{"id":32911,"date":"2023-12-22T14:33:27","date_gmt":"2023-12-22T07:33:27","guid":{"rendered":"\/tutorial\/?p=32911"},"modified":"2025-01-03T15:52:40","modified_gmt":"2025-01-03T08:52:40","slug":"iptables-tutorial","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/iptables-tutorial","title":{"rendered":"Tutorial Iptables: Mengamankan VPS dengan Firewall Linux"},"content":{"rendered":"<p>Sedang mencari tutorial iptables yang lengkap untuk membantu mengelola VPS? Nah, Anda sudah membaca artikel yang tepat!<\/p><p>Kali ini, kami akan menunjukkan cara instal iptables dan menggunakannya pada sistem Ubuntu. Anda bisa mengamankan VPS menggunakan CLI (antarmuka baris perintah) kalau sudah familiar dengan tool firewall Linux ini.<\/p><p>Langsung saja, ini dia tutorial iptables selengkapnya! Scroll ke bawah dan baca sampai selesai, ya.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Linux-Commands-Cheatsheet-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-27615\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-itu-iptables\">Apa Itu Iptables?<\/h2><p>Iptables adalah program <a href=\"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/apa-itu-firewall\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">firewall<\/a> untuk Linux yang berfungsi untuk memantau traffic masuk dan keluar server menggunakan tabel. Dalam tabel ini, terdapat <strong>serangkaian aturan<\/strong> yang disebut <strong>chain<\/strong> (rantai), yang akan memfilter paket data masuk dan keluar.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-bagaimana-cara-kerja-iptables\">Bagaimana Cara Kerja Iptables?<\/h2><p>Ketika ada <strong>packet<\/strong> (paket) yang cocok dengan <strong>rule<\/strong> (aturan), packet akan diberi <strong>target<\/strong>, yang bisa berupa chain lain atau salah satu dari nilai-nilai spesial berikut:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>ACCEPT<\/strong> &ndash; akan mengizinkan packet untuk diteruskan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>DROP<\/strong>&nbsp;&ndash; tidak mengizinkan packet diteruskan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><strong>RETURN<\/strong><\/strong> &ndash; menghentikan packet agar tidak melintasi chain dan memberitahunya untuk kembali ke chain sebelumnya.<\/li>\n<\/ul><p>Dalam tutorial iptables ini, kami akan menggunakan salah satu tabel default, yang disebut <strong>filter<\/strong>. Tabel filter ini terdiri dari tiga chain:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>INPUT<\/strong> &ndash; mengontrol packet yang masuk ke server.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>FORWARD<\/strong> &ndash; memfilter packet masuk yang akan diteruskan ke tempat lain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>OUTPUT<\/strong> &ndash; memfilter packet yang keluar dari server Anda.<\/li>\n<\/ul><p>Sebelum memulai panduan ini, pastikan Anda memiliki akses SSH <strong>root<\/strong> atau <strong>sudo<\/strong> ke perangkat yang menggunakan Ubuntu 22.04 atau lebih tinggi.<\/p><p>Anda bisa membuat koneksi melalui PuTTY (Windows) atau terminal shell (Linux, macOS). Apabila menggunakan <a href=\"\/id\/hosting-vps\">Hostinger VPS<\/a>, Anda bisa mendapatkan detail login SSH di tab Server dari hPanel.<\/p><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Aturan iptables hanya berlaku untuk <strong>ipv4<\/strong>. Apabila ingin mengatur firewall untuk protokol <strong>ipv6<\/strong>, Anda perlu menggunakan <strong>ip6tables<\/strong>.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-install-iptables-firewall-linux-dan-menggunakannya\">Cara Install Iptables Firewall Linux dan Menggunakannya<\/h2><p>Kami akan membagi tutorial iptables ini menjadi tiga langkah. Pertama, Anda akan mempelajari cara install iptables di Ubuntu. Kedua, kami akan menunjukkan cara menentukan aturannya. Terakhir, kami akan membantu Anda melakukan perubahan tetap di iptables.<\/p><p>Mari mulai dari yang pertama, yaitu menginstal iptables.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-install-iptables\">1. Install Iptables<\/h3><p>Iptables biasanya sudah terinstal di sebagian besar <a href=\"\/id\/tutorial\/distro-linux-terbaik\">distribusi Linux<\/a>. Namun, kalau belum ada di sistem Ubuntu\/Debian Anda secara default, ikuti langkah-langkah di bawah ini:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Konek ke server Anda melalui SSH. Apabila belum tahu caranya, silakan baca <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menggunakan-putty-untuk-ssh-ke-vps\">tutorial SSH<\/a> kami.