{"id":41384,"date":"2024-11-12T10:33:50","date_gmt":"2024-11-12T03:33:50","guid":{"rendered":"\/tutorial\/?p=41384"},"modified":"2025-12-18T23:28:12","modified_gmt":"2025-12-18T16:28:12","slug":"mengatasi-error-429-too-many-requests","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/mengatasi-error-429-too-many-requests","title":{"rendered":"Cara Mengatasi Error 429 Too Many Requests (6 Metode Terbukti)"},"content":{"rendered":"<p>Saat mengakses website, web server dan klien akan saling berkomunikasi melalui <a href=\"\/id\/tutorial\/http-status-code\">kode status HTTP<\/a> yang menginformasikan kondisi koneksi yang dibuat. Kode ini ada banyak macamnya, mulai dari kode <strong>3xx<\/strong> untuk redirect, hingga kode <strong>4xx<\/strong> yang mengindikasikan error di sisi pengguna.<\/p><p>Nah, salah satu kode ini adalah <strong>429 Too Many Requests<\/strong>. Seperti namanya, error ini muncul kalau ada terlalu banyak permintaan akses dalam waktu berdekatan, misalnya saat Anda atau pengguna lain berulang kali mengakses halaman tertentu.<\/p><p>Akibatnya? Akses ke website atau bahkan panel admin bisa terkunci sementara. Jadi, apa solusinya? Tenang, di artikel ini, kami akan membahas 6 cara mengatasi error 429 Too Many Requests agar website Anda kembali bisa diakses. Yuk, simak selengkapnya!<\/p><figure tabindex=\"0\" class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Kode error<\/strong><\/td><td>429 Too Many Requests<\/td><\/tr><tr><td><strong>Jenis error<\/strong><\/td><td>Error sisi klien<\/td><\/tr><tr><td><strong>Variasi error<\/strong><\/td><td>429 Error<br>HTTP 429<br>429 Too Many Requests<br>Error 429 (Too Many Requests)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Penyebab error<\/strong><\/td><td>Terlalu banyak permintaan ke server<br>Serangan DDoS<br>Serangan brute force<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-arti-error-429-too-many-requests\">Apa Arti Error 429 Too Many Requests?<\/h2><p>Sebenarnya, HTTP 429 bukanlah error fatal, melainkan respons dari server atau <a href=\"\/id\/tutorial\/api-adalah\">API (Application Programming Interface)<\/a> saat mendeteksi terlalu banyak permintaan akses secara hampir bersamaan.<\/p><p>Pesan ini mungkin muncul dalam beberapa variasi tergantung pada browser Anda, seperti:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>429 Error<\/li>\n\n\n\n<li>HTTP 429<\/li>\n\n\n\n<li>429 Too Many Requests<\/li>\n\n\n\n<li>Error 429 (Too Many Requests)<\/li>\n<\/ul><p>Error ini menandakan bahwa server telah mencapai batas kapasitasnya. Ketika server tidak punya cukup memori untuk memproses permintaan yang terus berdatangan, pesan 429 akan muncul sebagai perlindungan otomatis dari server maupun aplikasi agar tidak overload.<\/p><p>Selain itu, error 429 juga sering digunakan sebagai langkah keamanan untuk menghadapi ancaman seperti serangan <a href=\"https:\/\/it.telkomuniversity.ac.id\/apa-itu-brute-force-inilah-penjelasan-serta-cara-pencegahannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">brute force<\/a> atau <a href=\"https:\/\/www.microsoft.com\/id-id\/security\/business\/security-101\/what-is-a-ddos-attack\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">DDoS<\/a>.<\/p><p>Jadi, kalau mendeteksi adanya permintaan yang mencurigakan, server akan otomatis memblokir alamat IP atau pengguna tersebut untuk melindungi website dari kemungkinan serangan.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-penyebab-munculnya-error-429\">Apa Penyebab Munculnya Error 429?<\/h2><p>Seperti yang tadi dijelaskan, error 429 terjadi ketika server mendeteksi terlalu banyak aktivitas dalam waktu singkat. Penyebabnya beragam, bisa jadi pengguna mencoba login berkali-kali dengan kata sandi yang salah, atau upaya sabotase oleh bot atau hacker.<\/p><p>Begitu aktivitas mencurigakan ini terdeteksi, server akan mengaktifkan pembatas kecepatan atau rate-limiting untuk mengurangi beban, lalu memicu error HTTP 429.<\/p><p>Rate-limiting merupakan strategi yang sering digunakan API untuk membatasi jumlah permintaan agar server tetap stabil. Fitur ini bisa membantu mencegah aktivitas yang berpotensi berbahaya dari bot atau percobaan login oleh hacker.<\/p><p>Selain pesan error, biasanya akan ada informasi tambahan yang disertakan dalam kode error 429, seperti:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"generic\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">HTTP\/1.1 429 Too Many Requests\nContent-type: text\/html\nRetry-After: 3600<\/pre><p>Dalam contoh di atas, <strong>Retry-After<\/strong> menunjukkan waktu tunggu sebelum pengguna bisa mencoba mengirimkan permintaan yang sama lagi. Biasanya, error ini akan hilang setelah beberapa waktu.<\/p><p>Namun, kalau penyebabnya adalah ancaman berbahaya, akses ke website atau panel admin bisa terkunci lebih lama, bahkan mengakibatkan Anda tidak bisa mengakses area admin WordPress.