{"id":5817,"date":"2018-04-06T09:47:09","date_gmt":"2018-04-06T09:47:09","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=5817"},"modified":"2025-12-18T23:35:46","modified_gmt":"2025-12-18T16:35:46","slug":"cara-mengatasi-err_too_many_redirects","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/cara-mengatasi-err_too_many_redirects","title":{"rendered":"Cara mengatasi ERR_TOO_MANY_REDIRECTS dengan mudah"},"content":{"rendered":"<p><strong>ERR_TOO_MANY_REDIRECTS<\/strong> adalah pesan kesalahan yang menandakan bahwa website mengalami proses berulang yang tidak ada habisnya, mengarahkan browser secara berputar-putar dari satu halaman ke halaman lainnya tanpa tujuan.<\/p><p>Untungnya, masalah ini biasanya tidak terlalu serius. Kami akan menjelaskan cara mengatasi <strong>ERR_TOO_MANY_REDIRECTS<\/strong> untuk membantu Anda memperbaiki error redirect loop ini dengan mudah, serta menjelaskan arti, penyebab, dan tampilannya di berbagai browser.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Speed-Up-Your-Website-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-27589\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><p>\n\n\n\n\n\n\n<figure tabindex=\"0\" class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Kode error<\/strong><\/td><td>ERR_TOO_MANY_REDIRECTS<\/td><\/tr><tr><td><strong>Jenis <strong>error<\/strong><\/strong><\/td><td>Error browser\/error kode<\/td><\/tr><tr><td><strong>Variasi <strong>error<\/strong><\/strong><\/td><td>This page isn&rsquo;t working. example.com redirected you too many times.<br>This page isn&rsquo;t working right now. example.com redirected you too many times.<br>The page isn&rsquo;t redirecting properly.<br>Safari can&rsquo;t open the page &#8210; Too many redirects occurred trying to open &ldquo;example.com.&rdquo;<\/td><\/tr><tr><td><strong>Penyebab <strong>error<\/strong><\/strong><\/td><td>Masalah konfigurasi alamat website<br>Cookie browser<br>Cache browser tidak update<br>Error pada plugin WordPress<br>Pengaturan HTTPS buruk<br>Masalah pengaturan server<br>Error pada layanan pihak ketiga<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-arti-err-too-many-redirects\">Apa Arti ERR_TOO_MANY_REDIRECTS?<\/h2><p><strong>ERR_TOO_MANY_REDIRECTS<\/strong>&nbsp;adalah pesan kesalahan yang menandakan bahwa website mengalami alur berulang yang tak ada habisnya (redirect loop) sehingga browser terus-menerus diarahkan ke halaman lainnya tanpa tujuan yang jelas.<\/p><p>Ada beberapa hal yang menyebabkan error redirect loop ini, termasuk:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Cookie browser rusak dan cache sudah outdated<\/strong>. Masalahnya ada di browser pengguna, seperti cookie yang rusak atau cache yang menyimpan data lama sehingga mengakibatkan redirect loop.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Salah konfigurasi alamat WordPress<\/strong>.&nbsp;Pengaturan yang salah dalam konfigurasi URL WordPress bisa menyebabkan error ini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Plugin WordPress error<\/strong>.&nbsp;Konflik atau masalah dengan plugin yang terinstal, terutama plugin yang mengatur redirect atau keamanan, bisa memicu redirect tanpa akhir.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Salah pengaturan server<\/strong>. Pengaturan pengalihan web server yang salah, khususnya pada file .<strong>htaccess<\/strong> Apache atau file konfigurasi NGINX, bisa menjadi penyebab err_too_many_redirects.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pengaturan HTTPS salah<\/strong>.&nbsp;Konfigurasi pengalihan yang salah dalam HTTPS bisa mengakibatkan error redirect, terutama kalau ada ketidakcocokan antara konten yang aman dan yang tidak aman.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Masalah dengan layanan pihak ketiga<\/strong>.&nbsp;Faktor eksternal, seperti masalah pengalihan DNS atau pengaturan SSL\/TLS CDN yang salah konfigurasi, juga bisa menyebabkan error ini.<\/li>\n<\/ul><p>Setelah memahami penyebabnya, Anda pun bisa lanjut mengatasi masalah ini. Tanpa berlama-lama lagi, berikut adalah cara mengatasi ERR_TOO_MANY_REDIRECTS yang bisa Anda lakukan. Selamat mencoba dan semoga berhasil! <\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-mengatasi-err-too-many-redirects\">Cara Mengatasi ERR_TOO_MANY_REDIRECTS<\/h2><p>Untuk mengatasi <strong>ERR_TOO_MANY_REDIRECTS<\/strong>, cobalah langkah-langkahnya satu demi satu sesuai penyebab terjadinya redirect loop. Pastikan Anda mengingat langkah mana saja yang sudah dicoba agar bisa kembali ke pengaturan sebelumnya apabila diperlukan.