{"id":46629,"date":"2025-11-20T15:16:53","date_gmt":"2025-11-20T08:16:53","guid":{"rendered":"\/id\/tutorial\/?p=46629"},"modified":"2025-11-20T15:16:55","modified_gmt":"2025-11-20T08:16:55","slug":"smtp-port-587","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/smtp-port-587\/","title":{"rendered":"Cara mengecek apakah SMTP port 587 terbuka"},"content":{"rendered":"<p>SMTP port 587 berfungsi untuk meningkatkan keberhasilan pengiriman email. Berbeda dengan pengiriman email biasa melalui port 25 atau 465, port 587 menyediakan koneksi yang lebih aman dan terautentikasi antara mail client dan server.<\/p><p>Namun, port 587 tidak tercatat sebagai default oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority), organisasi yang mengelola skema penetapan alamat internet. Hal ini bisa menimbulkan masalah konektivitas pada server email, yang mengakibatkan gagalnya proses pengiriman email.<\/p><p>Pemblokiran port 587 bisa berdampak pada pengguna individu maupun organisasi yang menggunakan email untuk berkomunikasi. Akibatnya, berbagai kegiatan bisnis bisa terganggu, seperti manajemen proyek hingga upaya retensi pelanggan.<\/p><p>Di artikel ini, kami akan menjelaskan cara mengecek apakah port 587 terbuka. Apabila ternyata diblokir, kami juga akan membagikan langkah-langkah penyelesaian masalah dan konfigurasi server email yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Speed-Up-Your-Website-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"\" class=\"wp-image-27589\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><p>\n\n\n\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-yang-dimaksud-smtp-port-587\">Apa yang dimaksud SMTP port 587?<\/h2><p>SMTP, atau <a href=\"\/id\/tutorial\/port-smtp\/\">Simple Mail Transfer Protocol<\/a>, adalah kerangka dasar dalam komunikasi email. Protokol ini berfungsi untuk mengirim dan menerima email, memungkinkan pesan dikirimkan dari satu server email ke server lainnya melalui jaringan.<\/p><p>Port 587 berperan penting dalam proses tersebut. Meskipun port SMTP lama juga mendukung transmisi data, port 587 menghadirkan tingkat keamanan yang lebih baik untuk pengiriman email keluar.<\/p><p>\n\n\n        <div class=\"protip\">\n            <div class=\"protip__heading\">\n                <svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\">\n                    <path d=\"M1.49234 23.5024C1.23229 23.5024 0.972242 23.4024 0.782206 23.2123C0.562165 22.9923 0.452144 22.6822 0.502153 22.3722C0.562165 21.9221 1.14227 17.9113 3.00262 16.351C3.63274 15.8209 4.43289 15.5509 5.26305 15.5609C6.09321 15.5909 6.87335 15.9109 7.47347 16.4911C8.6937 17.6913 8.76371 19.6717 7.6435 20.9919C6.0832 22.8523 2.08245 23.4324 1.63237 23.4924C1.59236 23.4924 1.54235 23.4924 1.50234 23.4924L1.49234 23.5024ZM5.16303 17.5613C4.84297 17.5613 4.53291 17.6713 4.29287 17.8813C3.60274 18.4614 3.07264 19.9317 2.75258 21.242C4.06282 20.9219 5.5331 20.3918 6.11321 19.7017C6.55329 19.1716 6.54329 18.3814 6.0832 17.9213C5.85316 17.7013 5.5431 17.5713 5.20304 17.5613C5.19304 17.5613 5.17303 17.5613 5.16303 17.5613ZM11.7243 21.8821C11.4942 21.8821 11.2642 21.8021 11.0841 21.652C10.8541 21.462 10.7241 21.1819 10.7241 20.8819V15.9109L8.08358 13.2705H3.11264C2.81259 13.2705 2.53254 13.1404 2.3425 12.9104C2.15246 12.6803 2.07245 12.3803 2.12246 12.0902C2.19247 11.7102 2.84259 8.36953 4.70294 7.12929C6.33325 6.04909 8.96375 6.49918 10.244 6.80923C11.5442 4.96889 13.2546 3.4286 15.2349 2.33839C17.4553 1.11816 19.9858 0.518051 22.4963 0.498047C23.0464 0.498047 23.4865 0.948132 23.4865 1.49824C23.4865 5.0389 22.3763 9.97983 17.1753 13.7605C17.4853 15.0408 17.9354 17.6613 16.8552 19.2816C15.615 21.1419 12.2744 21.7921 11.8943 21.8621C11.8343 21.8721 11.7743 21.8821 11.7143 21.8821H11.7243ZM12.7245 16.181V19.6016C13.7146 19.2916 14.7948 18.7915 15.2049 18.1814C15.675 17.4812 15.605 16.091 15.385 14.9008C14.5248 15.3808 13.6346 15.8109 12.7245 16.181ZM9.66388 12.0302L11.9643 14.3307C13.1845 13.8306 14.3648 13.2204 15.485 12.5103C19.9358 9.51974 21.2361 5.60901 21.4561 2.53843C19.6157 2.67846 17.8254 3.20856 16.2051 4.09872C14.2847 5.14892 12.6544 6.68921 11.4942 8.54956C10.7841 9.65977 10.174 10.82 9.66388 12.0302ZM4.39289 11.2701H7.81353C8.1936 10.3599 8.63368 9.46974 9.11377 8.60957C7.92355 8.38953 6.51329 8.31952 5.81315 8.78961C5.19304 9.19968 4.70294 10.3099 4.39289 11.2701Z\" fill=\"#673DE6\"\/>\n                <\/svg>\n                <p class=\"protip__title\">\n                    SMTP Relay dan SMTPS                <\/p>\n            <\/div>\n            <p class=\"protip__content\">Alternatif port lain yang umum digunakan adalah port 25 dan 465. Port 25 tidak memerlukan autentikasi dan merupakan port default untuk relay pesan. Sementara itu, port 465 awalnya didaftarkan untuk SMTPS (SMTP over SSL).<br>\n<br>SMTP relay, atau relay pesan, adalah proses pengiriman email dari satu server ke server lainnya. Mekanisme ini memungkinkan email dikirim melintasi domain dan server.<br>\n<br>Port 465 mendukung enkripsi SSL. Namun, penggunaan SMTPS di port 465 kini sudah digantikan oleh metode STARTTLS yang lebih fleksibel dan lebih aman, yang digunakan bersama port 587. Meski begitu, beberapa ISP dan provider hosting masih mendukung port 465 untuk pengiriman SMTP.