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-mengatasi-error-429-too-many-requests\">Cara Mengatasi Error 429 Too Many Requests<\/h2><p>Di bagian ini, kami akan membahas 6 cara mudah untuk mengatasi error 429 Too Many Requests berdasarkan penyebab yang paling sering muncul, lengkap dengan langkah-langkah memperbaikinya.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-bersihkan-cache\">1. Bersihkan Cache<\/h3><p>Di web browser, <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-cache\">sistem cache<\/a> berfungsi untuk menyimpan file-file website dan informasi akun untuk mempercepat akses pada kunjungan berikutnya. Dengan data dalam cache, web browser jadi tidak perlu memuat data website lagi dari nol.<\/p><p>Namun, kalau sudah terlalu banyak, tumpukan data ini justru bisa memicu error 429 mungkin muncul. Jadi, langkah pertama untuk mengatasinya adalah dengan <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menghapus-cache-history-di-browser\">menghapus cache browser<\/a>.<\/p><p>Berikut ini, kami akan menjelaskan caranya di <strong>Google Chrome<\/strong>, yang kemungkinan tidak akan terlalu berbeda di web browser lainnya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik ikon tiga titik di sisi kanan atas browser, lalu pilih Settings (<strong>Setelan<\/strong>).<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"357\" height=\"594\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/settings-Google-Chrome.png\/public\" alt=\"tampilan opsi settings yang dipilih dari menu titik tiga google chrome\" class=\"wp-image-41395\" style=\"width:335px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/settings-Google-Chrome.png\/w=357,fit=scale-down 357w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/settings-Google-Chrome.png\/w=180,fit=scale-down 180w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/settings-Google-Chrome.png\/w=90,fit=scale-down 90w\" sizes=\"(max-width: 357px) 100vw, 357px\" \/><\/figure><\/div><ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Di bagian <strong>Privacy and security<\/strong> (Privasi dan keamanan), pilih <strong>Clear browsing data<\/strong> (Hapus data penelusuran).<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"692\" height=\"373\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/clear-browsing-data-chrome.png\/public\" alt=\"tampilan opsi untuk menghapus data browsing di chrome\" class=\"wp-image-41396\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/clear-browsing-data-chrome.png\/w=692,fit=scale-down 692w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/clear-browsing-data-chrome.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/clear-browsing-data-chrome.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 692px) 100vw, 692px\" \/><\/figure><\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Centang <strong>Cached images and files<\/strong> (Gambar dan file cache) serta <strong>Cookies and other site data<\/strong> (Cookie dan data website lainnya). Pilih rentang waktu sesuai kebutuhan Anda.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"630\" height=\"589\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/memilih-untuk-menghapus-cache-dan-cookie-chrome.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-34712\" style=\"width:492px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/memilih-untuk-menghapus-cache-dan-cookie-chrome.png\/w=630,fit=scale-down 630w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/memilih-untuk-menghapus-cache-dan-cookie-chrome.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/memilih-untuk-menghapus-cache-dan-cookie-chrome.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/figure><\/div><ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik <strong>Clear data<\/strong> (Hapus data), lalu mulai ulang Google Chrome.<\/li>\n<\/ol><p>Perlu diperhatikan bahwa proses menghapus cache ini akan menambah waktu loading saat Anda mengakses website lagi karena browser perlu mendownload ulang kontennya.<\/p><p>Apabila menggunakan <a href=\"\/id\/\">Hostinger<\/a>, Anda bisa membersihkan cache website langsung dari hPanel. Berikut caranya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Login ke hPanel, lalu pilih menu <strong>Website<\/strong>. Klik <strong>Dashboard<\/strong> di samping website Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Temukan menu <strong>Tingkat Lanjut<\/strong> &rarr; <strong>Cache Manager<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Aktifkan opsi <strong>Cache otomatis<\/strong>, kemudian klik tombol <strong>Purge Semua<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1107\" height=\"470\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/menu-cache-hpanel.png\/public\" alt=\"tampilan menu cache hpanel dengan opsi purge semua yang dipilih\" class=\"wp-image-41397\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/menu-cache-hpanel.png\/w=1107,fit=scale-down 1107w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/menu-cache-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/menu-cache-hpanel.