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-hapus-data-browser\">1. Hapus Data Browser<\/h3><p>Data browser terkadang menyimpan cookie yang corrupt dan cache yang sudah outdated. Nah, ini bisa menjadi penyebab <strong>ERR_TOO_MANY_REDIRECTS<\/strong>. Jadi, sebaiknya cek dulu apakah error ini hanya terjadi di browser yang sedang digunakan dengan menghapus riwayat browsing Anda.<\/p><p>Ikuti <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menghapus-cache-history-di-browser\">cara clear cache<\/a> dan cookie browser berikut ini:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka&nbsp;Chrome, lalu&nbsp;klik menu <strong>tiga titik<\/strong> di pojok kanan atas.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih&nbsp;<strong>Settings<\/strong> (Setelan) &rarr; <strong>Advanced<\/strong> (Lanjutan)&nbsp;&rarr;&nbsp;<strong>Clear Browsing Data<\/strong>&nbsp;(Hapus Data Penjelajahan).<\/li>\n\n\n\n<li>Di halaman berikutnya, centang <strong>Cookies and other site data<\/strong> (Cookie dan data situs lainnya)&nbsp;serta <strong>Cached images and files<\/strong> (Gambar dan file dalam cache).<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"671\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/hapus-data-browsing.png\/public\" alt=\"hapus data browsing\" class=\"wp-image-21123\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/hapus-data-browsing.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/hapus-data-browsing.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/hapus-data-browsing.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/hapus-data-browsing.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div><ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik&nbsp;<strong>Clear data<\/strong> (Hapus data) untuk menghapus cookie, cache, dan file sampah lainnya.<\/li>\n<\/ol><p>Langkah-langkahnya tidak terlalu berbeda di browser lain, misalnya Microsoft Edge atau Mozilla Firefox.<br><br>Apabila error masih terjadi, bisa jadi ekstensi browser Anda adalah penyebabnya. Beberapa ekstensi bisa mengganggu loading dan interaksi halaman web. Coba nonaktifkan ekstensi satu per satu untuk mencari tahu apakah error ini disebabkan olehnya.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-cek-pengaturan-url-wordpress\">2. Cek Pengaturan URL WordPress<\/h3><p>Kalau error ini terjadi di website WordPress Anda dan masalahnya belum teratasi setelah Anda mencoba menghapus data browsing, cobalah mengecek apakah pengaturan URL WordPress Anda sudah benar.<\/p><p>Error redirect loop biasanya terjadi ketika administrator website tidak sengaja mengarahkan websitenya ke domain yang salah saat <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-migrasi-wordpress\">berpindah hosting<\/a> atau <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-mengganti-domain-wordpress\">mengganti domain website<\/a>.&nbsp;<\/p><p>Untuk memverifikasi pengaturan URL website, Anda bisa melakukannya melalui database website atau dashboard admin WordPress.<\/p><p><strong>Mengecek dan Mengubah Pengaturan URL Secara Manual<\/strong><\/p><p>Saat website Anda mengalami error &lsquo;too many redirect&rsquo;, Anda mungkin tidak bisa mengakses area admin WordPress.&nbsp;Kalau demikian, ubah pengaturan URL secara manual dengan mengedit file <a href=\"\/id\/tutorial\/wp-config-php\">wp-config.php<\/a> melalui <strong>File Manager<\/strong> atau&nbsp;FTP client&nbsp;seperti&nbsp;<strong>FileZilla<\/strong>. Pastikan provider WordPress hosting Anda mengizinkan perubahan tersebut.<\/p><p>Berikut cara mengedit file <strong>wp-config.php<\/strong>&nbsp;menggunakan <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-file-manager-hostinger\">File Manager&nbsp;Hostinger<\/a>:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Login ke <a href=\"\/id\/tutorial\/hpanel-tutorial\">hPanel<\/a>, lalu buka <strong>File<\/strong> &rarr; <strong>File Manager<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Di direktori&nbsp;<strong>public_html<\/strong>, temukan&nbsp;file <strong>wp-config.php<\/strong>&nbsp;Anda, lalu <strong>klik kanan<\/strong> dan pilih <strong>Edit<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/mengedit-file-wp-config-di-file-manager-hostinger.png\" alt=\"mengedit file wp config di file manager hostinger\"><\/figure><\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Tambahkan baris berikut ke file tersebut.