<\/p>\n                    <\/div>\n        \n\n\n\n<\/p><p><strong>Port standar untuk email keluar yang aman<\/strong><\/p><p>Port 587 digunakan sebagai port resmi untuk pengiriman email keluar yang aman.<\/p><p>Berbeda dari port pengiriman email biasa, port 587 menggunakan mekanisme enkripsi tingkat lanjut untuk melindungi data sensitif selama proses pengiriman email.<\/p><p>Port ini diperkenalkan sebagai alternatif dari port 465 dan dirancang untuk memastikan bahwa kebijakan keamanan yang baru kompatibel dengan traffic relay tradisional yang sebelumnya melalui port 25.<\/p><p>Oleh karena itu, port 587 sering disebut sebagai port standar untuk pengiriman email.<\/p><p>Port 587 menggunakan enkripsi Transport Layer Security (TLS) opportunistic melalui perintah STARTTLS.<\/p><p>TLS opportunistic, atau STARTTLS, menyediakan lapisan keamanan tambahan dengan mengenkripsi koneksi, meskipun proses pengiriman email pada awalnya dimulai dalam format teks biasa.<\/p><p>Jadi, saat terhubung ke server SMTP melalui port 587, mail client akan mengirimkan perintah STARTTLS, yang meminta server untuk menegosiasikan koneksi terenkripsi yang aman.<\/p><p>Proses enkripsi ini memastikan bahwa data yang ditransmisikan antara mail client dan server terlindungi dari penyadapan dan akses tidak sah.<\/p><p><strong>Pencegahan spam yang lebih baik dan pengiriman yang lebih terjamin<\/strong><\/p><p>Port 587 merupakan port yang aman untuk mengirim email karena memerlukan autentikasi. Sebelum mengirim email, mail client harus mengidentifikasi dirinya ke server email. Mekanisme ini membantu mencegah spam dan pengiriman email yang tidak sah.<\/p><p>Spammer sering memanfaatkan skrip otomatis untuk mengirim email massal tanpa autentikasi. Dengan adanya kewajiban autentikasi, server bisa memblokir pengiriman email semacam ini.<\/p><p>Autentikasi juga membantu memastikan bahwa hanya pengguna yang sah yang bisa mengirim email dari akun tertentu. Metode ini mencegah pengambilalihan akun yang kemudian digunakan untuk mengirim spam atau <a href=\"\/id\/tutorial\/phising-adalah\/\">email phishing<\/a>.<\/p><p>Menggunakan port 587 untuk mengirim email juga sejalan dengan standar keamanan email modern, sekaligus membantu meningkatkan tingkat keberhasilan pengiriman email.<\/p><p>\n\n\n        <div class=\"protip\">\n            <div class=\"protip__heading\">\n                <svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\">\n                    <path d=\"M1.49234 23.5024C1.23229 23.5024 0.972242 23.4024 0.782206 23.2123C0.562165 22.9923 0.452144 22.6822 0.502153 22.3722C0.562165 21.9221 1.14227 17.9113 3.00262 16.351C3.63274 15.8209 4.43289 15.5509 5.26305 15.5609C6.09321 15.5909 6.87335 15.9109 7.47347 16.4911C8.6937 17.6913 8.76371 19.6717 7.6435 20.9919C6.0832 22.8523 2.08245 23.4324 1.63237 23.4924C1.59236 23.4924 1.54235 23.4924 1.50234 23.4924L1.49234 23.5024ZM5.16303 17.5613C4.84297 17.5613 4.53291 17.6713 4.29287 17.8813C3.60274 18.4614 3.07264 19.9317 2.75258 21.242C4.06282 20.9219 5.5331 20.3918 6.11321 19.7017C6.55329 19.1716 6.54329 18.3814 6.0832 17.9213C5.85316 17.7013 5.5431 17.5713 5.20304 17.5613C5.19304 17.5613 5.17303 17.5613 5.16303 17.5613ZM11.7243 21.8821C11.4942 21.8821 11.2642 21.8021 11.0841 21.652C10.8541 21.462 10.7241 21.1819 10.7241 20.8819V15.9109L8.08358 13.2705H3.11264C2.81259 13.2705 2.53254 13.1404 2.3425 12.9104C2.15246 12.6803 2.07245 12.3803 2.12246 12.0902C2.19247 11.7102 2.84259 8.36953 4.70294 7.12929C6.33325 6.04909 8.96375 6.49918 10.244 6.80923C11.5442 4.96889 13.2546 3.4286 15.2349 2.33839C17.4553 1.11816 19.9858 0.518051 22.4963 0.498047C23.0464 0.498047 23.4865 0.948132 23.4865 1.49824C23.4865 5.0389 22.3763 9.97983 17.1753 13.7605C17.4853 15.0408 17.9354 17.6613 16.8552 19.2816C15.615 21.1419 12.2744 21.7921 11.8943 21.8621C11.8343 21.8721 11.7743 21.8821 11.7143 21.8821H11.7243ZM12.7245 16.181V19.6016C13.7146 19.2916 14.7948 18.7915 15.2049 18.1814C15.675 17.4812 15.605 16.091 15.385 14.9008C14.5248 15.3808 13.6346 15.8109 12.7245 16.181ZM9.66388 12.0302L11.9643 14.3307C13.1845 13.8306 14.3648 13.2204 15.485 12.5103C19.9358 9.51974 21.2361 5.60901 21.4561 2.53843C19.6157 2.67846 17.8254 3.20856 16.2051 4.09872C14.2847 5.14892 12.6544 6.68921 11.4942 8.54956C10.7841 9.65977 10.174 10.82 9.66388 12.0302ZM4.39289 11.2701H7.81353C8.1936 10.3599 8.63368 9.46974 9.11377 8.60957C7.92355 8.38953 6.51329 8.31952 5.81315 8.78961C5.19304 9.19968 4.70294 10.3099 4.39289 11.2701Z\" fill=\"#673DE6\"\/>\n                <\/svg>\n                <p class=\"protip__title\">\n                    Saran bacaan                <\/p>\n            <\/div>\n            <p class=\"protip__content\">Untuk menyiapkan email profesional, baca artikel kami tentang <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-email-dengan-domain-sendiri\/\">cara membuat email dengan domain sendiri<\/a>.<\/p>\n                    <\/div>\n        \n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-mengecek-apakah-port-587-terbuka\">Cara mengecek apakah port 587 terbuka<\/h2><p>Memastikan port 587 dalam kondisi terbuka sangat penting untuk mencegah gangguan pada komunikasi email. Namun, karena beberapa ISP membatasi port tertentu, Anda mungkin akan menemukan port email yang diblokir.