{"id":34495,"date":"2024-03-13T15:16:49","date_gmt":"2024-03-13T08:16:49","guid":{"rendered":"\/tutorial\/?p=34495"},"modified":"2025-07-30T15:20:16","modified_gmt":"2025-07-30T08:20:16","slug":"cara-menggunakan-wordpress-add_filter","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-wordpress-add_filter","title":{"rendered":"WordPress Filter: Cara Menggunakan WordPress add_filter"},"content":{"rendered":"<p>Di WordPress, filter adalah <a href=\"https:\/\/developer.wordpress.org\/reference\/hooks\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">hook<\/a> yang memanipulasi data internal sebelum ditampilkan di browser. Anda bisa membuat filter dengan menambahkan fungsi <strong>add_filter<\/strong> di file <strong>functions.php<\/strong> website.<\/p><p>Dalam pengembangan WordPress, user menggunakan filter ini untuk memodifikasi plugin, tema, atau fungsi website tertentu. Sebagai contoh, Anda bisa mengubah panjang cuplikan postingan website atau menambahkan catatan footer ke artikel.<\/p><p>Nah, di <a href=\"\/id\/tutorial\/wordpress\">tutorial WordPress<\/a> kali ini, kami akan menjelaskan cara menggunakan WordPress <strong>add_filter<\/strong> untuk membuat hook filter. Kami juga akan menjelaskan parameter fungsi tersebut dan memberikan contoh penggunaan umumnya. Mari mulai tutorialnya!<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-itu-filter-wordpress\">Apa Itu Filter WordPress?<\/h2><p>Filter WordPress adalah hook yang memodifikasi data sebelum dikembalikan ke database dan ditampilkan kepada pengguna. Dengannya, Anda bisa mengubah plugin, tema, atau fungsi website tanpa harus mengubah file core WordPress.<\/p><p>Misalnya, Anda bisa menambahkan catatan kaki ke semua postingan website atau mengubah panjang kutipannya. Ada 4 fungsi hook filter umum: <strong>add_filter<\/strong>, <strong>remove_filter<\/strong>, <strong>has_filter<\/strong>, dan <strong>doing_filter<\/strong>.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-kerja-filter-wordpress\">Cara Kerja Filter WordPress<\/h2><p>Singkatnya, filter akan &lsquo;mencegat&rsquo; data yang diteruskan oleh WordPress. Filter kemudian akan memodifikasi data tersebut berdasarkan fungsi yang diberikan, lalu menampilkannya ke web browser pengguna. Untuk membantu Anda memahami fungsi ini, lihat contoh kode berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">\/\/ Menentukan filter dan fungsi callback\n   add_filter( 'example_filter', 'example_callback' );\n   \/\/ Menjelaskan fungsi callback\n   function example_callback( $example ) {\n      \/\/ ubah $example dengan menggabungkannya\n      $example . ' add a text at the end ';\n      return $example;\n   }<\/pre><p>Ini penjelasannya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Atur filter menggunakan fungsi <strong>add_filter<\/strong> &nbsp;yang akan memodifikasi data. Dalam contoh ini, nama filternya adalah <strong>example_filter<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Tentukan fungsi callback yang akan berjalan ketika WordPress menemukan filter tersebut, yaitu <strong>example_callback<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Tentukan bagaimana fungsi callback tersebut akan memodifikasi data, yang diwakili oleh argumen <strong>$example<\/strong>. Dalam cuplikan ini, kami akan menggunakan titik untuk menggabungkannya dengan kalimat di akhir.<\/li>\n\n\n\n<li>Tampilkan data yang telah dimodifikasi ke web browser pengguna menggunakan metode <strong>return<\/strong>.<\/li>\n<\/ol><p>Untuk menerapkan filter hook ke website WordPress Anda, tulis kode dalam file <strong>functions.php<\/strong> tema yang sedang aktif. Apabila Anda menggunakan <a href=\"\/id\/wordpress-hosting\">layanan hosting WordPress<\/a> dari Hostinger, buka <strong>File Manager<\/strong> lalu buka <strong>public_html\/wp-content\/themes\/foldertemasaatini<\/strong>.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/functions-php-di-file-manager-hpanel-baru-1024x366.png\" alt=\"file functions.php di folder tema saat ini\"><\/figure><\/div><p>Selanjutnya, kami merekomendasikan agar Anda menambahkan kode ke file <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-child-theme-wordpress\">child theme<\/a> agar tidak hilang setelah update. Atau, buat file terpisah untuk filter hook di folder root tema lalu tulis kode berikut di file <strong>functions.php<\/strong> untuk memanggilnya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">include _once( get_template_directory(), '\/namafileanda.php':'<\/pre><p>Apabila tidak bisa mengakses folder root tema, <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-install-plugin-wordpress\">instal plugin<\/a> untuk menambahkan kode kustom langsung dari dashboard admin WordPress Anda. Salah satu plugin yang bisa Anda gunakan adalah <a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/code-snippets\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Code Snippets<\/a>.