{"id":43139,"date":"2025-02-14T09:54:13","date_gmt":"2025-02-14T02:54:13","guid":{"rendered":"\/tutorial\/?p=43139"},"modified":"2025-02-14T09:55:06","modified_gmt":"2025-02-14T02:55:06","slug":"cara-install-lamp-ubuntu","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/cara-install-lamp-ubuntu","title":{"rendered":"Cara install LAMP di Ubuntu secara otomatis dan manual"},"content":{"rendered":"<p>LAMP adalah singkatan dari Linux, Apache, MySQL, dan PHP, yang merupakan stack populer untuk membuat dan meluncurkan (deploy) aplikasi web dinamis.<\/p><p>Di sini, Linux berfungsi sebagai sistem operasi aplikasi web. Apache bertindak sebagai web server yang memproses dan mengambil konten dari database MySQL. Sementara itu, PHP memungkinkan sistem untuk memproses konten dinamis.<\/p><p>Varian stack LAMP lainnya mungkin menggunakan Perl atau Python sebagai interpreter, bukan PHP. Kali ini, kami akan menunjukkan cara install LAMP di Ubuntu 22.04 (VPS) dengan PHP, yang merupakan pilihan terpopuler untuk stack ini.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Linux-Commands-Cheatsheet-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-27615\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-persiapan-awal-sebelum-menginstal-lamp\">Persiapan awal sebelum menginstal LAMP<\/h2><p>Sebelum lanjut ke tutorialnya, pastikan Anda sudah menyiapkan semua tool yang diperlukan agar proses penginstalan berjalan lancar.<\/p><p>Anda membutuhkan VPS (virtual private server) yang menjalankan versi baru <a href=\"\/id\/tutorial\/ubuntu-adalah\">Ubuntu<\/a>. Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan <strong>Ubuntu 22.04<\/strong>. Apabila tidak yakin, <a href=\"\/id\/tutorial\/cek-versi-ubuntu\">cek versi Ubuntu<\/a> sistem Anda dengan menjalankan perintah berikut di Terminal:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">lsb_release -d<\/pre><p>Pastikan server Anda mendukung koneksi SSH untuk penginstalan secara remote. Selain itu, Anda membutuhkan Terminal atau software seperti <strong>PuTTY<\/strong> di sistem lokal untuk menjalankan <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-command-ssh\">perintah SSH<\/a> pada VPS Anda.<\/p><p>Kami merekomendasikan VPS Hostinger karena sudah kompatibel dengan versi terbaru Ubuntu dan berbagai software, termasuk web stack LAMP. Solusi ini juga mendukung akses root penuh melalui SSH untuk membantu menghindari masalah izin selama penginstalan.<\/p><p>Anda juga bisa mengakses VPS Hostinger secara remote dari web browser melalui <strong>Terminal browser<\/strong>. Selain itu, Anda bisa menggunakan template sistem operasi untuk menginstal berbagai software hanya dengan sekali klik melalui <strong>hPanel<\/strong>, termasuk web stack.&nbsp;<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-install-lamp-di-ubuntu-secara-otomatis\">Cara install LAMP di Ubuntu secara otomatis<\/h2><p>Di Hostinger, Anda bisa menginstal LAMP dengan mudah menggunakan template sistem operasi melalui <a href=\"\/id\/tutorial\/hpanel-tutorial\">hPanel<\/a>. Metode ini cocok untuk pemula karena tidak memerlukan perintah apa pun sehingga prosesnya lebih mudah dan aman.<\/p><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> <a href=\"https:\/\/support.hostinger.com\/id\/articles\/1583232-bagaimana-cara-backup-atau-restore-server-vps\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Backup file VPS<\/a> Anda sebelum menginstal template sistem operasi karena proses ini akan menghapus data Anda secara permanen.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><p>Berikut adalah langkah-langkah untuk menginstal LAMP di Ubuntu menggunakan Hostinger:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Masuk ke <strong>hPanel <\/strong>dan klik menu <strong>VPS<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih <strong>Kelola<\/strong> di samping VPS yang ingin Anda gunakan untuk menginstal LAMP.<\/li>\n\n\n\n<li>Dari sidebar, klik <strong>OS &amp; Panel<\/strong> &rarr; <strong>Sistem operasi<\/strong>, lalu pastikan Anda sudah menggunakan Ubuntu <strong>22.04<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada bagian <strong>Ubah OS<\/strong>, klik <strong>Aplikasi<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih <strong>LAMP stack<\/strong> dari menu yang tersedia. Klik <strong>Ganti OS<\/strong> untuk mengonfirmasi.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"585\" height=\"333\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/LAMP-stack-hpanel.png\/public\" alt=\"tampilan pop-up untuk install lamp stack ubuntu di hpanel\" class=\"wp-image-43142\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/LAMP-stack-hpanel.png\/w=585,fit=scale-down 585w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/LAMP-stack-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/LAMP-stack-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 585px) 100vw, 585px\" \/><\/figure><\/div><ol start=\"6\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Anda akan melihat pop-up konfirmasi penghapusan data. Centang kotak untuk menyetujuinya, lalu klik <strong>Selanjutnya<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan password root baru Anda dan klik <strong>Konfirmasi<\/strong> untuk melanjutkan.