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/menu-cache-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/menu-cache-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1107px) 100vw, 1107px\" \/><\/figure><\/div><p>Selain itu, membersihkan cache mungkin akan menghapus riwayat browsing dan beberapa pengaturan pribadi lainnya. Untuk mencegah masalah ini, Anda bisa <a href=\"https:\/\/support.google.com\/chrome\/answer\/10248834?hl=id&amp;sjid=1291115167264706155-AP\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengekspor data Chrome<\/a> dulu lalu <a href=\"https:\/\/support.google.com\/chrome\/answer\/96816?hl=id&amp;sjid=1291115167264706155-AP\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengimpornya kembali<\/a>.<\/p><p>Apabila error 429 disebabkan oleh cache browser yang penuh, metode ini seharusnya bisa mengatasi masalah Anda. Kalau error masih muncul, coba lanjutkan ke langkah berikutnya.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-cek-penggunaan-resource-website\">2. Cek Penggunaan Resource Website<\/h3><p>Error 429 bisa disebabkan oleh penggunaan resource server yang tinggi, misalnya karena terlalu banyak permintaan HTTP. Dengan memantau penggunaan resource website, Anda bisa melihat apakah ada lonjakan traffic tidak biasa yang memicu error ini.<\/p><p>Klien Hostinger bisa memantau resource langsung di dashboard hPanel. Buka menu <strong>Paket Hosting<\/strong> &rarr; <strong>Penggunaan Resource<\/strong> untuk melihatnya.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69f6f2788a83a\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"246\" height=\"407\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/penggunaan-resource-hpanel-e1731322611546.png\/public\" alt=\"tampilan menu penggunaan resource yang dipilih di hpanel\" class=\"wp-image-41399\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Di bagian ini, Anda akan menemukan berbagai metrik terkait penggunaan website, seperti:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Disk dan Inode<\/strong> &ndash; merangkum jumlah ruang penyimpanan serta file dan folder di akun hosting Anda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>CPU<\/strong> &ndash; menunjukkan persentase unit pemrosesan yang digunakan oleh website.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memori<\/strong> &ndash; jumlah total memori yang digunakan oleh akun hosting Anda untuk memproses permintaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Max Processes<\/strong> &ndash; total jumlah proses PHP dan non-PHP per akun hosting. <\/li>\n<\/ul><p>Selain itu, Anda bisa melihat bagian <strong>Statistik<\/strong> untuk mengamati metrik berikut:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Total permintaan<\/strong> &ndash; menampilkan jumlah permintaan HTTP dan HTTPS dari semua akun hosting.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Alamat IP unik<\/strong> &ndash; mencatat jumlah alamat IP berbeda yang mengakses website Anda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bandwidth<\/strong> &ndash; data yang ditransfer dalam periode waktu tertentu.<\/li>\n<\/ul><p>Metrik-metrik ini akan membantu Anda mengidentifikasi kemungkinan adanya lonjakan traffic yang signifikan atau potensi serangan cyber.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"882\" height=\"759\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/bagian-statistik-hpanel.png\/public\" alt=\"tampilan bagian statistik hpanel yang menunjukkan total permintaan, alamat ip unik, dan bandwidth\" class=\"wp-image-41400\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/bagian-statistik-hpanel.png\/w=882,fit=scale-down 882w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/bagian-statistik-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/bagian-statistik-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/bagian-statistik-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 882px) 100vw, 882px\" \/><\/figure><\/div><p>Kalau ada peningkatan permintaan HTTP yang tinggi, bisa jadi hal tersebut menandakan website Anda terkena serangan DDoS.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-nonaktifkan-semua-plugin-wordpress\">3. Nonaktifkan Semua Plugin WordPress<\/h3><p>Apabila error 429 Too Many Requests masih muncul setelah Anda mencoba dua cara sebelumnya, periksa apakah ada konflik di antara plugin yang terinstal di website Anda. Terkadang, plugin dari pihak ketiga juga bisa saling bertentangan atau bahkan memicu error yang mengganggu website.<\/p><p>Solusinya, coba nonaktifkan semua plugin di website WordPress Anda untuk sementara, lalu lihat hasilnya. Berikut caranya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka folder <strong>wp-content<\/strong> di direktori root Anda melalui <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-file-manager-hostinger\">File Manager<\/a>.