<\/p><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Memodifikasi file <strong>functions.php<\/strong> bisa mengakibatkan error atau masalah akses pada website. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-backup-wordpress\">backup website<\/a> Anda lebih dulu.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-parameter-add-filter-wordpress\">Parameter add_filter WordPress<\/h2><p>Fungsi WordPress <strong>add_filter<\/strong> memiliki 4 parameter. Berikut adalah penjelasannya masing-masing:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Nama hook<\/strong>. Nama filter yang ingin Anda gunakan untuk mengaitkan fungsi callback.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Fungsi callback<\/strong>. Fungsi callback yang akan dijalankan ketika filter diterapkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prioritas<\/strong>. Parameter opsional yang menentukan urutan eksekusi fungsi yang terkait dengan filter. Nilai defaultnya adalah <strong>10<\/strong>, dan semakin rendah angkanya, semakin awal urutan eksekusinya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Argumen yang diterima<\/strong>. Jumlah argumen yang diteruskan ke fungsi yang di-hook. Parameter ini bersifat opsional dan memiliki nilai default <strong>1<\/strong>.<\/li>\n<\/ul><p>Sintaksis fungsi dan parameter adalah sebagai berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">add_filter( hook_name, callback_function, priority=1, \n   accepted_arguments=1);<\/pre><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-contoh-add-filter-di-wordpress\">Contoh add_filter di WordPress<\/h2><p>Filter hook WordPress memungkinkan pengguna mengubah atau menambahkan berbagai fungsi baru pada website. Untuk membantu Anda, bagian ini akan menjelaskan beberapa contoh snippet kodenya.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengubah-panjang-cuplikan-postingan\">Mengubah Panjang Cuplikan Postingan<\/h3><p>Salah satu contoh penggunaan sederhana filter WordPress adalah untuk mengubah panjang cuplikan postingan default. Berikut adalah snippet kodenya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\"> add_filter( 'excerpt_length', 'change_length' );\n   function change_length( $length )\n   {\n      \/\/ change the default excerpt length\n      return 20;\n   }<\/pre><p>Dalam snippet tersebut, kami membuat fungsi yang mengubah panjang kutipan postingan, yang diwakili oleh argumen <strong>$length<\/strong>. Kemudian, kami menghubungkan fungsi ke filter <strong>excerpt_length<\/strong>.<\/p><p>Ketika data melewati filter, fungsi akan berjalan dan mengubahnya sesuai tujuan filter. Kemudian, metode <strong>return<\/strong> akan membatasi panjang kutipan menjadi <strong>20<\/strong> dan mengirimkannya ke pengguna.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/panjang-cuplikan-postingan-wordpress-yang-berhasil-dimodifikasi-1024x643.png\" alt=\"panjang cuplikan postingan wordpress yang berhasil dimodifikasi\"><\/figure><\/div><p>\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Untuk beberapa tema WordPress, Anda juga harus mengedit file <strong>content.php<\/strong> untuk menerapkan filter kutipan. Baca tutorial kami tentang <a href=\"\/id\/tutorial\/excerpt-wordpress\">cara mengubah panjang kutipan WordPress<\/a> untuk mempelajari selengkapnya.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-memodifikasi-konten-postingan\">Memodifikasi Konten Postingan<\/h3><p>Penggunaan umum fungsi <strong>add_filter<\/strong> adalah untuk menambahkan konten baru ke postingan website Anda. Sebagai contoh, berikut adalah contoh snippet kode yang menempatkan bagian sanggahan di bawah setiap postingan website:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\"> add_filter( 'the_content', 'add_disclaimer' );\n   function add_disclaimer( $content )\n   {\n      \/\/ gabungkan konten untuk memodifikasinya\n      return $content . \n      \"&lt;br&gt;&lt;center&gt;&lt;strong&gt;All writings and opinions are my own\";\n   }<\/pre><p>Contoh di atas memiliki filter <strong>the_content<\/strong>, yang di-hook ke fungsi callback <strong>add_disclaimer<\/strong>. Ketika filter berjalan, fungsi ini akan memodifikasi <strong>$content<\/strong> dengan menggabungkannya bersama pesan sanggahan <strong>All writings and opinions are my own<\/strong>.