{"id":4734,"date":"2017-05-01T23:57:01","date_gmt":"2017-05-01T23:57:01","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/tutorial\/?p=4734"},"modified":"2025-12-18T23:35:58","modified_gmt":"2025-12-18T16:35:58","slug":"cara-mengarahkan-domain-ke-name-server-hostinger","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/cara-mengarahkan-domain-ke-name-server-hostinger","title":{"rendered":"Cara mengarahkan domain ke name server Hostinger"},"content":{"rendered":"<p>Kalau sudah memiliki domain dari registrar lain tapi ingin menghosting website di Hostinger, Anda bisa mengarahkan domain tersebut ke nameserver Hostinger. Sebaiknya verifikasikan konfigurasi ini sebelum mentransfer domain untuk meminimalkan potensi downtime.<\/p><p>Di tutorial ini, kami akan menjelaskan dua cara mengarahkan domain ke Hostinger. Metode pertama akan menggunakan <strong>nameserver Hostinger<\/strong>, dan metode kedua akan menggunakan <strong>A record<\/strong>. Langsung saja, simak langkah-langkahnya di bawah ini yuk!<\/p><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Sebelum melanjutkan, perlu diketahui bahwa <strong>propagasi DNS bisa memakan waktu hingga 48 jam<\/strong>.<\/p><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Speed-Up-Your-Website-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-27589\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h2 class=\"featured-snippet title\">Apa yang dimaksud dengan pointing domain?<\/h2>\n                    <p>Pointing (mengarahkan) domain adalah langkah menghubungkan nama domain Anda ke server yang sesuai, yaitu server yang menyimpan data website Anda. Dengan cara ini, Anda bisa menghubungkan website dengan berbagai penyedia layanan dan menerapkan pengaturan yang optimal untuk website Anda.<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-mengarahkan-domain-ke-hostinger\">Cara Mengarahkan Domain ke Hostinger<\/h2><p>Anda bisa <a href=\"https:\/\/support.hostinger.com\/id\/articles\/1583247-di-mana-informasi-nameserver-tersimpan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menemukan nameserver Hostinger<\/a> di hPanel. Untuk paket web hosting dan cloud hosting, informasi ini bisa dilihat pada saat menghubungkan domain. Atau, temukan detail nameserver di hPanel melalui bagian <strong>Website<\/strong> &rarr; tombol <strong>Dashboard<\/strong> website Anda &rarr; <strong>Paket Hosting<\/strong> &rarr; <strong>Informasi Paket<\/strong>. Karena nameserver bisa berbeda-beda untuk setiap domain, harap gunakan nameserver yang disediakan untuk nama domain tersebut.<\/p><p>\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\">Tips Berguna<\/h4>\n                    <p>Agar DNS bisa diselesaikan dengan benar, pastikan <strong>domain ditambahkan ke paket hosting lebih dulu<\/strong> sebelum mengarahkannya ke tempat lain. Dengan begitu, domain akan memiliki DNS zone yang aktif.<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><p>Untuk paket VPS hosting, masuk ke hPanel dan buka <strong>VPS<\/strong> &rarr; <strong>Kelola<\/strong> (klik server yang diinginkan kalau Anda memiliki lebih dari satu VPS) &rarr; <strong>DNS Manager<\/strong>.<\/p><p>Anda harus menggunakan nameserver ini untuk mengarahkan domain kamu ke Hostinger. Ada dua cara buat melakukannya:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mengganti nameserver ke registrar domain Anda<\/strong>. Metode ini direkomendasikan karena DNS zone akan otomatis dikonfigurasikan sesuai alamat IP hosting. Selain itu, Anda juga bisa mentransfer pengaturan domain ke <a href=\"\/id\/tutorial\/hpanel-tutorial\">hPanel<\/a> untuk pengelolaan yang lebih mudah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengarahkan nama domain melalui A record<\/strong>. Metode ini mengharuskan Anda mengubah alamat IP yang terhubung dengan DNS record agar kontrol domain tetap pada registrar saat ini. Prosedur ini hanya disarankan kalau alamat IP Anda bersifat statis. Perlu diingat bahwa dengan metode ini, Anda harus membuat dan <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-cek-a-record-domain\">mengecek A record baru<\/a> setiap kali membuat subdomain.<\/li>\n<\/ul><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Panduan ini menjelaskan cara mengarahkan nama domain yang TIDAK didaftarkan dengan Hostinger. Kalau mencari yang sebaliknya, silakan baca tutorial kami tentang <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-mengganti-nameserver-domain-pointing-domain-ke-hosting\">cara mengarahkan domain ke nameserver lain<\/a>.<\/p><\/div>\n\n\n    <div class=\"mb-50 mt-50 mt-70-xxl\">\n        <div class=\"banner__bg \">\n            <span class=\"h3 font-weight-bold banner__header\">Cek ketersediaan domain incaran Anda dan ambil GRATIS di sini yuk!