{"id":4881,"date":"2017-05-01T17:18:15","date_gmt":"2017-05-01T17:18:15","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.hostinger.io\/tutorial\/?p=4881"},"modified":"2025-12-18T23:36:04","modified_gmt":"2025-12-18T16:36:04","slug":"perintah-git-dasar","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/perintah-git-dasar","title":{"rendered":"Daftar perintah Git yang paling umum untuk memudahkan pekerjaan Anda"},"content":{"rendered":"<p>Penggunaan perintah Git dalam pengembangan software atau aplikasi bisa membantu menyederhanakan manajemen repositori dan alur kerja Anda.<\/p><p>Baik sebagai developer maupun anggota tim, memahami Git juga akan mempermudah proses kontrol versi dan meningkatkan efektivitas pekerjaan Anda.<\/p><p>Artikel ini akan menjelaskan daftar perintah Git yang umum digunakan, lengkap dengan tujuan dan contoh penggunaannya. Kami juga akan membahas dasar-dasarnya serta membagikan beberapa teknik tingkat lanjut. Yuk, langsung mulai saja!<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-memahami-alur-kerja-git\">Memahami alur kerja Git<\/h2><p>Sebuah proyek Git memiliki tiga bagian utama: <strong>working directory<\/strong> (direktori kerja), <strong>staging area <\/strong>(area uji coba), dan <strong>direktori git<\/strong>.<\/p><p>Working directory adalah tempat Anda menambahkan, menghapus, dan mengedit file. Selanjutnya, perubahan tersebut diindeks di staging area. Setelah selesai, snapshot perubahan akan disimpan di direktori Git.<\/p><p>Git bisa didownload dari <a href=\"https:\/\/git-scm.com\/downloads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">website resminya<\/a>. Sistem ini tersedia untuk Linux atau Unix, Windows, dan macOS.<\/p><p>Apabila menggunakan <a href=\"\/id\/hosting-vps\">paket VPS hosting dari Hostinger<\/a>, Anda bisa <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-install-git-ubuntu\">menginstal Git secara langsung<strong> <\/strong>di server<\/a> Anda dengan menuliskan salah satu perintah di bawah ini sesuai OS yang Anda instal.<\/p><p>Untuk distribusi berbasis Debian, termasuk Ubuntu:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt install git<\/pre><p>Untuk distribusi berbasis Fedora, seperti CentOS:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo yum install git<\/pre><p>Atau<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo dnf install git<\/pre><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/hosting-vps\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29630\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-daftar-perintah-git-yang-paling-umum-digunakan\">Daftar perintah Git yang paling umum digunakan<\/h2><p>Bagi beberapa pengguna, Git mungkin termasuk sulit dipelajari. Tenang, di bagian ini, kita akan mempelajari perintah dasar Git yang paling sering digunakan pada command-line interface (CLI).<\/p><p>Apabila lebih suka menggunakan GUI (graphical user interface) untuk menulis perintah Git, silakan gunakan salah satu <a href=\"\/id\/tutorial\/git-gui-client\">klien GUI Git yang direkomendasikan<\/a>.<\/p><p>Sekarang, mari kita pelajari beberapa perintah Git yang paling umum beserta fungsinya.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-perintah-dasar-git\">Perintah dasar Git<\/h3><p><strong>git init<\/strong><\/p><p>Perintah ini digunakan untuk menginisiasi repositori Git baru di dalam direktori. Berikut adalah penggunaan dasar <strong>git init<\/strong>:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git init<\/pre><p>Untuk membuat repositori baru sekaligus menentukan nama proyek, gunakan perintah berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git init [nama project]<\/pre><p><strong>git add<\/strong><\/p><p>Perintah ini digunakan untuk menambahkan perubahan file secara bertahap, mempersiapkannya untuk commit berikutnya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git add file1.txt<\/pre><p><strong>git commit<\/strong><\/p><p>Gunakan perintah ini untuk membuat pesan commit bagi perubahan yang dilakukan, menjadikannya bagian dari riwayat proyek Anda:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git commit -m \"Add new feature\"<\/pre><p><strong>git status<\/strong><\/p><p>Perintah ini menampilkan informasi penting mengenai modifikasi dan status staging file Anda:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git status<\/pre><p><strong>git log<\/strong><\/p><p>Penggunaan dasar <strong>git log<\/strong> memungkinkan Anda melihat daftar riwayat commit secara kronologis:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git log<\/pre><p><strong>git diff<\/strong><\/p><p>Perintah ini memungkinkan Anda membandingkan perubahan antara working directory