{"id":48572,"date":"2026-09-11T14:17:34","date_gmt":"2026-09-11T07:17:34","guid":{"rendered":"\/id\/tutorial\/?p=48572"},"modified":"2026-09-11T14:17:36","modified_gmt":"2026-09-11T07:17:36","slug":"cara-mengatasi-email-tidak-terkirim","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/cara-mengatasi-email-tidak-terkirim\/","title":{"rendered":"Cara mengatasi email yang tidak terkirim"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Email yang tidak terkirim biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti pengaturan SMTP yang salah, koneksi internet terputus, port diblokir, masalah DNS atau domain, gagal login, batas pengiriman yang sudah tercapai, atau isi email yang terlihat seperti spam.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Cara mengatasinya bergantung pada dari mana Anda mengirim email. Email yang tertahan di webmail, aplikasi seperti Outlook, formulir kontak di website, atau platform email marketing bisa gagal terkirim karena alasan yang berbeda. Untungnya, sebagian besar masalah ini bisa Anda cek sendiri tanpa harus memiliki pengetahuan teknis khusus.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Coba solusi sederhana dulu, seperti memastikan alamat penerima sudah benar dan mengecek apakah email masih tertahan di Kotak Keluar (Outbox). Kalau belum berhasil, lanjut periksa pengaturan SMTP, port, status akun, DNS record, aplikasi email, atau cara website mengirim email. Penyebab lainnya biasanya berkaitan dengan batas pengiriman, kode error, atau isi email yang seperti spam.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kenapa-email-tidak-terkirim\">Kenapa email tidak terkirim?<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya, email gagal terkirim karena ada sesuatu yang menghambatnya. Situasi ini berbeda dengan email yang sudah terkirim tapi tidak sampai ke penerima. Sekilas keduanya terlihat sama, tapi cara mengatasinya berbeda:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Email tidak terkirim<\/strong> berarti pesan gagal keluar dari akun pengirim, aplikasi, website, atau server SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) email.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Email tidak sampai ke penerima<\/strong> berarti pesan sudah berhasil dikirim, tapi kemudian ditolak, mengalami bounce, diblokir, atau terfilter sebelum sampai ke penerima. Masalah ini berkaitan dengan keterkiriman (deliverability), yang bisa diatasi dengan meningkatkan email deliverability.<\/li>\n<\/ul><div class=\"wp-block-image wp-block-image aligncenter size-large\">\n<figure class=\"wp-lightbox-container\" data-wp-context='{\"imageId\":\"6aa3b2ada68af\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"6aa3b2ada68af\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"572\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--pointerdown=\"actions.preloadImage\" data-wp-on--pointerenter=\"actions.preloadImageWithDelay\" data-wp-on--pointerleave=\"actions.cancelPreload\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092098490-0.jpg\/public\" alt=\"Visual diagram of the two reasons why email is not sending\" class=\"wp-image-48571\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092098490-0.jpg\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092098490-0.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092098490-0.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092098490-0.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" data-wp-bind--aria-label=\"state.thisImage.triggerButtonAriaLabel\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.thisImage.buttonRight\" data-wp-style--top=\"state.thisImage.buttonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure>\n<\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian besar masalah email tidak terkirim disebabkan oleh salah satu hal berikut:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Format alamat penerima salah, misalnya tidak ada tanda &ldquo;@&rdquo;.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak ada koneksi internet.<\/li>\n\n\n\n<li>Email tertahan di Kotak Keluar.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengaturan SMTP salah.<\/li>\n\n\n\n<li>Password email salah.<\/li>\n\n\n\n<li>Port pengiriman diblokir.<\/li>\n\n\n\n<li>Layanan email ditangguhkan atau tidak aktif.<\/li>\n\n\n\n<li>Batas pengiriman sudah tercapai.<\/li>\n<\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, email yang sudah dikirim tapi tidak sampai ke penerima biasanya disebabkan oleh hal lain lagi. Misalnya, DNS record yang tidak lengkap, reputasi pengirim yang buruk, atau isi yang mirip spam. Masalah ini bisa membuat email mengalami bounce atau terfilter setelah dikirim.