{"id":4736,"date":"2017-04-25T06:51:21","date_gmt":"2017-04-25T06:51:21","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/tutorial\/?p=4736"},"modified":"2025-01-08T15:32:00","modified_gmt":"2025-01-08T08:32:00","slug":"cara-check-disk-space-usage-di-linux","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/cara-check-disk-space-usage-di-linux\/","title":{"rendered":"Cara check disk space usage di Linux + perintahnya lengkap"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tutorial ini, Anda akan mempelajari cara check disk space usage (penggunaan ruang disk) di Linux dengan menggunakan command line. Command yang digunakan adalah <strong>df<\/strong> dan <strong>du<\/strong>, yang memiliki fungsi berbeda.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Command <strong>df<\/strong> berfungsi untuk mengecek ruang disk, sedangkan comman <strong>du<\/strong> digunakan untuk memantau penggunaan disk di terminal. Kedua <a href=\"\/id\/tutorial\/perintah-dasar-linux\/\">Linux command<\/a> ini cukup penting untuk membantu Anda mengelola file dengan lebih mudah. Langsung saja, yuk kita mulai!<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Linux-Commands-Cheatsheet-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"\" class=\"wp-image-27615\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-menganalisis-hard-drive\">Menganalisis Hard Drive<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Command <strong>df<\/strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>du<\/strong>&nbsp;memiliki konsep yang sedikit berbeda saat digunakan untuk menganalisis hard drive.&nbsp;Nah, agar Anda tidak bingung, kami akan menjelaskan keduanya secara sendiri-sendiri. Kami akan mulai dulu dengan command&nbsp;<strong>df<\/strong>.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-check-disk-space-di-linux-menggunakan-command-df\">Check Disk Space di Linux Menggunakan Command df<\/h3><p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>df<\/strong> adalah singkatan dari&nbsp;<strong>Disk Filesystem<\/strong>. Command ini digunakan untuk mengecek ruang disk, dan&nbsp;akan menampilkan penyimpanan yang tersedia dan digunakan di perangkat Anda untuk sistem file.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Saat menjalankan command ini, Anda akan melihat kolom default: <strong>Filesystem<\/strong>, <strong>Size<\/strong>, <strong>Used<\/strong>, <strong>Available<\/strong>, <strong>Use%<\/strong>, dan <strong>Mounted On<\/strong>.&nbsp;Tampilannya akan terlihat seperti ini:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"545\" height=\"188\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/10\/output-df.png\/public\" alt=\"output df\" class=\"wp-image-25312\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/10\/output-df.png\/w=545,fit=scale-down 545w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/10\/output-df.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/10\/output-df.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 545px) 100vw, 545px\" \/><\/figure>\n<\/div><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>FileSystem <\/strong>&ndash; Menampilkan nama sistem file.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Size <\/strong>&ndash; Menunjukkan informasi ukuran total sistem file tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Used <\/strong>&ndash; Memberitahukan berapa banyak ruang disk yang sudah digunakan untuk sistem file tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Available <\/strong>&ndash; Menunjukkan berapa banyak ruang disk yang tersisa.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Use%<\/strong>&nbsp;&ndash; Menampilkan persentase ruang disk yang sudah digunakan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mounted On<\/strong>&nbsp;&ndash; Memberitahukan posisi pemasangan sistem file tertentu.<\/li>\n<\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menambahkan opsi tertentu ke command <strong>df<\/strong>, Anda bisa melakukan check disk space di Linux secara lebih akurat. Opsi tersebut di antaranya:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>df -h<\/strong> &ndash; Akan menampilkan hasil dalam format yang <strong>mudah dibaca<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>df -m<\/strong> &ndash; Digunakan untuk menampilkan informasi penggunaan sistem file dalam ukuran <strong>MB<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>df -k<\/strong> &ndash; Sama seperti sebelumnya, tapi dalam ukuran <strong>KB<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>df -T<\/strong> &ndash; Opsi ini akan menunjukkan <strong>tipe<\/strong> sistem file (kolom baru tambahan akan muncul).