dan commit terakhir. Contohnya, penggunaan <strong>git diff<\/strong> ini mengidentifikasi perbedaan pada file tertentu:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git diff file1.txt<\/pre><p>Untuk membandingkan perubahan antara dua commit, gunakan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git diff commit1 commit2<\/pre><p><strong>git rm<\/strong><\/p><p>Perintah ini menghapus file dari working directory Anda dan melakukan staging penghapusan untuk commit berikutnya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git rm file1.txt<\/pre><p><strong>git mv<\/strong><\/p><p>Gunakan perintah ini untuk mengganti nama dan memindahkan file di working directory Anda. Berikut adalah perintah Git untuk mengganti nama file:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git mv file1.txt file2.txt<\/pre><p>Untuk memindahkan file ke direktori lain, masukkan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git mv file1.txt direktori_baru\/<\/pre><p><strong>git config<\/strong><\/p><p>Perintah ini mengonfigurasi berbagai aspek Git, termasuk informasi dan preferensi pengguna. Contohnya, masukkan perintah ini untuk mengatur alamat email Anda untuk commit:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git config --global user.email \"email.anda@example.com\"<\/pre><p>Flag <strong>&ndash;global<\/strong> menerapkan konfigurasi secara universal, yang memengaruhi semua repositori lokal Anda.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-perintah-branch-dan-merge-git\">Perintah branch dan merge Git<\/h3><p><strong>git branch<\/strong><\/p><p>Perintah ini digunakan untuk <a href=\"\/id\/tutorial\/git-branch\">mengelola branch di repositori Git<\/a> Anda. Berikut adalah penggunaan dasar <strong>git branch<\/strong> untuk mencantumkan semua branch yang ada:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git branch<\/pre><p>Untuk membuat branch Git bernama &ldquo;feature&rdquo;, gunakan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git branch feature<\/pre><p>Untuk mengganti nama branch Git, masukkan perintah ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git branch -m nama-branch nama-branch-baru<\/pre><p><strong>git checkout<\/strong><\/p><p>Perintah ini memungkinkan Anda berpindah antar branch dan memulihkan file dari commit yang berbeda.<\/p><p>Berikut adalah penggunaan <strong>git checkout<\/strong> untuk berpindah ke branch yang sudah ada:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git checkout nama_branch<\/pre><p>Untuk membuang perubahan pada file tertentu dan mengembalikannya ke commit terakhir, gunakan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git checkout -- nama_file<\/pre><p><strong>git merge<\/strong><\/p><p>Untuk menggabungkan branch topik atau fitur ke branch Git utama, gunakan perintah ini. Berikut adalah contoh penggunaan dasar <strong>git merge<\/strong>:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git merge nama_branch<\/pre><p><strong>git cherry-pick<\/strong><\/p><p>Perintah ini memungkinkan Anda menerapkan commit tertentu dari satu branch ke branch lain tanpa menggabungkan seluruh branch.<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git cherry-pick commit_hash<\/pre><p><strong>git rebase<\/strong><\/p><p>Perintah ini digunakan untuk menerapkan perubahan dari satu branch Git ke branch lain dengan memindahkan atau menggabungkan commit. Perintah ini membantu menjaga riwayat commit lebih rapi:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git rebase main<\/pre><p><strong>git tag<\/strong><\/p><p>Perintah ini menandai poin-poin tertentu dalam riwayat Git Anda, seperti v1.0 atau v2.0:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git tag v1.0<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-perintah-repositori-remote-git\">Perintah repositori remote Git<\/h3><p><strong>git clone<\/strong><\/p><p>Perintah ini membuat salinan repositori remote di perangkat lokal Anda. Penggunaan dasar <strong>git clone<\/strong> yaitu untuk mengkloning repositori dari <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-github\">GitHub<\/a>:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git clone https:\/\/github.com\/username\/my-project.git<\/pre><p><strong>git push<\/strong><\/p><p>Perintah ini mengirim commit branch Git lokal Anda ke repositori remote, mengupdatenya dengan perubahan terbaru.