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-solusi-awal-mengatasi-email-tidak-terkirim\">Solusi awal mengatasi email tidak terkirim<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum mengubah pengaturan DNS atau SMTP, lakukan beberapa pemeriksaan dasar berikut. Langkah-langkah ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit dan bisa membantu Anda menemukan penyebab umumnya dulu sebelum mencoba solusi yang lebih teknis.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Ikuti langkah-langkah berikut ini secara berurutan:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Periksa koneksi internet. Coba muat ulang website. Kalau masih tidak bisa dibuka, sambungkan ulang Wi-Fi atau reset menggunakan mode pesawat di ponsel.<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan alamat penerima sudah benar. Format alamat yang salah, misalnya tanpa tanda &ldquo;@&rdquo;, bisa membuat email gagal dikirim. Sementara itu, salah ketik biasa umumnya membuat email tetap terkirim, tapi kemudian mengalami <em>bounce<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Periksa Kotak Keluar dan Draf. Email yang masih tertahan di kotak tersebut berarti belum benar-benar terkirim.<\/li>\n\n\n\n<li>Coba kirim email teks biasa tanpa lampiran untuk memastikan email bisa dikirim secara normal.<\/li>\n\n\n\n<li>Kalau ukuran email terlalu besar, perkecil lampirannya. Batasnya biasanya antara 10&ndash;25 MB, tergantung pada penyedia layanan.<\/li>\n\n\n\n<li>Periksa apakah Anda baru saja mengganti password email. Perbarui informasi login yang tersimpan di aplikasi kalau memang baru diganti.<\/li>\n\n\n\n<li>Coba kirim email yang sama melalui webmail di browser.<\/li>\n\n\n\n<li>Periksa apakah penyedia layanan email sedang mengalami gangguan atau melakukan pemeliharaan terjadwal.<\/li>\n<\/ol><p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mengujinya melalui webmail bisa memberikan petunjuk paling jelas tentang sumber masalahnya.<\/strong> Kalau email berhasil dikirim lewat webmail tapi gagal melalui Outlook, Apple Mail, atau aplikasi lain, kemungkinan masalahnya ada pada pengaturan aplikasi, bukan akun email Anda. Jadi, coba periksa bagian tersebut dulu.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau semua langkah di atas belum berhasil, lanjutkan memeriksa pengaturan, status akun, dan cara email dikirim.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-periksa-pengaturan-smtp\">1. Periksa pengaturan SMTP<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"\/id\/tutorial\/port-smtp\/\">SMTP<\/a> adalah sistem yang digunakan aplikasi untuk meneruskan email keluar ke server. Konfigurasi SMTP yang salah merupakan salah satu penyebab paling umum aplikasi email tidak bisa mengirim pesan.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengatasinya, buka pengaturan server keluar atau server email di aplikasi Anda, lalu cocokkan informasi berikut dengan yang diberikan oleh penyedia email:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Server SMTP<\/strong>, yaitu host untuk email keluar, misalnya <code>smtp.hostinger.com<\/code>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Port SMTP<\/strong>, biasanya 587.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Metode enkripsi<\/strong>, yaitu SSL\/TLS atau STARTTLS. Gunakan metode yang ditentukan penyedia untuk port yang digunakan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Username<\/strong>, biasanya alamat email lengkap. Beberapa penyedia mungkin memberikan username SMTP khusus.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Password<\/strong>, sama dengan yang digunakan untuk login ke webmail.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Autentikasi<\/strong>, yang perlu diaktifkan.<\/li>\n<\/ul><div class=\"wp-block-image wp-block-image aligncenter size-large\">\n<figure class=\"wp-lightbox-container\" data-wp-context='{\"imageId\":\"6aa3b2ada90ca\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"6aa3b2ada90ca\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"572\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--pointerdown=\"actions.preloadImage\" data-wp-on--pointerenter=\"actions.preloadImageWithDelay\" data-wp-on--pointerleave=\"actions.cancelPreload\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092103149-0.jpg\/public\" alt=\"Visual diagram of outgoing mail settings\" class=\"wp-image-48570\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092103149-0.jpg\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092103149-0.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092103149-0.