&nbsp;Ganti&nbsp;<strong>http:\/\/example.com<\/strong>&nbsp;dengan nama domain Anda yang sebenarnya:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">define('WP_HOME','http:\/\/example.com');\n\ndefine('WP_SITEURL','http:\/\/example.com');<\/pre><ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Simpan perubahan, lalu buka website Anda untuk mengecek apakah perubahan URL ini berhasil mengatasi error <strong>ERR_TOO_MANY_REDIRECTS<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"\/id\/wordpress-hosting\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-37614\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div><p><strong>Edit Pengaturan URL melalui Database<\/strong><\/p><p>Anda juga bisa mengedit pengaturan URL melalui database MySQL WordPress melalui phpMyAdmin. Berikut caranya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Temukan nama database WordPress Anda melalui&nbsp;file <strong>wp-config.php<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a008e72ccc16\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/menemukan-nama-database-di-file-manager-hostinger.png\" alt=\"menemukan nama database di file manager hostinger\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Login ke hPanel dan buka <strong>Database<\/strong> &rarr; <strong>phpMyAdmin<\/strong>.&nbsp;Pilih tombol <strong>Enter phpMyAdmin<\/strong> di samping <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-database\">database WordPress<\/a> Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Di <strong>phpMyAdmin<\/strong>, klik dua kali <strong>wp-options<\/strong> untuk membukanya.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a008e72ccf30\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/membuka-wp-options-di-phpmyadmin.png\" alt=\"membuka wp options di phpmyadmin\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Di dalam tabel <strong>wp-options<\/strong>, cari entri <strong>siteurl<\/strong> dan <strong>home<\/strong>. Klik <strong>Edit<\/strong> di samping masing-masing entri.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a008e72cd17d\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/mengedit-entri-di-file-wp-options-melalui-phpmyadmin.png\" alt=\"mengedit entri di wp options melalui phpmyadmin\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Masukkan URL website WordPress Anda yang benar pada kolom <strong>option_value<\/strong> untuk kedua entri. Klik <strong>Go<\/strong> untuk menyimpan perubahan.<\/li>\n<\/ol><p>Kalau file website Anda berada di folder root default (<strong>\/public_html\/<\/strong>), gunakan URL standar (<strong>http:\/\/example.com\/<\/strong>).<\/p><p>Apabila website berada dalam subfolder seperti <strong>\/wp\/<\/strong>, ganti URL menjadi format <strong>http:\/\/example.com\/wp<\/strong>.<\/p><p><strong>Mengubah Pengaturan URL melalui Dashboard Administrator<\/strong><\/p><p>Kalau Anda bisa mengakses admin area WordPress Anda, ubah pengaturan URL secara langsung dari dashboard. Ikuti caranya berikut ini:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Dari dashboard admin WordPress Anda, buka <strong>Settings<\/strong> (Pengaturan) &rarr; <strong>General<\/strong> (Umum).<\/li>\n\n\n\n<li>Tinjau <strong>WordPress Address (URL)<\/strong> (Alamat WordPress) dan <strong>Site Address (URL)<\/strong> (Alamat Situs) pada pengaturan default.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/meninjau-pengaturan-url-wordpress-di-dashboard-admin.png\" alt=\"meninjau pengaturan url wordpress di dashboard admin\"><\/figure><\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Pastikan kedua URL sudah dikonfigurasi dengan benar, dan&nbsp;jangan lupa untuk menyimpan perubahan.<strong>&nbsp;&nbsp;<\/strong><\/li>\n<\/ol><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-hapus-cache-wordpress\">3. Hapus Cache WordPress<\/h3><p>Selain browser, website Anda juga bisa saja menyimpan cache yang sudah outdated&nbsp;sehingga menyebabkan <strong>ERR_TOO_MANY_REDIRECTS<\/strong>. Untuk membersihkan cache website, Anda bisa menggunakan fitur cache otomatis dari Hostinger dan plugin cache lainnya:<\/p><p><strong>1. Aktifkan Cache Otomatis<\/strong><\/p><p>Kalau menggunakan Hostinger, Anda bisa memanfaatkan fitur cache otomatis di hPanel. Fitur ini dirancang untuk bypass permintaan PHP dan merender halaman web dengan cepat, serta membersihkan cache setiap <strong>30 menit<\/strong>, yang bisa membantu mengatasi error redirect.<\/p><p>Untuk mengaktifkan opsi ini, buka <strong>Tingkat Lanjut<\/strong> &rarr; <strong>Cache Manager<\/strong> di dashboard hPanel Anda. Kemudian, alihkan tombol <strong>Cache Otomatis<\/strong> untuk mengaktifkannya.