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>df \/home<\/strong> &ndash; Memungkinkan Anda menampilkan informasi tentang sistem file tertentu dalam format yang bisa dibaca manusia (dalam contoh ini adalah sistem file <strong>\/home<\/strong>).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>df &ndash;help<\/strong> &ndash; Mencantumkan opsi lain yang bisa Anda gunakan, lengkap dengan deskripsinya.<\/li>\n<\/ul><h3 class=\"wp-block-heading\">Check Disk Usage di Linux Menggunakan Command du<\/h3><p class=\"wp-block-paragraph\">Command lain yang juga bisa digunakan adalah <strong>du<\/strong>, singkatan dari <strong>Disk Usage<\/strong>, yang akan menampilkan informasi penggunaan disk untuk file dan direktori yang ada di komputer atau server Linux.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan command <strong>du<\/strong>, Anda harus menentukan folder atau file spesifik yang akan dicek. Syntax untuk command ini adalah seperti berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">du &lt;opsi&gt; &lt;lokasi direktori atau file&gt;<\/pre><p class=\"wp-block-paragraph\">Mari lihat contoh penggunaan command <strong>du<\/strong> dengan direktori Desktop di bawah ini:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>du \/home\/user\/Desktop<\/strong> &ndash; Memungkinkan user melihat disk usage untuk folder dan file Desktop mereka (termasuk seluruh file dan subdirektori).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>du -h \/home\/user\/Desktop<\/strong> &ndash; Seperti <strong>df<\/strong>, opsi <strong><code>-h<\/code><\/strong> akan menampilkan informasi dalam format yang lebih <strong>mudah dibaca.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>du -sh \/home\/user\/Desktop<\/strong> &ndash; Opsi <strong>-s<\/strong> akan menampilkan informasi total ukuran folder tertentu (dalam contoh ini adalah folder <strong>Desktop<\/strong>).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>du -m \/home\/user\/Desktop<\/strong>&nbsp;&ndash; Opsi <strong>-m<\/strong> akan menampilkan informasi ukuran file dan folder dalam <strong>Megabytes<\/strong> (kita juga bisa menggunakan <strong>-k<\/strong> untuk menampilkan dalam format <strong>Kilobytes<\/strong>).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>du -h &ndash;time \/home\/user\/Desktop<\/strong> &ndash; Menampilkan tanggal modifikasi terakhir folder dan file yang ditampilkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>du &ndash;help<\/strong> &ndash; Menunjukkan opsi lainnya yang bisa Anda gunakan beserta keterangannya.<\/li>\n<\/ul><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-menggabungkan-command-dan-membersihkan-disk-space\">Menggabungkan Command dan Membersihkan Disk Space<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap dengan menggabungkan&nbsp;<strong>df<\/strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>du<\/strong> dengan argumen lain.&nbsp;Hasilnya, Anda pun bisa lebih memahami file mana yang boleh dihapus untuk mengosongkan ruang disk.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Ingat, mulailah dengan command <strong>df<\/strong> untuk melihat sistem file mana yang paling perlu dihapus. Setelah itu, Anda bisa lanjut dengan kombinasi ini.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-menyortir-file-berdasarkan-ukuran\">Menyortir File Berdasarkan Ukuran<\/h3><p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, kami mengumpulkan file dan folder di Desktop dalam format yang mudah dibaca menggunakan command <strong>du<\/strong>. Kemudian, kami meneruskan hasilnya ke command <strong>sort<\/strong> beserta opsi <strong>-rn<\/strong>. Script ini akan mengurutkan semua file dan folder dari yang paling besar ke yang paling kecil untuk mengecek disk space usage di Linux.&nbsp;Kombinasinya akan menjadi seperti ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">du -h \/home\/user\/Desktop | sort -rn<\/pre><p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu diingat bahwa Anda tidak perlu menghapus file hanya karena ukurannya yang besar.&nbsp;Kalau tidak berhati-hati, Anda mungkin malah akan menghapus file penting yang bisa mengacaukan proyek Anda.