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092103149-0.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" data-wp-bind--aria-label=\"state.thisImage.triggerButtonAriaLabel\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.thisImage.buttonRight\" data-wp-style--top=\"state.thisImage.buttonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure>\n<\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Saat mengecek pengaturan ini, jangan sampai tertukar antara IMAP atau POP dan SMTP. <strong>IMAP dan POP menangani email masuk<\/strong>, sedangkan <strong>SMTP menangani email keluar<\/strong>. Jadi, kalau kotak masuk berfungsi normal tapi Anda tidak bisa mengirim email, kemungkinan masalahnya ada pada pengaturan SMTP.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau menggunakan Email Hostinger, lihat petunjuk server SMTP, port, dan metode enkripsi langsung di hPanel atau artikel dukungan Hostinger. Setelah itu, masukkan informasinya ke aplikasi sesuai yang tercantum.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Hostinger mendukung port 465 dengan SSL dan 587 dengan STARTTLS. Secara default, Hostinger menggunakan port 465, jadi coba port tersebut lebih dulu. Kalau muncul error enkripsi, coba port 587. Kalau semua pengaturan sudah benar tapi email tetap tidak bisa dikirim, kemungkinan port yang digunakan diblokir.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Memilih port SMTP yang benar sama pentingnya dengan memasukkan nama server yang tepat. Port yang salah bisa membuat pengiriman gagal tanpa indikasi yang jelas.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-periksa-apakah-port-smtp-diblokir\">2. Periksa apakah port SMTP diblokir<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Port SMTP merupakan jalur yang digunakan untuk mengirim email. Kalau port ini diblokir, email bisa gagal dikirim meskipun semua pengaturan lainnya sudah benar. Port. Jaringan, firewall, atau penyedia layanan internet terkadang menutup port tertentu untuk mengurangi spam.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Akibatnya, Anda tetap bisa login dan server yang digunakan sudah benar, tapi email tidak kunjung terkirim.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut port yang umum digunakan:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Port 587<\/strong> merupakan standar modern untuk mengirim email dengan aman dan biasanya menjadi pilihan pertama di sebagian besar penyedia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Port 465<\/strong> adalah opsi aman yang mengenkripsi koneksi sejak awal (implicit TLS) dan masih didukung secara luas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Port 25<\/strong> adalah port pengiriman lama yang sekarang diblokir oleh sebagian besar penyedia internet dan hosting karena sering disalahgunakan untuk spam.<\/li>\n<\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau port yang sedang digunakan tidak berfungsi, buka pengaturan server keluar di aplikasi email lalu coba <strong>587<\/strong> dengan enkripsi TLS. Port ini merupakan standar modern yang digunakan banyak penyedia, kecuali penyedia Anda menyarankan port 465 seperti Hostinger.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Masih belum berhasil? Periksa firewall. Software keamanan di komputer bisa saja memblokir port tanpa menampilkan pemberitahuan yang jelas.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengecek apakah port terbuka, Anda bisa menggunakan perintah telnet, layanan pemeriksa port gratis di internet, atau mengikuti tutorial terkait <a href=\"\/id\/tutorial\/smtp-port-587\/\">cara memeriksa apakah port 587 terbuka<\/a>.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau port diblokir oleh jaringan atau provider hosting, biasanya masalah akan teratasi dengan mengganti port. Banyak penyedia memang tidak membuka port tertentu, seperti port 25.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-periksa-status-akun-email-dan-hosting\">3. Periksa status akun email dan hosting<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Email tidak bisa dikirim kalau akun email, paket hosting, domain, atau layanan email yang Anda gunakan sedang tidak aktif. Pengaturannya mungkin sudah benar, tapi email tetap tidak bisa dikirim kalau layanannya tidak aktif.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini sering terlewat karena error muncul di aplikasi, padahal sumber masalahnya ada pada akun yang digunakan. Kalau menggunakan paket <a href=\"\/id\/email-hosting\">email hosting dari Hostinger<\/a>, Anda bisa mengecek statusnya melalui hPanel.