<\/li>\n<\/ol><p>Setelah prosesnya selesai, Anda akan melihat pesan konfirmasi di bagian atas halaman penginstalan OS. Saat berikutnya Anda memasukkan alamat IP server Anda ke browser, Anda akan melihat halaman sambutan Apache.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-install-lamp-di-ubuntu-secara-manual\">Cara install LAMP di Ubuntu secara manual<\/h2><p>Apabila ingin menggunakan versi software yang berbeda, Anda bisa menginstal LAMP secara manual menggunakan perintah. Sebelumnya, buat koneksi ke server Anda <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-putty-untuk-ssh-ke-vps\">menggunakan klien SSH PuTTY<\/a> dan masukkan kredensial yang ada di tab <strong>Akses SSH<\/strong> pada bagian <strong>Ringkasan VPS<\/strong>.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-instal-apache-web-server\">1. Instal Apache Web Server<\/h3><p>Mulai prosesnya dengan mengupdate package manager sistem untuk memastikan software Anda sudah up-to-date. Berikut perintahnya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt update\nsudo apt upgrade<\/pre><p>Sekarang, instal Apache2 dengan perintah berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt-get install apache2<\/pre><p>Cek apakah Apache berhasil diinstal dengan membuka browser di komputer lokal Anda, lalu masukkan alamat berikut di kolom alamat:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">http:\/\/&lt;alamat_ip_vps_Anda_di_sini&gt;<\/pre><p>Sebagai contoh, kalau alamat IP VPS Anda adalah <strong>185.185.185.185<\/strong>, alamat Anda akan menjadi seperti berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">http:\/\/185.185.185.185<\/pre><p>Anda akan melihat halaman seperti ini:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"784\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/halaman-apache2-ubuntu.png\/public\" alt=\"tampilan halaman sambutan apache ubuntu\" class=\"wp-image-43143\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/halaman-apache2-ubuntu.png\/w=900,fit=scale-down 900w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/halaman-apache2-ubuntu.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/halaman-apache2-ubuntu.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/halaman-apache2-ubuntu.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure><\/div><p>Apabila Anda tidak tahu alamat IP VPS Anda, cek tab Akses SSH pada menu Ringkasan VPS di hPanel. Atau, jalankan perintah berikut untuk menampilkannya di Terminal:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">dig -4 TXT +short o-o.myaddr.l.google.com @ns1.google.com<\/pre><p>Kalau hasilnya tidak muncul, cek status server Apache dengan menjalankan perintah berikut untuk memastikan server tersebut aktif:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo systemctl status apache2<\/pre><p>Selain itu, layar sambutan mungkin tidak muncul kalau <a href=\"\/id\/tutorial\/apache-tidak-bisa-start\">firewall Anda memblokir Apache<\/a> untuk menangani permintaan web pada port 80 dan port 443. Untuk mengatasinya, <a href=\"\/id\/tutorial\/firewall-ubuntu\">instal UFW<\/a> untuk mengelola aturan koneksi server Anda. Berikut perintahnya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt-get install ufw<\/pre><p>Kemudian, izinkan traffic HTTP dan HTTPS melalui firewall tersebut.<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo ufw allow http\n\nsudo ufw allow https<\/pre><p>Masukkan alamat IP VPS Anda di browser untuk mengecek progres penginstalan.<\/p><p>Selain UFW, Anda bisa mengelola konfigurasi firewall VPS Hostinger melalui hPanel. Untuk melakukannya, buka <strong>Keamanan<\/strong> &rarr; <strong>Firewall<\/strong> dari sidebar:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69efdb206ed71\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"244\" height=\"344\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/firewall-sidebar-hpanel.png\/public\" alt=\"tampilan bagian firewall vps di sidebar hpanel\" class=\"wp-image-43144\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/firewall-sidebar-hpanel.png\/w=244,fit=scale-down 244w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/firewall-sidebar-hpanel.png\/w=213,fit=scale-down 213w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/firewall-sidebar-hpanel.png\/w=106,fit=scale-down 106w\" sizes=\"(max-width: 244px) 100vw, 244px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Buat pengaturan firewall baru, beri nama, tetapkan aturan yang Anda inginkan, lalu klik <strong>Aktifkan<\/strong>. Untuk mengaktifkan Apache, atur untuk menerima <strong>TCP <\/strong>dari port <strong>80 <\/strong>dan <strong>443<\/strong>.