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a008e72cd6a7\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/fitur-cache-otomatis-di-cache-manager-hpanel-1024x328.png\" alt=\"fitur cache otomatis di cache manager hpanel\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Setelah diaktifkan, fitur ini akan bekerja secara otomatis. Kalau perlu, Anda bisa menghapus cache website secara manual dengan mengklik <strong>Purge Semua<\/strong>.<\/p><p><strong>2. Menggunakan Plugin WP Fastest Cache<\/strong><\/p><p>Versi gratis <a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/wp-fastest-cache\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">WP Fastest Cache<\/a> menyertakan beberapa fitur cache yang bisa membantu Anda <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menghapus-cache-wordpress\">menghapus cache WordPress<\/a>. Ikuti langkah-langkah berikut untuk menggunakannya:&nbsp;<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pastikan Anda sudah menginstal plugin ini. Kalau belum, buka <strong>Plugins<\/strong> (Plugin) &rarr; <strong>Add New<\/strong> (Tambahkan Plugin Baru) dan cari <strong>WP Fastest Cache<\/strong>. Kemudian, klik <strong>Install Now<\/strong> (Instal Sekarang) &rarr; <strong>Activate<\/strong> (Aktifkan).<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah diaktifkan, buka menu <strong>WP Fastest Cache<\/strong> dari sidebar kiri dashboard.<\/li>\n\n\n\n<li>Di tab <strong>Delete Cache<\/strong>, pilih <strong>Delete Cache<\/strong> atau <strong>Delete Cache and Minified CSS\/JS<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a008e72cd9bc\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/menghapus-cache-wordpress-menggunakan-plugin-wp-fastest-cache.png\" alt=\"menghapus cache wordpress menggunakan plugin wp fastest cache\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p><strong>3. Menggunakan Plugin WP Rocket<\/strong><\/p><p><a href=\"https:\/\/wp-rocket.me\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">WP Rocket<\/a>&nbsp;adalah plugin premium&nbsp;yang dilengkapi dengan fitur caching lengkap, optimasi database, dan lazy loading untuk mempercepat website WordPress. Selain itu, plugin ini bisa digunakan untuk menghapus cache website. Berikut langkah-langkahnya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Setelah membeli WP Rocket, download plugin caching ini ke komputer Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Buka dashboard WordPress, lalu <strong>Plugins<\/strong> (Plugin) &rarr; <strong>Add New Plugin<\/strong> (Tambahkan Plugin Baru) &rarr; <strong>Upload Plugin<\/strong> (Unggah Plugin), kemudian instal WP Rocket secara manual.<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah terinstal, buka <strong>Settings<\/strong> (Pengaturan) &rarr; <strong>WP Rocket<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada <strong>Quick Actions<\/strong>, klik <strong>Clear Cache<\/strong> untuk menghapus semua file dalam cache, termasuk halaman, objek, dan cache server.<\/li>\n<\/ol><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-nonaktifkan-dan-uji-coba-plugin-serta-tema-yang-rusak\">4. Nonaktifkan dan Uji Coba Plugin serta Tema yang Rusak<\/h3><p>Sebagai salah satu CMS terpopuler, WordPress memiliki banyak plugin dan tema untuk meningkatkan fungsi dan estetika website Anda. Namun, menginstal plugin yang bermasalah bisa mengakibatkan error ERR_TOO_MANY_REDIRECTS.<\/p><p>Selain itu, plugin redirect WordPress yang Anda gunakan juga mungkin menyebabkan konflik dengan konfigurasi aturan pengalihan server, yang berpotensi menyebabkan perulangan tanpa akhir.<\/p><p>Untuk mencari tahu apakah error disebabkan oleh plugin tertentu, nonaktifkan plugin untuk sementara melalui menu drop-down tindakan massal di dashboard WordPress pada bagian <strong>Plugin<\/strong>, gunakan File Manager, atau <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-filezilla\">gunakan klien FTP FileZilla<\/a>.<\/p><p>Di tutorial ini, kami akan menunjukkan caranya menggunakan klien FTP:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka FileZilla di komputer Anda dan buat sambungan ke server.<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah login, akses panel <strong>Remote Site<\/strong>. Kemudian, buka <strong>public_html<\/strong> &rarr; <strong>wp_content<\/strong> dan cari folder <strong>Plugins<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a008e72cdd1c\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/folder-plugins-di-bagian-remote-site-filezilla.png\" alt=\"folder plugins di bagian remote site filezilla\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Klik kanan<\/strong> folder tersebut dan ganti namanya menjadi&nbsp;<strong>plugins_backup<\/strong>, lalu&nbsp;coba akses website Anda lagi. Kalau kesalahan <strong>err too many redirects<\/strong> sudah tidak muncul, berarti ada satu atau beberapa plugin yang rusak atau tidak update.