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Paket hosting atau email hosting masih aktif dan sudah dibayar.<\/li>\n\n\n\n<li>Domain masih terdaftar dan belum kedaluwarsa.<\/li>\n\n\n\n<li>Akun email sudah dibuat dan dikonfigurasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Layanan email sudah diaktifkan untuk akun Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Akun tidak sedang dibatasi dan Anda belum mencapai batas pengiriman sementara.<\/li>\n<\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau domain baru saja didaftarkan atau Anda baru mengubah pengaturan DNS, tunggu sampai perubahan tersebut diterapkan di seluruh jaringan internet. Proses ini disebut propagasi dan bisa memakan waktu beberapa jam. Jadi, konfigurasi baru mungkin belum langsung bisa digunakan untuk mengirim email.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila semuanya terlihat aktif tapi email Hostinger Anda masih tidak bisa mengirim email, lanjutkan dengan <a href=\"https:\/\/www.hostinger.com\/support\/4768099-what-to-do-if-hostinger-emails-are-not-working\/\">memeriksa detail akun Anda<\/a>.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-periksa-dns-record-domain\">4. Periksa DNS record domain<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">DNS record memberi tahu server email ke mana pesan perlu diarahkan, sekaligus membantu server penerima memastikan bahwa email benar-benar berasal dari pengirim yang sah.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">DNS atau Domain Name System adalah sistem direktori internet yang menghubungkan domain dengan server yang digunakan. Untuk email, record ini bisa dianggap sebagai penunjuk alamat sekaligus identitas domain.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau DNS record tidak ada atau konfigurasinya salah, server penerima bisa kesulitan menentukan apakah email Anda bisa dipercaya.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Ada empat jenis record yang berperan dalam pengelolaan email pada domain:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>MX record<\/strong> mengarahkan email masuk ke server yang tepat. Nilai yang salah bisa membuat email masuk tidak berfungsi dan biasanya menunjukkan bahwa DNS untuk email belum dikonfigurasi sepenuhnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>SPF<\/strong> memberi tahu server penerima server email mana yang diizinkan mengirim pesan atas nama domain Anda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>DKIM<\/strong> menambahkan tanda tangan digital untuk membuktikan bahwa isi pesan tidak diubah selama pengiriman.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>DMARC<\/strong> menentukan tindakan yang perlu dilakukan server penerima apabila pemeriksaan SPF atau DKIM gagal.<\/li>\n<\/ul><div class=\"wp-block-image wp-block-image aligncenter size-large\">\n<figure class=\"wp-lightbox-container\" data-wp-context='{\"imageId\":\"6aa3b2adab7f7\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"6aa3b2adab7f7\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"572\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--pointerdown=\"actions.preloadImage\" data-wp-on--pointerenter=\"actions.preloadImageWithDelay\" data-wp-on--pointerleave=\"actions.cancelPreload\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092107672-0.jpg\/public\" alt=\"Visual diagram of the four DNS records: MX, SPF, DKIM and DMARC\" class=\"wp-image-48568\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092107672-0.jpg\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092107672-0.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092107672-0.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092107672-0.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" data-wp-bind--aria-label=\"state.thisImage.triggerButtonAriaLabel\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.thisImage.buttonRight\" data-wp-style--top=\"state.thisImage.buttonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure>\n<\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah DNS lebih sering memengaruhi penerimaan dan deliverability daripada proses pengiriman sendiri. SPF atau DKIM yang belum dikonfigurasi belum tentu mencegah email keluar, tapi bisa membuat pesan mengalami bounce, gagal melewati pemeriksaan keamanan, atau langsung masuk ke folder spam penerima. Jadi, email terlihat sudah terkirim, tapi tidak pernah diterima di kotak masuk.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Konfigurasi DNS email yang benar memastikan record yang diperlukan sudah tersedia. Sementara itu, SPF, DKIM, dan DMARC membantu membuktikan bahwa email yang dikirim memang sah. Periksa apakah ketiganya sudah tersedia untuk domain Anda dan tambahkan record yang masih belum ada.