<\/p><p>Misalnya, Anda ingin mengirim perubahan dari repositori lokal bernama &ldquo;main&rdquo; ke repositori remote bernama &ldquo;origin&rdquo;:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git push origin main<\/pre><p><strong>git pull<\/strong><\/p><p>Perintah ini mengambil dan mengintegrasikan perubahan dari repositori remote ke branch lokal Anda saat ini. Berikut adalah contoh penggunaan <strong>git pull<\/strong> untuk menarik perubahan dari branch master:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git pull origin master<\/pre><p><strong>git fetch<\/strong><\/p><p>Untuk mengambil commit baru dari repositori remote tanpa menggabungkannya secara otomatis ke branch Anda saat ini, gunakan perintah ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git fetch origin<\/pre><p><strong>git remote<\/strong><\/p><p>Perintah ini mengelola repositori remote yang terkait dengan repositori lokal Anda. Penggunaan dasar <strong>git remote<\/strong> akan mencantumkan daftar repositori remote:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git remote<\/pre><p>Untuk menambahkan repositori remote baru, tentukan nama dan URL-nya. Misalnya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git remote add origin https:\/\/github.com\/username\/origin.git<\/pre><p><strong>git submodule<\/strong><\/p><p>Perintah ini digunakan untuk mengelola repositori terpisah yang disematkan di dalam repositori Git.<\/p><p>Untuk menambahkan submodule ke repositori utama Anda, gunakan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git submodule add https:\/\/github.com\/username\/submodule-repo.git path\/to\/submodule<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-perintah-git-tingkat-lanjut\">Perintah Git tingkat lanjut<\/h3><p><strong>git reset<\/strong><\/p><p>Perintah ini digunakan untuk membatalkan perubahan dan memanipulasi riwayat commit. Berikut adalah contoh penggunaan dasar <strong>git reset<\/strong> untuk membatalkan perubahan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git reset file1.txt<\/pre><p><strong>git stash<\/strong><\/p><p>Untuk menyimpan perubahan sementara yang belum siap di-commit, gunakan perintah ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git stash<\/pre><p>Untuk melihat daftar stash:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git stash list<\/pre><p>Untuk menerapkan stash terbaru dan menghapusnya dari daftar stash:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git stash pop<\/pre><p><strong>git bisect<\/strong><\/p><p>Perintah ini terutama digunakan untuk mengidentifikasi bug atau masalah dalam riwayat proyek Anda. Untuk memulai proses bisect, gunakan perintah ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git bisect start<\/pre><p>Git akan secara otomatis mengarahkan Anda melalui commit yang ada untuk menemukan commit yang bermasalah menggunakan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git bisect run &lt;test-script&gt;<\/pre><p><strong>git blame<\/strong><\/p><p>Perintah ini menentukan author dan perubahan terakhir pada setiap baris file:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git blame file1.txt<\/pre><p><strong>git reflog<\/strong><\/p><p>Perintah ini mencatat perubahan branch Git. Dengannya, Anda bisa memantau timeline repositori, bahkan ketika commit dihapus atau hilang:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git reflog<\/pre><p><strong>git clean<\/strong><\/p><p>Terakhir, perintah ini menghapus file yang tidak terlacak dari working directory sehingga menghasilkan repositori yang bersih dan tertata:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">git clean [options]<\/pre><p>Opsi <strong>[options]<\/strong> bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan spesifik Anda, seperti <strong>-n<\/strong> untuk dry run, <strong>-f <\/strong>untuk force, atau <strong>-d <\/strong>untuk direktori.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cheat-sheet-perintah-git-dasar\">Cheat sheet perintah Git dasar<\/h2><p>Apabila baru mulai mempelajari Git, Anda mungkin kesulitan untuk mengingat semua perintah dasarnya. Jangan khawatir, karena kami sudah menyiapkan cheat sheet Git untuk membantu Anda menggunakan tool ini.<\/p><p>Download atau cetak cheat sheet ini agar Anda bisa menggunakannya kapan saja saat diperlukan.<\/p><p class=\"has-text-align-center\"><a href=\"https:\/\/cdn.hostinger.com\/tutorials\/pdf\/Git-Cheat-Sheet-EN.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Download cheat sheet GIT lengkap<\/a><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Di artikel ini, kita sudah mempelajari berbagai perintah Git penting untuk manajemen kontrol sumber yang efektif dan penulisan kode bersama yang lebih efisien.<\/p><p>Baik Anda sudah berpengalaman maupun baru mulai mempelajari sistem ini, menguasai perintah dasar Git akan membantu meningkatkan pengalaman coding Anda.<\/p><p>Jadi, yuk coba perintah-perintahnya dan terus tingkatkan kemampuan Anda! Semoga berhasil!