<\/li>\n\n\n\n<li>Ganti nama folder kembali menjadi <strong>Plugins<\/strong>. Sekarang, coba ganti nama folder-folder plugin di dalamnya satu per satu untuk menemukan plugin yang menyebabkan error.&nbsp;Sebaiknya lakukan pengecekan dari plugin yang paling baru diinstall.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a008e72cdf1f\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/daftar-plugin-terinstal-dilihat-melalui-filezilla-dari-yang-paling-baru.png\" alt=\"daftar plugin terinstal dilihat melalui filezilla dari yang paling baru\" style=\"object-fit:cover\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-verifikasikan-file-htaccess-dan-konfigurasi-server\">5. Verifikasikan File .htaccess dan Konfigurasi Server<\/h3><p>Redirect loop terkadang bisa terjadi karena adanya masalah dalam <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-file-htaccess-wordpress-default\">file .htaccess WordPress<\/a>, yang berisi aturan permalink dan mungkin menyertakan konfigurasi khusus. Anda bisa mencoba menonaktifkan file ini sementara untuk menemukan penyebab error.<\/p><p>Ingat, selalu backup file <strong>.htaccess<\/strong> sebelum menonaktifkan atau mengeditnya agar Anda bisa mengembalikan pengaturan sebelumnya kalau terjadi error.<\/p><p>Berikut cara mengelola <strong>.htaccess<\/strong> dengan <strong>File Manager<\/strong> Hostinger:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Akses&nbsp;dashboard hPanel, lalu pilih <strong>File Manager<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a008e72ce186\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/05\/file-manager-di-dashboard-hpanel.png\" alt=\"file manager di dashboard hpanel\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-htaccess-file\">Temukan&nbsp;file&nbsp;.htaccess<\/a>&nbsp;Anda dalam folder <strong>public_html<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik kanan file, lalu pilih <strong>Ubah nama<\/strong>.&nbsp;Misalnya, Anda bisa menggantinya menjadi <strong>.htaccess_disabled<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/memilih-untuk-mengubah-nama-file-htaccess-di-file-manager.png\" alt=\"memilih untuk mengubah nama file htaccess di file manager\"><\/figure><\/div><ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Kemudian, cek apakah website sudah bisa dibuka tanpa masalah.<\/li>\n\n\n\n<li>Kalau cara ini berhasil, berarti file <strong>.htaccess<\/strong> Anda mungkin salah dikonfigurasi. Untuk mengeditnya, klik kanan file yang tadi diganti namanya, lalu pilih <strong>Edit<\/strong>. Konfigurasikan file dengan setup default seperti berikut:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\"># BEGIN WordPress<br>&lt;IfModule mod_rewrite.c&gt;<br>RewriteEngine On<br>RewriteBase \/<br>RewriteRule ^index.php$ - [L]<br>RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f<br>RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d<br>RewriteRule . \/index.php [L]<br>&lt;\/IfModule&gt;<br># END WordPress<\/pre><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a008e72ce63a\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/konfigurasi-file-htaccess-default.png\" alt=\"konfigurasi file htaccess default\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Setelah melakukan pengeditan yang diperlukan atau mengembalikan file ke pengaturan default, ganti namanya lagi menjadi <strong>.htaccess<\/strong>. Error redirect loop yang mungkin disebabkan oleh <strong>.htaccess<\/strong> pun akan teratasi.<\/p><p>Cara ini bisa diterapkan pada host yang menggunakan web server LiteSpeed atau Apache karena menggunakan <strong>.htaccess<\/strong>.<\/p><p>Apabila layanan hosting Anda menggunakan NGINX, file konfigurasinya akan berbeda. Sebaiknya hubungi administrator server atau provider hosting Anda untuk mendapatkan bantuan yang tepat.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-6-periksa-pengaturan-https\">6. Periksa Pengaturan HTTPS<\/h3><p>Pastikan pengaturan HTTPS website Anda sudah dikonfigurasi dengan benar agar tidak memicu ERR_TOO_MANY_REDIRECTS. Sebab, kesalahan konfigurasi HTTPS bisa menyebabkan banyak masalah yang mengganggu akses website.<\/p><p><strong>Pengalihan Konten Campuran<\/strong><\/p><p>Website yang dilindungi dengan HTTPS tapi beberapa kontennya dimuat melalui HTTP akan menyebabkan konten campuran (mixed content). Akibatnya, browser pun akan memblokir konten yang tidak aman atau mencoba mengatasinya dengan pengalihan.<\/p><p>Nah, Anda bisa menggunakan tool <a href=\"https:\/\/www.redirectmapper.