<\/p><p>Apabila port yang Anda gunakan ternyata diblokir, berikut beberapa pesan error yang biasanya muncul:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">Closed SMTP connect() failed.<br>Timeout::Error (execution expired)<br>Mailer Error: SMTP connect() failed.<br>Connection unexpectedly closed: timed out<br>S: SMTP ERROR: QUIT command failed: Connection: closed<br>2023&ndash;09&ndash;8 17:13:00 SMTP ERROR: Failed to connect to server: Permission denied (13)<\/pre><p>Ada dua cara yang bisa Anda gunakan untuk memeriksa status port, yang akan kami jelaskan di bawah ini.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-menggunakan-command-prompt-terminal\">1. Menggunakan command prompt\/terminal<\/h3><p>\n\n\n<div class=\"announcement-block announcement-block--important\">\n            <span class=\"announcement-block__heading\">\n                <svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\">\n                    <path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\"\n                          d=\"M12 22.5C17.799 22.5 22.5 17.799 22.5 12C22.5 6.20101 17.799 1.5 12 1.5C6.20101 1.5 1.5 6.20101 1.5 12C1.5 17.799 6.20101 22.5 12 22.5ZM13.637 7.65198C13.637 6.74791 12.9041 6.01501 12 6.01501C11.0959 6.01501 10.363 6.74791 10.363 7.65198C10.5335 9.53749 10.875 13.383 10.875 13.383C10.875 14.0043 11.3787 14.508 12 14.508C12.6213 14.508 13.125 14.0043 13.125 13.383V13.38L13.637 7.65198ZM11.9927 15.714C11.3714 15.714 10.8677 16.2177 10.8677 16.839C10.8677 17.4603 11.3714 17.964 11.9927 17.964H12.0073C12.6286 17.964 13.1323 17.4603 13.1323 16.839C13.1323 16.2177 12.6286 15.714 12.0073 15.714H11.9927Z\"\n                          fill=\"#FEA419\"\/>\n                <\/svg>\n                Important\n            <\/span>\n            <p class=\"announcement-block__content\">\n                <strong>Penting!<\/strong> Pada bagian ini, kita akan menggunakan perintah <strong>telnet<\/strong>. Karena telnet adalah perintah khusus, Anda memerlukan akses administrator untuk menjalankannya. Kalau tidak, komputer Anda tidak akan mengenali perintah tersebut dan Anda tidak bisa melakukan pengecekan.\n            <\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><p><strong>Command Prompt<\/strong> di Windows dan <strong>Terminal<\/strong> di macOS serta Linux adalah command-line interface yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui perintah berbasis teks.<\/p><p>Tool ini menyediakan cara langsung untuk menjalankan perintah, mengeksekusi skrip, dan mengelola berbagai aspek sistem tanpa harus menggunakan antarmuka grafis.<\/p><p>Berikut cara membuka Command Prompt di <strong>Windows<\/strong>:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tekan <strong>Win+R.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Ketik <strong>cmd <\/strong>pada jendela yang muncul.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"560\" height=\"325\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/cmd-run.png\/public\" alt=\"Jendela Run di Windows dengan teks cmd di kolom pencarian\" class=\"wp-image-46635\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/cmd-run.png\/w=560,fit=scale-down 560w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/cmd-run.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/cmd-run.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 560px) 100vw, 560px\" \/><\/figure>\n<\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik <strong>OK <\/strong>atau tekan <strong>Enter.<\/strong><\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"560\" height=\"325\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/ok-cmd-run.png\/public\" alt=\"Jendela Run Windows dengan tombol OK yang dipilih untuk menjalankan cmd\" class=\"wp-image-46641\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/ok-cmd-run.png\/w=560,fit=scale-down 560w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/ok-cmd-run.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/ok-cmd-run.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 560px) 100vw, 560px\" \/><\/figure>\n<\/div><ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Anda akan masuk ke <strong>Command Prompt<\/strong> Windows.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a5995233082b\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"6a5995233082b\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1150\" height=\"205\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/windows-command-prompt.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"Tampilan command line Windows\" class=\"wp-image-46647\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/windows-command-prompt.png\/w=1150,fit=scale-down 1150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/windows-command-prompt.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/windows-command-prompt.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/windows-command-prompt.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/windows-command-prompt.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1150px) 100vw, 1150px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure>\n<\/div><p>Berikut panduan untuk <strong>pengguna<\/strong> macOS<strong>:<\/strong><\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tekan <strong>F4<\/strong> untuk membuka <strong>Launchpad<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Ketik <strong>Terminal<\/strong> di kolom pencarian, lalu tekan <strong>Enter<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Aplikasi<strong> Terminal <\/strong>akan terbuka.