<\/li>\n\n\n\n<li>Temukan folder bernama <strong>plugins<\/strong>, lalu ganti nama folder tersebut, misalnya menjadi <strong>plugins-disable<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"398\" height=\"239\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/mengubah-nama-folder-plugin-di-file-manager.png\/public\" alt=\"tampilan file manager hostinger menunjukkan proses mengganti nama folder menjadi plugins-disable\" class=\"wp-image-36908\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/mengubah-nama-folder-plugin-di-file-manager.png\/w=398,fit=scale-down 398w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/mengubah-nama-folder-plugin-di-file-manager.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/mengubah-nama-folder-plugin-di-file-manager.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 398px) 100vw, 398px\" \/><\/figure><\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Cek kembali website Anda untuk melihat apakah masalahnya berhasil hilang.<\/li>\n<\/ol><p>Kalau website bisa diakses tanpa adanya plugin yang aktif, artinya salah satu plugin Anda menyebabkan munculnya error 429.<\/p><p>Ganti nama folder ke <strong>plugins<\/strong> lagi, lalu aktifkan plugin satu per satu untuk menemukan plugin yang bermasalah.<\/p><p>Setelah menemukannya, coba update plugin tersebut untuk melihat apakah error sudah berhasil teratasi. Kalau masih muncul, Anda mungkin perlu menghapus plugin tersebut atau mencari alternatif yang lebih stabil.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-ganti-tema-wordpress-ke-tema-default\">4. Ganti Tema WordPress ke Tema Default<\/h3><p>Selain plugin, tema WordPress yang kodenya tidak ditulis dengan benar juga bisa menjadi penyebab 429 too many requests. Walaupun jarang terjadi, tema tertentu bisa saja tidak cocok dengan salah satu plugin lalu mengirimkan terlalu banyak permintaan ke server.<\/p><p>Untuk mengatasi hal ini, coba ganti tema website Anda ke tema default dulu untuk sementara. Kalau  Anda tidak bisa mengakses dashboard WordPress, ikuti langkah-langkah berikut untuk mengganti tema melalui <strong>phpMyAdmin<\/strong>:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka <strong>File Manager<\/strong> dan temukan file <strong>wp-config.php<\/strong>. Temukan dan catat nama database website Anda di dalamnya.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69f6f27890a36\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"649\" height=\"463\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/nama-database-di-wpconfig.png\/public\" alt=\"tampilan isi file wp-config.php dengan nama database yang disorot\" class=\"wp-image-41402\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/nama-database-di-wpconfig.png\/w=649,fit=scale-down 649w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/nama-database-di-wpconfig.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/nama-database-di-wpconfig.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 649px) 100vw, 649px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Tutup file, lalu buka <strong>phpMyAdmin<\/strong> Anda. Pilih nama database tersebut, kemudian pilih tabel <strong>wp_options<\/strong> dari daftar.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69f6f27893bde\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"304\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/wp-options-di-phpMyAdmin.png\/public\" alt=\"tampilan phpmyadmin menunjukkan tabel wp_options yang dipilih\" class=\"wp-image-41403\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/wp-options-di-phpMyAdmin.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/wp-options-di-phpMyAdmin.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/wp-options-di-phpMyAdmin.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/wp-options-di-phpMyAdmin.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Di tabel ini, temukan baris dengan nama <strong>template<\/strong> dan <strong>stylesheet<\/strong>, biasanya ada di halaman kedua.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1453\" height=\"510\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/baris-tabel-di-phpMyAdmin.png\/public\" alt=\"tampilan phpmyadmin menunjukkan baris tabel yang diperlukan\" class=\"wp-image-41404\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/baris-tabel-di-phpMyAdmin.png\/w=1453,fit=scale-down 1453w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/baris-tabel-di-phpMyAdmin.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/baris-tabel-di-phpMyAdmin.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/baris-tabel-di-phpMyAdmin.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/baris-tabel-di-phpMyAdmin.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1453px) 100vw, 1453px\" \/><\/figure><\/div><ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik dua kali <strong>option_value<\/strong> pada setiap baris tersebut dan ganti nilainya dengan nama tema default, seperti <strong>Twenty Nineteen<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><p>Setelah berhasil mengubahnya, periksa website Anda lagi untuk memastikan error sudah tidak muncul. Atau, hapus tema lama yang sebelumnya aktif, kemudian instal ulang tema tersebut. Apabila error tetap terjadi, pertimbangkan untuk menghapus tema dan menggantinya.