<\/li>\n\n\n\n<li>Jalankan command berikut satu per satu:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt-get update<br>sudo apt-get install iptables<\/pre><ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Cek status konfigurasi iptables Anda saat ini dengan menjalankan:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -L -v<\/pre><ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Di sini, opsi &nbsp;<strong>-L<\/strong> digunakan untuk mencantumkan semua aturan, dan <strong>-v<\/strong> digunakan untuk menampilkan info dalam format yang lebih detail. Berikut adalah contoh outputnya:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">Chain INPUT (policy ACCEPT 0 packets, 0 bytes)\npkts bytes target     prot opt in out   source destination\n\nChain FORWARD (policy ACCEPT 0 packets, 0 bytes)\npkts bytes target     prot opt in out   source destination\n\nChain OUTPUT (policy ACCEPT 0 packets, 0 bytes)\npkts bytes target     prot opt in out   source destination<\/pre><p>Sekarang, firewall Linux iptables Anda sudah terinstal. Pada tahap ini, Anda bisa melihat bahwa semua chain diatur ke <strong>ACCEPT<\/strong> dan tidak memiliki aturan. Hal ini tidak aman, karena setiap packet bisa masuk tanpa pemfilteran.<\/p><p>Tenang, kami akan memberi tahu Anda cara menentukan aturan pada langkah tutorial iptables berikutnya di bawah ini.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-definisikan-aturan-chain\">2. Definisikan Aturan Chain<\/h3><p>Dengan mendefinisikan aturan, artinya Anda menambahkan aturan tersebut ke dalam chain. Untuk melakukannya, Anda perlu memasukkan opsi <strong>-A<\/strong> (<strong>Tambahkan<\/strong>) tepat setelah perintah iptables, seperti ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -A<\/pre><p>Ini akan memberi tahu iptables bahwa Anda menambahkan aturan baru ke sebuah chain. Kemudian, Anda bisa menggabungkan command dengan opsi lainnya, seperti:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>-i<\/strong>&nbsp;(<strong>interface<\/strong>) &ndash; antarmuka jaringan yang traffic-nya ingin Anda filter, seperti eth0, lo, ppp0, dan lain-lain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>-p<\/strong>&nbsp;(<strong>protocol<\/strong>) &ndash; protokol jaringan tempat proses pemfilteran berlangsung. Opsi ini bisa berupa <strong>tcp<\/strong>, <strong>udp<\/strong>, <strong>udplite<\/strong>, <strong>icmp<\/strong>, <strong>sctp<\/strong>, <strong>icmpv6<\/strong>, dan seterusnya. Atau, Anda bisa mengetikkan <strong>all<\/strong> untuk memilih setiap protokol.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>-s<\/strong>&nbsp;(<strong>source<\/strong>) &ndash; alamat tempat traffic berasal. Anda bisa menambahkan nama host atau alamat IP.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>&ndash;dport<\/strong>&nbsp;(<strong>destination port<\/strong>) &ndash; nomor port tujuan suatu protokol, seperti <strong>22<\/strong> (<strong>SSH<\/strong>), <strong>443<\/strong> (<strong>https<\/strong>), dan seterusnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>-j<\/strong>&nbsp;(<strong>target<\/strong>) &ndash; nama target (<strong>ACCEPT<\/strong>,&nbsp;<strong>DROP<\/strong>,&nbsp;<strong>RETURN<\/strong>). Anda perlu memasukkan nama target ini setiap kali membuat aturan baru.<\/li>\n<\/ul><p>Apabila ingin menggunakan semuanya, Anda harus menulis command dalam urutan berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -A &lt;chain&gt; -i &lt;interface&gt; -p &lt;protocol (tcp\/udp) &gt; -s &lt;source&gt; --dport &lt;port no.&gt;  -j &lt;target&gt;<\/pre><p>Setelah memahami sintaksis dasarnya, Anda bisa mulai mengonfigurasi firewall untuk meningkatkan keamanan server. Untuk tutorial iptables ini, kami akan menggunakan chain<strong>&nbsp;INPUT<\/strong> sebagai contoh.<\/p><p><strong>Mengizinkan Traffic di Localhost<\/strong><\/p><p>Untuk mengizinkan traffic di localhost, ketik command berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT<\/pre><p>Di tutorial iptables ini, kami menggunakan<strong> lo<\/strong> atau antarmuka <strong>loopback<\/strong>. Antarmuka ini digunakan untuk semua komunikasi di localhost. Command di atas akan memastikan bahwa koneksi antara database dan aplikasi web pada mesin yang sama berfungsi dengan baik.<\/p><p><strong>Mengizinkan Koneksi pada Port HTTP, SSH, dan SSL<\/strong><\/p><p>Selanjutnya, kami ingin koneksi <strong>http<\/strong> (port <strong>80<\/strong>), <strong>https<\/strong> (port <strong>443<\/strong>), dan <strong>ssh<\/strong> (port <strong>22<\/strong>) berjalan seperti biasa. Untuk melakukannya, kami perlu menentukan protokol (<strong>-p<\/strong>) dan port yang sesuai (<strong>&ndash;dport<\/strong>). Anda bisa menjalankan command di bawah ini satu per satu:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -A INPUT -p tcp --dport 22 -j ACCEPT\nsudo iptables -A INPUT -p tcp --dport 80 -j ACCEPT\nsudo iptables -A INPUT -p tcp --dport 443 -j ACCEPT<\/pre><p>Saatnya mengecek apakah aturan telah ditambahkan di iptables:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -L -v<\/pre><p>Hasilnya akan muncul di bawahnya, yang berarti semua koneksi protokol TCP dari port yang ditentukan akan diterima:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1131\" height=\"63\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/port-destinasi-iptables.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-32922\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/port-destinasi-iptables.png\/w=1131,fit=scale-down 1131w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/port-destinasi-iptables.