<\/li>\n<\/ol><p>Untuk pengguna <strong>Linux<\/strong>, Anda bisa membuka <strong>Terminal<\/strong> dengan shortcut <strong>Ctrl<\/strong> + <strong>Alt<\/strong> + <strong>T<\/strong>.<\/p><p>Setelah berhasil membuka command-line interface, jalankan perintah telnet melalui Command Prompt atau Terminal untuk mengecek apakah port 587 terbuka.<\/p><p>Caranya, ketik <strong>telnet email-server-anda.com 587<\/strong>. Pastikan Anda mengganti <strong>email-server-anda.com<\/strong> dengan host server email Anda yang sebenarnya. Untuk pengguna Hostinger, hostname server emailnya adalah <strong>smtp.hostinger.com<\/strong>.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a59952331673\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"6a59952331673\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1150\" height=\"140\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/contoh-telnet-command-prompt-windows.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"Menjalankan perintah telnet di command line Windows\" class=\"wp-image-46636\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/contoh-telnet-command-prompt-windows.png\/w=1150,fit=scale-down 1150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/contoh-telnet-command-prompt-windows.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/contoh-telnet-command-prompt-windows.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/contoh-telnet-command-prompt-windows.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/contoh-telnet-command-prompt-windows.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1150px) 100vw, 1150px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure>\n<\/div><p>Tekan <strong>Enter<\/strong>. Kalau port terbuka, Anda akan melihat pesan <strong>220<\/strong>.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a5995233254d\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"6a5995233254d\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1130\" height=\"70\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pesan-220-berhasil.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"Pesan sukses 220 di command line interface Windows\" class=\"wp-image-46645\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pesan-220-berhasil.png\/w=1130,fit=scale-down 1130w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pesan-220-berhasil.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pesan-220-berhasil.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pesan-220-berhasil.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pesan-220-berhasil.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1130px) 100vw, 1130px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure>\n<\/div><p>Sebaliknya, apabila port tertutup, Anda akan melihat pesan error bahwa koneksi SMTP ditolak (connection refused).<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-menggunakan-tool-cek-port-online\">2. Menggunakan tool cek port online<\/h3><p>Selain menggunakan <strong>telnet<\/strong>, Anda juga bisa memanfaatkan tool cek port online untuk memastikan konektivitas port. Di tutorial ini, kami menggunakan <strong>CanYouSeeMe<\/strong> untuk mengecek apakah port 587 terbuka:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka website CanYouSeeMe (https:\/\/canyouseeme.org\/) dan temukan kolom input pemeriksa port.<\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan alamat IP Anda dan angka <strong>587<\/strong> sebagai nomor port.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"630\" height=\"220\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/memasukkan-port-canyouseeme.png\/public\" alt=\"Kolom port canyouseeme.org yang diisi dengan port 587\" class=\"wp-image-46640\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/memasukkan-port-canyouseeme.png\/w=630,fit=scale-down 630w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/memasukkan-port-canyouseeme.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/memasukkan-port-canyouseeme.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/figure>\n<\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik <strong>Check Port<\/strong> atau tekan <strong>Enter<\/strong> untuk menjalankan tes.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"630\" height=\"225\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/cek-port-canyouseeme.png\/public\" alt=\"Kolom input CanYouSeeMee.org dengan opsi &ldquo;Port to Check&rdquo; yang dipilih\" class=\"wp-image-46634\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/cek-port-canyouseeme.png\/w=630,fit=scale-down 630w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/cek-port-canyouseeme.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/cek-port-canyouseeme.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/figure>\n<\/div><p>Apabila port terbuka, Anda akan mendapatkan konfirmasi positif. Kalau tertutup, tool tersebut akan menampilkan pesan bahwa koneksi gagal dibuat atau port SMTP melebihi batas waktu (timeout).