<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tanya-jawab-faq-perintah-dasar-git\"><strong>Tanya jawab (FAQ) perintah dasar Git<\/strong><\/h2><div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-69442d742c5f6\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \"><strong>Apa perintah git yang paling sering digunakan?<\/strong><\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Git memiliki ratusan perintah. Beberapa yang paling umum adalah <strong>git config<\/strong>, <strong>git clone<\/strong>, <strong>git init<\/strong>, <strong>git status<\/strong>, <strong>git push<\/strong>, <strong>git add<\/strong>, <strong>git commit<\/strong>, <strong>git branch<\/strong>, <strong>git pull<\/strong>, <strong>git merge<\/strong>, dan <strong>git stash<\/strong>.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442d742c5fd\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \"><strong>Bagaimana cara mulai menggunakan Git?<\/strong><\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Untuk menginstal Git di sistem operasi Anda, download installer dari website resminya. Konfigurasikan nama dan alamat email Anda menggunakan <strong>git config<\/strong>. Kemudian, buat repositori baru dengan <strong>git init <\/strong>lalu mulailah menambahkan dan memasukkan file menggunakan <strong>git add<\/strong>.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442d742c5fe\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \"><strong>Apakah perintah Git bisa dikustomisasi?<\/strong><\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Ya, Anda bisa mengustomisasi perintah Git agar lebih sesuai dengan alur kerja dan preferensi Anda. Misalnya, Anda bisa mempersonalisasi informasi pengguna, perilaku default, alias, dan lainnya menggunakan perintah <strong>git config<\/strong>.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penggunaan perintah Git dalam pengembangan software atau aplikasi bisa membantu menyederhanakan manajemen repositori dan alur kerja Anda. Baik sebagai developer maupun anggota tim, memahami Git juga akan mempermudah proses kontrol versi dan meningkatkan efektivitas pekerjaan Anda. Artikel ini akan menjelaskan daftar perintah Git yang umum digunakan, lengkap dengan tujuan dan contoh penggunaannya. Kami juga akan [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/perintah-git-dasar\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":43462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Daftar perintah Git dasar yang paling umum (bonus cheat sheet)","rank_math_description":"Git merupakan sistem kontrol versi untuk memudahkan proses penulisan kode. Yuk, pelajari perintah Git dasar untuk mempermudah pekerjaan Anda!","rank_math_focus_keyword":"perintah git dasar","footnotes":""},"categories":[9432],"tags":[5350,6270,5353,6319],"class_list":["post-4881","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lainnya","tag-cara-menggunakan-git","tag-git","tag-git-hub","tag-perintah-dasar-git"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/basic-git-commands","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/comandos-git","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/commandes-git","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/comandos-de-git","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/perintah-git-dasar","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/basic-git-commands","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/basic-git-commands","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/basic-git-commands","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/comandos-de-git","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/joomla-vs-wordpress-cms-utilizar-17","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/comandos-de-git","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/comandos-git","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/basic-git-commands","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/basic-git-commands","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/basic-git-commands","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/basic-git-commands","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4881","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4881"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4881\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47264,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4881\/revisions\/47264"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4881"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4881"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4881"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}