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Redirect Mapper<\/a> untuk membantu mengidentifikasi dan memperbaiki link konten campuran ini guna memastikan semua resource website dimuat melalui HTTPS.<\/p><p><strong>Pengalihan HTTP ke HTTPS<\/strong><\/p><p>Untuk mengamankan koneksi, pemilik website biasanya mengalihkan semua traffic HTTP ke HTTPS. Hal ini bisa dilakukan melalui pengaturan WordPress atau file <strong>.htaccess<\/strong>. Namun, pengalihan HTTPS yang tidak tepat bisa menyebabkan ERR_TOO_MANY_REDIRECTS.<\/p><p>Pastikan bahwa file <strong>.htaccess<\/strong> atau pengaturan WordPress Anda menerapkan SSL untuk melakukan <a href=\"\/id\/tutorial\/force-https-htaccess\">force HTTPS<\/a> sehingga error redirect loop bisa dicegah.<\/p><p><strong>Validasi dan Perpanjangan Sertifikat SSL<\/strong><\/p><p>Website membutuhkan sertifikat SSL yang valid dan aktif untuk melakukan pengalihan HTTPS. Pastikan sertifikat SSL Anda diinstal dengan benar, divalidasi, dan diperpanjang secara rutin di server hosting Anda.<\/p><p>Sebagian besar provider akan memberikan pemberitahuan ketika SSL perlu diperpanjang. Sertifikat SSL yang kedaluwarsa akan memicu peringatan keamanan dan masalah pengalihan saat browser mencoba membuat koneksi yang aman.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-7-cek-konfigurasi-cdn\">7. Cek Konfigurasi CDN<\/h3><p>Kemungkinan penyebab error redirect loop lainnya adalah layanan pihak ketiga yang diinstall di host Anda, seperti <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-cdn\">CDN (Content Delivery Network)<\/a>.<\/p><p>Meskipun CDN bisa membantu mempercepat loading website dengan mendistribusikan konten di server-server yang tersebar secara global, pengaturan mode enkripsi SSL\/TLS tertentu mungkin menyebabkan error redirect loop secara tidak sengaja.<\/p><p><strong>Mengelola Pengalihan di Cloudflare<\/strong><\/p><p>Untuk mencari tahu apakah ERR_TOO_MANY_REDIRECTS mungkin disebabkan oleh CDN Cloudflare, ikuti langkah-langkah berikut:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Login ke <strong>dashboard Cloudflare<\/strong> dan pilih website Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Buka tab <strong>Overview<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a008e72cf4f3\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1350\" height=\"618\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/ringkasan-cloudflare.png\/public\" alt=\"halaman overview di cloudflare\" class=\"wp-image-21138\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/ringkasan-cloudflare.png\/w=1350,fit=scale-down 1350w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/ringkasan-cloudflare.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/ringkasan-cloudflare.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/ringkasan-cloudflare.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/ringkasan-cloudflare.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1350px) 100vw, 1350px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Di bagian <strong>Advanced Actions<\/strong>, pilih <strong>Pause Cloudflare on Site<\/strong>. Langkah ini akan menjeda fitur Cloudflare sementara sehingga Anda bisa memastikan apakah error redirect loop tetap muncul meskipun Cloudflare sudah dinonaktifkan.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a008e72cf876\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/menjeda-cloudflare-melalui-pengaturan-tingkat-lanjut.png\" alt=\"menjeda cloudflare melalui pengaturan tingkat lanjut\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p><strong>Memperbaiki Pengaturan SSL\/TLS Cloudflare<\/strong><\/p><p>Mode enkripsi SSL\/TLS Cloudflare dibutuhkan untuk mengelola permintaan antara CDN dan website WordPress Anda.<\/p><p>Namun, mengaturnya ke mode <strong>Flexible<\/strong> bisa menimbulkan masalah karena Cloudflare akan mengirim permintaan yang tidak terenkripsi ke server Anda. Kalau Anda mengaktifkan konfigurasi pengalihan HTTP ke HTTPS, hal ini bisa memicu error redirect loop.<\/p><p>Untuk mencegahnya, sesuaikan pengaturan SSL Cloudflare ke <strong>Full<\/strong> atau <strong>Full (strict)<\/strong> kalau Anda memiliki sertifikat SSL yang valid di server. Dengan demikian, koneksi antara Cloudflare dan server Anda pun bisa mengikuti aturan pengalihan HTTPS website.<\/p><p><strong>Memverifikasi Konfigurasi DNS<\/strong><\/p><p>Konfigurasi DNS yang tidak tepat bisa memicu kesalahan ERR_TOO_MANY_REDIRECTS, terutama terkait versi <strong>www<\/strong> dan <strong>non-www<\/strong> website Anda. Pastikan DNS record Anda di Cloudflare atau CDN apa pun sudah mengarah dengan benar ke server Anda tanpa menyebabkan pengalihan yang tidak diinginkan.