<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengatasi-masalah-smtp-port-587-diblokir\">Mengatasi masalah SMTP port 587 diblokir<\/h2><p>Mengalami error SMTP port 587 diblokir bisa cukup merepotkan, terutama kalau Anda sering menggunakan email untuk kebutuhan bisnis. Ikuti tips dari kami berikut ini untuk mengatasi masalah pengiriman email dan memperbaikinya:<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-cek-pengaturan-firewall\">1. Cek pengaturan firewall<\/h3><p>\n\n\n<div class=\"announcement-block announcement-block--important\">\n            <span class=\"announcement-block__heading\">\n                <svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\">\n                    <path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\"\n                          d=\"M12 22.5C17.799 22.5 22.5 17.799 22.5 12C22.5 6.20101 17.799 1.5 12 1.5C6.20101 1.5 1.5 6.20101 1.5 12C1.5 17.799 6.20101 22.5 12 22.5ZM13.637 7.65198C13.637 6.74791 12.9041 6.01501 12 6.01501C11.0959 6.01501 10.363 6.74791 10.363 7.65198C10.5335 9.53749 10.875 13.383 10.875 13.383C10.875 14.0043 11.3787 14.508 12 14.508C12.6213 14.508 13.125 14.0043 13.125 13.383V13.38L13.637 7.65198ZM11.9927 15.714C11.3714 15.714 10.8677 16.2177 10.8677 16.839C10.8677 17.4603 11.3714 17.964 11.9927 17.964H12.0073C12.6286 17.964 13.1323 17.4603 13.1323 16.839C13.1323 16.2177 12.6286 15.714 12.0073 15.714H11.9927Z\"\n                          fill=\"#FEA419\"\/>\n                <\/svg>\n                Important\n            <\/span>\n            <p class=\"announcement-block__content\">\n                <strong>Penting!<\/strong> Anda perlu memiliki hak administrator di komputer untuk memperbaiki port yang diblokir melalui pengaturan <strong>firewall<\/strong>. Karena port 587 termasuk port yang dibatasi, perubahan hanya bisa dilakukan dengan akses administrator.\n            <\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><p>Firewall berfungsi sebagai pengaman antara komputer dan internet, melindungi sistem Anda dari akses tidak sah dan traffic berbahaya.<\/p><p>Namun, firewall juga bisa menyebabkan error SMTP apabila memblokir traffic yang seharusnya diizinkan, termasuk port 587 yang digunakan untuk komunikasi email.<\/p><p>Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda bisa mulai dengan memeriksa pengaturan firewall sesuai sistem operasi Anda.<\/p><p>Apabila menggunakan <strong>Windows<\/strong>, ikuti panduan berikut ini:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka menu <strong>Start<\/strong>, lalu ketik &ldquo;Windows Security&rdquo; pada kolom pencarian dan pilih hasilnya.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"510\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/hasil-pencarian-windows-security.png\/public\" alt=\"Hasil pencarian Windows Security di Windows\" class=\"wp-image-46638\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/hasil-pencarian-windows-security.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/hasil-pencarian-windows-security.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/hasil-pencarian-windows-security.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/hasil-pencarian-windows-security.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div><ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik <strong>Firewall &amp; network protection<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"648\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pengaturan-firewall-windows.png\/public\" alt=\"Perlindungan firewall dan jaringan di bawah Windows Security\" class=\"wp-image-46642\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pengaturan-firewall-windows.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pengaturan-firewall-windows.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pengaturan-firewall-windows.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pengaturan-firewall-windows.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Scroll ke bawah dan pilih <strong>Allow an app through firewall<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1190\" height=\"925\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/perlindungan-firewall-windows.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"Perlindungan firewall dan jaringan dengan opsi &ldquo;allow an app through firewall&rdquo; yang dipilih\" class=\"wp-image-46644\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/perlindungan-firewall-windows.png\/w=1190,fit=scale-down 1190w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/perlindungan-firewall-windows.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/perlindungan-firewall-windows.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/perlindungan-firewall-windows.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/perlindungan-firewall-windows.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1190px) 100vw, 1190px\" \/><\/figure>\n<\/div><ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Cari entri mail client atau port 587, lalu pastikan statusnya diizinkan.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1080\" height=\"880\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/whitelist-firewall-windows-defender.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"Daftar aplikasi yang diizinkan di Windows Defender Firewall\" class=\"wp-image-46646\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/whitelist-firewall-windows-defender.png\/w=1080,fit=scale-down 1080w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/whitelist-firewall-windows-defender.