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/port-destinasi-iptables.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/port-destinasi-iptables.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/port-destinasi-iptables.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1131px) 100vw, 1131px\" \/><\/figure><\/div><p><strong>Memfilter Packet Berdasarkan Sumber<\/strong><\/p><p>Iptables memungkinkan Anda memfilter packet berdasarkan alamat IP atau rentang alamat IP. Anda perlu menentukannya setelah opsi&nbsp;<strong>-s<\/strong>. Sebagai contoh, untuk menerima packet dari <strong>192.168.1.3<\/strong>, berikut command yang digunakan:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -A INPUT -s 192.168.1.3 -j ACCEPT<\/pre><p>Anda juga bisa menolak packet dari alamat IP tertentu dengan mengganti target <strong>ACCEPT<\/strong> dengan <strong>DROP<\/strong>.<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -A INPUT -s 192.168.1.3 -j DROP<\/pre><p>Apabila ingin menghapus packet dari rentang alamat IP, Anda harus menggunakan opsi <strong>-m<\/strong> dan modul <strong>iprange<\/strong>. Kemudian, tentukan rentang alamat IP dengan <strong>&ndash;src-range<\/strong>. Ingat, rentang alamat ip dipisahkan dengan tanda hubung dan tanpa spasi, seperti ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -A INPUT -m iprange --src-range 192.168.1.100-192.168.1.200 -j DROP<\/pre><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/hosting-vps\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29630\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><p><strong>Membuang Seluruh Traffic Lainnya<\/strong><\/p><p>Penting untuk menggunakan target <strong>DROP<\/strong> bagi seluruh traffic lainnya setelah menentukan aturan <strong>&ndash;dport<\/strong>. Hal ini akan mencegah koneksi yang tidak sah mengakses server melalui port lain yang terbuka. Untuk melakukannya, cukup ketik:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -A INPUT -j DROP<\/pre><p>Sekarang, koneksi di luar port yang ditentukan akan dihentikan.<\/p><p><strong>Menghapus Aturan<\/strong><\/p><p>Apabila ingin menghapus semua aturan dan memulai dari awal, Anda bisa menggunakan opsi <strong>-F<\/strong> (<strong>flush<\/strong>):<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -F<\/pre><p>Perintah ini menghapus semua aturan yang ada saat ini. Namun, untuk menghapus aturan tertentu, Anda harus menggunakan opsi <strong>-D<\/strong>. Pertama, Anda perlu melihat semua aturan yang ada dengan memasukkan command berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -L --line-numbers<\/pre><p>Anda akan mendapatkan daftar aturan dengan sejumlah angka:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">Chain INPUT (policy ACCEPT)\n\nnum  target     prot opt source               destination\n\n1    ACCEPT     all -- 192.168.0.4          anywhere\n2    ACCEPT     tcp -- anywhere             anywhere tcp dpt:https\n3    ACCEPT     tcp -- anywhere             anywhere tcp dpt:http\n4    ACCEPT     tcp -- anywhere             anywhere tcp dpt:ssh<\/pre><p>Untuk menghapus aturan, masukkan chain yang sesuai dan nomor dari daftar. Misalnya, untuk tutorial iptables ini, kami ingin menghilangkan <strong>aturan nomor tiga<\/strong> dari chain <strong>INPUT<\/strong>. Perintahnya akan seperti ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables -D INPUT 3<\/pre><p>Atau, kalau perlu memfilter traffic masuk saja, Anda bisa menggunakan Firewall VPS Hostinger. Pilih VPS lalu buka bagian <strong>Firewall<\/strong>:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"244\" height=\"498\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/bagian-firewall-di-vps-hpanel.png\/public\" alt=\"bagian firewall di vps hpanel\" class=\"wp-image-32923\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/bagian-firewall-di-vps-hpanel.png\/w=244,fit=scale-down 244w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/bagian-firewall-di-vps-hpanel.png\/w=147,fit=scale-down 147w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/bagian-firewall-di-vps-hpanel.png\/w=73,fit=scale-down 73w\" sizes=\"(max-width: 244px) 100vw, 244px\" \/><\/figure><\/div><p>Buat konfigurasi baru, beri nama, dan tentukan aturan traffic masuk yang Anda inginkan:<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1123\" height=\"522\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/konfigurasi-firewall-di-vps-hpanel.png\/public\" alt=\"konfigurasi firewall di vps hpanel\" class=\"wp-image-32924\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/konfigurasi-firewall-di-vps-hpanel.png\/w=1123,fit=scale-down 1123w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/konfigurasi-firewall-di-vps-hpanel.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/konfigurasi-firewall-di-vps-hpanel.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/konfigurasi-firewall-di-vps-hpanel.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/12\/konfigurasi-firewall-di-vps-hpanel.