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-pulihkan-website-dari-backup\">5. Pulihkan Website dari Backup<\/h3><p>Rutin <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-backup-wordpress\">membackup website<\/a> bisa membantu Anda mencegah kehilangan data, infeksi malware, dan pelanggaran keamanan. Dengan <a href=\"https:\/\/support.hostinger.com\/id\/articles\/3989447-cara-restore-website-wordpress-dari-backup\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">memulihkan backup website<\/a>, Anda bisa mengembalikan website ke kondisi awal dan mendeteksi penyebab yang mungkin memicu error 429.<\/p><p>Ikuti langkah-langkah ini untuk memulihkan website Anda dari backup:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Akses control panel hosting Anda. Bagi klien Hostinger, akses dashboard <strong>hPanel<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Buka <strong>Website<\/strong> &rarr; <strong>Dashboard<\/strong> di samping website yang dimaksud, lalu akses <strong>File<\/strong> &rarr; <strong>Backup<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"241\" height=\"248\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/backup-sidebar-hpanel-e1731379895381.png\/public\" alt=\"tampilan menu backup yang dipilih di sidebar hpanel\" class=\"wp-image-41410\"><\/figure><\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Di halaman backup, Anda akan melihat berbagai opsi. Untuk website yang menggunakan WordPress atau <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-cms\">CMS (Sistem Manajemen Konten)<\/a> lain, proses pemulihan membutuhkan <strong>File backup<\/strong> dan <strong>Database backup<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69f6f2789ab06\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1138\" height=\"364\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/opsi-backup-hpanel.png\/public\" alt=\"tampilan opsi backup yang tersedia di hpanel\" class=\"wp-image-41411\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/opsi-backup-hpanel.png\/w=1138,fit=scale-down 1138w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/opsi-backup-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/opsi-backup-hpanel.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/opsi-backup-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/opsi-backup-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1138px) 100vw, 1138px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Pilih <strong>File backup<\/strong>, lalu tentukan tanggal dari drop-down dan klik <strong>Selanjutnya<\/strong>. Untuk memulihkan seluruh website, centang folder <strong>public_html<\/strong> dan klik <strong>Pulihkan file<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69f6f2789dbe4\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full is-resized wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"836\" height=\"457\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/07\/memilih-pulihkan-file-hpanel.png\/public\" alt=\"tampilan opsi pemulihan file di hpanel dengan tombol pulihkan file yang dipilih\" class=\"wp-image-38536\" style=\"width:752px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/07\/memilih-pulihkan-file-hpanel.png\/w=836,fit=scale-down 836w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/07\/memilih-pulihkan-file-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/07\/memilih-pulihkan-file-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/07\/memilih-pulihkan-file-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 836px) 100vw, 836px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Setelah itu, pulihkan database Anda. Klik <strong>Database backup<\/strong>, pilih database dari drop-down, lalu klik <strong>Tampilkan database<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"797\" height=\"221\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/09\/database-backup-hpanel.png\/public\" alt=\"database backup hpanel\" class=\"wp-image-23548\" style=\"width:737px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/09\/database-backup-hpanel.png\/w=797,fit=scale-down 797w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/09\/database-backup-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/09\/database-backup-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/09\/database-backup-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 797px) 100vw, 797px\" \/><\/figure><\/div><ol start=\"6\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Akan muncul daftar tanggal backup database yang pernah dibuat. Pilih tanggal backup, lalu klik <strong>Restore<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69f6f278a2aa1\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-full is-resized wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"929\" height=\"457\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/07\/memilih-restore-database-backup.png\/public\" alt=\"tampilan menu database backup hpanel dengan tombol restore yang dipilih.