<\/p><p>Kode tersebut akan mengembalikan konten yang telah dimodifikasi ke browser dengan sanggahan di bagian bawah.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/pesan-sanggahan-di-bawah-postingan-WordPress-1024x351.png\" alt=\"pesan sanggahan di bawah postingan WordPress\"><\/figure><\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-menampilkan-gambar-pada-kategori-postingan-tertentu\">Menampilkan Gambar pada Kategori Postingan Tertentu<\/h3><p>Filter hook WordPress memungkinkan Anda menyesuaikan postingan dengan ID atau kategori tertentu. Dalam snippet berikut, kami menambahkan ikon ke setiap postingan yang termasuk dalam kategori premium:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">add_filter( 'the_content', 'content_filter' );\n   function content_filter( $content ) \n   {\n      \/\/ condition where the function applies\n      if ( in_category('premium') )\n      $content = sprintf(\n         '&lt;img class=\"premium-icon\"    \n         src=\"%s\/directory\/filename.png\"alt=\"Premium Content Icon\"  \n         title=\"\" \/&gt;%s', get_bloginfo( 'stylesheet_directory' ), \n         $content);\n      return $content;\n   }<\/pre><p>Dalam contoh ini, kami membuat filter <strong>the_content<\/strong> lalu menghubungkannya dengan fungsi callback <strong>wpb_content_filter<\/strong>. Fungsi tersebut menentukan kondisi untuk menerapkan filter.<\/p><p>Dalam hal ini, kalau postingan tersebut termasuk dalam kategori <strong>premium<\/strong>, fungsi filter akan mengubah konten dengan menambahkan gambar ke dalamnya.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/ikon-pada-postingan-dari-kategori-tertentu-1024x680.png\" alt=\"ikon pada postingan dari kategori tertentu\"><\/figure><\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengubah-jumlah-produk-yang-ditampilkan\">Mengubah Jumlah Produk yang Ditampilkan<\/h3><p>Filter juga memungkinkan Anda memodifikasi plugin toko online untuk menyesuaikan toko online Anda. Contohnya, berikut adalah kode kustom yang mengubah jumlah produk yang ditampilkan pada plugin WooCommerce:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">add_filter('storefront_products_per_page','alter_sf_products_per_page' );\n   function alter_sf_products_per_page() \n   {\n      \/\/ change the default value\n      return 3 ;\n   }<\/pre><p>Dalam snippet ini, kami membuat filter khusus <strong>storefront_products_per_page<\/strong>&nbsp;dan menghubungkannya dengan fungsi <strong>alter_sf_products_per_page<\/strong>. Ketika data melewatinya, filter akan memanggil fungsi untuk mengubah nilai default dari <strong>12<\/strong> menjadi <strong>3<\/strong> dan menampilkannya ke browser pengguna.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/03\/judul-dan-produk-yang-sudah-dimodifikasi-di-website-toko-online-wordpress.png\" alt=\"judul dan produk yang sudah dimodifikasi di website toko online wordpress\"><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-filter-wordpress-lain-yang-sering-digunakan\">Filter WordPress Lain yang Sering Digunakan<\/h2><p>Selain <strong>add_filter<\/strong>, berikut adalah beberapa fungsi lain yang mungkin digunakan oleh developer bersama filter hook.<\/p><p><strong>remove_filter()<\/strong><\/p><p>Fungsi ini menghapus fungsi yang di-hook ke filter tertentu. Web developer sering menggunakannya untuk menghapus fungsi default WordPress tanpa harus menghapus kode sepenuhnya. Sintaksisnya adalah sebagai berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">remove_filter( hook_name, callback_function, priority = 10 );<\/pre><p><strong><strong>doing_filter()<\/strong><\/strong><\/p><p>Fungsi ini mengecek apakah ada fungsi lain yang sedang dijalankan saat ini. Fungsi ini menggunakan nama hook sebagai parameter dan menghasilkan nilai hasil <strong>true<\/strong> atau <strong>false<\/strong>. Sintaksnya adalah sebagai berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">if doing_filter( 'hook_name&rsquo; )\n{ \n\/\/ execute a script if the filter is running \n};<\/pre><p><strong>has_filter()<\/strong><\/p><p>Fungsi <strong>has_filter<\/strong> memverifikasi apakah filter berhasil diterapkan pada hook. Fungsi ini membutuhkan nama filter sebagai parameter pertama dan fungsi callback sebagai yang kedua (opsional).