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"390\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/aturan-firewall-vps-hpanel.png\/public\" alt=\"tampilan halaman firewall vps hpanel untuk mengizinkan tcp\" class=\"wp-image-43147\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/aturan-firewall-vps-hpanel.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/aturan-firewall-vps-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/aturan-firewall-vps-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/aturan-firewall-vps-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-instal-mysql\">2. Instal MySQL<\/h3><p>MySQL adalah database untuk aplikasi Anda. Untuk menginstalnya, masukkan perintah berikut.<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt-get install mysql-server<\/pre><p>Selama penginstalan, Terminal akan meminta Anda untuk membuat user root MySQL. Karena akun ini memiliki hak istimewa tertinggi, gunakan kredensial yang aman dengan kombinasi angka dan simbol. Tekan <strong>Enter <\/strong>untuk mengonfirmasi.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"698\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/membuat-user-root.png\/public\" alt=\"membuat user root mysql\" class=\"wp-image-43149\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/membuat-user-root.png\/w=900,fit=scale-down 900w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/membuat-user-root.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/membuat-user-root.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/membuat-user-root.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure><\/div><p>Anda akan menggunakan user root ini untuk membuat akun lain dalam database. Dengan memisahkan peran di MySQL, Anda akan meningkatkan keamanan dan pengelolaan selama proses pengembangan aplikasi web.<\/p><p>Setelah terinstal, periksa status layanan MySQL dengan perintah berikut.<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo systemctl status mysql<\/pre><p>Anda akan melihat status sebagai <strong>loaded<\/strong>, <strong>running<\/strong>, dan <strong>active<\/strong>, seperti berikut ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">&#9679; mysql.service - MySQL Community Server\n\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;Loaded: loaded (\/lib\/systemd\/system\/mysql.service; enabled; vendor preset: enabled)\n\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;Active: active (running) since Tue 2017-07-11 09:39:40 EDT; 1min 39s ago\n\n&nbsp;Main PID: 9579 (mysqld)\n\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;CGroup: \/system.slice\/mysql.service\n\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&#9492;&#9472;9579 \/usr\/sbin\/mysqld\n\nJul 11 09:39:39 abandoned-plate systemd[1]: Starting MySQL Community Server...\n\nJul 11 09:39:40 abandoned-plate systemd[1]: Started MySQL Community Server.<\/pre><p>\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\">Tips berguna<\/h4>\n                    <p>Simak tutorial kami guna mempelajari metode lain untuk mengecek dan <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-melihat-package-ubuntu\">melihat daftar package yang terinstal di Ubuntu<\/a>.<\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-instal-php\">3. Instal PHP<\/h3><p>PHP akan menginterpretasikan kode aplikasi sehingga bisa ditampilkan di web browser. Instal bahasa pemrograman ini dan modul penting lainnya dengan perintah berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt-get install php libapache2-mod-php php-mcrypt php-mysql php-cgi php-curl php-json<\/pre><p>Perintah ini akan menginstal versi stabil terbaru PHP dan modul tambahan yang diperlukan untuk fungsionalitas aplikasi web.<\/p><p>Setelah terinstal, cek apakah PHP bekerja dengan benar dengan membuat file uji coba dan membukanya di web browser. Mulailah dengan menginstal <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-install-menggunakan-nano-text-editor\">editor teks nano<\/a>, yang akan kita gunakan untuk membuat skrip mockup:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt-get install nano<\/pre><p>Setelah terinstal, masukkan perintah berikut untuk membuat file PHP uji coba kosong dan membuka editor teks nano:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo nano \/var\/www\/html\/test.php<\/pre><p>Perhatikan bahwa kita akan membuat file di direktori <strong>\/var\/www\/html<\/strong> yang dikenal sebagai <strong>webroot<\/strong>. Apache akan mencari file yang diminta dalam URL website di folder ini secara default. Kunjungi <a href=\"https:\/\/help.ubuntu.com\/lts\/serverguide\/httpd.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">halaman dokumentasi Apache Ubuntu <\/a>untuk mendapatkan informasi tentang konfigurasi path.<\/p><p>Selain itu, karena Anda memerlukan hak akses root untuk memperoleh izin penulisan di direktori ini, tambahkan <strong>sudo<\/strong> sebelum perintah. Setelah editor teks muncul, masukkan skrip berikut ini:&nbsp;<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">&lt;?php<br>phpinfo();<br>?&gt;<\/pre><p>Fungsi <strong>phpinfo()<\/strong> akan menampilkan informasi tentang penginstalan dan konfigurasi PHP guna memastikannya berfungsi dengan baik.