<\/span>\n                                <a href=\"\/id\/domain-gratis\" class=\"new-h-button-primary button text-white mt-30 float-right banner__btn\">Promo Domain Gratis<\/a>\n                            <\/div>\n    <\/div>\n\n\n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-mengganti-nameserver-domain-direkomendasikan\">Cara Mengganti Nameserver Domain (Direkomendasikan)<\/h3><p>Langkah-langkah <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-mengganti-nameserver-domain-pointing-domain-ke-hosting\">mengganti nameserver<\/a> di registrar mana pun biasanya tidak terlalu berbeda. Berikut cara mengarahkan nama domain ke Hostinger:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Temukan nameserver Hostinger dengan mengakses hPanel. Buka <strong>Website<\/strong> &rarr; tombol <strong>Dashboard<\/strong> di samping website yang dimaksud &rarr; <strong>Paket Hosting<\/strong> &rarr; <strong>Informasi Paket<\/strong>. Kami menggunakan dua nameserver untuk memastikan koneksi yang andal dan stabil. Jadi, kalau satu nameserver error, nameserver lainnya akan menjadi backup.<\/li>\n\n\n\n<li>Semua nameserver terkait dengan <strong>alamat IP<\/strong>, yang ditampilkan di samping nameserver kustom. Meskipun biasanya Anda hanya memerlukan namanya, beberapa registrar mungkin juga memerlukan alamat IP-nya.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"551\" height=\"388\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2017\/05\/nameserver-hpanel.png\/public\" alt=\"Tampilan bagian nameserver di hPanel Hostinger\" class=\"wp-image-45325\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2017\/05\/nameserver-hpanel.png\/w=551,fit=scale-down 551w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2017\/05\/nameserver-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2017\/05\/nameserver-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 551px) 100vw, 551px\" \/><\/figure><\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Login ke control panel registrar domain Anda. Kalau Anda lupa nama perusahaan registrar, gunakan tool <a href=\"\/id\/whois\">WHOIS lookup<\/a> atau <a href=\"https:\/\/lookup.icann.org\/en\/lookup\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">RDAP lookup<\/a> untuk menemukan informasinya.<\/li>\n\n\n\n<li>Temukan <strong>DNS Zone Editor<\/strong> milik registrar domain Anda (namanya mungkin berbeda-beda pada setiap registrar). Nama yang biasanya digunakan antara lain <strong>Editor DNS<\/strong>, <strong>Kelola Pengaturan DNS<\/strong>, <strong>Ubah Nameserver<\/strong>, atau <strong>Detail DNS<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Hapus semua nilai dari kolom nameserver (kalau ada) dan ganti dengan nameserver Hostinger, lalu&nbsp;simpan perubahan.<\/li>\n\n\n\n<li>Mungkin perlu waktu hingga <strong>24 jam<\/strong> sampai DNS dipropagasi di seluruh dunia. Namun, Anda juga bisa mengedit nameserver melalui bagian nameserver khusus.<\/li>\n<\/ol><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> <strong>TIDAK DISARANKAN<\/strong> untuk mengedit NS record secara langsung di zona DNS. Sebaiknya lakukan perubahan di bagian khusus untuk NS. Namun, apabila registrar tidak menyediakan bagian tersebut, Anda bisa langsung melakukan perubahan.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-mengarahkan-nama-domain-melalui-a-record\">Cara Mengarahkan Nama Domain melalui A Record<\/h3><p>Seperti yang sudah kami jelaskan, cara ini merupakan alternatif jika Anda ingin kontrol DNS zone tetap berada pada registrar domain Anda. Untuk melakukannya, ada dua langkah utama yang harus Anda lakukan:<\/p><p><strong>Langkah 1: Ubah A Record<\/strong><\/p><p><strong>A Record<\/strong>&nbsp;mengaitkan nama domain ke alamat IP yang sesuai. Jadi, jika ingin mengarahkan nama domain ke Hostinger, Anda bisa mengubah record ini dengan mengganti alamat IP lama ke alamat IP dari Hostinger.<\/p><p>Biasanya, Anda harus membuat dua A record untuk nama domain Anda: satu record dengan subdomain www, dan satu record tanpa subdomain www.<\/p><p>Misalnya, jika domain Anda bernama <strong>domainAnda<\/strong><em><strong>.<\/strong><\/em><strong>com<\/strong>&nbsp;dan Anda ingin mengarahkannya ke alamat IP 212.1.212.62 untuknya, Anda harus membuat entri A Record seperti berikut:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"930\" height=\"324\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/dns-zone-editor-a-record-di-hpanel.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-28111\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/dns-zone-editor-a-record-di-hpanel.png\/w=930,fit=scale-down 930w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/dns-zone-editor-a-record-di-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/dns-zone-editor-a-record-di-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/dns-zone-editor-a-record-di-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 930px) 100vw, 930px\" \/><\/figure><\/div><p>\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Mungkin, subdomain <strong>www<\/strong> Anda diarahkan ke <strong>CNAME<\/strong> (alias) record. Apabila demikian, Anda hanya perlu mengubah A record untuk domain root Anda.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><p>Jangan khawatir jika tampilannya sedikit berbeda dengan tampilan registrar Anda. Cukup isikan nilai yang terlihat mirip dengan <em>screenshot<\/em> di atas. Berikut penjelasan untuk kolom-kolom tersebut:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Nama<\/strong>&nbsp;&ndash; domain atau subdomain yang ingin Anda arahkan. Beberapa registrar menggunakan simbol <strong>@<\/strong>, bukan nama, untuk menunjukkan root domain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>TTL<\/strong> &ndash; singkatan dari Time to Live. TTL menentukan waktu yang dibutuhkan server untuk menyimpan informasi terkait DNS ke dalam cache sebelum merefreshnya. Nilai defaultnya biasanya adalah 14400 detik (4 jam).