\" class=\"wp-image-38537\" style=\"width:794px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/07\/memilih-restore-database-backup.png\/w=929,fit=scale-down 929w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/07\/memilih-restore-database-backup.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/07\/memilih-restore-database-backup.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/07\/memilih-restore-database-backup.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 929px) 100vw, 929px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol start=\"7\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Sistem akan mulai memproses permintaan Anda dan menampilkan notifikasi saat sudah selesai.<\/li>\n<\/ol><p>Apabila Anda melakukan langkah ini, semua perubahan yang dibuat setelah tanggal backup akan hilang. Masalah yang memicu HTTP error 429 di website Anda pun kemungkinan akan turut teratasi.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-6-ubah-url-login-wordpress-default\">6. Ubah URL Login WordPress Default<\/h3><p>Setiap website WordPress memiliki URL login default, seperti <strong>websiteanda.tld\/wp-admin<\/strong> atau <strong>websiteanda.tld\/wp-login<\/strong>.<\/p><p>Namun, karena memiliki pola umum untuk setiap nama domain, URL default ini rawan disalahgunakan oleh bot dan hacker, yang sering kali menyebabkan error 429.<\/p><p>Salah satu cara mudah untuk melindungi URL login Anda adalah dengan mengubahnya menggunakan plugin seperti <a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/wps-hide-login\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WPS Hide Login<\/a>. Plugin ini akan membuat halaman login alternatif yang bisa mencegah serangan bot dan hacker.<\/p><p>Berikut langkah-langkah menggunakannya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Di dashboard admin WordPress, pilih <strong>Plugins<\/strong> (Plugin) &rarr; <strong>Add New<\/strong> (Tambah Plugin Baru), kemudian cari plugin <strong>WPS Hide Login<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"\/id\/tutorial\/cara-install-plugin-wordpress\">Aktifkan plugin WordPress<\/a> ini, lalu setelah terinstal, buka <strong>Settings<\/strong> &rarr; <strong>WPS Hide Login<\/strong>. Scroll ke bawah sampai Anda melihat bagian <strong>Login URL<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69f6f278a5a8a\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1144\" height=\"309\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/WPS-hide-login.png\/public\" alt=\"tampilan bagian pengaturan plugin wps hide login\" class=\"wp-image-41412\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/WPS-hide-login.png\/w=1144,fit=scale-down 1144w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/WPS-hide-login.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/WPS-hide-login.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/WPS-hide-login.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/WPS-hide-login.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1144px) 100vw, 1144px\" \/><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Dari sini, Anda bisa mengubah URL login sesuai keinginan. Jangan lupa untuk mengklik <strong>Save Changes<\/strong> untuk menyimpan pengaturan baru Anda.<\/li>\n<\/ol><p>Dengan cara ini, URL login website Anda pun akan lebih aman dan tidak mudah ditebak, membantu mencegah error 429 yang disebabkan oleh aktivitas login berulang dari alamat IP asing.<\/p><p>\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\">Tutorial Lainnya Seputar Error 4xx<\/h4>\n                    <p><a href=\"\/id\/tutorial\/error-400-bad-request\">Cara Mengatasi Error HTTP 400<\/a><br>\n<a href=\"\/id\/tutorial\/error-401-unauthorized\">Cara Memperbaiki Error 401 Unauthorized<\/a><br>\n<a href=\"\/id\/tutorial\/cara-mengatasi-403-forbidden\">Error 403 Forbidden dan Cara Mengatasinya<\/a><br>\n<a href=\"\/id\/tutorial\/error-404-not-found\">Apa Itu Error 404 Not Found dan Cara Memperbaikinya<\/a><br>\n<a href=\"\/id\/tutorial\/413-request-entity-too-large\">Cara Mudah Mengatasi 413 Request Entity Too Large<\/a><\/p>\n                <\/div>\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Error 429 Too Many Requests adalah respons server yang muncul ketika ada terlalu banyak permintaan akses dalam waktu singkat.<\/p><p>Kalau dibiarkan, error ini bisa mengganggu performa API pihak ketiga dan menghambat mesin pencari melakukan crawling pada website Anda. Jadi, kalau mengalaminya, Anda harus segera menangani error ini agar website Anda tetap berjalan optimal.