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/whitelist-firewall-windows-defender.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/whitelist-firewall-windows-defender.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/whitelist-firewall-windows-defender.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/figure>\n<\/div><p>Di <strong>macOS:<\/strong><\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka menu <strong>Apple<\/strong> &rarr; <strong>System Preferences<\/strong> &rarr; <strong>Security &amp; Privacy<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik tab <strong>Firewall<\/strong>, lalu klik <strong>Firewall Options<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Cari mail client Anda atau port 587 dalam daftar aplikasi yang diizinkan. Kalau belum ada, klik tombol <strong>+<\/strong> untuk menambahkannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik <strong>OK<\/strong> untuk menyimpan perubahan.<\/li>\n<\/ol><p>Di <strong>Linux:<\/strong><\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka <strong>Terminal<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Cari perintah firewall sesuai distribusi Linux Anda.\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Untuk Ubuntu, gunakan perintah <strong>ufw<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk CentOS, gunakan perintah<strong> firewalld<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Tambahkan aturan baru untuk port 587.\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Untuk Ubuntu, gunakan perintah <strong>ufw allow 587\/tcp<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk CentOS, gunakan perintah <strong>firewall-cmd -add-port=587\/tcp<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan protokol diatur ke TCP dan nomor port adalah 587.<\/li>\n\n\n\n<li>Simpan perubahan firewall Anda.<\/li>\n<\/ol><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-periksa-konfigurasi-router-dan-jaringan\">2. Periksa konfigurasi router dan jaringan<\/h3><p>Router dan pengaturan jaringan juga menentukan port mana yang bisa diakses. Kalau konfigurasinya salah, port 587 bisa ikut terblokir dan memengaruhi pengiriman email.<\/p><p>Ikuti langkah-langkah berikut untuk memastikan router atau jaringan Anda bukan penyebab gangguan email:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka browser dan masukkan alamat IP router, biasanya 192.168.1.1 atau 192.168.0.1. Kalau tidak ada yang berhasil, Anda bisa mencari alamat IP router melalui Command Prompt atau Terminal menggunakan perintah <strong>ipconfig<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a59952336288\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"6a59952336288\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"100\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/ipconfig-command-prompt.png\/public\" alt=\"Menjalankan perintah ipconfig di command prompt Windows\" class=\"wp-image-46639\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/ipconfig-command-prompt.png\/w=900,fit=scale-down 900w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/ipconfig-command-prompt.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/ipconfig-command-prompt.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/ipconfig-command-prompt.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure>\n<\/div><ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Login menggunakan kredensial admin router. Anda bisa melihat buku panduan router apabila tidak tahu username atau passwordnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Cari menu <strong>Port Forwarding<\/strong> pada tampilan konfigurasi router, biasanya di bagian <strong>Advanced<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Buat aturan penerusan port baru untuk port 587. Biasanya Anda perlu menentukan alamat IP lokal perangkat yang menjalankan mail client agar email masuk bisa diteruskan ke perangkat Anda.<\/li>\n<\/ol><p>\n\n\n        <div class=\"protip\">\n            <div class=\"protip__heading\">\n                <svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\">\n                    <path d=\"M1.49234 23.5024C1.23229 23.5024 0.972242 23.4024 0.782206 23.2123C0.562165 22.9923 0.452144 22.6822 0.502153 22.3722C0.562165 21.9221 1.14227 17.9113 3.00262 16.351C3.63274 15.8209 4.43289 15.5509 5.26305 15.5609C6.09321 15.5909 6.87335 15.9109 7.47347 16.4911C8.6937 17.6913 8.76371 19.6717 7.6435 20.9919C6.0832 22.8523 2.08245 23.4324 1.63237 23.4924C1.59236 23.4924 1.54235 23.4924 1.50234 23.4924L1.49234 23.5024ZM5.16303 17.5613C4.84297 17.5613 4.53291 17.6713 4.29287 17.8813C3.60274 18.4614 3.07264 19.9317 2.75258 21.242C4.06282 20.9219 5.5331 20.3918 6.11321 19.7017C6.55329 19.1716 6.54329 18.3814 6.0832 17.9213C5.85316 17.7013 5.5431 17.5713 5.20304 17.5613C5.19304 17.5613 5.17303 17.5613 5.16303 17.5613ZM11.7243 21.8821C11.4942 21.8821 11.2642 21.8021 11.0841 21.652C10.8541 21.462 10.7241 21.1819 10.7241 20.8819V15.9109L8.08358 13.2705H3.11264C2.81259 13.2705 2.53254 13.1404 2.3425 12.9104C2.15246 12.6803 2.07245 12.3803 2.12246 12.0902C2.19247 11.7102 2.84259 8.36953 4.70294 7.12929C6.33325 6.04909 8.96375 