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tipe<\/strong>&nbsp;&ndash; tipe record.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Record\/Address<\/strong>&nbsp;&ndash; alamat IP target.<\/li>\n<\/ul><p><strong>Langkah 2: Ubah MX Record untuk Email (Opsional)<\/strong><\/p><p>\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\">Tips Berguna<\/h4>\n                    <p>Mengubah MX record bersifat <strong>OPSIONAL<\/strong>. Langkah ini hanya diperlukan apabila Anda juga ingin menggunakan layanan email Hostinger.<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><p><strong>MX record<\/strong>&nbsp;menentukan server email yang menangani pesan masuk. Jika ingin menggunakan server Hostinger untuk menerima email yang dikirimkan ke domain Anda, ubah MX record domain Anda.<\/p><p>Di Hostinger, MX record juga bisa ditemukan pada <strong>DNS Zone Editor<\/strong>.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"306\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/mx-record-di-hpanel.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29828\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/mx-record-di-hpanel.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/mx-record-di-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/mx-record-di-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/mx-record-di-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><p>Catat alamat server yang ditunjukkan, lalu buka MX record domain Anda dan ganti server email sebelumnya:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Nama<\/strong>&nbsp;&ndash; simbol &ldquo;@&rdquo; digunakan sebagai nama domain Anda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prioritas<\/strong>&nbsp;&ndash; jika memiliki lebih dari satu server, kolom ini menentukan prioritas setiap server. Angka paling rendah menunjukkan prioritas tertinggi. Sebaiknya tetap gunakan prioritas &lsquo;<strong>5<\/strong>&lsquo; atau &lsquo;<strong>10<\/strong>&lsquo;.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tipe<\/strong>&nbsp;&ndash; tipe record. Gunakan <strong>MX<\/strong> sebagai tipe record di sini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Alamat\/Mengarah ke<\/strong>&nbsp;&ndash; tujuan\/alamat server yang menangani penerimaan email.<\/li>\n<\/ul><pre class=\"wp-block-preformatted\">mx1.hostinger.com\nmx2.hostinger.com<\/pre><p>\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\">Tips berguna<\/h4>\n                    <p>Hostinger menyediakan <strong>email gratis<\/strong> dan <strong>jaminan uang kembali 30 hari<\/strong> untuk semua paket hosting kami. Manfaatkan jaminan ini untuk memilih jenis hosting yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><p><strong>Langkah 3: Ubah AAAA Record untuk Email (Opsional)<\/strong><\/p><p>Tidak seperti A record yang memetakan IPv4 server hosting ke suatu domain, AAAA record memetakan alamat IPv6.<\/p><p>Kalau Anda memiliki skill tingkat lanjut dan ingin mengarahkan domain melalui AAAA dan A record, silakan ikuti panduan di bawah ini. Namun, perlu diingat bahwa hosting Anda akan tetap berfungsi tanpa masalah meskipun hanya dengan A record.<\/p><p>Di Hostinger, AAAA record bisa ditemukan di <strong>DNS Zone Editor<\/strong>.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"223\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/aaaa-record-di-hpanel.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29829\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/aaaa-record-di-hpanel.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/aaaa-record-di-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/aaaa-record-di-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/03\/aaaa-record-di-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div><p>Isi value seperti yang ditunjukkan di atas. Berikut penjelasan untuk setiap kolom:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Nama\/Host<\/strong>&nbsp;&ndash; domain atau subdomain yang menjadi tujuan pengarahan. Tergantung resgistrarnya, Anda bisa menggunakan simbol &ldquo;@&rdquo; atau nama domain root.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>TTL<\/strong>&nbsp;&ndash; singkatan dari time-to-live, dan menentukan berapa lama server menyimpan informasi terkait DNS dalam cache sebelum merefreshnya. Nilai standarnya biasanya adalah <strong>14.400 detik<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tipe<\/strong>&nbsp;&ndash; tipe record, pilihlah AAAA.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Record\/Alamat<\/strong>&nbsp;&ndash; alamat IPv6 target.<\/li>\n<\/ul><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/migrasi-website\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Website-migration_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29622\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Website-migration_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Website-migration_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Website-migration_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Website-migration_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Setelah membaca tutorial ini, Anda kini sudah mempelajari cara mengarahkan nama domain ke Hostinger. Cara pertama adalah dengan mengubah nameserver, dan cara kedua adalah dengan mengubah A Record registrar Anda.