<\/p><p>Setelah menyesuaikan konfigurasi layanan pihak ketiga ini, sebaiknya hapus cache website Anda lagi.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tampilan-err-too-many-redirects-di-berbagai-browser\">Tampilan ERR_TOO_MANY_REDIRECTS di Berbagai Browser<\/h2><p>Berikut adalah tampilan <strong>ERR_TOO_MANY_REDIRECTS<\/strong> di beberapa browser populer.<\/p><p><strong>Google Chrome<\/strong><\/p><p>Chrome akan menampilkan pesan yang mengatakan, &ldquo;<strong>This page isn&rsquo;t working. example.com redirected you too many times<\/strong>&ldquo;. Aplikasi ini biasanya akan menyarankan beberapa tindakan untuk mengatasinya, menandakan adanya error redirect loop.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"472\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/page-isnt-working.png\/public\" alt=\"page isnt working\" class=\"wp-image-21118\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/page-isnt-working.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/page-isnt-working.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/page-isnt-working.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/page-isnt-working.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div><p><strong>Mozilla Firefox<\/strong><\/p><p>Firefox akan menampilkan pesan yang berkata, <strong>&ldquo;<strong>The page isn&rsquo;t redirecting properly. Firefox has detected that the server is redirecting the request for this address in a way that will never complete<\/strong>&ldquo;<\/strong> untuk menunjukkan adanya masalah pengalihan.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1365\" height=\"536\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/error-halaman-di-firefox.png\/public\" alt=\"error halaman di firefox\" class=\"wp-image-21120\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/error-halaman-di-firefox.png\/w=1365,fit=scale-down 1365w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/error-halaman-di-firefox.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/error-halaman-di-firefox.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/error-halaman-di-firefox.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/error-halaman-di-firefox.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1365px) 100vw, 1365px\" \/><\/figure><\/div><p><strong>Safari<\/strong><\/p><p>Safari menampilkan error ini dengan pesan,&nbsp;<strong>&ldquo;<strong><strong>Safari can&rsquo;t open the page &#8210; Too many redirects occurred trying to open &lsquo;example.com<\/strong>&ldquo;<\/strong><\/strong>. Hal ini menandakan bahwa halaman dialihkan ke halaman lain yang juga melakukan pengalihan kembali akibat masalah redirect loop.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1365\" height=\"495\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/error-halaman-di-safari.png\/public\" alt=\"error halaman di safari\" class=\"wp-image-21121\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/error-halaman-di-safari.png\/w=1365,fit=scale-down 1365w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/error-halaman-di-safari.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/error-halaman-di-safari.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/error-halaman-di-safari.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/07\/error-halaman-di-safari.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1365px) 100vw, 1365px\" \/><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Melalui artikel ini, kami sudah membagikan beberapa cara untuk mengatasi ERR_TOO_MANY_REDIRECTS. Meskipun tidak terlalu serius, masalah ini bisa berdampak negatif pada pengalaman pengguna.<\/p><p>Anda bisa memperbaikinya dengan membersihkan cache browser dan website, mengidentifikasi plugin atau tema yang bermasalah, memverifikasi file <strong>.htaccess<\/strong>, hingga memeriksa pengaturan CDN.<\/p><p>Dengan menerapkan solusi-solusi ini, Anda pun bisa mengatasi dan mencegah kesalahan ERR_TOO_MANY_REDIRECTS secara efektif. Kalau Anda memiliki pertanyaan atau cara lain yang belum kami bahas, jangan ragu untuk menyampaikannya lewat kolom komentar, ya.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tanya-jawab-faq-cara-mengatasi-err-too-many-redirects\">Tanya Jawab (FAQ) Cara Mengatasi ERR_TOO_MANY_REDIRECTS<\/h2><p>Bagian ini akan menjawab beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang cara memperbaiki ERR_TOO_MANY_REDIRECTS.