6.49918 10.244 6.80923C11.5442 4.96889 13.2546 3.4286 15.2349 2.33839C17.4553 1.11816 19.9858 0.518051 22.4963 0.498047C23.0464 0.498047 23.4865 0.948132 23.4865 1.49824C23.4865 5.0389 22.3763 9.97983 17.1753 13.7605C17.4853 15.0408 17.9354 17.6613 16.8552 19.2816C15.615 21.1419 12.2744 21.7921 11.8943 21.8621C11.8343 21.8721 11.7743 21.8821 11.7143 21.8821H11.7243ZM12.7245 16.181V19.6016C13.7146 19.2916 14.7948 18.7915 15.2049 18.1814C15.675 17.4812 15.605 16.091 15.385 14.9008C14.5248 15.3808 13.6346 15.8109 12.7245 16.181ZM9.66388 12.0302L11.9643 14.3307C13.1845 13.8306 14.3648 13.2204 15.485 12.5103C19.9358 9.51974 21.2361 5.60901 21.4561 2.53843C19.6157 2.67846 17.8254 3.20856 16.2051 4.09872C14.2847 5.14892 12.6544 6.68921 11.4942 8.54956C10.7841 9.65977 10.174 10.82 9.66388 12.0302ZM4.39289 11.2701H7.81353C8.1936 10.3599 8.63368 9.46974 9.11377 8.60957C7.92355 8.38953 6.51329 8.31952 5.81315 8.78961C5.19304 9.19968 4.70294 10.3099 4.39289 11.2701Z\" fill=\"#673DE6\"\/>\n                <\/svg>\n                <p class=\"protip__title\">\n                    Tips berguna                <\/p>\n            <\/div>\n            <p class=\"protip__content\">Setiap router memiliki tampilan program yang berbeda, jadi langkah-langkahnya mungkin tidak sama persis. Pastikan Anda menggunakan alamat IP, username, password, serta nomor port yang benar. Apabila masih mengalami masalah, coba restart router Anda.<\/p>\n                    <\/div>\n        \n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-lihat-apakah-ada-pembatasan-isp\">3. Lihat apakah ada pembatasan ISP<\/h3><p>Penyedia Layanan Internet (ISP) biasanya memantau dan mengelola traffic jaringan untuk menjaga lingkungan tetap aman dan bebas spam. Beberapa ISP memblokir port 587 untuk mencegah spam atau pengiriman email yang tidak sah, yang mengakibatkan port ini tidak bisa digunakan.<\/p><p>Apabila ada kemungkinan port 587 diblokir ISP, hubungi layanan pelanggan mereka. Tanyakan apakah ada kebijakan terkait pemblokiran port dan apakah mereka bisa membantu membuka aksesnya.<\/p><p>Kalau port 587 tetap diblokir, Anda bisa menggunakan port lain yang disediakan oleh provider layanan email Anda. Alternatif umum yang masih digunakan adalah port 465 dan port 25.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-menggunakan-port-587-di-hostinger\">Cara menggunakan port 587 di Hostinger<\/h2><p>Konfigurasi server email umumnya berbeda antara satu provider hosting dan provider lainnya. Beberapa layanan mengizinkan penggunaan port 587, sementara yang lain mungkin memblokirnya dan hanya mengaktifkan port lain. Karena itu, penting untuk memastikan bahwa server email provider Anda mendukung port yang ingin Anda gunakan.<\/p><p>Konfigurasi <a href=\"\/id\/email-hosting\">email perusahaan<\/a> Hostinger menggunakan port 465 dengan enkripsi TLS sebagai konfigurasi SMTP default. Hostinger juga mengizinkan penggunaan port 25 sebagai port untuk relay pesan.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/email-hosting\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Email-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"\" class=\"wp-image-29620\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Email-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Email-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Email-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Email-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><p>Kalau Anda <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-email-hostinger\/\">menggunakan layanan email Hostinger<\/a> dan mengalami masalah enkripsi saat melakukan pengujian port jaringan, Anda bisa berpindah ke port 587. Berikut cara mengubah konfigurasi server SMTP Anda:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka mail client di panel admin website Anda. Pada contoh ini, kita menggunakan WP Mail SMTP.<\/li>\n\n\n\n<li>Masuk ke pengaturan mail client, lalu pilih opsi <strong>Other SMTP<\/strong> pada bagian Mailer.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a59952338530\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"6a59952338530\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1425\" height=\"565\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pengaturan-othersmtp.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"\" class=\"wp-image-46643\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pengaturan-othersmtp.png\/w=1425,fit=scale-down 1425w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pengaturan-othersmtp.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pengaturan-othersmtp.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pengaturan-othersmtp.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/pengaturan-othersmtp.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1425px) 100vw, 1425px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure>\n<\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Isi informasi pada bagian <strong>Other SMTP<\/strong> dengan detail berikut:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">Hostname: smtp.hostinger.com<br>Tingkat enkripsi: TLS atau STARTTLS<br>Nomor port: 587<\/pre><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"6a59952339256\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"6a59952339256\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1205\" height=\"640\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/dokumentasi-smtp-lainnya.