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-atasi-masalah-pada-aplikasi-email\">5. Atasi masalah pada aplikasi email<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau webmail bisa digunakan untuk mengirim email tapi aplikasi email tidak bisa, masalahnya kemungkinan ada pada konfigurasi aplikasi. Hal ini berlaku untuk Outlook, Apple Mail, aplikasi Gmail, Thunderbird, dan aplikasi email di perangkat seluler.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap aplikasi menyimpan konfigurasi SMTP sendiri. Jadi, satu pengaturan yang salah saja bisa membuat email gagal terkirim meskipun webmail tetap berfungsi normal.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut langkah yang bisa Anda coba, diurutkan dari yang paling umum:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Hapus akun email dari aplikasi, lalu tambahkan kembali untuk mengatur ulang koneksi.<\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan kembali password SMTP, terutama kalau Anda baru mengganti password.<\/li>\n\n\n\n<li>Aktifkan autentikasi SMTP di pengaturan akun.<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan server email keluar sama dengan yang diberikan penyedia layanan.<\/li>\n\n\n\n<li>Update aplikasi ke versi terbaru.<\/li>\n\n\n\n<li>Hapus email yang tertahan di Kotak Keluar, lalu coba kirim kembali.<\/li>\n\n\n\n<li>Kalau menggunakan Outlook, pastikan aplikasi tidak berada dalam mode offline karena mode ini menghentikan pengiriman email.<\/li>\n<\/ol><p class=\"wp-block-paragraph\">Menghapus lalu menambahkan akun lagi biasanya paling efektif karena akan memaksa aplikasi mengatur ulang koneksi dari awal. Apabila masalah masih terjadi, ikuti panduan penyiapan resmi untuk aplikasi yang digunakan. Letak pengaturan email mungkin berbeda-beda di setiap aplikasi.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-6-periksa-pengaturan-email-website-atau-wordpress\">6. Periksa pengaturan email website atau WordPress<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah email dari website berbeda dengan email yang dikirim melalui webmail atau aplikasi. Email website biasanya dikirim otomatis, misalnya balasan formulir kontak, email reset password WordPress, notifikasi pesanan WooCommerce, serta konfirmasi keanggotaan atau pemesanan.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau email seperti ini tidak sampai, periksa cara website mengirim email, bukan kotak masuk Anda.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Di WordPress, penyebabnya sering berkaitan dengan metode pengiriman bawaan. WordPress mengirim email menggunakan fungsi <strong>wp_mail()<\/strong>, yang secara default mengandalkan fungsi PHP mail bawaan server untuk mengirim pesan. Sayangnya, metode ini kurang terjamin.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Sebenarnya, email sering kali sudah dikirim, tapi karena tidak diautentikasi dengan benar, server penerima bisa menolaknya atau memasukkannya ke Spam. Akibatnya, website melaporkan email sudah terkirim, padahal pesan tidak pernah sampai ke kotak masuk.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Solusinya adalah menggunakan SMTP agar website mengirim email melalui koneksi yang sudah diautentikasi. Ikuti langkah berikut:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kirim email percobaan dari WordPress untuk memastikan apakah masalah memang terjadi pada proses pengiriman.<\/li>\n\n\n\n<li>Periksa alamat penerima yang tersimpan di pengaturan formulir kontak.<\/li>\n\n\n\n<li>Instal dan konfigurasikan plugin <a href=\"\/id\/tutorial\/smtp-wordpress\/\">SMTP WordPress<\/a>, seperti WP Mail SMTP, untuk menggantikan fungsi PHP mail bawaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Hubungkan plugin ke layanan pengiriman, seperti akun Email Hostinger atau penyedia seperti Brevo, agar email dikirim melalui server yang sudah diautentikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan SPF dan DKIM sudah dikonfigurasi agar email lolos pemeriksaan autentikasi.<\/li>\n<\/ol><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau langkah-langkah tersebut belum berhasil, pelajari lebih lanjut terkait penyebab WordPress tidak mengirim email untuk menangani kasus yang lebih rumit, seperti konflik plugin atau konfigurasi server email yang salah.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau membuat formulir atau aplikasi sendiri tanpa plugin, Anda bisa <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-kirim-email-dengan-php\/\">mengirim email menggunakan PHPMailer<\/a> agar email yang dikirim melalui skrip bisa diautentikasi.