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1123px) 100vw, 1123px\" \/><\/figure><\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-simpan-perubahan\">3. Simpan Perubahan<\/h3><p>Aturan iptables yang dibuat akan disimpan dalam memori. Artinya, Anda harus menyimpan konfigurasi iptables dalam file agar bisa dimuat lagi setelah reboot. Untuk hal ini, Anda bisa menggunakan command berikut, tergantung apakah Anda menyimpan aturan IPv4 atau IPv6:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables-save &gt; \/etc\/iptables\/rules.v4\nsudo iptables-save &gt; \/etc\/iptables\/rules.v6<\/pre><p>Sekarang, setiap kali VPS direstart, Anda perlu memuat aturan yang tersimpan tersebut dengan perintah ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo iptables-restore &lt; \/etc\/iptables\/rules.v4\nsudo iptables-restore &lt; \/etc\/iptables\/rules.v6<\/pre><p>Apabila ingin mengotomatiskan proses pemuatan, Anda bisa menyiapkan paket <strong>iptables-persistent<\/strong> yang akan mengurus pemuatan aturan.<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">sudo apt-get install iptables-persistent<\/pre><p>Setelah instalasi iptables, Anda akan diminta untuk menyimpan aturan saat ini. Pilih <strong>Yes<\/strong> untuk IPv4 dan IPv6 lalu selesaikan konfigurasinya. Proses pemuatan pun akan berjalan otomatis. Tapi ingat, Anda masih perlu menggunakan command <strong>sudo iptables-save<\/strong> setiap kali membuat perubahan pada iptables.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Iptables adalah program firewall canggih yang bisa Anda gunakan untuk mengamankan server Linux atau VPS. Kerennya, Anda bisa menentukan berbagai aturan berdasarkan preferensi.<\/p><p>Melalui tutorial iptables ini, Anda sudah mempelajari cara menginstal dan menggunakan tool tersebut. Semoga Anda bisa mencobanya tanpa masalah untuk mengatur rangkaian aturan guna memfilter packet masuk dan keluar.<\/p><p>Selamat mencoba dan semoga berhasil!<\/p><p>\n\n\n<div class=\"protip\">\n                    <h4 class=\"title\">Tutorial Lainnya seputar Mengamankan Linux<\/h4>\n                    <p><a href=\"\/id\/tutorial\/membuat-vpn-server\">Cara Mengonfigurasi OpenVPN di VPS<\/a><br>\n<a href=\"\/id\/tutorial\/firewall-ubuntu\">Cara Mengatur Firewall UFW di Ubuntu<\/a><\/p>\n                <\/div>\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sedang mencari tutorial iptables yang lengkap untuk membantu mengelola VPS? Nah, Anda sudah membaca artikel yang tepat! Kali ini, kami akan menunjukkan cara instal iptables dan menggunakannya pada sistem Ubuntu. Anda bisa mengamankan VPS menggunakan CLI (antarmuka baris perintah) kalau sudah familiar dengan tool firewall Linux ini. Langsung saja, ini dia tutorial iptables selengkapnya! Scroll [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/iptables-tutorial\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":32927,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"","rank_math_description":"Iptables adalah program yang membantu memantau traffic di server. Yuk baca tutorial Iptables selengkapnya di artikel ini!","rank_math_focus_keyword":"iptables","footnotes":""},"categories":[5096],"tags":[],"class_list":["post-32911","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-vps"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/iptables-tutorial","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/tutorial-iptables","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/iptables","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/como-asegurar-linux-con-iptables-firewall","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/iptables-tutorial","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/iptables-tutorial","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/iptables-tutorial","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/iptables-tutorial","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/como-asegurar-linux-con-iptables-firewall","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/como-asegurar-linux-con-iptables-firewall","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/como-asegurar-linux-con-iptables-firewall","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/tutorial-iptables","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/iptables-tutorial","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/iptables-tutorial","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/iptables-tutorial","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/iptables-tutorial","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32911","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32911"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32911\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42439,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32911\/revisions\/42439"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32911"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32911"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32911"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}