nbsp; dua cara memasukkan JavaScript ke HTML. Jika Anda sudah bisa menguasai kedua cara tersebut, maka Anda bisa melakukan apa pun dengan dua bahasa pemrograman tersebut. JavaScript dapat dikombinasikan dengan HTML untuk mendukung aplikasi modern yang intuitif, interaktif, dan user-friendly sehingga Anda bisa dengan mudah mengembangkan website. Di samping itu, dengan melakukan validasi simple client-side, traffic ke server akan diturunkan dan keseluruhan performa website dapat ditingkatkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kali ini kami menuliskan tutorial yang memuat tentang cara membuat JavaScript di HTML. Terlebih dulu kami akan membahas pengertian JavaScript, dan setelahnya berfokus pada berbagai cara memasukkan JavaScript ke HTML. Di HTML, Anda bisa menampilkan konten yang bersifat statis, misalnya gambar. Namun, belakangan ini, konten statis sudah tidak begitu lagi digemari. Kebanyakan konten saat ini [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-javascript-di-html\/\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":5885,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Cara Membuat JavaScript di HTML: Panduan Lengkap dan Mudah","rank_math_description":"JavaScript bisa mengoptimalkan performa website Anda. Baca cara membuat JavaScript di HTML selengkapnya dalam artikel ini.","rank_math_focus_keyword":"cara membuat javascript di html, cara memasukkan javascript ke html","footnotes":""},"categories":[9432],"tags":[7811,5552,7101,5553,7812,7813],"class_list":["post-5878","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lainnya","tag-cara-membuat-javascript-di-html","tag-html","tag-java","tag-javascript","tag-performa-website","tag-traffic-website"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/add-javascript-to-html\/","default":1},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/como-adicionar-javascript-no-html\/","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/insertar-javascript-en-html\/","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/cara-membuat-javascript-di-html\/","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/add-javascript-html\/","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/add-javascript-html\/","default":0},{"locale":"en-GB","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/add-javascript-to-html\/","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/add-javascript-to-html\/","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/add-javascript-to-html\/","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/add-javascript-to-html\/","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/add-javascript-to-html\/","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/insertar-javascript-html\/","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/insertar-javascript-html\/","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/insertar-javascript-html\/","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/como-adicionar-javascript-no-html\/","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5878","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5878"}],"version-history":[{"count":17,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5878\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28907,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5878\/revisions\/28907"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5878"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5878"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}