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"Kolom dokumentasi SMTP lainnya dengan host SMTP, enkripsi TLS, dan nomor port yang telah diisi\" class=\"wp-image-46637\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/dokumentasi-smtp-lainnya.png\/w=1205,fit=scale-down 1205w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/dokumentasi-smtp-lainnya.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/dokumentasi-smtp-lainnya.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/dokumentasi-smtp-lainnya.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/11\/dokumentasi-smtp-lainnya.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1205px) 100vw, 1205px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure>\n<\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Port 587 merupakan salah satu port server email yang paling aman. Namun, port 587 bukan merupakan port default menurut IANA sehingga terkadang menimbulkan masalah konektivitas server atau gangguan dalam proses pengiriman email.<\/p><p>Untuk mengatasinya, lakukan pengujian port SMTP guna memastikan port 587 benar-benar bisa diakses. Berikut ringkasan caranya:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Gunakan perintah telnet<\/strong>. Pengguna Windows bisa menjalankannya lewat <strong>Command Prompt<\/strong>, sementara pengguna macOS dan Linux bisa menggunakan <strong>Terminal<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gunakan pemeriksa port online<\/strong>. CanYouSeeMe.org adalah salah satu tool populer untuk keperluan ini.<\/li>\n<\/ul><p>Meskipun server email Anda mendukung port 587, masalah pengiriman email terkait SMTP tetap bisa terjadi. Error yang muncul bisa berupa koneksi ditolak, izin ditolak, eksekusi berakhir, atau koneksi yang tiba-tiba terputus.<\/p><p>Jadi, pastikan konfigurasi server email Anda sudah benar agar proses pengiriman email tetap lancar. Anda bisa memeriksa pengaturan firewall komputer, memastikan konfigurasi port forwarding pada router, atau menghubungi ISP untuk mengetahui apakah ada pembatasan pada port 587.<\/p><p>Di tutorial ini, kami juga menjelaskan cara menggunakan port 587 di Hostinger. Dengan mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan dan menerapkan konfigurasi yang tepat di server email Hostinger, komunikasi email Anda pun akan lebih lancar dan stabil.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SMTP port 587 berfungsi untuk meningkatkan keberhasilan pengiriman email. Berbeda dengan pengiriman email biasa melalui port 25 atau 465, port 587 menyediakan koneksi yang lebih aman dan terautentikasi antara mail client dan server. Namun, port 587 tidak tercatat sebagai default oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority), organisasi yang mengelola skema penetapan alamat internet. Hal ini [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/smtp-port-587\/\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Cara mengecek SMTP port 587 terbuka untuk email","rank_math_description":"Baca artikel ini untuk mengetahui cara mengecek apakah SMTP port 587 terbuka dan mengatasi masalah umum untuk komunikasi email yang lancar.","rank_math_focus_keyword":"smtp port 587","footnotes":""},"categories":[4820],"tags":[],"class_list":["post-46629","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-email"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/smtp-port-587\/","default":1},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/como-checar-porta-smtp-587\/","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/port-587\/","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/puerto-smtp-587\/","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/smtp-port-587\/","default":0},{"locale":"de-DE","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/de\/tutorials\/smtp-port-587-offen\/","default":0},{"locale":"it-IT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/it\/tutorial\/porta-587-smtp\/","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/smtp-port-587\/","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/smtp-port-587\/","default":0},{"locale":"en-GB","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/smtp-port-587\/","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/smtp-port-587\/","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/smtp-port-587\/","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/smtp-port-587\/","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/smtp-port-587\/","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/puerto-smtp-587\/","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/puerto-smtp-587\/","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/puerto-smtp-587\/","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/como-checar-porta-smtp-587\/","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46629","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46629"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46629\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46657,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46629\/revisions\/46657"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}