<\/p><p>Simpan perubahan dengan menekan <strong>Ctrl<\/strong> + <strong>X<\/strong> &rarr; <strong>Y<\/strong> &rarr;&nbsp;<strong>Enter<\/strong>. Sekarang buka alamat web berikut ini di browser Anda. Jangan lupa, ginakan alamat IP server Anda yang sebenarnya.<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">http:\/\/&lt;your_vps_ip_adress&gt;\/test.php<\/pre><p>Anda akan melihat halaman seperti pada gambar di bawah ini.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"583\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/halaman-versi-php.png\/public\" alt=\"tampilan halaman versi php yang menunjukkan LAMP berhasil terinstal di ubuntu\" class=\"wp-image-43151\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/halaman-versi-php.png\/w=900,fit=scale-down 900w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/halaman-versi-php.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/halaman-versi-php.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2025\/02\/halaman-versi-php.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure><\/div><p>Setelah mengonfirmasi bahwa PHP server Anda bekerja dengan benar, kembali ke Terminal dan hapus file uji coba dengan memasukkan perintah berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo rm \/var\/www\/html\/test.php<\/pre><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Pastikan Anda benar-benar sudah menghapus file uji coba setelah mengecek penginstalan. Sebab, file ini bisa membocorkan informasi penting terkait konfigurasi server Anda kepada penyerang cyber.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>LAMP adalah singkatan dari Linux, Apache, MySQL, dan PHP, yang merupakan web stack populer untuk membuat dan men-deploy aplikasi. LAMP menyediakan infrastruktur hosting yang lengkap, termasuk web server, database, dan interpreter PHP.<\/p><p>Cara install LAMP di Ubuntu yang paling mudah adalah menggunakan template sistem operasi Hostinger. Untuk melakukannya, login ke hPanel dan buka menu konfigurasi sistem operasi VPS Anda. Setelah memilih OS, pilih <strong>LAMP stack<\/strong> di bagian <strong>Aplikasi<\/strong>, lalu klik <strong>Ganti OS<\/strong>.<\/p><p>Anda juga bisa menginstal LAMP secara manual dengan perintah <strong>apt install<\/strong> untuk setiap software melalui SSH. Untuk memastikan konfigurasinya sudah benar, gunakan <strong>systemd<\/strong> untuk melihat status Apache dan MySQL. Untuk PHP, buat file uji coba menggunakan nano dan akses melalui web browser.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMP adalah singkatan dari Linux, Apache, MySQL, dan PHP, yang merupakan stack populer untuk membuat dan meluncurkan (deploy) aplikasi web dinamis. Di sini, Linux berfungsi sebagai sistem operasi aplikasi web. Apache bertindak sebagai web server yang memproses dan mengambil konten dari database MySQL. Sementara itu, PHP memungkinkan sistem untuk memproses konten dinamis. Varian stack LAMP [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/cara-install-lamp-ubuntu\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":42578,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Cara install LAMP di Ubuntu (otomatis dan manual)","rank_math_description":"Berikut cara install LAMP di Ubuntu: 1. Instal Apache 2. Instal MySQL. Mau tahu langkah-langkah selengkapnya? Yuk, simak artikel ini!","rank_math_focus_keyword":"install lamp ubuntu","footnotes":""},"categories":[5096],"tags":[],"class_list":["post-43139","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-vps"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/how-to-install-lamp-on-ubuntu","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/lamp-ubuntu","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/instalar-lamp-en-ubuntu","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/cara-install-lamp-ubuntu","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/how-to-install-lamp-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/how-to-install-lamp-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/how-to-install-lamp-on-ubuntu","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/instalar-lamp-en-ubuntu","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/instalar-lamp-en-ubuntu","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/instalar-lamp-en-ubuntu","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/how-to-install-lamp-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/how-to-install-lamp-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/how-to-install-lamp-on-ubuntu","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/how-to-install-lamp-on-ubuntu","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43139"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43153,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43139\/revisions\/43153"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42578"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}