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengecualikan-file-menurut-ukurannya\">Mengecualikan File Menurut Ukurannya<\/h3><p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, Anda ingin melihat semua file yang ukurannya lebih besar dari angka tertentu. Cara paling efektif untuk melakukannya adalah dengan menggunakan perintah di bawah ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">du -h \/home\/user\/Desktop | grep '^\\s*[0-9\\.]\\+G'<\/pre><p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"\/id\/tutorial\/grep-command\/\">Grep command<\/a>&nbsp;memungkinkan Anda mencari file berdasarkan pola yang ditentukan.&nbsp;Dalam contoh ini, skrip tersebut akan memberikan hasil yang memuat semua file dengan ukuran lebih dari 1 GB.&nbsp;Apabila ingin memfilter data yang ukurannya lebih besar dari 1 MB, Anda bisa mengganti <strong>G<\/strong> dengan <strong>M<\/strong>.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengecualikan-tipe-file-tertentu\">Mengecualikan Tipe File Tertentu<\/h3><p class=\"wp-block-paragraph\">Kombinasi terakhir ini bisa Anda gunakan ketika perlu mengecualikan format file tertentu dari hasil pencarian. Contohnya seperti ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">du -h \/home\/user\/Desktop\/ --exclude=\"*.txt\"<\/pre><p class=\"wp-block-paragraph\">Pada contoh di atas, argumen <strong>&ndash;exclude=&rdquo;.txt&rdquo;<\/strong> memastikan command <strong>du<\/strong> menampilkan semua format file kecuali dokumen <strong>.txt<\/strong>.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/hosting-vps\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"\" class=\"wp-image-29630\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>df<\/strong> dan <strong>du<\/strong> adalah command yang sangat membantu dalam manajemen file. Keduanya berfungsi untuk mengecek ruang disk di Linux dan menampilkan semua file yang tersimpan di perangkat Anda.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, Anda boleh menambahkan opsi tertentu (seperti&nbsp;<strong>-h<\/strong>, <strong>-m<\/strong>, <strong>-k<\/strong>, etc.) untuk mendapatkan output yang lebih lengkap sesuai kebutuhan.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih kerennya lagi, user bisa memperoleh hasil yang lebih spesifik dengan menggabungkan <strong>du<\/strong> dan <strong>df<\/strong> dengan command lain, seperti <strong>sort<\/strong>, <strong>grep<\/strong>, dan <strong>exclude<\/strong>. Kombinasi command tersebut akan membantu Anda lebih memahami penggunaan ruang disk di server Anda.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau mau tahu lebih lanjut, Anda bisa membaca artikel kami tentang&nbsp;<a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-command-ssh\/\">command SSH dasar<\/a> lainnya. Masih memiliki pertanyaan? Jangan ragu untuk menyampaikannya lewat kolom komentar di bagian bawah artikel ini ya!<\/p><p>\n\n\n        <div class=\"protip\">\n            <div class=\"protip__heading\">\n                <svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\">\n                    <path d=\"M1.49234 23.5024C1.23229 23.5024 0.972242 23.4024 0.782206 23.2123C0.562165 22.9923 0.452144 22.6822 0.502153 22.3722C0.562165 21.9221 1.14227 17.9113 3.00262 16.351C3.63274 15.8209 4.43289 15.5509 5.26305 15.5609C6.09321 15.5909 6.87335 15.9109 7.47347 16.4911C8.6937 17.6913 8.76371 19.6717 7.6435 20.9919C6.0832 22.8523 2.08245 23.4324 1.63237 23.4924C1.59236 23.4924 1.54235 23.4924 1.50234 23.4924L1.49234 23.5024ZM5.16303 17.5613C4.84297 17.5613 4.53291 17.6713 4.29287 17.8813C3.60274 18.4614 3.07264 19.9317 2.75258 21.242C4.06282 20.9219 5.5331 20.3918 6.11321 19.7017C6.55329 19.1716 6.54329 18.3814 6.0832 17.9213C5.85316 17.7013 5.5431 17.5713 5.20304 17.5613C5.19304 17.5613 5.17303 17.5613 5.16303 17.5613ZM11.7243 21.8821C11.4942 21.8821 11.2642 21.8021 11.0841 21.652C10.8541 21.462 10.7241 21.1819 10.7241 20.8819V15.9109L8.08358 13.2705H3.11264C2.81259 13.2705 2.53254 13.1404 2.3425 12.9104C2.15246 12.6803 2.07245 12.3803 2.12246 12.0902C2.19247 11.7102 2.84259 8.36953 4.70294 7.12929C6.33325 6.04909 8.96375 6.49918 10.244 6.80923C11.5442 4.96889 13.2546 3.4286 15.2349 2.33839C17.4553 1.11816 19.9858 0.518051 22.4963 0.498047C23.0464 0.498047 23.4865 0.948132 23.4865 1.49824C23.4865 5.0389 22.3763 9.97983 17.1753 13.7605C17.4853 15.0408 17.9354 17.6613 16.8552 19.2816C15.615 