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-7-periksa-batas-pengiriman-dan-pembatasan-akun\">7. Periksa batas pengiriman dan pembatasan akun<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Penyedia email membatasi jumlah pesan yang bisa dikirim setiap jam atau setiap hari. Batas ini diterapkan untuk mencegah spam sekaligus menjaga reputasi server email yang digunakan bersama pengguna lain.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah batas tercapai, Anda tidak bisa mengirim email sampai batas tersebut direset. Jumlah maksimal dan waktu reset berbeda-beda di setiap penyedia.<\/p><div class=\"wp-block-image wp-block-image aligncenter size-large\">\n<figure class=\"wp-lightbox-container\" data-wp-context='{\"imageId\":\"6aa3b2adade93\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"6aa3b2adade93\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"572\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--pointerdown=\"actions.preloadImage\" data-wp-on--pointerenter=\"actions.preloadImageWithDelay\" data-wp-on--pointerleave=\"actions.cancelPreload\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092112597-0.jpg\/public\" alt=\"Visual diagram of email sending limits\" class=\"wp-image-48569\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092112597-0.jpg\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092112597-0.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092112597-0.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2026\/08\/1781092112597-0.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" data-wp-bind--aria-label=\"state.thisImage.triggerButtonAriaLabel\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.thisImage.buttonRight\" data-wp-style--top=\"state.thisImage.buttonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure>\n<\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Kemungkinan besar Anda sudah mencapai batas pengiriman, bukan mengalami masalah konfigurasi, kalau:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sebelumnya masih bisa mengirim email di hari yang sama, tapi tiba-tiba pengiriman berhenti.<\/li>\n\n\n\n<li>Hanya email massal atau pesan berulang yang gagal, sedangkan email satu per satu masih bisa dikirim.<\/li>\n\n\n\n<li>Pesan error menyebut <em>rate limit<\/em>, kuota, <em>throttling<\/em>, atau aktivitas mencurigakan.<\/li>\n<\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau ciri-ciri tersebut sesuai dengan masalah Anda, tunggu beberapa saat sebelum mencoba lagi dan kurangi jumlah email yang dikirim sekaligus.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Agar masalah tidak terulang, jangan gunakan akun email bisnis biasa untuk pengiriman massal. Gunakan platform email marketing khusus untuk newsletter dan campaign. Platform seperti ini dirancang untuk menangani pengiriman dalam jumlah besar sehingga tidak membuat akun email utama mencapai batas pengiriman.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau akun benar-benar dibatasi, bukan hanya mencapai kuota pengiriman, hubungi penyedia email untuk mengatasinya.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-8-periksa-pesan-bounce-dan-kode-error\">8. Periksa pesan bounce dan kode error<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Pesan bounce dan kode error biasanya langsung menunjukkan masalah yang muncul sehingga bisa membantu Anda menemukan solusi cepatnya. Saat pengiriman gagal, server biasanya memberikan pesan singkat atau kode tertentu.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Cocokkan pesan yang Anda terima dengan tabel berikut:<\/p><figure tabindex=\"0\" class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th><strong>Jenis error<\/strong><\/th><th><strong>Biasanya berarti<\/strong><\/th><th><strong>Yang perlu diperiksa<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Authentication failed<\/strong><\/td><td>Username, password, atau login SMTP salah<\/td><td>Kredensial SMTP<\/td><\/tr><tr><td><strong>Connection timed out<\/strong><\/td><td>Masalah pada server, port, firewall, atau jaringan di salah satu sisi<\/td><td>Port, firewall, jaringan, dan server penerima<\/td><\/tr><tr><td><strong>Relay access denied<\/strong><\/td><td>Autentikasi SMTP tidak aktif atau alamat pengirim tidak cocok<\/td><td>Autentikasi SMTP dan alamat <strong>From<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Message rejected<\/strong><\/td><td>Server penerima memblokir email<\/td><td>Isi email, reputasi, dan DNS<\/td><\/tr><tr><td><strong>Daily limit exceeded<\/strong><\/td><td>Kuota pengiriman sudah tercapai<\/td><td>Batas pengiriman dari penyedia<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure><p class=\"wp-block-paragraph\">Gmail dan penyedia email besar lainnya menyediakan dokumentasi untuk kode error SMTP. Kalau Anda mendapatkan kode tertentu, cari kode tersebut beserta nama penyedia layanan Anda. Setelah itu, Anda bisa mengetahui arti error dan langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasinya.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-9-periksa-isi-email-dan-reputasi-pengirim\">9. Periksa isi email dan reputasi pengirim<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Isi email dan reputasi pengirim bisa membuat pesan diblokir meskipun pengirimannya berhasil. Email sudah keluar dari akun Anda, tapi kemudian dihentikan oleh filter spam di sisi penerima.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, masalahnya bukan lagi pada pengaturan pengiriman, melainkan pada seberapa tepercaya email Anda bagi sistem penerima. Hal ini sangat penting untuk email marketing dan campaign massal.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa hal berikut bisa membuat email terlihat mencurigakan bagi filter spam:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Subjek yang menyerupai spam, misalnya seluruhnya menggunakan huruf kapital atau menjanjikan uang.<\/li>\n\n\n\n<li>Terlalu banyak link dalam satu email.<\/li>\n\n\n\n<li>URL yang dipendekkan sehingga tujuan link tidak terlihat.<\/li>\n\n\n\n<li>Lampiran terlalu besar.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak ada link berhenti berlangganan pada email marketing.<\/li>\n\n\n\n<li>Daftar penerima berkualitas buruk karena berisi alamat lama atau palsu.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengirim dari domain yang masih sangat baru tanpa melakukan &ldquo;warming up&rdquo;. Domain baru belum memiliki reputasi yang kuat, sehingga pengiriman beberapa puluh email saja bisa memicu filter kalau volumenya tidak ditingkatkan secara bertahap.<\/li>\n\n\n\n<li>Autentikasi email belum dikonfigurasi, misalnya SPF atau DKIM belum disiapkan.<\/li>\n<\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\">Perbaiki hal-hal yang sesuai dengan kondisi Anda agar email lebih mudah lolos dari filter. Bagi sebagian besar pengirim, solusi paling cepatnya adalah mengurangi jumlah link, menyediakan opsi berhenti berlangganan, dan mengaktifkan autentikasi email.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah masalah utama teratasi, langkah-langkah ini juga membantu menjaga deliverability dan reputasi pengirim.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-10-hubungi-penyedia-layanan-email\">10. Hubungi penyedia layanan email<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau semua solusi di atas sudah dicoba tapi email masih tidak bisa dikirim, cobalah menghubungi penyedia layanan email Anda. Beberapa masalah terjadi di sisi server dan memang tidak bisa Anda perbaiki sendiri. Kalau pengaturan, port, dan DNS sudah benar, tim dukungan bisa memeriksa penyebabnya dari sisi server.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Hubungi penyedia apabila:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Webmail juga tidak bisa mengirim email, yang berarti masalahnya bukan hanya pada aplikasi atau perangkat.<\/li>\n\n\n\n<li>Kredensial SMTP sudah benar, tapi login tetap ditolak.<\/li>\n\n\n\n<li>Port terbuka tapi koneksi terus gagal.<\/li>\n\n\n\n<li>Akun tampaknya dibatasi atau ditangguhkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pesan error menunjukkan pemblokiran di sisi server.<\/li>\n\n\n\n<li>DNS record sudah benar, tapi email tetap tidak bisa dikirim setelah propagasi selesai.<\/li>\n<\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum menghubungi penyedia, siapkan informasi berikut agar masalah bisa ditangani lebih cepat:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Alamat email yang bermasalah.<\/li>\n\n\n\n<li>Pesan error atau pesan bounce secara lengkap.<\/li>\n\n\n\n<li>Aplikasi atau klien email yang digunakan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengaturan SMTP yang dimasukkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Waktu masalah mulai terjadi.<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah Anda bisa mengirim email melalui webmail.<\/li>\n<\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\">Menyertakan informasi tersebut sejak awal bisa mengurangi pertanyaan lanjutan dan mempercepat penanganan masalah.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-mencegah-email-gagal-terkirim-lagi\">Cara mencegah email gagal terkirim lagi<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian besar masalah pengiriman email bisa dicegah dengan menjaga konfigurasi, autentikasi, dan volume pengiriman.