<\/p><p>Cara pertama lebih direkomendasikan karena domain Anda akan otomatis disiapkan untuk menggunakan <strong>alamat<\/strong>&nbsp;<strong>IP <\/strong><strong>kami<\/strong><strong>&nbsp;<\/strong><strong>sehingga jika ada perubahan, Anda tidak perlu repot mengubahnya lagi.<\/strong><\/p><p>Selamat mencoba dan semoga berhasil! Jika memiliki pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tanya-jawab-faq-cara-mengarahkan-domain\">Tanya Jawab (FAQ) Cara Mengarahkan Domain<\/h2><p>Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan tentang cara mengarahkan domain.<\/p><div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-69442d6e9a2e5\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Kenapa Domain Saya Tidak Mengarah ke Hostinger?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Proses aktivasi bisa memerlukan waktu hingga beberapa jam, terutama kalau Anda baru saja membeli domain. Apabila baru mengarahkan domain ke Hostinger, mungkin diperlukan waktu hingga 24 jam sampai propagasinya selesai.<\/p>\n<p>Mungkin ada juga masalah dengan proses verifikasi domain secara umum. Propagasi bisa dicek secara langsung melalui tool seperti <a href=\"https:\/\/dnschecker.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">DNS Checker<\/a>.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442d6e9a2e7\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana Cara Mengarahkan Domain GoDaddy ke Hostinger?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Pertama, login dulu ke akun GoDaddy Anda lalu akses halaman manajemen DNS domain. Catat NS record di sana, kemudian masukkan record ini di DNS zone domain Anda.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442d6e9a2e8\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana Cara Mengecek Pengarahan DNS?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Cukup login ke akun hosting Anda, pilih domain, kemudian lihat NS record dan A record saat ini. Anda juga bisa mengecek propagasinya menggunakan tool DNS Checker.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau sudah memiliki domain dari registrar lain tapi ingin menghosting website di Hostinger, Anda bisa mengarahkan domain tersebut ke nameserver Hostinger. Sebaiknya verifikasikan konfigurasi ini sebelum mentransfer domain untuk meminimalkan potensi downtime. Di tutorial ini, kami akan menjelaskan dua cara mengarahkan domain ke Hostinger. Metode pertama akan menggunakan nameserver Hostinger, dan metode kedua akan menggunakan [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/cara-mengarahkan-domain-ke-name-server-hostinger\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":29831,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"","rank_math_description":"Ingin mengarahkan domain ke server IdHostinger? Anda bisa memperbarui nameserver atau menggunakan A record. Baca lebih lanjut di sini!","rank_math_focus_keyword":"cara mengarahkan domain","footnotes":""},"categories":[4756],"tags":[4890,4808],"class_list":["post-4734","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dns","tag-domain","tag-nameserver"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/how-to-point-domain-to-hostinger","default":1},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/como-apontar-o-nome-de-dominio-para-hostinger","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/pointer-domaine-hostinger","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/como-apuntar-un-dominio-a-hostinger","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/cara-mengarahkan-domain-ke-name-server-hostinger","default":0},{"locale":"en-GB","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/how-to-point-domain-to-hostinger","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/how-to-point-domain-to-hostinger","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/how-to-point-domain-to-hostinger","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/como-apuntar-un-dominio-a-hostinger","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/como-apuntar-un-dominio-a-hostinger","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/como-apuntar-un-dominio-a-hostinger","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/como-apontar-o-nome-de-dominio-para-hostinger","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/how-to-point-domain-to-hostinger","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4734","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4734"}],"version-history":[{"count":26,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4734\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47263,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4734\/revisions\/47263"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4734"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4734"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4734"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}