<\/p><p>Untuk memeriksa fungsi tertentu, Anda harus menyertakan parameter kedua. Kalau tidak, fungsi ini akan menghasilkan <strong>true<\/strong> untuk menunjukkan bahwa fungsi apa pun di-hook ke filter. Sintaksis fungsi ini adalah sebagai berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">has_filter( &lsquo;hook_name&rsquo;, &lsquo;callback_function&rsquo; );<\/pre><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"\/id\/wordpress-hosting\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-37614\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Filter adalah hook WordPress untuk memodifikasi data sebelum ditampilkan di website. Web developer menggunakannya untuk menyesuaikan plugin atau tema guna menambahkan lebih banyak fungsi pada website mereka.<\/p><p>Hook filter akan mencegat data yang diteruskan oleh WordPress, mengubahnya sesuai kebutuhan Anda, lalu menampilkannya ke browser pengunjung. Untuk mengatur filter, tulis fungsi <strong>add_filter<\/strong> dengan nama hook dan fungsi callback sebagai parameter di file <strong>functions.php<\/strong> tema.<\/p><p>Beberapa contoh penggunaan hook filter adalah mengubah panjang cuplikan artikel dan menambahkan kalimat sanggahan pada postingan website. Selain <strong>add_filter<\/strong>, fungsi lainnya termasuk <strong>remove_filter<\/strong>, <strong>doing_filter<\/strong>, dan <strong>has_filter<\/strong>.<\/p><p>Apabila Anda masih memiliki pertanyaan lain atau komentar, jangan ragu untuk menyampaikannya lewat kolom komentar di bawah artikel ini, ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di WordPress, filter adalah hook yang memanipulasi data internal sebelum ditampilkan di browser. Anda bisa membuat filter dengan menambahkan fungsi add_filter di file functions.php website. Dalam pengembangan WordPress, user menggunakan filter ini untuk memodifikasi plugin, tema, atau fungsi website tertentu. Sebagai contoh, Anda bisa mengubah panjang cuplikan postingan website atau menambahkan catatan footer ke artikel. [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-wordpress-add_filter\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"","rank_math_description":"Di WordPress, pengguna bisa memanfaatkan add_filter untuk memodifikasi fungsi tertentu. Yuk, baca cara menggunakan WordPress add_filter!","rank_math_focus_keyword":"cara menggunakan wordpress add_filter","footnotes":""},"categories":[4859],"tags":[],"class_list":["post-34495","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wordpress"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/wordpress-add-filter","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/add-filter-wordpress","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/add-filter-wordpress","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/add-filter-wordpress","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-wordpress-add_filter","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/wordpress-add-filter","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/what-are-filters-in-wordpress-and-how-to-use-wordpress-add_filter","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/what-are-filters-in-wordpress-and-how-to-use-wordpress-add_filter","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/add-filter-wordpress","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/add-filter-wordpress","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/add-filter-wordpress","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/add-filter-wordpress","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/wordpress-add-filter","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/wordpress-add-filter","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/wordpress-add-filter","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/wordpress-add-filter","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34495"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45075,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34495\/revisions\/45075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}