<\/p><p>Berikut adalah rangkuman langkah-langkah mengatasi error 429 Too Many Requests yang bisa Anda lakukan:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Bersihkan cache browser.<\/li>\n\n\n\n<li>Periksa dan pantau penggunaan resource di akun hosting.<\/li>\n\n\n\n<li>Nonaktifkan sementara semua plugin WordPress.<\/li>\n\n\n\n<li>Ganti tema WordPress ke tema default.<\/li>\n\n\n\n<li>Pulihkan website dari backup.<\/li>\n\n\n\n<li>Ubah URL login WordPress default.<\/li>\n<\/ol><p>Kalau Anda sudah mencoba semua langkah di atas namun error 429 masih muncul, cobalah menghubungi tim dukungan web hosting Anda. Jelaskan setiap langkah yang sudah Anda lakukan agar mereka bisa memberikan solusi yang lebih tepat.<\/p><p>Semoga tutorial ini berhasil membantu Anda mengatasi error 429, ya. Kalau masih ada pertanyaan atau ingin berbagi pengalaman, tuliskan pada kolom komentar di bawah artikel ini yuk!<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tanya-jawab-faq-error-429-too-many-requests\">Tanya Jawab (FAQ) Error 429 Too Many Requests<\/h2><p>Mari pelajari lebih lanjut tentang error 429 Too Many Requests di bagian tanya jawab ini.<\/p><div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-69442b9c14af8\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Bagaimana Cara Mencegah Error 429 Too Many Requests?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Optimalkan performa website dengan meminimalkan permintaan HTTP, mengompresi file, dan menyimpan konten dalam cache untuk mencegah error 429 Too Many Requests. Cara lainnya, Anda bisa membatasi jumlah permintaan dari satu klien.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442b9c14afb\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa Akibat Error 429 Too Many Requests?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Error 429 Too Many Requests bisa menyebabkan penurunan performa website, pengalaman pengguna, hingga pendapatan Anda dari website. Error ini juga bisa mengakibatkan turunnya peringkat SEO website dan reputasi online ANda. Kalau sering terjadi, error 429 bahkan bisa mengakibatkan pemblokiran IP sehingga pengguna yang sah tidak bisa mengakses website.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat mengakses website, web server dan klien akan saling berkomunikasi melalui kode status HTTP yang menginformasikan kondisi koneksi yang dibuat. Kode ini ada banyak macamnya, mulai dari kode 3xx untuk redirect, hingga kode 4xx yang mengindikasikan error di sisi pengguna. Nah, salah satu kode ini adalah 429 Too Many Requests. Seperti namanya, error ini muncul [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/mengatasi-error-429-too-many-requests\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Cara Mengatasi Error 429 Too Many Requests dengan Mudah","rank_math_description":"Error 429 Too Many Requests bisa menyebabkan pengunjung tidak bisa membuka website. Baca cara mengatasi error 429 too many requests di sini!","rank_math_focus_keyword":"error 429 too many requests","footnotes":""},"categories":[9451],"tags":[],"class_list":["post-41384","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-error"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/how-to-fix-429-too-many-requests-error","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/erreur-429","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/como-arreglar-el-error-429-too-many-requests\/","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/mengatasi-error-429-too-many-requests","default":0},{"locale":"nl-NL","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/nl\/tutorials\/429-too-many-requests","default":0},{"locale":"ar-AE","link":"https:\/\/blog.hostinger.io\/ae\/tutorials\/429-too-many-requests-error\/","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/how-to-fix-429-too-many-requests-error","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/how-to-fix-429-too-many-requests-error","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/how-to-fix-429-too-many-requests-error","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/como-arreglar-el-error-429-too-many-requests\/","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/como-arreglar-el-error-429-too-many-requests\/","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/como-arreglar-el-error-429-too-many-requests\/","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/how-to-fix-429-too-many-requests-error","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/how-to-fix-429-too-many-requests-error","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/how-to-fix-429-too-many-requests-error","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/how-to-fix-429-too-many-requests-error","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41384"}],"version-history":[{"count":23,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41384\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47036,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41384\/revisions\/47036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}