21.1419 12.2744 21.7921 11.8943 21.8621C11.8343 21.8721 11.7743 21.8821 11.7143 21.8821H11.7243ZM12.7245 16.181V19.6016C13.7146 19.2916 14.7948 18.7915 15.2049 18.1814C15.675 17.4812 15.605 16.091 15.385 14.9008C14.5248 15.3808 13.6346 15.8109 12.7245 16.181ZM9.66388 12.0302L11.9643 14.3307C13.1845 13.8306 14.3648 13.2204 15.485 12.5103C19.9358 9.51974 21.2361 5.60901 21.4561 2.53843C19.6157 2.67846 17.8254 3.20856 16.2051 4.09872C14.2847 5.14892 12.6544 6.68921 11.4942 8.54956C10.7841 9.65977 10.174 10.82 9.66388 12.0302ZM4.39289 11.2701H7.81353C8.1936 10.3599 8.63368 9.46974 9.11377 8.60957C7.92355 8.38953 6.51329 8.31952 5.81315 8.78961C5.19304 9.19968 4.70294 10.3099 4.39289 11.2701Z\" fill=\"#673DE6\"\/>\n                <\/svg>\n                <p class=\"protip__title\">\n                    Rekomendasi Artikel Linux Lainnya                <\/p>\n            <\/div>\n            <p class=\"protip__content\"><\/p><p><a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-curl\/\">Cara Transfer Data dengan Command Curl<\/a><br>\n<a href=\"\/id\/tutorial\/scp-linux\/\">Cara Transfer File Menggunakan Command Scp<\/a><br>\n<a href=\"\/id\/tutorial\/rsync-linux\/\">Cara Mentransfer dan Menyinkronkan Data dengan Command Rsync<\/a><br>\n<a href=\"\/id\/tutorial\/perintah-shutdown-linux\/\">Cara Shutdown dan Restart Server Linux<\/a><\/p>\n                    <\/div>\n        \n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tutorial ini, Anda akan mempelajari cara check disk space usage (penggunaan ruang disk) di Linux dengan menggunakan command line. Command yang digunakan adalah df dan du, yang memiliki fungsi berbeda. Command df berfungsi untuk mengecek ruang disk, sedangkan comman du digunakan untuk memantau penggunaan disk di terminal. Kedua Linux command ini cukup penting untuk [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/cara-check-disk-space-usage-di-linux\/\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Cara Check Disk Space Usage di Linux dan Perintahnya","rank_math_description":"Ingin check disk usage untuk memudahkan manajemen file Linux Anda? Baca tutorial ini untuk mencari tahu command yang perlu digunakan yuk!","rank_math_focus_keyword":"check disk","footnotes":""},"categories":[9509,9477],"tags":[5286,5291,5287,5290,5285,5289,5288],"class_list":["post-4736","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pengelolaan-pemantauan-keamanan","category-vps","tag-chech-disk","tag-df","tag-disk-space","tag-fedora","tag-linux","tag-ubuntu","tag-usage"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/how-to-check-disk-space-in-linux","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/como-verificar-o-uso-de-espaco-em-disco-no-linux\/","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/espace-disque-linux\/","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/revisar-espacio-en-el-disco-linux\/","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/cara-check-disk-space-usage-di-linux\/","default":0},{"locale":"ja-JP","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/jp\/tutorials\/how-to-check-disk-space-in-linux\/","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/how-to-check-disk-space-in-linux","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/how-to-check-disk-space-in-linux","default":0},{"locale":"en-GB","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/how-to-check-disk-space-in-linux","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/how-to-check-disk-space-in-linux","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/how-to-check-disk-space-in-linux","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/how-to-check-disk-space-in-linux","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/how-to-check-disk-space-in-linux","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/revisar-espacio-en-el-disco-linux\/","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/revisar-espacio-en-el-disco-linux\/","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/revisar-espacio-en-el-disco-linux\/","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/como-verificar-o-uso-de-espaco-em-disco-no-linux\/","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4736"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40231,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4736\/revisions\/40231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}