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah biasanya berawal dari pengaturan yang berubah, record yang belum dikonfigurasi, atau batas pengiriman yang tidak Anda ketahui. Dengan memantau ketiga hal tersebut, kemungkinan email gagal terkirim akan jauh lebih kecil.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut beberapa kebiasaan yang bisa Anda terapkan:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Catat pengaturan SMTP agar Anda bisa memulihkannya dengan cepat setelah ada perubahan.<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan password yang kuat dan perbarui password yang tersimpan di aplikasi setiap kali Anda menggantinya.<\/li>\n\n\n\n<li>Konfigurasikan SPF, DKIM, dan DMARC dengan benar agar email selalu bisa diautentikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Jangan mengirim email massal dari akun email biasa. Gunakan platform email marketing untuk campaign.<\/li>\n\n\n\n<li>Pantau bounce rate. Kalau angkanya mulai meningkat, bisa jadi ada masalah yang perlu diperiksa.<\/li>\n\n\n\n<li>Update aplikasi email secara rutin untuk mendapatkan perbaikan bug yang bisa menyebabkan masalah koneksi.<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan SMTP untuk mengirim email dari website dan WordPress, bukan metode PHP bawaan.<\/li>\n<\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\">Prioritaskan SPF, DKIM, dan DMARC karena ketiganya paling berpengaruh dalam menentukan keberhasilan pengiriman email. Setelah record tersebut dikonfigurasi dengan benar, email akan lebih mudah lolos pemeriksaan keamanan dan lebih berpeluang masuk ke kotak masuk penerima. Setelah itu, terapkan langkah lainnya secara bertahap agar pengiriman email tetap lancar ke depannya.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/email-hosting\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Email-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"\" class=\"wp-image-29620\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Email-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Email-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Email-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Email-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Email yang tidak terkirim biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti pengaturan SMTP yang salah, koneksi internet terputus, port diblokir, masalah DNS atau domain, gagal login, batas pengiriman yang sudah tercapai, atau isi email yang terlihat seperti spam. Cara mengatasinya bergantung pada dari mana Anda mengirim email. Email yang tertahan di webmail, aplikasi seperti Outlook, formulir [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/cara-mengatasi-email-tidak-terkirim\/\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":48567,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Kenapa email tidak terkirim? Berikut penyebab dan solusinya","rank_math_description":"Bingung kenapa email tidak terkirim? Cari tahu penyebab dan solusinya di artikel ini, mulai dari cek SMTP, port, DNS, aplikasi email, hingga batas pengiriman.","rank_math_focus_keyword":"kenapa email tidak terkirim","footnotes":""},"categories":[9472],"tags":[],"class_list":["post-48572","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-email"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/email-not-sending\/","default":1},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/email-not-sending\/","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/email-not-sending\/","default":0},{"locale":"en-GB","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/email-not-sending\/","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/email-not-sending\/","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/email-not-sending\/","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/email-not-sending\/","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/email-not-sending\/","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/cara-mengatasi-kesalahan-saat-mengirim-email","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48572","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48572"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48572\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48711,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48572\/revisions\/48711"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48572"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48572"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48572"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}