<\/p><div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-69442d6216791\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Kenapa URL Terlalu Sering Dialihkan?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>URL mungkin terlalu sering dialihkan karena adanya rangkaian pengalihan, di mana satu URL mengarah ke URL lain dan seterusnya sehingga menimbulkan perulangan. Untuk mencegah hal ini, pastikan ada path langsung dari URL asli ke tujuan akhir sehingga menghindari rangkaian pengalihan.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442d6216794\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana Cara Mencegah ERR_TOO_MANY_REDIRECTS?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Anda bisa mencegah ERR_TOO_MANY_REDIRECTS dengan mendebug pengalihan secara rutin dan menganalisis file log server untuk mencari hal-hal yang tidak biasa. Pastikan file <strong>.htaccess<\/strong> website Anda, plugin pengalihan, dan pengaturan server Anda dikonfigurasi dengan benar untuk mengoptimalkan navigasi.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442d6216795\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apakah ERR_TOO_MANY_REDIRECTS Bisa Terjadi di HP?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Ya, ERR_TOO_MANY_REDIRECTS juga bisa terjadi di HP sehingga memengaruhi akses website melalui browser seluler. Coba identifikasi pola pengalihan bermasalah yang menyebabkan error tersebut menggunakan tool diagnostik jaringan atau redirect checker.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ERR_TOO_MANY_REDIRECTS adalah pesan kesalahan yang menandakan bahwa website mengalami proses berulang yang tidak ada habisnya, mengarahkan browser secara berputar-putar dari satu halaman ke halaman lainnya tanpa tujuan. Untungnya, masalah ini biasanya tidak terlalu serius. Kami akan menjelaskan cara mengatasi ERR_TOO_MANY_REDIRECTS untuk membantu Anda memperbaiki error redirect loop ini dengan mudah, serta menjelaskan arti, penyebab, dan [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/cara-mengatasi-err_too_many_redirects\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"","rank_math_description":"Website Anda mengalami error redirect loop? Jangan khawatir! Yuk, baca cara mengatasi err_too_many_redirects di artikel ini, mudah & lengkap!","rank_math_focus_keyword":"err_too_many_redirects","footnotes":""},"categories":[9451],"tags":[7788,7790,7430,7789,4860],"class_list":["post-5817","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-error","tag-err_too_many_redirects","tag-file-htaccess","tag-plugin","tag-redirection-loop","tag-wordpress"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/how-to-fix-err-too-many-redirects","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/como-resolver-err-too-many-redirects-wordpress","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/err-too-many-redirects","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/como-solucionar-err-too-many-redirects","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/cara-mengatasi-err_too_many_redirects","default":0},{"locale":"de-DE","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/de\/tutorials\/err-too-many-redirects-beheben","default":0},{"locale":"it-IT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/it\/tutorial\/err_too_many_redirects","default":0},{"locale":"nl-NL","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/nl\/tutorials\/err-too-many-redirects","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/how-to-fix-err-too-many-redirects","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/how-to-fix-err-too-many-redirects","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/how-to-fix-err-too-many-redirects","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/agregar-meta-descripcion-wordpress-8","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/agregar-meta-descripcion-wordpress-8","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/como-solucionar-err-too-many-redirects","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/o-que-e-dominio-2","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/how-to-fix-err-too-many-redirects","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/how-to-fix-err-too-many-redirects","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/how-to-fix-err-too-many-redirects","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/how-to-fix-err-too-many-redirects","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5817"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47252,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5817\/revisions\/47252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}